Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Rabu, 22 Desember 2010

4 Tipe Wanita........


Ada sebuah ilustrasi menarik. Kalau kita masuk ke toko yang menjual
pakaian wanita, pastilah kita akan mendapatkan begitu banyak pakaian
dengan berbagai macam corak dan jenisnya.
Pilihan, tentu sepenuhnya ada di tangan kita, tidak di tangan orang
lain, karena kita yang akan mengenakan pakaian tersebut.
Begitu pun seorang wanita ketika berada di tengah-tengah


masyarakat, ia bisa memilih tipe-tipe kepribadian yang disukainya.
Tentang hal ini Alquran menjelaskan empat tipe wanita.

 Pertama, tipe wanita dengan kepribadian kuat.
Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah, istri Fir'aun.
Walaupun berada dalam "cengkeraman" Fir'aun, ia tetap teguh
menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah.
Allah SWT mengabadikan doanya dalam Alquran, ''Ya Tuhanku,
bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan
selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku
dari kaum yang zalim (QS. At-Tahrim: 11).

Kedua, tipe wanita yang berusaha menjaga kesucian dirinya.
Tipe kedua ini diwakili oleh Siti Maryam.
Dalam Surat Maryam ayat 20 disebutkan bahwa Maryam adalah
seorang wanita suci yang tidak pernah disentuh seorang lelaki pun.
Karena keutamaan inilah, Allah SWT berkenan mengabadikan
namanya menjadi nama salah satu surat dalam Alquran dan
menjadikannya ibu dari seorang nabi yang agung.

Ketiga, tipe wanita penghasut, penebar fitnah, penggemar gosip, dan


sangat buruk hatinya.
Ia adalah Hindun, istrinya Abu Lahab.
Alquran menjuluki wanita ini sebagai "pembawa kayu bakar" atau
wanita penyebar fitnah dan permusuhan.
Allah SWT berfirman, ''Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan
sesungguhnya dia akan binasa dan demikian pula istrinya, pembawa
kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.'' (QS. Al-Lahab: 1-5).
Dalam sejarah diceritakan bagaimana "kehebatan" Hindun dalam
menyebarkan gosip dan fitnah tentang Rasulullah SAW. Hindun pun
dikenal sebagai partner terbaik Abu Lahab untuk menghambat
dakwah Islam.

Keempat, tipe wanita penggoda.
Tipe ini diperankan oleh Siti Zulaikha.
Petualangan Zulaikha dalam menggoda Yusuf, dijelaskan dalam
Alquran Surat Yusuf ayat 23, ''Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf
tinggal di rumahnya, menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya
(kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu seraya berkata, "Marilah ke
sini,"
Walaupun para tokoh yang dikisahkan dalam Alquran tersebut hidup
ribuan tahun yang lalu, tapi karakteristik dan sifatnya tetap abadi


hingga sekarang.

Ada tipe wanita pejuang yang kokoh keimanannya.
Ada tipe wanita yang tegar dalam menjaga kesucian dirinya.
Ada tipe wanita penghasut, dan ada pula tipe wanita penggoda.
Tinggal keputusan kita mau memilih yang mana.
Memilih yang pertama dan kedua, maka kemuliaan yang akan kita
dapatkan.
Sedangkan kalau memilih tipe ketiga dan keempat, enak memang
karena nafsu terpenuhi, tapi lambat laun kehinaan dunia dan akhirat
akan kita dapatkan.
Wallahu a'lam bisshawab. 

Anda pilih yang nomor berapa...???


Dimanakah Ibu…???


Ibu, suatu panggilan yang tak pernah dilupakan anak. Ibu adalah pendidik anaknya, maka tak heran jika Indonesia menyebutnya sebagai pendidik bangsa. Karena Ibu adalah guru pertama yang paling utama bagi anak dimasa pertumbuhannya dan ibu adalah orang terdekat bagi anak. Maka wajar jika anak lebih dekat kepada ibunya ketimbang ayah. Karena ayah lebih sering keluar rumah untuk mencari nafkah. Sementara fungsi utama ibu adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Ayah pergi kerja untuk mencari nafkah dan ibu mendidik anak sambil mengurus rumah. Inilah gamabaran ideal keluarga sakinah, namun hal ini sudah jarang didapati di rumah-rumah di wilayah perkotaan. Tapi tidak heran jika fenomena ibu ikut bekerja mengikuti ayah terdapat di wilayah kabupaten. Namun, karena minimnya lapangan pekerjaan diwilayah kabupaten banyak ibu pergi ke kota-kota besar untuk mencari kerja, bahkan banyak diantara mereka nekat untuk pergi ke luar negeri. Tak heran, di Indramayu muncul istilah “Sembok lunga kerja, Mamang kawin maning”
Sungguh ironis, ibu meninggalkan kewajiban mengurus rumah tangga dan mendidik anak dan ayah menggantikan peran ibu di rumah bahkan ongkang-ongkang kaki sambil menunggu kiriman uang dari sang istri. Inilah potret buram keluarga di era kapitalisme, dimana orang berbondong-bondong mencari uang untuk menghidupi kebutuhan yang serba mahal ditambah pemerintah yang tidak memihak rakyat yang setiap hari kerjanya hanya menjual saham BUMN yang notabene milik rakyat, jika kurang dana maka menambah hutang ke Bank Dunia. Tidak dipungkiri bahwa yang paling berpengaruh saat ini adalah paham femenisme atau kesetaraan gender yang ter-doktrin dibenak ibu-ibu modern saat ini. Dalihnya adalah untuk memajukan perempuan. Perempuan harus mampu mandiri, ia harus berdiri tegak di atas kakinya sendiri, ia harus bebas menentukan sikap dan hidupnya apapun kondisi yang akan dihadapi bahkan mereka bebas untuk menentukan mau hamil atau tidak dalam urusan rumah tangganya. Namun pada faktanya, keterkungkungan, kimiskinan, kekerasan, dan ketertindasan justru dialami perempuan. Mereka berpendapat, hal ini terjadi karena ketidakadilan perlakuan terhadap perempuan, baik di dalam keluarga maupun Negara. Dalam pandangan mereka, penyebab utama keterkungkungan perempuan ini adalah pemberlakuan tatanan kehidupan patriarkis yang sebagian besarnya merugikan kaum perempuan dan menjadikan kaum perempuan ‘tidak berdaya’.
Tidak menjadi fenomena yang ‘wah’ untuk kasus gugat cerai yang angkanya tiap tahun semakin bertambah di Surabaya mencapai 80%, Makassar 75%, Semarang dan Medan 70%, kemudian Bandung dan Jakarta 60% (Data Departemen Agama 2009).


Menurut Departemen Agama, tingginya permintaan gugat cerai istri terhadap suami tersebut diduga karena kaum perempuan merasa mempunyai hak yang sama dengan lelaki, atau akibat globalisasi sekarang ini, atau kaum perempuan sudah keblablasan. Di Indramayu sendiri, menurut Data Pengadilan Agama tahun 2008 bulan Juni terdapat 359 kasus. Maka tidak heran, perempuan Indramayu terkenal dengan istilah RCTI (Rangda Cilik Turunan Indramayu).

Dimanakah ibu sekarang? Perginya ibu bekerja membuat anak tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh, timbulah masalah-masalah baru. Runtuhnya struktur keluarga, meningkatnya angka perceraian, meningkatnya kasus penelantaran anak, fenomena Un-wed dan no-mar, merebaknya free sex, meningkatnya kasus aborsi, dilema wanita karir, sindrom Cinderella complex, eksploitasi perempuan, pelecehan seksual, anak-anak bermasalah, dan yang baru-baru ini kasusnya mencuat adalah penyiksaan terhadap TKI. Ibu, engkaulah pembentuk putra-putrimu menjadi generasi khoiru ummah (generasi terbaik) yang soleh,dan soleha. Oleh karena itu, mubah saja ibu pergi bekerja membantu ayah. Namun jangan tinggalkan peranmu sebagai pengatur rumah tangga dan mengurus anak dalam bimbingan suami. Tinggalkan paham feminisme-mu dalam benak, karena kesetaraan gender hanya menghantarkan kaum perempuan pada kehancuran. Tinggalkan sistem kapitalis yang sudah bobrok ini. beralihlah ke sistem buatan Allah, yaitu dengan menerapkan syariah Islam dalam naungan Daulah Khilafah.


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/dimanakah-ibu/178955355457454

Selasa, 21 Desember 2010

~..~ Sampaikanlah/Amalkanlah Ilmu Mu Walau Hanya Satu Ayat ~..~


SEBELUM tidur, Rasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra :

"Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :



1. Sebelum khatam Al Qur'an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh"

Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda : 1. "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an." Bismillaahir rohmaanir rohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)
2. "Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat“. Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii 'alaa Muhammad wa'alaa alii Muhammad (3x)“
3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu“. Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)
4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh“.
Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar (3x)
*Untuk ingatan kita bersama.
Kalau berkenan.. Jgn di inbox aja, broadcast yah ke saudara Muslim yang lain. RasuIullah saw bersabda ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat,dan meskipun kita sudah meninggal dunia.. Silahkan SHARE jika tulisan ini membawa manfa'at... Barokallahu fikum.. Jazakumullah...Khoiron..


http://www.facebook.com/notes/renungan-dakwah-islam/-sampaikanlah-ilmumu-walau-hanya-satu-ayat-/150197961697776

"Bila Insan merenung"


Bila  insan benar-benar merenungi dirinya,
asal-muasal penciptaannya sampai tumbuh menjadi manusia 'sempurna',
niscaya ia tidak akan terkena penyakit ujub.


Ia pasti meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar dihindarkan dari penyakit ujub sejauh-jauhnya.
Dalam sebuah syair yang dituju-kan kepada orang-orang yang terbelenggu penyakit ujub:
Wahai orang yang pongah dalam keangkuhannya.
Lihatlah tempat buang airmu,
sebab 'kotoran itu' selalu hina.
Bila saja  manusia itu merenungkan apa yang ada dalam perut mereka, niscaya tidak ada satupun orang yang akan menyombongkan dirinya, baik ia muda  maupun orang tua, miskin ataupun kaya...
Apakah ada anggota tubuh yang lebih dimuliakan selain kepala?
Namun demikian, lima macam kotoranlah yang keluar darinya!
Hidung beringus sementara telinga baunya tengik.
Tahi mata bercelemotan, sementara dari mulut mengalir air liur...
Wahai bani Adam yang berasal dari tanah, dan bakal dilahap tanah, tahanlah dirimu dari kesombongan,
karena engkau bakal menjadi santapannya  kelak.
Syair  ini mengingatkan diri  pada asal muasal penciptaan manusia dan keadaan diri serta kesudahan hidup ini.  Maka apakah yang mendorong diri untuk  berlagak sombong? Pada awalnya diri  berasal dari setetes mani hina, kemudian akan menjadi bangkai yang kotor sedangkan selama hidup, kemanapun diri ini pergi...,selalu membawa kotoran.
Banyak dalil agar diri ini jangan sombong, antara lain:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala  berfirman:


Tilka alddaaru al-aakhiratu naj'aluhaa lilladziina laa yuriiduuna 'uluwwan fii al-ardhi walaa fasaadan waal'aaqibatu lilmuttaqiina
Artinya:
"Negeri akhirat (*) itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) *) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Qashash [28]:83).
 (*). Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan keni'matan di akhirat, Yakni Syurga.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala  berfirman :

walaa tamsyi fii al-ardhi marahan innaka lan takhriqa al-ardha walan tablugha aljibaala thuulaan
Artinya:
" Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."
(QS. Al-Israa' [17]:37).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

walaa tusha''ir khaddaka lilnnaasi walaa tamsyi fii al-ardhi marahan inna allaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin
Artinya:
" Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
(QS. Luqman [31]:18).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

udkhuluu abwaaba jahannama khaalidiina fiihaa fabi'sa matswaa
almutakabbiriina
Artinya:
 (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong ".
(QS. Al-Mu'min [40]:76)
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu ,  Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa sallam  bersabda:
“Tidak akan masuk Syurga orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong walaupun hanya sebesar atom.” Ada seorang laki-laki berkata: “Sesungguhnya seseorang itu suka memakai pakaian yang bagus dan sandal/sepatu yang bagus pula.”
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam kembali bersabda:



Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain”
[H.R. Muslim].
Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda:
“Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”.
[H.R.  Muslim].
Dari Salamah bin al-Akwa' Radhiyallahu 'Anhu bahwasanya ada seorang lelaki makan di sisi Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam  dengan menggunakan tangan kirinya, lalu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda:
"Makanlah dengan menggunakan tangan kananmu."
Orang itu berkata: "Saya tidak dapat makan seperti  itu."
Rasulullah  Shalallahu 'Alaihi Wa sallam  bersabda:
"Kamu tidak bisa ?" Ia berbuat seperti itu tidak ada yang mendorongnya, melainkan kesombongannya juga.
Salamah berkata: "Orang itu akhirnya benar-benar tidak dapat mengangkat tangan kanannya ke mulutnya," -yakni tangannya terus cacat untuk selama-lamanya, sebab tidak dapat digunakan apa-apa-.
(Hadits Riwayat Muslim).
Dari beberapa Ayat Al-Qur'an dan Hadits  di atas seharusnya cukup sudah  untuk menyadarkan diri ini bahwa sifat sombong sangat berbahaya sekali!
Imam Ghazali dalam kitabnya, ”Ihya’ ’Uluumuddiin” menulis bagaimana mungkin manusia bisa bersifat sombong sementara dalam dirinya terdapat 1-2 kilogram kotoran yang bau?
"Sebaik-baiknya manusia adalah jika yang menyadari akan kekurangannya, dan ia kembali mengakui kehinaannya (kerendahannya).


Menyadari diri tidak ada artinya karena  banyak memiliki kekurangan. Tetapi jika seseorang selalu merasa sempurna, mulia, dan tanpa cacat, maka justru sikap tersebut  akan menghalanginya menuju Allah Subhanahu Wa Ta'ala."
"Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapapun."
(Fudlail bin Iyadl).
Wahai diri ini, camkanlah Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala ini:

awa lam yaraa al-insaanu annaa khalaqnaahu min nuthfatin fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun
Artinya:
" Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!"
(QS. Yaa Siin [36]:77).


http://www.facebook.com/note.php?note_id=468275796915&id=1814755964&ref=mf