Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Minggu, 23 Januari 2011

" Rahasia Besar Di Balik Rasa Pahit PARE "


Pare,manfaat nilai gizi yang luar biasa dan penghambat VIRUS HIV-AIDS

Buah Pare,banyak mendengar namanya saja pasti sudah merasa takut,bukan takut karenana menakutkan,melainkan rasanya yang terkenal pahit.walau pahit banyak orang yang ternyata malah suka untuk mengkunsumsinya kenapa?Pahit tapi menyehatkan itulah fakta yang sekarang di temukan para ahli biologis.Pare,yang terkenal  karena rasa buahnnya yang pahit yang mengandung khasiat yang sungguh luar biasa dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
 Untuk mengenal dan berubah menyukai pare ternyata tidaklah sulit,kebanyakan orang enggan memakan buah ini sebab cara penyajian yang salah.Misalnya dengan ide kreatif sebuah pare bisa disajikan atau di campur dengan bahan lain,missal nya telur asin,kecap asin,atau sauce kedelai.Ini cara yang memasak sayur pare berdasarkan penyajian orang Taiwan.Pare (momordica charantia) atau dalam bahasa mandarin”Khu khu”Khu=pahit,adalah salah satu jenis sayuran yang tumbuhnya merambat dengan sulur berbentuk sepiral.Daunnya berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning dan batangnya yang berbulu agak kasar.Permukaan buahnya yang berbintik-bintik dan rasa buahnya yang pahit.Tanaman ini hidup ditempat yang berhawa panas,seperti Asia,Afrika timur,Amerika selatan,dan kepulauan Karibia.

Kandungan Zat yang   terkandung dalam buah pare:
Ternyata dibalik rasanya yang pahit, pare menimpan sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh manusia.Buahnya yang mengandung Albiminoid,karbohidrat dan zat warna.Daunnya mengandung zat pahit,minyak lemak,asam dammar,protein,besi,kalsium,fosfor,vitamin A,B1 dan C yang terkandung dalam pare,berfungsi untuk menjaga kecantikan kulit.Yaitu menjaga kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sengatan utra violet.Ini berarti pare dapat mencegah munculnya noda hitam dan kerutan pada wajah.Sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam aleonolat.Sedangkan bijinya mengandung saponin,alkaloid,triterprenoid,dan asam momordial.
 Dibeberapa Negara terutama jepang,korea dan china.Selain sebagai makanan,pare juga dimanfaatkan untuk pengobatan.Kadar kalsium didalam pare  tergolong tinggi,sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pancreas untuk menghasilkan insulin.Bila insulin dalam tubuh mencukupi,mungkin kadar glukosa  membanjir dapar dicegah,sehingga kadar glukosa dalam darah akan menjadi normal atau menjadi terkontrol.Senyawa fitokimia lutein dan likopen didalam pare berkasiat sebagai anti kanker,antibiotika,antivirus,perangsang produksi insulin,penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah,perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.


Belum lama ini,prof Lee-Huang dari Universitas New York juga menemukan zat yang luar biasa pada pare,yakni senyawa anti HIV-AIDS.Zat ini dinamakan alpha-momorchorin,beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica antiviral protein 30).Zat berkhasiat ini banyak terdapat pada biji pare tua.Di amerika sendiri,kapsul berisi bubuk biji pare sudah lazim dipasarkan.Obat tersebut diakui dapat menahan laju perkembangan  virus HIV-AIDS.Berkat terapi pare,para pengidap HIV-AIDS di Thailand dan Amerika serikat secara klinis tampak lebih sehat dan berat badannya meningkat.Tak berlebihan kiranya,jika para ahli di dunia medis optimis dalam 10 tahun kedepan,bakal ditemukan obat untuk memerangi HIV-AIDS.
Bagian pare yang memiliki kashiat  antara lain:
Buah pare
Pare yang masih muda digunakan sebagai obat diabetes,gangguan pencernaaan,obat malaria,penyakit kuning dan bronkhitis.
Daun pare
Daun  pare juga tidak kalah penting dengan buahnya.beberapa manfaat daun pare,diantaranya dapat menyembuhkan batuk,menurunkan panas,mematikan cacing kremi,mengobati bisul,dan bermanfaat juga untuk membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan.
Akar pare
Selain buah dan daunnya,bagian pare yang juga bermanfaat untuk mengobati penyakit,adalah akarnya.Akar pare berkasiat untuk mengobati disentri amuba dan wasir.
Biji pare
Biji pare sendiri,merupakan atioksidan yang cukup kuat yang dapat menghambat pembentukan sel kanker,mencegah penuaan dini.
Cara pengobatan menggunakan buah pare antara lain:
Diabetes atau kencing manis
Siapkan 200 gram buah pare yang telah dicuci dan diiris tipis-tipis.Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas.Minum air rebusan tersebut tiap hari.
Cacingan
Seduh 7 gram daun pare dengan air panas,dinginkan lalu saring air rebusannya.Tambahkan satu sendok the madu,minum sebelum sarapan.

Demam
Ambil 3 lembar daun pare segar,cuci bersih,dan lumatkan.tambahkan segelas air dan sedikit garam lalu seduh.Peras dan saring lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.
Bisul
Ambil segenggam daun pare,cuci lalu rebus bersama 3 gelas air hingga tersisa satu gelas.Dinginkan,minum hingga sembuh.
Disentri Amuba
Rebus 300 gram akar pare yang telah dicuci bersih dan dipotong-potong .Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas.lalu minum.Tambahkan sedikit gula bila perlu.
Wasir
Lumatkan akar pare yang telah dicuci bersih sampai halus.oleskan ramuan ini pada wasir.
Bronkhitis
Sediakan dua buah pare,lalu ambil sarinya.Tambahkan satu sendok makan madu.minum sekali sehari.lakukan selama tiga bulan.Ramuan ini juga baik untuk menyembuhkan anemia,radang perut,sakit pada hati,nyeri haid,reumatik dan melangsingkan tubuh.
Meskipun pare begizi tinggi dan  dapat mengobati berbagai macam penyakit,namun bagi wanita hamil,tidak dianjurkan mengkonsumsi pare.Pasalnya pare,mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.Selain itu,batasi juga konsumsi pare pada anak-anak,karena pare dapat menurunkan kadar gula dalam darah.Dikawatirkan kadar gula anak akan anjlok atau menurun,padahal gula berperan dalam penting dalam pertumbuhan anak.
Ya selamat mencoba mengkonsumsi pare,jangan takut rasa pahitnya tapi selalu ingatlah pada kesehatannya dan manfaatnya.


http://www.facebook.com/notes/melati/-rahasia-besar-di-balik-rasa-pahit-pare-/175943672444016

Back to School, Asik-Asik Aja!


Setelah liburan lebih dari seminggu, saatnya kembali ke sekolah. Back to school sambil dag dig dug akan nilai raport bagi kamu yang belum terima raport. Sedangkan bagi yang sudah terima raport, dag dig dug juga, kira-kira semester ini bakalan lebih baik apa lebih buruk ya nilai-nilainya?
Apapun kondisinya, selama ikhtiar kamu maksimal untuk meraih yang terbaik, semua itu bukan masalah. Bagi kamu yang mungkin semester kemarin tidak memberi hasil sesuai harapan, tak usah sedih. Masih ada semester depan sebelum kenaikan kelas atau ujian akhir, untuk mengejar semua harapan yang masih belum terlaksana. Sedangkan yang nilainya sudah oke, jangan bangga dulu. Ada kalanya mempertahankan itu lebih sulit daripada meraihnya loh. Jadi kamu juga kudu waspada.
Intinya, jangan jadikan sekolah itu sebagai beban. Sekolah adalah sesuatu yang menyenangkan sehingga kamu pun merasa asik-asik aja dalam melakoninya.


Kalo masih ada ganjalan atau terasa ogah-ogahan untuk kembali ke sekolah setelah keasyikan liburan lama, introspeksi donk! Ayo tengok kembali niatmu dalam bersekolah. Sekolah memang beneran mau menuntut ilmu atau ada niatan lain yang mengotorinya semisal, biar dapat pacar. Jangan salah, ada loh tipe remaja yang niatan sekolah Cuma supaya dapat gebetan aja. Dapat ilmu syukur, gak dapat juga gak papa yang penting udah laku. Idih…emangnya jualan donat?
Ada juga yang niatnya sekolah sekadar membahagiakan ortu. So, dengan alasan ini pula tipe ini biasanya menghalalkan segala cara untuk dapat nilai bagus, tak peduli dengan cara curang sekalipun, yang penting ortu senang. Trus yang unik, ada juga yang beralasan kalo sekolah hanya untuk menghabiskan waktu saja daripada bengong di rumah. Nah, loh? Jadi deh tipe kayak gini yang di sekolah pun Cuma bengong aja. Kan daripada bengong di rumah, maka bengongnya dipindah ke sekolah. Ih….nggak banget!
Nah, di antara semua itu…yang keren cuma mereka yang sekolah karena alasan bener yaitu pingin dapat ilmu karena Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan. Remaja yang berangkat sekolah karena motivasi ini, jelas dan sudah pasti mempunyai energy lebih untuk berbuat lebih juga. Ya lebih baik, lebih pintar, lebih cerdas, lebih semuanya deh.
….Momen back to school ini, mau tak mau harus kamu jalani. Kamu harus kembali ke sekolah dan beraktivitas seperti semula, belajar dan berprestasi setinggi mungkin….
Remaja oke yang satu ini, merasa bahwa sekolah adalah tempat yang asik untuk menjadikan diri makin cerdas dan berkualitas. Tak ada deh yang namanya malas, bĂȘte atau perasaan negatif tentang sekolah ataupun proses belajar itu sendiri. Iya sih, memang sekolah yang ada di negeri ini tidak memenuhi syarat di banyak hal. Tapi itu tidak menjadikan remaja tipe ini berkecil hati. Sebaliknya, kondisi yang tidak memenuhi syarat itu semakin membuatnya terpacu untuk belajar rajin agar satu hari nanti ia bisa menjadi ‘agent of change’.
Intinya, momen back to school ini, mau tak mau harus kamu jalani. Kamu harus kembali ke sekolah dan beraktivitas seperti semula, belajar dan berprestasi setinggi mungkin. Hanya mungkin yang perlu diluruskan adalah niat agar langkah back to school ini menjadi satu ayunan indah menuju cita-cita untuk mewujudkan generasi muslim tangguh yang berdimensi dunia akhirat. So, tetap semangat back to school ya ^_^…


http://www.voa-islam.com/teenage/young-spirit/2011/01/03/12614/back-to-school-asikasik-aja/

**Kecemburuan Istri terhadap Suaminya**


by  Fatimah Ummu Luqman

Cemburu merupakan tabiat wanita. Ini juga dialami para istri Rasulullah SAW dan shahabiyyah yang lain. Namun tentu saja, kecemburuan ini tidak serta merta membutakan hati mereka. Bagaimana dengan kita?


Cemburu tak hanya milik lelaki, tapi juga milik kaum wanita. Bahkan, wanitalah yang dominan memiliki sifat yang satu ini karena merupakan tabiatnya. Dan perasaan cemburu ini paling banyak muncul pada pasangan suami istri (Fathul Bari, 9/384).
Oleh karena itu, semestinya hal ini menjadi perhatian seorang suami. Sehingga ia tidak serampangan dalam meluruskan ‘kebengkokan’ sang istri dan dapat memaklumi tabiat wanita ini selama dalam batasan yang wajar. Apalagi pada hakikatnya, kecemburuan istri terhadap suaminya bukan merupakan hal yang tercela. Bahkan menjadi tanda adanya rasa cinta di hatinya. Tentunya selama tidak melampaui batasan syariat.
Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, asal dari sifat cemburu bukanlah hasil usaha si wanita, namun wanita memang diciptakan dengan sifat tersebut. Namun, bila cemburu itu melampaui batas dari kadar yang semestinya, maka menjadi tercela. Bila seorang wanita cemburu terhadap suaminya karena sang suami melakukan perbuatan yang diharamkan seperti berzina atau mengurangi haknya atau berbuat dzalim dengan mengutamakan madunya (yaitu istri yang lain, bila si suami memiliki lebih dari satu istri), kata Al-Hafidz, cemburu semacam ini disyariatkan (dibolehkan).
Dengan syarat, hal ini pasti dan ada bukti (tidak sekedar tuduhan dan kecurigaan). Bila cemburu itu hanya didasari sangkaan, tanpa bukti, maka tidak diperkenankan. Adapun bila si suami seorang yang adil dan telah menunaikan hak masing-masing istrinya, tapi masih tersulut juga kecemburuan maka ada udzur bagi para istri tersebut (yakni dibolehkan) bila cemburunya sebatas tabiat wanita yang tidak ada seorang pun dari mereka dapat selamat darinya. Tentu dengan catatan, ia tidak melampaui batas dengan melakukan hal-hal yang diharamkan baik berupa ucapan ataupun perbuatan. (Fathul Bari, 9/393)

Cemburu Melebihi Batas
Ada kalanya kecemburuan seorang istri terhadap suaminya sangat berlebihan. Di benaknya seolah hanya ada sifat curiga. Bahkan tak jarang ia melemparkan prasangka buruk kepada suaminya dan tidak bisa menerima kenyataan bila suaminya memiliki istri yang lain.
Yang ironis adalah bila ada istri yang mengalami hal ini kemudian tidak dapat menahan diri dari perkara yang Allah haramkan, seperti lari ke “orang pintar.” Dengan bantuan tukang tenung atau tukang sihir, ia berharap suaminya membenci madunya dan hanya mencintai dirinya. Padahal perbuatan sihir merupakan perbuatan kekufuran yang diharamkan, sebagaimana Allah nyatakan dalam firman-Nya:
“Dan mereka (orang-orang Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir),


padahal Sulaiman tidaklah kafir2 akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidaklah mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum keduanya mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, karena itu janganlah engkau berbuat kekafiran.’ Maka mereka mempelajari sihir dari keduanya yang dengannya mereka dapat memisahkan antara suami dengan istrinya. Tidaklah mereka dapat memberi mudharat kepada seorang pun dengan sihir tersebut kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sungguh mereka telah mengetahui bahwa barangsiapa yang menjual agamanya (menukarnya) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat. Betapa jelek perbuatan mereka menjual diri mereka dengan sihir itu seandainya mereka mengetahui.” (Al-Baqarah: 102)
Nabi  juga bersabda:
 “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan. Para shahabat bertanya: ‘Apa tujuh perkara itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘(di antaranya) Syirik kepada Allah, sihir’…” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
Saking cemburunya, sebagian wanita bahkan ada yang sampai berangan-angan tidak dibolehkannya poligami dalam syariat ini. Bahkan ada yang membenci syariat karena menetapkan adanya poligami. Sebagian yang lain mengharapkan kematian suaminya bila sampai menikah lagi. Yang lain tidak berangan demikian, tapi lisannya digunakan untuk mencaci maki madunya, meng-ghibah, dan menjatuhkan kehormatannya. (Nashihati lin Nisa, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah, hal. 158-159)
Karena sifat cemburu ini pula, mayoritas wanita merasa mendapatkan musibah yang sangat besar kala suaminya menikah lagi. Semestinya bagi seorang mukminah, apapun kenyataan yang dihadapi, semuanya itu disadari sebagai ketentuan takdir Allah. Semua musibah dan kepahitan yang didapatkan di dunia itu sangat kecil dibanding keselamatan agama yang diperolehnya.

Salahkah Bila Aku Cemburu?
Mungkin sering muncul pertanyaan demikian di kalangan para wanita. Maka jawabnya dapat kita dapati dari kisah-kisah istri Nabi. Mereka pun ternyata memiliki rasa cemburu padahal mereka dipuji oleh Allah dalam firman-Nya:
“Wahai istri-istri Nabi, kalian tidak sama dengan seorang wanita pun (yang selain kalian) jika kalian bertakwa…” (Al-Ahzab: 32)
Al-Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa istri-istri Nabi SAW tidak sama dengan wanita lain dalam hal keutamaan dan kemuliaan, namun dengan syarat adanya takwa pada diri mereka. (Al-Jami` li Ahkamil Qur’an, 14/115)

Nabi SAW sendiri sebagai seorang suami memaklumi rasa cemburu mereka, tidak menghukum mereka selama cemburu itu dalam batas kewajaran.
‘Aisyah r.a bertutur tentang cemburunya:
“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Rasulullah SAW seperti cemburuku kepada Khadijah karena Rasulullah  banyak menyebutnya dan menyanjungnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5229 dan Muslim no. 2435)
‘Aisyah pernah berkata kepada Nabi mengungkapkan rasa cemburunya kepada Khadijah:
“Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita kecuali Khadijah? Nabi SAW menjawab: ‘Khadijah itu begini dan begitu, dan aku mendapatkan anak darinya.’” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3818)
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Sebab cemburunya ‘Aisyah karena Rasulullah SAW banyak menyebut Khadijah meski Khadijah telah tiada dan ‘Aisyah aman dari tersaingi oleh Khadijah. Namun karena Rasulullah sering menyebutnya, ‘Aisyah memahami betapa berartinya Khadijah bagi beliau. Karena itulah bergejolak kemarahan ‘Aisyah mengobarkan rasa cemburunya hingga mengantarkannya untuk mengatakan kepada suaminya: “Allah telah menggantikan untukmu wanita yang lebih baik darinya.” Namun Rasulullah berkata: “Allah tidak pernah menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya.” Bersamaan dengan itu, kita tidak mendapatkan adanya berita yang menunjukkan kemarahan Rasulullah kepada ‘Aisyah, karena ‘Aisyah mengucapkan hal tersebut didorong rasa cemburunya yang merupakan tabiat wanita.” (Fathul Bari, 9/395)
Pernah ketika Nabi SAW berada di rumah seorang istrinya, salah seorang ummahatul mukminin (istri beliau yang lain) mengirimkan sepiring makanan untuk beliau. Melihat hal itu, istri yang Nabi SAW sedang berdiam di rumahnya segera memukul tangan pelayan yang membawa makanan tersebut hingga jatuhlah piring itu dan pecah. Nabi SAW pun mengumpulkan pecahan piring tersebut kemudian mengumpulkan makanan yang berserakan lalu beliau letakkan di atas piring yang pecah seraya berkata: “Ibu kalian sedang cemburu.” Beliau lalu menahan pelayan tersebut hingga diberikan kepadanya ganti berupa piring yang masih utuh milik istri yang memecahkannya, sementara piring yang pecah disimpan di tempatnya. (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5225)
Hadits ini menunjukkan wanita yang sedang cemburu tidaklah diberi hukuman atas perbuatan yang dia lakukan tatkala api cemburu berkobar. Karena dalam keadaan demikian, akalnya tertutup disebabkan kemarahan yang sangat. (Fathul Bari, 9/391, Syarah Shahih Muslim, 15/202)
Namun, bila cemburu itu mengantarkan kepada perbuatan yang diharamkan seperti mengghibah, maka Rasulullah  tidak membiarkannya. Suatu saat ‘Aisyah berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, cukup bagimu Shafiyyah, dia itu begini dan begitu.” Salah seorang rawi hadits ini mengatakan bahwa yang dimaksud ‘Aisyah adalah Shafiyyah itu pendek. Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW berkata kepada ‘Aisyah:

“Sungguh engkau telah mengucapkan satu kata, yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan dapat mencampurinya.” (HR. Abu Dawud no. 4232. Isnad hadits ini shahih dan rijalnya tsiqah, sebagaimana disebutkan dalam Bahjatun Nazhirin, 3/25)
Juga kisah lainnya, ketika sampai berita kepada Shafiyyah bahwa Hafshah mencelanya dengan mengatakan: “Putri Yahudi”, Shafiyyah menangis. Bersamaan dengan itu Nabi SAW masuk menemuinya dan mendapatinya sedang menangis. Maka beliau pun bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?” Shafiyyah menjawab: “Hafshah mencelaku dengan mengatakan aku putri Yahudi.” Nabi SAW berkata menghiburnya: “Sesungguhnya engkau adalah putri seorang nabi dan pamanmu adalah seorang nabi dan engkau adalah istri seorang nabi, lalu bagaimana dia membanggakan dirinya terhadapmu?” Kemudian beliau menasehati Hafshah: “Bertakwalah kepada Allah, wahai Hafshah”. (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa, hal. 43 dan selainnya).
Begitulah kisah istri-istri Rasulullah (ummahatul mukminin) yang juga memiliki sifat cemburu terhadap suaminya (Rasulullah SAW). Apatah lagi kita sebagai wanita biasa, yang keimanannya sangat jauh dari ummahatul mukminin. Namun yang terpenting adalah bagaimana kecemburuan itu dibingkai tanpa melanggar syariat Islam.


http://www.facebook.com/notes/melati/kecemburuan-istri-terhadap-suaminya/175916929113357

Saudariku,,,Jangan Sebarkan Fitnahmu !!


Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Semua perasaan condong kepadanya, perbuatan haram pun terjadi karenanya. Mengundang terjadinya pembunuhan permusuhan disebabkan karenanya. Sekurang-kurangnya ia sebagai insan yang disukai di dunia. Kerusakan mana yang lebih besar daripada ini? (Al Imam Al Mubarakfuri rahimahullah fi At Tuhfah Al Ahwadzi 8/53)
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan bahwa fitnah (baca ujian) yang paling besar khususnya bagi kaum laki-laki adalah wanita, bahkan wanita merupakan salah satu sumber syahwat sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita … .” (QS. Ali Imran : 14).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam juga memberikan peringatan akan bahaya fitnah wanita, diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari shahabat Abu Said Al Khudri radliyallahu 'anhu, beliau bersabda : “Hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah wanita.”
Keterangan ayat dan hadits diatas telah memberikan gambaran akan besarnya ujian yang dihadapi bagi kaum adam kepada persoalan wanita, kalau dilihat secara historis dua keterangan diatas ditujukan khusus kepada para sahabat yang juga tentunya merupakan peringatan bagi mereka akan fitnah ini, padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan dan orang yang paling bersih hatinya diantara ummat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Dengan demikian kita dengan kadar keimanan yang jauh berbeda dengan para sahabat dan terlebih lagi diperhadapkan dengan zaman yang begitu banyak ujian termasuk fitnah wanita, tentu lebih perlu mawas diri, sebab sangat jarang yang bisa selamat dari fitnah ini kecuali orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Kebenaran akan wahyu ilahi itu telah diperlihatkan kepada kita semua akan bahaya fitnah wanita yaitu kasus yang menimpa ketua KPK Antasari Azhar dengan Nasruddin direktur Rajawali Banjaran yang menimbulkan dampak yang besar, nyawa yang melayang, karir yang hancur, nama baik yang menjadi luntur dan kepercayaan pun hilang.
Wanita dimata syariat memliki kedudukan yang sama dengan pria dan inilah bentuk keadilan syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala:
1.
Persamaan dalam hal penciptaan dengan laki-laki. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Rum : 21)


2.
Persamaan dalam mendapatkan pahala atas amal shalih. Allah berfirman : “Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman) : “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan (karena) sebagian kamu adalah turunan sebagian yang lain … .” (QS. Ali Imran : 195). Allah juga berfirman : “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik … .” (QS. An Nahl : 97)
3.
Hak untuk mendapatkan perlakuan dan pergaulan yang baik. Allah Subhanahu wa Ta'alaApabila kamu mentalak istri-istrimu lalu mereka mendekati akhir iddahnya maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf pula. Janganlah kamu merujuki mereka untuk memberi kemudlaratan karena dengan demikian kamu menganiaya mereka … .” (QS. Al Baqarah : 231). Allah Subhanahu wa Ta'ala … dan bergaullah dengan mereka secara patut … .” (QS. An Nisa’ : 19).
berfirman : “ juga berfirman : “
Sungguh pada setiap diri wanita berpotensi menimbulkan fitnah, Perlu ditegaskan bahwa fitnah wanita tidak mesti datang dari arah wanita itu saja, godaan nafsu lah yang mendorong bagi seorang laki-laki untuk mendekati wanita dan melakukan maksiat. Oleh karena itu, wanita bukanlah musuh yang perlu dijauhi, akan tetapi seorang laki-laki dan seorang wanita wajib bagi masing-masing untuk membentengi diri agar tidak terjatuh dalam kemaksiatan dengan jalan menjaga ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang dimaksud dengan taqwa disini adalah menjalankan semua perintah Allah yang sifatnya wajib dan menjauhi sekuat kemampuan kita terhadap semua yang diharamkanNya, dengan menjaga kataatan kepada Allah akan memberikan pengaruh yang kuat pada keimanan dan orang yang memiliki keimanan yang kuat, pasti tidak akan melakukan perbuatan yang tercela. Beberapa hal yang telah diajarkan oleh syariat yang mulia ini agar kita terselamatkan dari fitnah ini yaitu:
1.
Adanya kewajiban bagi laki laki dan wanita untuk menahan pandangan mereka sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya” (QS 24:31) dan “Katakanlah kepada para wanita beriman agar mereka menjaga pandangannya” (QS 24:32). Diantara penyebab utama fitnah itu adalah mata sehinggah Allah menyuruh kita untuk tidak melihat kecuali hal-hal yang memang dibolehkan oleh Syariat.


2.
 Adanya larangan untuk berdua-duaan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat (menyendiri/berduaan) dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” (HR. Muttafaq ‘alaihi dari shahabat Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhuma) dalam riwayat lain Nabi bersabda : " Tidak halal laki-laki dan wanita berdua-duan karena pihak ketiganya adalah syaitan.” Perbuatan zina tidaklah dimulai kecuali berdua-duan antara laki-laki dan wanita, dan tidak terjadi perzinahan kecuali ditempat yang sunyi lagi tertutup dari pandangan manusia.
3.
Allah menetapkan beberapa syariat yang dikhususkan bagi wanita sebagai bentuk kemuliaan terhadapnya, yang mana ketika syariat itu dilanggar maka ialah yang merupakan penyebab munculnya fitnah bagi laki-laki diantaranya:

*
Syariat melarang mereka bertabaruj, yaitu berhias di hadapan selain mahramnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “ … dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu … .” (QS. Al Ahzab : 33)
*
Mereka dilarang berbicara dengan suara yang mendayu-dayu yang dapat mengundang fitnah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “ … maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab : 32)
*
Mereka dilarang keluar rumah dengan memakai wangi-wangian. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian kemudian lewat di suatu kaum supaya mereka mendapatkan bau harumnya maka ia telah berzina.” (HR. Ahmad dari shahabat Abu Musa Al Asy’ari radliyallahu 'anhu)
*
Syariat memerintahkan wanita untuk tinggal lebih banyak di rumahnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian … .” (QS. Al Ahzab : 33).


Sama sekali ini tidak berarti dzolim terhadap wanita, atau penjara, ataupun mengurangi kebebasannya. Allah lebih mengetahui kemaslahatan hamba-Nya. Sesungguhnya dengan tinggalnya para wanita di rumah-rumahnya maka ia dapat mengurusi urusan rumahnya, menunaikan hak-hak suaminya, mendidik anaknya, dan memperbanyak melakukan hal-hal baik lainnya, dan hukum asal keluar rumah bagi wanita adalah perkara yang dibolehkan bagi syariat kecuali jika didalamnya ada maksiat.
Allah telah menentukan bahwa ada perkara tertentu yang menarik perhatian di antara lelaki dan wanita. Dan untuk itu, Allah juga yang mengatur bentuk hubungan yang perlu dilakukan, agar di antara mereka tidak timbul perkara-perkara yang tidak diingini. Walaupun demikian, ramai juga manusia yang melanggar batasan tersebut sehingga mereka tertunduk malu kerana keterlanjuran yang mereka lakukan. Lelaki yang tidak mampu mengawal dirinya daripada daya tarik yang ada pada wanita, pasti mudah untuk melakukan perkara-perkara yang menjadi larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, akhirnya kita berdoa :

“Wahai, Rabbku! Walaupun dosaku sangat besar, namun aku yakin bahwa ampunan-Mu lebih besar lagi, engkaulah yang menggenggam hati maka tetapkanlah hati ini diatas agamamu dan ketaatan kepadamu sucikanlah jiwa kami dari penguruh-penguruh akan keburukan fitnah wanita serta berikanlah kekuatan dan keistiqomahan dalam menjaga dan melaksana semua aturanmu."
Wallahu waliyuttaufiq…


http://www.facebook.com/notes/melati/saudarikujangan-sebarkan-fitnahmu-/175421712496212

Pertapa Muda Dan Kepiting


Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa muda
sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai.
Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian
pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya.
Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal.
Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras
mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga
tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan.
Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk
membantunya.
Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa
muda.
Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati
pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.



Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya.
Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara
yang sama dari arah tepi sungai.
Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama.
Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan
jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.
Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi..

Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin
membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri
dan menegur si pertapa muda, “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik.
Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit
kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?”

“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda.
Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih.
Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa
menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,” jawab
si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas


kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah
ranting.
Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali
melawan arus sungai.
Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.
“Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik,
tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan.
Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak
harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita
manfaatkan, betul kan ?”

Seketika itu, si pemuda tersadar.
“Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan.
Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman
ajarkan.”

*************************************************
Sahabat fillah...
Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain


adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita,
orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.

Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang
kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang.

Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu,
malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu..

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan
dengan cara yang tepat dan bijak.
Dan janganlah  mengharapkan imbalan dari perbuatan baik kita,karena jika dalam melakukan
perbuatan baik itu kita mengharapkan imbalan,berarti di dalam hati kita telah ada sifat riya".
Yang mana sifat Riya" itu seperti penyakit yang lambat laun menggerogoti tubuh kita,,yg semestinya dari perbuatan baik tersebut kita mendapatkan pahala dari sisi Allah,tapi karna sifat riya" itulah yang membuat amalan kita terkikis habis.
Ibarat pepatah menanam tapi tak mendapatkan hasil alias sia sia. Wallahu a"lam .


http://www.facebook.com/notes/melati/pertapa-muda-dan-kepiting/175629429142107

Enggan Berjilbab Dengan Alasan Belum Dapat Hidayah ?


Banyak dari wanita muslimah yang belum mau (atau tidak mau?!) berjilbab berdalih: "Allah belum memberiku hidayah. Do'akan aku agar segera mendapat hidayah." Maka mereka ini telah TERPEROSOK ke dalam kesalahan yang NYATA. Kami ingin bertanya: "Bagaimana engkau TAHU bahwa Allah belum memberimu hidayah?"
Jika jawabannya: "Aku tahu."
Maka jawablah dua pertanyaan ini:
1. Apakah engkau ingin mengatakan bahwa dirimu telah melihat ke dalam kitab yang tersembunyi (al-Lauhul Mahfuzh)?


Bahwa dirimu telah ditulis sebagai orang yang belum atau tidak mendapatkan hidayah, dan dirimu telah tertulis sebagai orang yang celaka dan bakal masuk neraka?
2. Apakah engkau ingin mengatakan bahwa dirimu telah diberitahu oleh orang lain atau makhluk lain? Bahwa dirimu tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah?
Jika kedua pertanyaan tersebut tidak mampu kau jawab, bagaimana engkau bisa mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah?
Duhai saudariku muslimah...
Pernahkah engkau mencoba untuk MENCATAT, berapa banyak dosa yang kau lakukan dengan "hati yang ringan" dalam setiap harinya hanya dengan SATU perintah Allah yang ENGGAN kau taati?
Siapkanlah alat tulismu dan cobalah kau catat mulai hari ini:
1. Ketika keluar rumah tanpa berjilbab, maka pada hakikatnya dirimu telah berbuat maksiat karena memperlihatkan aurat. Ada berapa orang yang bukan mahram yang lewat di depan rumahmu dan melihat dirimu "memamerkan" aurat? Catat...
2. Ketika berada di jalan menuju ke pasar atau kemana pun tujuanmu, ada berapa banyakkah orang yang bukan mahram yang melihat dirimu "memamerkan" aurat? Catat...
3. Ketika berada di tempat tujuan, tempat kerja atau apapun tempat yang kau tuju, ada berapa banyakkah orang yang bukan mahram melihatmu "memamerkan" aurat? Catat....
4. Demikian pula ketika menuju pulang ke rumahmu, ada berapa banyakkah orang yang melihat dirimu "memamerkan" aurat? Catat...
Maka cobalah kau jumlah, terhadap berapa banyak orangkah dirimu "mempertontonkan" aurat dalam sehari ini?
Lalu cobalah engkau membaca firman Allah Ta'ala berikut ini:
وَمَنْ يَŰčْمَلْ مِŰ«ْقَŰ§Ù„َ ۰َ۱َّŰ©ٍ ŰŽَ۱ًّۧ يَ۱َهُ
"Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (Az Zalzalah: 8)
Siapakah di antara teman-temanmu atau keluargamu yang dapat membelamu ketika dirimu sudah terbujur kaku di dalam kuburmu?


Engkau menambah dosa dengan dosa, lalu dirimu mengharap tingkatan-tingkatan surga dan kemenangan seorang ahli ibadah. Apakah kau lupakan Rabb-mu saat Dia mengeluarkan Adam dari Surga menuju dunia hanya karena disebabkan satu dosa..??
Ketahuilah wahai saudariku....
Hidayah (petunjuk) ada dua macam, yaitu hidayatut taufiq dan hidayatul irsyad.

1. Hidayatut Taufiq
Semata-mata datangnya dari Allah. Sebagaimana yang dimaksud dalam firman-Nya:
Ű„ِنَّكَ Ù„Ű§ ŰȘَهْŰŻِي مَنْ ŰŁَŰ­ْŰšَŰšْŰȘَ وَلَكِنَّ Ű§Ù„Ù„َّهَ يَهْŰŻِي مَنْ يَŰŽَۧۥُ وَهُوَ ŰŁَŰčْلَمُ ŰšِŰ§Ù„ْمُهْŰȘَŰŻِينَ
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang YANG MAU menerima petunjuk." (Al-Qashash: 56)

2. Hidayatul Irsyad
Ini dimiliki oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan setiap orang yang berdakwah ilallah, yang mengajak orang lain menuju kebaikan. Sebagaimana dalam firman-Nya:
…وَŰ„ِنَّكَ لَŰȘَهْŰŻِي Ű„ِلَى Ű”ِ۱َۧ۷ٍ مُŰłْŰȘَقِيمٍ
"…Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Asy Syura: 52).
Jenis hidayah yang ke dua ini (hidayatul irsyad), dimiliki oleh setiap orang yang berdakwah ilallah, karena orang yang berdakwah ilallah hanya memberikan sebuah KUNCI menuju jalan yang benar dan lurus kepada orang lain.
Adapun akhir perkaranya, semua kembali kepada Allah. Sehingga, pada akhirnya Allah-lah saja yang menentukan seseorang mendapatkan hidayah dari-Nya (hidayatut taufiq), ataukah tidak.
[Lihat kitab al Qaulul Mufid ‘ala Kitab at Tauhid (1/348-349)]
Maka yang menjadi masalah adalah, apakah seseorang yang sudah melihat datangnya hidayah mau menerima hidayah (petunjuk)

 tersebut ataukah dia LEBIH SENANG BERPALING menjauhi hidayah tersebut, lalu mengatakan, "Belum mendapat hidayah." (?!)
Orang-orang yang telah "melihat" datangnya hidayah tetapi TIDAK MAU mengikutinya, maka pada hakikatnya adalah orang-orang yang LEBIH MENYUKAI kesesatan daripada hidayah (petunjuk).
Hal ini telah digambarkan oleh Allah Ta'ala sebagaimana dalam firman-Nya:
وَŰŁَمَّۧ Ű«َمُÙˆŰŻُ فَهَŰŻَيْنَŰ§Ù‡ُمْ فَۧ۳ْŰȘَŰ­َŰšُّÙˆŰ§ Ű§Ù„ْŰčَمَى Űčَلَى Ű§Ù„ْهُŰŻَى
"Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu.." (Al Fushshilat: 17)
Allah Ta'ala berfirman:
وَۧŰȘَّقُÙˆŰ§ Ű§Ù„Ù„َّهَ وَۧŰčْلَمُÙˆŰ§ ŰŁَنَّ Ű§Ù„Ù„َّهَ ŰŽَŰŻِÙŠŰŻُ Ű§Ù„ْŰčِقَِۧۚ
"Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya." (Al-Baqarah: 196)
Allah Ta’ala berfirman:
فَŰ„ِنْ لَمْ يَŰłْŰȘَŰŹِÙŠŰšُÙˆŰ§ لَكَ فَۧŰčْلَمْ ŰŁَنَّمَۧ يَŰȘَّŰšِŰčُونَ ŰŁَهْوَۧۥَهُمْ وَمَنْ ŰŁَ۶َلُّ مِمَّنَ ۧŰȘَّŰšَŰčَ هَوَŰ§Ù‡ُ ŰšِŰșَيْ۱ِ هُŰŻًى مِنَ Ű§Ù„Ù„َّهِ Ű„ِنَّ Ű§Ù„Ù„َّهَ Ù„Ű§ يَهْŰŻِي Ű§Ù„ْقَوْمَ Ű§Ù„ŰžَّŰ§Ù„ِمِينَ
“Maka apabila mereka tidak memenuhi seruanmu (wahai Muhammad), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itu hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim.” (Al-Qashash: 50).
Allah Ta'ala berfirman:
وَŰ§Ù„Ù„َّهُ يُ۱ِÙŠŰŻُ ŰŁَنْ يَŰȘُÙˆŰšَ Űčَلَيْكُمْ وَيُ۱ِÙŠŰŻُ Ű§Ù„َّ۰ِينَ يَŰȘَّŰšِŰčُونَ Ű§Ù„ŰŽَّهَوَۧŰȘِ ŰŁَنْ ŰȘَمِيلُÙˆŰ§ مَيْÙ„Ű§ ŰčَŰžِيمًۧ
"Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)." (An Nisaa': 27).


http://www.facebook.com/notes/melati/enggan-berjilbab-dengan-alasan-belum-dapat-hidayah-/175628629142187

Rahasia Hati_Mu


oleh Tazkiah an Nafs

Ketika Allah akan menyimpan sebuah rahasia untuk manusia, para Malaikat mengusulkan untuk menyimpannya di puncak gunung, di dasar laut, atau di manapun yang sulit dijangkau. Namun Allah berkata tidak. Akhirnya ditentukan, bahwa tempat yang rahasia paling rahasia adalah di: Hati. Di sekeping daging merah inilah manusia menyimpan rahasia ruang dan waktu sepenggal hidupnya.
Manusia bisa tersenyum di saat hatinya luka. Menangis di saat hati sedang berbunga. Orang yang berkelana diberi kata hati-hati. Orang yang tidak pernah mau mendengar diberi nama manusia yang berhati batu. Manusia yang degil adalah manusia yang tak punya hati.


Sedang yang paling beruntung adalah manusia yang mempunyai kebersihan hati dan kebeningan ini terpancar hingga ke aura wajah yang meneduhkan, di mana manusia lain merasa damai kala di dekatnya, di mana orang-orang ingat Allah  dengan melihat wajahnya.
Pernahkah pada sebuah keheningan malam, kita mencoba menyelam ke dasar hati, menyelam sedalam-dalamnya? Apakah kita menemukan sesuatu yang mirip dengan duri atau menemukan ada sebuah penjara di sana?
Terkadang kita terluka oleh sebuah perlakuan orang yang membuat kita jatuh. Dan kita membiarkan sakit hati ini terus bersemayam, di mana kita tidak merasa nyaman setiap kali kita bertemu dengan orang tersebut. Ketika kita melihat orang itu tertawa dan gembira, kita malah merasa iri dan berharap semoga dia segera mendapatkan hal yang buruk. Dan ketika hal itu benar-benar terjadi, kita malah mensyukurinya. Ya, akuilah dengan jujur, kita pernah merasakan dan ini sangat manusiawi. Ibarat perang dingin, inilah yang disebut sebagai dendam terselubung. Memang waktu akan menyembuhkan, tapi berapa lama?
Ada pemuda mencintai seorang gadis. Ia benar-benar serius dengan perasaan ini. Ketika ia mengutarakan, ternyata telah ada pemuda yang telah mendahuluinya. Dan akhirnya ia membiarkan gadis itu dipinang oleh pemuda lain. Apakah urusan ini selesai?  Sayang, ternyata tidak. Si pemuda masih menyimpan cinta pada wanita yang kini telah menjadi istri orang lain. Malah ia berharap, si wanita segera menjadi janda agar ia bisa memilikinya. Ini sering terjadi. Dan inilah yang dinamakan sebuah penjara. Bila harapan si pemuda tidak terjadi, mungkin waktu juga yang akan menyembuhkan. Tapi, sampai berapa lama?
Di saat kita jatuh atau terluka karena orang lain, terkadang susah bagi kita untuk mendamaikan hati. Jika pikiran kita bisa menerima dengan hitung-hitungan akal, maka hati tidak bisa dikalkulasi. Si lemah hati akan membiarkan hatinya terus terpuruk. Si gelap hati akan mendendam rasa dan tidak pernah memaafkan.. Sedang yang beruntung adalah ketika ia diberi cobaan, ia ridha, ikhlas, dan ia segera berusaha untuk sabar dan merelakan segala sesuatu yang memang tidak seharusnya menjadi miliknya. Lebih jauh, ia tetap masih bisa mensyukuri, bahwa apa pun yang tidak berpihak kepadanya adalah jalan yang terbaik saat itu. Karena boleh jadi, apa yang menurut kita baik ternyata buruk, dan sebaliknya. Yang Maha Merencanakan mengetahui, sedang kita tidak.
Hati adalah kita yang memilikinya. Ia ada di dalam dada ini dan di dalam hati ini jua nurani kita tersimpan. Namun kita sering melakukan perbuatan yang kita sendiri tahu itu salah. Kita ingkari nurani.
Hari ini kita senang terhadap sesuatu, boleh jadi esok kita akan sangat menyesal karena kemarin kenapa kita menyukainya.
Maha Besar Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati kita.


“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. at-Taghaabun: 4)
“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?” (QS. al-Mulk: 13-14)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf: 16)
“Tidaklah kamu perhatikan bahwa sesunggunya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian, Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerejakan. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. al-Mujaadilah: 7)
Wallahu A'lam…


http://www.facebook.com/notes/melati/rahasia-hati-mu/175729579132092

Merindu_Mu


Terkadang kita lupa 
dengan sejumlah rizky yang kita dapat hari ini 
terkadang kita masih saja berkeluh kesah 
dengan masalah kita yang kita dapatkan hari ini 
dan semankin menegluh karena sepotong hati  yang terkoyak
sampai hari ini tak juga berseri 
semankin kita lupa bahwa semua itu bagian 
dari rizky yang harus kita jalani 
seberapa ikhlaskah hati kita untuk menjalani ini semua ?

Yaa Allah ampuni hati ,yang telah kufur  terhadap nikmatmu


ampuni fikiran kami ini su'udhon terhadap semua kasih _Mu
Ampuni langkah ini yangtelah meninggalkan_Mu
Ampuni lisan ini yang  pernah membaca surat cinta_Mu
Jadikan diri ini menjadi hamba yang ikhlas  atas semua cobaan_Mu

Gantikan hati ini ya Rabb
dengan hati yang selalu bersyukur, hati yang selalu bahagia,
hati yangs enantiasa istiqamah memuja_Mu
Ya Allah jadikan diri ini orang yang selalu mencintai_Mu dan Merindukan-Mu.


http://www.facebook.com/notes/melati/merindu_mu/175727785798938

KATA HATIMU


pagi ini saat saya  membaca isi inbox ,ada sebuah note di inbox yang dikrim oleh seorang sahabat yang begitu peduli dengan sikap seorang yang berangkat memperbaiki diri .begitu keras pesan yang disampaikan ,2 surat  berisikan pesan  yang begitu menohok  dan membuat sadar akan diri yang sedang berjuang dalam sebuah upaya menjadi hamba yang dikendaki Allah , sebuah tulisan mencerminkan siapa orang yang menulis, apakah kalian setuju ?
Mengikuti kata hati ,tidak berarti melunakkan diri,dunia tempat yang keras ,yang dilengkapi hukum alam domba lemah akan dimangsa lebah ,demikian juga halnya dengan orang lemah ,apabila kamu  lemah ,"rubah-rubah" memandangmu sebagai sasaran empuk .



                        Suatu hari seekor katak sedang duduk di tepi sungai .
                       Seekor kalajengking 
                        lewat,dan berkata kepadanya ,
                        pak Kodok saya ingin sekali menyebrang sungai 
                        tapi tidak bisa berenang .bisakah kamumenyeberangkan saya
                        Kodok menjawab , Tapi kamu kalajengking .
                       kala jengking menyengat kodok bukan ?"
                        Kalajengking menanggapi ,
                       kenapa saya harus menyengat kamu
                        saya hanya ingin menyebrang ."
                        Baiklah ,"kata si katak, naiklah kepunggung saya ."
                        Mereka pun  menyebrang  sungai ,baru setengah perjalanan ,
                        kalajengking menyengat juga ,
                        Di napas penghabisan ,katak bertanya heran
                        Kenapa kamu menyengat saya
                       kita berdua akan tenggelam,lho !'
                       Karena saya kalajengking ,maka saya menyengatmu ,"
Perhatikan kalajengking itu ! didunia ada orang yang berani tenggelam ,asalkan kamu tenggelam juga __ ya seperti kalajengking dalam kisa diatas .
Ada orang yang perlu dihindari ,kadangkala harus teguh menghadapi orang demikian ,kapan bersikap teguh?
Jawabanya  kalau kamu bertanya , " Apakah ini adil ?'


Selanjutnya tentukan posisi ,jangan berikan respek kepada orang lain yang bersikap semena-mena ,meskipun orang  tersebut merayumu .
kamu dapat memilih teman  atau membuat teman suka pada mu ,namun bisa saja dia akhirnya tidak menyukaimu tetapi kamu tidak tahu kenapa  begitu . 

Akhirnya yang harus kamu ikuti adalah  KATA HATIMU .


http://www.facebook.com/notes/melati/kata-hatimu/175668215804895

Sabtu, 22 Januari 2011

" Kepada Saudariku Tersayang "


oleh Safir Alkatiri

Ukhti tersayang…
apa kabar imanmu hari ini
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini
semoga selalu berpeluh rindu pada NYA…

Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNYA
suka duka dilalui berdua
senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama

Ukhti..


menikah adalah setengah dien
dan ia menggenapkan dien menjadi satu
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah
dikunjungi sebelumnya
apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi
seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu
pernikahan ini
“bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah…”

Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat
pernah ada yang berkata..
“saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu
perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis
disana..tangis
suka, tangis duka…”
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini



Ukhti..yang sedang menanti “terkasih”
nanti-lah dengan sabar
sungguh, ALLAH S.W/T Maha Tau yang terbaik untuk dirimu
siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan “terkasih” untukmu ataupun tidak
berharap dan mintalah padaNYA..
pemilik alam raya dan pencipta “terkasih”mu

Ukhti..yang sedang menjelang akad
bersihkan hati,berdoa-lah selalu padaNYA
penentu segalaNYA…
mohon petunjukNYA jika “terkasih” adalah yang terbaik untukmu
kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti
sungguh, ALLAH Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..
siapkan dirimu, hatimu..

Ukhti..yang telah menikah
jagalah nikmatNYA yang besar ini
hanya dengan izinNYA dirimu dan “terkasih”mu bersatu, tiada yang lain
jadilah penyejuk hati dan pandangannya. .
menjadi istri sholehah dambaan..


Ukhti..
bahagiamu adalah bahagiaku
dan bahagianya temanmu juga
sedihmu juga sedihku
tawamu, tawaku juga
tangismu adalah tangisku
semoga ALLAH S.W. Yang Maha Indah,
memudahkan langkah ini..
memberikan yang terbaik menurutNya
dan menjadikan wanita dan istri juga ibu sholehah ..


http://www.facebook.com/notes/melati/-kepada-saudariku-tersayang-/175652172473166

Dua Kagum Yang Tak Tersampaikan.


oleh Safir Alkatir

Pemuda itu hanya termangu diam disamping pohon kurma ditepi padang pasir di kota madinah sana. Betapa ia tergoncangkan hatinya ketika dia tahu bahwa wanita itu akan dipersunting oleh sahabat seniornya sendiri yang bernama Abu Bakar. Seorang sahabat yang tidak diragukan lagi kesetiaannya pada rasul. Dialah sahabat senior yang menemani rasul saat berhijrah dan pria soleh itu pula yang menyumbangkan seluruh hartanya untuk Islam ini tanpa sisa sedikitpun. Seharusnya pemuda itu bahagia saat itu. Karena wanita yang dikaguminya bisa mendapatkan lelaki se-sholeh seperti Abu Bakar.


Ia mencoba untuk tetap tersenyum. Namun tetap saja, dia tidak tahu mengapa hatinya tetap mencoba menolak dan tidak mau selaras. Sekali lagi, ia coba yakinkan pada dirinya kembali, “Inilah sebuah perlombaan kebaikan, siapa yang duluan, maka ia harus mempersilakannya”. Sejak dari dulu seharusnya ia sadar harus menepis apa yang dirasakannya itu, cukuplah hanya sebatas kagum kepada wanita yang bernama Fatimah Binti Rasulullah itu. Namun semua belum terlambat, perasaan kagum itu akhirnya ia simpan jauh didalam hatinya. Agar orang lain tidak akan pernah tahu apa yang ia rasakan. Sampai-sampai setan pun tidak dapat mengetahui hal itu. Namun ia tidak tahu mengapa perasaan itu semakin kuat dan terus menderu, seakan-akan mendorong dia untuk mengungkapkan kepada wanita sholehah itu jika Allah memberikannya kesempatan yang kedua.
Tapi untunglah Allah masih menjaga hatinya. Ia sadar benar, dengan mengungkapkan isi hatinya artinya dia harus siap untuk meminangnya. Tidak hanya sekedar rayuan kata-kata manis dan indah semata, tetapi sebenarnya disana harus ada keberanian dan ada tanggung jawab. Namun ia tahu bahwa ia hanyalah lelaki yang miskin yang tidak punya, bukan berasal dari keluarga yang kaya. Bagaimana mungkin ada orang tua yang mau menerima menantu seperti dia. Adakah orang tua yang rela memberikan anaknya kepada seorang pemuda seperti dirinya? Dan yang lebih meyakinkannya lagi, apakah ia pantas mendampingi seorang wanita ahli surga yang juga putri dari orang yang sangat dikasihinya. Ali terlalu rendah hati. Akhirnya ia putuskan untuk menyimpan didalam hatinya saja. Cukup dia dan Allah yang tahu. Apalagi sekarang sudah ada Abu Bakar, sekarangpun ia bisa tenang karena ada lelaki yang lebih siap dan lebih baik darinya yang meminang bidadari dunia itu.
Dialah Ali Bin Abi Thalib. Seorang pemuda yang cerdas dan bahkan Nabi pun memuji karena kecerdasannya itu sendiri. Butiran pasir terus beterbangan dengan indahnya dipadang pasir tempat pemuda itu merenung. Tak berapa lama kemudian, tersiarlah kabar bahwa lamaran Abu Bakar ditolak oleh rasul. Entah seperti ada setetes embun yang menyejukan hatinya. Ternyata harapan itu masih ada. Maka dia mencoba merekatkan kembali puing-puing harapannya kembali untuk membangun nyali keberanian dan semangatnya lagi untuk bertemu sang rasul. Ia pikir setiap manusia memang layak mendapatkan kesempatan kedua.
Tapi ternyata ia terlambat. Ada seorang sahabat senior kembali yang mendahului geraknya untuk meminang wanita solehah itu. Dia bernama Umar Bin Khatab. Ali menelan kepahitan sekali lagi. “Apa yang kurang dari Umar?” Ia adalah lelaki yang sangat kuat imannya bahkan sampai setan yang bertugas menggodanya pun sangat takut dengannya. “Mungkin dialah orang yang dicari rasul”, kata hatinya. Sebagai seorang manusia, ia mencoba merasionalisasikan pikirannya kembali. Ya, sebenarnya itu dia lakukan agar ia bisa tenang didalam hatinya untuk tetap dapat berdzikir ikhlas kepada Allah. Tidak ada alasan untuk menolak lelaki kuat seperti diri Umar Bin Khatab.
Tapi lagi-lagi Allah berkehendak lain. Lamaran Umar pun ditolak oleh rasul. Entah si cerdas itu setengah percaya atau setengah tidak, tapi yang pasti itulah yang terjadi.


Siapakah sebenarnya yang rasul cari. Apakah keimanan sang Abu Bakar dan Umar Bin Khatab beserta kekayaannya masih belum cukup bagi rasul?
Didalam kamarnya, wanita itu masih bisa tenang dan berpikir. Fatimah belum mengerti maksud ayahnya. Sudah dua lelaki soleh yang ditolak. Fatimah tidak tahu apakah ayahnya dapat membaca isi hatinya atau tidak. Ya, sebenarnya Fatimah saat ini pun memendam decak-decak kagumnya kepada seorang pemuda soleh diluar sana. Seorang pemuda yang sangat luar biasa keimanannya, yang lidahnya terus dibasahi oleh dzikir-dzikir cinta kepada Allah. Saat ini, seandainya dia mau, mungkin ia dapat dengan mudah mengisahkan perasaannya pada ayahnya yang sangat menyayanginya. Namun karena kesucian dirinya, sepenuh jiwa ia berjihad menahan perasaannya kepada pemuda yang bernama Ali Bin Abi Thalib itu.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?
Disekitar padang pasir sana masih sering terlihat Ali yang sedang merenung, namun Ali tampaknya kini sudah lebih kokoh. Walaupun ia sudah tahu bahwa Umar kini mencoba meminang diri Fatimah. Baginya, kecintaan kepada seorang insan tidak akan bisa mengalahkan rasa cinta murninya kepada Allah. Karena Allah mudah sekali membolak-balikan hati seorang hambanya. Maka tak perlulah ia terlalu gusar, karena satu yang ia fahami. Bahwa kematian, rezeki dan pasangan hidup telah diputuskan sebelum ia lahir ke bumi ini oleh pencipta dirinya.
Tampak sekawanan pemuda Anshar itu tergopoh-gopoh menuju ketempat Ali berada. Raut wajah mereka tampak senang sekali seakan-akan ingin menyampaikan kabar gembira kepada Ali. Ali mengira bahwa mereka akan menyampaikan kabar gembira bahwa rasul telah menyambut seruan Umar Bin Khatab untuk mendampingi wanita itu. Kalaupun benar kabar itu, kini ia telah siap menerima kabar itu.
“Rasul menolak pinangan dari Umar, Ali”, teman Ansharnya berkata kepada dirinya. “Ali, mungkin engkaulah yang dinanti sang Rasul”, temannya kembali menegaskan. Ali terdiam sejenak. Mungkin ia bisa senang saat ini, tapi ia masih bertanya-tanya, siapakah sebenarnya yang dicari lelaki agung itu, apakah benar dirinya. ”Ah tak mungkin”, keras hatinya. “Engkau adalah pemuda yang soleh dan selalu menjaga dzikirmu kepada Allah, mungkin rasul sangat menginginkanmu datang kepadanya”, temannya mencoba terus mendorong.
Ada celah-celah langit hatinya yang bersinar kembali, setelah awan ketidakyakinan menutupi relung jiwanya.

 “Inikah kesempatan keduaku?” Ali mencoba memantapkan keyakinannya kembali. Saat itu pula Ali belum yakin apakah ia akan memenuhi celah langit didalam hatinya. Namun berkat dorongan teman-teman dan kemantapan hatinya akhirnya ia temui lelaki agung itu, Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam.
Suasana rumah rasul hening untuk sesaat. Mungkin saat itulah yang paling mendebarkan didalam hidup Ali Bin Abi Thalib, seorang pemuda yang kini mencoba meminang diri Fatimah Az Zahra. Fatimah pun dengan segenap ketegangannya berada dibalik tabir kamarnya mendengar secara sayup-sayup percakapan mereka berdua. Tiba-tiba mulut rasul mulai mengeluarkan kata-kata “Ahlan wa Sahlan wahai Ali”. Kata-katanya cukup sampai disana. Tidak kurang dan tidak lebih. Apakah itu pertanda Iya atau Tidak itu masih belum jelas. Makna kalimat yang begitu luas seperti lautan tadi membuat Ali disana dan Fatimah didalam kamarnya tenggelam pada kebingungan.
Lambat-laun akhirnya Ali faham maksud dari sang rasul. Namun kini ia sampai pada pertanyaaan yang sangat menohok tenggorokannya. “Apakah mahar yang kau bisa berikan Ali kepada anakku Fatimah?”. Suasana menjadi hening kembali. ia coba merangkai-rangkai alasan untuk tidak menjawabnya secara langsung.
Meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Akhirnya dia hanya bisa berkata bahwa hanya baju perang tua dialah yang dapat ia jadikan mahar untuk meminang wanita yang dikaguminya itu. Dan dengan ekspresi senangnya, rasul pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ali.
Dan akhirnya dua tali kekaguman yang tak tersampaikan itupun mampu terlilitkan dengan kuat dan rapi. Siapa yang mengikatnya?bukan orang tuamu, bukan sahabatmu dan memang bukan manusia yang melilitkannya. Tetapi Allah lah yang melilitkan ikatan cinta suci itu. Inilah kisah kesabaran dan ketegaran Ali, kawan. Kisah ini terus menjadi inspirasi untuk setiap insan beriman yang ingin menjaga hatinya. Betapapun kamu kagum kepada seseorang, Allah pasti tahu itu. Maka izinkanlah hatimu itu untuk menjaganya kawan....

HUALLAUA'LAM BISYAWWAB..


http://www.facebook.com/notes/melati/dua-kagum-yang-tak-tersampaikan/175642092474174

" BAHAYA Menahan Bersin Dan Hikmahnya "


Hikmah Bersin
Űčن ŰŁŰšÙŠ Ù‡Ű±ÙŠŰ±Ű© Ű±Ű¶ÙŠ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ŰȘŰčŰ§Ù„Ù‰ Űčنه Űčن Ű§Ù„Ù†ŰšÙŠ Ű”Ù„Ù‰ Ű§Ù„Ù„Ù‡ Űčليه ÙˆŰłÙ„Ù… Ù‚Ű§Ù„: (( Ű„Ù† Ű§Ù„Ù„Ù‡ ÙŠŰ­Űš Ű§Ù„Űč۷ۧ۳ ÙˆÙŠÙƒŰ±Ù‡ Ű§Ù„ŰȘ۫ۧۀۚ، ÙŰ„Ű°Ű§ ŰčŰ·Űł ÙŰ­Ù…ŰŻ Ű§Ù„Ù„Ù‡ ÙŰ­Ù‚ Űčلى كل Ù…ŰłÙ„Ù… ŰłÙ…Űčه ŰŁÙ† ÙŠŰŽÙ…ŰȘه، ÙˆŰŁÙ…Ű§ Ű§Ù„ŰȘ۫ۧۀۚ ÙŰ„Ù†Ù…Ű§ هو من Ű§Ù„ŰŽÙŠŰ·Ű§Ù† ÙÙ„ÙŠŰ±ŰŻÙ‡ Ù…Ű§ ۧ۳ŰȘ۷ۧŰč، ÙŰ„Ű°Ű§ Ù‚Ű§Ù„: Ù‡Ű§، Ű¶Ű­Ùƒ منه Ű§Ù„ŰŽÙŠŰ·Ű§Ù† )) Ű”Ű­ÙŠŰ­ Ű§Ù„ŰšŰźŰ§Ű±ÙŠ في Ű§Ù„ŰŁŰŻŰš 6223
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. Shahih Bukhari, 6223.
Imam Ibn Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)
Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
(( ۄ۰ۧ ŰčŰ·Űł ŰŁŰ­ŰŻÙƒÙ… فليقل Ű§Ù„Ű­Ù…ŰŻ لله، وليقل له ŰŁŰźÙˆÙ‡ ŰŁÙˆ Ű”Ű§Ű­ŰšÙ‡: ÙŠŰ±Ű­Ù…Ùƒ Ű§Ù„Ù„Ù‡، ÙŰ„Ű°Ű§ Ù‚Ű§Ù„ له ÙŠŰ±Ű­Ù…Ùƒ Ű§Ù„Ù„Ù‡ فليقل: ÙŠÙ‡ŰŻÙŠÙƒÙ… Ű§Ù„Ù„Ù‡ ÙˆÙŠŰ”Ù„Ű­ ŰšŰ§Ù„ÙƒÙ… )) Ű”Ű­ÙŠŰ­ Ű§Ù„ŰšŰźŰ§Ű±ÙŠ في Ű§Ù„ŰŁŰŻŰš: 6224


Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdiikumullaahu wa Yushlihu baalakum (HR. Bukhari, 6224)
Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155) 
artikel senada tentang bersin

bahayan menahan bersin
Sebagian orang masih menganggap bersin merupakan hal yang sepele. Kenyataannya bersin adalah mekanisme atau proses dari dalam tubuh yang berfungsi untuk mencegah masuknya zat asing ke dalam tubuh. Selain itu bersin juga merupakan pembersihan secara alami dari paru-paru hingga hidung. Oleh karena itu jangan pernah menahan bersin.
Bahaya menahan bersin anatara lain :
Menahan kuman di dalam tubuh. Mengapa? Karena bersin adalah proses mengeluarkan benda asing, tidak terkecuali kuman yang ada dalam tubuh.


Tahukah anda kecepatan bersin mencapai 160 km/jam! Wow fantastik bukan.
Coba bayangkan jika anda menahan bersin, sama halnya anda menekan kecepatan itu ke dalam tubuh anda. Dan yang terjadi dalam tubuh anda adalah merespon secara paksa sehingga dapat barakibat pecahnya gendang telinga, kehilangan pendengaran, pembengkakan wajah sementara dan pecahnya tulang rawan hidung.
Bersin adalah respon otomatis dari tubuh, datang secara tiba-tiba saat tubuh mengindentifikasi adanya bakteri atau cairan yang terlalu banyak pada hidung. Secara otomatis tubuh menolak bakteri-bakteri yang hadir berlebihan.
Penyebab lain bersin adalah alergi, biasanya dan yang paling sering di dapati adalah alergi pada debu atau bau-bauan tertentu.
Selain itu bersin juga dapat ditimbulkan karena adanya peradangan pada daerah sekitar hidung.
Apabila anda merasa bersin anda tertahan dan sulit untuk bersin, cobalah anda ke tempat yang terang, menghadap matahari atau lampu. Karena cahaya dapat merangsang langsung ke daerah sensitif sehingga anda akan bersin.


http://www.facebook.com/notes/melati/-bahaya-menahan-bersin-dan-hikmahnya-/175629432475440

"CINTA!! Hadiah Ciuman pertama dan yang terakhir kalinya!!"


Renungan inspiratif,Imaginatif dan sangat kreatif...
Mungkin pas sekali buat para Pemuda-i yang sedang dilanda jatuh Cinta...
Adakah diantara kita yang belum pernah merasakan Cinta??
jawabannya pasti:TIDAK PERNAH!!
Adakah diantara kita yang sudah merasakan mencintai dan dicintai?? SubhanAlloh,sebuah rasa yang memang fitrah dari Alloh
Betul sekali, tanpa Cinta Dunia sepi bagai Air Fatamorgana...
kita tak mungkin ada tanpa Cinta...
Cinta,,,Cinta,,,Cinta....Ohh Duhai yang Maha Cinta...
kalau bukan karena cinta,Alloh tidak mungkin menjadikan kita Hamba2 pilihan-Nya (semoga),dan tak mungkin Dia akan membalasnya dengan Surga...
karena Cinta jualah,Sang Guru,Muhammad SAW mengajak kita ke Surga-Nya..
Cinta banyak sekali motifnya,,,ada yang bilang dari mata turun keHati,dari sering berbicara langsung ada rasa,dari pertemuan hingga ada Pemantapan,,
Masya Alloh,betapa agungnya Cinta...


Janganka kaum biasa, orang2 yang sudah ngajipun banyak yang terjebak karea Cinta,,Cinta yang Buta!!
hmmmmmmm
Alloh itu ga melarang Hamba2-Nya saling suka,saling Cinta...
tapi mungkin saja tempatnya yang ga tepat,belum pas.
Pacaran pun ga dilarang Lhooo,ya itu dia masalahnya "tempat dan waktnya" yang belum PANTAS (Tepat dan pas)
kalau sudah PANTAS, Mau ngapa-ngapain aja,ya sah-sah aja tohh
malahan pahalanya berlipat-lipat...
aw aw aw,,,SubhanAlloh!!;)
Wanita dan Pria yang terjaga dari hal2 yang Alloh murka semasa lajangnya,maka Alloh akan menjaga mereka dimasa mereka menikah
bahkan keturunannya-Insya Alloh-..
Banyak sekali "Kisah Ambang" seorang hamba yang taat,justru pada saat menjelang Hari bersejarahnya yang kedua,ia tak memiliki apa2
,ia hanya memotivasi dirinya seraya berDoa,"Ya Alloh Ya Robbku yang Maha Kaya,tak lama lagi aku akan melepas masa lajangku dan menikah dengan Wanita pilihan-Mu,tolong Hamba Ya Robb,hamba tak punya apa2 kecuali Diri-Mu.hamba yakin dibalik kesulitanku,pasti ada rencana besar yang telah kau rencanakan buatku.maka jadilah Engkau Waliku,Walinya orang2 yang beriman,"dididalam kelapanganku,aku akan selalu bersyukur,didalam kesulitanku,aku akan tetap bersabar,,dijalan-Mu"
SubhanAlloh wa Bihamdih!!
sedikit cerita yaaa!!
Haripun berganti Hari,jam ke jam,menit ke menit,detik ke detik,,
Hari bersejarah nan indah akan segera tiba...
huhhh


Hari Ahad,,yaa dihari itu Pria paling Tampan dan Wanita paling Cantik,akan resmi menjadi Manusia seutuhnya,Lengkap sudah.
ternyata
Alloh punya kehendak lain kepada sang pria..
didalam sholat sunnah -terakhirnya-,ia merasakan hal2 yang sangat aneh,bahkan anehnya lagi,ia mendapatkan gambaran2 Bidadari Surga,
yang Luar biasa Cantik nan Indahnya......sholat pun selesai,,
Langkah demi Langkah diayunkan kakinya untuk segera meresmikan status barunya...
Yupsss,Bismillah,gumamnya dalam hati...
Sang MC dan seluruh keluarga serta para tamu undangan telah berkumpul ditempatnya masing2...
Saatnyapun tiba
Akhirnya,sang pria menggenggam erat tangan Ayah sang wanita..
Ayah wanita:"Saya nikahkan putri saya yang bernama.......binti....... dengan.......bin......... dengan seperangkat.........
dibayar tunai"
sang pria:"saya terima nikahnya.......(dengan wajah pucat,tangannyapun dingin)
dalam hati Ayah:"(kenapa tiba2 tangannya dingin sekali),astaghfirulloh....
Sang pria yang berwajah manis,putih inipun linglung,,,,,seperti ada yang aneh...
seluruh yang hadir hanya terdiam,gelisah ada apa gerangan....
tak lama kemudian,sangpria akhirnya berbaring dilantai,semua terkejut,sontak para hadirin langsung bangkit....
setelah di check,ternyata ia sakit..
segeralah ia dibawa kerumah sakit,beserta istri dan keluarga besar mereka berdua....


sesampainya disana,ia diperiksa oleh Dokter...
dengan sigap,Sang Dokter langsung tahu penyakitnya yang ternyata sangat kronis,lalu Dokter berkata dengan senyuman manisnya,:"Mas,banyak2lah istighfar,semoga Alloh memuliakanmu dan bersabarlah"
sang pria pun hanya membalas dengan senyumnya yang khas,manis sekali,terlihat tulus...
dari nada bicara Dokter itu,orang tua,mertua terlebih sang Istri,sepertinya faham apa yang dimaksudkan Sang Dokter..
terlihat tiba2,istrinya mengeluarkan butir2 cairan bening,mata yang memerah,hidung yang mulai basah.....sangat terpukul....
terlihat semakin lemah kondisi lelaki yang kini telah menjadi suaminya itu,,dari bibirnya,sang suami hanya terdengar membaca ayat2 suci al-quran,,suara yang sangat indah,dengan nada yang lirih,lembut pelan sekali!!!
tak tahan meihat suami yang dicintainya seperti itu,iapun keluar ruangan dengan isak tangis yang cukup mengiris...
dalam hati ia hanya berucap syukur,sekalipun sangat terpukul...
bagaimana tidak,baru beberapa jam yang lalu,ia telah merubah sejarahnya sendiri...
ia bersyukur, karena menurutnya dan orang2 yg mengenal suaminya itu,
ia adalah pria yg santun,ramah dan pastinya sholeh...
senyuman demi senyuman selalu ia berikan kepada siapa saja yang mengenalnya..bahkan yang tak mengenalnya pun ia terlihat begitu berwibawa...
dilihat dari wajahnya,ia memang tampan,rupawan...
cara dan gaya bicaranya,sungguh menarik perhatian,mempesona semua kalangan...
ah jadi semakin menangis saja istrinya membayangkan suami barunya itu..
tak lama dari lamunannya,ia dikejutkan oleh Ibunya...
"ndok,suamimu memanggilmu"


"baik Bu",jawabnya sambil menyeka air matanya.
"ada apa kang??" sambil menyeka air matanya sendiri
"Dinda,apa kau mencintaiku??"tanya Sang Suami
"iya Kang,karena Alloh aku mencintaimu,tulus"....
"sudah jangan menangis,tersenyumlah kaulah wanita yang paling manis buatqu",hibur sang suami
"Dinda,andaikan kita tidak bisa berbulan madu didunia,semoga Alloh meMadukan cinta kita di Surga-Nya"
"kamu bicara apa toh Kang?kamu sembuh,sehat yaa kang,Insya Alloh!!
"Amiiin,Dinda,maukah kamu bacakan suroh Ar-Rohman buatku??!!
"baik Kang"
Ayat demi ayat dilantunkan sampai selesai,sedikit menangis air mata terlihat menetes dari mata sang suami,begitu mendengar ayat2 bidadari,ayat2 Surga"
"Dinda,doakan suamimu ini agar Alloh kiranya berkenan mengampuni segala dosa2ku,,"
"Dinda,ciumlah tanganku dan peluklah diriku!!!
sambil mencium tangan dan memeluknya erat,sang suami melafadzkan kalimat dari suara Indahnya,lembut,pelaaaan sekali
"Laa ilaa Ha illAlloh,Muhammadar Rosululloh"..
Sentak seluruh ruangan hanya dibanjiri air mata,,
Akhirnya,Sang Istripun dengan penuh Ridho Ia mencium dan memeluk Suaminya yang belum genap sehari menjadi kekasihnya!!
"Selamat jalan kang,Alloh meredhoimu dan kami telah mengikhlaskan Hamba Sholeh seperti dirimu" terlihat deras air mata Sang Istri,Ia dipeluk Oleh Orang Tua untuk menenangkannya....
SubhanAlloh.....................^_^'


wAllohu a'lam bisshowab


http://www.facebook.com/notes/melati/cinta-hadiah-ciuman-pertama-dan-yang-terakhir-kalinya/175515145820202

Tazkiyah Penyejuk Hati (I)


Bismillaahirrahmanirrakhiim....

"Dan jiwa serta apa yang disempurnakannya, maka diilhamkan kepadanya keburukan dan ketakwaannya (potensi buruk & potensi baik), Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan merugi orang yang mengotorinya." (Al-Syams: 7-10)
Setiap orang bertanggung jawab untuk mencari rizki (baca: dunia) dalam memenuhi kebutuhannya. Tapi tak jarang yang tidak tahu batas sehingga kelewatan (kebablasan) tidak tahu waktu dan tidak mengenal batasan halal dan haram. Dia mengira bahwa kebahagiaan itu terletak pada berapa banyak materi atau harta yang dia punyai. Seperti anggapan umumnya orang bahwa apabila seseorang mempunyai rumah yang mewah, mobil yang wah, perusahaan yang mentereng dan simpanan uang di bank yang menumpuk, istri yang cantik, serta kekayaan lainnya, maka orang tersebut bisa disebut bahagia.
Kenyataannya banyak orang kaya seperti gambaran tersebut di atas bahkan lebih, terkadang disebut milyarder, bisa jadi status sosial orang tersebut pengusaha, pejabat atau lainnya, ternyata kehidupannya menderita, sehingga tidak jarang ia terkena penyakit stress oleh berbagai terpaan masalah. Masalah bisa timbul dari persoalan perusahaannya, kadangkala dari persoalan keluarganya dikarenakan istri serong dan anak yang membandel, atau karena sebab-sebab lain. Dalam kondisi seperti itu ternyata harta tidak bisa selalu memecahkan masalah. Memang harta tidak menjamin seseorang akan bahagia. Hanya harta di tangan orang yang sholeh saja yang bisa membahagiakan, demikian pesan Rasulullah saw kepada Amru bin Ash.
Adakalanya orang menyangka bahwa jabatan atau kedudukan sosial itu bisa menghantarkan seseorang kepada kehormatan yang dapat membahagiakan. Untuk tujuan tersebut banyak orang siap menyuap dan berbuat apa saja agar menduduki jabatan tertentu, dengan asumsi bahwa tempat tersebut terhomat dan 'basah'. Biasanya cara perolehan jabatan seperti ini banyak menimbulkan masalah dibelakang hari, terutama menjadi lahan subur bagi para penjilat dan kelompok 'oportunis'. Bisa diduga bahwa karir tersebut akan berakhir dengan kekecewaan-kekecewaan, sebab dibangun dengan landasan yang rapuh dan berkhianat terhadap amanat jabatan tersebut.


Memang jabatan tak selamanya membawa kebahagiaan, bahkan tanggung jawabnya berat dikemudian hari. Apabila kamu lemah, jangan kamu memangku jabatan, karena itu adalah amanat dan itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat kelak. Demikian petuah Rasulullah saw kepada Abu-Dzar Al-Ghifari suatu saat.
Lain lagi dengan anggapan sebagian manusia berhidung belang, bahwa kebahagiaan itu terdapat pada pelampiasan nafsu kepada wanita sebanyak mungkin dan secantik mungkin. Banyak wanita lemah iman jatuh kepangkuannya. Dia bagaikan orang minum air laut, semakin diminum semakin haus. Tiada hentinya dia mengarungi lautan perzinaan dan banyak dari mereka yang berakhir dengan mengidap penyakit berbahaya. Demikian akibat menyalahi aturan Allah.
Model pemuda seperti ini pernah datang kepada Rasulullah saw dan menyatakan bersedia memasuki pelataran Islam, dengan satu syarat agar dia diperbolehkan berzina, karena dia merasa paling suka sama perempuan. Kemudian Rasulullah saw membisiki telinga pemuda tadi seraya bertanya,
"Relakah engkau ibumu dizinahi orang?"
Dia jawab, "Tidak",
"Relakah engkau saudaramu dizinahi orang?"
Dia jawab, "Tidak".
"Kenapa kamu rela menzinahi, sementara mungkin itu ibunya orang, atau saudara orang, atau tantenya orang lain."
Karuan saja pemuda itu bergumam, "Sungguh saya kelewatan."
Sejak itu dia berkata bahwa tidak ada perbuatan yang saya benci kecuali berzina. Memang pelampiasan nafsu birahi pada bukan tempatnya (kecuali kawin sah) adalah kenistaan dan tak jarang menghancurkan kehidupan.
Dan ada berbagai macam cara orang mencari kebahagiaan ternyata tidak didapatkan. Siapa hidup di dunia ini tidak ingin hidup bahagia. Ibnu Hazm, seorang ulama yang hebat dari Andalusia, Spanyol, pernah mengatakan bahwa seluruh manusia berjalan ke satu arah yaitu mengusir ketakutan untuk mencapai kebahagiaan; takut miskin bekerja keras mencari harta agar kaya, takut bodoh mencari ilmu agar pintar, takut hina mencari kedudukan agar terhormat, dll. Tetapi semua jalan itu sepanjang perjalanan manusia tidak bisa membahagiakan kecuali Addin (Agama Islam). Bukan saja kebahagiaan dunia tapi juga menembus sampai akhirat.
Kebahagiaan yang tidak dibangun di atas landasan Addin adalah kebahagiaan nisbi/semu. Sementara kebahagiaan yang dibangun di atas landasan Addin adalah kebahagiaan hakiki.

Bagaimana cara membangun kehidupan bahagia yang hakiki..?......
Pusat Kebahagiaan:
Pusat kebahagiaan itu terletak di hati. Apabila hati seseorang itu dipenuhi dengan cahaya keimanan sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNya, jaminan dia akan bahagia di dunia dan akherat, Allah SWT berfirman dalam QS: An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Sebaliknya bagi mereka yang berpaling dari jalan Allah SWT dan mengikuti jalan lain dengan konsepsi syaitan dan konco-konconya, maka pasti cepat atau lambat akan mendapat kesengsaraan dunia apalagi di akherat, Allah SWT berfirman dalam QS: Thaahaa 124-126 yang artinya : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia : Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman : Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."
Allah SWT hanya menerima hati yang bersih tulus ikhlas kehidupannya dengan berbagai variasinya dipersembahkan hanya untukNya seperti dalam QS: Asy-Syu'araa 89 yang artinya : "Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Karena hati ini sebagai penggerak dan penentu kebahagiaan seseorang, maka harus diperhatikan seperti yang disinyalir Rasulullah SAW: "Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia terdapat segumpal darah, kalau dia baik, seluruh jasadnya baik, namun apabila dia rusak, maka seluruh jasadnya rusak, itulah hati." (HR: Bukhari).
Sebagian ulama salaf menggambarkan bahwa hati ini seperti rumah yang mempunyai pintu dan jendela. Apabila penjagaan pintu dan jendela tidak ketat, bisa dipastikan seisi rumah akan dikuras oleh maling. Pintu dan jendela tersebut adalah mata, telinga, mulut, dan seluruh anggota tubuh. Sedangkan malingnya adalah syaitan dan kroninya. Kita berkewajiban untuk menjaga hati kita dan mengisinya dengan tazkiyah sesuai petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Perlu diketahui hati itu bekerja sesuai dengan fungsinya sebagaimana anggota tubuh kita bekerja sesuai dengan fungsinya. Hati itu hidup, awalnya, tapi proses berikutnya kalau tidak dijaga dan diisi dengan tazkiyah, maka dia bisa sakit bahkan mati.
Rasulullah SAW menggambarkan hati dalam sabdanya :"Permisalan petunjuk dan ilmu yang ditugaskan Allah kepadaku bagaikan air hujan yang turun ke bumi. Diantaranya mengenai tanah yang subur dapat menahan air buat menusia dan menumbuhkan pepohonan.


 Ada yang mengenai tanah tandus, dapat menahan air tetapi tak dapat menghidupkan pepohonan. Tanah pertama seperti hatinya mukmin yang menyerap ilmu Islam serta mengaplikasikan sikonnya. Tanah kedua hatinya orang munafik yang bisa menyerap ilmu Islam tetapi tak menjalankannya. Tanah ketiga seperti hatinya orang kafir yang tidak mengindahkan ajaran Islam apalagi mengamalkannya." (HR: Bukhari).


http://www.facebook.com/notes/melati/tazkiyah-penyejuk-hati-i/174775152560868

Perbedaan Cara Berpikir Laki-Laki dan Perempuan ....


oleh Vicky Robiyanto Dua
Bismillahir-Rahmanir-Rahim....
Tantangan besar yang dihadapi laki-laki adalah memahami perempuan secara benar, ketika ia mengungkapkan perasaannya. Bagi perempuan tantangan terbesarnya adalah memahami laki-laki secara benar ketika dia diam. Yaitu diam yang membingungkan yang tidak diketahui sebab-sebabnya oleh perempuan.


Biasanya dalam kondisi ini perempuan akan memahaminya secara tidak benar. Menurut perempuan diamnya laki-laki adalah seperti teka-teki ( misteri) yang membingungkan.
Biasanya yang terjadi laki-laki diam secara tiba-tiba tanpa ada sebab. Ditengah – tengah laki-laki sedang bicara kemudian secara cepat ia berubah menjadi diam hal ini biasa bagi laki-laki. Bagi perempuan diam tersebut dipandang aneh karena perempuan memiliki tabiat selalu bicara.
Ketika laki-laki berhenti bicara dan tidak tanggap pada siapapun, awalnya perempuan akan menganggap laki-laki tersebut tuli. Karena tidak bisa mendengar orang disekitarnya. Inilah penyebab ia tidak bisa diajak bicara menurut anggapan perempuan.
Padahal sebenarnya ada sebab lain yang tidak terlintas dalam otak perempuan. Yaitu cara dan proses berfikir laki-laki secara umum berbeda dengan perempuan . Perempuan akan berfikir dengan mengeluarkan suara yang keras dan bisa di dengar kemudian orang lain akan ikut serta dalam proses tersebut. Artinya proses berfikirnya perempuan dengan bicara. Anehnya perempuan bisa menyingkap masalah sampai pada maksud yang dikehendakinya melalui cara berfikir dengan suara yang terdengar tersebut.
Cara berfikir perempuan adalah dengan memberikan tempat bagi pikirannya untuk bisa berjalan. Kemudian menjalankannya dengan mulut atau mengatakannya dengan suara yang bisa di dengar. Hal ini secara spontanitas akan membantu dirinya menghilangkan hambatan dan intuisi dirinya.
Proses berfikir seperti ini menjadi kebiasaan perempuan. Dan terkadang menjadi hal yang harus dilakukan
Sementara cara berfikir laki-laki berbeda sama sekali. Laki-laki sebelum mulai bicara, akan melakukan proses berfikir terhadap apa yang di dengar dan disaksikan. Laki-laki menggunakan cara berfikir terlebih dulu baru kemudian menemukan jawaban atau pemecahan yang tepat. Semua proses itu berjalan dalam otaknya tanpa dimunculkan melalui lidah. Ia berfikir dengan cara diam dan tidak mengatakan satu katapun. Setelah menemukan jawaban yang dicari atau pemecahan yang tepat, baru ia mulai berbicara.
Proses ini terkadang hanya memakan waktu singkat, tidak lebih dari satu menit atau lebih sedikit, namun terkadang juga menghabiskan waktu lebih lama, bahkan membutuhkan waktu berjam-jam. Tergantung pada masalah yang difikirkan.
Karena itulah , ketika laki-laki dan perempuan berbincang-bincang , kemudian diselingi pertanyaan dari perempuan maka perempuan akan menanti dulu jawaban dari laki-laki. Ketika laki-laki merasa kesulitan memberikan jawaban atau merasa tidak memiliki pengetahuan yang memadai atau akan memberikan jawaban yang tidak bisa diterima, maka ia akan mulai berfikir secara diam dan berusaha mendapatkan jawaban yang bisa disampaikan kepada perempuan.


Pada saat tersebut, saat diam yang kadang lama sekali, perempuan akan merasa bingung dan kadang menyebabkan ia marah.
Karena ia mengira laki-laki berpura-pura tidak tahu dan tidak tahu kalau ia mengajaknya berbicara.
Perempuan harus tahu bahwa dugaannya tersebut salah. Dan ia harus memahami laki-laki ketika dia diam.
Sebenarnya dengan cara diam tersebut seakan-akan dia mengatakan, “Sayangku, pertanyaanmu sulit sekali”.
Kamu berhak menanyakan hal tersebut dan aku berkewajiban menjawabnya. Tetapi sampai sekarang aku belum tahu apa jawaban yang akan kukatakan. Aku belum mendapat jawaban yang tepat. Namun kini aku sedang berfikir dan berusaha mendapatkan jawaban tersebut. Aku harap kamu memberikan waktu yang cukup kepadaku.”
Ia sama sekali tidak ingin mengatakan, “Aku tak ingin menjawab pertanyaanmu, sebab amat sulit, juga karena aku tidak perhatian padamu dan aku pura-pura tidak mendengarmu. Yang kamu katakan tersebut remeh sekali dan tidak berarti. Aku akan berpura-pura tidak tahu dan tidak akan kujawab.”
Biasanya perempuan sangat buruk dalam memahami diamnya laki-laki. Ukuran keburukan tersebut sangat bergantung pada keadaan jiwa perempuan saat itu. Juga segala yang ia alami pada hari itu....
Bila jiwa perempuan pada waktu itu sedang jatuh dan hari-harinya penuh dengan berbagai permasalahan, terkadang ia mulai membayangkan hal-hal yang paling buruk.......*
(Sumber : DR Thariq Kamal An-Nu’aimi “Psikologi Suami Istri”)

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....

Marilah Setiap detak-detik jantung..,
selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...


http://www.facebook.com/notes/melati/perbedaan-cara-berpikir-laki-laki-dan-perempuan-/175489145822802

Saya Bisa Jadi Apa?


Pertanyaan Pertama A:
Pernahkah Anda melihat seorang tukang sapu di pinggir jalan?
Apa yang Anda lihat?
Bisakah Anda melihat masa depannya?



Jika ia bertanya pada Anda apa pekerjaan yang pantas bagi dia di masa depan apa jawaban Anda?

Pertanyaan Pertama B:
Pernahkan Anda melihat tukang sampah?
Apa yang Anda lihat?
Bisakah Anda melihat masa depannya?
Jika ia bertanya pada Anda apa pekerjaan yang pantas bagi dia di masa depan apa jawaban Anda?

Pertanyaan Kedua:
Sekarang saya balik.
Pernahkan Anda melihat seorang Presiden?Apa yang Anda lihat?
Jika ia bertanya pada Anda apa pekerjaan yang ia lakukan dahulu, apa jawabannya?
Tahukah Anda kedua pertanyaan di atas bisa diajukan pada 1 orang yang sama?
Maksudnya?
Jika Anda tanya pada Lee Myung Bak maka jawaban pertanyaan pertama adalah pertanyaan kedua dan sebaliknya
Lee Myung Bak dulu bekerja sebagai tukang sapu di pinggir jalan, kini menjabat Presiden di Korea Selatan
Lyndon B. Johnson juga demikian.Dulu ia tukang sampah dan kemudian terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.
Profesimu hari ini tidak menunjukkan profesimu di masa depan.
Apa yang ada dipikiran dan hatimu saat ini lah yang akan menentukan masa depanmu.


Apa profesimu hari ini?Apakah Anda pekerja rendahan?Apakah Anda cuma buruh biasa?Apakah Anda cuma pesuruh?
Jangan khawatir dengan masa depanmu, karena profesimu hari ini, serendah apapun itu tidak menunjukkan masa depanmu.Pikiran mu lah yang menentukan.Dream mu yang menentukan masa depanmu.
Jika Anda Ingin sukses, pekerjaan apapun yang sedang kita jalani, serendah apapun posisinya,
profesimu hanya batu loncatan untuk maju.
Lee Myung Bak ketika jadi tukang sapu, tahu itu hanya sementara.
Lyndon B Johnson ketika jadi tukang sampah tahu itu hanya sementara.

Semua contoh yang ada cukup untuk mengatakan,
Anda bisa dia APA SAJA di masa depan,
tidak peduli APA PROFESIMU saat ini.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/saya-bisa-jadi-apa/182444581777923

Fakta Buruk Tentang Indonesia


Negeri ini hampir mempunyai segalanya.
            Luas lautannya terbesar di dunia, seluas 93.000 km2 dan panjang pantainya sekitar 81.000 km2 atau hamper 25% panjang pantai di dunia.
            Pulaunya terbanyak di dunia, ada 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Tiga dari enam pulau terbesar di dunia, ada di sini.
            Kekayaan flora faunanya juga menakjubkan. Ada 300.000 jenis satwa liar (17% satwa di dunia). Ada 515 jenis mamalia hidup di sini (terbanyak di dunia), dan negeri ini menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Sebanyak 45% jenis ikan di dunia, hidup di lautan negeri ini.
            Terumbu karangnya (Coral Reef) adalah terkaya (18% dari total dunia). Biodiversity anggreknya terbesar di dunia, ada 6.000 jenis anggrek. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Negeri ini juga memiliki spesies ikan hiu terbanyak di dunia yaitu 150 spesies. Primata terkecil di dunia, ular terpanjang di dunia, ikan terkecil di dunia, bunga terbesar di dunia, semua di temukan di sini. Bahkan satu-satunya binatang purba darat terbesar di dunia yang masih hidup ada di negeri ini.
            Kekayaan perkebunan dan kehutanannya juga mencengangkan. Negeri ini adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.


Produk cengkeh (cloves), pala (nutmeg), minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) menempati No.1 di dunia. Hasil karet alamnya No.2 di dunia, hasil cokelatnya No.3 di dunia.
            Sumber daya alamnya juga luar biasa. Negeri ini adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia), penghasil batu bara terbesar, juga produsen timah terbesar kedua.

            Dengan segala kekayaan ini, apakah penduduk negeri ini hidup sejahtera?
            Dengan segala kekayaannya, negeri ini merupakan salah satu negara yang sering masuk dalam peringkat rendah untuk kebaikannya dan peringkat tinggi untuk keburukannya.
            Negeri kaya tapi sebagian besar penduduknya tak makmur ini adalah Indonesia tercinta.
            Dengan berat hati saya harus mengungkap beberapa data menyakitkan, agar kita punya semangat untuk bangkit sebagai anak bangsa. Bangsa Indonesia.

Bagaimana perekonomian dan kesejahteraan kita?
            Pada pertengahan tahun 1960-an GNP perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea Selatan dan China nyaris sama, yaitu kurang dari US$100 per kapita. Kini GNP perkapita Negara-negara yang dulu sama tersebut menjadi dua kali lipat, tiga kali lipat bahkan tujuh kali lipat lebih besar dari Indonesia.
            Bank dunia pernah mengungkap angka kemiskinan di Indonesia sebesar 49% atau lebih dari 100 juta jiwa (jika ambang batas kemiskinan-proverty threshold) diukur dari kegagalan pemenuhan hak-hak dasar (basic right) atau dengan skala pendapatan di bawah 1-2 dolar AS perhari. Sekalipun demikian, dengan standar berbeda, BPS menyatakan hanya 16,5% saja penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan atau sekitar 36,8 juta jiwa (2008).
            Data UNDP menyebutkan, Indeks Pembanguna Indonesia (Human Development Index=HDI), Indonesia berada di posisi 110, jauh tertinggal dibandingkan Singapura (25), Malaysia (63), Thailand (78) dan Vietnam (107). HDI rendah artinya: angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan kemampuan daya beli rendah.
            Indonesia kini menjadi salah satu Negara dengan buruh migrant terbesar di dunia untuk pekerja rendahan. Sekitar 6juta TKI (70% wanita) bekerja di luar negeri. Sekalipun para TKI menghasilkan devisa tertinggi selain migas, Rp 82 triliun (pada tahun 2008),


sayang penghargaan dan pembelaan terhadap mereka masih sangat rendah, baik perlakuan bangsa asing terhadap mereka atau perlakuan birokrasi yang nota bene bangsa sendiri terhadap mereka.
            Mata uang Indonesia juga termasuk salah satu mata uang terendah nilainya di dunia. Rupiah sedikit diatas mata uang Dong Vietnam, Sao Tome (Afrika) dan Zimbabwe yang baru devaluasi habis-habisan.
            Warta ekonomi 12 Juli 2009 juga mengungkap, negeri yang kaya hasil tambang ini menjadi Negara penghutang terbesar berdasarkan PBD. Setidaknya setiap tahun, 30% APBD kita diambil untuk membayar bunga hutang. Jumlah yang lebih besar dari anggaran pendidikan dan kesehatan.
            Lebih buruk lagi, dari satu sumber dikatakan bahwa, salah satu hutang nasional kita berasal dari hutang jaman Hindia Belanda. Pada masa 1949, Soekarno Hatta menyetujui pembayaran hutang Hindia Belanda sebagai strategi agar kemerdekaan diakui. Tetapi pemerintahan dua serangkai tersebut tidak pernah membayarnya karena melanggar prinsip keadilan. Setelah Soekarno jatuh, pemerintah orde baru sepakat mencicil hutang Hindia Belanda selama 30 tahun sejak 1966. Artinya kita berhutang untuk membayar biaya perang pemerintah Hindia Belanda ketika melawan pahlawan dan pejuang nasional.

Bagaimana dengan pelaksanaan hukum?
            Pada tahun 2009 Indonesia disebut sebagai Negara dengan perekonomian paling korup di Asia. Indikasi tersebut berasal dari survey yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi Risiko Politik dan Ekonomi (PERC) yang dilansir oleh agen berita Perancis AFP.
            Dari skala 0 sampai 10, dimana indikasi bebas korupsi, Indonesia mendapatkan skor 8,32 (mendekati sempurna korupsi).
            Skor antara 4 dan 7 diindikasikan sebagai Negara dengan tingkat korupsi menengah. Negara-negara itu adalah Malaysia (6,7), Taiwan (6,47), China (6,16), Macau (5,84), Korea Selatan (4,64), dan Jepang (3,99). Singapura menjadi Negara Asia paling tidak korup dengan skor  1,07.

Bagaimana dengan lingkungan hidup?



            Indonesia ditempatkan di peringkat 102 dari 149 negara yang masuk dalam daftar peringkat Negara hijau dunia yang dilakukan Universitas Yale dan Universitas Columbia, Amerika Serikat (AS). Laporan berdasarkan indeks kinerja lingkungan (Environmental Perfomance Index/EPI). Artinya 101 negara lebih baik dari Indonesia.
            Hasil penelitian itu juga menempatkan Negara-negara Uni Eropa seperti Swiss, Swedia, dan Norwegia, berada di tiga besar teratas. Posisi Indonesia yang sangat rendah ini cukup mengagetkan, karena berada di bawah Sri Lanka yang ditempatkan pada urutan 50, dan juga Negara tetangga Malaysia yang justru ditempatkan pada peringkat 26 negara hijau dunia.
            Meskipun kaya akan flora dan fauna, namun Indonesia dikenal juga sebagai Negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Saat ini jumlah satwa liar Indonesia yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 92 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN,2003). Satwa-satwa tersebut benar-benar punah dari alam jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya.
            Perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar Indonesia. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran. Lebih dari 20% satwa yang dijual di pasar mati akibat pengangkutan yang tidak layak. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Semakin langka satwa tersebut semakin mahal pula harganya.

Bagaimana dengan pengelolaan laut?
            Sekalipun Indonesia mempunyai wilayah laut terbesar di dunia, akan tetapi nelayan sering kekurangan bahan bakar untuk melaut. Karena penghasilan yang serba pas-pasan nelayan tak jarang menggunakan formalin untuk mengawetkan hasil tangkapannya, sekalipun itu sama saja meracuni bangsa sendiri. Biaya formalin jauh lebih murah dari pada es batu atau alat pendingin. Kita seperti kehabisan dana untuk mengoptimalkan kekayaan laut, padahal setiap tahun kekayaan laut dicuri pihak asing sampai senilai US$5 miliar (Rp 5 triliun).

Bagaimana dengan perkebunan?
            Kita adalah penghasil sawit terbesar akan tetapi harga sawit ditentukan oleh bursa komoditi di Belanda yang tidak punya kebun sawit. Setiap tahun perkebunan sawit Indonesia membusukkan jutaan pohon yang sudah tidak produktif, padahal jika kayunya dimanfaatkan bisa menjadi bisnis furniture senilai US$2-5 miliar (Rp 20-50 triliun) per tahun.


            Hasil coklat kita No. 3 di dunia tapi tidak ada yang kenal cokelat Indonesia. Swiss yang tidak banyak mempunyai kebun cokelat, justru dikenal sebagai produsen cokelat terlezat di dunia.
            Banyak kopi dihasilkan dari Indonesia, akan tetapi karena dianggap tidak meyakinkan, kopi kita harus dijual dengan label Made in Italy agar lebih mudah masuk pasaran Internasional.

Bagaimana dengan pertambangan?
            Indonesia boleh bangga menjadi pengekspor batu bara terbesar di dunia. Tetapi sebenarnya cadangan batu bara kita hanya dari 3,1% cadangan batu bara dunia. Begitu juga dengan gas alam, kita jadi pemasok utama, padahal cadangan gas alam kita hanya 1,6% gas alam dunia. Artinya Negara lain banyak yang punya batu bara dan gas, akan tetapi mereka tidak mau memproduksi dulu, mereka memilih membeli sehingga cadangan batu bara atau gas alam mereka aman.
            Di masa depan jika ada krisis energi mereka masih punya sumber energi dan kita mungkin sudah kehabisan. Sekarang saja cadangan minyak kita sudah mulai kehabisan dan kita mulai mengimpor bahan bakar dari luar. Kita harus lebih berhati-hati!

Bagaimana dengan kebudayaan?
            Negara yang mempunyai beragam budaya dan alam yang indah ini Cuma mampu menempati posisi 81 dari 133 negara di dunia soal daya saing pariwisata, demikian hasil survey World Economic Forum pada 2009. indeks daya saing kepariwisataan itu dinilai dari tiga hal yakni kerangka regulasi, infrastruktur dan bisnis, serta sumber daya manusia, budaya dan alam. Indonesia hanya unggul dari sisi kompetitivitas harga dalam industri pariwisata. Indonesia hanya menempati ranking diatas 50 untuk soal infrastruktur transportasi udara, infrastruktur transportasi darat, dan infrastruktur transportasi pariwisata.

Bagaimana dengan prestasi di bidang kesehatan?
            Sekalipun berbagai tumbuhan herbal alami subur di sini, Indonesia menempati peringkat sepuluh besar untuk berbagai penyakit.
            Indonesia menempati No.1 untuk kasus flu burung,


peringkat ke-1 tingkat kebutaan di Asia dan masih menjadi nomor satu dalam peringkat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama sepuluh tahun berturut-turut. Indonesia menempati peringkat ketiga untuk penyakit TBC, hepatitis, lepra, dsb. Peringkat ke-4 untuk penyakit kusta, diabetes, dsb.
            Pada 2008 Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menetapkan Indonesia sebagai Negara pengguna rokok ketiga terbesar dunia. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakberdayaan akibat adiksi nikotin rokok. FA Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengatakan kematian akibat konsumsi rokok tercatat dari 400 ribu orang pertahun.
            “Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan Negara dari akibat cukai rokok,” katanya.
            The ASEAN Tobacco Control Report tahun 2007 meyatakan, jumlah perokok di ASEAN mencapai 124.691 juta orang. Dan Indonesia menyumbang perokok terbesar, yaitu 57.563 juta orang atau sekitar 46,16%.
            Saat ini, lebih dari 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok, dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar tersebut bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronchitis, dan infeksi saluran pernapasan, dan telinga, serta asma.

Bagaimana dengan teknologi?
            Indonesia boleh bangga dibilang sebagai bangsa yang mulai melek internet. Pemakai situs facebook di Indonesia termasuk terbesar di dunia dan pengguna Blackberry pun meningkat pesat.
            Tapi sayangnya Indonesia terus mengalami peningkatan sebagai pengakses situs porno internet. Surveyor internet, Pery Umar Farouk mengatakan, berdasarkan internet pornography statistic, Indonesia sempat menempati peringkat ketujuh dunia. Kondisi ini terus meningkat menjadi peringkat kelima pada 2007 dan menjadi yang ketiga pada 2009. Menteri infokom Tiffatul Sembiring bahkan sempat menyatakan bahwa Indonesia sudah masuk ke ranking 1 sebagai pengakses situs porno terbesar di dunia pada tahun 2010.

Bagaimana dengan pendidikan?
            Angka buta huruf  di Indonesia mencapai 13,2 juta jiwa, termasuk terbesar. Sekalipun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan jumlah buta huruf saat awal kemerdekaan yang mencapai lebih dari 90% dari jumlah penduduk Indonesia saat itu.

Bagaimana dengan keamanan dan kenyamanan?
            Menurut Business Week sebuah majalah bisnis internasional yang kerap menjadi acuan para pebisnis, Indonesia berada di urutan ke-2 sebagai tempat paling buruk untuk ekspatriat bekerja di seluruh dunia dan ibukota Nigeria, Lagos, sebagai kota terburuk peringkat pertama di dunia. Dalam keterangannya, Jakarta mendapat keterangan peringkat “Very High Risk Location” dengan permasalahan-permasalahan besar: polusi, penyakit & sanitasi, fasilitas-fasilitas medis, kekerasan & pengekangan politis, lingkungan politis & social, kriminalitas.

Hikmah:
            Sangat jelas kekayaan dan modal sama sekali bukan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, karena dalam keadaan sekarang pun Indonesia masih mempunyai segala yang dibutuhkan.
            Yang kini kita butuhkan adalah sebuah visi yang jelas, hokum yang adil dan tegas, peran serta dan keinginan perubahan yang merata di seluruh masyarakat.
            Kalau sulit berharap dari orang lain, maka kita bisa mulai dari diri sendiri.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/fakta-buruk-tentang-indonesia/182738405081874