Mengenai Saya

Foto Saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Jumat, 25 Februari 2011

Inikah Cinta ( ? )


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================

Hoho..kalau bicara soal Love-love an kita semua pasti semangat yach? Siapa yg tidak semangat ngomongin cinta coba unjuk gigi..? :D
Rasanya hanya orang yang lagi patah hati yg lagi bosan ngomongin cinta, iya kan ayo ngaku?? :).
Anak TeKa saja sudah pada kenal cinta, apalagi orang dewasa seperti dirimu-dirimu yg udah makan garam lautan *emang ada..?*. Kata orang CINTA itu seperti orang makan nasi. Orang boleh bosan makan nasi, tapi cuma bertahan satu atau dua hari saja, setelah itu ia akan kembali memilih nasi daripada jagung hehe..:p
Ada beberapa pepatah bijak yg maknanya dipelesetkan gak jelas berikut:
1. Siapa yang cintanya sangat mendalam, tidak pernah menjadi tua.
Dan buktinya, kakek2pun masih banyak yg doyan 'daun muda'..*emangnya kambing? :D*. begitupun ibu-ibu tua yg bisa dibilang nenek2 juga masih banyak yg nyari 'brondong'. Mereka menganggap bahwa fisik dan umur boleh tua, tapi semangat tetap muda..hoho, nah lo??
2. Karena sentuhan cinta, tiap orang bisa jadi penyair.
Buktinyapun banyak, anak2 kecil sudah pintar bikin puisi cinta. Mereka2 yang belum pernah jatuh cinta, ketika pertama kali jatuh hati, maka mendadak dirinya bisa menjadi pujangga dalam semalam. Puisi2 cinta merekapun laku laris kayak kacang goreng via sms atau tulisan tangan yg dikirimkan kepada orang terkasih.
3. Kalau cinta sudah melekat, dunia terasa milik berdua.
Dan buktinya lebih banyak lagi: Anak2 muda yg berpacaran asik di mall-mall, meski ribuan pasang mata melihatnya risih atau berkali-kali teguran dilontarkan, tapi tetap saja seolah mata buta dan telinga tuli. tul gak..? Dunia benar2 terasa milik mereka berdua. * Lalu Allah kau kemanain heh..?? !*. Lah kok diriku yg jadi emosi gini yak hehe..:)
Bay the way alias ngemeng-ngemeng..., Siapa menanam bibit CINTA, orang lain akan mencium aromanya. Titik-titik wangi akan keluar dari liang-liang hati. Langkahpun terasa ringan. Semua Nampak mudah. Tapi, jalan menuju CINTA sama misterinya dengan CINTA itu sendiri. Adakah kita semua setuju dengan ungkapan ini? Saya setuju…kenapa?
Cinta itu…cinta ini…realiti cinta macam ini…orang kata kalau kita bercinta…hmm..rata-rata, dimana-mana semuanya tak lari daripada perkataan CINTA. Remaja terutamanya, sibuk dengan hal cinta. Tak percaya? Tengok di sekeliling anda sekarang? Dengan siapa mereka sekarang? Apa yang mereka bualkan sekarang? Tak banyak, pasti ada juga sedikit yang mereka bualkan tentang CINTA. CINTA. CINTA.
Di televisi sinetron-sinetron picisan 90% semua bertemakan cinta, di novel2 islami pun selalu terselip bumbu cinta diantara para tokohnya.
Apa yang ada dengan cinta sehingga begitu sibuk semua orang sedang memperbincangkan itu? Ada apa dengan CINTA mereka itu? Rahasia apa yang hebat sangat, sehingga semuanya membicarakan tentang CINTA? CINTA? CINTA?!

Sebuah perkataan yang mampu membahagiakan, mampu merusakkan, mampu membuatkan seseorang menemui kejayaan dan juga mampu membuatkan seseorang manusia menjadi insan yang paling rugi. Hebatnya CINTA ini kan? Memang tak dinafikan CINTA adalah segalanya.
Sehingga muncullah kata2 dan istilah2 untuk cinta yang model kacang goreng laku keras di wall FB, di sms2, di telpon, bahkan di stiker2 yg menempel di kendaraan mereka.
Inilah istilah2 tersebut: 
( kata2 dalam tanda * adalah jawabanku...:D )
1) Bila rindu ku sebut namamu    * lagi ngigau kale *
2) Sehari tak jumpa bagaikan setahun    *sotoy.com *
3) Demi cintaku padamu, 7 gunung sanggup ku daki, lautan api sanggup kurenangi   * emang bisa..?:p*
4) Everything I do, I do it for you   * baru belajar bhasa inggris, cuma kata  itu yg dia bisa *
5) Keranamu..makan tak kenyang, tidur tak nyenyak, mandi tak basah    *bukan manusia kale ya..*
6) Jika tak percaya, belah lah dadaku, tanya hatiku..??    * lho, isi dadanya panu semua..*
7) Kau kekasihku yg pertama dan terakhir     * gombalisasi banget...*
8) Kau adalah nyawaku     * Kalau kuminta nyawamu,boleh..?*
9) Aku tak bisa hidup tanpamu!    * Iyalah,dia tempat kamu ngutang klo lagi bokek...*
10) Tanpamu siapalah aku   * Kamu anaknya bapak sama ibumu...*
11) Kalau sudah didekatmu, tahi kambingpun rasa coklat... *Kalo yg ini mah tambahan dari orang stress..:D*
Pernah dengar semua kalimat itu kan? Atau sudah biasa sangat dengarnya kan? Ungkapan-ungkapan inilah yang biasa dikatakan oleh remaja-remaja, anak-anak muda sekarang, bahkan yang lebih tepat adalah sahabat-sahabat kita. Dengar saja ungkapan ini, kita sudah bahagia dengan alam maya kita langsung mambayangkan kebahagiaan yang tak terhingga. Sehingga icha berikan jawaban yg lebih indah dalam tanda (*) tersebut..:D
Astaghfirullah…ayuhlah sahabat semua, apa yang kita dapat berada dalam alam fantasi yang kita cipta sendiri? Apakah jaminan yang kita peroleh? Adakah kebahagiaan yang berlandaskan duniawi semata dan melupakan tentang akhirat itu akan kekal bahagia? Saya amat yakin semuanya sudah pasti dengan jawabannya…TIDAK AKAN KEKAL…
Ayuh kita sama-sama tanya pada diri kita, tanya pada HATI kita tentang CINTA kita nih. Benarkah CINTA yang kita rasakan ni? Apa ini CINTA yang kita inginkan untuk bekalan kita sehingga ke akhir hayat kita? Yakinkah kita dengan CINTA kita sekarang ni? Ayuh saya mengajak semua untuk fikirkan semula tentang CINTA, hayati CINTA dengan sebenar-benar penghayatan.
Terimaksih dan alhamdulillah, Yuk Mari...^.^
Yang mau tertawa silahkan..
Yang mau mengkritik silahkan..
Yang mau protes silahkan..
Semuanya diabaikan..haha..bercanda, kayak gak tahu icha aja.. ^.^

Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-inikah-cinta-/192962044065784

Dia yang Membuatku Kuat


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============================
Bicara masalah kuat, sebenarnya definisi kuat bagi tiap individu berbeda. Begitu pula kadar kekuatan itu sendiri. Kalau aku, entahlah, apakah aku termasuk orang yang cukup kuat untuk menghadapi segala macam asam, manis, pahit, seluk beluk kehidupan. Tak jarang, ketika sedikit cobaan menerpa, walau itu hanya hembusan angin yang memang sedikit kencang, hujan airmata turun dengan derasnya, ditambah dengan petir isakkan yang memekakkan telingan, sungguh tak sebanding dengan angin yang hanya berhembus sedikit kencang itu.
Bicara masalah kuat, entahlah, apakah aku, apalagi dia, kuat bergelut dengan waktu yang sungguh masih terbentang begitu panjangnya. Ketika kami, memang, dan sudah taqdirNya lah terpisah oleh 2 makhluk yang bernama ruang dan waktu. Mungkin kalian sudah teramat sering mendengar, membaca, puisi ataupun lirik lagu yang menyebutkan dua makhluk tersebut di dalamnya. Tapi bagiku, dua makhluk itu tak hanya sekedar kata-kata, pengisi kosong dalam lirik lagu dan tulisan yang berbau cinta, atau kerinduan antara dua manusia yang merengek untuk bersua. Tidak. Karna dua kata itulah yang menjadi saksi kunci diantara aku dan dia. Faktor tak terelakkan yang membuat kami sengsara. Sungguh. Kalaupun dirinya tidak, tapi diriku iya.
Mungkin kalian berpikir, menggeleng lemah, tak mengerti apa yang sedang ku katakan, apa yang sedang kujabarkan. Memang. Aku menarikan jariku di atas keyboard ini juga dengan hati bingung, bertanya, sebenarnya aku sedang menulis apa?
Hanya ingin mencurahkan isi hati yang aku tak tahu bagaimana caranya. Cari perhatian? mungkin... Yang pasti aku sedang ingin menulis, mencurahkan apa yang ada di dalam hati, walaupun mungkin tak cocok dengan apa yang kurasakan.
Kalo memang taqdirku,
Insya Allah, jadi, sobat...
Jadi, insya Allah..
Jadi...
Jadi...
Jadi...
Insya Allah...
Kata-kata itu yang terus mengiang di benakku kala percakapan kami waktu itu. Menguatkan? Mungkin. Aku tak tahu apa maksud dari kata-katanya itu. Yang kuingat, intonasi nada pada kata-katanya itu lah yang membuatku meneteskan airmata saat itu juga. Ada nada optimis, dan itu tadi.. kuat.. menguatkan.
Yang paling penting doa dan usaha,
Kita serahkan semua padaNya,
Biar tenang...
Ah, saat itu juga kau tahu, andai perasaan itu terus ada di jiwa setiap manusia. Berani bertaruh, tak akan ada pernah kejahatan di dunia ini, sungguh. Cinta, Keikhlasan, Ketaatan, dan Kepasrahan pada Rabb kami yang telah menciptakan. Khawatir yang ada, berganti dengan keyakinan yang melegakan, sungguh, aku tidak berbohong.
Dengan KUATt, sakit hati akan hilang. Dengan KUAT, kebencian yang mengakar akan tumbang sendirinya. Dengan KUAT, jika dia memang salah satu dari sekian panjang skenario sandiwara kehidupanku di dunia ini, aku bisa menerimanya dengan ikhlas, patuh, dan mencintainya karena sang sutradara kehidupan. Dengan KUAT, ketika dia memang bukan taqdirku dan suatu hari percakapan itu akan terngiang kembali dan mengundang tangis, aku bisa tersenyum lega dan bahagia, karena kami sudah memasrahkan semua padaNya, membentengi hati kami dengan baja, membuat kami kuat, dari sesuatu yang sesungguhnya teramat lembut. Cinta... 
Aku persembahkan tulisan ini, untuk orang yang sudah membuatku jatuh cinta *nyari ribut tuh orang bikin gw jungkir balik susah makan dan tidur! *, juga sudah membuatku kuat, plussss mengajariku arti Iman yang ke-6 dengan sesungguhnya.. Uhibbuk Fillah..  *tsaaah, bahasaku udah kayak pujangga ternama ajeh :p*
Kuberi tahu satu rahasia padamu kawan
Buah paling manis dari berani bermimpi adalah :
Kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya...

Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-dia-yang-membuatku-kuat/192924064069582

4 Rahasia Wanita Muslimah


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualiakum warahmatullahi wabarakatuh
=============================
Duhai saudariku, kupersembahkan senandung gerakan ujung penaku ini untukmu yang ingin merasakan indah dan paripurnanya risalah langit dari Allah ‘azza wajalla agar bertambah dan semakin kokoh hasratmu dalam menikmati posisimu sebagai kaum hawa..
Segala puji bagi Allah ‘azza wajalla yang telah menyempurnakan langit tanpa tiang dan menjadikan taburan bintang sebagai pelengkap indah dan pesonanya.
Semoga shalawat dan salam tetap tercurah teruntuk sosok yang begitu mulia dan dicinta penduduk bumi dan langit, dialah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam..
Inilah kupersembahkan padamu duhai ukhti fillah, 4 kelebihan wanita muslimah sepertimu:
1. Makhluk Mulia nan Penuh Misteri….
Hal pertama yang kukabarkan padamu bahwa engkau adalah sosok yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya. Namun kukatakan pula bahwa engkau adalah makhluk nan penuh misteri. Lihatlah disana literatur-literatur bertumpuk membahas tentangmu sebagai makhluk yang berbeda dengan kaum adam.
Engkaulah topik yang menjadi inspirasi sekaligus menjadi kuncup-kuncup nan mempesona dalam menggerakkan pena dan tinta para penulis. Sekiranya seluruh pendapat dan pandangan yang tertuju padamu dihimpun menjadi satu maka tidak akan pernah tertampung dalam buku tebal nan berjilid-jilid. Dan tentu saja wahai belahan jiwa kaum adam, pembicaraan tentangmu tidak akan pernah gersang atau pun usang seiring musim silih berganti..
2. Pecahan-pecahan Emosional yang Menenteramkan….
Duhai saudariku yang mulia..
Ketika aku berbicara tentang kaum hawa maka aku sedang menyelami sisi emosional yang umumnya dijadikan pijakan dalam berpikir oleh kaum hawa sendiri, bukan dengan nalar. Kukatakan demikian karena Allah telah menganugerahkanmu sisi emosional yang lebih dominan daripada nalar. Sisi emosional ini pun bereaksi lebih cepat dari nalar. Porsi emosional yang ada pada kaum hawa pula lebih besar dibanding yang ada pada kaum kami laki-laki. Adakah Allah ‘azza wajalla menzalimi kita dengan perbedaan porsi tersebut??
Aku harap engkau mampu menemukan jawabannya dengan menyusuri untaian kalimatku sehingga bertambah kecintaanmu pada Allah. Bertambah kekuatanmu dalam manghadapi ganasnya badai di samudera kehidupan dan bertambah pula kekokohan pribadimu bak karang yang tak goyah dihempas ombak..
3. Curahan Kasih Sayang yang Mengharukan…
Penaku selanjutnya akan mengajakmu berkunjung ke negeri Mesir di zaman Fir’aun. Dialah seorang raja yang memerintahkan pengawalnya untuk membunuh seluruh bayi laki-laki yang lahir saat itu. Maka ibunda Musa khawatir akan putranya yaitu nabi Musa kecil nan mungil. Lalu, Najiyah, ibunda musa menuliskan kalimat-kalimat pada setiap pojok peti berbentuk kubus yang didalamnya berisi musa kecil. Peti itu akan dihanyutkan di sungai guna menyelamatkan anaknya.
Di sisi pertama ia menulis: “duhai Rabb, kuletakkan sambungan jiwaku dalam peti ini, seperti yang Kau perintahkan.”
Di sisi kedua ia menulis: ”ya Rabb, kuhanyutkan buah hatiku ke sungai, seperti yang Kau perintahkan.”
Di sisi ketiga ia menulis: ”ya Rabb, arus sungai akan membawa jantung hatiku ke tepian, seperti yang Kau perintahkan.”
Pada sisi keempat ia menulis: ”ya Rabb, kembalikanlah dia kepadaku, seperti yang Kau perintahkan.”
Selanjutnya pada sisi penutup peti, ia menulis: ”ya Rabb, jadikanlah ia rasul-Mu, seperi yang Engkau janjikan.” Lalu berlinaglah air mata cinta. Berdukalah hati yang tengah tersayat. Duh penaku tak sanggup lagi berkisah.
Saudariku,..
Lihatlah Najiyah, ibunda Musa, dengan perasaan keibuannya yang begitu tinggi, ia rela menghanyutkan sang putra di sungai agar selamat dari kekejaman Fir’aun. Tentulah gesekan-gesekan gelombang cinta dalam jiwanya sedang berkecamuk untuk menolak tindakannya itu. Namun apalah daya. Akankah naluri keibuannya tega melihat leher putranya mengalirkan darah??? Tidak, tidak, tidak.. Musa kecil harus seger diselamatkan.
Itulah salah satu luapan sisi emosional kaum hawa yang Allah anugerahkan dengan porsi yang dominan daripada kaum adam.
4. Percikan Bahagia Penuh Cinta…
Dengan anugerah sisi emosional yang dominan, engkau akan mampu bersikap penuh perasaan dan kasih sayang terhadap suamimu. Engkau mampu mengusap air mata suamimu yang berlinang karena sedih lalu menggantikannya dengan senyum dan tawa bahagia, menghilangkan duka dan lara,. Engkau mampu memberikan sentuhan lembut kala raga begitu lelah berterik mentari di arena kehidupan, lalu menggantikan dengan sejuk jiwamu. Engkau akan cantik dan bak permata akan menyenangkan mata suamimu terkasih dan tentu saja menjadi perhiasan terindah yang menjadi dambaan lelaki, lalu surgapun engkau dapatkan.
Engkau pula (dengan sisi emosionalmu) akan mendidik makhluk Allah yang mungil baik dari kaummu sendiri maupun dari kaum lelaki. Engkau akan mendidik mereka menjadi kesatria-kesatria tangguh dan berilmu syar’i. Mereka akan berteriak dari masa depan yang cerah dengan berkata :
“ibuuuuuu, aku telah menghafal al-qur’an,”
“Buuuundaaaa, anakmu ini udah menghafal hadist-hadist nabi-Nya,”
“aku sudah fasih berbicara bahasa arab, mamaaaa.”
“Umiiiii, aku ingin tinggal di surga..”
Subhanallah ukhtiku.., engkau begitu agung. Namun ma’afkan aku, tarian penaku harus terhenti disini karena hitam bola mataku mulai berkaca.

Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-4-rahasia-wanita-muslimah/192414357453886

Sebuah RENUNGAN


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Setelah Qiyammul lail tadi malam…, ditengah keheningan malam…coba diri ini merenung…tentang :

1. Kepala kita!
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia?

2. Mata kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Telinga Kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Hidung Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat mendambakan cinta bunda dan ayahnya?

5. Mulut kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Tangan Kita!
Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa, membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang yang tak berdaya?

7. Kaki Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Dada Kita!
Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Perut kita!
Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?

10. Diri kita!
Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

Hatim Al-Asham Rahimahullah berkata; Barangsiapa yg hatinya tidak mengingat empat bahaya, maka dia akan tertipu dan tidak ada harapan untuk bisa sembuh:

Pertama: Bahaya hari pengambilan sumpah ketika Allah Ta’Ala berfirman ( dalam hadist Qudsi ): “ Mereka di surga dan AKU tidak mempedulikannya, mereka di neraka dan AKU pun tidak mempedulikannya. Sementara dia tidak mengetahui di golongan manakah dia akan berada?”
Kedua: Ketika diciptakan dalam kegelapan yang tiga: Malaikat diseru untuk menuliskan kesengsaraan dan kebahagiaan, dan dia tidak tahu apakah dari golongan yg celaka ataukah dari golongan yg bahagia?
Ketiga:  Disebutkan kedahsyatan Hari Kebangkitan, sementara dia tidak tahu apakah diberi kabar gembira dengan keridhoan Allah atau dengan murkaNya?
Keempat: Pada hari manusia bangkit dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, sedangkan dia tidak mengetahui jalan mana yg harus ditempuhnya?
Wahai manusia..
Jadilah kamu merasa diawasi oleh Dzat yang kamu tidak bisa bersembunyi dariNya !
Persembahkan syukurmu kepada yang membantumu dengan nikmat-nikmatNya !
Jadikanlah tangismu sesuai dengan yang hilang darimu !

Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
wassalamualiakum


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/sebuah-renungan/192115184150470

Suka Malu Sendiri Atas Doa Yang Kita Panjatkan


"Mengapa doa-doa saya belum terkabulkan setelah sekian lama?" tanya
seorang jemaah kepada gurunya. Sang guru berdehem. Ia bukannya gak mau
jawab, tapi pertanyaan ini sudah berulang kali ia terima dari jemaah
pengajian seputar masalah yang tidak jauh berbeda, yakni tentang kapan
Allah mengijabah doa.
Rasanya sudah banyak jawaban yang pernah diutarakan oleh sang ustadz,
namun kali ini ia harus mencari cara lain untuk bisa membuat jemaah ini
mengerti, paham dan selalu husnuzhon kepada Allah Swt.
"Memang
sering kita berdoa kepada Allah, namun sepertinya Allah Swt belum juga
memenuhi hajat kita" jelas sang ustadz membuka jawaban.
"Namun
ketahuilah bahwa banyak orang meminta harta yang banyak kepada Allah
Swt dalam doanya. Ada juga yang minta agar naik jabatan. Ada pula yang
berdoa agar diberikan jodoh yang cantik, sholihah, dan lain sebagainya.
Belum lagi permintaan ini dan itu sepuas hati mereka! Tidak sedikit
manusia yang berdoa kepada Allah Swt dengan nafsu syahwat mereka...
Segala hal terbaik ingin mereka minta, sebab ia percaya bahwa Allah
Sang Pemberi Anugerah akan sangat mudah mengabulkan permintaan
mereka.... Namun sayang mereka maunya menang sendiri. Selalu minta,
namun jarang memberi! Minta yang manis, tidak mau yang pahit! Padahal
mereka belum mengerti bahwa kalau saja Allah Swt memberi apa yang
mereka inginkan, belum tentu hal itu membawa kebaikan untuk mereka...."
jelas pak ustadz.
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui. (QS. 2:216)
Itulah sifat manusia yang mengira bahwa
mereka suka berdoa untuk diberikan anugerah apa yang mereka kira baik,
padahal Allah Swt mengijabah doa mereka dengan tidak mengabulkan
permintaannya!
Coba anda bayangkan, apabila setiap makhluk Allah
Swt ciptakan semuanya kaya raya seperti yang mereka inginkan, apa
jadinya dunia ini?!
Betapa banyak manusia yang ingin mendapatkan
jabatan. Ia mengira bahwa bila ia menjabat ia akan banyak melakukan
kebaikan, namun begitu diberikan rupanya ia tidak siap menerimanya
sehingga jabatan bukan lagi sebagai anugerah, namun menjadi musibah.
Maka
makna yang terpenting yang harus menjadi pelajaran bagi kita adalah
bagaimana kita bisa senantiasa menyetel hati & pikiran kita untuk
senantiasa ridha atas keputusan Allah Swt.
Mau Allah Swt buat
hidup kita lapang atau sempit, kita selalu berucap hamdalah. Mau Dia
Swt bikin hidup kita senang or susah, gak ada masalah. Atau Allah Swt
angkat derajat kita kemudian ia jatuhkanpun juga gak apa-apa. Yang
penting asal Allah Swt ridho kepada kita, maka kita pun juga akan
selalu ridha kepada-Nya.


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/suka-malu-sendiri-atas-doa-yang-kita-panjatkan/191159427570380

MENJOMBLO ADALAH PILIHAN,,( Terkait Agar Jomblo Tetap PD)


kebanyakan manusia tidak begitu saja
menempuh jalan yang disyariatkan
penciptanya. kadang mereka membuat
aturan sendiri pada beberapa masalah.
pada masalah menjalin hubungan dengan
lawan jenis ini kebanyakan manusia
menepuh jalan awal pernikahan dengan
pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan
sang pencipta.

Melalui pacaran, pasangan yang
berpacaran berharap bisa mengenal
kepribadian dan seluk-beluk pasangannya
sebelum akhirnya memutuskan untuk
menempuh hidup bersama.

walaupun lazim dilakukan manusia saat
ini, ada juga yang tidak mengambil jalan
pacaran ini, mereka menjadi generasi
muda tanpa pacar dan hidup tanpa
pacaran, bahasa gaul saat ini mencap
mereka dengan gelar jomblo. beberapa
macam alasan saat orang mengambil
pilihan untuk menjadi jomblo.


1. Studi dulu
sebagian anak muda merasa sadar akan
pentingnya ilmu yang harus ia pelajari,
sehingga mereka menunda masalah hubungan
dengan lawan jenis dengan alasan karena
masih sekolah/kuliah.
tidak bisa dipungkiri hubungan dengan
lawan jenis berpotensi untuk mengganggu
konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar
pacaran.


2. Kerja dulu
kebanyakan orang tua juga setuju dengan
alasan ini jika anaknya menjomblo. biar
kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa
memberi makan anak orang, setelah itu
silahkan pacaran!, demikianlah.
orientasi bekerja tentu saja mencari
penghasilan. dengan demikian, yang belum
bekerja dan tak ingin merepotkan orang
tuanya mengambil alasan ini untuk tidak
berpacaran.

3. Tidak laku-laku
orang yang seperti ini termasuk kategori
menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka
tidak memilih untuk menjomblo. jadi
jangan terkejut jika yang seperti ini
masih giat mencari lawan jenis untuk
dijadikan pacar, kalau ada yang mau,
ya… ayo…!.

4. Malu kepada lawan jenis
ini alasan yang berhubungan dengan
kepribadian, pada dasarnya malu adalah
sikap terpuji, dalam banyak hal
seharusnya kita mempunyai akhlak malu
ini.
dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu
seharusnya lebih dikedepankan dan inilah
sifat yang terpuji di mata syariat.
namun, adanya malu pada seseorang bisa
jadi bukan karena orang itu sadar
syariat, tetapi karena merasa tidak
percaya diri, malu yang seperti ini bisa
hilang ketika suatu saat
kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi.
jadi jangan heran jika tiba-tiba si
pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan
lawan jenis setelah kelemahannya
teratasi.

5. Karena ALLOH subhanahu wata’ala
Alhamdulillah inilah alasan yang tepat,
mengapa menjomblo? karena pacaran tidak
disyariatkan dan sarat maksiat.
memang ketika ingin menikah harus
mengenal dan mengetahui calon pasangan
hidup, namun pacaran bukanlah cara yang
mesti ditempuh. informasi mengenai calon
pasangan hidup bisa diperoleh lewat
sumber yang terpercaya; keluarganya,
teman dekat maupun saudaranya tanpa
harus mendekati si dia.

Anda Termasuk Yang Mana..???


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/menjomblo-adalah-pilihan-terkait-agar-jomblo-tetap-pd/190070451012611

AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri)


. Niatkan karena Alloh subhanahu
wata’ala
inilah yang menyebabkan kita jadi
percaya diri dalam status jomblo,
ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang
terjerumus dalam pacaran. insyaalloh
dengan berbekal niat seperti ini kita
memperoleh pahala dari alloh subhanahu
wata’ala, sebab, kita meninggalkan
perbuatan maksiat dalam rangka
mendapatkan keridhoannya.

2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah
maksiat
di dalam pacaran ada serangkaian
aktivitas maksiat yang mengantarkan
pelakunya pada perbuatan zina. mulai
dari melihat, memegang, bersepi-sepi,
dst. yakini bahwa pacaran adalah
perbuatan munkar, sehingga kita pun
tenang mengatakan “alhamdulillah , aku
jomblo”.

3. Tenang dengan takdir Alloh subhanahu
wata’ala
fitrah manusia memang selalu tertarik
dengan lawan jenisnya, keinginan untuk
menyalurkan ketertarikan kepada lawan
jenis adalah sesuatu yang manusiawi.
namun jangan sampai hal ini membuat kita
menempuh jala yang dilarang alloh
subhanahu wata’ala. yakinlah dengan
takdir alloh subhanahu wata’ala, bahwa
masa-masa itu akan datang (pernikahan).

4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih
gunakan setiap waktu yang diberikan oleh
alloh subhanahu wata’ala dengan
memperbanyak amalan sholih yang sesuai.
misalnya puasa sunnah, sholat malam,
menghafal al-qur’an, birrul walidain
dsb. kesibukan dalam hal kebaikan ini
akan memupus keinginan hati terhadap
hal-hal yang dimurkai oleh alloh
subhanahu wata’ala.

5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin
jangan sampai waktu yang ada kita
gunakan untuk hal-hal yang tidak
bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita,
waktu luang yang tidak dimanfaatkan
dengan baik merupakan penyakit berbahaya
bagi pemikiran, akal dan badan.

6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal
yang mendorong untuk berpacaran
hati manusia itu lemah, bila dorongan
untuk melakukan maksiat begitu besar
maka seseorang akan mudah terpengaruh
dalam perbuatan maksiat, dorongan itu
bisa berasal dari tontonan, bacaan,
lingkungan, yang dorongan tadi mesti
ditepis jauhjauh dengan menghindari
sebab.

disisi lain, sepantasnya kita berusaha
untuk mencari bacaan, tontonan dan
lingkungan yang mendorong kita untuk
semakin taat kepada alloh subhanahu
wata’ala.


TIPS “PACARAN YANG ISLAMI”


1.      Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga)

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]

“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)

2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]

3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya

“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]

4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan

”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]

5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya

“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)

“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)

“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok

“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)

WARNING:

sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran, misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran…

Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun…


http://rullyvaradita.blogspot.com/2011/02/tips-pacaran-yang-islami.html

Renungan untuk Para Wanita dan Lelaki


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, pikiran, dan perasaan lelaki pun akan resah. Masih mencari, walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan Siti Hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri ataupun puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus (baca; bengkok), tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.
Tak logis memang, kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah SWT, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.
Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, maka kenalkanlah mereka kepada Allah, Dzat yang kekal. Disitulah kunci utamanya.
Akal mereka setipis rambutnya, maka tebalkan dengan ilmu. Hati serapuh kaca, maka kuatkanlah dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, maka hiasilah dengan akhlak mulia. Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Allah. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara ataupun women gladiator.
Bisikkanlah ke telinga mereka, bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan diri. Hal itu bukanlah diskriminasi Allah SWT. Sebaliknya, disitulah kasih sayang Allah padanya, karena dari rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan laki-laki berwajah negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lainnya.
Tidak akan lahir “Superman” tanpa “Superwoman”. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka sendiri pula yang membengkokkan.
Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan, daripada perempuan yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodohnya seorang perempuan, bisa menundukkan sepandai-pandainya seorang lelaki. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhannya.
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini, bukan saja banyak boss telah kehilangan sekretarisnya, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan putrinya.
Bila seorang wanita durhaka, dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Dan, wahai para lelaki, jangan hanya mengharapkan ketaatan dari seorang wanita, namun binalah kepemimpinan dalam dirinya terlebih dahulu. Pastikan, sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu kepadaNya. Jinakkanlah diri menuju Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah, jika pribadi belum lagi seperti Ali bin Abi Thalib. Wallahualam Bishawwab
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/renungan-untuk-para-wanita-dan-lelaki/10150127659196042