Mengenai Saya
Laman
Rabu, 26 Januari 2011
Gita Cinta Dari SMA
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
============================
Pernah dengar istilah CINTA MONYET..?? Bukan cintanya sepasang monyet lho. Kalo itu yang kamu artikan berarti tak ada bedanya dong antara kita-kita ini dengan MO****..?? :D *kidding*
Maksud saya Cinta Monyet itu adalah cinta yang terjadi ketika kita masih dibalut busana seragam sekolah.
Sebetulnya saya pribadi kurang setuju dengan istilah “Cinta Monyet” tersebut, yg sudah biasa dikatakan oleh mereka yg mengenal cinta ketika masih dibangku sekolah SMP atau SMU.
Tidak adakah istilah lain yg lebih bagus sebagai gantinya ? Dan terlepas dari istilah tersebut, ada seorang laki-laki, tepatnya adalah adik dari sahabat saya, pernah cerita kepada saya atau boleh dibilang curhat.
Dia masih duduk di bangku SMA kelas tiga. Ada seorang gadis yg pernah ditaksirnya ternyata mengecewakan hatinya. Ingatannya kepada si gadis mengakibatkan studinya terganggu. Sampai segala aktivitasnya sehari-hari ikut terganggu. Bahkan dia hampir down ketika nilai salah satu mata pelajaran favorit yg diikutinya ternyata jatuh, lantaran sering memikirkan si gadis. Maka pantaslah jika saya mengutip petuah Ibnu Qayyim al-Jauziyyah yg mengatakan: “Seorang pecinta adalah korban pembunuhan oleh orang yg dicintainya. Ia menjadi hamba yg tunduk dan hina di hadapan orang yg dicintainya”. Masyaallah, alangkah meruginya dirimu jika hal ini terjadi padamu sahabat.
Ya Allah, Engkau memang tidak pernah salah. Tujuan-MU melarang mendekati zina memang lebih banyak mengandung maslahat daripada mudharat. Engkau tidak akan pernah dzalim sedikitpun kepada hambaMU ya Rabb.
Ya, karena yakin, perasaan suka -- atau lebih dalam disebut cinta – antara seseorang kepada lawan jenisnya yg masih dibungkus seragam sekolah, biasanya hanya sekadar cinta monyet yg tiada keinginan kuat, apalagi keseriusan, untuk membingkainya kedalam sebuah ikatan pernikahan. Walaupun ada juga yg ketika masih SMP atau SMU sudah memiliki keinginan utk menikah, namun kasus seperti ini hanyalah satu diantara seribu.
Dan jika sudah begitu keadaannya, saya sarankan lebih baik lupakan saja dirinya. Lebih baik memfokuskan diri menggapai cita-cita yg belum terealisasi. Bukankah hal itu lebih realistis, lebih baik dan lebih menyenangkan daripada memikirkan dirinya yg belum tentu adalah jodoh yang Allah pilihkan untukmu..?
Kembali ke sahabat pelajar yang curhat tersebut. Alhasil, dia belum bisa menerima dan tidak puas dengan jawaban yg saya berikan. Seringnya mereka bertemu ( karena mereka satu sekolah ), menjadikannya sulit sekali untuk melupakan si gadis. "Ya begitulah cinta, memang sungguh menyiksa jika engkau menyikapi datangnya cinta yg memang belum saatnya ".
Karena itu bagi saya pribadi, cinta adalah sebuah pernikahan. Jujur saya katakan bahwa saya sendiri tidak tahu bagaimana rasanya berpacaran dan bagaimana indahnya sekaligus deritanya akibat dari cinta monyet tersebut. Karena sejak saya dibangku SMP, SMA, bahkan di perguruan tinggi belum pernah merasakan namanya pacaran dengan segala atribut indahnya yaitu cinta monyet tersebut.
Oleh karena itu, saya berpesan kepada adek-adekku..saudara dan saudariku yg masih berada di bangku sekolah, juga yg masih kuliah *karena masih ada satu dua anak kuliah yg sikapnya kayak anak SMA..:) * : Berhati-hatilah dengan cinta monyet !
Untuk menjadi pelajar ideal, bukanlah mereka yg dikerubuti banyak pacar, apalagi yg sampai banyak ‘Mewisuda’ para korbannya menjadi ‘Mantan Pacar’. Justru seorang pelajar ideal adalah mereka yang 'BERANI BERBEDA' dengan yg lain-lainnya. Saat yg lainnya mampu pacaran, dia mampu menahan dan lebih mementingkan menyelesaikan amanah yg ada dihadapan yaitu belajar. Berkreasi, berprestasi, dan perpotensi untuk berupaya mengoptimalkan potensi yg dia miliki.
HATI-HATI DENGAN SMS
Masih seringnya bertemu kembali dengan dirinya di sekolah, atau di suatu organisasi osis dengan dia yg pernah mengobrak-abrik pertahanan dinding hati, biasanya akan menjadi siksa batin yg teramat berat bila tidak disikapi dgn hati dan pikiran yg sehat. Walaupun sudah berkomitmen untuk melupakannya, namun tidak semudah kita mengucapkannya.
Jika engkau pernah merasakan cinta monyet ini, dan sudah merasakan pahitnya derita cinta model ini, dan jika tidak ingin terjerumus kedua kalinya, maka saya sarankan hati-hatilah dengan komunikasi dua arah yg menggunakan media digital atau SMS ini.
Perhatikanlah kasus berikut:
SMS 1.
Akhwat : “Akhi, bagaimana kabar antum? Kapan antum balik kesini?”
Ikhwan : “ Alhamdulillah saya sehat2 saja. Insya Allah senin depan saya kembali. Ukhti sendiri sehat? Memang ada apa ya ukh ?”
Akhwat : “Alhamdulillah saya jg sehat2 saja, akh. Ya, tidak ada apa-apa. Cuma mau tanya saja, bgmn kelanjutan rapat kemarin. Kapan kita akan rapat lagi ya Akh?”
SMS 2.
Akhwat : “Assalamualaikum akh, kapan kita akan rapat lagi?”
Ikhwan : “Waalaikum salam, insa Allah senin depan bisa”.
Sekilas, kalau dilihat antara sms 1 dan sms 2 hanya berbeda jumlah kata dan tarif pulsa untuk sms. Namun, dari situlah sebenarnya kita patut waspada. Terkadang sms-sms itulah yg akan menjadi celah bagi setan untuk menebarkan kembali ranjau – ranjaunya.
“Akhi, bagaimana kabar antum? Kapan antum balik kesini?”, adalah sebuah ungkapan yg terkesan sederhana tapi menyimpan sejuta makna.
Terkesan seperti seseorang yg mengkhawatirkan keadaan kekasihnya. Padahal engkau sudah berniat melupakan dirinya, tp kenapa smsmu seperti sms seorang kekasih..?
Sungguh, kekuatan kata memiliki dampak yg luarbiasa. Engkau tidak perlu bertele-tele menanyakan hal tentang dirinya jika maksud sebenarnya hanya ingin bertanya kapan rapat berlangsung. Karena itu bila dengan 5 kata saja informasi sudah cukup jelas, kenapa harus dengan 8 atau 10 kata? Bukankah sisanya merupakan kemubaziran?
INGAT, setan sangat pandai mengubah yang jelas menjadi samar. Para setan durjana itu berjejer di ujung sinyal handphonemu. Sms yang engkau ketik memang berwarna hitam, tapi begitu sampai ke penerima, setan mengubah huruf smsnya menjadi 'MERAH JAMBU'. Itulah liciknya setan. Maka hati-hatilah dengan sms !
Tidak usah basa-basi, langsung saja dengan pertanyaa ke sasaran: “akh, kapan kita akan rapat lagi?”, bukankah itu sudah sangat jelas? Jadi tidak perlu dgn menanyakan dirinya jika memang engkau tidak mau terulang lagi dengan derita cinta monyet itu.
Bagaimana, engkau setuju…????
SILATURAHMI TANPA HENTI
Orang bilang anak kecil itu kalau sudah ngambek, lama sembuhnya. Padahal tidak selalu begitu. Sebetulnya yg mengambek lama itu justru orang dewasa dan orang tua. Kalau tidak percaya, coba saja lihat di sekelilingmu.
Misalkan dua anak kecil, namanya Ali dan Rudi, berkelahi memperebutkan sebuah mainan. Salah satu anak itu kemudian menangis. Biasanya, yg kemudian terjadi adalah permusuhan diantara kedua orang tuanya, kadang sampai berlarut-larut, apalagi kalau ada anak yg terluka. Maka ekspresi dan luapan kemarahan bisa lama bahkan berhari hari. Padahal beberapa jam kmudian setelah berkelahi, Ali dan Rudi sudah kembali tertawa ceria dan bermain bersama. Sejam lalu berkelahi, sejam kemudian sudah berkejar-kejaran.
Lalu, apa hubungan cerita Ali dan Rudi dengan derita cinta monyet yg pernah engkau dapatkan ? Sahabat, biasanya seseorang yg baru pertama kali jatuh cinta berkisar umur 14 tahun sampai 18 thn. Yaitu masa-masa pertama kali masuk jenjang SMP dan SMA. Jika salah seorang diantara mereka jatuh cinta dan kemudian patah hati, maka akan berlanjut sikap diam-diaman selama beberapa bulan, bahkan bertahun tahun. Tidak saling menegur, tidak saling menyapa, ketemu dijalan juga seolah-olah tidak melihat. Dan hal itu trjadi hanya karena mereka tidak bisa membingkai cinta monyet mereka selamanya.
Namun, apakah hanya karena ini silaturahmi harus terputus? Engkau malu bertemu dengan dia? Tiada tegur sapa berbulan-bulan hingga tiga turunan? Duh sahabatku, alangkah sempitnya engkau melihat dunia kalau begitu?
Karena itu jadikanlah cinta monyet itu sebuah pelajaran berharga, yang dapat engkau aplikasikan saat ini yaitu saat engkau sudah dewasa, sudah matang, dan sudah siap untuk menjemput pujaan baru.
Dan saya berharap semoga silaturahmi juga tidak akan terputus, dan engkaupun akan mampu berkata padanya: “Engkau tetap saudaraku. Engkau tetap sahabatku. Karena persahabatan dan persaudaraan yg kita bina bukan lantaran materi. Kita bersahabat, berteman dan bersaudara karena Allah. Dan tiada pernah terputus kecuali atas izin Allah”.
Jadi ketika engkau teringat masa-masa 'Gita Cinta Dari SMA' itu kembali hadir, jadikan itu sebagai pelajaran berharga disaat ini, saat engkau sudah dewasa dan matang, yang siap untuk menjemput pujaan baru dengan cara yang syari dan diridhoi Allah. Sehingga si dia yang pernah mengisi hari2mu dengan cinta monyet-nya itu akan terlupakan dengan sendirinya. Maka hilanglah sudah cinta haram yg datang sebelum waktunya tersebut. Dan tiada dendam, tiada sakit hati apalagi benci..!!!
Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-gita-cinta-dari-sma/186394914722497
Saudaraku, jangan Lebay yach?
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
==============================
“Wahai anak adam (manusia)
ambilah pakaianmu ketika hendak memasuki masjid (sholat), makan dan minumlah
dan jangan engkau berlebih-lebihan, karena Allah tidak menyukai orang yang
berlebih-lebihan” (QS al-A’raf : 31).
Sahabatku, hati-hati nich dengan
kebiasaanmu yang lebay. Israf yang akrabnya kita sebut “Lebay” ini sesungguhnya
penyakit hati yang merajalela dan berbahaya. Israf secara harfiyahnya adalah
boros atau melebihi batas kebiasaan, atau bisa juga diartikan dengan melakukan
segala sesuatu yang diluar kemampuan. Beberapa perbuatan israf yang dekat
dengan kita tanpa kita sadari. Check this out :
- Makan dan Minum. Pola makan yang tidak baik memberi dampak yang tidak baik buat tubuh kita. Terlalu cepat atau kebiasaan menunda makan sama artinya mengundang penyakit. Efeknya tentu ke diri kita sendiri. “Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang”.
Begitulah Rasul mengajarkan kita. Namun kita
sebagai manusia biasa terkadang khilaf. Ketika melihat makanan enak tersaji di
dapur khilaf juga jadinya tanpa baca doa, tanpa cuci tangan, dalam sekejap
bersih semua makanannya. So, buat sahabatku, jangan lebay yach kalau lagi makan
dan minum.
“Makan dan minumlah, dan janganlah
berlebih-lebihan. Sesunggahnnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan.” (Al A’raf: 31)
2. Lebay dalam berpakaian. “Haduch, zaman sekarang pakaian aneh-aneh saja, Basahan
untuk mandi kok di pakai untuk nyanyi” Jangan heran sahabatku, begitulah emak
ku tercinta berkomentar saat melihat artis yang pakaian rok nggak sampai lutut,
terkadang baju punya adeknya di pakai. Pakaiannya memang nggak berlebihan,
dasar pakaiannya kurang lagi ada. Tetapi maksud si pemakai yang Lebay, karena
si pemakaiannya berniat mencari sensasi. Lebay juga kan jadinya?
3. Tempat tinggal, kendaraan dan
gaya hidup yang lebay. Sekeluarga
hanya ada 3 orang tapi pembantu 7, Rumah 2, Motor 5, mobil 2. Allahu Akbar.
Tajir amat yach itu orang?!?!? Itu hanya misalkan, mudah-mudahan kita termasuk
orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah dan mengerti cara menggunakan harta
di jalan Allah, selalu. Amiiiiin!
“Hingga apabila Kami timpakan adzab
kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka
memekik minta tolong. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini.
Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.” (Al Mu’minun:
64-65)
4. Lebay dalam berbicara. Nach, yang satu ini paling dekat dan amat dekat dengan kita
terutama bagi kaum hawa. Hati-hati yach buat yang suka berbicara. Mulutmu
harimaumu, dan diam adalah emas. Sahabat, engkau dan diriku adalah sama. Kita
masih sama-sama belajar dan memperbaiki lisan kita. Selalu berusaha untuk
melafaskan setiap ucapan yang baik dari mulut kita.
"Dan berikan kepada
keluarga-keluarga terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang
berada dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan harta-hartamu
secara boros. Sesunggunya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syaitan." (QS : Al Isro': 26-27).
Nach, sahabatku. Orang yang lebay
atau israf adalah temannya syaitan. Maka berhati-hatilah. Jangan lebay lagi
yach sahabatku. Upz, tapi ada juga Lebay yang sangat dicintai oleh Allah. Masih
ingat kan dengan notes Nai yang kemarin. Tepat, Anda benar! Lebay dalam
bersedekah. Allah mencintai bagi mereka yang lebay dalam bersedekah. So,
galakkan terus berbagi rezeki buat orang disekitarmu. Ingat! Didalam hartamu
terdapat juga hak mereka.
"Barang siapa yang
membelanjakan seratus ribu dirham dalam ketaatan bukanlah israf, sebaliknya
barang siapa yang membelanjakan satu dirham dalam kemaksiatan adalah israf. Dan
siapa yang mencegah dirinya dari membelanjakan hartanya maka ia kikir
(al-qatr)".
Dengan demikian, sedikit atau
banyaknya harta yang dikeluarkan bukan menjadi ukuran penghamburan, melainkan
dilihat dalam hal apa harta itu dibelanjakan.
Mudah-mudahan kita menjadi sosok
yang lebih baik untuk nanti dan esok.
Wassalamulaikum wr. Wb,
Setiap Akhwat Itu Unik
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Huhuhu…entah kenapa tiba2 terpikir oleh saya untuk menceritakan al Ukh yg begitu mempesona… Sejak pertama kali melihat, wuiii… dah kebayang, kaya’ gini ya calon bidadari surga tu… Seketika itu juga langsung berasa, she’s “the one”…
Weiiitttsss.. jangan salah.. ! Bukan brarti saya dah beralih “orientasi”, nyadar bgt koq itu dilaknat Alloh.. Lagian, saya masih 100% NORMAL!!!
Cuma, ya itu dia… she’s sooo.. can’t find the right words to describe…
Bukan, bukan cantik secara fisik (gak bisa dipungkiri iya juga siy..) tapi lebih ke inner beauty dan attitudenya itu loh… yg akhwati banget!!!
Masalah “the one” tadi? Hihihi.. maksudnya the one that I wanted to be like…
Apalagi pas awal2 hijrah dulu, jadi terstigma… klo mau jadi akhwat sejati tu ya harusnya kaya’ gitu… dan jadilah al Ukh tersebut my role model..
But the big problem is, saya sama sekali gak seperti dia.. yg kalem, lembut, manis, cantik, tapi tetep punya semangat dan mobilitas tinggi dalam dakwah… bisa super ramah en full senyum kalo ma akhwat lain, yg gak dikenal sekalipun, tapi masang muka ketus plus agak judes klo berhadapan ma ikhwan…*emang gak segitunya kali yack..:) *
Huuuhhh… jadi, klo mencoba meng-compare gitu, wuiiihh gubrraaaaaakkzzz abissss deh pokoknya!!! Dan terasa semua yg saya lakuin tu salah karena gak sedikitpun sesuai dg apa yang dia lakuin… Sempat jadi mengalami semacam krisis identitas.. Karena saya sangat ingin jadi “manusia baru” yg lebih baik dari saya yang dulu, tapi… rasanya nyiksa banget dan menipu diri sendiri ketika berusaha jadi “seseorang yg lain” itu…
Dah sering banget siy, dibilangin, just be your self!! Apa enaknya jadi orang lain? Toh bersikap Islami bukan berarti membuang semua yg ada pada diri, kaan??!!
Tapi, tetep dalam hati bersikeras, klo mau jd akhwat beneran ya harus jadi kaya’ ukhti cantik itu!! Walo gak tau gimana caranya dan kapan bisa terealisasinya…
Sampai suatu ketika, gak tau kenapa, mungkin karena Alloh yg mengilhamkan.. saya melihat ukhti lain yg sangat berbeda dari ukhti yg saya maksud tadi (yg memenuhi kriteria akhwat ideal menurut saya) tapi dia tetap bisa terlihat begitu menarik dan memikat, dan gak bisa dibilang dia bukan akhwat sejati… padahal perbedaannya bisa dibilang 180 derajat!!
Hmmm.. setelah itu kemudian saya mencoba melihat ke sekeliling.. ternyata banyak sekali sisi cantik yg bisa dilihat dari seorang akhwat…entah kenapa tiba2 semua akhwat jadi terlihat cantik dimata saya.. baik itu yang lembut, yg keras, yg pendiam, yg cerewet, yg kalem, yg biyayakan, yg tenang, yg ekspresif, yg dewasa, yg manja, yg tomboy, bahkan yg centil sekalipun, jadi gak terlalu bermasalah di mata saya.. *hohoho.. yg terakhir ngomongin diri sendiri niy kaya’nya..:p*
Yah, sekarang sudah timbul kesadaran bagi saya, bahwa setiap manusia itu memang diciptakan berbeda, menurut karakter dan pembawaannya masing2… mengubah diri secara total hanya pada outer look, bukan itu essensi dari “hijrah”.. apa yg ada di dalam hati, itu yg jauh lebih penting…
Lagipula, perbedaan itu indah kan? Pelangi tak kan sempurna jika tak berwarna-warni..
Sekarang, tinggal bagaimana membingkai karakteristik masing2 pribadi agar sesuai dg ajaran yang Islami dan kemudian bersinergi untuk bekerjasama dalam membangun peradaban bangsa ini, agar lebih berkembang, maju, dan mendapat ridho Illahi…
Tentang ukhti cantik itu, ia masih terlihat amat cantik dimata saya.. masih sering terpesona ketika melihatnya.. tapi, sekarang ia punya banyak saingan… karena sekali lagi, setiap akhwat mempunyai sisi unik dan menarik yg membuat ia terlihat cantik… apalagi ketika kelebihannya itu digunakan untuk berjuang di jalan-Nya… wuuiiiiihhhhh…
Subhanalloh abis de pokoknya… Luar biasa cantik jadinya!!
Jadi siapapun anda ya ukhti, anda tetap cantik dan menarik bagi saya..selama anti berjalan dalam koridor Islam dan dalam rangka ketaatan perintahNya.. -senyum-
Once more, buat setiap ukhti di seluruh dunia….
I may not know you, but I know that I love you…
coz one thing that make us one, our Dinul Islam...
together we can always be strong and make our dreams come true..
so that one day we can see Islam rule the world again!!!
Message : remember, you can find your own inner beauty without being anyone else..
—khususnya buat diri sendiri! ^_^ —
Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-setiap-akhwat-itu-unik/186189938076328
Selasa, 25 Januari 2011
Bunda Dan Facebook…
Hari ini saya angkat tema tentang orang tua dan anak,,dan pengaruh lingkungan terhadap kewajiban kita sebagai orang tua dan calon orang tua..
“Iya, bunda sih, facebook-kan terus, bentar-bentar buka komputer, bentar-bentar facebook-kan, bunda tuh kurang perhatian sama anak-anak”, demikian celoteh Dion (6 tahun) pada ibunya.
Dengan sabar bunda menjawab : “Sabar nak, nanti bunda susul ke sekolah, dipakainya jam berapa Din?"
“Jam 8, bunda. Pagi-pagi begini toko mana ada yang buka?”, Dina menjawab setengah menangis.
“Sudah, sudah, bunda sibuk, jangan marah-marah dengan bunda seperti itu, bunda akan usahakan semua keperluan kamu sebelum jam 8 pagi, ayo semuanya berangkat sekolah, nanti terlambat.”, gusar bunda pada dina dan dion.
Hari itu menjadi hari yang memusingkan buat Bunda Dina karena dengan tergopoh-gopoh, beliau mencari semua yang diperlukan putrinya, memang semua salahnya, karena sibuk bekerja dan memikirkan agenda rapat yang hasrus dilaksanakan pada hari ini, maka dari kemarin sore hingga malam hari, bunda Dina membawa pekerjaan kantornya ke rumah dan alhasil semua pembicaraan anak-anaknya tidak mendapat tempat dalam memorinya. Bunda Dina hanya mengangguk saja ketika anaknya bertanya dan meminta apa-apa, sementara pikiran dan matanya sibuk dengan tuts-tuts handphone di tangannya, membahas semua pekerjaan kantor yang tak ada habisnya.
Dan semua bisa terlambat, bila bunda Dina tidak segera tanggap dan cepat, serta berkeras untuk tinggalkan semua pekerjaan kantor bila sampai di rumah, bila mau mendapatkan anak-anaknya tetap berkomunikasi dengannya, karena bisa saja sang anak akhirnya mencari kawan bicara yang mau mendengarkan semua keluhannya, semua ceritanya dan yang mampu memenuhi semua kebutuhannya untuk bicara, namun karena bunda sibuk dengan pekerjaan kantor yang dibawa pulang kerumah, akhirnya anak-anak berkesimpulan, “bunda sibuk! , dan tak mau bicara denganku. dan aku akan mencari kawan bicara diluar sana” (kalau boleh aku bisikan pada anak-anak itu, satu alinea saja: 'hati - hati nak, di luar banyak serigala berkulit domba yang akan menerkammu, bila kau salah mencari kawan bicara').
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/bunda-dan-facebook/185185704834419
Muslimah Kini Dan Nanti
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya .... ” (QS An-Nur : 31)
Sudah sering mendengar ayat ini? atau mungkin telah mengahafalnya?
Ya ... ayat ini menjadi bukti betapa Islam melindungi seorang wanita. Kemuliaan seorang wanita dalam Islam terletak pada usahanya untuk menjaga kehormatan dirinya. Islam telah mengatur bagaimana seorang wanita bisa menjadi mulia dengan akhlaq, menutup aurat dan melaksanakan perintah Allah. Perintah menutup aurat bukan mengekang kebebasan seorang wanita, justru memperlihatkan bahwa Islam mengerti dengan apa yang dibutuhkan oleh wanita.
Bila diibaratkan, terdapat dua buah kue yang sama jenisnya, dijual di tempat yang terpisah, yang satu ditaruh di etalase kaca bertulisan jangan disentuh dan yang satu lagi dibiarkan “berdesakan” dengan jajanan lain tanpa penutup apa-apa dan yang pasti telah sering dipegang oleh tangan-tangan yang belum tentu steril.
Nah, kita diminta memilih, mana yang akan kita beli ? secara logika tentu saja kita pilih yang tidak pernah dipegang karena pasti terjaga kualitasnya. Seperti itu pula wanita, begitu sayangnya Allah sehingga Ia ingin menjadian kita sesuatu yang “mewah” dan suci karena terlindungi ....
sebuah kisah akan mengingatkan kita pada wanita mulia ....
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya.”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah menyembuhkannya.' Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu.' Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, aura tku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’ "
Apa amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga? Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam? Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam. Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya.
Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperliha tkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya. Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, dan amalan-amalan salihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Subhanallah, ternyata untuk menjadi mulia tidak butuh kosmetik mahal, perawatan kulit untuk menjadi putih dan alat-alat kecantikan lainnya, namun yang dibutuhkan hanya kesabaran dalam “memutihkan” hati dan menjaga kesucian diri.
Sekarang, patutlah diri di depan kaca, dan katakanlah bahwa saya akan menjadi seorang wanita mulia mulai sekarang dan nanti. Kenapa nanti? karena tidak ada yang tahu apakah kita masih seperti sekarang besok, beberapa hari lagi bahkan bertahun-tahun berikutnya, karena baiknya iman kita saat ini ... ketulusan yang hadir hari ini belum tentu bertahan hingga nanti jika tidak ada usaha untuk memperbaiki diri.
Kesempatan untuk memompa semangat tidak selalu datang begitu saja, ia butuh diberi sebuah asupan dari saat ini, keinginan untuk terus berubahpun tak datang tiba-tiba karena butuh keteguhan dan kekuatan cinta pada Ilahi. Modal tersebut akan didapat melalui proses pencarian sebuah ilmu yang mampu memantapkan hati kita bahwa muslimah seperti inilah yang diharapkan muncul dari sebuah generasi pembaharu.
Muslimah yang teguh dengan hijabnya, yang terus menambah wawasan keislamannya dan muslimah yang mampu mempengaruhi orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jilbab yang hadir di tengah masyarakat yang gersang akan ilmu agama bisa menarik orang lain untuk mendalami Islam, apalagi bila ditambah dengan kecerdasan dan talenta yang dimilki oleh muslimah tersebut,maka akan dapat menimbulkan tarikan yang lebih kepada mereka.
Berangkat dari pemahaman inilah terdapat kesimpulan bahwa ancaman muslimah dalam kehidupannya dipengaruhi oleh lingkungan yang homogen dan heterogen. Hanya tinggal muslimah itulah yang berusaha untuk menjaga dirinya sekarang dan hingga nanti ... Wallahu’alam bishowwab
Dua Waktu Tidur Yang Makruh Dalam ISLAM
Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.
Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.
1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh
Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :
“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
2. Tidur Sebelum Shalat Isya’
Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).
Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”
Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat.
Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/dua-waktu-tidur-yang-makruh-dalam-islam/184977321521924
Anak Sulungku…
Matanya bekerjap-kerjap dan bibirnya terlihat bergetar, nampaknya anak lelaki berusia 11 tahun itu ingin mengucapkan sesuatu yang sulit untuk diucapkan. Keadaan mencekam yang tercipta pada pagi dingin tadi berlangsung hingga sekarang didalam rumah sehingga membuat suasana tidak nyaman.
Sang ibu terlihat sibuk menyiapkan sarapan dengan tangan yang masih penuh remah-remah roti. Celemek lusuh yang sesekali diangkatnya ke atas untuk menyeka keringat dan wajah masam sang ibu dengan bibir yang tertekuk semakin menyiratkan kegelisahan, membuat sang anak menjadi semakin merasa bersalah dan tidak enak hati atas apa yang terjadi di rumah itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, dan sekitar 10 menit lagi akan ada kereta api yang lewat yang akan menolong anak lelaki kecil itu berangkat menuju ke sekolahnya, namun tidak akan cukup waktu baginya untuk tidak datang terlambat ke sekolah sebelum ia berbicara dengan ibunya.
Dengan kegelisahan yang semakin lama semakin memuncak dan diamnya sang ibu yang sibuk sendiri dengan wajah masam dan mulut cemberut tanpa suara sepatahpun, membuat anak lelaki kecil yang sangat disayanginya dan juga diharapkannya menjadi semakin panik dalam kebisuan yang menyakitkan bagi dirinya.
Akhirnya, dengan tidak tahan, sang anak menghampiri ibunya yang terlihat masih marah dalam diam. Dia mencoba untuk memeluk sang ibu namun dengan agak kasar ditepis tangan anaknya. Ketika anaknya sekali lagi meminta maaf atas kesalahannya yang sholat subuh kesiangan karena nonton bola semalam, juga kekhilafannya karena tidak membuat PR matematika yang ditekankan oleh gurunya berkali-kali, membuat sang ibu marah bukan kepalang, dan rasanya bagi si anak tidak ada maaf baginya.
Anak kecil itu kemudian berlari keluar rumah dan dengan wajah menahan marah serta mata berkerjap-kerjap menindas air mata yang hendak keluar, sang anak bersumpah dalam hati akan membenci ibu yang telah menyakiti hatinya. Namun perasaan sayang dan cinta begitu kuat, sehingga sang anak tidak tahu kemana harus dilampiaskan perasaannya yang gamang itu.
Sungguh sedih, ketika seorang anak berbuat kesalahan yang cukup fatal dimata orang tuanya dan sang anakpun sebenarnya sudah memohon maaf dan mengakui kesalahannya namun seringkali karena seorang ibu merasa bahwa dirinya adalah penguasa bagi anaknya, maka dia mampu untuk berbuat apa saja, termasuk mau memaafkan atau tidak atau bahkan diam saja dengan cara yang membimbangkan hati anak pra-remajanya. Apalagi, bila sang ibu hafal hadist yang berbunyi,
اْلجَÙ†َّØ©ُ تَØْتَ Ø£َÙ‚ْدَامِ اْلأُÙ…َّÙ‡َاتِ
"Surga itu di bawah telapak kaki ibu."
maka sang anak, seperti merasa terancam akhir hidupnya ditangan seorang ibu yang mencintainya sekaligus menjadi penguasa baginya..
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/anak-sulungku/185181408168182
Dulu Haram Kini Halal
Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para shahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.
Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal". Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para shahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.
Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari
Masjid demi melupakan rasa laparnya.
Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci...dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi.
Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu". Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia hendak memberitahukan/mengingatka
n pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.
Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : "Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucap salam ... akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !" Ah.. benar juga, pikirnya.
Maka masuklah ia dengan tanpa suara... Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan - timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar - tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.
Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh ...syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang....Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik.
Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.
Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat tidur...Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidakk !!
Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya...ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : "Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?"
Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata :"Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk menganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!"
Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? "Hei - tiba2x ia tersadar serta berucap dalam hati - engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini, tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon....(hening).
Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku .... aku harus keluar." Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.
Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.
Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu' sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.
Tapi ... tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan. Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ......
"Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:"Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:"Seandainya Allah memberi petunuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadam.Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar.Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (QS. 14:21)"
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:"Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamulalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)"
Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia "Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?" Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya.
Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu ... adalah wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada diruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh ... celaka, celaka.
Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak lamapun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw.... celaka, pikirnya panik !!
Hampir celentang jantuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : "Hai Fulan, kemarilah !" Dengan pelahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha
menyembunyikan wajahnya.
Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya : "...benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak ... ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang dimimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya".
Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : "Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?" Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia.
Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.
Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :
"Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".
Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah.
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/dulu-haram-kini-halal/184500198236303
Renungan Malam
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah ke ibu anda. Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh waktu kita bayi itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita, semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, sahabat...semuanya orang - orang yang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu......
Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah di lakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Allah SWT mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata : " Betapa lelahnya aku hari ini" dan apa penyebab lelah itu ?.......juga untuk siapa dia berlelah-lelah ? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus, mendidik anak-anak juga mengurus rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
**Renungan untuk kita semua...
Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka nanti malam.....rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika memuncak jika mengingat itu semua...........
Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu tak membuka matanya..selamanya!"
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/renungan-malam/184702371549419
Belajar Dari Cicak
Aneh sekali, makanan cicak ialah serangga yang bisa terbang. Lalat, kumbang kecil dan lain-lain yang mempunyai sayap. Kalau difikirkan secara logika, mana mungkin cicak yang hanya ada kaki yang melekap di dinding dan di atap itu mampu ‘memburu’ mangsanya yang bisa terbang. Tentulah begitu sulit bukan? Bukankah lebih sesuai jika Allah kurniakan untuk cicak sepasang sayap yang juga mampu terbang bagi memburu mangsanya? Barulah adil.
Tapi Allah SWT Maha Mengetahui, walaupun cicak tidak dikaruniakan sayap tetapi Allah karuniakannya lidah yang panjang, mata yang tajam dan kecepatan yang luar biasa untuk mendapat rezkinya. Seolah-olah cicak tidak ‘mengeluh’ karena tidak bersayap, sebaliknya menggunakan lidah, mata dan kakinya dengan penuh kesungguhan untuk mencari rezki. Secara mudah, bolehlah dikatakan cicak tidak fokus pada kekurangannya, sebaliknya berfokus pada kelebihannya. Hasilnya, cicak tetap dijamin rezekinya.
Anak-anak juga perlu belajar dari kegigihan cicak ini. Sebagai manusia, kita juga ada kelebihan, dan kita juga ada kekurangan. Untuk belajar kita perlu tumpukan pada kekuatan kita. Mungkin kita pelajar miskin, tapi itu bukan penghalang untuk belajar. Tumpukan pada kerajinan kita. Mungkin fisik kita agak lemah, tetapi pertajamkanlah fikiran kita. Mungkin kita anak yatim, tetapi kita masih boleh membina hubungan yang baik dengan ibu saudara, bapa saudara, guru-guru dan teman-teman kita.intinya, jangan jadikan kekurangan sebagai satu alasan… tetapi tukarkan ia menjadi satu kelebihan!
Jadi bila anak-anak melihat cicak, jangan pandang begitu saja. Jangan hanya berimajinasi minta diberi sepasang kaki dan tangan seperti cicak… sedarlah kita lebih mulia daripada cicak. Sebaliknya pandang kelebihan yang ada pada kita manusia. Pandanglah kekuatan kita sebagai seorang individu yang punya berbagai keistimewaan. Allah Maha Kaya, pasti ada kelebihan pada setiap manusia yang diciptakan-Nya termasuk diri kita. Ingatlah ungkapan yang berbunyi:
“Tuhan tidak menciptakan manusia bodoh. DIA hanya menciptakan manusia dengan kebijaksanaan berbeda.”
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/belajar-dari-cicak/184452628241060
"Iman Adalah Fondasi Dan Amal-Amal Adalah Bangunannya."
Siapa saja yang ingin bangunannya
tinggi dan kokoh, ia harus membuat fondasi yang kuat. Amal adalah bangunannya,
sedangkan iman adalah fondasinya. Jika fondasi tersebut kokoh, maka bangunanpun
akan tegak kuat menjulang, sebaliknya kalau fondasinya lemah atau rapuh, maka
bangunan pun akan runtuh.
Orang yang mengenal hakikat
ini, ia akan lebih memperhatikan fondasi daripada bangunan. Allah Subhanahu Wa
Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
Afaman assasa bunyaanahu 'alaa
taqwaa mina allaahi waridhwaanin khayrun am man assasa bunyaanahu 'alaa syafaa
jurufin haarin fainhaara bihi fii naari jahannama waallaahu laa yahdii alqawma
alzhzhaalimiina
Artinya:
" Maka apakah orang-orang yang mendirikan
mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik,
ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh,
lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam.
Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. At-Taubah [9]:109).
Oleh karena itu, dirikanlah bangunan
amal di atas fondasi iman yang kokoh sehingga apabila di antara bangunan amal
ada yang retak, atau rusak, maka akan dapat diperbaiki dengan mudah dan bahaya
pun lebih kecil.
Fondasi bagi amal yang bernama iman
ini terdiri atas dua hal:
1. Benarnya makrifat tentang Allah,
tentang asma dan sifat-sifat-Nya.
2. Kepatuhan totalitas kepada-Nya
dan kepada Rasul-Nya.
Inilah fondasi terkuat bagi bangunan
amal si hamba, maka lindungi dan peliharalah ia. Kemudian sempurnakanlah
bangunan dengan akhlak karimah dan berbuat ihsan kepada yang lain, dan
pagarilah dengan dinding waspada sehingga tidak diterjang musuh dan cacatnya
tidak kelihatan. Berilah pintunya dengan kunci berupa diam menahan diri dari
hal-hal yang ditakuti akibatnya.
Wallahu'alam…
Mengenal Sang Kekasih
Ini adalah sebuah kisah tentang salah
satu dari sifat sifat suci Sang Rasul Akhir Jaman, Muhammad SAW, yang ditulis
Jalaluddin Rumi dalam buku Al-Matsnawi.
Pada suatu hari di mesjid, Rasul
kedatangan serombongan kafir yang meminta untuk bertamu. Mereka berkata,
“Kami ini datang dari jarak yang
jauh, kami ingin bertamu kepada Engkau, Ya Rasulullah.”
Lalu Rasul mengantarkan para tamu
tersebut kepada para sahabatnya. Salah seorang kafir yang bertubuh besar
seperti raksasa tertinggal di mesjid, karena tidak ada seorang sahabat pun yang
mau menerimanya.
Dalam syair itu disebutkan, ia
tertinggal di mesjid seperti tertinggalnya ampas di dalam gelas. Mungkin para
sahabat takut menjamu dia, karena membayangkan harus menyediakan wadah yang
sangat besar.
Lalu Rasul membawa dan
menempatkannya di sebuah rumah. Dia diberi jamuan susu dengan mendatangkan tiga
ekor kambing dan seluruh susu itu habis diminumnya. Dia juga menghabiskan
makanan untuk delapan belas orang, sampai orang yang ditugaskan melayani dia
jengkel. Akhirnya petugas itu menguncinya di dalam.
Tengah malam, orang kafir itu
menderita sakit perut. Dia hendak membuka pintu tapi pintu itu terkunci. Ketika
rasa sakit tidak tertahankan lagi, akhirnya orang itu mengeluarkan kotoran di
rumah itu.
Setelah itu, ia merasa malu dan
terhina. Seluruh perasaan bergolak dalam pikirannya. Dia menunggu sampai
menjelang subuh dan berharap ada orang yang akan membukakan pintu.
Pada saat subuh dia mendengar pintu
itu terbuka, segera saja dia lari keluar. Yang membuka pintu itu adalah
Rasulullah saw. Rasul tahu apa yang terjadi kepada orang kafir itu. Ketika
Rasul membuka pintu itu, Rasul sengaja bersembunyi agar orang kafir itu tidak
merasa malu untuk meninggalkan tempat tersebut.
Ketika orang kafir itu sudah pergi
jauh, dia teringat bahwa azimatnya tertinggal di rumah itu. Jalaluddin Rumi
berkata, “Kerakusan mengalahkan rasa malunya. Keinginan untuk memperoleh barang
yang berharga menghilangkan rasa malunya.” Akhirnya dia kembali ke rumah itu.
Sementara itu, seorang sahabat
membawa tikar yang dikotori oleh orang kafir itu kepada Rasul,
“Ya Rasulullah, lihat apa yang
dilakukan oleh orang kafir itu!”
Kemudian Rasul berkata, “Ambilkan
wadah, biar aku bersihkan.”
Para sahabat meloncat dan berkata,
“Ya Rasulullah, engkau adalah Sayyidul Anâm. Tanpa engkau tidak akan diciptakan
seluruh alam semesta ini. Biarlah kami yang membersihkan kotoran ini. Tidak
layak tangan yang mulia seperti tanganmu membersihkan kotoran ini.”
“Tidak,” kata Rasul, “ini adalah
kehormatan bagiku.”
Para sahabat berkata, “Wahai Nabi
yang namanya dijadikan sumpah kehormatan oleh Allah, kami ini diciptakan untuk
berkhidmat kepadamu. Kalau engkau melakukan ini, maka apalah artinya kami ini.”
Begitu orang kafir itu datang ke
tempat itu, dia melihat tangan Rasulullah saw yang mulia sedang membersihkan
kotoran yang ditinggalkannya. Orang kafir tidak sanggup menahan emosinya. Ia
memukul-mukul kepalanya sambil berkata, “Hai kepala yang tidak memiliki
pengetahuan.” Selanjutnya, dia memukul-mukul dadanya sambil berkata, “Hai hati
yang tidak pernah memperoleh berkas cahaya.”
(tulisan diambil dari berbagai
sumber)
Catatan :
- Betapa mulianya Rasululloh, alam semesta ini diciptakan hanya karena beliau, namun beliau tidak pernah sedikit pun bersikap arogan, sombong dan takabur. Beliau senantiasa rendah hati, tawadlu dan sangat menghormati tamu, meski tamu itu adalah seorang kafir yang tidak tahu diri.
- Ya Allah curahkanlah sholawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, yang dengan berkah sholawat tersebut Engkau berkenan lembutkan hati kami dan perindah akhlak kami sebagaimana Engkau telah perindah rupa kami. Amiiin.
Senin, 24 Januari 2011
Seberapa Sering Anda 'Jatuh'?
Oleh: Agatha Yunita
Apakah Anda suka bermain sepeda, merasakan asyiknya ditiup angin dan menari di atas roda yang bergulir? Tentu saja sebelum mahir bersepeda, Anda pasti sempat belajar dan jatuh bangun bukan?
Awalnya Anda akan menjejakkan kaki, berusaha agar bisa berdiri seimbang di atas dua roda itu. Perlahan salah satu kaki Anda dijejakkan agak keras agar sepeda melaju ke depan.
Tak lama kemudian, sesekali sebelah kaki Anda mencoba mengayuhnya. Dan satu detik, dua detik, sepeda Anda melaju ke depan. Namun, kemudian, GUBRAKK! Anda jatuh.
Saat Anda jatuh dari sepeda, akankah Anda berhenti? Seingat saya, tidak. Seseorang yang belajar bersepeda, selalu bersemangat dan tak pernah berhenti sekalipun lutut sudah terluka dan siku tergores kerikil di jalanan.
Kembali sepeda dinaiki, dan pedal dikayuh walau lutut terasa pedih. Beberapa kali terseok dan hampir terjatuh, namun kali ini kaki Anda langsung merespon sehingga sepeda tetap berdiri kokoh. Dan siapa sangka, usaha gigih Anda kemudian membuahkan hasil. Sesekali sepeda dikayuh dan melaju ke depan. Intensitas jatuh mulai berkurang, dan digantikan dengan jalan-jalan setapak yang Anda jelajahi. Indah bukan?
Demikian pula dengan hidup ini. Hidup di mana akhir-akhir ini Anda sering mengeluh karena masalah muncul silih berganti. Anda yang gagal dan 'jatuh' merasa tak sanggup lagi 'mengayuh'. Keinginan Anda berdiri di atas roda kehidupan mulai pudar. Digantikan dengan isak tangis manja yang semakin lama makin memupuskan harapan. Hei, di manakah keberanian Anda itu? Ke manakah semangat yang dulu pernah Anda punya?
Hapus air mata itu, sahabat. Ingat kembali masa-masa di mana Anda belajar mengayuh sepeda. Sekalipun lutut dan siku sudah pedih, Anda tak jua berhenti. Dan perjuangan memang sungguh berarti jika Anda mengabaikan keluhan-keluhan kecil itu. Tak perlu takut 'jatuh' dan terluka, karena di depan sana jalanan indah nan liar masih belum Anda lewati. Mari, kembali mengayuh lagi.
http://www.facebook.com/notes/womanonly-kapanlagi/seberapa-sering-anda-jatuh/10150091075739145
Hei, Bangun Masa Depanmu! [ Part #2 ]
Di Part pertama tulisan 'Hei, Bangun Masa Depanmu!' ini, kamu insya Allah sudah mendapat kesimpulan, bahwa kamu harus mau membangun masa depanmu, sebaik mungkin. Dan, hal itu membutuhkan pemaksimalan dua hal penting, sekaligus paling dasar: Tahdid alhadaf, dan mil' alfaragh.
Ok, memaksimalkan keduanya, saya membuat peta tersendiri untuk diri saya, yang -semoga- dengan berbagi ini, kamu, sahabat saya, mungkin mengambil gambaran, dan semoga mengambil manfaat.
Hm, pemaksimalan dua point penting tadi, membutuhkan empat langkah sakti: Ifham, Qaddir, Thabbiq, Naffidz. Ikuti penjelasannya!
[ Ifham! » Fahamilah! ]
Langkah pertama, adalah kamu harus memahami kemauan dan tujuanmu di masa depan. Tentu saja, memahami keinginan masa depanmu, bukan hanya dengan sekedar 'memahami' saja, tapi kamu -minimal- benar-benar membuat persiapan yang pas. Saya pribadi, persiapan itu saya tulis baik-baik, dan saya simpan sebagai penyemangat!
Nah, agar kamu lebih mudah membuat persiapan untuk masa depan, point Ifham, bisa kamu kuasai sebaik mungkin dengan membuat pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan yang saya gunakan untuk menginjak point Ifham, diantaranya:
• Apa tujuanmu? • Apa yang kamu lakukan untuk menuju impian? • Apa rencanamu? • Apa yang mungkin kamu butuhkan? • Apa yang membuatmu memilih impian itu? • Apa yang akan terjadi jika tercapai? •
Sahabat, kamu bisa kok menambahkan pertanyaan lain, agar kamu semakin mantap dengan pilihan masa depanmu!
Nah, jika kamu sudah benar-benar memahami dirimu dan kemauanmu dipoint ini, saatnya kita berpindah ke point kedua.
[ Qaddir! » Perkirakan! ]
Ya, kamu sudah memahami kemauanmu, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membuatmu semakin yakin dengan kemauan itu. Sekarang, agar mudah untuk menuju impian dan masa depan, kamu harus memperkirakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan itu, yang kamu sendiri harus melewatinya!
Ya, saya sudah menjawab pertanyaan untuk point ini. Semisal, pertanyaan-pertanyaan berikut:
• Bagaimana caramu menuju impian? • Sekarang, kamu memulai darimana? • Apakah kamu nanti akan membutuhkan bantuan? Jika ya, dari siapa? • Apakah kemungkinan menuju impian itu dalam batas wajar dan bisa diharapkan? • Jika kamu menemui rintangan, apa yang kamu persiapkan untuk menghadapinya? • Jika kamu menemui kegagalan, apa yang kamu persiapkan untuk menghadapinya? • Siapkan segala rencanamu! •
Point ini, ada hal penting yang harus menjadi amunisi kita: percaya diri! Karena dengan kepercayaan dirimu, kamu bisa melaju pesat untuk mencapai tujuan. Dan, setiap masalah yang kamu hadapi, insya Allah bisa kamu urai, secepat mungkin.
Plus, agar lebih memuaskan, coba kamu perkirakan juga: siapa sajakah yang akan mendapat manfaat dari masa depanmu itu? Jawab saja sepuas hatimu: bisa orang tua, keluarga, sahabat, atau bahkan masyarakat luas.
[ Thabbiq! » Terapkan! ]
Kamu sudah memahami keinginanmu, juga sudah mempersiapkan peta dengan matang untuk menuju garis finish. Tak ada kata menunda: Sekarang juga, secepatnya terapkan rencana dan petamu, dalam hidupmu dan jadwal sehari-harimu!
Ya, seperti pada point Qaddir, ada perkiraan kamu menemui rintangan. Tapi, hm, di fase Thabbiq, karena persiapan matang point Qaddir, juga kepercayaan dirimu, kamu akan mudah melewati rintangan; Karena bagi seorang yang benar-benar berkemauan tinggi, rintangan hanyalah sebuah halangan kecil, yang bukan mengganggu, tapi memberikan pelajaran!
Ya, pengalaman adalah guru terbaik.
[ Naffidz! » Laksanakan! ]
Ya, point ini berkaitan erat dengan point sebelumnya, Thabbiq. Point Naffidz, mengajakmu agar tak terputus untuk tetap menjalani rencana-rencana yang kamu susun di point kedua, Qaddir, hasil keyakinan matang point pertama, Ifham.
Nah, point Naffidz, pun mengajak kamu untuk selalu cepat tanggap menghadapi segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana-rencanamu: setiap satu rencana terlaksana, maka bersegeralah melaksanakan rencana kedua -semua rencanamu, tetap akan bermuara pada satu ujung bernama masa depan! Jangan sia-siakan waktu!
###
Sahabat, bisa kamu temukan rasa disini, bahwa di dua point Ifham dan Qaddir, kamu sedang memaksimalkan tahdid alhadaf. Dan, pada dua point terakhir, Thabbiq dan Naffidz, kamu diajak memaksimalkan mil' alfaragh!
Seperti yang disebut di part pertama, memaksimalkan dua hal penting ini: tahdid alhadaf dan mil' alfaragh, akan membuat jalanmu menuju masa depan semakin luas terbentang!
###
Wah, benar-benar pas dengan awal tulisan ini, Masa muda, benar-benar masa yang berapi-api. Saya terbakar semangat!
###
Seringkali, ketika kita sedang berada di jam sembilan pagi hingga dluhur, semangat kita mengerjakan tugas keseharian -apapun itu- begitu berkobar, hingga seakan kita lupa bahwa nanti waktu ashar dan waktu malam ak tiba -kita semangat sekali di jam-jam 'hidup' itu!
Begitu juga kita diusia remaja ini. Kita terbakar semangat, terbakar motivasi. Dan karena itu, kita sering lupa dengan masa tua dan gelap kubur kelak! Seakan di perasaan kita, dimasa depan, usia kita kelak tak jauh berbeda dengan usia sekarang.
Sahabat, ayolah. Coba terapkan tahdid alhadaf dan mil' alfaragh, bukan hanya pada masa depan kehidupan dunia, tapi juga pada masa depan yang lebih jauh dan abadi: akhirat! Apakah kamu sudah mempersiapkan itu semua, agar masa depan bernama akhirat itu bisa lebih bersinar terang dan memuaskan?
Ya, menerapkan semua itu pada kehidupan akhirat, akan lebih penting. Masa mudamu, masa yang sedang penuh semangat, jangan disia-siakan untuk hal yang mengantarkanmu kepada selain surga!
Ya, rencanakan masa depan duniamu, untuk mencapai hal terbaik bagimu. Dan rencanakan untuk masa depan akhiratmu: Surga Tertinggi!
###
Ya Hayyu, Wahai Yang Mahahidup,
Ya Qayyum, Duhai Yang Mahamenguasai,
Dengan rahmatMu aku meminta tolong,
Dari siksamu aku berlindung,
Jangan biarkan aku sekerjap matapun
Mengurusi urusan-urusan hidupku.
Cukuplah bagi kami, Allah sebagai Penguasa terbaik dan Penolong terbaik.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/hei-bangun-masa-depanmu-part-2-/10150118905156042
Kecantikan Istri Hanya Untuk Suami
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Al-Barquni mengatakan,
“Kecantikan seorang wanita dan keindahan dirinya adalah landasan kecenderungan laki-laki dan keterpika tannya. Pilar keindahan adalah kebersihan, maka seharusnya istri mewaspadai pandangan suaminya tertuju pada sesuatu yang menjijikkan dan memuakkan, baik itu berupa kotoran, kekusutan, bau busuk atau lainnya”.
Mungkin pertama kali yang menjadikan pria tertarik kepada wanita adalah kecantikan dan penampilannya yang manis. Tetapi sayangnya, sebagian wanita melupakan kenyataan ini, sehingga mereka mengabaikan dirinya sedikit demi sedikit. Akibatnya,sang suami melihatnya dirumah dengan penampilan yang tidak enak dipandang, dalam keadaan rambut acak-acakan, atau bersikap cuek, dan juga mencium “aroma dapur” dari badannya, selalu mengenakan pakaian yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tidak memperhatikan insting, etika,sisi-sisi psikologis, dan kecantikan .Bahkan mereka masih saja mengabaikan setelah dikaruniai beberapa orang anak, karena pada saat itu ia menyangka telah mengikat suaminya, dan meyakini bahwa suaminya tidak akan bisa lari darinya.
Ini adalah kesalahan fatal, karena bisa merusak penampilan yang telah digambarkan oleh seorang pria tentang wanita disaat menikahinya.Tidak diragukan lagi bahwa hi langnya kecantikan seorang istri dari pandangan suaminya akan mengakibatkan dampak yang sangat buruk. Misalnya, kita sering menemukan ada seorang wanita cantik yang diabaikan suaminya. Bahkan, sang suami lebih cenderung mencari wanita lain. Sementara itu, disisi lain kita menemukan wanita lain yang kurang begitu cantik tetapi dapat menarik hati dan perasaan suaminya dengan memelihara kelembutannya, menjaga kebersihan, perhiasan dan pakaiannya .
Kehancuran mayoritas rumah tangga bisa di pastikan berawal dari permasalahan ini.
Oleh sebab itu,Tanggung jawab seorang wanita muslimah adalah menyediakan segala faktor ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kasih sayang bagi suami, sementara tanggung jawab suami adalah berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup, peralatan dan barang-barang yang diperlukan istrinya.
Sudah seharusnya seorang istri berhias berharum-haruman, dan mempercantik dirinya di rumah khusus, untuk suaminya saja, berapa banyak wanita yang tidak begitu cantik bisa memiliki hati dan perasaan suaminya dengan menjaga kebersihan, pakaian, keindahan penampilan dan tutur kata yang manis.
Seorang wanita Muslimah pasti ingin menjadi penghuni surga-Nya, dengan menyadari bahwa sesungguhnya keindahan merupakan ajakan yang kuat bagi rangsangan seksual laki-laki dan memenuhi keinginannya menjadi lebih baik untuk penampilan seorang wanita, serta akan lebih mengekalkan kasih dan sayang.Abul Al-Faraj berkata:
“Sesungguhnya istri akan mendapat perhatian suaminya setelah sempurna penampilan dan kecantikannya seharusnyalah istri membiasakan diri dalam hal menjaga kebersihan dan penampilan yang indah, memakai segala sesuatu yang menabah kecantikannya, baik itu perhiasan ataupun pakaian, bentuk-bentuk perhiasan ini harus disesuaikan dengan persetujuan dan yang disukai oleh suaminya. Hendaklah ia mewaspadai pandangan suaminya tertuju kepada sesuatu yang tidak di sukainya seperti kotoran, bau yang tidak enak,a tau perubahan yang dibenci pada dirinya. Bahaya yang muncul saat ia mengabaikan hal tersebut akan menimpa dirinya sendiri. Sangat ditakutkan apabila suaminya mengetahui peremehan tersebut, dan kemudian ia melayangkan pandangan pada wanita lain”.
Tujuan menyuruh kaum wanita mempercantik diri untuk suaminya bukanlah untuk menghabiskan waktu di depan cermin sambil mengagumi kecantikan dirinya, atau panjang rambutnya atau tinggi badannya. Sesungguhnya membanggakan diri sendiri merupakan tanda kelemahan akal seseorang, tujuan sebenarnya adalah membiasakan diri dalam kebersihan dan kerapian, hal itu termasuk menertibkan rambut, merapikan pakaian tanpa ada tanda-tanda di buat-buat atau terbebankan.
Alangkah mulianya seorang wanita ketika suaminya akan datang ,ia segera bersiap-siap untuk menemuinya dengan penampilan yang sebaik-baiknya mulai dari kebersihan pakaian, keceriaan wajah dan senyum simpulnya, karena istri manapun jika menyambut suaminya dengan penampilan begini pasti suaminya akan merasakan kehormatan dan kedudukan yang mulia.
Sejumlah ahli hikmah mengatakan,“Kehidupan yang panjang ini akan terasa pendek oleh istri yang ceria, berseri-seri, terpercaya,dan shalihah, sedangkan penderitaan banyak disebabkan oleh istri kasar yang tidak memberikan ketenangan jiwa saat bergaul dengannya, tidak memberikan keteduhan saat melihatnya”.
Sebuah peribahasa mengatakan :
“Kasih sayang adalah badan; sedangkan wajahnya adalah muka yang berseri-seri”.
Merupakan kewajiban istri untuk memperindah diri bagi sang suami dengan membersihkan badan yang juga men cakup pakaian,karena tidak diragukan lagi bahwa istri ya ng mengabaikan keindahan dirinya berarti ia sedang beru saha untuk menjauhkan suaminya dengan tangannya sen diri dan bisa saja akhirnya suaminya terlempar dipangku an wanita lain.Hendaklah ia membersihkan diri sebelum kedatangan suaminya dari kesibukan kerja dan memakai pakaian yang pantas seakan-akan ia sedang menunggu pangeran yang tampan.
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
MENTAL KORUPSI
Pernah dalam suatu hari, saat piket masak, aku memperhatikan sikap aneh tak biasa dari salah satu temanku sesama tim masak. Biasanya, dia yang paling semangat mengincipi masakan apapun. Entah itu nyemil kerupuk, nyuil lauk yang sudah matang, nyobain kuah. Pokoknya ada aja deh.
Suatu hari itu, dia tidak incip sama sekali. Iseng aku tanya, "tumben kamu nggak incip-incip? Biasanya suka banget".
Pelan dia menjawabku, "pengen sekali-kali melatih diri nggak korupsi Wy, masa' korupsi terus". Heeee... Bahasanya :-D
@ @ @
Di kesempatan yang lain, saat kami lagi mendapat rizki cemilan dan dibagi oleh teman yang senior, kami sempat melihat teman yang membagi tadi, diam-diam ngantongin beberapa bungkus jajan yang hendak dibagi. Kebetulan aku yang memergoki ulahnya itu, kugoda dia, "hayooo, kyai kok korupsi", seniorku itu hanya tersenyum nyengir kuda, tapi tetap saja jajannya itu dia embat.
@ @ @
Cerita yang lain, dari kisah para seniorku yang telah pulang dan aku hanya dengar cerita. Dulu, ada salah satu senior yang setiap jam makan selalu datang terlambat dan dia nimbrung di nampan yang anggotanya masih belum lengkap (tradisi pesantren, makan bersama satu nampan 3 orang). Namun dia, meski datang terlambat, tetapi selalu selesai dan berdiri terlebih dahulu saat yang lain belum selesai.
Ketika ditanya akan kebiasaan itu, beliau dengan polos menjawab, "aku hanya takut makan jatahnya teman, lebih baik aku berdiri dulu".
Ironis, di waktu yang juniornya kini, termasuk aku, pada momentum yang sama, --padahal kita sudah maem jatah kita, tapi masih kerap belum puas (ya masih lapar juga)--, mencari peluang dengan ngembat jatahnya teman yang lain (walau mereka memang tidak makan).
Atau, kadang jatah satu nampan yang biasanya buat 3 orang, di maem dengan rakus berdua saja.
Meski tentu semuanya di kalangan kami, hal itu dianggap maklum dan sama-sama saling ridho, ya akhirnya selamat deh, nggak jadi korupsi :-D (yang jadi perkara besar kan kalau ada yang nggak rela)..
@ @ @
Mental korupsi, kalimat itu yang tiba-tiba terlintas di benakku, apakah seperti ini ya mental bangsa kita? Pantesan dari atas ke bawah, sama saja.
Pikirku, kalau yang mengerti agama saja berani begitu, walau hanya kecil-kecilan, bagaimana yang tak terdidik agama dan tatakrama dengan baik? Yang dikepalanya hanya berpikir keuntungan dan materi saja?..
Korupsi, apapun jenisnya, meski hanya sejumput beberapa helai bulu ternak (sebagaimana yang digambarkan sendiri oleh Nabi) adalah perbuatan yang sangat terlarang oleh agama dan diancam hukuman pedih kelak di hari pembalasan.
Penyebab utama korupsi adalah tentu karena tidak adanya rasa Wara' (menjauhkan diri dan berusaha mengekang nafsu dari berbuat dosa) di hati. Kurangnya taqwa, ketakutan pada Allah.
Andai di hati terpatri rasa ini, ada Wara', maka tak akan pernah seseorang itu mengambil hak orang lain.
Harus kita akui, kerap kita menyalah gunakan kepercayaan yang diberikan pada kita, untuk kepentingan pribadi kita. Semisal kita mendapat kepercayaan jadi pengurus apa gitu. Fasilitas yang tidak seharusnya buat pribadi, malah kita pakai buat kepentingan sendiri, dengan dalih, ah sedikit aja kok, nggak apa-apa.
Iya, pertama kecil-kecilan, lama-lama entar? Bisa korupsi beneran kalau dibiar-biarin, na'udzu billah deh.
Kita sama sekali lupa, dan tak bisa meneladani, bagaimana sikap salaf sholeh dahulu kita.
Diceritakan, bahwa Umar bin Abdil Aziz, pada suatu malam di istananya sedang berbincang persoalan kenegaraan dengan salah satu menterinya. Usai pembahasan soal itu, sang menteri bertanya soal keluarga dan keseharian Khalifah, ngobrol lah.
Tiba-tiba beliau mematikan seluruh lilin yang tadi menerangi ruang kerjanya, sang menteri tentu heran dan bertanya akan tindakan aneh Khalifah.
Dengan bijak beliau menjawab, "tadi kan kita membahas soal negara, jadi tidak apa-apa kita pakai lilin-lilin itu. Lha sekarang kan kita ngobrol santai, ya nggak boleh lah kita pakai fasilitas negara."
Nah, masih adakah teladan seperti ini di kalangan kita? Alhasil, catatan ini, sama sekali tidak menyinggung para pejabat, atau orang-orang kantoran dan yang berhubungan dengan duit. Tapi lebih ke kita sendiri, mesti kita koreksi lagi diri kita terlebih dahulu (sebelum menilai orang).
Kalau kita masih suka ngambil jatah yang semestinya bukan hak kita, meski cuma satu butir permen, atau hal yang remeh temeh lah, berarti masih ada mental korupsi dalam diri kita. Ini yang harus kita hilangkan.
Hooo? Jangan-jangan, kenapa demo korupsi sama sekali tak ada pengaruhnya? Apa karena yang mendemo juga masih suka korupsi kecil-kecilan ya? :-D wallahu a'lam deh
Akhir catatan, dalam hukum Fiqih, jika orang mencuri, maka harus dipotong tangannya (tentu dengan persyaratan-persyaratan khusus). Tapi kalau korupsi, tak ada hukuman itu. Hanya saja seorang koruptor, hukumannya di ta'zir, direhabilitasi, dan ta'zirannya itu, bisa dengan dibunuh ! (*)
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/-mental-korupsi-/10150117289826042
Berjalan Dengan Keong
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !" Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang. Pelankan langkah, tenangkan hati….
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
"He's here and with me for a reason"
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..
Dan selalu bersyukur …..atas apa yang kau rasakan….! Sudah kah ?….
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/berjalan-dengan-keong/10150113796616042
Wanita SHOLEHAH…
Wanita shalihah...
Ia merupakan sosok makhluk lembut yang menjadi idaman bagi setiap muslim yang shaleh. Karena pada dirinya terdapat perhiasan terindah di dunia ini sebagaimana disinyalir oleh Sang pembawa kabar gembira Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalehah”.
Lantas seperti apasih wanita shalehah itu???
Wanita shalehah adalah wanita yang benar-benar mengahambakan diri kepada Allah dan beribadah hanya kepadaNya. Ia menjauhkan diri dari perbuatan syirik baik kecil apalagi besar, tidak menyembah kecuali kepada Allah, tidak minta kepada kuburan atau pohon beringin, tidak memberi sesaji kepada Ratu Laut Selatan atau ratu-ratu lainnya, tidak kedukun, nggak make jimat dan banyak lagi perbuatan syirik yang dapat meluluh lantakan amal shaleh Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada Nabi-nabi sebelummu: 'Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tetulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sambah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur'”.
Lebih gawat lagi Allah tidak akan mengampuni dosa syirik sebagaimana termaktub dalam firmanNya yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa saj yang di kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka ia telah tesesat sejauh-jauhnya”.(QS 4 : 116)
Wanita shalehah adalah wanita yang taat, patuh dan berbakti kepada kedua orang tuanya, Allah SWT menyelaraskan perintah beribadah hanya kepadanya dengan perintah berbuat baik dengan orang tua. Perhatiakan firman Allah dalam Qs Al-Israa’ ayat 23-24 yang artinya: “Dan Tuhanmu telah memrintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka da n ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Lihat juga Qs 31 : 13-15
Wanita shalihah adalah wanita yang menjadikan shalat sebagai kebahagian tersendiri baginya, seperti yang dilalkukan oleh idolanya, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i dari Anas Ra: “Dan kujadikan shalat sebagai permata hatiku”. Ia tidak lalai mendirikan shalat tepat pada waktunya, khusu’ dalam shalat-shalatnya, gemar berpuasa dan bersedekah, sungguh- sungguh dalam do’anya antara takut dan penuh harap.
Wanita shalehah
Jilbab adalah pakaiannya, busana muslimah yang menutup rapat seluruh auratnya, pakaian yang disyariatkan oleh Sang Penguasa jagad raya kepadanya. Allah berfirman yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: 'hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Jilbab adalah syi’ar islam, hanya jilbab yang menjadi pembeda antara muslimah dan wanita kafir di tempat umum. Wanita shalehah tahu apapun yang disyari’atkan Allah kepada manusia, tidak lain untuk kebaikan mereka.
Wanita shalehah...
Dalam dirinya terkumpul kebaikan akhlak, adab baginya lebih baik dari zahab (emas), penghias bibirnya adalah zikrullah dan bacaan Al-Qur’an, pemerah pipinya adalah rasa malu, eye shadawnya gahdul bashar dan ia selalu menjaga kesuciannya sebagai aplikasi dari firman Allah yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar- saudara leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung'”. (Qs 24 : 31).
Ia juga menjaga dirinya dari sentuhan laki-laki yang bukan muhrim, baik melalui bersalaman apalagi diraba-raba. (Iiii ngeriii). Rasul SAW bersabda yang artinya : “Sekiranya ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang diantara kamu, itu lebih baik dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR At-Thabroni dan Baihaqi dari mi’qol bin yasaar)
Wanita shalehah adalah wanita yang terdidik dengan tarbiyah islamiyah, terus memperdalam ilmu syar’i, aktif dalam kegiatan dakwah beramar makruf nahi mungkar.
Wanita shalehah...
Ia senantisa berusaha menghindari ikhtilat, berkhalwat, apalagi pacaran. Pacaran? makhluk apaan tuh? Tidak la yau. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat (berdua-duaan) kecuali yang ketiganya adalah setan”.(Hr Tirmizi)
Wanita shalehah...
Hari-hari libur dari ritualnya ia ganti dengan dangan hal-hal yang bermanfaat, membaca buku-buku islam, mendengar kaset-kaset ceramah, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.
Pendeknya, wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan perintah Allah, sungguh- sungguh terhadap kewajiban dan hirs terhadap nawafil, sehingga ia dapat menggapai cintaNya sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya: Rasul bersabda: "Allah berfirman: 'Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang ia gunakan untuk m endengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan, apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta perlindungan niscaya Aku lindungi.'" (Hr Bukhary)
Dan meninggalkan laranganNya, berusaha menghindari yang makhruh dan sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW yang artinya: “Setiap anak Adam pernah melakukan perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana termaktub dalam firmanNya yang artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135).
Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya. Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. So pemuda muslim akan ngiler, trus ngincer untuk selanjut nguber. Nah lho.....
Wanita shalehah...
Ketika di khitbah oleh seorang muslim yang shaleh dan multazim, ia tidak menolaknya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jika datang kepadamu (mengkhitbah) orang yang kamu ridha dien dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, bila tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar”.
Ia memprioritaskan dua syarat dien dan akhlak, namun tidak terlalu ghulu (berlebihan) dalam menyaring dan menentukan pilihan, sebab ia tahu tidak ada orang zaman sekarang yang imannya setaraf dengan Abu Bakar atau Umar. Cukuplah baginya pemuda yang shaleh dan multazim, itulah yang ia nantikan.
Suami, ah gadis mana yang tidak mengenangkan suami, pendamping dan pasangan hidup, yang akan memberikan kebahagiaan dan keceriaan? Rasanya semua gadis mengimpikannya. Akan dinantinya saat-saat kedatangan sang pujaan hati dengan debar bahagia di dada, dengan rona memerah dipipi, terlambunglah angan dan teruntailah harapan: “Akankah kumiliki suami idaman nan shaleh? Suami yang dapat dijadikan tempat berbagi, tempat belajar, tempat mencurahkan isi hati , tempat bermanja, juga tempat menyerahkan ketaatan agar tercapai ridha Ilahi, suami yang menjadi qowam yang dapat menggandeng tangan pasangannya menuju syurga Allah, suami yang menjadi teladan, suami yang menjadi pendidik, suami yang menjadi kecintaan, aah pantas kiranya tak boleh sembar angan memilih suami...
Wanita shalehah...
Saat memasuki jenjang pernikahan, terbetik azam dalam hatinya, untuk mengoptimalkan diri dalam mencurahkan ketaatan kepada suaminya, terngiang di telinganya nasehat seorang ibu Umamah binti Harits kepada putrinya dimalam pernihkahan sang putri tercinta:
“Wahai putriku tersayang… Sesungguhnya nasehat ini jika ditinggalkan karena keagungan adab maka kutinggalkan ia untukmu. Nasehat ini merupakan peringatan bagi orang yang lalai (lupa) dan petunjuk bagi yang berakal, jika seorang wanita tidak butuh terhadap pernikahan, niscaya kedua orang tuanya lebih tidak membutuhkannya, akan tetapi keduanya sangat membutuhkannya, karena wanita diciptakan untuka lelaki dan laki-laki diciptakan untuk wanita.
Putriku sayang... kini engkau akan berpisah dari udara dan dunia remaja yang akupun telah melaluinya. Kini engkau akan menjalani hidup baru yang juga pernah kujalani, menuju
kehidupan yang belum engkau ketahui dan teman yang belum engkau pahami, dia akan menjadi raja dan pelindung bagimu. Jadilah engkau budaknya, niscaya dia akan menjadi budak yang
dekat denganmu, ingat dan peliharalah sepuluh point yang akan menjadi modal dan simpanan bagimu.
Yang pertama dan kedua adalah: Tunduk berkhidmat kepadanya disertai dengan qona’ah. Memperhatikan ucapannya disertai dengan to’ah (taat).
Yang ketiga dan ke empat: menjaga persaan mata dan hidungnya, jangan sampai matanya
melihat sesuatu yang jelek darimu dan jangan tercium olehnya kecuali sesuatu yang harum dan
wangi.
Adapun yang kelima dan enam: perhatikanlah watu makan dan tidurnya, karena rasa lapar dapat menimbulkan emosi dan kurang tidur bisa mengundang amarah.
Yang ke tujuh dan delapan: menjaga hartanya serta menaruh hormat terhadap keluarganya,
aturlah hartanya dengan baik dan pergauilah keluarganya sebaik mungkin.
Dan yang ke sembilan dan sepuluh: jangan engkau maksiat dan menentangnya, jangan pula engkau beberkan rahasianya, bila engkau menentangnya maka engkau telah mengobarkan kemarahannya dan jika engkau membeberkan rahasianya niscaya engkau tidak akan merasa aman akan kepergiannya. Kemudian jangan sampai engkau menampakkan kegembiraan jika ia sedang bersedih dan jangan pula menampakkan kesedihan bila ia sedang gembira.
Wanita shalehah...
Ia tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak melulu berjalan mulus, berbentangkan permadani. Kehidupan rumah tangga tak ubahnya sebuah kapal yang berlayar di tengah samudra, terkadang tenang dengan ombak dan riak-riak kecil, namun dilain waktu angin kencang melanda, badai menghantam, ombak bergulung seakan ingin menenggelamkan kapal dan seluruh isinya. Saat seperti itulah peranan suami istri teruji, jika mereka kompak, bahu-membahu dengan saling pengertian, InsyaAllah biduk akan selamat sampai ketepian.
Wanita shalehah...
Ia menjadi sesuatu yang paling berharga bagi suaminya setelah ketakwaannya kepada Allah, bila dipandang oleh sang suami menimbulkan rasa bahagia dihati. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits yang artinya: “tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang muslim setelah takwa kepada Allah dan lebih baik baginya selain dari istri yang shalehah, apabila ia memerintahnya dia akan mentaatinya, jika ia melihat kepadanya dia membahagiakannya, jika bersumpah kepadanya dia menepatinya dan bila ia tidak berada di dekatnya dia menjaga dirinya juga harta suaminya”. (HR Ibnu Majah).
Ia tidak memasukkan lelaki kerumahnya tanpa seizin sang suami dan selalu menjaga harga diri dan kepercayaan suaminya. Allah berfirman yang artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan kerena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (Qs 4 : 34).
Ia selalu ridha dengan apa yang diberikan suami, betapapun kecilnya pemberian itu dan tidak pernah menuntut sesuatu yang tidak tergapai oleh penghasilan sang suami.
Wanita shalehah...
Ia sabar saat-saat sang suami meninggalkannnya untuk menuntut ilmu, mencari rizki, atau kepentingan dakwah dan menyambut kepulangan suami dengan senyum mengembang dan wajah ceria.
Wanita shalehah...
Apabila suaminya dilanda futur, semangatnya mengendur, ia tampil menegur “Mas kok loyo”, memberikan motivasi dan mengobarkan semangat juangnya.
Wanita shalehah...
Ia selalu melahirkan generasi robbani, mengenalkan putra-putrinya kepada Allah sejak dini, bahkan sebelum sang anak itu terlahir kedunia. Mengasuhnya dengan sabar dan penuh keibuan, mendidiknya dengan pendidikan islami, mengajari Sunnah-sunnah Nabi, akhlakul karimah dan lain sebagainya. Ibu adalah madrasatul Ula bagi putra-putrinya.
Dengan demikian ia akan menjadi mar’ah shalehah, zaujah muti’ah dan ummu madrasah. Singkatnya, wanita shalehah adalah gambaran sosok hamba Allah, pengikut Rasul, anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang baik dan menjadi uswah hasanah bagi orang lain.
Indah nian alunan nasyid yang berbunyi: “Sungguh indah permata dunia, intan mutu manikam, emas dan berlian yang memikat hati. Namun tiada seindah bunga wanita shalehah harapan agama...
Demikianlah beberapa sifat dan karakter wanita shalehah yang menjadi dambaan setiap muslimah.
http://www.facebook.com/notes/melati/wanita-sholekhah/175262682512115
Langganan:
Postingan (Atom)
