Mengenai Saya
Laman
Sabtu, 29 Januari 2011
Pelangi Ukhuwah Bidadari
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============================
Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, engkau senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana
Engkau selalu siap siaga membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu
Saat diri ini futur, dering smsmu di sepertiga malam menjadi obat penentram jiwa..
Saat salah satu hati benar2 membeku, kata ‘Assalamualaikum’ menjadi penyejuk hati, itu katamu..
Saat suatu masalah memuncak, saling diam ternyata membawa muhasabah diri..
Karena saling diam tidak selamanya menunjukkan kebencian..
Dan jika engkau ingin menangis ukhti, menangislah..
Menangis adalah ungkapan jiwa dari hati yg sekarat..
Menangis tidak selamanya bahwa kita cengeng dan lemah
Menangis adalah adalah salah satu terapi mujarab bahwa kita masih punya hati..
Ukhti fillah..
Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama
Namun, persaudaraan yang kita jalin, sungguh melebihi dari persaudaraan kandung…
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan karena melihat pintar atau bodohnya aku
Bukan karena melihat cantik dan jeleknya diriku
bukan karena melihat kaya atau miskinnya keluargaku..
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya karena satu alasan….
Yaa… Fillah..karena Allah…
Dalam jalinan ukhuwah seiman dan seakidah..
Ukhti fillah…
Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segudang masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah masamku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan:
“ukhti, senyum dulu dong…”
Walaupun bibir ini teramat sulit untuk tersenyum di saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia karena engkau senantiasa menghiburku..
Ukhti fillah…
Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasehatiku jika berbuat kesalahan
Pun janganlah engkau marah jika aku menasehatimu
Semua kita lakukan demi perbaikan diri
Untuk menjadi muslimah yang benar2 kaffah dan tertarbiyah
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…
Bukankah warna pelangi itu berwarna-warni ya ukhti..?
Ukhuwah kita adalah Pelangi
Karakter dan sifat diri kita yg berbeda-beda
Aku miskin dan engkau kaya, engkau cantik dan aku biasa saja
Aku miskin ilmu miskin harta, engkau kaya hikmah dan kata-kata
Dan perbedaan itu menjadi satu
Tapi justru karena warna-warni yg menyatu itu maka pelangi menjadi indah
Itulah ukhuwah kita ukhti, dan aku menyebutnya 'Pelangi Ukhuwah Bidadari'
Ukhti fillah…
Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…bertahta diatas berlian..
Karena sungguh..ku mencintaimu karena allah..
Ukhti, Masih ingatkah sabda Rasulullah: " Pada hari kiamat kelak akan ada suatu kaum yg wajahnya bersinar bagai purnama. Dia bertahta diatas mimbar-mimbar bertabur berlian yg gemerlap. Orang2pun iri padanya. Padahal dia bukan Nabi dan bukan pula orang yg mati syahid..".
Seorang sahabat bertanya," siapakah orang itu ya Rasulullah..?"
Rasulullah menjawab," Yaitu orang2 yang sewaktu didunia saling mencintai karena Allah. Mereka terdiri dari beragam suku dan bangsa. Mereka bertemu karenaNYA dan berpisah juga karenaNYA ( HR.Tabrani dan dishahihkan oleh Muslim )
Subhanallah..tidak inginkah engkau seperti itu saudariku..??^.^
Barakallahufikum
Wassalam
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-pelangi-ukhuwah-bidadari/187413261287329
Yang Menutupi Mata Hati
Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya dengan sifat dan sikap ikhlas.
Pertama, selalu memperturutkan hawa nafsu.
Hawa nafsu telah mendorong untuk melakukan semua yang dilarang Allah. "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya mereka menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka, apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada." (QS al-'Aadiyaat: 6-10).
Dalam kondisi batin manusia seperti ini penting kiranya diobati dengan senantiasa beristigfar, berzikir kepada Allah.
Kedua, cinta dunia dan takut mati.
Ujian bagi kaum Muslimin mengenai hal ini tergambar dalam surat Ali-Imran: 142. Pada waktu itu pasukan pemanah yang telah ditempatkan Nabi di atas bukit tergoda hatinya oleh harta dunia yang berserakan di bawah sehingga mereka meninggalkan tugas dari Nabi. Mereka akhirnya luluh-lantah. Saat ini fragmen serupa tapi tak sama senantiasa berulang dan terjadi menerpa manusia. Sebetulnya dengan terus-menerus melakukan zikir, maka manusia akan sampai pada pola hidup zuhud; suatu sikap yang menganggap bahwa dunia harus dikuasai bukan dunia yang menguasai manusia. Seorang yang zuhud tak lagi berambisi terhadap dunia, tidak cinta dunia, dan tak takut mati.
Ketiga, setan.
Manusia yang dikuasai setan pandai sekali menghiasi perbuatan buruk dengan menjadi (seolah-olah) baik. Ia hipokrit tulen. Tabiat setan ini bisa diredam dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Keempat, tabiat buruk.
Ini merupakan suatu perbuatan yang memang sudah menjadi tabiat (kebiasaan) dan telah mentradisi dalam individu maupun masyarakat. Untuk meruntuhkan tabiat buruk tersebut, lagi-lagi dibutuhkan zikir yang banyak kepada Allah. Kelak zikir akan menukar tabiat buruk menjadi tabiat baik.
Kelima, dosa.
Manusia diperintahkan untuk beristighfar, memohon ampun kepada Allah (QS Nuh: 10-12). Dosa kita selama ini telah menghalangi turunnya musim yang teratur, rezeki yang merata, anak-anak yang saleh, dan kesejukan dan keharmonisan hidup antar sesama. Ampunan dan pertolongan Allah pasti akan datang jika kita memintanya (QS Al-Baqarah: 186).
Karena itu, marilah kita bersama-sama memohon ampun kepada Allah ihwal perbuatan khilaf dan dosa yang selama ini kita lakukan.
Mudah-mudahan Allah berkenan membuka mata hati kita hingga kita mampu menangkap realitas absolut sinyal sinyal yang di berikan oleh Allah. Amin.
http://www.facebook.com/notes/melati/yang-menutupi-mata-hati/175916925780024
Mencari Cinta Hakiki, Mendamba Ridha Ilahi
Payah benar kurasakan,menelusuri Hari demi hari..mencari cinta hakiki,yang mekar di hati insan..bukan cinta nafsu namun cinta fitrah insani,yang disalurkan kpd jalan yg suci..hanya satu cara..melalui satu ikatan yang suci,itulah Pernikahan abadi.. Kuingini cinta itu hanya d alam pernikahan..dan kuyakini, cinta setelah itu adalah cinta yg diredhaiNya..kerana itulah syariatNyayang MESTI kita ikutidemi meraih ridha ilahi..
Allahu Rabbi..adakah aku dipandang mundurhanya kerana berpegang pada prinsip inibertegas pd kaum adamagar iman mereka tak lunturdek kelembutan kaum hawa..Apakah ianya salah?
Mencari pasangan hidup..bagiku bukanlah semudah memetik jari..apakah insan bernama wanita,perlu menggunakan semua wataknya untuk memaut hati lelaki??Adakah itu jalannya bagi memudahkan cara?Sungguh pendapat itu tidak dapat kuterima!
wahai insan bernama wanita..tetaplah teguh dirimu pada jalanNyamemenuhi semua tuntutanNyamemagar dirimu dengan malu dan taqwausah terpesona dengan madah berbunga sang nafsu yg berpuakakerana Allah dan Rasul ada janjinya buatmu muslimah yang memelihara dirijangan pernah dikau ragu!kerana janjiNya pasti BENAR!
allahu Rabbi..sabarkanlah hatiku, tabahkanlah jiwakumoga pendirianku tetap teguh padaMusungguh ku mencari cinta hakiki dan Aku mendambakan Kasih dan RedhaMu Tuhan..Agar segalanya indah bersama Tuhan..
Amin3 Ya Rabbal A'lamin...
http://komuniti.iluvislam.com/topic/26026-mencari-cinta-hakiki-mendamba-redha-ilahi/
Kenapa Sudah Bersyukur dan Sudah Bekerja Keras, kok Tidak Kaya ?
Dalam kehidupan sehari hari, terdapat hal yang sering ditanyakan sbb :
Saya sudah menjalankan apa yang dinamakan bekerja keras.
Seperti yang dinasehatkan para motivator, saya pun sudah ikhlas & bersyukur pada pekerjaan saya ini, juga pada kondisi saya. Tetapi kenapa sampai saat ini sepertinya tidak banyak hasilnya, keuangan saya tetap begitu2 saja (tidak kaya). Ini saya sampaikan BUKAN sebagai keluhan, karena saya BERSYUKUR terhadap hidup saya ini, dan saya juga ikhlas.
Dengan keadaan seperti saya yang bersyukur, ikhlas, dan sudah bekerja keras, namun kok tetap tidak kaya ?
Berikut ini adalah jawaban2 dari berbagai motivator (salah satunya Mario Teguh), yg kami anggap cukup menjawab pertanyaan tsb.
Mohon jawaban2 ini dibaca pelan2, karena setiap jawabannya mempunyai makna yang sangat dalam, sehingga perlu dicerna pelan2, terima kasih.
JAWABAN ke 1 :
"Kalau anda sudah bekerja keras, tetapi masih juga merasa tidak menghasilkan, coba anda tanyakan pada diri anda sendiri, apakah kerja keras yang anda lakukan itu sudah sesuai dengan rencana yang akan anda hasilkan ?"
JAWABAN ke 2 :
Coba kita introspeksi diri, sebenarnya kerja keras kita ini tergolong yang bagaimana ?
Di lingkungan kerja memang kita sibuk bekerja keras, tapi bisa jadi bahwa sebenarnya kerja keras yang kita lakukan itu termasuk salah satu di bawah ini.
kerja keras "ngomongin orang",
kerja keras "yang tidak sistematis",
kerja keras "yang mikirin kepentingan sendiri",
kerja keras "mencari kegiatan2 yang mubazir",
kerja keras "mencari-cari kesalahan orang"
kerja keras "agar dianggap orang lain kita telah bekerja keras" … dsb.
Bisa jadi sebenarnya tanpa kita sadari, kitapun termasuk diantara pekerja keras yg di atas itu.
Jadi coba meng-evaluasi diri kita sendiri, benarkah kita telah bekerja keras ?
JAWABAN ke 3 :
Jangan2 kerja keras yang anda lakukan adalah :
"KERJA KERAS untuk Tidak Melakukan Apa pun" ...
yang otomatis menjadi "BERHASIL tidak melakukan apa pun"
Yang dimaksud "tidak melakukan apa pun" adalah tidak berusaha melakukan pengembangan diri terhadap yang dikerjakannya, sehingga nilai tambah ke diri kita relatif tidak ada.
Nilai tambah itu bisa berupa kebiasaan yang lebih baik, syukur2 target2 menjadi lebih baik, dsb.
Yang lebih berbahaya adalah bisa jadi anda sebenarnya tidak melakukan apa2 tapi sudah merasa kerja keras.
Ada baiknya menggunakan terapi diri dengan menghadap cermin, sebagaimana disarankan Pak Mario Teguh, tanyakan pada diri anda melalui cermin : "Sebenarnya apa sih yang sudah anda lakukan ?!"
JAWABAN ke 4 :
Kalau ada orang yang secara fisik (plus pikiran sadar) bekerja sangat keras, tetapi secara finansial tidak mendapat banyak, maka itu menunjukkan bahwa MINDSET-nya memang tidak ingin kaya.
Untuk jelasnya ada tiga kondisi di bawah ini yg membuatnya menjadi tidak kaya.
Kondisi A :
Memang mindsetnya sudah demikian (tidak kaya), dan memang tidak mau untuk mengubah (mengembangkan) mindsetnya.
Yang sangat dominan pada mindset seseorang adalah "PERASAAN"-nya (HATI-nya).
Jadi walau pun pikirannya ingin kaya, namun kalau hatinya tidak ingin kaya, tapi HANYA ingin bahagia dan sehat lahir bathin. Maka kerja keras yg dilakukannya cenderung menghasilkan hidup yang tidak kaya, namun bahagia dan sehat lahir bathin, tidak masalah dan tetap wajib disyukuri hidup yg demikian.
Kondisi B :
Cita-cita sesungguhnya ingin kaya “saja”, bukan ingin bermanfaat bagi orang banyak. Jadi hanya ingin kaya untuk dirinya sendiri.
Cita-cita seperti ini sangat sulit terwujud, walau pun sudah bekerja keras. Karena "KEKAYAAN (HARTA) itu hanya SEBUAH ALAT" untuk mencapai TUJUAN MULIA yaitu "BERMANFAAT bagi orang lain (orang banyak)".
Seandainya cita2 anda seperti ini, yaitu ingin kaya "saja". Maka segera diubah cita2 tsb, yaitu menjadi "INGIN BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK".
Dan selanjutnya setiap anda bekerja keras, orientasi dan sasarannya selalu ke arah berusaha agar yang anda kerjakan itu bermanfaat (membantu) orang lain (orang banyak). Maka otomatis anda akan diberi "alat" oleh Yang Maha Memberi Kekayaan (Al-Mughnii), sedemikian rupa sehingga anda dapat mencapai tujuannya. Alat tersebut pada umumnya adalah "HARTA yang BERLEBIH". Karena praktis dengan harta yg berlebih, akan semakin banyak yg dapat dilakukan untuk membantu banyak orang (bermanfaat bagi banyak orang).
Kondisi C :
Cita-citanya ingin kaya, namun dalam praktek sehari-harinya tidak sesuai dengan keinginan tersebut.
Misalkan kurang dermawan (alias pelit). Hal ini sama saja dengan “pikirannya” ingin kaya, namun "MINDSET-nya" ingin miskin.
Membiasakan diri tidak dermawan (pelit), akan membentuk perasaan bahwa "HARTA KITA SEDIKIT", artinya kita "TIDAK KELEBIHAN HARTA".
Otomatis ini akan membentuk "MINDSET tidak kelebihan harta (Mindset tidak kaya)". Yang tentu saja mindset tidak kaya inilah yang akan membawa diri anda untuk menjadi tidak kaya, bahkan miskin. Walau pun telah bekerja keras, namun setiap kerja keras itu akan diarahkan oleh mindset kita untuk tidak menghasilkan harta yg berlebih.
Membiasakan diri untuk dermawan (suka memberi dng ikhlas), akan mendorong kita untuk merasakan bahwa kita "seolah-olah kelebihan" harta. Dan ini akan membentuk "MINDSET kelebihan harta (Mindset Kaya)". Yang tentu saja mindset kaya inilah yang akan membawa diri anda untuk menjadi kaya. Jadi disadari atau pun tidak, otomatis kerja keras anda akan "digiring" oleh mindset anda sedemikian rupa sehingga anda menjadi kelebihan harta (kaya).
http://www.facebook.com/notes/melati/kenapa-sudah-bersyukur-dan-sudah-bekerja-keras-kok-tidak-kaya-/176426702395713
Sakit - Antara Penghapus Dosa Dan Peningkat Darjat
Dalam mengharungi kehidupan yang serba mencabar dengan seribu satu dugaan, tidak pernah melepaskan seseorang muslim daripada tertimpa bala bencana. Kesakitan adalah salah satu daripadanya. Bezanya hanyalah sama ada kecil atau besar.
Ada orang ditimpa ujian kehancuran terhadap hartanya. Namun, tidak sedikit pula bagi seseorang yang diuji dengan kesakitan terhadap dirinya sendiri. Ada yang terlantar bertahun-tahun kerana mengalami penyakit yang ganjil. Begitu pula ada yang terpisah dengan anak atau ahli keluarga begitu lama. Semuanya mendera jiwa. Sakit.
Namun, apakah kesakitan baik yang menimpa anggota tubuh badan, harta atau jiwa itu tanda Allah murka kepadanya? Atau mungkinkah ia tanda Allah sedang menghapus dosanya? Barangkali ia merupakan jalan untuk sampai kepada maqam tertinggi di sisi Allah?
Sedangkan, Allah berfirman di dalam surah At-Tagaabun, ayat 11 yang bermaksud:
"Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu".
Penceramah bebas, Ustaz Zaharuddin Abdul Rahman, berkata sakit atau musibah yang terkena kepada seseorang adalah datangnya daripada Allah SWT. Tujuannya pelbagai dan mempunyai banyak hikmah untuk direnungi.
Menghapus dosa
Menurutnya, bagi seorang yang pendosa, musibah atau sakit yang ditanggungnya merupakan salah satu jalan untuk Allah menghapuskan setiap dosa hamba-Nya. Bahkan ia seharusnya dilihat sebagai satu terapi untuk menggugurkan kesalahan dan noda pada diri anak Adam.
"Sebagai manusia biasa, sudah tentu kita tiada terlepas daripada melakukan kesalahan sama ada secara sengaja atau tidak. Sedangkan dosa itu sebenarnya menjauhkan diri kita dengan Allah. Jadi hikmah diturunkan kesakitan atau bala bencana itu adalah sebagai cara untuk Allah menghapuskan dosa kita berkenaan," katanya.
Katanya, ia bersesuaian dengan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya" (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
"Bahkan di dalam satu lagi riwayat, Rasulullah bersabda bahawa dengan hanya tertusuk duri sekalipun, Allah bersedia untuk meninggikan darjat seseorang itu dan menghapuskan satu kesalahan dirinya.
"Jadi, jangan pandang sakit itu sebagai penderaan dan jangan pula mudah berburuk sangka kepada Allah. Bahkan sebaiknya kesakitan atau musibah itu dipandang sebagai nikmat untuk Allah membersihkan diri kita daripada segala dosa dan noda," ujarnya.
Sakit yang meninggikan darjat
Zaharuddin berkata, selain untuk menghapuskan dosa, kesakitan atau bala bencana yang menimpa seseorang juga merupakan jalan untuk Allah meninggikan darjat seorang hamba-Nya. Walaupun ia mungkin dilihat sebagai teruk di mata manusia, namun hikmahnya hanya Allah yang mengetahui.
Menurutnya, kisah Nabi Ayub ketika bersabar menerima ujian kesakitan terhadap dirinya merupakan contoh yang baik. Betapa Nabi Ayub mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah, namun masih mampu berbaik sangka kepada Rabb.
"Sudahlah dirinya ditimpa penyakit, anak-anak dan isteri juga menjauhinya. Namun Nabi Ayub tetap bersabar menerimanya sehinggalah Allah mengembalikan semula kesihatan kepadanya dan ditinggikan pula darjat di sisi-Nya.
"Jadi, sakit itu dan kesabaran Nabi Ayub dalam melalui ujian Allah berkenaan punya hikmah yang besar. Bukankah semua itu datangnya daripada Allah dan kepada Allah jua harus dikembalikan semuanya?" ujarnya.
Sakit rohani punca kejahatan
Seorang manusia apabila mengalami sakit fizikal, pasti akan bertemu dengan doktor untuk mendapatkan rawatan. Bahkan jika lebih parah, doktor pakar akan menjadi tempat rujukan. Selepas itu barulah rawatan dan ubat diberikan bagi menyembuhkan sakit berkenaan.
Bagaimana pula dengan sakit batin? Kesakitan yang tidak dapat dilihat pada luaran. Namun ia bagaikan membarah di dalam dada. Ternyata bukan kecil sakitnya itu. Bahkan mampu merosakkan seluruh anggota badan yang lain.
Zaharuddin ketika mengulas mengenainya berkata, penyakit batin seperti dendam, menipu, bongkak serta pelbagai lagi adalah berpunca daripada hati yang sakit. Bahkan ada yang sampai ke peringkat hatinya terlalu kotor sehingga menggelapkan ruang di dalamnya.
"Ia adalah penyakit rohani. Berpunca daripada dosa yang terlalu banyak sehingga menggelapkan hatinya untuk melakukan kebaikan. Hatinya mudah melakukan kejahatan. Kemudian mendorong anggota badan melaksanakan agenda jahatnya itu. Begitu juga dengan makanan yang diambil dan dimasukkan ke dalam perut sehingga membentuk daging. Ada orang yang mengambil makanan daripada sumber yang haram. Ia sekaligus menggelapkan hati.
"Bahkan ada orang yang tidak tahu bahawa dirinya berdosa. Membiarkan seluruh anggota badan melakukan maksiat sehingga hati sudah tidak mampu melihat cahaya Islam yang sebenar," ujarnya.
Taubat menyucikan dosa dan noda
Menurut Zaharuddin, taubat nasuha dan penyelesalan terhadap dosa-dosa yang dilakukan selama ini dapat menyelamatkan rohani seseorang daripada terus mengalami kesakitan yang parah.
Katanya, Allah sentiasa membuka ruang kepada hamba-hamba-Nya yang berlumpur dosa serta noda untuk kembali membersihkan diri mereka dengan cara bertaubat. Ujarnya, ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang bermaksud:
"Setiap anak Adam itu berdosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang memohon taubat kepada Tuhannya" (Hadis riwayat At-Tarmizi).
http://www.iluvislam.com/tazkirah/nasihat/1455-sakit-antara-penghapus-dosa-dan-peningkat-darjat.html
Kerja Keras, Kerja Cerdas
Joko dan Edi sama-sama diterima di
sebuah perusahaan distribusi FMCG sebagai salesman setelah lulus. Mereka
berdua bekerja keras.
Dua tahun kemudian bos Chandra
mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor sedangkan Joko tetap saja menjadi
Salesman.
Suatu hari Joko tidak tahan lagi dan
mengajukan pengunduran dirinya kepada bos Chandra. Alasan Joko, perusahaan
ini tidak memperhatikan orang yang bekerja keras, hanya orang yang pandai
menjilat bos saja yang bisa naik.
Bos Chandra tahu bahwa Joko pekerja
keras. Tetapi untuk menyadarkan Joko mengenai perbedaan dia dengan Edi maka ia
memberikan satu tugas kepada Joko.
Ia meminta Joko untuk menemukan
seorang pedagang semangka di pasar dekat kantor.
Saat Joko kembali, bos Chandra
bertanya, “Sudah kau temukan, Jok?”
“Sudah, Pak,” jawab Joko.
“Berapa harga semangkanya?” tanya
bos Chandra.
Joko pergi ke pasar lagi untuk
menanyakan harga semangka lalu kembali menghadap bos Chandra dan berkata, “ Rp
1.000 per kg pak.”
Bos Chandra berkata kepada Joko
bahwa sekarang dia akan memberi perintah yang sama kepada Edi.
Kemudian, Edi ke pasar dan setelahnya kembali menghadap ke bos Chandra.
Begini laporannya kepada bos Chandra: “Di pasar hanya ada 1 pedagang
semangka, harga semangkanya Rp 1000 per kg. Tapi kalau kita beli 100 kg, hanya
Rp 800 per kg nya. Ia mempunyai stok 324 buah semangka, dan yang 32 dipajang
di-counternya. Semangka didatangkan dari Indramayu 2 hari yang lalu,
warnanya hijau segar dan isinya merah jingga. Kualitasnya bagus!”
Joko sangat terkesan dengan laporan
Edi dan memutuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri tetapi akan belajar lebih
banyak dari Edi.
Hal positif yang bisa diambil dari
cerita ini:
Bekerja lebih keras saja tidak
cukup. Seorang yang lebih sukses meneliti lebih banyak, berpikir lebih
banyak, dan mengerti lebih mendalam. Untuk alasan yang sama, seorang yang
lebih sukses melihat beberapa tahun ke depan sedangkan Anda hanya melihat esok
hari saja. Perbedaan antara 1 hari dan 1 tahun adalah 365 kali lipat. How could
you win?
Semoga cerita ini bisa memberi
inspirasi bagi teman-teman semua, agar menjadi lebih sukses....!
http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/kerja-keras-kerja-cerdas/183972871625094
Jumat, 28 Januari 2011
Hambatan Terbesar Kesuksesan
Hambatan terbesar untuk mencapai puncak kesuksesan adalah diri sendiri. Senjata paling ampuh yg paling banyak digunakan untuk melegalisasi berbagai jenis kegagalan adalah “EXCUSE” atau “DALIH” atau “ALASAN PEMBENARAN”.
“EXCUSE” membuat kita dengan mudah mnyerah, membuat kita merasa sah untuk menyerah, membuat kita merasa terhormat ketika terhina, membuat kita merasa wajar untuk gagal.
Banyak yg tidak menyadari “EXCUSE” adalah virus yg mampu memandulkan kemampuan, mematikan kreativitas, dan merusak masa depan.
Ketika karir terhambat dengan mudah memberikan “EXCUSE”, ketika negosiasi gagal kita memberikan “EXCUSE”, ketika pendidikan gagal kita mengutarakan “EXCUSE”, dan selalu saja “EXCUSE”, ”EXCUSE”, dan “EXCUSE”.
Jika “EXCUSE” dipercaya sebagai suatu kebenaran, maka kita dengan mudah akan menerima kegagalan dan ketidaksuksesan sebagai nasib, dan jika itu dibiarkan terus menerus, maka kita tidak akan pernah sampai ke puncak kesuksesan, karena setiap kali gagal, kita mencari pembenaran atas kegagalan yg kita alami.
Semoga setelah membaca catatan ini, kita akan menyadari bahwa sebenarnya tdk ada alasan untuk tidak sukses, karena semua orang yg sukses juga mempunyai “EXCUSE” yg sebagian atau seluruhnya sama dengan kita. Hanya saja mereka memilih untuk menaklukkan semua hambatan, kesulitan, kekurangan dan tantangan yg ada, bukan menjadikannya sebagai “EXCUSE”
http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/hambatan-terbesar-kesuksesan/183964011625980
Kasih Sang Surya
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============================
Kasih sayang Ibu dapat deskripsikan bagai surya yang selalu menyinari dunia. Sudah seharunya kitapun membalas kasih sayang beliau dengan yang lebih, namun sampai kapanpun kita memang tidak akan pernah membalas semua jasa-jasanya tetapi bukan berati kita harus acuhkan. Setidaknya, kita jangan pernah menyakiti hati beliau.
“… Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Israa: 23-24)
barang siapa membikin ibu – bapak nya marah , maka berarti membikin Allah marah kepada-nya. ( HR. Bukhari )
Sahabat, sudah sepatutnya kita mencintai dan menghormati kedua orang tua kita. Ingat, “Setiap manusia di dunia ini merasakan menjadi anak, tetapi tidak dari kita semua akan menjadi Orang Tua” maka dari sahabat, kita harus selalu patuh padanya. Dua tahun yang lalu Nai juga pernah baca buku yang berjudul “Kerelaan Tuhan Bersama Kerelaan Orang Tua”. Hmm, baca dari judulnya saja tentu kita sudah memahami maksud dari penulis tersebut. Jika Orang tua kita saja tidak dapat meridha’i apa yang kita lakukan maka begitulah keputusan Allah mutlak diserahkan kepada Orang Tua kita masing-masing.
“ Dan Kami wajibkan kepada manusia berbuat kebaikan terhadap ibu bapak-nya “ ( Al ‘Ankabuut , 29 : 8 )
Percaya atau tidak saat orang bertanya “adakah orang di dunia ini yang rela mati demi kamu?” terlontar, berfikirkah sahabat bahwa jawaban itu hanya satu, yaitu Ibu. Kasih sayangnya yang luar biasa tak pernah lekang oleh waktu. Setiap hari beliau memikirkan kita. Memberi sentuhan lembutnya. Melindungi kita dengan nasehat-nasehatnya. Namun kenapa kita masih mengacuhkannya.
Abdullah bin Amru menceritakan bahwa Rasulullah saw berkata, “ Kesenangan ( keridhaan ) Allah SWT. Terletak pada keridhaan ayah dan ketidakridhaan Allah SWT. Terletak pada ketidak ridhaan ayah. “ ( HR. Tirmidzi , Hakim ) “
Sahabat, kunci hidup kita ada pada Kedua Orang Tua kita masing-masing. Jujur saja berdasarkan pengalaman pribadi Nai juga pernah marah dan membenci Ibuku sendiri. Dua hari, waktu yang dapat dibilang cukup lama bagi seorang anak membenci Ibunya sendiri. Namun kala itu, ditengah malam, Allah menyadarkanku lewat mimpi. Di mimpi tersebut, semua orang menyalahkanku. Nauzubillahi min zalik. Emakku tercinta meninggal, ntah kenapa semua orang disekitarku menyalahkanku. Kaki ku terasa berat dan sulit melangkah. Nai ingin sekali berlari meninggalkan tempat tersebut. Namun semakin lama semakin berat kaki ini melangkah. Alhamdulillah akhirnya Nai sadar kalau itu hanyalah teguruan Allah lewat mimpi. Dan tak sewajarnya jika diri ini marah dan membenci Emakku yang sudah membesarkan ku sejak kecil dengan penuh perjuangan. Di pagi itu, setelah sholat subuh, nai langsung cuci piring seraya menanti Emak bangun. Belum selesai piring selesai di cuci emakku sudah bangun. Dengan penuh penyesalan nai berlutut dan mencium kaki emakku yang sudah merawatku sejak kecil dan mohon ma’af atas segala kekhilafan Nai selama ini padanya.
Sahabatku, “pengalaman adalah guru yang paling baik di dunia ini namun bukan berarti kita harus mengalami terlebih dahalu baru kita mendapatkan pelajaran tersebut”. Nai ingin semua sahabatku selalu mencintai Orang tua kita selamanya. Amiiiiiin.
Mudah-mudahan kita menjadi sosok yang lebih baik untuk nanti dan esok.
Wassalamulaikum wr. wb,,,
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-kasih-sang-surya/187183101310345
"Kisah Pohon Tua"
Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.
Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut.
Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat berguna”, begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.
Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.
Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku ? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki ?”, begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini ? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.
Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.
“Cittt…cericirit…cittt”. Ah suara apa itu ? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. Cittt…cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat anak burung lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-Nya”, begitu seru sang pohon.
Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering,mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam sang pohon dengan berbinar.
Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.
Moral cerita :
Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasaNya yang maha tinggi dan maha mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun yakinlah, Allah tahu apa yang terbaik buat kita.
Ketika dititipkan-Nya cobaan buat kita, di saat itu diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati, bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimilikinya.
Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.”
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/kisah-pohon-tua/185261538160169
Bu, Suaramu Adalah Cinta
Hanya ingin..kunyanyikan
senandung dari hatiku untuk Mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku, untuk Mama
Lagu anak-anak, kenny
Kemarin, bertemu ibu lagi. Duh
senangnya bisa memandang wajah syahdu itu. Alangkah bahagia tak terkira
menuntaskan kerinduan menikmati binar matanya. Ia merengkuh saya, hangat dan
erat. Salam yang saya sampaikan ketika membuka pintu, tak berjawab. Ibu hanya
mengangguk dengan senyuman mengembang karena senang.
“Ibu, apa kabar???” kalimat pertama
yang selalu saya singgahkan kepadanya setiap kali pulang. Ibu tak juga
bersuara, ia malah sibuk meneliti tas saya, adakah bacaan yang saya bawa
untuknya. Majalah tarbawi baru, segera saja beralih ke tangannya. Sejenak ia ke
mushola, mengambil kacamata dari atas Al-qur’an yang tengah terbuka. Ia kembali
ke samping saya dan kemudian tenggelam dalam samudera aksara. Setengah
termenung, saya memandangnya. Dih Ibu, emang enak dicuekin.
Saya faham, mengapa Ibu menjadi
pendiam dan tak banyak bersuara. Rupanya batuk yang diderita selama beberapa
hari ini, merampas suaranya untuk bertutur. Saya sampai tak tega mendengar
parau tak terdengarnya ketika ia meminta saya menjadi imam shalat maghrib dan
isya. Seraknya yang parah terdengar seperti desis aneh, mungkin Ibu juga tak
suka mendengarnya. Makanya ia memilih memberi kode menangkupkan kedua tangan
dan menempelkannya di pipi kiri sebagai isyarat hendak menjumpai peraduan.
Akhirnya dua hari bersamanya, saya
tak dapat mengobrol dengannya, kecuali satu arah. Ibu sungguh-sungguh diam.
Selalu ada yang berubah ketika
pulang dan menjumpainya. Ibu tak sebugar dulu, tentu saja karena ia dilahap
renta usia. Tangannya sekarang gemetar untuk saat-saat tertentu. Tubuhnya kian
kerontang karena nafsu makan yang seringkali menurun. Lingkaran-lingkaran putih
itu terlihat jelas di manik kedua matanya yang katanya sulit terpejam ketika
malam menjelang. Belum lagi kerut merut yang mengukir wajah ayunya. Jika
berjalan, langkahnya tak seperkasa dulu, hingga saya harus berlari-lari
mensejajarinya. Dan sekarang, saya mendapatinya tanpa suara. Rabbi.. Engkau
sebaik-baik pemberi kesehatan.
Suara Ibu bagus. Ia bercerita, ketika
saya sudah mampu berbicara, ia paling suka mengajari saya menyanyi. Ia mengajak
saya bergembira dengan menyanyi. Ia menyemangati saya juga lewat alunan suara
merdunya. Waktu duduk di bangku SD kelas satu, saya terkena liver hingga
sebulan tidak masuk kelas, rapor saya jeblok. Di teras depan rumah, ketika
melihat saya bersedih, suaranya begitu dekat di telinga. Ia merengkuh saya dan
bernyanyi:
Jangan putus asa
Itulah semboyan kita
Maju terus maju
Jangan goncang atau bimbang
Kukuhkan hatimu, capailah niatmu
Kerahkan semua tenaga
Jangan goncang atau bimbang
Saya tidak akan pernah lupa
senandung-senandung itu, berharap bisa meneruskannya untuk anak-anak saya
kelak. Ada lagu yang paling saya suka :
Jika aku sudah besar nanti
Ku pergi dengan ibu
Ibu boleh pilih sendiri, kemana yang
dituju
Jika Ibu pilih Jogya, Bandung dan
Semarang
Aku yang beli karcisnya
Karcis kapal terbang
Tak sengaja pada waktu berkumpul
setelah lebaran idul fitri kemarin, saya mengajak teteh-teteh dan Ibu ‘konser’
bersama. Hampir bersepuluh kami menyanyi, mendendangkan sebuah lagu yang
menjadi favorit kami sewaktu masih kecil dulu. Denting dawai gitar yang saya
petik menambah kesan ‘indah’ itu :
Di matamu mama ada bintang
Gemerlapan bila ku pandang
Di matamu mama ada kasih sayang
Yang selalu bersinar tak pernah
pudar
Di matamu mama ada kasih sayang
Yang selalu bersinar terang
Entah mengapa, Ibu tak ikut
menyanyi. Ia malah sibuk memperhatikan kami satu persatu dan berkata hampir tak
terdengar “Ehm, jangan bikin Ibu sedih atuh”.
Ah Ibu, rindu kudengar senandung
cinta itu lagi. Suaramu adalah cinta, karena setiap tuturmu selalu saja
bermakna. Seingat saya, ia tidak pernah marah dengan kata-kata yang kasar
terhadap anak-anaknya, sejengkel apapun perasaanya. Suaranya paling terdengar
tajam. Suatu saat Ibu memperingatkan kakak saya yang telah memarahi anaknya
tanpa ampun. “Geulis, kata-kata seorang ibu adalah bertuah, berhati-hatilah.
Ucapan seorang ibu adalah doa, jadi ucapkanlah yang baik-baik”.
Ah, Ibu, sungguh tidak nyaman ketika
suaramu tak terdengar memenuhi udara, meski sosokmu begitu dekat. Bu, saya tak
bisa menikmati dengan sempurna keindahan kebersamaan kemarin, meski tak
berkurang eratnya rengkuhanmu, meski engkau masih melabuhkan tanganmu untuk
membangunkan diri yang ditelan lelap. Sungguh, saya merasa sendiri kemarin
meski kehadiranmu nyata, karena mungkin sapamu terbatas, kata-kata bijak itu
tak lagi ada dan kau tak lagi bercerita tentang apapun.
Ah, bu, setelah sembuh, saya pasti
mendengar lagi suara itu, sapamu, tuturmu, kata-kata bijakmu bahkan mungkin
senandung cinta ketika kita ‘konser’ bersama.
Ah, bu segalanya tentangmu adalah
cinta, meski itu hanya suara.
Dan saya tak bisa membayangkan, jika
suara mu menghilang untuk seterusnya, karena sebuah takdir yang pasti
kedatangannya.
Allahu Rabbii, anugerahkan untuk
ummi kesehatan yang barakah.
Dengan Cinta-Nya , Ku Menjagamu ....
oleh : Caksyam
Ketika engkau bertanya tentang cintaku ...
Sungguh, cintaku hanyalah cinta yang biasa
Cinta seorang anak manusia
Berharap ridlo Tuhannya
Cintaku seluas lautan
Cintaku sebesar Gunung menjulang di daratan
Cintaku sebanyak bintang bertebaran
Cintaku sepanjang mata memandang
Cintaku pancarkan sinar bak matahari dan bulan
Cintaku mampu memadukan kutub utara dan selatan
Cintaku mampu redakan panas yang gersang
Cintaku mampu hangatkan dingin yang menusuk tulang
Namun ...
Cintaku terkadang menihilkan logikaku
Cintaku terkadang membutakan mataku, menutup telingaku
Cintaku terkadang menghalangi cahaya, hidayah menuju kalbuku
Cintaku terkadang beriring api, menguapkan unsur air dalam diri yang suci
Sungguh ...
Cintaku belumlah cukup,
Membimbingmu dalam kedewasaan
Menuntunmu dalam kegelapan dan kealpaan
Mengarahkanmu dalam hakikat keberkahan dan kemuliaan
Menjagamu dalam suci lahir bathin, anugerah tiap kehidupan
Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Cinta Sang Pencipta dalam firman-Nya
Cinta Sang Murobbi dalam Ajaran Rasul-Nya
Cinta Sang Maha Pencinta, dalam hikmah dan takdir terbaiknya
Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Cinta yang tak sekedar indah, namun penuh keberkahan
Cinta yang termaktub dalam perintah, tak pernah kering akan pelajaran
Cinta yang tersirat dalam larangan, syarat akan kebaikan
Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Menghindarkan yang tak halal
Bersabar dalam dzikir dan istighfar
Menjalankan yang ma'ruf
Menjauhkan diri dari yang mungkar
Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Mengaitkan ikhtiar dan do'a, menjemput masa depan lebih cerah
Mengamalkan Firman-Nya, mengikuti sunnah Rasul-Nya
Menggapai ridlo-Nya ...
Naungan dari panas membara padang mahsyar, pahala atas cinta yang terjaga
laa tahzan, innalloha ma'ana ...
Jangan bersedih, Sungguh ... Alloh bersama kita
yakinlah ...,
bahwa kita bisa ...
kan jauh lebih indah pada waktunya
kan semakin berkah dengan ridlo-Nya
kan lebih abadi dengan cinta-Nya
=========================================
Untuk kita semua yang mencintai dengan berharap ridlo-Nya
=========================================
http://www.facebook.com/notes/melati/dengan-cinta-nya-ku-menjagamu-/176426705729046
Beriman Kepada Yang Ghoib (2)
Hadist-hadist Nabawi
70- عن ابن عباس رصى اله عنهما ان جبريل قال للنبىصلىالله عليه وسلم . حدثبى ما الا يمان ؟ قال: الا يمان ان تؤ من بالله واليوم الآخر والملائكة والكيب والنبيين وتؤمن باالموت وبالحياة بعد الموت وتؤمن بالجنة والنار والحساب والميزان وتؤمن بالقدر كله خيله وشره. قال فاذا فعلت ذلك فقد آمنت ؟ قال: اذا فعلت ذلك فقد آمنت .( وهو قطعة من حد...يث طويل ) رواة احمد 1/319
70- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Zibrail a.s. bertanya kepada Nabi SAW : Katakan kepadaku apa itu Iman ? Nabi SAW menjawab : Iman adalah beriman kepada Allah, hari akhirat, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi, dan beriman kepada ke matian dan kehidupan setelah mati, dan beriman kepada sorga dan neraka, dan kepada hari hisab dan kepada timbangan ( amalan –amalan ) dan beriman kepada segala ( aspek ) mengenai takdir baik dan buruk. Zibrail a.s. berkata jikalau aku berbuat demikian apakah saya menjadi seorang beriman ? Rasulullah SAW menjawab : Jikalau engkau berbuat demikian engkau sudah menjadi seorang beriman. ( Musnad Ahmad )
71- عن ابن هرير ة رضىالله عنه - عن ابن هرير ة رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم قال: الإيمان أن تؤمن بالله وملايكته وبلقائه ، ورسوله ، وتؤمن بالبعش . رواه البخار، باب سؤ ال جبر يل النبى . ، رقم: 50
71. Abu Hurairah r.a meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat- malaikat, pertemuan Nya ( pada hari akhirat ), Rasul-rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan ( HR.Bukhari )
72- عن عمربن الخطا رضىالله عنه أنه سمع النبى صلىالله عليه وسلم يقول : من مات يؤ من بالله وملائكته وبلقا ئه ، ورسل ، وتؤمن بالبعث . رواه أحمد وفى إسناده شهر بن حوشب وقد وثق ، مجمع الزوائد 1/186
72- Umar Ibnu Khattab r.a. meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang mati dalam iman kepada Allah dan hari akhirat akan dikatakan kepadanya : masuklah kamu dari salah satu belakang pintu sorga yang kamu kehendaki. ( Musnad Ahmad )
73- عن عبدالله بن مسعود رضىالله عنه قال : قال رسو ل الله صلىالله عليه وسلم : إن للشيطان لمة بابن ادم وللملك لمة ، فأما لمة الشيطان فإ يعاد باشر وتكذيب بالحق ، وأما لمة الملك فإيعاد بالخير وتصديق بالحق ، فمن وجد ذلك فليعلم أنه منالله فليحمد الله ، ومن وجد الآ خرى فليتو ذ بالله منالسيطان الرجيم ثم قرأ :﴿ السيطن يعدكم الفقر ويأ مر كم بالفحشء ) الآ. رواه الترم1 وقال : هذا احديث حسن صحيح غريب ، باب ومن سو رة البقرة ،رقم : 2988
73- Abdullah Ibnu mas’ud r.a. meriwayatkan : Bahwa rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya dalam hati manusia ada bisikan yang dikobarkan oleh syaitan dan juga ada bisikkan yang datangnya dari malaikat kalau bisikan yang dikobarkan oleh syaitan ia senantiasa menghasut kepada perbuatan jahat dan memalsukan kebenaran. Dan kalau bisikan yang datang dari pada Malaikat ia senantiasa mendorong kepada kebaikan dan menguatkan kebenaran. Oleh sebab itu barng siapa yang mendapati dalam hatinya bisikan yang mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang benar ketauhilah bahwa bisikan ( petunjuk ) itu berasal dari Allah maka hendaklah ia bersyukur kepada Allah, dan barang siapa mendapati dalam hatinya bisikan lain ( dari syaitan ) hedaklah ia bertaawudz ( berlindung ) kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ; dan membaca ( membaca dari Al Qur’an surat Al Baqarah 2: 268 ): Syaitan menakut-nakuti engkau dengan kemiskinan dan mengjajak engkau melakukan perbuatan mesum. ( HR.Tirmidzi )
74- عن أبى ذر داء رضىالله عنه قال : قل رسول الله صلىالله عليه وسلم : أجلوا الله يغفرلكم. رواه أحمد 5/199
74- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW bersabda : Agungkan Allah ( dalam hatimu ), dan Dia akan mengampunimu. ( Musnad Ahmad )
75- عن ابن ذر رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم فيما روى عنالله تبارك وتعالى أنه قال :ياعباى ! إنى حرمت الظلم على نفس ، وجعلته بينكم محرما ، فلا تظا لموا ، ياعبادى ! كلكم ضال إلا من هديته ، فاستهدونى أنى أهدكم ، ياعبادى ! كلكم جائع إلا من أطعمته ، فاستطعمونى أطعمكم، ياعبادى ! كلكم عار إلامن كسوته ، فاسكسونى أكسكم ، ياعبادى ! إنكم تخطئون بالليل والنهار ، وأنا أغفر الذنوب جميعا ، فاستغفرونى أغفر لكم ، ياعبادى ! إنكم لن تبلغوا ضرى فتضرونى ، ولن تبلغوا نفعى فتنفعونى ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على أفحر قلب رجل واحد منكم مانقص ذلك من ملكى شيئا ، لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، قامو افى صعيد واحد فسألونى ، فأعيت كل إنسان مسأ لته ، ماتقص ذللك مما عندى إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر، لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! إنماهى أعمالكم أحصيها لكم ، ثم أوقيكم إياها ، فمن وجد خيرا فليحمد الله ، ومن وجد غير ذلك فلا يلو من إلا نفسه . رواه مسلم ، باب تحريم الظم ، رقم : 2572
75- Abu Dzar r.a. Meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman : Wahai hamba-hamba Ku ! Aku telah mengharamkan aniaya keatas diri Ku dan Aku telah mengharamkannya dari antara kamu maka janganlah kamu menganiaya satu sama lain.
Wahai hamba-hamba Ku ! semua kamu adalah sesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk maka carilah petunjuk daripada Ku, Aku kan menunjuki kamu. Wahai hamba-hamba Ku ! kamu semua lapar kecuali orang yang Aku beri makan oleh karena itu mintalah makanan dari pada Ku, Aku akan memberimu makanan. Wahai hamba- hamba Ku ! kamu semua telanjang kecuali oarng yang Aku beri dia pakaian, oleh sebab itu mintalah pakaian dari pada Ku, maka Aku akan memberimu pakaian. Wahai hamba-hamba Ku ! sesunguhnya kamu melakukan kesalahan malam dan siang dan Aku mengampuni semua dosa, leh sebab itu mintalah ampunan dari pada Ku, maka Aku akan mengampuni kamu. Wahai hamba-hamba Ku ! Jika kamu hendak memudaratkan Aku kamu tidak akan pernah dapat berbuat demikian. Dan jikalau kamu hendak memberi manfaat kepada K, maka kamu tidak akan pernah akan dapat berbuat demikian. Wahai hamba-hamba Ku ! jikalau orang yang pertama dari pada kamu dan orang yang terakhir dari pada kamu dan semua manusia dan jin adalah soleh sebagaimana orang – orang yang paling soleh diantara kamu, maka tidak akan menambah singgasana Ku yang paling kecil. Wahai hamba-hamba Ku ! Jikalau orang yang pertama dan yang terakhir diantara kamu, semua manusia dan jin menjadi durhaka sebagaimana orang yang paling durhaka diantara kamu, maka mereka tidak akan dapat mengurangi kerajaan Ku walaupun yang paling kecil. Wahai hamba-hamba Ku Jikalau orang yang pertama dan terakhir dari pada kamu dan semua manusia dan jin berdiri di tanah lapang dan memohon kepada Ku dan Aku memberikan kepada setiap orang apa yang dimintanya, maka tidak menyebabkan berkurangnya khazanah Ku, walaupun sebesar jarum berkurangnya ( air ) dalam lautan jikalau dicelupkan disana. Wahai hamba-hamba Ku itulah amalan – amalan kamu yang Aku catatkan dan Aku perhitungkan bagi kamu, kemudian aku mengimbangi secara penuh kepada kamu, oleh sebab itu barang siapa mendapati ( disana ) hendaklah ia bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapati lain dari yang semestinya janganlah ia menyalahkan orang lain dari dirinya sendiri. ( HR. Muslim ).
76 – عن ابى موسى الا شعرى رضى الله عنه قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . بخمس كلمات فقال : ان الله عز وجل لا ينام ولا ينبغى له ان ينام ، يخفض السط ويرفعه ، يرفع اليه عمل الليل فبل عمل النهار ، وعمل النهار فبل الليل ،حجابه النور النور لو كشفه لا حرقت وجهه ما انتهى اليه بصره من خلقه . رواه مسام ، باب فى قوله عليه السلام : ان الله لا ينام.... رقم :445
76- Abu Musa Al ashari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdiri ditengah – tengah kami dan ( memberitahukan kepada kami ) lima rangkaian kalimat :
1. Sesungguhnya Allah SWT tidak tidur dan tidak pantas bagi Nya untuk tidur.
2. Amalan-amalan pada malam hari diangkat kepada Nya sebelum amalan-amalan siang hari.
3. Dan amalan-amalan siang hari sebelum amalan-amalan malam hari.
4. Hijab bagi Nya adalah nur. Jikalau Dia hendak mengangkatnya maka wajahnya yang agung akan menyebabkan terbakarnya ciptaan Nya, sejauh pandangan mereka memandang. ( H.Muslim )
77- عن ابى عباس رضى الله عنهما قال : قال رسول الله خلق إسرفيل منذ يوم خلقه صآفا قدميه لا يرفع بصره ،ينبه وبين الرب تبارك ويعالى سبعون نورا ، ما منها من نور يدنو منه الا احترق . مصا بيح السنة للبغوى من الحسان 4/31
77- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullullah SAW bersabda : Sesungguhnya semenjak Allah menciptakan Israfil a.s ; Ia berdiri tegak lurus diantara kedua kakinya tanpa mengangkat matanya. Antara dia dan Pemberi rezeki, Yang Maha Mulia ada tujuh puluh ( hijab ) Nur. Jikalau ia datang mendekat kepada ( hijab – hijab Nur ) ini maka ia akan terbakar. ( Masabih-hus-sunah ).
78- عن زرارة بن اوفى رضى الله عنه ان رسول الله صلىالله عليه وسلم , قال لجبريل: هل رأيت ربك ؟ فانتقض جبريل وقال : يا محمد ! ان بينى وبينه سبعين حجابا من نورلو دنوت من بعضها لا حترقت . مصابيح السنة للبغوى ىعده من الحسان 4/30
78- Zurarah Ibnu Awfah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullullah SAW beertanya kepada Zibrail a.s. : Apakah kamu pernah melihat Pembneri rezekimu? Mendengar Ini jibrail a.s. gemetar dan berkata : Wahai Muhammad antar aku dan Dia terdapat tujuh puluh hijab dari Nur, jikalau aku datang mendekat kepada salah satu dari mereka, aku akan terbakar. ( Masabih – huj-sunah ).
79- عن ابى هريرة رضى الله عنه ان رسول اللهصلىالله عليه وسلم .قال : قال الله عز وجل : انفق انفق عليك ، يدالله ملأى لا يغيضها نفقة ، سحا ءالليل والنهار وقال : أرأيتم ما أنفق منذ خلق السماء والارض فانه لم يغض ما فى ديه وكان عرشه على الماء ، وبيده اْْلميزان يخفض ويرفع . رواه البخارى ، باب قوله وكان عرشه على الماء ، رقم :4684
79- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa rasullullah Saw bersabda : Allah SWT berfirman : berbelanjalah maka Aku akan berbelanja keatas kamu. Dan Dia berfirman : Tangan ( khazanah ) Allah adalah pemurah, Dia membelanjakan malam dan siang terus menerus tanpa pernah menguranginya. Dan Dia berfirman : Tidakkah engkau perhatikan, apa yang Dia belanjakan semenjak Dia menciptakan langit dan bumi dan tidak menyebabkan berkurangnya apa yang ada dalam genggaman Nya ? dan arsy Nya berada di atas air dan dalam tangan Nya timbangan ( takdir ) yang Ia turunkan dan Ia angkat. ( HR.Bukhari )
80- عن ابى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم . يقبض الله الارض يوم القيامة ، ويطوى السماء بيمينه ثم يقول :انا الملك ، اين الملك الارض ؟ رواه البخارى ، باب قول تعالى ملك الناس ، رقم : 7382
80- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : Allah SWT akan menggenggam bumi ada hari kiamat dan akan menggulung langit dalam tangan kanan Nya, kemudian ia kan berfirman : Akulah raja maka dimanakah raja-raja bumi ? (HR.Bukhari ).
catatan : Sifat menggenggam bumi dan menggulung langit, tangan Allah, dan yang serupa dengannya adalah kebenaran, hakekatnya diluar genggaman kita sebagaimana tidak ada kesamaan dengan sifat makhluk. Allah SWT tidak serupa dengan salah satu dari ciptaan Nya baik dalam keberadaan Nya maupun dalan sifat-sifat Nya kecuali dalam kata-kata saja.
Allah dan sifat-sifat Nya jauh diatas pemahaman yang sempurna dari salah satu ciptaan Nya.
Usaha Atas Iman
http://www.facebook.com/notes/melati/beriman-kepada-yang-ghoib-2/176425559062494
Beriman Kepada Yang Ghoib (1)
Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Beriman kepada Alah ta’ala dan beriman kepada kebenaran ghaib, dan beriman kepada semua yang disampaikan oleh Rasulullah SAW sebagai suatu kepastian, dan menolak pengalaman material, pendapat-pendapat manusiawi dan kesenangan-kesenangan yang sementara, jikalau bertentangan dengan apa yang diwahyukan kepada rasulullah SAW.
Beriman kepada All...ah Ta’ala dan sifat-sifat Nya, Kerasulan Nya, dan beriman kepada takdir
Ayat-ayat Al Qur’an
قال الله : ليس البرأن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من ءامن بالله واليوم الآخر والمئلكة والكتب والنبين وءاتى المال على حبه ، ذوى القربى واليتمى والمسكين وابن السبيل والسائلين وفىالرقاب وأقام الصلوة وءاتى الزكوة والموفون بعهدهم إذا عهدوا والصبرين فى البا ساء والضراء وحين الباس ’ أوليك ألذين صدقوا‘ وأوليك هم المتقون *ٌ[البقرة : 177 ]
Allah SWT berfirman : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian ( kiblat dalam shalat ) ; akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, dan orang-orang yang meminta-minta ; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat dan orang-orang yang menetapi janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang ikhlas dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah 2:177 )
وقال تعالى يايها الناس اذكروا نعمت الله عليكم ، هل من خلق غير الله يرزقكم من السماء والرض ، لآ اله الا هو ،فانى تؤفكون * {فاطر:3}
Allah SWT berfirman : Hai manusia ! ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ! adakah suatu pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepadamu dari langit dan bumi ! Tiada Tuhan selain Dia ; maka mengapakah kamu berpaling ( dari pada Nya ) ( Fathir 35:3 )
وقال تعالى : بدع السموة والارض ، انى يكون له ولدولم تكن له صحبة وخلق كل شىء وهو بكل شىء عليم *{ الانعام :101}
Allah SWT berfirman : Dia pencipta langit dan bumi ! Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu : Dan Dia mengetauhi segala sesuatu. ( Al An am 6:101 ).
وقال تعالى : افرء يتم ما تمنون(57) ء ا نتم تخلونه ام نحن الخلقون(59) {الوقعه : 57-59}
Allah SWT berfirman dan terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan ? kamukah yang menciptakannya, atau Kami yang menciptakannya ? ( Al Waqiah 56: 58-59 ).
وقال تعالى : افرءيتم ما تحرثون (63) ء ا نتم تزرعونه ام نحن الزرعون (64) {الوقعه 63- 64}
Allah SWT berfirman : Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam ? kamu kah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya ? ( Al Waqiah 56:63-64 )
وقال تعالى : افرءيتم الماء الذى تشربون (68) ءانتم انزلتوه من المزن ام نحن المنزلون (69) لو نشاء جعلنه اجاجا فلولا نشكرون (70) افرءيتم النار اليى تورون (71) ءانتم انشاتم شجرتها ام نحن المنشرون (72) {والعقهْ}
Allah SWT berfirman : Maka terangkanlah kepada KU tentang air yang kamu minum kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya ? kalau Kami kehendaki niscaya kami jadikan dia asing, maka mengapakah kamu tidak bersyukur ? maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya ? ( Al Waqiah 56:68-72)
وقال تعالى : ان الله فالق الحب والنوى يخلج الحى من الميت ومخلج الميت والحى ذلكم الله فانى تؤفكون (95) فالق الاصباح وجعل اليل سكن والشمس والقمر حسبانا ذاك تقدر العزيز العليم (96) وهوالذى جعل لكم النجوم لتهتدوا بها فى ظلماتالبر والبحر قد فصلنا الايت لفوم يعلون (97) وهوالذى انسا كم من نفس وحدة فمستقر ومستودع قد فصلنا الايت لقوم يفقهون (98) وهوال ى انزل من السماءما ء فاخرجنبه نبات كل شىء فاخرجنا منه خضرا نخرج منه حبا متراكبا ومن النخل من طلعها قنوان دانية وجنت من اعناب والزيتون والرمان مشتبها وغير متشبه أنظروا إلى ئمر وينعه إن فى ذلكم لآيت لقوم يؤمنون ٌ{99}[ اللآنعام : 95-99]
Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha mengetauhi dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebenaran pada orang-orang yang mengetauhi. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri maka bagimu ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran kami kepada orang-orang yang mengetauhi. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari timbih-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak ; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan Zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikannlah baunya diwaktu pohonnya berbuah dan perhatikanlah pula kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman. ( Al an Am 6:95-99 )
وقال تعالى : فلله الحمد رب الشموت ورب الآرضى رب العلمين {36} ألكبريأء فى ألسموت والأ رضى وهوالعزيزالحكم {37ْ}[الجائية : 36-37 ]
Allah SWT berfirman : Maka bagi Allah lah segala puji Tuhan langit dan Tuhan Bumi, Tuhan semesta alam dan bagi Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana. ( Al Jasiah 45: 36-37 )
وقال تعالى : قل أللهم ملك ألملك تؤ تى ألملك من تشاءوتنزع ألماك ممن تشاء وتعزمن تشاء وتذل منتشاء بيدك الخير أنك على كل شىءقدير {26} تولج أليل فى النهار وتولج النهار فى اليلة وتخرج الحى من الميت وتخرج الميت من الحى وترق من تشاء بغير حساب {27 } [ أل عمران : 26-27 ٍ]
Allah SWT berfirman : Katakanlah ! Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan Engkau berikan kerajan kepada orang yang engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari oprang-orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulahg segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukkan malam ke dalam siang. Engkau keluarkan hidup dari yang mati, Dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang engkau kehendaki tanpa hisab. ( Al Imran 3: 26-27 )
وقال تعالى : وعنده ، مفاتح ألغيب لا يعلمها إلا هو ويعلم مافى البر والبحر وماتسقط من ورقة إلا بعلمها ولا حبة فى ظلمت ألآرض ولا رطب ولا يابس إلا فى كتب مبين {59} وهو الذى يتوفكم باليل ويعلم ما جر حتم بألنار ثم يبعثكم فيه ليقضى اجل مسمى ثم إليه مرجعكم ثم بنبئكم بما كنتم تعملون ل{60ْ} [ الآنعام : 59-
60]
Allah SWT berfirman : Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib tak ada yang mengetauhinya kecuali Dia sendiri, Dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan di lautan, Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetauhi Nya, Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak suatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata ( Lauhul Mahfudz ). Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetauhi apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk di sempurnakan umurmu yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah lah kamu kembali, lau Dia memberitahukan kepadamu apa ang dahulu kamu kerjakan. ( Al An am 6: 59-60 )
وقال تعالى : قل أغير الله أتخذ وليا فا طر ألسموات والإرض وهو يطعم ولا يطعم * [ الآنعام ْْ]
Allah SWT berfirman : Katakanlah ( Wahai Muhammad ) ! Apakah Aku akan jadikan pelindung selain dari pada Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan ? ( Al An am 6: 14)
وقال تعالى : وإن من شى ء إلا عندنا خزأئنه، وما ننزله ، إلا بقدر معلوم * [ احبر : 21]
Allah SWT berfirman dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi kamilah khazanahnya ; dan Kami tidak menurunkannya melainkandengan ukuran tertentu. ( Al Hijr 15: 21 )
وقال تعالى : أيبتغون عندهم ألعزة فإن العزة لله جميعا * [ النساء 139]
Allah SWT berfirman : Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu ? maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah ( Annisa 4: 139 )
وقال تعالى : وكأين من دابة لاتحمل رقها الله ير قها وإياكم ًٍَُِ وهو ألسميع ألعليم * [ العنكبوت60 ٍ]
Allah SWT berfirman : Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia maha mendengar lagi Maha Mengetauhi. ( Al Ankabut 29:60 )
وقال تعالى : قل أريتم إن أخذالله سمعكم وأصركم وختم على قلوبكم من إله غيرالله يأتيكم به أنظر كيف نصر ف ألآ يت ثم يصدفون * [ألآنعام : 46 ٍ]
Allah SWT berfirman : Terangkanlah kepada Ku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu siapakah Tuhan selain Allah Yang Kuasa mengembalikannya kepadamu ? Perhatikanlah, bagaimana kamu berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran kepada mereka, kemudian mereka tetap berpaling. ( Al Anam 6: 46 )
وقال تعالى : قل أريتم إن جعل الله عليكم أليل سرمدا إلى يوم ألقيمة من إله غيرالله يأتيكم بضياء أفلا تسمعون [ 71] : قل أريتم إن جعل الله عليكم النهار سرمدا الى يوم القيامة من إله غيرالله يأتيكم بليل تسكنو فيه أفلا تبصرون {72} [ ألقصص : 71-72 ٍُ]
Allah SWT berfirman : Terangkanlah kepada Ku jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang mendatangkan sinar kepadamu ? Maka apakah kamu tidak mendengar ? katakanlah : Terangkanlah kepadaku jika Alah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang beristirahat pada Nya ? maka apakah kamu tidak memperhatikan ? ( Al Qoshash 28 : 71-72 )
وقال تعلى : ومن ءايته الجوار فى البحر كالأ علم {32} ان يشأ يسكن ألريح فيظللن رواكد على ظهرى إن فى ذلك لآ يت لكل صبار شكور {33} أو يوبقهن بما كسبوا ويعف عن كثر {34} [ الشورى : 33-34 ]
Allah SWT berfirman : dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah kapal-kapal di laut seperti gunung-gunung jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti dipermukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur. Atau kapal-kapal itu dibinasakan Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar dari mereka ( Asysyuro 42:32-34 )
وقال تعلى :ولقد اتينا داود منا فضلا يجبال اوبى معه والطير والنا له الحديد (10) { سبا:10}
Allah SW berfirman : dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami ( Firman Nya ) “ Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-berulang bersama Daud “, dan Kami telah melunakkan besi untuknya. ( Saba 34 : 10 )
وقال تعالى : فخسفنا به وبداره الارض فما كان له من فئة ينصرونه ومن دون الله وما كان من المنتصرين (81){القصص : 81}
Allah SWT berfirman : maka Kami tenggelamkan qarun berserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya tyerhadap azab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat menyelamatkan dirinya. ( Al Qosas 28 : 81 )
وقالى تعالى : فاوحينا الى موسى انضرب بعصاك الحخر فافلق فكلن كل فرق كالطود العظيم (63) {الشعر :63}
Allah SWT berfirman :lalu kami wahyukan kepada Musa ( kami berfirman : “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu “. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. ( Asy Syu’araa 26 : 63 )
وقال تعالى : وما امرنا الا وحدة كلمح بلبصر (50) {القمر :50}
Allah SWT berfirman : Dan perintah Kami hanya satu perkataan seperti kejapan mata. ( Al Qomar 54:50 )
وقال تعالى الا له الخلق والامر {الا عراف :54}
Allah SWT berfirman : Sesungguhnya menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah ( Al A’raf 7 : 54 ).
وقال تعالى : ما لكم من اله غيره{ الاعراف 59 ْ}
Allah SWT berfirman : ( Setiap Rasul menyampaikan satu misi kepada kaumnya ; Sembahlah Allah ) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Nya. ( Al Araf 7 : 59 )
وقال تعالى ولو انما فى الر ض من اقلم ولبحر يمده من بعده سبعة ابحر ما نفدت كلمت الله ان الله عزيز حكيم (27) { لقمان}
Allah SWT berfirman : dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan kepadanya 7 laut lagi niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimah Allah. Sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Lukman 31 : 27 )
وقال تعالى : قل لن يصيبنا الا ما كتب الله لنا هومولنا وعلى الله فليتوكل المؤمنون (51) { التوبة: 51}
Allah SWT berfirman : Katakanlah ! “ Sekali-kali tidak akan menimpa kamu melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-oang beriman harus bertawakkal. ( At Taubah 9: 51 ).
وقال تعالى : وان يمسسك للله بضر فلا كا شف له الا هو وان يردك بخير فلا رآد لفضله يصيب به من يشآء من عباده وهو الغفو الرحيم (107) { يونس : 107}
Allah SWT berfirman : Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tdak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki Nya diantara hamba-hamba Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi maha penyayang. ( Yunus 10 : 107 ).
Usaha Atas Iman
http://www.facebook.com/notes/melati/beriman-kepada-yang-ghoib-1/176087829096267
" Kita Semua Dalam Perjalanan Menuju ALLAH "
Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia.
Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya.
Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”.
Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda.
Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.
Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan.
Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya.
Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.
http://www.facebook.com/notes/melati/-kita-semua-dalam-perjalanan-menuju-allah-/176426862395697
Aku Biasa-Biasa Saja
Tahukah anda, apa yang paling
dibanggakan orang tua dari anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic,
seperti matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga
(kinestetik).
Tetapi, pernahkah kita membanggakan
jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau
kecerdasan interpersonal?
Rasanya jarang, sebab ketiga
kecerdasan yang terakhir hampir pasti uncountable, tidak bisa dihitung, dan
sayang sekalin tidak ada pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah
hanya memberikan penilaian kuantitatif.
Adasebuah cerita tentang seorang
anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak
sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di
sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu
hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman-temannya.
"Bu, Ifa pinter sekali lho,
Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Menggambar....pokoknya pinter
sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya
bagus ...sekali! Kalau si Yahya hafalannya banyaaak... sekali!"
Ya memang fani senang sekali
membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum
dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan
cengiran khasnya,"
Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa
saja".
Jawaban itu mungkin akan sangat
biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya fani memang
demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.
Tapi coba kita dengarkan apa cerita
gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang
sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
Bahkan ketika dua orang adiknya,
Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun
tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo
tadi siap yang mulai?" Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur
itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling memaafkan".
Pun ketika suatu hari ia melihat
baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya!
"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu?
Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku dirumah masih bagus bagus, nanti saja kalau
sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..."
Ibunya pun tak kuasa menahan air
matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai
salah satu ciri kecerdasan emosional.
Saya sebenarnya ingin berbagi cerita
tentang ini kepada anda, karena betapa banyak dari kita yang mengabaikan
kecerdasan-kecerdasan emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes
penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai
kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah
BIASA-BIASA SAJA.
Kadang kita merasa rendah diri
manakal anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar disekolah. Tetapi
herannya, kita tidak rendah diri manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi
yang egois, mau menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.
Maka ketika Fani mengatakan
"AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu ibunya menjawab
"Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak sombong, mau
bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan
disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan memberikan reward yang
positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat
amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah.
Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati.
Sudahkah kita mencoba untuk menggali
potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Atau bagaimana dengan
potensi kecerdasan emosional kita? Jika belum mulailah dari diri
kita, saat ini juga.
"Orang yang hanya memikirkan
diri sendiri, akan hidup
sebagai orang kerdil dan mati
sebagai orang kerdil.
Tetapi orang yang mau memikirkan
orang lain, ia akan
menjadi orang besar dan mati sebagai
orang besar”.
Kamis, 27 Januari 2011
Kura-kura Terbang
Seekor anak kura-kura memanjat
tebing dengan tergopoh-gopoh. Begitu sampai di atas ia loncat sambil
mengepak-kepakkan kedua kaki depannya.
Ia jatuh terjungkir dan
menggelinding ke bawah.
Tak lama kemudian ia kembali naik ke
atas dan loncat dan jatuh lagi sampai berkali-kali.
Sepasang burung melihat perilaku
kura-kura kecil dengan hati yang pilu.
Lalu si burung betina berkata pada
burung jantan, suaminya;
"Sayang, rasanya kini saat yang
tepat untuk mengatakan pada kura-kura mungil kita bahwa ia adalah anak
adopsi."
Humor dan hikmah:
Meniru atau imitasi adalah proses
paling penting dalam pertumbuhan anak bahkan pertumbuhan manusia.
Setiap anak selalu tanpa sadar
mengimitasi apapun yang dilakukan orang tua.
Itu adalah salah satu naluri mahluk
hidup.
Kura-kura anak adopsi tadi hanya
melihat apa yang dilakukan ayah ibu angkatnya dari kelompok burung, ia kira ia
bisa terbang hanya dengan menggerakkan kaki depannya sebagaimana ayah ibu
angkatnya seekor burung.
Ada orang tua yang matanya hanya
melihat layar handphobe, Blackberry atau komputer ketika bicara dengan
anak-anak mereka. Hasilnya anak merasa tidak penting dan merasa tidak perlu
menghormati orang lain karena ia sendiri tidak merasa dihormati.
Anak-anak mungkin merasa tidak perlu
sholat karena ayah ibunya juga tidak sholat.
Anak-anak merasa merokok sah-sah
saja karena ayah atau ibunya merokok.
Sebenarnya proses imitasi ini tetap
berjalan sekalipun kita dewasa.
Para karyawan kerja malas-malasan
kalau bos kerja seenaknya.
Mereka ikut sering telat kalau
atasan juga sering telat.
Ada pegawai yang korupsi karena
meniru perilaku teman kerjanya.
Karena itu jaga sikap, karena bisa
jadi kita diikuti orang.
Kalau mereka ikut yang baik gak
masalah, tapi kalau mereka ikut perilaku buruk, itu bisa jadi masalah.
Antusiasme itu menular!
Begitu juga pesimisme.
Langganan:
Postingan (Atom)
