Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Kamis, 10 Februari 2011

Hukum Melaksanakan Tahiyatul Masjid Saat Adzan


Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Pak Ustad, sering ketika kami hadir di masjid untuk melaksanakan shalat fardhu saat mu'adzin mengumandangkan adzan. Kami tahu tentang keutamaan menjawab adzan dan berdoa sesudahnya. Namun, ada dalil lain tentang perintah untuk melaksanakan tahiyatul masjid. Mana yang harus kami utamakan dalam kondisi seperti ini, antara menjawab adzan dan melaksanakan shalat tahiyatul masjid?
Pak Agus - Bekasi
___________________________

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Keutamaan Menjawab Adzan
Benar yang penanyakan utarakan bahwa menjawab adzan memiliki keutamaan yang luar biasa. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa siapa yang mendengar suara muadzin, lalu mengikuti apa yang dibacanya -kecuali pada Hayya ‘Alas Shalah dan Hayya ‘Alal Falah dengan membaca Laa Haulaa Walaa Quwwata Illaa Billaah-, kemudian bershalawat atas beliau shallallahu 'alaihi wasallam dan berdoa sesudah adzan yang berisi meminta wasilah (tempat tertinggi di surga) untuk beliau, maka ia berhak mendapat syafa’at beliau pada hari kiamat. (HR. Muslim)
Hanya saja para ulama’ berbeda pendapat (tentang) hukum menjawab adzan dan mengikuti ucapan mu’adzin. Yang benar –pendapat kebanyakan ulama- bahwa mengikuti adzan adalah sunnah, tidak wajib. Ini adalah pendapat Malikiyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah.
Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Majmu’, (3/127): “Madzhab kami adalah bahwa mengikuti (ucapan azan) adalah sunnah, bukan wajib. Ini adalah pendapat kebanyakan (jumhur) ulama (sebagaimana) dicertakan oleh At-Thahawi. (Pendapat ini) berbeda dengan (pendapat) sebagian ulama yang mewajibkannya.”
Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Aalu Salman dalam kitabnya Akhtha’ al Mushallin (Kesalahan-kesalahan dalam shalat) pada pembahasan Kesalahan-kesalahan  mu’adzin dan Orang yang Mendengar Adzan menyebutkan salah satu kesalahan orang yang mendengar adzan adalah tidak mengikuti apa yang diucapkan mu’adzin dan terkadang-kadang mendahuluinya dalam sebagian ucapan.
Anjuran Tahiyatul Masjid
Sedangkan tentang tahiyatul Masjid, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sangat menekankannya. Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
Jika salah seorang kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat berada di atas mimbar Jum’at pernah memerintahkan kepada Sulaik al-Ghaathafani untuk bangun mengerjakan shalat dua rakaat (tahiyatul masjid) karena dia masuk masjid pada hari Jum’at dan langsung duduk. (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu juga Jabir radhiyallahu 'anhu, saat ia datang ke masjid untuk mengambil harga untanya yang dijualnya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau memerintahkannya untuk shalat dua rakaat. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dari hadits Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, dia pernah masuk masjid, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya padanya, “Apakah kamu sudah shalat dua rakaat?” Dia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Bangunlah, laksanakan dua rakaat!”
Dari keempat dalil di atas, bahwa shalat tahiyatul masjid sangat-sangat dianjurkan sehingga tidak layak untuk sengaja ditinggalkan.
Antara Menjawab Adzan dan Tahiyatul Masjid
Bagaimana ketika seseorang masuk masjid sedangkan mu’adzin melantunkan adzan, mana yang harus kita utamakan?
Ketika seseorang masuk masjid, pada saat mu’adzin mengumandangkan adzan maka yang terbaik dia tetap berdiri menjawab adzan setelah itu baru shalat dua rakaat (tahiyatul masjid) untuk melaksanakan dua perintah sekaligus. Dan mengamalkan semua hadits lebih baik daripada mengabaikannya atau mengabaikan sebagiannya,  (sebagimana yang disebutkan Syaikh Abu Ubaida Aalu Salman dalam Akhtha’ al-Mushallin).
Hukum Melaksanakan Tahiyatul Masjid Saat Adzan Dikumandangkan
Untuk menjawab pertanyaan ini, kami akan suguhkan fatwa Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah. Beliau pernah mendapat pertanyaan serupa yang disampaikan kepada Idarah al-Buhuts al-‘Ilmiyah wa al-Ifta’ no. 513, tanggal: 5/2/1407, “Apabila ada seseorang masuk masjid saat mu’adzin mengumandangkan adzan, maka ia boleh memilih. Jika mau, dia shalat tahiyatul masjid saat adzan. Dan jika berkehendak lain, menjawab (adan) mu’adzin. Dan yang paling utama, dia menajwab (adzan) mu’adzin lalu shalat. Dengan itu ia mendapatkan dua kesempatan melaksanakan dua ibadah dan memperoleh dua pahala.
Kesimpulan
Melaksanakan shalat tahiyatul masjid saat adzan dikumandangkan boleh-boleh saja. Karena menjawab adzan bukan wajib, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Hanya saja kalau dia sempatkan menjawab adzan dahulu, lalu kemudian melaksanakan shalat tahiyatul masjid dua rakaat maka itu yang terbaik sebagaimana yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah. Dan juga, melaksanakan shalat saat adzan dikumandangkan maka akan mengurangi kekhusyu'an dan ketenangan, karena umumnya masjid-masjid di masyrakat kita  menggunakan pengeras suaran untuk adzan sehingga orang yang  shalat akan terganggu. Wallahu Ta'ala a'lam.


Mengungkap Rahasia Dahsyatnya Otak Kanan Manusia


“Seseorang yang pernah juara Olympiade Matematika dan Fisika bukan jaminan untuk bisa memiliki pribadi yang unggul dan sukses. Karena mereka hanya mengandalkan otak kiri saja, bukan otak kanan. Pantas, bila bangsa kita kalah dengan bangsa lain. Itu akibat, otak kanan yang tidak terasah.”
Demikian dikatakan Arman Andi Amirullah, Direktorat Pembinaan TK & SD Departemen Pendidikan Nasional Pusat, dalam Seminar Sehari “Mengungkap Rahasia Otak Kanan Anak” di aula Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (19/1/2011) lalu. Pembicara lain dalam seminar ini adalah Dra Dhauharah Bawazir, Psi, M.Pd, praktisi pendidikan yang juga seorang dosen psikologi dan bimbingan konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Menurut Arman, ternyata tidak semua orang tahu perihal kehebatan dan rahasia otak kanan manusia. Uniknya, berbagai macam respon timbul ketika mendengar informasi tentang otak kanan. Ada yang menganggap biasa-biasa saja, ada yang sama sekali tidak pernah mendengar, ada yang tidak percaya bahwa otak kanan terbagi dalam dua bagian dengan fungsinya masing-masing.
Respon lain, ada yang menganggap bahwa otak kanan berfungsi atau aktif secara otomatis, apabila organ tubuh bagian kiri sedang bergerak, bahkan ada anggapan tidak ada pembagian otak kiri, otak kanan, maupun otak tengah. Yang mereka percayai, otak manusia hanya satu.
....Karena mereka hanya mengandalkan otak kiri saja, bukan otak kanan. Pantas, bila bangsa kita kalah dengan bangsa lain. Itu akibat, otak kanan yang tidak terasah....
“Maka pantaslah jika Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain, Karena tidak tahu kehebatan otak kanannya. Ketika manusia tidak mengetahui rahasia otak kanannya, bisa dipastikan dirinya bukanlah orang  kreatif, kurang peduli, kurang inovasi, kurang kreasi, tidak sungguh-sungguh, dan kurang ikhlas,” ujar Arman.
Otak kanan yang tidak pernah diasah, lanjut Arman, juga bisa mengakibatkan seseorang kehabisan ide, kurang rasa ingin tahunya, kurang disiplin, kurang tanggungjawab, kurang menghargai orang lain, kurang menghargai keindahan, kurang menghargai kekuatan hati, kekuatan cinta dan sebagainya. “Maka apakah kita masih mau menunda-nunda untuk mengaktifkan otak kanan anak-anak bangsa?” kata Arman prihatin.
Islam dan Otak Kanan
Lebih jauh Arman menjelaskan, Islam adalah agama merangsang otak kanan manusia menjadi berfungsi. Betapa tidak, ketika kita mencoba memahami bagaimana pergantian malam dan siang terjadi, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an, tentu diperlukan daya imajinasi untuk bisa merasakan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta, menumbuhkan aneka tumbuhan, dan bagaimana Sang Khaliq menurunkan hujan.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Qs. Ali Imran 190-191).
“Tanpa bantuan imajinasi, kita tidak sanggup melihat dan merasakan langsung tanda-tanda yang dimaksud, dan tidak sanggup memikirkan penciptaan langit dan bumi,” ungkap Arman.
Bahkan dalam hadits Nabi dikatakan: “Sembahlah Tuhan-Mu seakan-akan engkau melihatnya, dan apabila kamu tidak sanggup melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat kamu.”
Sangat jelas dalam hadits ini, perintah untuk seolah-olah melihat Allah dalam shalat adalah pekerjaan imajinasi atau kemampuan “membayangkan.” Seperti diketahui, ayat-ayat suci Al Quran banyak menggunakan kata perumpamaan: seakan-akan, seperti, yang tentunya membutuhkan daya imajinasi yang kuat. “Tahukah Anda kalau daya imaninasi adalah tanggungjawab otak kanan?” kata Amran.
Hasil Penelitian Mutakhir
Tahukah Anda, bahwa kemampuan otak kanan itu memiliki kapasitas 90% dan otak kiri hanya 10-12%. Hasil penelitian mutakhir di AS menyebutkan, peran logika dalam membuat orang menjadi sukses hanya 4-6%, sedangkan 94-96% adalah tanggungjawab otak kanan yang banyak berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain.
Sedangkan tugas otak kiri adalah yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan. Adapun otak kanan bertanggungjawab dalam hal imajinasi, kreativitas, seni, music, inovasi, daya cipta, intuisi, otak bawah sadar, keikhlasan, kebahagiaan, spirit, keuletan, kejujuran, keindahan dan lain-lain. Selain diurusi oleh otak kiri, juga menjadi urusan otak kanan.
....Otak kanan dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer....
Dikatakan Arman, otak kanan, sesungguhnya dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Perlu diketahui, kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer, yang kalau dihitung deretan angka nol di belakangnya adalah sebanding dengan jarak antara bumi dan bulan 14 kali pulang pergi.
Lalu apa pentingnya imajinasi? Lebih jauh, Arman member contoh, Albert Einstein menemukan teori relativitas karena kekuatan imajinasinya. Kemudian sewaktu duduk di bangku sekolah, gurunya mengajari Einstein tentang kekuatan daya imajinasi. Salah satu rahasia kecerdsasan orang Yahudi adakah kekuatan imajinasi.
Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi bisa sukses, bukan karena ilmu finance yang mereka pelajari di Sorbonne Prancis, akan tetapi karena kemampuan daya imajinasi seorang Andrea kreatif meramu perjalanan hidupnya menjadi suatu cerita yang menarik, lalu ditulislah kedalam bentuk Novel Tetralogi Laskar Pelangi—sekarang menjadi novel berkelas dunia karena sudah dialihbahasakan ke dalam berbagai bahasa. Novelnya kemudian difilmkan dan sukses di pasaran.
Salah satu orang yang bisa membiayai untuk berwisata ke luar angkasa adalah pembuat game computer dari Amerika Serikat (AS), keahlian untuk merancang game komputer, tentunya membutuhkan kemampuan imajinasi yang tinggi. 
Bahkan orang terkaya di dunia, Billy Gates, pemilik Microsoft adalah seorang yang drop out dari perguruan tinggi. Tapi jangan ditanya soal tekad dan daya imajinasi yang tinggi, sehingga mampu mendirikan perusahaan Microsoft yang dibangun dengan modal tekad yang kuat.
Bahkan, Matshushitya Konoshuke, pemilik perusahaan elektronik Jepang “Panasonic” adalah mantan penjaga toko sepeda. Termasuk motivator sekaligus penulis buku terkenal Andri Wongso adalah anak dari keluarga miskin di Malang yang tidak tamat sekolah dasar, tapi karena keberaniannya bermimpi (daya imajinasi) akhirnya menjadi bintang film di Hongkong serta membuat kata-kata mutiara yang ditulis di kertas pembatas buku bernama Harvest. Itu artinya, cerdas saja tidak cukup, tapi diperlukan kreativitas dengan selalu mengasah imajinasi, dalam hal ini merangsang otak kanannya.
God Spot
Peneliti “Neuorolog” Michael Persinger di awal tahun 1990-an dan VS. Ramachandran bersama timnya di Universitas California. Barat pernah meneliti, adanya titik Tuhan (God Spot) dalam otak manusia. Ternyata, pusat spiritual yang terpasang ini terletak di antara hubungan-hubungan syaraf dalam cuping-cuping temporal otak. Melalui pengamatan terhadap otak dengan topografi emisi, positron, dan area-area syaraf tersebut akan bersinar manakala subjek penelitian diarahkan untuk mendiskusikan topic spiritual atau agama.
Menurut ahli syaraf, syaraf ini memiliki gejala yang unik, karena tidak teraliri oleh darah sepanjang hari, namun tidak mati. Syaraf ini butuh darah hanya 2-4 detik saja sebanyak 5 kali sehari. Syaraf ini diyakini sebagai chip atau modem yang ditanam oleh Allah ke dalam otak manusia agar mampu menerima hal-hal yang berhubungan dengan spiritual dan ilmu yang datangnya langsung dari Sang Pencipta melalui ilham.
Sebaliknya, apabila syaraf ini tidak aktif, maka orang tersebut sulit untuk menerima hal-hal yang berbau moral/etika, apalagi spiritual. Mungkin pula syaraf ini yang tidak aktif pada anak kita, sehingga sulit untuk membentuk karakter anak yang pada akhirnya nyaris gagal membangun karakter bangsa ini.
....Otak kanan memiliki kemampuan dalam hal rasa empati, kemampuan berkolaborasi dengan hati, dan kemampuan daya kreatif....
“Otak kanan memiliki kemampuan dalam hal rasa empati atau kepedulian yang tinggi. Otak kanan juga memiliki kemampuan berkolaborasi dengan hati, memiliki kemampuan daya kreatif dan seni yang tinggi. Keistimewaan otak kanan juga memiliki gelombang otak bersama gelombang alfa. Gelombang ini yang bisa merasakan keikhlasan, kebahagiaan, ketenangan, kekhusyukan, relaxi, hening, kepuasan, imajinatif dan seterusnya.
Praktisi pendidikan Djauharah Bawazir menambahkan, untuk memfungsikan otak kanan anak, perlu merubah metosde dan paradigm guru dan pendidikan kea rah pembelajaran yang lebih baik dan efesien. “Pendidik harus focus. Setelah merubah paradigma, lalu ditanamkan kesadaran, disiapkan mental berjuang dan pengorbanannya. Ingat, guru itu digugu dan ditiru,” kata Djauharah yang juga Dosen PGTK Bunyan.
Kata Djauharah, ketika paradigma diubah, maka seorang pendidik akan diikuti anak didiknya tanpa paksaan, disegani tapi dicintai, menjadi teladan, mengarahkan, membangun semangat, mengembangkan cita-cita, dan memotivasi. Ketika pola didik dilakukan secara maksimal, maka terbentuklah karakter manusia yang berilmu, bertakwa, ikhlas, santun, tanggungjawab dan sabar.
“Seorang pendidik ketika memberikan hukuman kepada anak didiknya, bukanlah pelampiasan kekesalan, tapi untuk kebaikan anak didiknya. Jangan buat anak susah, ketakutan, dan tertekan di kelas, sehingga menyebabkan anak tidak kreatif. Pendidik yang sukses adalah ketika anak didiknya selalu senang dan bersemangat pergi ke sekolah dan ingin sekali bertemu dengan gurunya,” tandas penulis buku Pendidikan Anak Usia Dini .


Bolehkah Meninggalkan Shalat Jum'at Hanya Karena Hujan dan Salju?


Oleh: Badrul Tamam
Shalat Jum’at merupakan kewajiban yang penting dalam Islam. Ia bagian dari syi’ar Islam yang sangat diagungkan. Bahkan secara khusus Allah menyeru kaum mukminin untuk bersemangat dan benar-benar memperhatikan ibadah setiap sepekan sekali ini. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kaum mukminin berkumpul untuk beribadah kepada Allah pada hari Jum’at dan benar-benar memperhatikannya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat marah terhadap orang-orang yang meremehkan shalat Jum’at. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  
لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ
Hendaknya suatu kaum merhenti dari meninggalkan shalat jum’at atau Allah akan menutup hati mereka kemudian menjadi bagian dari orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar)
Dalam Sunan Abi Dawud dan Nasai, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
Siapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at karena meremehkannya, pasti Allah menutup mati hatinya.
Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkehendak akan membakar rumah-rumah yang di dalamnya terdapat para lelaki yang meninggalkan shalat Jum’at. Beliau bersabda,
لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلًا يُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنْ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ
Sungguh aku berkeinginan menyuruh seseorang untuk shalat mengimami manusia kemudian aku membakar rumah-rumah para lelaki yang meninggalkan shalat Jum’at.” (HR. Muslim)
Imam Nawawi rahimahullaah menjelaskan dalam satu riwayat bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Isya’, dalam riwayat lain shalat Jum’at, dan dalam riwayat lainnya shalat secara mutlak. Semuanya shahih dan tidak saling menafikan. (Lihat: Syarah Muslim oleh Imam Nawawi: 5/153-154)
Hujan Deras, bolehkah tidak melaksanakan shalat Jum’at?
Dalam catatan Sirah Nabawiyah tidak ditemukan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan shalat Jum’at karena kondisi alam seperti hujan atau salju. Beliau pernah meninggalkan shalat Jum’at saat bersafar.
Sedangkan meninggalkan shalat Jum’at karena hujan yang deras, badai, atau musim salju yang sangat dingin yang membahayakan kaum muslimin dan sangat menyulitkan untuk pergi ke tempat shalat Jum’at, maka itu dibolehkan.
Sedangkan meninggalkan shalat Jum’at karena hujan yang deras, badai, atau musim salju yang sangat dingin yang membahayakan kaum muslimin dan sangat menyulitkan untuk pergi ke tempat shalat Jum’at, maka itu dibolehkan.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata kepada Mu’adzinnya di hari yang hujan,
إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلَا تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا قَالَ فَعَلَهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمْعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُحْرِجَكُمْ فَتَمْشُونَ فِي الطِّينِ وَالدَّحَضِ
“Apabila engkau mengucapkan  أشهد أن محمداً رسول الله (dalam adzan), jangan engkau ucapkan  حيَّ على الصلاة (Mari melaksanakan shalat), tapi ucapkanlah  صلوا في بيوتكم (shalatlah di rumah-rumah kalian). Maka seolah-olah manusia mengingkarinnya. Beliau (Ibnu Abbas) berkata: ”Hal itu dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (yakni Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), sesungguhnya shalat jum’at itu wajib dan aku tidak ingin menyuruh kalian keluar, sehingga kalian berjalan menuju masjid dengan kondisi jalan yang berlumpur dan licin.”
Imam Nawawi rahimahullaah berkata dalam Syarah Muslim, bahwa dalam hadits ini terdapat dalil gugurnya kewajiban Jum’at dengan udzur hujan dan semisalnya. Dan ini adalah pendapat madzhab kami dan pendapat madzhab yang lainnya. Sedangkan pendapat dari Imam Malik rahimahullaah berbeda dan Allah-lah yang lebih tahu mana yang benar.
Imam Nawawi rahimahullaah berkata dalam Syarah Muslim, bahwa dalam hadits ini terdapat dalil gugurnya kewajiban Jum’at dengan udzur hujan dan semisalnya.
Madzhab Hambali berpendapat bahwa salju termasuk udzur yang membolehkan untuk meninggalkan shalat Jum’at dan Jama’ah. Seperti yang disebutkan dalam Kasyf al-Qana’ (1/495), “Dan diberi udzur meninggalkan shalat Jum’at dan jama’ah . . . atau terganggu oleh hujan, lumpur, salju, hujan es, atau angin dingin pada malam yang gelap gulita. Berdasarkan perkataan Ibnu Umar, “Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanggil tukang adzan beliau pada malam yang dingin atau hujan dalam safar: Shallu fii rihalikum -shalatlah di tempat kalian masing-masing!- (Muttafaq ‘alaih). Ibnu Majah meriwayatkan dengan isnad shahih dan tidak mengatakan: dalam safar. Dan dalam Shahihain, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma: Bahwa beliau bersabda kepada mu’adzinnya saat malam yang hujan –Imam Muslim menambahkan: pada hari Jum’at-, . . . . (lalu menyebutkan hadits yang lalu). Dan salju, es dan kondisi yang sangat dingin termasuk di dalamnya.”
Maka dari ketetapan di atas, badai pada malam yang gelap juga termasuk udzur, karena keberadaannya kemungkinan besar diiringi hujan. Wallahu a’lam.
. . . badai pada malam yang gelap juga termasuk udzur, karena keberadaannya kemungkinan besar diiringi hujan.
Dan tidak diragukan lagi bahwa banyak orang yang tidak terganggu dengan adanya salju sehingga mereka masih berangkat ke tempat kerjanya dan memenuhi kebutuhannya. Maka bagi mereka, keberadaan salju tidaklah menjadi udzur bagi mereka untuk meninggalkan shalat Jum’at. Namun jika keberadaan salju itu benar-benar sangat mengganggu dan memberatkan mereka untuk sampai ke masjid, maka ia menjadi udzur. Wallahu Ta’ala a’lam.


Tips Agar Anak Patuh Pada Nasihat Orangtua


Dengan menjadi pendengar yang baik, akan membantu anak belajar lebih efektif lagi, memperhatikan tanda-tanda yang bisa membahayakan, bisa membina hubungan yang baik dengan guru dan menambah teman. Terdapat banyak strategi sederhana yang bisa dilakukan secara konsisten untuk mengajarkan anak memiliki kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, seperti dikutip dari Babycenter.

1. Dapatkan perhatiannya
Usahakan orang tua berjongkok dan biarkan anak berdiri agar posisi sejajar, sehingga orang tua bisa melihat mata anak dan mendapatkan perhatiannya. Anak akan mendengarkan lebih baik lagi jika orang tua duduk disampingnya saat sarapan dan membicarakan hal yang ingin disampaikan ke anak.

2. Jelas dan langsung pada inti
Pesan yang ingin disampaikan orang tua ke anaknya harus jelas, sederhana dan tidak otoriter. Anak akan merasa bosan jika orang tua selalu membahas hal yang sama berulang-ulang dan terlalu panjang, sehingga anak tidak menangkap maksud dari omongan orang tua.

Misalnya jika udara di luar sangat dingin cukup katakan "Saatnya menggunakan jaket, sayang", hal ini akan lebih efektif daripada menjelaskan "Udara di luar sangat dingin nanti bisa sakit, jadi ibu ingin kamu menggunakan jaket jika bepergian".

3. Lebih menekankan kata-kata
Pesan akan lebih tertangkap oleh anak jika lebih menekankan kata-kata yang digunakan, khususnya untuk menarik perhatian sang anak. Cara ini bisa ditambahkan dengan isyarat gerakan, isyarat visual dan bisa juga dengan mempraktikkannya langsung di depan sang anak.

4. Berikan peringatan
Berikan anak beberapa peringatan tentang apa yang harus dilakukannya, khususnya saat anak bermain dengan mainan atau temannya. Tapi bukan dengan cara membentak atau menggunakan suara yang keras.

5. Memberikan contoh
Anak akan menjadi pendengar yang baik jika dirinya melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika anak sering melihat orang tua melakukannya, maka ketika sang anak diberi tahu oleh orang tua mengenai hal tersebut anak akan mendengarkannya. Lihatlah sang anak jika sedang berbicara dengannya dan meresponsnya secara sopan, biarkan anak berbicara hingga selesai dan jangan pernah berjalan atau berbalik badan saat sang anak sedang berbicara.

6. Motivasilah sang anak
Beberapa anak akan memberikan respons yang baik, jika orang tua melakukannya dengan sedikit hal yang menyenangkan (humor). Misalnya bisa dengan suara yang lucu atau melalui lagu yang kata-katanya diganti dengan pesan yang ingin disampaikan.
Dengan menggunakan cara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang saat berbicara akan membuat anak mendengarkan kata-kata orang tuanya. Karena anak akan merasa bahwa orang tua mencintainya dan menganggapnya seseorang yang spesial, sehingga anak akan termotivasi melakukan yang terbaik untuk orang tuanya.


http://www.voa-islam.com/muslimah/pendidikan/2011/01/22/12913/tips-agar-anak-patuh-pada-nasihat-orangtua/

Belajar Dari Peserta Workshop


Selama semester akhir tahun 2010 Komunitas Bisa! dan Asma Nadia Workshop mengadakan setidaknya 12 workshop (4 workshop menulis, 3 workshop menulis anak, 2 workshop menulis di Bandung, 1 workshop menulis di Surabaya, 1 workshop parenting di Jakarta, 1 workshop menulis buku di Jakarta, dan 1 workshop No Excuse).
Dari penyelenggaraan workshop tersebut kami banyak belajar tentang Excuse dan No Excuse!
Tempatnya jauh!
Ini excuse yang cukup sering kami dengar.
Yang parah ada yang bilang:
"Kapan nih workshop di Bekasi" atau "Kapan nih workshop di Bogor",padahal kita menyelenggarakannya di Jakarta yang cuma 1,5 jam atau dua jam dari Bogor atau Bekasi,
dan hampir setiap hari 1,5 juta orang dari Bogor atau Bekasi pergi ke Jakarta untuk bekerja.
Jadi bukan masalah jarak, tapi seberapa besar keinginan kita dan seberapa besar kita mau berkorban.
Buat beberapa orang, alasan terlalu jauh tidak lain hanya excuse yang terselimuti jarak.
Ketika kami mengadakan workshop di Surabaya ada seorang dokter yang datang khusus dari Banjarmasin,
datang pagi pulang malam hari kembali ke Banjarmasin.
Workshop di Jakarta pun ada peserta dari Pontianak, Semarang, Sukabumi, bahkan dari Papua dan Hong Kong.
Ada yang sengaja datang khusus untuk workshop dan ada yang mengatur acara lain agar perjalanannya effektif.
Bahkan ada Galuh Ayu, yang karena keterbatasannya duduk di kursi roda, tapi ia mau menempuh perjalanan 18 jam dari Semarang untuk ikut workshop dan ini merupakan perjalanan jauh pertamanya tanpa didampingi orang tua.
Alhamdulillah ia merasa dapat sesuatu dari workshop yang diikutinya. Baginya kelelahannya lunas terbayar.
Dari mereka saya belajar No Excuse! atas alasan jarak.
Bagaimanapun mereka mencari cara untuk bisa mendapat yang mereka inginkan.
Tentu saja kami juga tidak berharap peserta memaksakan pergi jauh-jauh datang, bahkan kami juga sedang mengatur workshop online tapi sedang mencari cara terbaik.
Tapi sementara ini kami fokus di Jabotabek dan di daerah yang mau membentuk panitia lokal.
Saya sibuk! Tidak ada waktu!
Rutinitas dan kesibukan juga alasan yang sering diungkap
"Saya mau ikut tapi Sabtu - Minggu harus istirahat!"
"Wah jadwal saya padat"
"Wah tiap hari Sabtu - Minggu anak saya kursus"Padahal justru salah satu tujuan workshop misalnya menulis atau no excuse! adalah membuka kesempatan atau kemungkinan pada kita untuk punya alternatif baru (penghasilan menulis atau income baru) yang mungkin pada akhirnya bisa membebaskan kita dari rutinitas yang mengikat.
Ini mungkin bisa jadi teladan. Ada peserta workshop anak yang kedua orang tuanya sibuk bekerja tapi ingin anaknya ikut workshop. Mereka tidak ada orang lain yang bisa menjaga anaknya. Maka kedua orang tua itu membagi tugas. Ayah mengantar, ibu menjemput dan keduanya memastikan secara detail kepada panitia tentang kebutuhan dan keamanan anaknya selama workshop ketika mereka tidak ada.
Yang dilakukan kedua orang tua itu adalah mengorganisir diri mereka agar bisa mencapai apa yang mereka inginkan tercapai dengan keterbatasan (waktu) yang ada. Itu semangat No Excuse!
Anak saya tidak mau!
Ini alasan yang biasa disampaikan orang tua yang ingin anaknya ikut workshop menulis, tapi anaknya tidak mau ikut. Padahal anak itu suka menulis dan bakat menulis tapi karena satu dan lain hal tidak mau ikut.
Buat orang tua yang tahu itu penting pagi anak, mereka berusaha mempersuasi atau membujuk anak untuk ikut.
Banyak peserta yang awalnya datang tidak tahu apa isi workshop anak, tapi begitu mereka melihat acaranya fun mereka langsung terlibat dan akhirnya berkarya.
Bahkan ada satu peserta yang datang ke workshop 'setengah dipaksa orangtuanya' kini sudah menghasilkan satu buku dan jadi penulis cilik. Dia adalah Diandra penulis buku "School Girls" yang disambut luar biasa.
Jadi bagaiamana trik orang tua membujuk anak.
Saya tidak punya uang!
Ini excuse paling banyak diungkap hampir semua orang, untuk banyak hal.
Dulu sebelum saya membuat buku No Excuse! saya juga merasa alasan ini wajar.
Karena itu dulu kami sering juga memberi fasilitas gratis pada mahasiswa yang tidak punya uang.
Kami pernah memberi 5 tiket gratis pada mereka yang suka menulis tapi tidak punya uang.
Hasilnya? Tidak satupun yang datang. Kenapa? Karena mereka tidak mengorbankan apapun.
Dari situ kita belajar " Semakin besar pengorbanan semakin besar penghargaan"
Karena itu dalam workshop kami selalu tekankan:
"Jangan sia-siakan uang yang kamu bayar, anggap itu yang besar sekali, sehingga kita jadikan workshop ini bermanfaat".
Lalu bagaimana yang benar-benar tidak punya uang tapi bersemangat?
Saya juga tetap memberi kesempatan.
Ketika ada yang bilang "saya tidak punya uang"
Saya bilang "Saya punya buku bagus buat dijual, kalau kamu jual saya kasih diskon besar. Saya juga kasih diskon untuk workshopnya. Jadi jual sepuluh buku saja cukup untuk ikut workshop, bagaimana"
Ada yang bilang "OK, saya coba". Nah buat yang seperti ini saya mau ambil resiko mengirim buku ke rumahnya tanpa uang muka.
Tapi ada juga yang bilang "Wah saya gak biasa jualan." Nah buat yang ini, saya percaya dia baru saja mengeluarkan excuse keduanya. Nanti kalau saya tawarkan lagi akan ada excuse ketiga keempat dan kelima.
Dulu ada peserta workshop seorang supir. Dia tanpa banyak excuse menyisihkan tabungannya ikut workshop.
Sekarang dia menjadi netter ulung, bukunya dalam proses penerbitan, dan juga jadi pembicara yang menarik.
Karena kita tertarik kepribadiannya, dia direkrut dalam tim inti Asma Nadia Publishing.
Dia adalah Dedi Padiku yang saat ini menjadi admin online Asma Nadia.
Contoh excuse di atas tidak hanya di workshop, tapi dalam hal apapun dalam kesempatan apapun, selama kita masih tunduk pada excuse maka kita tidak akan mencapai yang kita inginkan.
Intinya
Ketahui apa yang kamu inginkan. Jadikan itu impianmu. Raih impian tersebut, dengan apapun yang kita punya. #No Excuse!


Dimana Cinta dan Sayang Itu ( ? )


 Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================

Jika hidup didunia tidak berguna
Kematian memang lebih pantas bagi manusia
Kasih sayang diatas dunia ini hanya setipis embun pagi
Cinta yg benar jarang ditemui

Semua orang bisa mencintai dan menyayangi seseorang
Tapi, tidak semua orang bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari sesorang
( Bastian Tito )
---------------------------
Hmmmm...sepintas penggalan kutipan kata2 diatas begitu dahsyat yach..?? Sahabat tahu siapa Bastian Tito sang penulis puisi diatas? Yaa..beliau adalah penulis cerita silat fiksi serial Wiro Sableng yang sangat melegenda itu. Bagi pecinta cerita novel wiro sableng pasti tahu siapa bastian tito. Kebetulan kutipan puisi diatas icha temui di sampul belakang salah satu novelnya yg tanpa sengaja terbaca olehku waktu melihat tumpukan novel dimeja milik seorang teman.
Tapi bukan soal Bastian Tito yang ingin aku sampaikan disini, tapi tentang puisinya yang dahsyat tersebut. Kita akan menganalisanya lebih jauh melalui sudut pandang islam.
Jika hidup didunia tidak berguna
Kematian memang lebih pantas bagi manusia
Kasih sayang diatas dunia ini hanya setipis embun pagi
Cinta yg benar jarang ditemui
Sepintas kata2 tersebut adalah BENAR, sebuah sindiran yg terkesan halus dan menusuk. Itu jika kita pikirkan dari sudut pandang secara umum. Tapi jika kita pandang dari sudut pandang islam akan kita temui kesalahannya.  
Apa kesalahannya...???
Benarkah Allah menciptakan manusia didunia ini tidak berguna hingga kita pantas untuk mati? MATI memang hal yg pasti. Tapi apakah kita diciptakan didunia ini tidak berguna? Ketahuilah bahwa orang jahat dan penjahatpun berguna di dunia ini, yaitu agar bisa dijadikan pelajaran bagi manusia lain bahwa menjadi orang jahat atau orang baik itu adalah pilihan.
Kemudian kalimat “Kasih sayang diatas dunia ini hanya setipis embun pagi,
Cinta yg benar jarang ditemui”.
Benarkah demikian..? jika kasih sayang dan cinta sudah tidak ada dibumi ini, lalu kemanakah selama ini CINTA yg diberikan oleh Allah Sang Pemberi Cinta?? Jika benar ‘cinta yang benar’ itu jarang ditemui, lalu kemanakah asma Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahiim yang begitu agung?? Padahal cinta itu begitu nyata dan dekat kepada kita.
 Sahabatku...
Allah memberkati kita semuanya dalam Rahmat Kasih dan SayangNya……..
Jika tidak ada Rahmat-Nya maka tidak lah kita bisa bernafas hari ini untuk saling mencari pengetahuan Ilmu di dalam Ilmu Allah Ta’ala yang tiada batasnya….
Sungguh…… kesadaran itu sangat….sangat…sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada yang Allah?
Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….
Saudaraku……… Sahabatku……….Kawanku……….
ketahuilah oleh kita semua..., bahwa kasih sayang diatas dunia ini benar2 ada, bukan setipis embun pagi. Bahwa cinta yg benar itu juga ada didunia ini. Lalu dimana kasih sayang dan cinta itu benar2 ada..? yaitu didalam kesadaran kita menghayati kenikmatan Allah. Dan bahwa Allah Swt itu sangatlah nyata senyatanya….. dengan apa kita melihat Allah itu ada dan kasih sayangNya juga nyata..?
Yaitu melalui kenyataan yang sudah dinyatakan-Nya atas kita berupa kenikmatan.
Ketahuilah bahwa apa saja yang ada pada diri kita semuanya itu adalah nikmat Allah. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, Zahir maupun Batin, Ruh dan Jasad, luar maupun dalam, atas maupun bawah, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya adalah Nikmat Allah Swt. Meliputi bulu, kulit, darah, daging, tulang, otak, sumsum, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengrasa, nyawa, jalal, jamal,qohar dan kamal segalanya tidak ada yang ada selain Nikmat Allah yang menunjukkan Allah Swt sangat….sangat…sangat…. dekat sekali dengan diri kita.
Jika kesadaran itu tertanam pada relung jiwa yang paling dalam bahwa apa saja yang ada pada diri kita ini senantiasa di liputi oleh Allah dengan dinyatakan-Nya melalui Nikmat-nikmat-Nya tadi maka kemudian sadarilah lagi bahwa setiap waktu bahkan setiap detik pun dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam tidak ada yang ada melainkan semuanya senantiasa dalam rahmat dan Kasih Sayang Allah.
Itulah yang membuktikan bahwa Allah itu senantiasa memperhatikan Hamba-Nya…….
Siapakah yang mengatur Jantung sehingga berdetak?
Siapakah yang mengatur nafas sehingga bisa naik dan turun?
Siapakah yang mengatur darah sehingga mengalir keseluruh Tubuh?
Siapakah yang mengatur kedipan Mata sehingga senantiasa berkedip?
semuanya itu Allah lah sang Maha Pengatur….. Allah lah sang Maha Pemelihara….. yang senantiasa mengawasi akan Hamba-Nya
Jika kesadaran itu telah melekat pada diri sebagaimana yang sudah di paparkan oleh Allah disini melalui tulisan ini, maka itulah yang dikatakan mereka yang senantiasa ingat akan Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring, bahkan bukan hanya itu saja… mereka itu senantiasa ingat kepada Allah baik dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap waktu setiap detik 24 jam sehari semalam baik di sadari maupun tak disadari baik diketahui maupun tidak di ketahui dirasakan maupun tidak dirasakan…. kuncinya ada pada “KESADARAN”.
Karena kesadaran itulah yang akan merubah seseorang menjadi baik dan terlebih baik lagi. dan itulah sebenar2nya Zikir Khofi/Sir yaitu Ingat Allah secara sirr/Rahasia/Halus yaitu ingat kepada Allah dengan tumbuhnya kesadaran jiwa. Bahwa tidak ada yang ada pada diri semuanya adalah Nikmat Allah sebagai bukti nyata, bahwa Allah meliputi diri. Wa Fii Anfusikum Afala Tub’siruun (Dan Pada diri kamu…….. mengapa engkau tidak memperhatikannya)
Dan kesadaran itulah yang akan membawa dirinya menjadi semakin dekat dan cinta kepada Allah yang senatiasa memperhatikannya di setiap waktunya.
Bergembiralah bersama Allah melalui Nikmat-Nya yang ada padamu…………
Tersenyumlah selalu bersama Allah melalui Rahmat Kasih Sayang-Nya yang meliputi dirimu disetiap waktu….
Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu tersenyum dan bahagia…. dan tentunya tidak ada lagi rasa kehawatiran dan ketakutan…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Allah beserta ia diamanpun ia berada.
Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu gembira dan bersyukur…. dan tentunya tidak ada lagi rasa duka dan sedih…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Rahmat Kasih Sayang Allah senantiasa meliputi dirinya di setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam baik dalam keadaan jaga maupun tidur, berdiri, duduk , berbaring.
Wahai saudaraku……Sahabatku…..Kawanku…..
Pahamilah…… dan renungkanlah serta sadarilah…..apa yang  terurai disini, karena sesungguhnya bukanlah icha yang mengutarakan karena diri ini tiada daya tiada upaya, fakir dan hina juga tidak ada memiliki ilmu. Semua yang telah di paparkan di sini itu semua datang dari Allah Swt kepada kita semuanya… karena Kasih Sayang-Nya kepada Kita.
Subhanallah…..Subhanallah….Subhanallahil ‘Adziiim
Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.

Allah memberkati kita semua di dalam Rahmat Kasih dan Sayang-Nya serta Ridho-Nya….
Kesadaran….. Ya….. Kesadaran…….jadilah orang2 yang sadar akan kesadaran….. itulah orang yang mengenal akan Allah dengan sebenar2nya.
------*****------*****-------
Hihihi..kayaknya ada yg aneh dgn diriku hari ini. Tumben diriku bisa nulis begini serius, biasanya nulisnya biyayakan dan cengengesan. Kenapa kali ini serius banget..? yang jelas bukan karena icha salah minum obat yak,tapi hasil dari muhasabah diri..hoho ^.^

Barakalllahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wasalamualaikum en' alhamdulillah..^.^


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-dimana-cinta-dan-sayang-itu-/189311894430799

NIKAH YUK..!!!


Assalamu’alaikum wr wb

My Friends, berapa usia antum sekarang ? 18, 19, 20, 21…? Di usia tersebut apakah antum sudah merasakan berdebar-debar gak karuan ketika dapat salam dari si fulan atau fulanah? sehingga diam-diam antum cari informasi tentang dia. Atau apakah para ikhwan sering terpukau ketika melihat akhwat berjilbab lebar dengan segudang prestasi.
 Atau juga apakah para akhwat diam-diam suka melirik atau bahkan membicarakan dengan sesama teman di kamar kost (ehm… ehm tentang seorang ikhwan yang )?bla… bla… Hayoooo…… ngaku nggak ?! (maksa banget sih ! Afwan…
By the way… itu semua adalah wajar my Friends ( ??? )
maksudnya tentang ketertarikan pada lawan jenis. Bahkan yang mengaku nggak pacaran pun nggak bisa terhindar dari hal ini,sekedar berdebar-debar ketika ketemu dll. Tapi apakah dengan mengatas namakan ‘kewajaran’ tersebut lantas kita menyerah begitu saja ketika keadaan tersebut mulai membuat ibadah kita terganggu.
Ada memang sebagian akhwat –beberapa temen ana- bilang kalo mereka sebenernya nggak pingin mengotori hati dengan berpacaran. Tapi kenyataannya mereka merespon ketika seorang ikhwan (baca: cowo)
menunjukkan ‘sinyal’. Bahkan ada nih lagi-lagi teman ana (seorang akhwat dengan jilbab lebarnya)- dengan berdalih dakwah dan bahwa dia bisa menjaga diri, memutuskan untuk pacaran sama seorang cowok (bukan ikhwan). Kepada ‘cowoknya’ tersebut dia memberikan batasan bahwa nggak ada jalan berdua-duaan, nggak ada apel-apelan, nggak ada pegang-pegangan dan berdua-duaan yang lainnya.
Tapi kenyataannya bagaimana ana menyaksikan teman ana tersebut setiap pagi membuatkan sarapan buat cowoknya (iya…!! Bikin sarapan, my friends !! kaya udah jadi suaminya aja ya) membuat ana berkesimpulan lain. Dia bukan hendak berdakwah, tapi ingin memanipulasi bagaimana pacarannya agar terkesan ‘islami’. Emang bener sih si cowok jadi agak-agak serius beribadah gitu, tapi kan niatnya jadi terkontaminasi.
Dari situ ana berkesimpulan bahwa nggak ada pacaran yang islami.
Trus gimana seeeh… masa nggak boleh punya perasaan cinta sama lawan jenis ? nah, kembali seperti yang sudah ana katakan di atas tadi. Semuanya wajar.
Tapi adalah sangat baik kalau kita bisa memenej bagaimana perasaan cinta tersebut bisa menjadi lebih indah dan halal.
Caranya ? tepat seperti yang sudah ana jadikan judul topic ini.
Nikah…
Gubrakk !! nikah ? “belum siap ching !!” kata seorang teman, “ntar aja lah… nanggung, masih kuliah”, kata yang lain, ”wah… ntar jadi repot ngurus keluarga dong”. Whuaa… hari gini gitu lho !! masa sih belum berani juga. (deuuu… gaya lo, ching… lo sendiri berani nggak,?) hehehe…kena )
kalo nurutin belum siap, ya nggak bakal?deh (kata seoran temen pernah siap.
Khususnya buat antum yang aktivis dakwah, nikah menjadi sangat membantu. Ketika antum kehabisan ide, ada si dia di sisi kita yang siap menyumbangkan ide-idenya. Ketika antum lelah, si dia siap mijitin , ketika antum merasa sedih, si dia bisa jadi teman yang menghibur hati.
Ketika butuh buat sekedar curhat, dia siap dengerin… dan ketika-ketika lain yang sungguh sangat indah untuk dijalani.
Dan yang terpenting, semua-muanya halal my friend’s !!! gimana, asyik kan?
Wah… itu kan emang buat yang udah siap nikah ching, udah cukup umur Okelah… kalau itu merupakan alasan utama.
Tapi sekarang coba diingat baik-baik. Apakah my friends pernah merasa kesepian dan butuh banget seseorang buat berbagi ? atau apakah my friends sekali-kali pernah merenung (baca: melamun) tentang seorang akhwat/ ikhwan yang tadi siang nggak sengaja ketemu di koridor kampus ?
nah… itu tuh tandanya bahwa antum udah mulai siap membangun sebuah rumah tangga.
masa sich……,,,, apalagi jika antum sudah memasuki usia baligh (udah lewat kaleee, secara biologis antum udah siap banget. Nah… tunggu apa lagi ?


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/nikah-yuk/187525341267122

Kepuasan Di Kerikil Jalan


Banyak orang mengatakan bahwa kepuasan itu terkait dengan tercapainya keinginan.

Bila demikian adanya, maka tentu lebih banyak orang terbelenggu dalam belitan ketidakpuasan. Lihatlah, sebelas pemain bola membutuhkan berjam-jam latihan hanya untuk sekian menit pertandingan.
Bahkan ketika sebuah goal tercipta, mereka harus segera kembali berlaga. Kepuasan itu hanya sempat dirayakan tak lebih dari beberapa detik saja. Apakah sebelum goal kemenangan tercipta sebelas pemain itu dalam keadaan tertekan, dan penuh ketidakpuasan?
Kepuasan tidak harus tergantung pada berhasil atau gagalnya tujuan. Kepuasan adalah soal hati yang ada di dalam, bukan panas teriknya matahari di luar. Kepuasan adalah soal bagaimana kita bisa menerima yang terjadi ini apa adanya. Bila kita paham bahwa berjalan menuju tujuan adalah tujuan juga, maka kepuasan akan kita temukan di setiap lubang dan kerikil jalan kita.
Terima Kasih teman teman semua atas konstribusi nya,,,suport kalian menjadi semangat untuk saya,,,
Mari kita jalin silaturahim ,,,silahkan add FB saya : Rully Varadita,,sekali lagi terima kasih banyak..


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/kepuasan-di-kerikil-jalan/187428594610130

Ikuti Arah Langkahmu…


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jika tidak tahu kemana melangkah… Jangan ragu2 untuk bertanya.
Banyak sekali mereka yang bisa kita tanya, hanya saja terkadang kita malu bertanya, makanya sesat di jalan deh…
Bila yg ditanya tidak tahu jawabnya yah jangan di paksa…. karena mungkin orang itu tidak tahu jalan juga, hahahhaa… atau terkadang dia juga merasa salah jalan hehehehee…


Lalu bagaimana dong? Melangkahlah sesuai dgn suara hatimu
karena terkadang suara hati kita bisa saja benar.. terus suara hati yang bagaimana dong yang benar? suara hati yang kadang bertentangan dengan keinginanmu, kadang ia tidak mengikuti arus ke’ego’anmu… caranya sebelum melangkah tenangkan diri dulu… dan dengarkan baik2 pertentangan yang ada di dalam dirimu… ikuti ‘pesan’ yang baik saja deh… walalu kadang tidak sesuai dengan keinginanmu..
… Bila suara hatimu menunjukan jalan yg salah…, wow jgn pernah ragu tuk kembali… dan lebih baik kembali dari pada semakin tersesat kau menuju jalan yang tidak jelas…
Dan jangan ragu untuk memulai perjalanan dgn rute yg baru.
Bila kau telah mengerti langkah dan arah perjalananmu, disana baru kau dapat menghargai proses panjang dan pengorbanannya…
segala sesuatu tidak ada yang tidak baik, walau harus berjalan memutar sedikit tetapi aman, selamat sampai tujuan. dari pada jalan motong ternyata di tengah jalan kecelakaan… mana ada yang tahu?
Hargailah setiap proses panjang perjalanan hidupmu… maka disana kau akan temui, bahwa KAU TIDAK BERJALAN SENDIRI….
semua selalu mendukungmu dan berjalan bersamamu.. walau dalam setiap persimpangan kau akan berpisah, tetapi di persimpangan itu pula kau temui teman perjalananmu yang baru… demikian seterusnya…
berjalan lurusss akhirnya pun kembali, seperti colombus yang telah membuktikan bahwa bumi itu BULAT…..
Bila RKI bermanfaat silakan sarankan teman anda untuk bergabung, bila artikel ini sangat berguna silakan share atau bagikan di Wall FB anda.... Semoga RKI bisa menjadi penerang dan media buat kita semua yang haus akan ilmu...
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/ikuti-arah-langkahmu/10150123816221042

Rabu, 09 Februari 2011

Sahabat dalam Perjalanan Hidup Kita


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Berbagai proses perjalanan hidup yang kita alami. Tentunya sahabat-sahabat dalam perjalanan hidup juga ada yang datang dan ada yang pergi. Tidak selamanya dapat selalu bersama.
Saat berjalan bersama dalam jalan yang mulus, memang banyak yang merasakan indahnya hidup bila diisi dengan keceriaan dan kebersamaan dengan mereka yang disayangi. Walau dalam perjalanan terdapat sedikit gangguan, namun semua itu bukanlah menjadi masalah selama bisa berkumpul jalan bareng sama-sama, adalah hal yang menyenangkan bagi sebagaian orang, tetapi ada juga yang tidak suka keramaian dan kebersamaan merupakan sedikit ‘gangguan’ bagi sebagaian orang lainnya. Memang masing-masing memiliki karakter yang berbeda, tetapi bila dicermati intinya sama: “tiada orang yang senang kesepian”.
Bagi orang yang senang menyendiri sekalipun, tanya pada mereka apakah mereka tidak kesepian? Jawabannya pasti iya, namum mengapa tidak mau pergi bersama-sama? karena mungkin belum bertemu dengan teman seperjalanan yang cocok, bila sudah bertemu… wah dijamin nga akan kesepian lagi.
Nah bila saatnya kita harus berjalan di pematang sawah atau di pinggir pembatas empang, tidak lagi bisa berjalan bersama-sama bergerombolan, karena masing-masing orang harus berbaris dan memperhatikan langkah kakinya sendiri-sendiri, atau bisa-bisa terperosok ke sawah atau nyebur ke empang. Tetapi bagaimanapun juga keramaian tetap menghiasi suasana sepanjangn jalan itu, suara-suara saling mendukung maupun canda tawa terlihat dalam keceriaan yang dirasakan karena kebersamaan dalam barisan tetap yang harus berjalan dengan hati-hati. Yang belakang melihat yang depan, yang depan tetap berjalan lurus ke depan tetapi karena kepedulian sewaktu-waktu melihat juga ke belakang, khawatir bila ada teman yang tertinggal jauh di belakang. Inilah sebuah kebersamaan.
Jalan setapak juga banyak kita temui dalam perjalanan kehidupan kita, saat kita harus memperhatikan diri sendiri, kita juga saling mendukung dan membantu teman-teman yang lainnya, agar tidak tertinggal dan terus dapat bersama.
Namanya Perjalanan pasti ada persimpangan, nah disanalah hukum perubahan itu berlaku, tidak selamanya teman-teman kita terus dalam satu jalan yang sama, karena sejak lahir tujuan kita masing-masing berbeda. Sama hanya karena kondisi dan keadaan yang mendukung. Berbeda karena capat atau lambat akan dihadapkan pada persimpangan.
Dimana kita masing-masing harus melanjutkan langkah kaki sesuai dengan arah dan tujuannya. Tidak mungkin kita selalu bersama-sama terus, dan memaksakan kehendak bagi semua teman-teman untuk mengikuti arah dan langkah kaki kita.
Disinilah dibutuhkan kebijaksanaan dalam berpikir dan melihat sesuatunya. Kadang kebersamaan menimbulkan perasaan nyaman dan menjadi keterikatan yang akhirnya menjadi sumber kemelekatan. tiada yang rela untuk berpisah. Semua kenangan indah selama bersama akan menjadi tali dan belenggu yang tidak rela untuk diputuskan.
Berbeda halnya bila berjalan dengan orang yang dibenci atau tidak disukai, saat dipersimpangan doa terbesar kita adalah semoga mereka mengambil jalan yang berbeda atau jalan lain. Saat mereka memilih jalan yang berbeda puji dan syukur terucap dari dalam hati kita, begitu senangnya kita karena sepanjang perjalanan penuh dengan kenangan buruk yang hanya menyakitkan hati saja. Padahal harus direnungi juga tidak sedikit juga kenangan indah dan pengalaman berharga yang didapatkan saat berjalan bersama dengan orang yang tidak sehati dengan kita.
Tetapi anehnya dari kebanyakan kasus yang ada, entah mengapa dan bagaimana mereka yang tidak sehati ternyata terus selalu mengiringi langkah kaki kita… nah inilah yang disebut sumber penderitaan baru dalam proses perjalanan selanjutnya.
Bila direnungi lebih dalam lagi, hal ini juga bukan sesuatu yang negatif, karena mereka semualah kita dapat belajar kesabaran, belajar lebih tegar dan lebih semangat lagi, belajar untuk memaafkan, belajar untuk mengasihi dan belajar untuk bertambah bijaksana.
Selamat menikmati perjalanan hidup kita, arah dan tujuan mana yang akan ditempuh semua adalah pilihan hidup kita, harus dijalani dengan suka cita. Saat bersama, rasakan kebersamaan itu, saat berpisah juga jangan menyesal dan jangan bersedih, karena semua itu hanya sementara, ada perpisahan maka akan ada pertemuan kembali di persimpangan jalan berikutnya bila ada waktu, dan ikatan jodoh yang kuat.
Jadikan sahabat sebagai penyemangatmu, Dan yang luar biasa adalah jadikan musuhmu sebagai sahabatmu. Karena tidak selamanya orang yang memusuhi kita akan selamanya menjadi musuh dalam hidup. Dan Semoga semua yang menjadi sahabat kita akan selalu menjadi sahabat. Itulah hal yang terindah dalam hidup.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/sahabat-dalam-perjalanan-hidup-kita/10150123812481042

Suamiku, Kekasih Terbaikku


Suamiku,kekasih yang selalu setia bersamaku. . . . .
Kekasih yang senantiasa mendampingiku dalam setiap waktu dan situasi. . . .
Kekasih yang senantiasa membimbingku. . . .
Ya dialah suamiku,kekasih terbaikku. . . . .
 ___________________
Tak pernah sedikitpun ia berniat meninggalkan aku dan mencari wanita lain saat aku tak bisa memberikan keturunan padanya. Tepatnya 6 tahun yang lalu,saat aku tengah mengandung dengan usia kandungan yang menginjak 7 bulan. Aku mengalami keguguran dan pendarahan yang hebat sehingga dengan terpaksa dokter memutuskan mengangkat rahimku demi keselamatan nyawaku.
Saat itulah aku merasa aku bukanlah wanita yang sempurna karena aku tak bisa memberikan keturunan pada suamiku. . . .
Bukanlah waktu yang singkat bagi kami untuk menjalani hari-hari sepi tanpa hadirnya seorang buah cinta yang selalu dinanti oleh pasangan suami istri pada umumnya.
Kehampaan kadang menghampiri tapi suamiku seakan tahu isi hatiku.Ia sering mengajakku mengunjungi panti asuhan.Dimana banyak anak-anak kecil yang bisa menghilangkan kerinduanku pada sosok seorang anak.
Malam itu aku mencoba menyampaikan apa yang ada dalam hatiku padanya.
"yah,tidakkah ayah mencari ibu bagi anak-anak ayah. . .?",tanyaku.
Sejenak ia terdiam,lalu menatapku dengan senyum yang menghias wajahnya. . . .
"bunda,cukup bagi ayah menjadikan bunda pasangan hidup ayah baik didunia maupun diakherat kelak,insya'Allah.Ayahpun tak ingin melukai hatimu bunda",jawabnya dengan penuh kasih.
"tapi ayah,sungguh bunda ikhlas jika ayah mencari seseorang wanita yang bisa memberikan keturunan pada ayah"jawabku lirih.
"bunda,ayah bersyukur Allah telah mengaruniakan ayah istri sholehah seperti bunda.
Seorang istri yang senantiasa membangunkan ayah disepertiga malam terakhir,
seorang istri yang selalu mencuci kaki ayah,
seorang istri yang patuh,dan menerima ayah apa adanya,
seorang istri yang senantiasa memperlihatkan senyumnya pada ayah. . .
Itu semua sudah cukup bagi ayah. ."
subhanallah,tanpa kusadari butiran bening itu mengalir mendengar apa yang diucapkan olehnya. . . .
"bunda,ayahpun tak ingin mengingkari janji yang pernah ayah ikhrarkan saat hari kita dihalal dulu,pun belum tentu ada wanita sepertimu dizaman sekarang ini,dan ayah adalah lelaki yang beruntung bisa memiliki istri sepertimu. . .
Tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah pemberian iman kecuali wanita yang sholehah"
ku tatap lekat wajahnya,ketulusan dan kasih sayang yang begitu tampak diwajahnya,
akupun memeluknya dengan tangisku yang tak tertahankan. . . .
"ayah,terima kasih atas segala yang telah ayah berikan pada bunda",ucapku diiringi isak tangis.
"itu sudah menjadi kewajibanku bunda,
aku akan setia mendampingimu,
menjadi perisai bagimu,
menjadi penentram bagi jiwamu. . . ."
subhanallah ,betapa Maha Besarnya Engkau telah megaruniakan aku pasangan yang membuat hidupku menjadi sempurna. . . .
Nikmat mana lagi yang harus aku dustakan?
Mungkin Engkau tidak menitipkan malaikat kecil-MU padaku,tapi sungguh aku bersyukur Engkau telah menitipkan seseorang kekasih yang begitu mencintaiku,seseorang yang memberiku kesempatan untuk meraih surga-Mu. . . . . . . . .


http://www.facebook.com/note.php?note_id=161837833863806&id=121578381245953&ref=mf

Ketika Allah Memilihmu Untukku…


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’..

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya..
Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta’ala..

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah. .
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu’ alaihi wa Sallam bersabda : “Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Ahmad dan Thabrani)


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/ketika-allah-memilihmu-untukku/10150123551406042

Apa Kabar Hati?


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kuterjaga di temani pusing yang lumayan, entah karena apa? mungkin beragam fikiran yang mengaduk kepala-ku atau penyakit bulanan yang biasa menyerang, maka kali ini aku sukses dengan cemberut-ku.
tidak biasanya masih terjaga di angka 11 malam ini.
Ya sudahlah, ku coba merenungi mentafakuri hati yang kian larut dalam kelalaian ini, mengingat hati adalah organ yang paling penting dalam penentuan sikap dan perbuatan, maka ku tengoklah bagian itu. Hati.
Bagaimana kabarmu wahai hati?
telah jernihkah permukaanmu dengan segala taujih yang di lakukan indera pendengaran-mu?
Ya Allah, ternyata ia buram karena hal itu tak layak untuk di dengar, pujian yang tak pantas di terima hanya karena tangan yang berlaku biasa, tidak-kah itu sebuah kewajiban? mengapa kian terlena dan mengawang hanya dengan sebutan ‘rajin’ dan ‘aktif’
ku tengok kembali sang hati, bagaimana bau-nya? apakah seharum kesturi yang senantiasa mewangi?
 inna lillah… dia tak ubahnya daging busuk berlalat yang sudah berlendir dan berulat,,, apakah tangan kaki dan mulutmu hanya bergerak ketika ada sesosok saja yang melihat kemurahan hati-mu??
tidak-kah merasa bahwa Allah yang selalu melihat.?
lalu,
ku sapa lagi sang hati, apakah kau setenang danau yang di naungi kedamaian??
astaghfirullah, tak ubahnya hati ini seperti onggokan darah busuk yang selalu menggejolak karena nafsu dan keinginan duniawi,,,
aku kemudian tertegun, meratapi sang hati bernasib kian buruk dalam kurun waktu yang kubawa dewasa ini.
tangisan itu pun tiada guna, hanya seperti setetes hujan di lahan gersang,
pun angin kedamaian tak lagi membawa kesejukan, hanya lalu kemudianpun berlalu, hanya sebagai penegur hati, kemudian melena akan kesejukan yang tidak seberapa.
kemudian, sejauh manakah aku mengobati hati yang kian parah ini,,
mengapa aku melena hanya karena sedikit saja aku ingin merubahnya, dan itu tak ubahnya hanya sebutir pasir di pesisir pantai.
aku tersaruk, meraung-raung,,, oh hati… apa yang harus aku lakukan???
bagaimana aku tidak tahu bahwa kau hampir melebur hancur dimakan ulat kesombongan, kerakusan, dan ketidak-ikhlasan.
jiwa pun meredup, perlahan… ku lihat setitik cahya di dasar hatiku, ku mendekat, serasa hangat menjalari tubuhku,
”duhai cahya, siapakah dirimu dgn ketenanganmu?”
dia membuka suara perlahan.
‘akulah iman, dalam hatimu’
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/apa-kabar-hati/10150123547726042

Efek Buruk Air " ES "


Dampak Buruk Air Dingin
Artikel ini berguna untuk semua.
Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan
dengan SERANGAN JANTUNG!!!!.
Secara logik…, mungkin ada kebenarannya.. Orang-orang China dan Jepang
mengamalkan minum teh panas sewaktu makan… dan bukannya air ES.
Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas /
hangat
sewaktu menikmati hidangan!!!!
Kita tidak akan kehilangan apa-apa… malah akan mendapat faedah dari
kebiasaan ini.
Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda baca.
Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat
fatal !!
Walau bagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak yang baru
kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita. Bila
lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak
saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita
semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.
Jalan terbaik…adalah untuk minum sup panas atau air PANAS/hangat
selepas makan.
:Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!!
Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa
pada tangan sebelah kiri.
Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas
dada anda.
 Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada
serangan pertama serangan jantung.
Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60%
pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur. Marilah kita
berwaspada dan berhati-hati.


http://www.facebook.com/notes/melati/efek-buruk-air-es-/178466248858425

Manfaat Daun KEmangi


Kemangi, daun beroroma khas yang sering kita temui terutama saat kita menyantap pecel lele, konon pernah memenuhi kebun dan taman kerjaan Prancis dan Italia. Bunga kemangi juga dipilih sebagai salah salah satu tanda cinta. Aroma daun kemangi memang mengundang selera makan. Wajar saja jika orang mengkonsumsi daun ini sebagai lalapan mentah, campuran pepes, atau karedok. Selain melezatkan, ternyata kemangi memiliki banyak manfaat.
Kemangi kaya akan betakaroten dan magnesium, betakaroten sendiri merupakan mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung. Selain menjaga dan memelihara kesehatan jantung, ternyata kemangi juga memiliki manfaat lain yang cukup besar. Tidak percaya? Simak tulisan ini

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang telah terbukti dihasilkan dari daun yang biasa menjadi lalapan saat kita makan tersebut:
1. Daun kemangi mengandung senyawa arginine yang telah terbukti mampu memperkuat dan memperpanjang masa hidup sperma dan terbukti pula dapat mencegah kemandulan.
2. Daun kemangi juga mengandung zat yang mampu merangsang terbentuknya hormon androgen dan estrogen.
3. Zat flavonoid seperti orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan flavonoid seperti cineole, myrcene dan eugenol mempunyai manfaat sebagai antibiotik alami dan anti peradangan.
4. Getah kemangi dapat digunakan sebagai obat sariawan dan sakit telinga.
5. Daun kemangi dapat dikonsumsi untuk memperbanyak ASI, penenang, mengobati encok, dan penurun panas saat kita terserang demam.
6. Daun kemangi juga dapat meningkatkan jumlah air seni, menghilangkan masuk angin dan obat batu berdahak (sebagai peluruh dahak).
7. Mengkonsumsi daun tanaman ini juga dapat mengatasi masalah bau mulut dan bau badan.
8. Asam aspartat, apigenin, arginin, dan boron dalam tanaman ini juga sudah diketahui khasiatnya. Senyawa sineol berkhasiat sebagai penenang, membantu mengatasi ejakulasi dini, merangsang aktifitas syaraf pusat, dan melebarkan pembuluh darah kapiler


http://www.facebook.com/notes/melati/manfaat-daun-kemangi/178447652193618

Duhai Hati....Tetaplah Istiqomah


Bismillaahirrahmanirrakhiim....

Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau membelikan sepatu baru.
Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau adik-adikmu tidak bersekolah?”
Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah. Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti yg ia dengar barusan.
*****************************************************
Duhai hati....
Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??
Duhai hati....
Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya. Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan, akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??
Duhai hati....
Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..
Duhai hati....
Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.
Duhai hati....
Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka semangat.. Ada saja pemikiran positif  yang
mereka punya hingga mereka tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga semangat itu tetap terpatri di dada mereka..
Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..
Terpautnya kau duhai hati pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..
Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..


http://www.facebook.com/notes/melati/duhai-hatitetaplah-istiqomah/177494348955615

Apakah Cinta Hanya Milik Orang Tampan dan Cantik ( ? )


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
=============================
Hey,hey, dah lama akuh gak nulis tentang lopeh2an..
Salah satu kakak di dunia maya pun sering menanyakan, kapan icha nulis tentang lopeh2an lagih?? kata dia kalo daku nulis tentang lopeh2an ituh lucu… tapi aku kan masih trauma gara2 blog icha tentang love-love-an dikomen abis2an,,dan akuh musti belajar untuk tahan banting…hhe…^_^
Mungkin membaca judul di atas, udah gak asing lagih, APAKAH CINTA HANYA MILIK ORANG CANTIK ATAU TAMPAN??
Sekarang Icha nanya dulu deh, menurut kamu cinta ituh punya siapa sih
Yup! Betul bangedh kalo kitah ngejawab, milik Allah SWT, tetapi kepada siapa cinta harus kitah curahkan?
Icha nulis note tentang ini, karena beberapa pertanyaan yang terus2an ditanyakan ke aku dari adek kelas..
APAKAH ORANG CANTIK HANYA UNTUK ORANG TAMPAN, DAN SEBALIKNYAH?
Nanya lagih deh akuh (banyak nanya bangedh sih….kan malu bertanya sesat di jalan katanyah juga…hhe..),,menurut kamuh jawaban yang tepat buat pertanyaan akuh di atas tuh apa?
Mungkin ada benarnyah juga sih, dengan bukti, banyak kan kitah melihat orang tampan mempunyai kekasih yang memiliki kecantikkan luaaarrrr biasa,, mungkin mereka menganggapnyah ‘BIAR PANTAS’, hah?! Maksudnyah apa tuh, berarti kalo punya kekasih yang bertampang pas2an kayak kita2  *kita..?kamu kali cha! hehe…* ‘TIDAK PANTAS’ gituh? (duh jadi emosian deh..hhe…) ;D
Eit, eit, eit, bukan berarti akuh setuju ama yang namanya pacaran yah, tapi kan kebanyakan pasangan2 di luar nikah yang masih berpikir demikian..ya gak? :P
Sapa mereka coba, enak2nya bilang antara PANTAS dan TIDAK PANTAS, jadi bagi mereka2 yang berwajah TAMPAN, mereka hanya pantas disandingkan dengan wanita2 yang berwajah CANTIK, sedangkan wanita2 yang berwajah PAS2AN,,lewat aja deh! Bukan level mereka, begituh juga dengan wanita2 CANTIK, mereka berpikir hanya pria2 berwajah TAMPAN yang pantas mendampingi mereka, hah?! Maksud kamuuuuh....??????
Yaa Allah, innalillahi bangedh kan kalo dah kayak gituh, kan bukan berarti wanita2 cantik, atau pria2 tampan yang mendampingi mereka ituh lebih baik dari wanita2 dan pria2 yang berwajah biasa ajah, malah mungkin kita2 (pria2 atau wanita2 yang berwajah pas2an) lebih mulia dari mereka2 ituh, yang sombong atas kecantikkan dan ketampanannya, padahal siapa mereka? kecantikkan dan ketampanan mereka ituh kan hanya hadiah sekaligus ujian dari Allah, sejauh mana mereka bisa mensyukuri dan tidak menyombongkannyah *waduh, aku kok jadi emosi kieu (gini), hhe..*
KECUALI…....
Akhwat2 dan Ikhwan2 Islam, Insya Allah mereka tahu lah batasan mana yang seharusnyah dilakukan dan tidak dilakukan, dan bagi akuh Ikhwan dan Akhwat islam ituh semuanyah Tampan dan Cantik,kok bisa?
Karena hati mereka sudah disinari dengan cahaya Rabbani yang tak kunjung padam (Ummul Quro bangedh nih..hhe..),,jadi mereka mau tampan, cantik, atau biasa2 ajah mah enjoy ajah, biasa ajah..toh masalah jodoh kan Allah yang pegang, sapa tau kitah malah dapat Ikhwan atau Akhwat yang lebih dari sekedar Tampan atau Cantik…
Kan Allah juga udah berfirman: "Wanita2 yang baik hanya untuk pria2 yang baik, serta sebaliknya, dan Wanita2 yang kurang baik hanya untuk pria2 yang kurang baik (pula)…"
Tuuuhhhhh dengerin ! inget yach..BUKAN wanita2 yang cantik atau pria2 yg tampan, TAPI wanita2 yg baik dan pria2 yg baik...!!!
So,,wajah cantik atau tampan gak akan menjamin kitah dapat pasangan yang lebih baik, karena Allah menjodohkan kita dengan pasangan kita berdasarkan keimanan, bukan fisik atau materi…(cieeeh…icha ngomongnyah dah kyak orang dewasa beranak tiga..eheuuuy…khekhekhe… ;p)
Jadi yang punya pasangan cantik atau tampan, ati2 tuh, ups! Maaf nih bukan berarti akuh bilang semua orang yang cantik dan tampan itu buruk hatinyah, bukan gituh, sueeer dah, tapih kan orang cantik atau tampan yang gak melandasi hatinyah berdasarkan islam, sunah, Al-quran, dan hadist,  bisa2 ajah terjerumus, karena mereka kepedean dengan apa yang Allah sudah berikan kepada mereka...innalillahi, moga2 kitah nggak menjadi manusia seperti ituh...
So, kesimpulannyah... CINTA BUKAN HANYA MILIK ORANG CANTIK ATAU TAMPAN...
Semua insan berhak mempunyai cinta, entah cinta kepada Allah, Rasul, Ibu Bapak, Saudara, Teman, Guru, dan semua orang yang kita kenal...
Kayak lagunyah sapaa gituh yang suka akuh denger...

Mari, kita semua...
Cinta 5 perkara...

Cinta kepada Allah...
Cinta Rasul...
Cinta Ibu Bapak..
Cinta kepada umat..
Cinta kepada kecemerlangan...

Jadi, kitah2, atau akhwat yang punya tampang biasa ajah, tenaaaang...
Allah maha baik kok, dia bakal ngasih kitah yang terbaik kalo kitanya pun juga baik, tetep bersyukur dan trus berdoa kepadaNya...
Sapa tau kan kitah2 yang biasa2 ini, malah dapet yang Baik, Tampan, Mapan, dan Shalih pula...dan yang pasti mengerti dan menerima apa adanya...wuiiiih....komplit deh! Hhe...
Gitu pun Ikhwan yang biasa2 ajah, sapa tau malah dapet yang Baik, Cantik, Pintar, Sabar, Penurut, Lembut, Shalihah, dan menerima apa adanya pula...subhanallah kan? (yah semua orang juga mau kaleee...hhe..)
Ya, memang begitulah...
Karena cinta tak memandang fisik dan materi...
Cinta hanya berdasarkan keimanan...
Cinta itu suci, tulus, dan menerima apa adanya...
Percayalah, Allah akan memberi kita yang terbaik, jika kitanya pun menjadi hambaNya yang baik...
So.....................................
Ya gitu deh! hehehe...

Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalam en’ Alhamdulillah...^_^


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-apakah-cinta-hanya-milik-orang-tampan-dan-cantik-/189075644454424

SYAHADAT KEDUA CINTA TERLARANG


Cinta, suka di awal namun duka di akhir. Mungkin itulah yang aku rasakan saat mengalaminya dulu. Berawal dari cinta palsu yang dihembuskan setan padaku hingga berakhir hampir dengan kemurtadan. Sebuah tipu daya setan yang sangat halus. Tapi untunglah Allah menolong dan menyelamatkan aku, walau dengan cara yang menyakitkan, tapi aku sadar itulah yang terbaik untukku.
Pertemuan kami bermula saat perjalananku ke sebuah toko buku ternama untuk mencari buku materi ujian adikku. Tak kusangka, di situ aku bertemu dengan seorang gadis muda yang cantik dan mempesona. Nike, namanya. Seorang mahasiswi tingkat akhir program diploma sebuah universitas negeri yang menyambi kerja sebagai pramuniaga di toko buku tersebut.
 Melalui seorang teman yang saat itu bersamaku, aku berkenalan dengan Nike. Dari informasi yang kudapat, Nike berbeda keyakinan denganku, dia lebih memilih ikut ayahnya yang nonmuslim daripada ikut ibunya yang muslimah. Entah apa alasannya sehingga dia lebih condong kepada ayahnya daripada ibunya itu.
Perlu kujelaskan sedikit tentang diriku di sini. Kenalkan, namaku Didik, seorang  laki-laki muda asal Semarang, Jawa Tengah. Saat pertama kali mengenal Nike, aku adalah mahasiswa tingkat empat di sebuah kampus negeri ternama di Jakarta. Namun sekarang aktivitasku tak lagi di sana, melainkan di kota lain yang jauh dari keramaian ibu kota sambil coba mengadu nasib dengan berwirausaha.
Selama kuliah, aku aktif di berbagai kegiatan, mulai dari badan eksekutif mahasiswa (BEM), unit kegiatan mahasiswa (UKM), hingga aktif di lembaga dakwah kampus (LDK). Khusus yang terakhir aku sebut, yaitu lembaga dakwah kampus, aku benar-benar tertarik menerjuninya hingga dari situlah aku mengerti tentang aneka ragam pergerakan dakwah (harokah), beserta karakteristik dan seluk-beluknya.
Tidak cukup sampai disitu, berbagai kajian keislaman pun aku ikuti, tausiah-tausiah para da’i ternama, ta’lim-ta’lim rutin dan berbagai pengajian kelompok tak jarang aku datangi demi sebuah ilmu yang ingin kupahami. Tapi dari semua kajian tersebut, ada kajian yang benar-benar membuatku tertarik, yaitu kajian tentang cinta dan rindu, serta kaitannya dengan tipu daya setan atau jin di dalamnya. Sungguh suatu ilmu yang sangat bermanfaat sekali bagiku.
“Cinta itu indah, tapi tidak setiap cinta mengandung keindahan. Berhati-hatilah terhadap cinta palsu yang menjanjikan keindahan, karena hakikatnya ia hanya melenakan dan menghancurkan. Bila tidak pada tempatnya, cinta akan menjadi senjata setan untuk mengelabui manusia. Apalagi jika cinta melampaui batas-batas yang dibenarkan, pasti bukanlah cinta namanya, melainkan nafsu yang ditunggangi setan. Dan kalau dibiarkan, cinta yang berbalut nafsu tidak akan membuat sang pecintanya menjadi lebih baik, tapi justru akan menjerumuskan sang pecintanya dalam kemungkaran dan kebatilan yang menyesatkan.
Maka untuk itulah Rasulullah mengajarkan cinta yang suci dengan menganjurkan umatnya untuk menikah, bukan mengumbarnya dengan cinta palsu. Rasul juga menyuruh umatnya untuk menundukkan pandang ketika bertemu lawan jenis, bukan menatap sepuasnya. Semua itu dilakukan untuk menjaga agar umatnya tidak mendekati zina dan menjaga cintanya yang murni sesuai dengan koridor syariah. “
Kira-kira seperti itulah ilmu yang kudapatkan tentang cinta dan rindu dari kajian yang kuikuti beberapa kali itu.
Bukanlah seorang muslim namanya jika hidup tanpa ujian. Hal itu dibenarkan oleh firman Allah dalam Al-Qur’an yang mengatakan bahwa apakah seorang muslim dianggap telah beriman padahal belum ditimpakan suatu ujian kepadanya, dan melalui Nike inilah Allah hendak menguji aku setelah aku mendapatkan ilmu tentang cinta dan rindu. Ibarat anak sekolah, setelah diberi ilmu dan pelajaran, pasti ada sederet ujian yang harus diikuti, agar diketahui layak atau tidakkah anak tersebut naik ke kelas berikutnya. Seperti itulah yang aku hadapi, dan ternyata aku gagal dalam ujian tersebut!
Awal mula kedekatanku dengan Nike hanya ingin mengajaknya untuk bisa mengenal Islam lebih jauh. Pelan-pelan aku coba mengenalkan istilah-istilah Islam sambil kutunjukkan pula penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebisa mungkin aku selalu menjaga pandang dan jarak saat berkomunikasi dengannya, agar setan tak mudah mengambil celah dari setitik lemah iman dalam hatiku.
Tak terpikir sedikitpun olehku untuk bisa bermain hati dengannya. Hingga suatu ketika perasaan suka dan kagum bermetaforfosis menjadi cinta. Suatu perasaan yang tak seharusnya aku turuti karena hanya akan mengundang murka Allah dalam kehidupanku selanjutnya.
Sungguh pintar setan dalam menyesatkan manusia. Pelan-pelan diajaknya manusia dalam kebaikan, tapi pelan-pelan pula setan menggiringnya dalam kesesatan, menyelipkan keburukan dalam kebaikan. Halus, benar-benar halus tipu dayanya, nyaris tak terlihat. Padahal sejatinya itu adalah perangkap setan untuk menjerumuskan manusia. Dan itulah yang aku alami. Bermula dari niat untuk mengajak Nike pada kebaikan, tapi justru berakhir dengan kesesatan pada diriku.
Dengan dalih agar aku bisa menjelaskan Islam lebih dalam ke Nike, tanpa kusadari intensitas pertemuan kami makin hari makin meningkat, terlebih setelah kami sama-sama saling mencintai. Dilema yang kurasakan, satu sisi aku seorang aktivis dakwah yang tahu tentang hukum-hukum berkomunikasi dengan lawan jenis, tapi di sisi lain aku ingin mengajaknya agar bisa memahami Islam lebih jauh lagi.
Aku tahu bahwa cinta harus diraih dengan perjuangan. Cinta harus tumbuh menembus semua penghalang yang menghadang. Kelopaknya tak boleh mekar mewangi jika hanya untuk menjadi layu dan pupus. Ia harus selalu disiram agar akar-akarnya kuat menghujam jiwa. Ia harus dirawat agar bunga-bunga rindunya selalu merekah indah laksana mawar merah nan anggun, dan ia harus dijaga agar rimbun daun kasih sayangnya selalu sejuk diterpa angin asmara yang menghembusnya.  Cinta harus dipupuk sepanjang masa dengan pupuk perhatian dan kesetiaan. Dan cinta harus dipelihara dengan embun kepedulian dan ketulusan, bukan dengan kebohongan dan pengkhianatan. Tentu cinta tersebut adalah cinta yang hakiki, cinta sejati yang berada dalam naungan ridho ilahi, bukan cinta palsu yang kurasakan saat itu.
Niatku benar, tapi carakulah yang salah. Aku tahu bahwa cinta suci seharusnya terbingkai indah dalam satu ikatan pernikahan. Tapi aku terjebak dalam lingkaran setan yang menyesatkanku. Aku ingin mengajaknya segera menikah, tapi di sisi lain aku terkendala dengan perbedaan keyakinan di antara kami. Pernah kuajak dia untuk menjadi muallaf, tapi dia belum siap, karena masih harus belajar lebih banyak lagi. Pernah juga dia berucap bahwa tak ingin dia pindah keyakinan hanya karena alasan pernikahan, tapi dia ingin pindah keyakinan karena memang ada kemantapan dalam hati, bukan yang lain. Akupun tak bisa memaksa atau menyalahkannya.
 Dengan sabar aku coba menunggunya hingga ia siap, namun kesabaranku ternyata dalam koridor yang salah. Lagi-lagi dengan dalih karena ingin mengajarkan Islam kepadanya, akhirnya kamipun sering diskusi dan berbincang bersama seputar masalah agama, bahkan lebih dari itu, kami jadi sering bercerita, bercanda dan memadu kisah, meskipun mulanya aku minta agar didampingi pihak ketiga, tapi ternyata hal itu tak berlangsung lama. Aku pun berpikir, sudahlah tak mengapa tak didampingi, yang penting aku tidak berbuat yang tak semestinya dengannya. Sehingga kamipun jadi semakin akrab, akrab dan akrab.
Agar tidak jenuh kalau hanya lewat telepon atau di rumah saja dalam berkomunikasi, aku jadi sering pergi berdua dengannya. Masih dengan dalih mengajarkan Islam padanya, aku coba ajak dia ke masjid, karena ingin mengenalkan fungsi masjid dan menunjukkan ibadah-ibadah yang biasa dilakukan di masjid, agar dia menjadi lebih paham. Di sinilah pintarnya setan menjebakku. Membungkus kesesatan dalam kebaikan melalui kebodohanku. Padahal seharusnya hal demikian tidak boleh kulakukan mengingat hubungan kami yang masih harom karena belum menjadi mahrom.
Bahkan demi menjaga perasaan Nike dan menghormatinya, tak jarang pula aku antar dia ke tempat peribadatannya. Aku hanya berprinsip untukmu agamamu dan untukku agamaku. Toh aku berkeyakinan, bahwa kelak dia pasti akan menjadi muallaf kalau aku sabar membimbingnya,  jadi kubiarkan saja dia menjalani ritual ibadahnya sebelum akhirnya dia memeluk Islam nantinya. Dan tanpa kusadari, dari situlah aku mulai terjerumus dalam jebakan setan.
Cinta yang kurasakan lama-lama semakin terpatri kuat dalam lubuk hatiku. Pelan-pelan aku jadi berubah. Sholat yang dulu rajin kulaksanakan di awal waktu, kini molor bahkan mulai sering kutinggalkan. Al-Qur’an yang dulu selalu kubaca, kini hampir tak pernah lagi terjamah olehku. Dan puasa yang seharusnya kulakukan untuk mengekang nafsu liarku, justru kini aku abaikan. Aku benar-benar menjadi laki-laki yang kufur. Aku berubah. Aku terpengaruh oleh keadaan karena kebodohan dan kelemahan imanku sendiri.
Hingga suatu ketika ibuku mengetahui hubunganku dengan Nike. Aneh, ibu mengetahuinya bukan dari siapa-siapa, tapi justru dari mimpi dalam tidurnya. Pernah suatu siang, tiba-tiba ibu bertanya padaku, “Nike nggak sholat ya?”, bagai disambar petir, pertanyaan ini tentu mengagetkanku. Aku diam tak berkutik, hanya bisa menjawab, “Ya”, karena memang  itulah kenyataannya. Tentu hal ini membuat ibu kecewa padaku.
Perlu diketahui, bahwa ibu adalah sosok wanita yang taat, hari-harinya selalu diisi dengan kebaikan dan ibadah pada Allah. Sehingga dengan perubahan yang kualami, tentu ibu mengetahui gelagat buruk yang terjadi padaku itu.
                          *****
“Lamar aku mas!” pinta Nike suatu hari kepadaku.
Permintaan Nike tersebut tentu memberi kebahagiaan tersendiri bagiku. Tak sabar rasanya aku meminangnya, tapi lagi-lagi kendala agama menghalangi langkahku. Nike masih belum siap untuk menjadi muallaf, bahkan dengan tegas dia malah berani memintaku untuk pindah dan mengikuti keyakinannya. Cinta harus berkorban, dan aku harus tunjukkan pengorbananku kalau memang aku mencintai dia, begitu yang pernah dia ucapkan padaku.
 Sebuah permintaan yang berat, bahkan sangat-sangat berat. Permintaan Nike sungguh memporakporandakan hatiku, hingga tak sanggup kuberkata apa-apa. Aku terdiam. Aku membisu. Mau menangis tak bisa, mau berontak pun tak kuasa. Cinta telah membelengguku dan menghilangkan akal sehatku. Dan hampir saja aku menjadi murtad hanya karena cinta palsu yang kurasakan. Bodoh, benar-benar bodoh yang telah kulakukan itu!
Karena kompleksnya masalah yang kami alami, aku jadi sering bertengkar hebat dengannya, entah di rumah, di jalan atau dimanapun kami berada. Jika selisih paham muncul, pasti pertengkaran hebatlah yang terjadi. Tak tanggung-tanggung sampai banyak orang yang melihat lalu berusaha meleraikan kami. Hampir-hampir tak ada rasa malu yang kumiliki. Tak ada yang mengalah karena jiwa muda kami yang sama-sama keras dan temperamen. Padahal sejatinya setanlah yang pasti berada di tengah-tengah kami saat emosi membakar jiwa kami, tapi aku tak mau peduli akan hal itu.
Kami stress. Kami sama-sama tertekan dengan keadaan yang kami hadapi. Dia belum merasa mantap untuk menjadi muallaf dan aku juga tak merasa mantap untuk melepaskan Islam dari hidupku. Kata seorang teman, hubungan kami tak lebih dari cinta yang dipaksakan. Tapi aku tak mau mendengar pendapat itu. Bagiku, cinta harus diperjuangkan dan dipertahankan, apapun konsekuensinya. Aku juga tak mau tahu, bahwa ada orang tua di belakang kami. Aku seperti tak mau tahu dengan perasaan mereka yang tentu tak ingin anaknya menikah dengan orang yang beda agama. Tidak dengan orang tuaku, tidak pula dengan orang tua Nike. Orang tua kami sama-sama tak merestui hubungan kami, tapi aku terus memaksakan kehendak, bahwa cinta harus diperjuangkan.
Tak tahu apa yang harus kulakukan, aku jadi terpuruk, benar-benar terpuruk. Walau laki-laki, aku sempat menangis pula pada Allah sambil meminta petunjuk dan pertolonganNya untukku. Aku berdoa yang sekilas mirip dengan doa istikhoroh, meskipun dengan doa yang agak memaksa dan tidak seharusnya aku panjatkan,
Ya Allah, karena kebodohan hamba, hamba kini terperangkap dalam duka dan nestapa. Karena kesalahan hamba pula, kini hamba terjebak dalam luka dan gelisah. Hamba mohon padaMu ya Robb, agar Engkau tenangkan hati hamba, Engkau bantu selesaikan masalah yang hamba alami.
Ya Allah, sekiranya Nike baik untuk hamba, maka dekatkan dia untuk hamba, satukan hidup kami dalam ikatan suci pernikahan. Jadikan dia wanita yang Engkau beri hidayah sehingga dia menjadi wanita muslimah yang taat kepadaMu. Percantik dirinya dengan akhlak mulia duhai Robb, dan perindah hatinya dengan iman dan Islam yang Engkau hembuskan di kalbunya.
Ya Robb, namun sekiranya ia buruk untuk hamba, maka rubahlah keburukan itu menjadi kebaikan untuk hamba. Dan sekiranya dia bukan jodoh hamba, maka jadikan dia jodoh hamba untuk menemani hidup hamba. Hamba butuh Kun fayakunMu ya Robb, karena Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan hamba yakin bahwa Engkau sanggup merubah dirinya dan mengabulkan doa hamba.
Doa tersebutlah yang selalu aku panjatkan. Ibu yang mendengar doaku hanya bisa mengingatkanku, bahwa kalau berdoa jangan mendikte dan memaksa Allah. Memang Allah Maha atas segala sesuatu, tapi bukan berarti kita, manusia, berdoa dengan memaksakan kehendak, karena Allah jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya.
Mendengar ibu berkata demikian, aku sempat emosi dan menegur ibu. Salah yang kulakukan tapi aku tak sadar bahwa aku salah dan akupun tak mau disalahkan, baik salah dalam doaku maupun salah karena telah emosi kepada ibu.
Sungguh aku telah menjadi laki-laki yang durhaka dan bodoh. Bodoh dalam ilmu yang kumiliki dan bodoh dalam cinta yang menyesatkanku. Seolah percuma ilmu tentang cinta dan rindu yang kudapatkan tempo hari dalam kajian-kajian yang pernah kuikuti.
Dalam tangis doaku, aku coba kembali menjadi aku yang dulu, tapi semua sia-sia, aku tak bisa. Aku selalu kalah dengan perasaanku apalagi saat bayangan wajah Nike selalu menghantuiku. Aku ternoda oleh cinta, aku terkekang oleh hawa nafsuku sendiri.
Aku menjadi orang yang putus asa. Ilmu agama yang kupunya seolah tak bisa lagi membendung sikap burukku. Aku terkalahkan oleh hawa nafsu dan kebodohanku sendiri. Cinta yang merasuk di jiwaku, benar-benar membuatku gelap mata. Ingin rasanya aku akhiri semuanya tapi aku tak kuasa.
Begitu juga dengan Nike, ingin rasanya Nike akhiri semuanya, tapi diapun tak kuasa. Mau melangkah tak bisa, mau mundur pun tak mampu. Semua benar-benar membuat kami tak berkutik. Sekali lagi kami terjebak dalam lingkaran setan yang sangat menyesatkan.
Lelah yang kami rasakan, hingga akhirnya membuat hubungan kami mulai renggang. Walau demikian kami masih tetap berkomunikasi meski dengan frekuensi yang sangat jarang, dan sekalinya berkomunikasi pasti pertengkaran yang selalu terjadi di antara kami. Tak kuat menghadapi semua itu, aku pun pasrah dan menyerah pada takdir.
Puncaknya, entah firasat apa yang kurasakan, di suatu malam aku bermimpi akan hal yang sangat aneh. Aku melihat Nike begitu mesra hingga melakukan hubungan suami istri dengan seorang laki-laki. Tak lama lalu kulihat pula ibunya begitu sibuk menyiapkan beraneka ragam makanan yang tertata rapi di teras rumah Nike, seolah siap dihidangkan untuk para tamu.
Merasa bermimpi yang tak wajar,  aku terbangun. Aku terkejut dengan mimpi tersebut, karena memang seumur hidupku baru kali itu aku bermimpi aneh begitu. Aku yakin bahwa ada hal buruk yang sedang terjadi di belakangku, sepertinya Nike sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Pagi tiba, aku beranikan diri untuk menelepon ke rumah Nike dan menanyakan apa yang telah terjadi. Ayah Nike yang mengangkat telepon dan berkata,
 “Maaf Mas Didik, Nike sudah menikah dengan teman kantornya, semoga mas Didik bisa menerima keadaan ini. Terima kasih atas kebaikan Mas Didik selama ini, semoga Mas Didik menemukan wanita yang terbaik untuk mas Didik nantinya.”
 Tak sanggup aku mendengar apa yang baru saja disampaikan ayah Nike. Telepon kututup dan kumatikan. Aku
menangis. Aku hancur, sangat-sangat hancur. Seolah hidupku tak berarti lagi. Kuliahku berantakan. Pekerjaanku pun kacau. Hari-hariku penuh dengan duka dan air mata.
Hingga akhirnya dua hari kemudian,
Brrraaaakkkk…
Aku kecelakaan. Masih dalam duka yang kurasakan karena kehilangan Nike, aku tertimpa musibah. Sebuah mobil antar jemput menabrakku dari belakang . Wajahku luka penuh darah, kakiku bengkak tak bisa berjalan, dan sepeda motor yang kukendarai pun hancur diterkam mobil. Aku pingsan tak sadarkan diri dan harus segera dioperasi di bagian wajah serta kepalaku.
Kini setelah sadar, aku berusaha ikhlas atas apa yang kualami, seraya memohon ampun pada Allah atas apa yang telah kulakukan selama ini.
Mungkin inilah akibat dosa yang seringkali kukerjakan, melalaikan Allah dalam kehidupanku. Allah menegur serta menyelamatkanku dengan kasih sayangNya agar aku kembali padaNya. Ya, aku ditegur dengan cara Allah yang tak pernah kusangka sebelumnya, yaitu dengan kecelakaan. Dan aku diselamatkan Allah juga dengan caraNya yang luar biasa, menikahkan Nike dengan laki-laki lain, sehingga imanku tetap terjaga, walau akhirnya aku mesti mengulang kembali syahadatku, syahadat penyesalan.
Kini aku harus merangkai kembali puing-puing nafasku yang terseok. Menata kembali hari-hariku yang tersisa dan menyusun kembali masa depanku yang hancur karena kebodohanku sendiri. Sungguh aku harus berbenah, menjadikan masa laluku sebagai pelajaran untuk tak kuulang kembali di masa yang akan datang dan menjadikan pengalaman burukku sebagai hikmah berharga dalam setiap sisa-sisa keping kehidupanku . Berharap bahwa Allah berkenan ampuni setiap langkah kelamku.
Dalam penyesalan hidup yang kurasakan kini, aku hanya bisa berkata,

“Maafkan hamba duhai Robb…”


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/syahadat-kedua-cinta-terlarang/182185331815213