Mengenai Saya

Foto Saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Selasa, 01 Februari 2011

Mar’ah Yang Belum Tentu Shalihah


oleh Bidadari In Action
Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menghadiri sebuah kajian dakwah di wilayah utara Jakarta. Pengisinya seorang ustadzah yang luar biasa keilmuannya menurut saya, sebab beliau memegang gelar Lc, yang jarang dimiliki oleh seorang perempuan. Beliau juga kepala Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Qudwah. Sangat kapabel dalam menjelaskan seluk beluk buku dakwah yang kami bahas.

Tiba di saat termin tanya jawab, kajian semakin menarik karena ini kesempatan saya untuk mengajukan pertanyaan seputar dakwah yang dilakukan oleh perempuan yang telah berumah tangga. Beliau hanya mengajak kita mengkaji lebih dalam sebuah hadist yang sangat familiar di telinga kita: Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah (mar’ah sholihah). Belai mengaku setengah hidup setengah mati untuk memahami isi hadits yang sekilas terlihat mubazir. Namun setelah didalami, hadits ini menyimpan pesan yang luar biasa.
Maknanya kurang lebih adalah sebagai berikut. Mar’ah adalah perempuan dengan seluruh ‘keperempuanannya’. Artinya seorang wanita disebut sebagai mar’ah jika dia memilki skill sebagai seorang perempuan. Seperti memasak, merapikan rumah, mengasuh anak, dll. Sedangkan sholihah adalah gelar yang disematkan kepada seorang perempuan yang memang layak mendapatkannya.  Untuk mendapatkan gelar ini, seorang perempuan harus punya ilmu dan MENGAPLIKASIKAN ilmunya. Ibarat seorang dokter yang tidak berpraktek sebenarnya tidak layak disebut dokter. Begitu pula dengan sholihah. Seorang perempuan tidak layak mendapat gelar shilohah jika ia hanya punya ilmu tapi tidak dipraktekkan untuk kemaslahatan ummat. Jadi, untuk menjadi perhiasan yangpaling indah, banyaklah beramal untuk mendapatkan gelar sebagai Mar’ah Shalihah.
Saya coba hubungkan artikel di atas dengan sedikit hal di bawah ini..
"Barangsiapa yang mengerjakan  amal  saleh,  baik  laki-laki maupun  perempuan  dalam  keadaan beriman, maka sesungguhnya akan  Kami  berikan  kepadanya  kehidupan  yang   baik   dan sesungguhnya  akan  Kami  beri  balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(An-Nahl: 97)
Ayat di atas memang menjelaskan tentang amalan yang dikerjakan oleh mu'min dan mu'minah. Namun, seorang ustadz mengatakan, bahwa 'bekerja' bagi seorang muslimah, sebenarnya tak ada aturan. Baik dihukumkan wajib bahkan tak ada pula sunnahnya.
Jika bekerja dilakukan dengan adanya ketakutan akan ditinggal perhgi oleh suami, maka niatnya salah. Namun, jika dilakukan demi penuhi kebutuhan keluarga, membantu suami. Maka hal ini dibenarkan. Wallaahua'lam.


http://www.facebook.com/notes/melati/saudariku/177026782335705

Saudariku …


Semoga Allah Ta’ala senantiasa merahmatimu, saudariku…


Malu, demikianlah nama sebuah sifat yang sangat lekat ketika kita berbicara tentang wanita.
Maka beruntunglah engkau saudariku ketika Allah menciptakanmu dengan sifat malu yang ada pada dirimu! Karena apa? Hal ini tidak lain karena malu adalah bagian dari iman.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang Anshar yang sedang menasehati saudaranya karena sangat pemalu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu adalah bagian dari Iman.” (HR. Bukhari Muslim)
seharusnya wanita selalu memiliki
sifat malu ketika bergaul dengan lawan jenis. ketika berbicara dengan mereka dan ketika berpakaian.
Demikianlah kriteria wanita yang semestinya jadi idaman. Namun kriteria ini baru sebahagian saja. Akan tetapi, kriteria ini semestinya yang dijadikan prioriti.
Intinya, jika seorang jejaka ingin mendapatkan wanita idaman, itu semua kembali pada dirinya. Ingatlah: ”Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Jadi, hendaklah seorang jejaka mengkoreksi diri pula, sudahkah dia menjadi jejaka idaman, nescaya wanita yang dia idam-idamkan di atas insyaAllah menjadi pendampingnya. Inilah kaedah umum yang mesti diperhatikan.
Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.


ADAB SETELAH SHOLAT


Bismillahirohmanirohim,

1.      Hendaklah menjaga lisan ( tulisan)  ,dari perkataan keji dusta,ghibah ,menyumpah melaknat ,mencela, dan lain-lain  perkataan keji dan kotor,Allah berfirman ;.. Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia dan dirikanlah shalat ..(Albaqarah 83)
Seyogyanya lisan digunakan mengeluarkan kata-kata yang baik saja ,dengan kalimat-kalimat dan ibarat-ibarat yang mudah dipahami,karena lisan  (tulisan ) menjadi faktor kemaslahatn ummat dan dapat pula menghancurkannya seprti syair ini “


Jangan kau nyalakan api permusuhan,padamkanlah ia dengan berlemah lembut,api itu padam dengan mulut ,dan dengan mulut pula ia dinyalakan
Rasulluah SAW pernah bersabda
‘..Sesungguhnya seorang hamba yang berkata dengan suatu perkataan penting yang diRidhoin Allah ,niscaya Allah SWT  akan meninggikan beberapa derajat kedudukan hamba lantaran ucapannya itu.sebaliknya seorang hamba yang berkata dengan perkataan tidak penting yang dimurkai Allah SWT ,niscaya dia akan terjerumus ke jahannam lantaran perkataannya itu .”
Rasullah SAW pernah bersabda :
“Sesungguhnya  Allah  SWT  adalah  Maha  Lembut  yang  cinta  kepada  kelembutan . Allah SWT mengkaruniakan  orang  yang  lemah  lembut  semua  yang tidak  Allah  SWT  berikan kepada orang  yang  kasar  dan  juga  Allah  SWT  akan  mengakuruniai  kepada  orang  yang lemah lembut  sesuatu  yang  tidak  diberikan  kepada  orang  lain  kecuali  kepadanya .”
( HR Muslim dan Abu Daud)
2.      Menahan diri dari menganggu ,menyakiti ,menganiaya dan memusuhi orang lain.
seperti  bunyi dari firman Allah : ..Tahanlah tanganmu  dan dirikanlah shalat ..
 ( An Nisa : 77 )
           Shalat memutuskan segala tindak kejahatan dan permusuhan  serta memberikan rasa aman dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat .
Imam Ahmad meriwayatkan , juga Thabrani dalam kitabnya “al Ka-kabiir” bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“ Ajarkan Islam , Buatlah mudah dan jangan kalian mempersulit diri  !  jika salah seorang diantara kalian sedang marah ,  maka diamlah   !  Rasullah SAW mengulang sabdanya ini sampai 3 kali  untuk menujukkan urgensinya )”
3.      Perintah sholat  bergandengan dengan perintah melakukan kebaikan dan mengajak manusia kearah perdamaian,istiqomah,dan melatih manusia agar berbuat kebaikan guna berhasilnya tujuan yang didamba-dambakan  semua ummat muslim, yakni masa depan ditangan Islam ,berdirinya khilafah dengan kedamaian ,keselarasan dalam bidang kesejahteraan ummat ,ekonomi,sosial, moral dan lain-lain ...firman Allah dalam surat Al Anbiya 73 : ..Kami wahyukan  kepada mereka mengerjakan kebajikan dan mendirikan shalat ..


4.      Menahan diri dari segala  perbuatan keji dan mungkar.
Firman Allah ,artinya : ‘.. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan ) keji dan mungkar ..( Al anKabut )
Shalat ,selain  berfungsi sebagai amal ibadat,ia juga mendidik rohani dan jasmani melatih jiwa sadar,takut berbuat maksiat dan malu melanggar larangan Allah.Betapa tidak..bila lima kali sehari seorang hamba berhadapan langsung dengan Kholiqnya,berdialog , memohon ampun,petunjuk,memuji,meminta karunia dan berdo’a .Juga sholat itu melatih jiwa agar suka bertobat dan berbuat kebajikan,serta memohon pengampunan dan berlindung dari dosa-dosa ,maka akan semangkin lebarlah  jurang antara dirinya dengan dosa-dosa,kemudian tertanamlah dalam jiwanya kecintaan dan keistiqomahan ,Disamping itu pula sholat juga melatih jiewa seseorang agar mau berbuat baik kepada sesama makhluk ,dan mencabut hatinya dari  semua sifat tercela  seperti: dendam,egoisme,yang merupakan andil terbesar dari tindakan menyombongkan diri dari riya disegala zaman,seorang yang melakukan shalat ,senantiasa mohon kebaikan untuk orang  banyak dan memohonkan ampunan bagi mereka, dengan demikian  timbullah rasa cinta dan kebaikan bagi semua  ummat manusia .
Itu semua hanya dapat dicapai ,bila shalat itu dilakukan  dengan khusyu’,sehingga meresap kedalam hati sanubari.
Sebagaimana firman Allah :
‘Sesungguhnya beruntunglah  orang-orang yang beriman ,yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya ‘( Al Mukminun  1-2)

Waallahualam Bishowab.


http://www.facebook.com/notes/melati/adab-setelah-sholat/177016089003441

Berkata Baik Terhadap Sesama Manusia


Bismillahirohmanirohim,

 Allah SWt telah berfirman dalam Al Qur’an
‘...Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (Q.S Al Baqarah 2 :83)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kitab “Sahhih “mereka Bahwa Rasulllah SAW pernah berkata ;
‘...dan perkataan yang baik itu adalah sedekah .”
Dalam kitab yang sama ,Imam  Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam sebuah hadits  bawha Rasullah SAW  pernah bersabda :
..”Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari kiamat ,maka berkatalah yang baik atau diam .”
Telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Rasullah SAW  telah bersabda ;
‘Jagalah diri kalian dari api jahannam jika tidak punya dengan bersedakh sebutir kurma ,atau jika tidak punya bersedekah dengan ucapan yang baik .”
Rasulluah SAW pernah bersabda
‘..Sesungguhnya seorang hamba yang berkata dengan suatu perkataan penting yang diridhoin Allah ,niscaya Allah SWT  akan meninggikan beberapa derajat kedudukan hamba lantaran ucapannya itu.sebaliknya seorang hamba yang berkata dengan perkataan tidak penting yang dimurkai Allah SWT ,niscaya dia akan terjerumus ke jahannam lantaran perkataannya itu .”
Dari Ummu Habibah Rahimahullah ta’ala (Isteri rasulllah ) beliau berkta  bahwa Rasullah SAW bersabda bahwa :
‘Semua perkatan anak adam akan mencelakakan dirinya sendiri ,kecuali perkataan yang mendorong kebaikan  dan melarang keburukan dan dzikir kepada Allah SWT  ( HR Ibnu Majah dalam kitab ‘Al Fitar “)


Dari Ibnu Mas’ud  rahimullah ta’ala ,bahwa Rasullah pernah bersabda :
Bukanlah seorang mukmin  orang yang suka mencaci, (mencela) suka melaknat,buruk perbuatan maupun  perkataannya ‘(HR At Tirmidzi)
Rasullullah SAW pernah bersabda :
..Tidaklah ada kenistaan dalam sesuatu perkara kecuali  akan membawa buruk keadaannya dan ridaklah ada rasa kehinaan dalam suatu perkara akan memperindah keadaannya.” (HR At Tirmidzi)
Imam tirmidzi juga meriwayatkan dari Abi Sa’id al Khudri-rahimullah ta’ala-bahwa Rasullah SAW pernah bersabda :
“Barangsiapa  tidak  berterimakasih  kepada sesama manusia  berarti  tidak  berterima  kasih kepada  Allah  SWT .”
Rasullah SAW pernah bersabda :
“Sesungguhnya  Allah  SWT  adalah  Maha  Lembut  yang  cinta  kepada  kelembutan . Allah SWT mengkaruniakan  orang  yang  lemah  lembut  semua  yang tidak  Allah  SWT  berikan kepada orang  yang  kasar  dan  juga  Allah  SWT  akan  mengakuruniai  kepada  orang  yang lemah lembut  sesuatu  yang  tidak  diberikan  kepada  orang  lain  kecuali  kepadanya .”
( HR Muslim dan Abu Daud)
Imam Ahmad meriwayatkan , juga Thabrani dalam kitabnya “al Ka-kabiir” bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“ Ajarkan Islam , Buatlah mudah dan jangan kalian mempersulit diri  !  jika salah seorang diantara kalian sedang marah , maka diamlah   !  Rasullah SAW mengulang sabdanya ini sampai 3 kali  untuk menujukkan urgensinya )”
Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Nu’man bin Muqarrin bahwa Rasullah SAW pernah bersabda :
“ Ada seorang lelaki mencaci lelaki lain disisi Nabi Muhammad SAW .kemudia lelaki yang dicaci itu mengatakan ,’Alaikasaalam (semoga keselamatan atas diri kamu).’
Maka bersabdalah Rasullah SAW ,; Ada satu malaikat diantara kamu berdua ketika kamu dicaci-maki oleh lelaki ini.Malaikat itu menggatakan kepada lelaki yang mencaci itu,karena kamu sendiri layak terhadap cacian itu! Dan ketika kamu ucapkan ‘Alaikassalam’, maka malikat berkata kepadamu: tidak (bukan dia) yang selamat tapi kamu.sebab kamulah yang lebih berhak untuk mendapatkan keselamatan itu.

 Melihat kesemua penjelasan diatas , betapa semangkin takutlah kita terhadap semua hal –hal  yang  sia –sia ,yang  dapat membawa kemudharatan bagi diri-diri kita.
 Ketika kita menuliskan sebuah koment , status,catatan ,Note, pada Facebook di  dunia maya ini mohonlah perlindunganNya  berlindunglah  kepada Allah  atas  godaan nafsu  yang dimana kita selalu tidak menyadarinya ,  terkadang  sesuatu  yang  kita tuliskan  tersebut  dapat  membuat  kehinaan  atas  diri  kita  sendiri  jika  kita  tidak  berhat i-hati. dan membuat celaka diri  kita sendiri .
Seperti kata  sebuah syair “
Jangan kau nyalakan api permusuhan
Padamkanlah ia dengan berlemah lembut
Api itu padam dengan mulut
Dan dengan mulut pula  ia dinyalakan
Di dunia maya mulut tidak berbicara , tapi tulisan sebagai penggantinya ,maka olehmu perhatikanlah tulisan-tulisanmu apakah ,sebuah tulisan itu dapat menyulut api permusuhan atau malah sebaliknya memadamkan api  permusuhan ,Ajarkan  islam  dengan  kelembutan ,dan jauhkan dari  tulisan –tulisan penuh celaan , dan kekasaran,berbuatlah baik walaupun itu hanya  berupa tulisan ,
Suatu kebajikan akan dibalas Allah  dengan berlipat ganda
..Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan  diri dan  berbuat kerusakan di (muka ) bumi  dan  kesudahan  (yang baik ) itu adalah bagi orang –orang yang bertakwa.( Q.S 28 :38)
Manusia yang bertaqwa , mampu  Menahan diri dari  mengganggu , menyakiti , mencela dan memusuhi orang  lain , seperti  bunyi dari firman Allah : ..Tahanlah tanganmu  dan dirikanlah shalat .. ( An Nisa : 77 )
Berkata baik kepada manusia  ( menuliskan sesuatu yang  baik )   adalah orang-orang  yang berbuat  Ihsan , orang-orang ihsan tidak lain merupakan orang-orang Muhsinun ,orang Muhsinun adalah golongan pertama orang-orang yang dicintai  Allah .
Allah SWt  berfirman
“... dan berbuat baiklah ,karena sesungguhnya  Allah SWT  menyukai  orang – orang  yang berbuat baik.” ( Q.S Albaqarah 2 :195)

Orang-orang  yang selalu merasa dirinya diawasi Allah,senantiasa memutaba’ah dirinya dengan  beristiqfar  mensucikan dirinya ,karena ia mengetahui betapa banyak dosa yang telah ia perbuat,ada dosa yang tampak ,namun ada yang tidak tampak,ada dosa yang bersifat lahir,ada pula yang bersifat batin,ada dosa yang dilakukan karena tidak sengaja,ada pula dosa yang dilakukan karena kesengajaan ,kadang-kadang seseorang melakukan suatu perbuatan dosa,namun dia tidak mengetahuinya .
 “Dan kepunyaaan Allahlah apa yang Ghaib dilangit dan dibumi  dan kepadaNYa lah dikembalikan  urusan –ursan semuanya ,maka sembahlah DIA, dan bertaqwalah  kepadaNYa  dan sekali kali Tuhanmu tidak lalai  dari apa yang kamu kerjakan  ( Q.S 11;123)
Rabbana Attina  Milladunka  Rahmatan Wahayyilana Min Amrina Rasyadan
‘ ..Yaa Allah berikanlah Rahmat kepada kami dari Sisi_Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk  yang lurus dalam urusan kami ( Q.S 18 :10)

WalllahuAlam Bishowab.


http://www.facebook.com/notes/melati/berkata-baik-terhadap-sesama-manusia/177015899003460

Buah Dari Khusu’nya Sholat


Bissmillahahirohmanirohim,
Aku berlindung  kepada  Tuhan manusia
Raja manusia
Sesembahan manusia
Dari kejahatan (bisikan) setan yang tersembunyi
Dari gologngan jin dan manusia
(Qs An Nas : 1-6)

 Buah dari khusu’nya Sholat
Kenikmatan yang tak terbanding  didunia  ini adalah disaat hati menjadi lebih cenderung  mengingat Allah di setiap keaadan ,dalam kondisi,berdiri ,duduk dan berbaring,atau ketika dalam perjalanan, dikereta yang penuh sesak dengan manusia, saat berada ditengah lautan , dan diatas ketinngiian ribuan mill dari dartan, atau pada  berada didepan komputer dengan setumpuk pekerjaan, ketika sedang memasak,atau sedang menyusui buah hati.
Ya Allah ,hamba berlindung kepada_Mu   dari kebimbangan hati ,bercabangnya urusan dan fitnah kubur
Tenangnya  jiwa,dan khusu’nya seluruh panca indera ,semata-mata dikarenakan hati yang telah banyak mengingat Allah SWT,lenyap pulalah segala fikiran-fikiran yang menggangu hati dikarenakan, terpisahnya dengan orang yang dikasih karena meninggal, karena urusan  ekonomi  keluarga yang sedang di uji , sebab mahalnya harga cabe dan minyak goreng   yang  kian mendaki  naik  hingga  100 ribu /kg akhir-akhir  ini  , karena penatnya fikiran oleh urusan kantor  yang  penuh konflik  dan intrik saling mencari muka satu dan lainya antara sesama  staff , karena kekisruhan dirumah tangga ,anak sakit , suami berselingkuh ,istri  egois ,  dan rencana harga ticket KRL Ekonomi /AC yang mau naik semua  fikiran-fikiran  negatif  yang  menghantui  hari hari  kita bisa  lenyap, semua sebab dari akibat jika kita banyak mengingat  Allah ,hati akan tenang .
 Seperti bunyi firman Allah :
“ Mohonlah pertolongan kepada Allah  dan bersabarlah,sesunguhnya  bumi (  ini ) dipusakannya kepada siapa yang dikehendakinya dari hamba-hambaNya .Dan kesudahan yang baik adalah orang-orang yang bertakwa.( Q;S 7 :128)

Orang –orang  yang bertakwa adalah orang yang banyak mengingat Allah ,
Dari  abuDzaar  bahwa Rasullah SAW bersabda :
“Bertakwalah  kepada Allah  dimanapun engkau berada ,dan sertailah keburukan dengan kebaikan,niscaya kebaikan itu akan mengahapuskan dosa serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.(HR  at Tirmidzi ) 
Dalam islam tidak ada reinkarnasi ,hidup hanya satu kali ,usahakan dalam menjalani hidup menjaga dan memelihara  memelihara akhlak  yang  baik ,sehingga tidak ada hati orang-orang yang tersakiti oleh pribadi-pribadi  yang  bertakwa .Orang –orang  bertakwa bergaul dengan orang-orang dengan akhlak  yang baik berkatalah yang baik atau diam .
Dari Abu Hurairah Bahwa Rasullulah SAW bersabda:
 “ Barangsiapa  beriman kepada Allah  dan hari kiamat  hendaklah  berkata  yang  baik  atau diam.Barangsiapa beriman kepada Allah ,hendaklah dia memuliakan tetangganya ,dan baransiapa berimankepada llah dan hari kiamat ,hendaklah ia memuliakan tamunya .’(HR.Muslim)
Mengimani  Allah dan hari kiamat ,hendaklah berkata  baik,menjaga lisan, menjaga fikiran ,menjaga tangan , dari dusta ,ghibah ,menyumpah ,mencela,meremehkan orang ,memandang hina orang menggunakan tangan untuk  menuliskan  hal-hal  yang  menyakitkan  hati  orang , jauhilah hal –hal tercela demikian ,sesungguhnya jika kita menunjuk seorang dengan satu jari  ,empat jari pula telah menunjuk pada diri kita sendiri.
 Jika seorang khusuk sholatnya dan khusuk pulalah akhlaknya , hanya mengingat Allah semata dengan segenap  pengharapan  atas terkabulnya doa-doa ,dan merasa cemas tidak terkabulnya doa,insahaAllah kita terhindar dari semua sifat tercela,riya ,sombong ,angkuh ,mengggap remeh ,rendah ,hina orang lain ( Sombong hanya milik Allah )
Ya Rabb ,janganlah Engkau palingkan hati kami sesudah Engkau  beri hidayah,dan limpahkanlah kepada  kami Rahmat dari sisi_Mu ,sesungguhnya Engkau Maha pemberi karunia
Ya Allah hamba memohon ampunan kepadaMu dan keridhoanMu terhadapku.


http://www.facebook.com/notes/melati/buah-dari-khusunya-sholat/177015675670149

Membentuk Keluarga Islami


Bismillahirrohmanirrohiim,,,

Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari'at.


Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya: "dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah
Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar Rum: 21)
Ya.supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya (Alloh tidak mengatakan: 'supaya kamu tinggal bersamanya'). Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya.
Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat dihampiri kesempitan. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al Qur'an menjelaskan: "Mereka itu pakaian bagimu dan kamu pun pakaian baginya." (Al Baqarah: 187)
Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?
Pilar Peyangga Keluarga Islami
1. Iman dan Taqwa
Faktor pertama dan terpenting adalah iman kepada Alloh dan hari akhir, takut kepada Dzat Yang memperhatikan segala yang tersembunyi serta senantiasa bertaqwa dan bermuraqabbah (merasa diawasi oleh Alloh) lalu menjauh dari kedhaliman dan kekeliruan di dalam mencari kebenaran.
"Demikian diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia kan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia kan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya." (Ath Thalaq: 2-3)
Di antara yang menguatkan tali iman yaitu bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah serta saling ingat-mengingatkan. Perhatikan sabda Rasululloh: "Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Alloh merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa'i, Ibnu Majah).

Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau nafsu hewani namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan itu shahih maka dapat berlanjut ke kehidupan akhirat kelak. FirmanNya: "Yaitu surga 'Adn yang mereka itu masuk di dalamnya bersama-sama orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya." (Ar Ra'du: 23)

2. Hubungan Yang Baik
Termasuk yang mengokohkan hal ini adalah pergaulan yang baik. Ini tidak akan tercipt akecuali jika keduanya saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.
Mencari kesempurnaan dalam keluarga dan naggotanya adalah hal mustahil dan merasa frustasi daklam usha melakukan penyempurnan setiap sifat mereka atau yang lainnya termasuk sia-sia juga.

3. Tugas Suami
Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia akan buntu.
Teralalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: "Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik." (HR. Bukhari, Muslim)
Jadi kelemahan wanita sudah ada sejak diciptakan, jadi bersabarlah untuk menghadapinya. Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali.
Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; "Dan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya kebaikan yang banyak." (An Nisa': 19)
Apabila tidak begitu lalu bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, jelek pergaulannya, sempit wawasannya, dungu, terburu-buru, tidak pemaaf, pemarah, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka.

Padahal sudah dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar.

4. Tugas Istri
Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya. Berbakti kepada suami sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan diri dan rumahnya.
Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya. Untuk itu seyogyanya memaafkan kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan jangan mengkhianati ketika ia pergi.
Dengan ini sudah barang tentu akan tercapai saling meridhai, akan langgeng hubungan, mesra, cinta dan kasih sayang. Dalam hadits: "Perempuan mana yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya maka ia masuk surga." (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah)
Maka bertaqwalah wahai kaum muslimin! Ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan tercipta suasana yang kondusif bagi tarbiyah.
Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian anatar sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapakan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendhalimi satu sama lain. Juga tak ada permusuhan dan saling menyakiti.

Penutup
Lurusnya keluarga menjadi media untuk menciptakan keamanan masyarakat. Bagaimana bisa aman bila ikatan keluarga telah amburadul. Padahal Alloh memberi kenikmatan ini yaitu kenikmatan kerukunan keluarga, kemesraan dan keharmonisannya.
Hubungan suami istri yang sangat solid dan fungsinya sebagai orang tua di tambah anak-anaknya yang tumbuh dalam asuhan mereka, merupakan gambaran umat terkini dan masadepan.

Karena itu ketika setan berhasil menceraikan hubungan keluarga dia tidak sekadar menggoncangkan sebuah keluarga namun juga menjerumuskan masyarakat seluruhnya ke dalam kebobrokan yang merajalela. Realita sekarang menjadi bukti.
Semoga Alloh merahmati pria yang perilakunya terpuji, baik hatinya, pandai bergaul (terhadap keluarga), lemah lembut, pengasih, penyayang, tekun, tidak berlebihan dan tiada lalai dengan kewajibannya. Semoga Alloh merahmati pula wanita yang tidak mencari-cari kekeliruan, tidak cerewet, shalihah, taat dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada karena Alloh telah memeliharanya.
(Syeikh Shalih bin Abdullah bin Al Humaid).

Tak bisa dipuji hanya dengan kata-kata
karena terlalu indah
Tak bisa dilihat hanya dengan mata
karena terlalu mempesona
Tak bisa hanya hadiah sekuntum Bunga
karena layu ..., tak lama
Tak bisa hanya Janji bahagia
karena bukan Dongeng nan Indah
Tak cukup hanya "baik", menurut kita
karena batas dalam ruang logika
Tak cukup hanya "bisa menjaga" dalam rasa
karena gerak hati dengan pasang surutnya
Tak indah cincin permata
tanpa Qonaah dan cinta yang tercipta
Tak Indah permadani sutra

tanpa Ridlo Ayah dan Bunda
Do'a ...
sebuah do'a dengan segenap jiwa
dalam bungkusan ikhlas tradisi sunnah
dalam kilauan keringat, ibadah di ruang luasnya
tawakkal atas takdir terbaikNya
yakin akan ke-Maha Tahu-anNya
percaya akan ke-Maha Bijaksana-anNya
Bersyukur atas tiap tetes anugerahNya
Ikhtiar yang takkan pernah sia-sia
Bukan sekedar Qobul ...
namun Qobul yang menentramkan
Bukan sekedar Ijab ...
namun ijab yang penuh keberkahan
Sakinah, Mawaddah wa Rohmah
Mencinta dan memegang teguh amanah menuju Ridlo-Nya.


Tasyabbuh


Bismillaahirrahmanirrakhiim....
At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meiru dan mengikutinya.
Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir).

Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya).
Oleh karena itu, secara global kita katakan bahwa segala sesuatu yang tidak termasuk ciri khusus orang-orang kafir, baik aqidahnya, adat-istiadatnya, peribadatannya, dan hal itu tidak bertentangan dengan nash-nash serta prinsip prinsip syari’at, atau tidak dikhawatirkan akan membawa kepada kerusakan, maka tidak termasuk tasyabbuh.
HUKUM TASYABBUH BIL KUFFAR (MENYERUPAI ORANG KAFIR)
Menyerupai orang kafir adalah tindakan yang terlarang. Telah banyak teks dalil yang sangat jelas melarang tindakan itu, baik secara umum atau secara khusus.
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS. Al-Jatsiyah : 18)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda, “Betul-betul kalian pasti kalian akan mengikuti jalan-jalan orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang dhobbin [sejenis kadal padang pasir], maka kalian pasti akan tetap mengikuti mereka.”
Beberapa perkara yang diharamkan karena merupakan tasyabbuh kepada orang-orang kafir atau kepada kaum musyrikin.
1.Larangan menjadikan kuburan sebagai masjid [menjadikan kuburan sebagai masjid bisa dalam bentuk membangun masjid di atas kuburan atau pekuburan, menguburkan mayat di dalam masjid, dan bisa juga dalam bentuk sholat menghadap ke kuburan.
Dalam hadits Jundab bin ‘Abdillah Al-Bajaly a, Rosululloh bersabda lima hari sebelum beliau wafat:
 “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kubur-kubur para nabi dan orang-orang sholeh mereka sebagai masjid. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya saya melarang kalian dari hal tersebut”.
2.Larangan bertumpu pada tangan kiri ketika duduk dalam sholat.


‘Abdulloh bin ‘Umar s berkata, “Sesungguhnya Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang seseorang untuk duduk dengan bertumpu pada tangan kirinya dalam sholat, dan beliau bersabda:
“Sesungguhnya itu adalah (cara) sholatnya Yahudi”.
3.Syari’at makan sahur untuk membedakan dengan ahli kitab.
Rosululloh bersabda: “Pemisah (baca: pembeda) antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah dalam hal makan sahur”....
BEBERAPA BENTUK TASYABBUH KEPADA ORANG KAFIR DALAM MASALAH IBADAH
1.Menggunakan terompet, lonceng, kentongan, dan genta dalam mengumumkan waktu sholat.
Banyak teks hadits yang melarang penggunaan terompet dan kentongan untuk memberitahukan tibanya waktu sholat sebagaimana tradisi orang-orang yahudi dan nasrani ketika melakukan panggilan untuk kebaktian mereka. Perbuatan seperti itu adalah bagian tradisi dalam agama mereka.
2.Sholat di saat matahari terbit, terbenam dan diatas kepala kita.
Telah muncul dalil-dalil syar'i dengan melarang melakukan sholat nafilah ketika matahari terbit, terbenam, dan matahari berada tepat di atas kepala kita hingga tergelincir. Karena pada semua tindakan itu terdapat unsur bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang bersujud kepada matahari pada waktu-waktu itu.
3.Sholat menghadap gambar atau patung.
Talatsum (menutup mulut dengan bercadar) ketika melaksanakan sholat. Dalam perbuatan ini, tasyabbuh kepada orang-orang majusi ketika mereka menyembah api.
4.Bertolak pinggang ketika sholat.
Terkandung tasyabbuh kepada orang yahudi karena mereka melakukanya ketika sedang sholat.
Tasyabbuh kepada iblis dimana ia diturunkan dalam keadaan bertolak pinggang.
5.Isytimal Ashoma' ketika shalat.
Yaitu Pakaian yang membungkus kedua pundak dengan mengeluarkan tangan kiri dari bagian bawah baju dengan tanpa dilengkapi kain.


6.Berselimut dengan pakaian lalu mengeluarkan tangan dari arah dada.
Ini adalah pakaiannya orang yahudi ketika melaksanakan sholat.
7.Bertumpu ke atas tanganya ketika sedang menunaikan sholat.
Dari Ibnu Umar bahwa Rosululloh melarang orang yang sedang duduk dengan bertumpu ke atas tanganya ketika sedang menunaikan sholat, dan beliau bersabda, "Sesungguhnya yang demikian itu adalah ibadahnya orang-orang yahudi"
8.Menjadikan kuburan sebagai masjid. Rosululloh bersabda, "Allah melaknat Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhari-Muslim)
Rosululloh juga bersabda : "Ingatlah sesungguhnya orang-orang sebelum kalian (Yahudi dan Nasrani) menjadikan kubur Nabi-nabi dan orang-orang shaleh mereka sebagai masjid. Maka janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal itu.” (HR. Muslim).
Dari Aisyah bahwa Ummu Salamah menyebutkan di hadapan Rosululloh tentang sebuah gereja yang dilihatnya di negeri Habasyah bernama Maria. Ia menyebutkan kepada beliau tentang segala yang ia lihat di dalamnya berupa gambar. Maka Rosululloh bersabda: "Mereka adalah suatu kaum yang jika ada dikalangan mereka seoerang hamba yang shalih atau pria yang shalih meninggal dunia, mereka membangun di atas kuburnya sebuah masjid dan mereka menggambar gambar-gambar itu didalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk disisi Allah."
9.Menghiasi masjid.
"Sesungguhnya kamu benar-benar akan memperindah masjid-masjid kalian seperti yahudi dan nasrani telah memperindah masjid-masjid mereka."
10. Merayakan tahun baru
Perayaan tahun baru merupakan bagian dari aktifitas ritual agama Yahudi dan Majusi (yang disebut dengan ‘an-Nayrûz’) termasuk Tahun Baru Muharam. Oleh karena itu, merekalah yang sebenarnya memiliki misi merayakan dan memeriahkannya bukan kaum Muslimin.
11.Di dalam Nasrani ada kegiatan kelahiran Isa Al-Masih, di dalam tradisi kaum muslimin sekarang ada kegiatan peringatan kegiatan Maulid Nabi Muhammad n yang juga maksudnya menunjukkan bahwa Islam juga punya kemeriahan dan pesta-pesta walaupun dengan demikian mereka melewati batas-batas syari’at.
12.Dalam tradisi kaum kuffar ada Valentine day, lalu orang-orang Islam membuat-buat Palestine Day.

13.Dalam tradisi kaum Kuffar ada perayaan kenaikan Isa al-Masih, orang-orang Islam kemudian sibuk mencari kesamaan dengan merayakan Kenaikan Isra' dan Mi’raj yang kesemuanya tidak ada dalam Al-Qur’an dan sunnah. Tapi untuk orang yang menelusuri asal muasalnya niscaya mereka akan menemukan hal ini adalah untuk menyaingi kemegahan, kemeriahan, kehura-huraan, kemubaziran harta seperti halnya orang-orang non-Islam melakukannya.
14.Mengkhususkan puasa pada hari Sabtu dan Ahad. Karena kedua hari itu adalah hari besarnya orang musyrik
15.Mengucapkan selamat hari-hari besar agama lain karena bagi mereka adalah ibadah dan apabila kita melakukannya berarti menganggap hal itu adalah benar.
Demikian sebagian kecil dari bentuk-bentuk tasyabbuh bi kuffar dalam masalah ibadah. Dan masih banyak lagi yang belum disebutkan. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua agar bias berpegang teguh dengan ajaran Islam, bangga dengan Islam dan diselamatkan dari segala bentuk-bentuk tasyabbuh dengan orang kafir baik dalam masalah ibadah, pakaian, sifat, tingkah laku, dan lain sebagainya.

Wallahu a'lam bis shawab…


Menyusui Memungkinkan Penurunan Resiko Diabetes Tipe 2 Bagi Perempuan.


Sebuah studi baru menemukan bahwa ibu yang tidak menyusui anak-anak mereka memiliki risiko lebih besar untuk mengidap diabetes tipe 2 di kemudian hari dibandingkan dengan orang-orang yang menyusui.
Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh mereka secara perlahan kehilangan sensitivitas terhadap insulin, penyakit ini sering dikaitkan dengan obesitas.

Peneliti dari Universitas Pittsburgh mempelajari lebih dari 2.200 wanita berusia 40 hingga 78. Mereka menemukan bahwa 27 persen ibu yang tidak menyusui dikembangkan tipe 2 diabetes, hampir dua kali lipat tingkat di antara wanita yang menyusui atau tidak pernah melahirkan.
"Diet dan latihan secara luas diketahui menekan resiko diabetes tipe 2, namun sedikit orang menyadari bahwa menyusui juga mengurangi risiko ibu terserang penyakit itu di kemudian hari dengan mengurangi lemak perut ibu," kata Dr Eleanor Bimla Schwarz, asisten profesor kedokteran, epidemiologi, dan kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi di University of Pittsburgh, dalam siaran berita dari universitas.
"Penelitian kami memberikan lain alasan yang baik untuk mendorong perempuan untuk menyusui bayi mereka, setidaknya untuk bulan pertama hidup bayi," kata Schwarz. "Para dokter perlu mempertimbangkan kehamilan perempuan dan sejarah menyusui ketika menasihati wanita tentang risiko untuk diabetes tipe 2."
Penelitian, yang didanai oleh US National Institute of Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal dan Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pengembangan, muncul di edisi September American Journal of Medicine.
Ini ada lagi berita dari Al Quran, kiat-kiat buat ibu-ibu:)
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..."
[Al Baqarah : 233]
"...ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun..."
[Luqman : 14]
"...ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan..."
[Al Ahqaaf : 15]
Baru2 ini aku ngeliat iklan poster dari UNICEF yang bunyinya kira2 seperti ini:
- ASI adalah makanan terbaik dan bergizi sempurna bagi bayi ibu.
- Berikan bayi ibu hanya ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman apapun selama 6 bulan pertama.
                 

- Setelah 6 bulan, beri makanan tambahan dan tetap teruskan pemberian ASI hingga usia 2 tahun.
- Dengan ASI, bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.
- ASI gratis, tersedia setiap saat
UNICEF (United Nations Children's Fund) yg didirikan tanggal 11 Desember 1946 adalah sebuah organisasi yang tergabung dalam PBB yang khusus menangani bantuan kemanusiaan dan perkembangan jangka panjang kepada anak2 dan ibunya di dunia khususnya negara berkembang...
Organisasi sebesar itu sudah pasti dibelakangnya terdapat ribuan para ilmuwan & dokter spesialis anak dan psikologi yg berasal dari berbagai negara.
Ribuan ilmuwan dan dokter abad 20 itu mengatakan (dilihat dari iklannya) bahwa ASI secara sempurna memang harus diberikan selama 2 tahun kepada bayi... sedangkan Al Qur'an telah mengatakannya 14 abad yang lalu...
Maha Benar Allah atas segala firman2 Nya …
Diambil dari beberapa sumber yang di rangkum.


Sebuah Realita Dalam Jihad


Oleh: DR. Abu Mujahid



Dari Ummu Athiyah Nasiibah ra, dia berkata: Rosululloh Shalallahu alaihi wassalam membai’at kami untuk tidak meratap. (HR. Al Bukhori dan Muslim) di dalam shohihnya III/141, dan Muslim no. 639.

Saya kira umat ini telah mandul untuk melahirkan seorang sosok seperti Khonsa’ dan Haulah binti Azwar, akan tetapi saya melihat para wanita abad dua puluh ini ada orang-orang yang ingin menjadi seperti para pahlawan wanita ini. Saya lihat seperti Ummu Muhammad istri Asy Syahid Abdulloh Azzam, dalam satu hari dia kehilangan tiga orang yang termasuk manusia-manusia paling mulia, suaminya dan kedua buah hatinya (Muhammad dan Ibrohim) dan dia mengira bahwa hal itu adalah di jalan Alloh.
Demi Alloh, yang tidak ada ilah selain Alloh, sungguh aku sangat bingung apa yang harus kita lakukan untuk berbela sungkawa kepadanya ketika dia masuk untuk bertemu dengan mereka untuk melihat mereka untuk mengucapkan perpisahan yang terakhir. Saya katakan: “Bagaimana mungkin seorang perempuan seperti dia dalam kondisi seperti ini masih ingin melihat mereka? Akan tetapi dia yakin bahwa Alloh Subhanallah ta'ala menurunkan kesabaran sesuai dengan ujian yang dia hadapi. Diriku merasa kecil jika membayangkan kondisinya ketika dia melihat mereka.
Ummu Muhammad berkata: “Ketika kami sampai dirumah Syaikh maka segera saya ingin bertemu untuk melihat mereka yang terakhir kalinya, aku dapati tiga orang dalam keadaan tertutup, kemudian aku dapati anakku yang pertengahan Khudzaifah berdiri di depanku. Maka aku yakin bahwa orang itu adalah suamiku, dan anakku yang paling besar Muhammad (21 tahun) serta anakku yang ketiga (16 tahun), maka aku masuk ke dalamnya dan aku ucapkan perpisahan terakhir kemudian aku kembali ke rumahku, dan aku telah berjanji kepada Alloh untuk tidak menangisi mereka, karena suamiku sebelum kesyahidannya dia pernah bertanya kepadaku: “Apa yang akan engkau lakukan jika Alloh memberikan rezeki kesyahidan kepadaku?” Lalu aku menjawab: “Aku akan bersabar dan tabah insyaAlloh”. Dan sungguh benar-benar aku telah memenuhi janjiku kepadanya, dan aku memohon kepada Alloh untuk memberikan kepadaku kesabaran dan keteguhan hingga mati. (Disadur dari pertemuan di majalah Al Mujtama’ edisi 849, 2 January 1990 M.
Sesungguhnya itu adalah pendidikan Islam secara praktek dari beberapa kejadian-kejadian yang membuat umat ini sebagai sumber yang tidak akan habis airnya untuk mengeluarkan bagi kita orang seperti wanita mujahidah dan sholihah ini, supaya menjadi pelita dan panutan bagi seluruh wanita di dunia ini pada zaman sekarang ini.
Tidak diragukan lagi bahwa istri mujahid ini masih akan terus menjadi contoh yang paling baik bagi para wanita umat ini. Dan dia berada di barisan wanita yang terdepan di medan jihad. Dialah pendiri Al Lajnah An Nisa’iyah Al Arobiyyah (Yayasan Wanita Arab) yang memiliki andil yang sangat besar di dalam berkhidmat untuk jihad.

Dibidang pengajaran dan kesehatan serta kesejahteraan keluarga para syuhada’ dan anak yatim.
Sesungguhnya bagi para wanita di dalam Islam memiliki peran yang sangat penting dan jelas di medan jihad. Telah disebutkan di dalam hadits shohih dari Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh Al Bukhori dari Rubai’ binti Muawwidz ra dia berkata: “Kami berperang bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam, kami memberi minum para prajurit dan membantu mereka, mengembalikan yang terluka dan yang terbunuh ke Madinah”.
DR. Abdulloh Azzam berkata tentang hukum keikut sertaan wanita di dalam berjihad: “Peran wanita di dalam jihad adalah perkara yang telah disebutkan di dalam syareat, akan tetapi wajib menjaga syarat-syarat yang disyareatkan: seperti adanya mahrom, tidak bercampur dengan laki-laki, aman dari fitnah, dan ketika dalam keadaan terpaksa yang tidak mampu dilakukan oleh laki-laki. Bisa juga para wanita berada di barisan belakang untuk melakukan kegiatan memasak, mengobati yang sakit dan semisalnya dari kegiatan-kegiatan wanita.
Sedangkan membuka pintu di dalam masalah ini adalah kerusakan yang besar. “Dan jika aku pernah lupa maka aku tidak lupa peran wanita muslimah Afghon di dalam pelaksanaan jihad Afghonistan. Berapa banyak sikap wanita Afghoni di utara Afghonistan dapat membangkitkan semangatku, di desa Khoniz, berkata Syahid Umat Islam ini Abdulloh Azzam: “Kami ketika berada di jalan antara Bazarik dan Rokho kami melewati desa yang namanya Khoniz kemudian Ahmad Mas’ud menunjuk desa tersebut dan berkata: “Di desa ini ada seorang wanita dan anak-anaknya membantu kami pada tahun 1982 M, dan di desa itu tidak ada yang lain selain dia, anaknya seorang mujahid yang berjihad bersama kami, dan kami sangat takjub dengan keberanian wanita tersebut. Jika kami melihat bom itu semakin deras maka kami bersembunyi, namun dia tidak bersembunyi, padahal pada tahun itu peperangan sangat sengit sekali, dan kekuatan itu sangat dekat dengan kami.
Wanita tersebut yang membuat roti buat kami, dia memasak makanan kemudian memberikannya kepada kami dan anaknya. Pada suatu hari langit menghujani kami dengan awannya yang sangat panas, dan tank-tank menyalakkan kobaran apinya, dan kami pada waktu itu berada di sebuah kamar, lalu kami berusaha untuk berpencar, ternyata perempuan tersebut berdiri di depan pintu dan berkata: “Janganlah kalian keluar! Karena api ada dimana-mana nanti akan mengenai kalian”. Dan anak perempuannya ikut membantunya membuat roti dan memasak, tiba-tiba dia terkena serpihan bom dan membunuhnya, maka kemudian dia menutupi anaknya dengan kain penutup lalu perempuan tersebut melanjutkan memasaknya. Kemudian suaminya juga menemui kesyahidan dan tidak ada yang tersisa lagi selain anaknya yang mujahid, lalu anaknya tersebut juga mendapatkan karunia kesyahidan.
Maka seluruh kaum mujahidin bersedih hati dengan hilangnya anak tersebut, lalu kami datang untuk bertakziyah kepadanya. Lalu wanita itu mengatakan: “Sungguh kesediahnku karena tidak dapat memberikan bantuan makanan kalian itu lebih aku rasakan daripada kesedihanku karena kehilangan anak kesayangan hatiku, oleh karena itu sesungguhnya mulai hari ini aku akan terus memasak makanan untuk kalian, dan aku akan membuat roti untuk kalian, aku tinggalkan dan kalian datang untuk membawanya sendiri”.

Mas’ud berkata: “Aku kehilangan wanita itu, mungkin dia berhijroh ke Kabul. Dan demi jiwaku jika aku mengetahui tempatnya pasti aku akan membalas atas bantuannya kepada kami”.
Aku berdiri dihadapan keadaan ini dengan pengagungan dan kekaguman! Maka kukatakan Subhanalloh! wanita ini telah mengembalikan perjalanan para shohabiyat yang seperti wanita itu dari seorang wanita kalangan bani Abdud Daar ketika sampai kepadanya kabar kesyahidan suaminya dan saudaranya serta bapaknya, lalu dia berkata: “Apa yang terjadi dengan Rosululloh Shallallahu alaihi wassalam ?” Mereka berkata: “Dia baik-baik saja”. Wanita tersebut berkata: “Setiap musibah selain pada
dirimu wahai Rosululloh SAW adalah kecil” artinya “remeh dan sepele”.
Mana sikap sebagian wanita kaum muslimin di negara-negara Arab? Kalian melihat salah seorang diantara mereka yang takut dari kalajengking dan tikus jika masuk ke dalam rumahnya?
Pernah terjadi suatu kejadian di salah satu kota di Arab bahwa ada seorang perempuan yang suaminya bekerja sebagai guru di sebuah sekolahan Tsanawiyah dan tiba-tiba dia ditelpon oleh istrinya dan bilang cepat-cepatlah pulang karena ada sesuatu yang sangat penting!! Maka suaminya pulang dengan cepat sambil terengah-engah, ternyata istrinya bilang bahwa ada tikus di kamar ini!!.
Sesunggunya wanita seperti ini tidak dapat diandalkan untuk memberikan kemampuannya untuk kaum muslimin di medan-medan perang, apalagi untuk mendidik singa-singa dikandangnya untuk menjadi tentara Alloh, Robbul Alamin.


http://www.facebook.com/notes/melati/sebuah-realita-dalam-jihad/176898255681891