Mengenai Saya
Laman
Selasa, 15 Februari 2011
Keterbukaan
oleh Yesi Moci Selalu Hepi
Ada kalanya kita harus terbuka. Karena dengan keterbukaan, biasanya
masalah yang sedang kita hadapi akan lebih cepat terselesaikan.
Ketika saya sakit, saya pernah mengalami kebingungan yang berkepanjangan. Masalah yang datang menghimpit sangat mengganggu pikiran, mengubahku menjadi seorang yang pemurung. Semua terjadi karena saya selalu memendam masalah seorang diri. Padahal sebelum masalah itu muncul, meski saya sakit, saya tetap mampu tampil ceria dan penuh semangat.
Waktu dokter menyatakan bahwa saya harus menjalani operasi, bermacam-macam perasaan berkecamuk dibenak saya; sedih, bingung, tegang, dsb. Bagaimana tidak bingung, resiko dari operasi yang harus saya jalani terlalu berat saya rasakan. Saya harus memilih di antara dua kemungkinan;
Pertama, jika operasi berhasil, insya Allah saya bisa berjalan lagi seperti semula. Saya pernah jatuh dari tangga hingga menyebabkan ada kelainan di Tulang Belakang karena Tulang Ekor saya mengalami benturan. Kondisi ini membuat cara berjalan saya tidak normal.
Kedua, jika operasi gagal, kemungkinan penyakit saya menjadi lebih parah lagi dari sebelumnya. Untuk berjalan, mungkin selamanya saya akan terus dibantu kursi roda.
Setelah dokter berkata seperti itu, berbulan-bulan saya hanya melamun dan menangis. Saya menjadi seorang yang pendiam dan tertutup.
Saya tidak mau berbagi tentang masalah saya pada orang lain, karena saya khawatir akan membebani orang lain.
Tapi ternyata, pemikiran dan sikap saya yang seperti itu sangat salah. Ketertutupan diriku membuatku semakin sulit keluar dari permasalahan yang menghimpit.
Waktu itu saya sangat bingung untuk memilih akan operasi atau tidak. Kebimbangan ini semakin menekan perasaan. Baru kemudian saya berfikir, kenapa saya hanya memendam sendiri permasalahan yang sedang saya hadapi, sehingga membuat saya terpuruk dan tidak bisa menyelesaikan masalah apapun. Penyakitku bahkan menjadi bertambah parah, karena syaraf-syaraf menjadi tegang akibat banyak pikiran.
Saat itulah terbertik keinginan untuk membuka diri. Saya ingin mencurahkan segala kepenatan hati saya pada orang lain. Tapi waktu itu saya belum menemukan orang yang tepat untuk diajak curhat.
Hingga suatu waktu saya menemukan gelombang radio MQ FM yang berasal dari Bandung. Saya mendengarkan acara Nuansa Malam yang disiarkan radio Islami ini.
Acara itu menyuguhkan satu permasalahan sehari-hari yang sering kita hadapi namun kadang luput dari perenungan kita. Mungkin karena terlalu di anggap biasa, padahal menyimpan makna istimewa bila kita mau menemukan hikmah didalamnya. Dalam acara itu, penyiar juga mengundang pendengar melalui telpon untuk berbagi tentang masalah yang sedang dibahas.
Kebetulan penyiar radio itu mengangkat topik yang pas sekali dengan permasalahan yang sedang saya hadapi.
Setelah saya curhat lewat telpon pada radio itu, tanpa diduga, ternyata banyak sekali yang memberikan saran pada saya. Saran-saran mereka masih terus terngiang di telinga saya.
Salah satunya adalah saran dari seseorang agar saya melakukan shalat istikharah untuk meminta petunjuk-Nya.
Ada juga yang memberi saran tentang kesabaran. Katanya, sabar itu bermacam-macam. Diantaranya; sabar kala menghadapi ujian, sabar dalam menerima hinaan dan cemooh, serta sabar dalam menerima kenyataan hidup. Ia juga menekankan, bahwa ketika kita mampu menjadi hamba yang sabar, maka insya Allah kita akan menjadi umat yang senantiasa dicintai Allah.
Meski singkat, tapi saran-saran itu memberikan banyak perubahan pada diri saya. Dari ketiga kesabaran itu, yang menjadi pegangan bagi saya adalah “sabar dalam menghadapi cobaan”.
Saya pun bertekad untuk benar-benar bersabar dalam hal ini. Mungkin semua ini adalah cobaan dari Allah untuk menguji keimanan saya. Saya pun berusaha untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Agar saya menjadi hamba yang dicintai oleh-Nya.
Sejak malam itu, saya terus bertekad, saya harus tegar dalam menjalani hidup! Saya tidak boleh menyerah pada keadaan! Saya harus berjuang untuk bisa sembuh, namun harus tetap tawakal kepada Allah, di sertai do’a.
Saya juga melakukan shalat istikharah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah. Sebelumnya tidak pernah terfikir untuk melakukan shalat istikharah. Saya jadi teringat dengan sabda Rasulullah Saw; ,i>“Tidak akan rugi orang yang musyawarah dan istikharah.”
Akhirnya saya mengambil keputusan untuk tidak menjalani operasi.
Usai shalat istikharah, saya merasa yakin untuk tidak mejalani operasi. Selain karena resiko yang saya takutkan, biayanya pun tidak terjangkau oleh keluarga saya. Kata dokter, operasi saya membutuhkan biaya ratusan juta.
Saya pun hanya melakukan terapi rutin dengan harapan semoga keajaiban datang pada saya. Subhanallah, mungkinkah saya bisa sembuh seperti sedia kala meski tanpa menjalani operasi?
Saya memasarahkan semua ini pada Allah swt, sambil terus berusaha untuk lebih bersabar. Saat itulah saya mulai merasakan ketenangan bathin. Keceriaan diriku yang dulu sempat hilang, kini telah kembali. Saya pun jadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup.
Jadi, tidak ada salahnya kita sedikit terbuka, jika keterbukaan akan membawa perubahan yang baik untuk diri kita. Karena ada kalanya kita membutuhkan untaian nasihat dari orang lain atas persoalan yang sedang kita hadapi.
Dulu, ketika saya mengambil sikap diam dan tertutup, hanya kemurungan yang terlihat dari diri saya. Saya merasa menjadi orang lain, jati diri saya seolah hilang, saya merasa terasing dan tidak punya teman.
Hemat saya, keterbukaan adalah solusi. Karena kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk berbagi. Memang, curhat tidak bisa menyelesaikan masalah sepenuhnya. Tapi paling tidak, dengan curhat, Insya Allah beban pikiran kita bisa berkurang. Apalagi bila kita menyampaikan permasalahan kita kepada orang yang tepat, yang bisa menjaga rahasia kita dan mampu memberi saran untuk mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan yang kita hadapi.
Intinya, saya sangat merasakan manfaat dari keterbukaan. Terbuka? Why not?!
(Sumber http://yesimoci-mqlovers.blogspot.com/)
Note ini sudah lama di posting, tapi baru sempat nge-tag kawan-kawan sekarang. Maklum, kalau sudah online suka kelayaban; blogwalking lah, browsing lah, chating lah, dan kadang-kadang download-download juga.
Bagi yang sudah membacanya, terimakasih. Semoga ada manfaat yang bisa di ambil.
Dan bagi yang belum membacanya, silahkan dinikmati. Semoga ada manfaat yang bisa di ambil juga.
http://www.facebook.com/notes/melati/keterbukaan/179785732059810
Membohongi Diri Sendiri
Bismillaahirrahmanirrakhiim.....
Ada sedikit cerita ni, Misal ada 3 pilihan sekolah. Sebagai contoh SMP 1, SMP 4 dan SMP 5. Sebelum daftar dan keterima di salah satu sekolah tersebut, urutan ratingnya adalah SMP 1, SMP 4 baru kemudian SMP 5. Tapi setelah berusaha mendaftar dan akhirnya keterima di SMP 5, kemudian sebulan setelah itu disuruh untuk bikin rating lagi, hampir pasti ratingnya adalah pertama SMP 5, baru kemudian SMP lainnya, kenapa ya bisa seperti ini? Kok berubah ya? Emang manusia seperti itu nggak peduli usia, mereka cenderung didikte oleh pilihan mereka, kenapa? Supaya ada pembenaran terhadap pilihan yang telah dilakukan alias untuk menjustifikasi pilihan yang telah dilakukan dan tidak akan segan-segan berbohong terhadap diri sendiri. Whuiiiihhh.
Disonasi kognitif
Uraian sebelumnya sebenernya adalah salah satu contoh dissonasi kognitif yang sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Eit! Disonasi kognitif apaan yah? Disonasi kognitif adalah istilah yang pertama kali di perkenalkan oleh seorang psikolog bernama Leon Festinger pada tahun 1954. Disonasi kognitif didefinisikan sebagai “perasaan tidak nyaman secara psikologis yang dihasilkan dari kombinasi dua hal/pemikiran yang saling bertentangan”. Semakin besar rasa tidak nyaman dirasakan, maka semakin besar pula keinginan dari dalam diri manusia untuk meredam ketidak-nyamanan tersebut. Dalam teori disonasi, disebutkan bahwa jika manusia ber-aktivitas/bertindak namun tindakannya bertentangan dengan keyakinannya, maka umumnya manusia akan merubah keyakinan sebelumnya, untuk menyesuaikan dengan pilihan kegiatan yang mereka lakukan ataupun malah sebaliknya.
Sebenernya cukup banyak praktik disonasi kognitif terjadi di sekitar kita, misal seorang perokok tetap akan merokok, walaupun semua penelitian menunjukkan bahwa rokok nggak ada manfaatnya, tapi apa yang kita jumpai dalam masyarakat kita? Berkurang? No! Seorang perokok kalo ditanyain kenapa sih kok masih merokok?
Jawaban standar adalah “Saya sudah berusaha untuk berhenti, cuma berat banget (berat kayak disuruh mindahin truk tronton, kali ya?) untuk bisa berhenti” atau mungkin pendapat lain, “ah ngerokok bikin mati, nggak ngerokok nantinya juga mati, wah mending ngerokok aja”, well you know lah, para perokok akan menjustifikasi kegiatan mereka dengan seribu satu alasan yang dirasionalisasi atau bahkan malah denial (penyangkalan), hal ini merupakan dua hal yang paling sering dilakukan, ketika berhadapan dengan dissonasi kognitif mereka.
Tidak semua orang akan merasakan disonasi kognitif sebagai masalah dalam kehidupan mereka. Bagi mereka yang sudah terbiasa banget ngeboong dan bullshit dalam kehidupan sehari-hari mereka, atau bagi mereka yang sudah terbiasa faking (berpura-pura) dalam keseharian mereka, disonasi kognitif bukan masalah sama sekali. Walau secara fitrah mereka ini tetap tidak bisa diingkari perasaan ketidak-nyamanan tersebut. Dalam agama kita, kita kenal orang-orang seperti ini sebagai orang yang membawa ciri munafik.
Disonasi kognitif merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, yang menjelaskan kenapa manusia lebih memilih suatu opsi dari pada opsi lain, walaupun opsi tersebut salah. Jadi pada prinsipnya manusia tidak suka untuk mempercayai bahwa tindakan mereka salah, bila hal tersebut terjadi, maka biasanya manusia akan mengatasinya dengan cara membatasi diri/membatasi informasi terhadap semua hal yang bisa mengubah opsi/pilihan mereka, mencari justifikasi tindakan mereka dan kemudian penyangkalan, karena semua kegiatan ini sepertinya berulang/standar, bila kita menemuinya, bisa dipastikan itu merupakan tanda-tanda disonasi kognitif.
Contoh yang paling ’seksi dan genit’ saat ini adalah pas musim kampanye . Rame-rame ada kelompok yang mendukung pasangan tertentu (padahal menurut Islam satu pun ngak ada yang memenuhi kriteria untuk dipilih). Meskipun udah tahu tuh yg didukung nggak bener. Eh, malah dibelain juga. Gue yakin tuh orang banyak juga alasannya. Taat pimpinan lah, memilih yang buruknya sedikit daripada yang banyak buruknya. Halah, basi deh loh! Gimana pun juga demokrasi nggak bakalan mau memberikan kesempatan kepada Islam yang bakal membunuh demokrasi itu sendiri..ya iyalah. .^_^
Terus gimana nih ngadepinnya?
Pada prinsipnya disonansi kognitif seperti berbohong terhadap diri sendiri, dan seperti umumnya sifat bohong, satu kebohongan harus ditunjang dengan kebohongan lainnya untuk tetap mempertahankan kebohongan tersebut. Misal kita bohong udah makan, padahal belum tuh. Supaya kuat, kita minta temen-temen kita untuk memberikan afirmasi kalo kita udah makan (kebohongan kedua), dan seterusnya. So, bohong seperti “chained reaction” atau reaksi berantai. Sekali kita mulai, tinggal tunggu kebohongan berikutnya. Rugi dong? Jelaslah. Dosa banget dong? Pastilah. Makanya kebanyakan orang nggak mau dibohongin.
Untuk ngadepin disonasi kognitif cuma ada satu cara, yaitu JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI dan terbuka untuk mau berubah. Memang tidak mudah melakukan perubahan, baik berupa perubahan pola sikap ataupun perubahan pola pikir. Biasanya orang yang bertipe extravert lebih mudah mengatasi disonasi kognitif daripada orang yang introvet. Namun demikian apapun sifat seseorang, kalo dia mau berubah nggak ada masalah sih sebenernya.
Terus gimana kalo nggak bisa berubah? Sebenernya tidak ada yang tidak bisa berubah, cuma ada beberapa kelompok orang yang memang perlu tenaga ekstra untuk menyadarkannya/mengubahnya. Salah satu metode yang bisa ditempuh kalo kita ngadepin orang seperti ini adalah dengan meningkatkan pemahaman dia terhadap obyek yang mengalami disonasi. Misal nggak mau berhenti ngerokok, ya disadarkan dengan cara menjelaskan bahaya merokok. Tentunya tidak bisa langsung menjelaskan bahaya rokok, tapi dimulai dengan menjelaskan mengenai pentingnya hidup sehat secara keseluruhan, jadi nggak cuma berhenti ngerokok saja. Percuma kalo berhenti ngerokok tapi makannya masih ugal-ugalan, istirahat nggak teratur, apalagi ditambah minum khamer, percuma tak berguna dah.
Menyadarkan orang yang tengah mengalami disonasi kognitif emang paling baik dengan meningkatkan/mengkoreksi pemahaman orang tersebut terhadap obyek disonasinya, tergantung obyeknya. Misal contoh lainnya, kita ketemu sama orang yang suka ngelakuin bid’ah, terus kita dakwahi supaya sadar dan berhenti dari kegiatan bid’ahnya, ternyata orang tersebut nggak suka dan terus kita adu dalil, orang tersebut kalah, terjadilah disonasi kognitif, ini ditengarai dengan:
Pertama, rasionalisasi/justifikasi: diindikasikan dengan jawaban seperti “kegiatan ini seperti yang dicontohkan sama guru gue, yang udah pasti jago banget bahasa Arab, jadi udah pastilah nggak akan keliru”, Abu Jahal dan Abu Lahab juga orang Aarab, jago bahasa Arab pula, tapi kok mereka sesat ya? Ada juga yang lahir sampe gede bahkan mati di Arab juga, tapi tidak pernah bisa bahasa Aarab, tanya deh tuh unta, heu heu.
Kedua, membatasi diri: biasanya di tengarai dengan tidak mau/menolak bertemu dengan kita, boro-boro ketemu, telpon, sms dan sebagainya juga nggak mau. Kemudian orang-orang di sekitarnya juga diproteksi terhadap kemungkinan terpengaruh.
Ketiga, penyangkalan (denial): hal ini ditengarai dengan pemutusan hubungan kekeluargaan (kalo masih keluarga), pengucilan dalam masyarakat/kelompok, pengusiran, sampai dengan dituduh sesat dan sebagainya.
***********************************************************
Akhirnya….
Akhi en ukhty, manusia memiliki kemungkinan besar untuk salah, sebagai makhluk yang sangat rentan dengan kesalahan, kita harus sadar kalo kita bisa saja salah, dan bahkan bener-bener salah, dalam kondisi seperti ini lebih baik kita mengakui kesalahan kita. Minta maaf kalo perlu, dan kemudian melangkah ke depan dengan tekad tidak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama. Cara seperti ini menghemat cukup banyak waktu, energi dan rasa sakit dalam hati (kalo ada). Belajarlah dari masa lalu, tapi hiduplah untuk masa depan! (cie.. gue ngedadak bijak neh!)
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Iman asasnya adalah kejujuran (kebenaran) dan nifaq asasnya adalah kedustaan. Maka, tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain.” Catet itu, Gan!
Allah Swt. berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.” (QS al-Maidah [5]: 119)
Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi, “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.”
Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah Ta’ala, dan berbuat bajik kepada sesama.
Sifat jujur merupakan tanda keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.
http://www.facebook.com/notes/melati/membohongi-diri-sendiri/179238235447893
Menulis dengan Tangan Lebih Baik Daripada Mengetik di Komputer untuk Anak
Anak-anak dan pelajar yang menulis dengan tangan ternyata lebih cepat belajar daripada anak-anak yang mengetik di komputer.
Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor Anne Mangen dari Stavanger University Norwegia dan Jean-Luc Velay dari Marseille University, yang dipublikasikan pada Advances in Haptics journal yang dikutip oleh Vivanews (http://teknologi.vivanews.com/news/read/201490-mengetik-membuat-anak-menjadi-lebih-bodoh).
Riset tersebut membagi dua kelompok, yaitu kelompok yang menulis tangan dan kelompok yang mengetik di atas komputer. Ternyata hasil anak-anak yang menulis tangan lebih baik daripada anak-anak yang mengetik.
Sebab, saat membaca dan menulis, anak-anak melibatkan berbagai indera. Untuk mengenali huruf-huruf, seseorang akan melibatkan bagian otak yang bernama sensorimotor.
Karena menulis dengan tangan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada mengetik di keyboard, maka terdapat bagian pada otak yang terlibat dengan bahasa, yang akan mempengaruhi proses belajar seseorang.
Hal ini tidak dijumpai bila seseorang hanya mengetik pada papan kunci (keyboard), sehingga anak-anak tidak mengalami pengalaman yang mendukung mekanisme pemahaman yang sama dengan ketika ia menulis.
Ini mirip dengan hasil sebuah riset terhadap sebuah bagian otak yang berhubungan dengan aktivitas berbicara, di mana bagian otak itu akan lebih aktif bila seseorang mendengar sebuah kata kerja yang terkait dengan kegiatan fisik ketimbang saat mendengar kata kerja yang lebih abstrak.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150122731380700&id=207244469028&ref=mf
Revolusi ... !!
Parentivasi: Revolusi Pendidikan
oleh Yuk-Jadi Orangtua Shalih
Orangtua Shalih, ini ada artikel yang sangat bermanfaat. Yuk Kita revolusi pendidikan! Tapi jika itu dianggap utopia, insya Allah sedikit demi sedikit dimulai dari keluarga kita, insya Allah bisa. Yuk kita mulai dari merubah pola pikir kita terhadap anak kita.
Entah kenapa saya merasa harus mengungkapkan kejengkelan saya terhadap materi pendidikan di Indonesia, bahkan di dunia, karena kita jadi terpaksa ikut menyesuaikannya.
Pendidikan nampaknya harus direvolusi.
Oleh Isa Alamsyah
Betapa anak-anak menderita stres dengan pelajaran yang di masa depan mungkin tidak bermanfaat sama sekali.
Mereka kadang diangggap bodoh, kurang berpendidikan hanya karena gagal di sekolah.
Semua terjadi karena sekolah menjadi indikator pendidikan,
padahal di sekolah banyak pelajaran yang tidak penting yang dipaksakan untuk dipelajari.
Seharusnya pendidikan tidak selalu identik dengan sekolah,
dan idealnya sekolah bukan satu-satunya yang berhak menilai kadar terdidik atau tidaknya seseorang.
Ilmu dibagi menjadi dua, ilmu murni dan ilmu terapan.
Ilmu murni berarti ilmu untuk ilmu itu sendiri, jadi manfaatnya nanti dulu,
sedangkan ilmu terapan berarti mencakup manfaat ilmu untuk kehidupan.
Karena ada dua sifat tersebut maka dalam pendidikan juga harus dibagi menjadi dua,
ilmu murni karena tidak langsung bermanfaat maka sifatnya bagi siswa HANYA SEKEDAR TAHU.
Jadi tugasnya hanya untuk MEMANCING MINAT untuk ke tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu ilmu ini tidak boleh dibebankan ke dalam test.
Kalau ada yang berminat baru ikut penjurusan.
Sedangkan ilmu terapan harus difahami dipraktekkan dan menjadi bekal kehidupan.
Contohnya sederhana.
Ada anak Indonesia, yang berbicara dengan bahasa Indonesia, bermain dengan bahasa Indonesia,
tetapi tidak lulus pelajaran Bahasa Indonesia. Itu aneh, karena esensi bahasa adalah komunikasi.
Bagaimana mungkin kita tidak lulus bahasa Indonesia cuma karena tidak mengerti konsep SPOK, SP, kalimat majemuk, KV, KVK, KKVK, dll, padahal sehari-hari kita berbicara bahasa Indonesia.
Yang bodoh siapa?
Si anak yang lancar berbahasa bahasa Indonesia tapi tidak tahu konsep anak kalimat, kalimat majemuk, dll,
tapi tahu cara memakainya dengan benar,
atau penilai yang mementingkan teori anak kalimat, kalimat majemuk bertingkat dsb, yang bahkan tidak peduli anak-anak tersebut hidup dengan bahasa tersebut dan berkomunikasi dengan bahasa tersebut.
Ini sama saja dengan tidak memberi sertifikat renang pada ikan hiu karena ikan hiu tersebut gagal menjelaskan gaya renang apa yang dipakainya.
Menurut saya, pengetahuan SPOK, kalimat majemuk, dan teori bahasa hanya ditempatkan sebagai ilmu yang perlu diketahui tapi tidak boleh masuk dalam test.
Kalau siswa tidak suka ya sudah jangan dipaksakan, toh tidak terlalu bermanfaat dalam kehidupan.
Lucunya ada anak yang bunuh diri akibat UAN bahasa Indonesianya hancur. Padahal ia menulis surat bunuh diri dalam bahasa Indonesia. Tragis.
Apa yang penting dalam bahasa?
Anak perlu diajar kemampuan menulis.
Kemampuan menyampaikan ide secara tulisan.
Itu yang penting, dan banyak penulis handal yang tidak ngerti SPOK tapi jadi penulis sukses.
Parahnya di daerah anak-anak dibebankan lagi bahasa daerah, please deh.
Cukup bahasa persatuan dan bahasa Internasional.
Coba lihat pelajaran biologi.
Ada SD diajar tentang organ kodok, jenis jaringan tumbuhan, dsb.
Tapi lulus SD mereka tidak mengerti banyak hal yang bermanfaat untuk kehidupan misalnya, survivor (tahu mana pohon yang beracun mana yang tidak kalau terdampar), tahu bagaimana mengatasi gas beracun, P3K.
Mereka tidak tahu betapa bahayanya rokok, bagaimana menghindari narkoba, apa ciri-ciri narkoba,
bagaimana mengatasi demam berdarah, bagaimana penanggulangan dini kalau ada korban luka bakar.
Ini justru penting bagi kehidupan.
Mereka tidak mengerti bagaimana memasak beras agar tidak terbuang vitamin B nya
Mereka tidak tahu kalau susu jangan dicampur air panas karena kalsiumnya rusak, dll.
Yang justru penting untuk kehidupan tapi tidak diajarkan.
Kalau masalah kodok, tikus dan sebagainya hanya untuk memancing minat yang proporsinya hanya sekedar memancing minat saja bukan membebani.
Sedangkan yang bermanfaat untuk kehidupan harus dikuasai.
Anak anak juga diajar tentang planet. Mereka tahu jumlah planet, nama planet dan ukuran planet.
Tapi mereka tidak diberi pelajaran tentang global warming, cinta lingkungan, dll yang justru berkaitan dengan kehidupan. Mereka juga tidak ada pelajaran persiapan bencana tsunami dan gempa dalam kurikulum.
Justru ilmu yang penting ini diberikan oleh pengajar tamu dari PBB (United Nation) dan NGO internasional yang tentu saja tidak menyentuh semua siswa dan bersifat berkala saja.
Tapi urusan planet di tata surya yang kita tidak tahun tahun berapa akan bermanfaat, semua siswa wajib menghapal.
Kalau sekedar minat, ya ajak nonton bareng film tata surya, mereka yang berminat akan memutuskan ke jenjang antariksa.
Kita mungkin butuh beberapa ratus ahli antariksawan, mungkin beberapa ribu,
tapi tidak perlu puluhan juta anak harus menguasainya bukan?
Kalaupun ada yang perlu diketahui dari antariksa adalah justru kemampuan menentukan arah kompas, ini malah tidak diajarkan (tidak didalami). Masih banayak anak tidak tahu mana utara, selatang, tenggara, dsb.
Intinya, kita cuma butuh beberapa ribu ahli fisika.
Kita cuma butuh beberapa ribu ahli linguistik
Cuma butuh beberapa ahli biologi, dll.
Tetapi kenapa ratusan juta anak wajib mempelajarinya, dan stress karenanya.
Kalau orientasi kita rubah dengan pelajaran yang faktual, actual dan selektif,
sedangkan bangsa lain masih terbelenggu dengan pendidikan simbolis dan konvensional,
maka kita akan menyusul bangsa lain.
Kita perlu mendefinisikan ulang materi pelajaran.
MANA YANG CUMA SEKEDAR PENGETAHUAN dan MANA YANG HARUS DIKUASAI.
Memang untuk beberapa anak yang mau melanjutkan ke LN jadi susah.
Ya sudah di drill saja 6 bulan menjelang ke sana kekejar koq!
Kepada anak-anak saya tidak memaksa mereka belajar.
Yang penting mereka berkarya.
Apalagi dengan adalnya UAN.
6 tahun mati-matian akan sia-sia hanya dengan kegagalan test 3 hari. Sialnya pas test jatuh sakit.
Lebih baik 5 1/2 tahun bahagia, 1/2 tahun siapkan UAN mati-matian.
Seharusnya penjurusan di mulai di SMP saja, jangan di SMA nanti terlalu banyak hal yang tidak penting dipelajari lagi.
Jadi anak lulus SMA sudah produktif.
Dan penjurusan jangan sekedar Fisika, Biologi dan sosial.
Kini harus di tambah Teknologi Informasi.
Buat praktisi IT sebanyak-banyaknya karena segala hal bisa dipermudah dengan IT.
Korupsi biaya tinggi, penyelewengan pajak, pengajaran online, dll bisa dibantu IT.
Jika IT maju pemilu tidak perlu sensus, kartu baru dsb. Cukup KTP Smart yang mempunyai data digital.
Banyak orang saat ini bekerja dengan membuang katakanlah 80 - 90% pelajaran yang tidak ada manfaatnya.
Siilahkan hitung sendiri.
Apakah pelajaran PSPB, IPBA, Sastra, dll sangat berpengaruh dengan pekerjaan Anda sekarang.
Coba ingat ingat semua pelajaran kita, mana yang bermanfaat?
Saya mendidik anak-anak lebih pada orientasi ilmu bermanfaat dan karya.
Salsa dan Adam anak saya yang SD sudah bisa photo shop.
Saya bilang ke mereka. Dengan satu keahlian ini saja kamu sudah bisa menghasilkan uang puluhan juta per bulan,
separti om ini, ini, dan ini saya menyebutkan nama desiner grafis yang mereka kenal..
Salsa sudah menulis 5 buku, Adam menulis 2 buku.
Saya bilang ke mereka, dengan kemampuan ini saja, kamu bisa berpenghasilan puluhan juta per bulan,
seperti ini, ini, dan ini… nama-nama penulis.
Salsa dan Adam kini suka internet. Saya bilang, kalau kamu dalami internet kamu bisa jadi orang terkaya di dunia.
Mereka juga mendalami, olah raga dan musik.
Kalau Salsa atau Adam pulang dengan nilai ujian jelak atau bagus.
Maka saya check kesalahannya.
Kadang saya bilang “Ini pertanyaan penting, kamu harus tahu jawabannya”
Kadang saya bilang “Wah kalau soal ini gak apa salah, nanti juga gak kepakai dalam kehidupan.
Ayah udah puluhan tahun hidup gak pernah pakai pengetahuan ini (saat itu soalnya tentang kota ini lintang berapa derajat bla..bla..bla) saya bilang gak usah hapalin lintang derajat begini, cari yang lebih bermanfaat.
Mungkin saya seperti orang tua ngaco, ya kan?
Tapi itu cara saya mendidik anak untuk menseleksi ilmu.
Saya gak mau anak-anak stres untuk pengetahuan yang menurut saya tidak penting.
Tapi saya juga menantang mereka belajar efektif. Dengan waktu belajar sedikit tapi hasilnya memuaskan.
Kita kembangkan beberapa metode, intinya tangkap semua pelajaran di sekolah, perhatikan, tidak tahu tanya, lalu ulang dirumah, presentasi, dsb.
Alhamdulillah Salsa dan Adam sejauh ini selalu mendapat ranking atas sekalipun belajar banyak hal lain di luar sekolah.
Ya sudah, entah kenapa saya lagi marah dengan pendidikan yang membebankan banyak ilmu yang tidak bermanfaat.
Just an idea (Tulisan ini ada di notes saya sejak Oktober 2010 lalu)
Tapi saya akan melakukan riset dan gerakan serius untuk merevolusi pendidikan!
Just wait and see.
Bayangkan kita mau ke medan perang.
Ada dua kelompok orang yang mau direkrut.
Satu ilmuwan yang tahu berbagai nama senapan, tahu jarak tembak senapan tahu bahan baku senapan,
mereka hapal senapan tersebut ditemukan oleh siapa, tahun berapa, dll.
Tapi dia tidak bisa menembak, tidak bisa menggunakan senjata.
Kelompok kedua adalah kelompok pemuda. Mereka tidak tahu siapa pembuat senapan, tidak tahu tahun berapa dibuatnya.
Mereka tidak bisa menjabarkan alasan kenapa peluru bisa meluncur.
Tapi mereka tahu bagaimana menembak, merakit senapan, merawat dan menggunakannya.
Kira-kira kelompok mana yang kita bawa ikut perang?
Nah generasi kita ke depan menghadapi banyak medan petempuran di bidang ekonomi, teknologi, informasi, dll,
kalau mereka dicekoki sesuatu yang tidak bermanfaat di masa depan, bisa jadi kita akan kalah perang.
Bagaimana menurut Anda?
Anatole France:
The whole art of teaching is only the art of awakening the natural curiosity of young minds for the purpose of satisfying it afterwards
Johann Wolfgang von Goethe: Correction does much, but encouragement does more.
John Dewey:
The aim of education is to enable individuals to continue their education … (and) the object and reward of learning is continued capacity for growth. Now this idea cannot be applied to all the members of a society except where intercourse of man with man is mutual, and except where there is adequate provision for the reconstruction of social habits and institutions by means of wide stimulation arising from equitably distributed interests. And this means a democratic society.
Robert Fulghum: All I really need to know … I learned in kindergarten.
St. Francis Xavier:
Give me the children until they are seven and anyone may have them afterward.
Roger Lewin:
Too often we give our children answers to remember rather than problems to solve.
JADI BAGAIMANA MENURUT ANDA? Abah tunggu ya
Bahaya ... !!!
Bahaya Minum Langsung dari Kaleng
oleh Abid Masih Belajar
Baru - baru ini ada seorang wanita
di Amerika pada saat liburan bepergian dengan perahu boatnya, lalu ia meminum
beberapa kaleng minuman Coca-Cola yang biasa dia simpan dilemari pendingin pada
perahu boatnya.
Keesokan harinya pada hari Senin,
wanita tersebut pingsan lalu dibawa ke rumah sakit dan ditempatkan diruang ICU,
pada hari Rabunya dia meninggal.
Untuk mengetahui penyebab
kematiannya, maka dilakukan autopsy dan kesimpulannya kematiannya diakibatkan
oleh suatu zat yang disebut LEPTOSPIROSIS, setelah diselidiki dan ditelusuri
zat ini berasal dari kaleng minuman yang dia minum langsung tanpa menggunakan
gelas atau sedotan.
Dan dari hasil test di laboratorium
menunjukan bahwa kaleng minuman tersebut terinfeksi oleh zat LEPTOSPIROSIS yang
dihasilkan dari air kencing tikus yang mengering dan bereaksi membentuk zat
tersebut.
Hasil test Lab. menunjukan bahwa air
kencing tikus juga mengandung berbagai racun yang mematikan lainnya, oleh
karena itu sangat dianjurkan apabila kita membeli minum - minuman dalam kaleng
agar mencuci kaleng tersebut, terutama pada bagian atas tempat membuka minuman
tersebut.
Hal ini beralasan karena begitu
selesai diproduksi kaleng - kaleng tersebut disimpan didalam gudang dan lalu
dikirim langsung ke toko-toko dan langsung dijual kepada pembeli tanpa terlebih
dahulu dibersihkan.
Penelitian di NYCU ( New York
College Univ.) menunjukan bahwa permukaan minuman kaleng yang terdapat tutup
pembukanya lebih tinggi tingkat kontaminasinya dari zat beracun dan mematikan
dari pada WC umum yang hanya dipenuhi oleh jamur dan bakteri.
Jadi cucilah dahulu dengan bersih
segala sesuatunya, sebelum meletakannya pada mulut kita, untuk mencegah
kejadian yang berakibat fatal.
Jangan Merasa Hebat
oleh KAng zain
Jika Anda merasa kemarin telah melakukan sesuatu yang hebat,
maka hari ini Anda akan sulit melakukan yang terbaik.
Perasaan HEBAT biasanya hadir karena banyak hadir pujian untuk Anda.
Dan, salah satu hal yang akan menjerumuskan Anda di dunia dan Akhirat
adalah PUJIAN orang lain atas prestasi Anda,
yang mana, kini PRESTASI itu telah menjadi masa lalu.
Mari belajar hidup LEBIH UTUH di hari ini...
http://www.facebook.com/notes/melati/jangan-merasa-hebat/179761748728875
Tip Agar Kita Bisa Di Terima Oleh Orang Lain
12 LANGKAH AGAR ANDA DISUKAI DALAM PERGAULAN
1 — BELAJARLAH mengingat nama seseorang. ketidakefisienan anda dalam hal ini menunjukkan perhatian anda kurang sehingga orang jadi kurang bersimpati pada anda.
2 — JADILAH orang yang menyenangkan dan bersikap luwes. jangan kaku.
3 — MILIKI sikap santai sehingga anda tidak mudah terganggu
4 — JANGAN congkak dan bersikap sok tahu.
5 — KEMBANGKAN sifat menarik dan positif sehingga orang merasa beruntung mendapat pelajaran dengan bergaul dengan anda.
6 — PERBAIKI sikat atas kesalahpahaman yang anda lakukan. buanglah keluhan-keluhan.
7 — BIASAKAN menyukai orang dengan sungguh-sungguh
8 — JANGAN lewatkan kesempatan untuk mengatakan selamat atas prestasi siapapun atau mengucapkan pernyataan simpati atas penderitaan orang.
9 — BERI kekuatan spiritual pada orang lain maka mereka akan memberi kasih yang tulus pada anda
10 — TERIMA kenyataan bahwa no one is perfect. sebagian mungkin mendekati sempurna tetapi tidak ada yang 100% perfect. jika anda melakukan kesalahan, itu hal yang manusiawi.
11 — TERIMA kenyataan bahwa orang lain berhak untuk berbeda. jangan jadi tidak menyukai orang karena kebiasaan dan selera mereka berbeda dari anda.
12 — JANGAN berkata “anda salah!”. Banyak orang yang tidak suka dikatakan salah. belajarlah menyimpan opini anda. katakan dengan cara yang lebih halus dan sopan.
http://www.facebook.com/notes/melati/tip-agar-kita-bisa-di-terima-oleh-orang-lain/179720712066312
Bersyukur & Optimis
By: M. Agus Syafii
Bersyukur & optimis dapat memberi kegembiraan dalam jiwa, membuka cakrawala hati menjadi luas & membuka pintu-pintu kesuksesan juga menjadi motor menggerak kebahagiaan, kegembiraan & produktifitas. Bersyukur dalam hidup ini melahirkan sikap optimis, sikap optimis hanya akan muncul bila kita senantiasa bersyukur karena sikap optimis tertanam keyakinan datangnya kesembuhan ketika sakit, datangnya keberhasilan ketika gagal, datangnya menang ketika kalah, datangnya kebahagiaan ketika bersedih. Membuka pintu harapan, menenangkan hati terhadap rasa takut, menghimpun segala kekuatan & membangkitkan semangat memohon pertolongan & bertawakal kepada Allah. Setiap orang yang beriman yakin akan janji Allah bahwa. 'Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan' (QS. al-Insyiraah : 5-6).
Kemampuan mensyukuri nikmat Allah berarti kita menyakini tidak ada yang disebut dengan keberhasilan terlambat datang, tidak ada kebahagiaan yang bisa tertunda sehingga kita tidak perlu tergesa-gesa atau gelisah menghadapi masa sulit karena segala urusan didalam hidup kita ada didalam genggaman Allah yang mencipta & mengatur segala kehidupan di alam semesta ini. Allah tidak mentakdirkan sesuatu melainkan ada hikmah yang dikehendakiNya karena Allah Maha Bijak & Maha Mengetahui, maka tidak ada yang sia-sia di dalam hidup kita.
Banyak kebaikan yang melimpah ruah yang tersembunyi dibalik peristiwa menyedihkan yang tidak kita sukai, tanpa kita sadari dibalik peristiwa yang menurut kita pahit ternyata manis dikemudian hari. Menurut kita menyedihkan namun membahagiakan dilain waktu, sebagaimana Firman Allah yang berbunyi, 'Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahuinya.' (QS. al-Baqarah : 216).
Yuk, kita senantiasa bersyukur & optimis!
http://www.facebook.com/notes/melati/bersyukur-optimis/179553712083012
Kesejukan Hati
By: M. Agus Syafii
Pada suatu hari ada pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan temannya karena terlihat seorang ibu yang menggendong bayinya sedang menyeberang pengendara motor itu mengerem laju motornya. Ternyata dibelakangnya ada bus angkutan kota, Tak pelak lagi, kondektur bus itu turun dan memarahi habis-habisan sang pengendara motor. Setelah kondektur itu memaki-maki, dia berlalu begitu saja. Temannya yang membonceng begitu sangat geramnya sampai mengatakan, 'kenapa engkau tak biarkan aku menghajar kenek itu?'
'Oh, tidak perlu,' jawab pengendara motor itu, 'Jika dia bisa bertahan menghadapi dirinya dengan sikap seperti itu seumur hidupnya, saya yakin, saya bisa menghadapi sikap dirinya seperti itu selama tiga menit saja.'
Teman, akhir-akhir ini orang gampang tersulut marah, di jalanan, di koran, televisi, mudah sekali menyulut kemarahan, bahkan didalam kehidupan sehari-hari kita mudah jumpai hanya perkara sepele bisa membakar sumbu yang meledakkan semua orang dengan kemarahan. Sudah sepatutnya kita sebagai orang yang beriman untuk menjaga sejukkan suasana yang sedang tidak kondusif ini. Yuk, kita ciptakan kesejukan untuk orang-orang disekeliling kita dengan ucapan yang baik dan membangun.
http://www.facebook.com/notes/melati/kesejukan-hati/179545818750468
Senin, 14 Februari 2011
Selamat Dari Hempasan Badai
By: M. Agus Syafii
Di dalam kehidupan rumah tangga selalu saja datang badai yang menghempas, Kekokohan dalam rumah tangga menjadi penting dalam menahan hempasan badai. Pernah ada seorang Ibu yang bersilaturahmi di Rumah Amalia bertutur bahwa pernikahannya yang sudah berlangsung sepuluh tahun, tiba-tiba suaminya bertingkah laku aneh, hampir setiap hari menelponnya justru disaat dirinya sedang dikantor, suaminya mengeluh dan menuduh sang istri tidak setia. Waktu berkenalan dulu memang suami tipe pecemburu, tentu saja cemburu itu menghilang ketika mereka sudah menikah, namun perkembangan akhir2 ini suaminya bilang tidak benar2 mencintainya, terkadang menelpon meminta doanya agar dia supaya tenang karena bila teringat sikap istrinya timbul marah lagi.
Suaminya juga suka menuduh bahwa dirinya sombong karena kariernya dikantor menanjak terus sedangkan usahanya tidak maju-maju. Padahal dia tidak pernah merendahkan suaminya. Hal seperti itulah timbul pertengkaran karena kemarahan yang sudah tidak bisa terkendalikan. Beliau merasa sudah tidak tahan hidup dalam rumah tangga seperti itu namun didalam lubuk hatinya tidak mau bercerai. 'Apa yang suami saya sedang alami Mas Agus? Bagaimana saya harus bersikap padanya?' tutur beliau dengan isak & tangis. Airmatanya mengalir begitu saja.
Saya kemudian menjelaskan kepada beliau setiap masalah, kita tidak membutuhkan kambing hitam namun kita membutuhkan penyelamat. Setiap masalah apapun datanglah kpd Allah & hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan agar keluarga kita tetap kokoh ditengah hempasan badai. 'Maukah ibu menyelamatkan suami dari keterpurukan?' Walaupun ragu, ibu itu berdoa. Dirinya memohon agar Allah berkenan menyejukkan hati suami yang dicintainya. Allah menjawab doanya. Beberapa hari kemudian komunikasi dirinya & suaminya mencair, sekalipun tidak mudah tetapi tidak ada lagi tutur kata saling menyerang bahkan suaminya mengajak untuk sholat berjamaah. Anak-anak juga merasakan kesejukan di dalam rumah. Sejak itu rumah tangga mereka berubah, kesabaran sang ibu membuahkan hasil. Ibu bersama, anak-anak & suami akhirnya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cinta yang tulus membutuhkan pengorbanan untuk mengokohkan rumah tangganya dari hempasan badai. Subhanallah.
http://www.facebook.com/notes/melati/selamat-dari-hempasan-badai/179544625417254
Ilmu Bukan Sekedar Teori
Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Tidaklah sampai kepadaku suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan aku pasti beramal dengannya.”
Amr bin Qais al-Mala’i rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beramallah dengannya meskipun hanya sekali agar kamu termasuk penganutnya.” Syaikh Abdurrazzaq berkata, “Maksud ucapan beliau; beramallah dengannya meskipun hanya sekali, adalah dalam perkara sunnah dan amalan yang dianjurkan sedangkan dalam perkara wajib maka tidak cukup mengamalkannya sekali kemudian bisa disebut sebagai penganutnya.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal karya Syaikh Dr. Abdurrazzaq al-Badr, hal. 27)
Jangan tertipu dengan amalmu!
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah tatkala Ibrahim membangun pondasi Ka’bah dan juga Isma’il, mereka berdua berdoa; ‘Wahai Rabb kami terimalah amal kami’.” (QS. al-Baqarah: 127). Wuhaib bin al-Ward rahimahullah ketika membaca ayat ini maka ia pun menangis dan berkata, “Wahai kekasih ar-Rahman! Engkau bersusah payah mendirikan pondasi rumah ar-Rahman, meskipun demikian engkau merasa khawatir amalmu tidak diterima!” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 17)
Jadilah contoh yang baik!
Malik bin Dinar rahimahullah berkata, “Sesungguhnya seorang alim/ahli ilmu apabila tidak mengamalkan ilmunya maka nasehatnya akan luntur dari hati sebagaimana aliran air hujan yang melintasi bongkahan batu.” al-Ma’mun pernah berkata, “Kami lebih membutuhkan nasehat dengan perbuatan daripada nasehat dengan ucapan.” Syaikh Abdurrazzaq menceritakan: Suatu saat aku mengunjungi salah seorang bapak yang rajin beribadah di suatu masjid yang dia biasa sholat di sana. Beliau adalah orang yang sangat rajin beribadah. Ketika itu dia sedang duduk di masjid -menunggu tibanya waktu sholat setelah sholat sebelumnya- maka akupun mengucapkan salam kepadanya dan berbincang-bincang dengannya. Aku pun berkata kepadanya, “Masya Allah, di daerah kalian ini banyak terdapat para penuntut ilmu.” Dia berkata, “Daerah kami ini!”. Kukatakan, “Iya benar, di daerah kalian ini masya Allah banyak penuntut ilmu.” Dia berkata, “Daerah kami ini!”. Dia mengulangi perkataannya kepadaku dengan nada mengingkari. “Daerah kami ini?!”. Kukatakan, “Iya, benar.” Maka dia berkata, “Wahai puteraku! Orang yang tidak menjaga sholat berjama’ah tidak layak disebut sebagai seorang penuntut ilmu.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 36-37). Alangkah benar perkataan bapak tua tersebut, Ibnu Umar mengatakan, “Dahulu kami -para sahabat- apabila tidak menjumpai seseorang pada jama’ah sholat subuh dan isyak maka kami pun menaruh prasangka buruk kepadanya -jangan-jangan dia munafik, pent-.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir dll, lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 37).
Bukankah tolabul ilmi amalan yang utama?
Abdullah bin al-Mu’taz rahimahullah berkata, “Ilmu seorang munafik itu terletak pada ucapannya, sedangkan ilmunya seorang mukmin terletak pada amalnya.” Sufyan rahimahullah pernah ditanya, “Menuntut ilmu yang lebih kau sukai ataukah beramal?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya ilmu itu dimaksudkan untuk beramal, maka jangan kau tinggalkan menuntut ilmu dengan alasan beramal, dan jangan kau tinggalkan amal dengan alasan menuntut ilmu.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 44-45).
Ya Allah, jadikanlah ilmu kami hujjah untuk membela kami, bukan hujjah yang menjatuhkan kami….Amien.
http://www.facebook.com/notes/melati/ilmu-bukan-sekedar-teori/178773778827672
Masih jangan cengeng
Oh noo…
Jadi Akhwat jangan cengeng…Jadi Akhwat jangan cengeng…Jadi Akhwat jangan cengeng…Jadi Akhwat jangan cengeng…Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ukhti… banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..Dimanapun lembaga dakwahnya.. .
Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…
Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…
Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”
“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”
“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”
“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”
“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad Shalallaahu'alaihi Wassallam, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”
Aamiin….
‘afwan bukan maksud tuk menyindir,,sekedar mengingatkan saja khususnya tuk diri ana pribadi! ^.^
(Walau hasil copas n edit,,mudah2an bermanfaat!!! ;-D)
ALLAAHU AKBAR!!!
http://www.facebook.com/notes/melati/masih-jangan-cengeng/179281418776908
Jangan Cengeng
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Dikasih amanah malah melarikan diri..Diajak pengajian bilang ada ijin syar’i..‘Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..., malah pergi naik taksi..Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..Terus dakwah gimana? Diakhiri???
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan, rencana awal cuma kasih info kajian lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran! Bisa-bisa dikira pacaran! Sampai kepikiran dijadikan pasangan…Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Abis nonton film palestina semangat empat lima..Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??Semangat jadi pendukung luar biasa..Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..Yah…bikin kecewa…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ngumpet-ngumpet berduaan..Eh, awas lho yang ketiga setan…Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..Emang sih nggak pegangan tangan..Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..Wah, kaya’ film india aja gan!Kalo ketemu temen pengajian atau ustadzah?Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?Oh malunya sama temen pengajian n ustadzah?Sama Allah? Buang aja ke lautan..Yang penting mah bisa sayang-sayangan…Na’udzubillah tenan…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Sedekah dikira buang duit. .Katanya sih biar ngirit, tapi kok shopping tiap menit??Langsung sengit kalo dibilang pelit…Mendingan buat dzikir komat-kamit…Malah keluar kata-kata nyelekit…Aduh…bikin hati sodaranya sakit…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..Pujaan dapet, terus walimah..Dakwah pun say goodbye dadaaah..Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah? Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..Duh duh… amanah..amanah…Dakwah.. dakwah..Kalah sama ikhwan yang wah..
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Buka facebook liatin foto ikhwan..Dicari yang jenggotan..Kalo udah dapet trus telpon-telponan..Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..“Assalammu’alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?”Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..Ikhwannya meng-iya-kan..Mau-mau aja dibeliin bakwan..Asik, ngirit uang kost dan uang makan…Langsung deh siapin acara buat walimahan!Prinsipnya yang dulu dikemanakan???
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ilmu cuma sedikit ajah..Udah mengatai Ustadzah..Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..Baca qur’an tajwid masih salah-salah..Lho kok udah berani nuduh ustadzah..Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Status facebook tiap menit beda..Isinya tentang curahan hatinya..Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..Duh duh.. status kok bikin putus asa..Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..Kepala cenat-cenut pusing beneran…Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..Makin bingung nyari teladan..Teladannya bukan lagi idaman..Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Diajakain pengajian n kajian islami alasannya segunung…Kalo disuruh shopping tancap gas langsung…Hatipun tetap cerah walaupun mendung Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…Duh.. bingung…bingung…
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..Tapi jarang banget yang namanya tilawah..Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…Wah… wah… ghibah… ghibah…Eh, malah timbul fitnah…Segera ber-istighfar lah…
Jadi Akhwat jangan cengeng....
Dulunya di dakwah banyak amanah..Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..Anak baru dipandang dengan mata sebelah..Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..Lanjutin perjuangan saya yah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Nggak punya duit pengajian males datang..Nggak ada motor yaa…misi pengajian dibuang…Ustadzah ikhlas, hati malah senang…Temen pengajian juga nggak ada satupun yang mau datang..Jenguk temen yg sakit malah pada pergi malang melintang…Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???
Ooh NO...
http://www.facebook.com/notes/melati/jangan-cengeng/179281122110271
TIPS AMAN BERFACEBOOK
Pengguna Facebook adalah mangsa mudah bagi pelaku kriminal seiring dengan banyaknya orang berbagi informasi. Perusahaan antivirus menyediakan 10 tips menyangkut hal itu.
Pelaku kriminal telah memanen dan menjual informasi milik pengguna Facebook, mencuri identitas, mengirim spam dan virus berbahaya.
“Setiap hari orang menempatkan diri mereka dalam risiko dengan mengklik secara tidak hati-hati terhadap undangan yang dikirim oleh teman untuk bergabung dalam grup atau menulis dalam dinding mereka,” ujar Manajer Pemasaran AVG Lloyd Borret.
“Mereka menaruh semua informasi personal termasuk tanggal lahir dan foto di dalam halaman mereka. Mereka bahkan merespon permintaan Facebook palsu,” tambah Borret.
Untuk membantu agar pengguna tetap aman di Facebook, AVG memberikan 10 tips :
1. Pikirkan apa yang akan ditambahkan; menerima permintaan yang disediakan oleh teman baru dengan akses posting, foto, pesan dan informasi latar belakang tentang pribadi Anda. Perhatikan daftar teman dan pikirkan kembali siapa yang berhak mengakses barang pribadi anda.
2. Cek pengaturan privasi. Facebook baru-baru ini melakukan pembaruan, mengatur privasi dari awal bisa sangat berarti.
3. Alasan berada di Facebook. Apakah berbagi foto? Tetap berhubungan dengan orang lain? Berbagi link dan pembaruan aktivitas? Tanyakan diri sendiri apa yang ingin diperoleh dengan profil pribadi. Dengan demikian akan lebih memangkas informasi pribadi yang ada di publik.
4. Cerdas tentang password. coba untuk tidak menggunakan password yang sama untuk seluruh akun. Pikirkan tipe pertanyaan keamanan yang dipasang dan di mana akan mengirim pembaruan tersebut.
5. Waspada penggunaan komputer. Ketika masuk ke dalam suatu akun dari komputer yang berbeda-beda, periksa bahwa komputer tersebut tidak menyimpan alamat email ataupun password.
6. Hati-hati dengan yang dikatakan. Sekali pembaruan status dan komentar diposting, setiap orang dapat melihat, menduplikasi dan memposting kembali di mana pun dan kapan pun. Apakah Anda ingin orang lain tahu bahwa Anda akan di rumah sendirian malam ini atau pergi liburan pekan depan?.
7. Perhatikan serangan phising. Banyak usaha yang dilakukan untuk memperoleh log-in pengguna dan password dengan cara menipu pengguna dengan email Facebook palsu. Jangan pernah mengidahkan link email yang meminta untuk me-reset password. Kalau perlu untuk me-reset langsung saja ke halaman Facebook.
8. Ambil langkah segera. Jika teman-teman mulai menerima spam atau pembaruan status yang muncul tetapi tidak dibuat oleh pengguna sendiri maka akun tersebut kemungkinan tersusupi. Segera lakukan perubahan password. Jika tidak bisa masuk ke akun pribadi, segera pergi ke link Help di bagian bawah Facebook dan klik Security untuk memberitahu Facebook.
9. Lindungi perangkat mobile. Banyak ponsel yang memiliki akses langsung ke situs jejaring sosial, termasuk Facebook. Waspada terhadap siapapun yang mengakses ponsel dan pastikan akun yang dimiliki sudah log-out.
10. Monitor aktivitas mencurigakan. Awasi aktivitas mencurigakan di dinding Anda, jejak berita dan kotak masuk Facebook. Jangan pernah mengklik link mencurigakan. Lihat lebih dekat, jika link yang dimaksud tidak otentik, jangan pernah mengkliknya.
http://www.facebook.com/notes/melati/tips-aman-berfacebook/179239848781065
Hukum Sholat Berjamaah di Masjid bagi Wanita
Pertanyaan dari ukhti Ai Rida melalui Grup FB Melati ini, Apakah wanita jg sama bila sholat berjama'ah pahalanya 27 derajat lbh banyak?? seperti halnya pertanyaan
dari salah satu Murid Aliyah MA. Muhammadiyah 03 Bekasi bagaimana hukumnya wanita sholat berjamaah di masjid?
Jawab :
Terdapat khilafiyah mengenai hukum boleh tidaknya wanita sholat berjamaah di masjid. Pertama, melarangnya (makruh), seperti ulama muta`akhir Hanafiyah. Ini untuk wanita tua dan muda, dengan alasan zaman telah rusak. Kedua, membolehkannya (khususnya wanita tua), seperti ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah, dengan dalil hadis-hadis. (Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, 2/322; Fatawa Al-Azhar, 1/20).
Yang rajih menurut kami adalah pendapat kedua, karena dalilnya lebih kuat dan lebih jelas. Ibnu Qudamah menyatakan : “Dibolehkan bagi wanita menghadiri sholat jamaah bersama para laki-laki, sebab para wanita dahulu telah sholat berjamaah bersama Nabi SAW.” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 2/442; Mahmud ‘Uwaidhah, Al-Jami’ li Ahkam Ash-Shalah, 2/473).
Namun kebolehan itu diikat dengan 2 (dua) syarat. Pertama, ada izin dari suami atau wali (jika belum nikah). Dalilnya sabda Nabi SAW : “Jika isteri-isterimu meminta izin ke masjid-masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR Muslim, Bukhari, Ahmad, dan Ibn Hibban).
Kedua, tak memakai wangi-wangian, atau semisalnya yang dapat menimbulkan mafsadat bagi wanita. Sabda Nabi SAW : “Janganlah kamu melarang wanita-wanita hamba Allah pergi ke masjid-masjid Allah, tapi hendaklah mereka keluar tanpa wangi-wangian.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Darimi, dan Baihaqi).
Jadi, jika wanita keluar tanpa izin suami/wali, hukumnya haram. (As-Sayyid Al-Bakri, I’anah Ath-Thalibin, 2/5). Namun disunnahkan suami/wali memberikan izin. (Imam Nawawi, Al-Majmu’, 4/199).
Jika wanita pergi ke masjid dengan wangi-wangian, hukumnya juga haram. Ibnu Hazm menyebutkan jika wanita keluar berjamaah di masjid dengan berhias atau memakai wangi-wangian, mereka bermaksiat kepada Allah. (Ibnu Hazm, Al-Muhalla, 4/198).
Mana yang lebih utama bagi wanita, sholat di masjid atau di rumah? Ada dua pendapat. Pertama, yang lebih utama sholat di rumah, baik sholat sendiri (munfarid) atau sholat jamaah. Ini pendapat Ibnu Qudamah (Al-Mughni, 3/443). Kedua, yang lebih utama sholat di rumah, jika sholatnya sholat jamaah, bukan sholat sendiri. Ini pendapat Ibnu Hazm (Al-Muhalla, 4/197) dan ulama Syafi’iyah seperti Imam Nawawi. (Al-Majmu’, 4/198).
Kedua pendapat itu dalilnya sama, yaitu sabda Nabi SAW : “Janganlah kamu melarang isteri-isterimu ke masjid-masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (wa buyutuhunna khair lahunna). (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Thabrani).
Pendapat pertama mengambil keumuman lafal “dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka” (wa buyutuhunna khair lahunna). Jadi menurut pendapat pertama ini, shalat di rumah baik shalat jamaah maupun shalat sendiri, lebih utama daripada shalat jamaah di masjid.
Sedang pendapat kedua, tidak memberlakukan hadis itu secara umum, namun mengkhususkan hanya untuk sholat jamaah, bukan sholat munfarid (sendiri). Imam Nawawi menyatakan : “Adapun wanita, maka sholat jamaah mereka di rumah lebih utama [daripada jamaah di masjid]… Sholat berjamaah wanita lebih utama daripada hadirnya wanita [sholat berjamaah] di masjid-masjid.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, 4/197-198).
Dengan perkataan lain, jika wanita di rumah sholat sendiri, sedang di masjid sholat berjamaah, yang utama adalah sholat berjamaah di masjid.
Pendapat kedua ini sebenarnya telah men-jama’ (mengkrompomikan / menggabungkan) hadis di atas dengan hadis keutamaan sholat jamaah, yaitu sabda Nabi SAW : “Sholat jamaah lebih utama daripada sholat sendiri dengan 27 derajat.” (Bukhari no 609; Muslim no 1038).
Menurut kami, pendapat kedua ini lebih rajih, karena telah mengamalkan dua dalil, yaitu hadis keutamaan shalat di rumah (wa buyutuhunna khair lahunna) dengan hadis keutamaan sholat jamaah (shalatul jama’ah tafdhulu). Sedang pendapat pertama hanya mengamalkan satu dalil, yaitu hanya hadis keutamaan shalat di rumah (wa buyutuhunna khair lahunna).
Padahal kaidah ushuliyah menyebutkan : I’maalu ad-dalilaini aula min ihmaali ahadimaa bi al-kulliyyah (Mengamalkan dua dalil adalah lebih utama daripada meninggalkan satu dalil secara keseluruhan.) (An-Nabhani, Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, 3/492).
Dari seluruh uraian di atas, kesimpulannya adalah : (1) hukumnya mubah bagi wanita sholat berjamaah di masjid, dengan syarat ada izin dari suami/wali dan tak memakai wangi-wangian. (2) Yang lebih utama bagi wanita adalah sholat di rumah, jika sholatnya sholat jamaah, bukan sholat sendiri. Wallahu azza wa jalla a’lam bish showab
<< Kiat-kiat Menghadapi Permasalahan Hidup >>
Satu kesulitan, ada dua kemudahan. Kemudahan pertama adalah ketika kita "menghadapi" dan bukan "menjalani". Kemudahan kedua adalah ketika kita menggeser fokus kepada yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Berikut ini ada 11 langkah yang mungkin berguna buat kita dalam menghadapi masalah hidup, yaitu:
1. SADARI
Maka, upaya terbaik kita yang pertama adalah menciptakan sebuah kesadaran tentang keberadaan persoalan itu dan tentang pemahaman bagaimana memisahkan "diri" dari "masalah".
2. TERIMA
Jangan tolak keberadaan masalah. Jika ia memang ada dan nyata, terima dulu. Pisahkan dua hal ini; "ada masalah" dan "saya ada masalah". Ketika kita merasa frustrasi, maka kita sebenarnya sedang dalam kesulitan untuk memisahkan dua cara pandang ini.
3. SOLUSI ADA DI DALAMNYA
Setiap persoalan, dipastikan selalu membawa bibit penyelesaian. Dan yang namanya bibit, sifat alamiahnya adalah pantas untuk tumbuh. Maka persoalan atau masalah, adalah tentang bagaimana Tuhan sebenarnya sedang menumbuhkan dan mendewasakan kita.
4. SELESAIKAN
Masalah hanya akan berlalu jika diselesaikan.
Belajarlah tentang cara dan pola yang sistematis dalam menyelesaikan masalah. Belajarlah auditing untuk berbagai persoalan.
5. NAIKKAN LEVEL BERPIKIR
Masalah kita muncul pada sebuah tingkat atau cara berpikir. Masalah itu akan bisa diselesaikan hanya jika kita menaikkan tingkat berpikir kita. Ini bisa dilakukan dengan mempelajari seluk beluk persoalan dan dengan melatih pola berpikir problem solving.
Cara yang paling mudah: Turunkan tingkat kepentingan dari masalah. Ini bisa dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang menguji tingkat kepentingan masalah.
Latihan ini akan membiasakan himmah (kecenderungan, hasrat, niat, tekad, kehendak, semangat, sikap menyukai atau menyenangi, kecintaan) hati dan pola pikir kita, ke hal-hal lain yang jauh lebih baik untuk diri kita.
"Apakah masalah ini memang benar-benar masalah?"
"Apakah 'ini masalah' adalah hanya cara pandang saya saja?"
"Adakah sesuatu yang lebih baik dari apa yang menjadi masalah itu?"
Banyak sekali hal yang kita anggap masalah, sebenarnya hanya persoalan remeh. "Masalah" semacam ini bisa selesai justru dengan tidak menganggapnya sebagai masalah.
Hadapilah hanya yang memang benar-benar masalah (Perkecil masalah yang besar dan hilangkan masalah yang kecil)
6. JIKA PERLU: TULIS
Jika kita anggap perlu, tuliskanlah masalah yang kita hadapi. Berikan semua rincian yang bisa kita pikirkan. Dengan melakukan ini, kita akan bisa mulai mengorganisir, memilih, dan memilah pokok-pokok permasalahan yang kita hadapi.
7. CARI SOLUSI
Kita tak akan menemukan, jika kita tidak mencari.
Selalulah berupaya untuk mencari solusi. Ketahuilah, jika kita mencari kita pasti akan menemukan. Kita mungkin tidak tahu kapan, tapi pasti, pasti kita temukan. Teruslah mencari.
Sabar, tidak putus asa, dan pantang menyerah.
8. GUNAKAN WAKTU DENGAN BIJAK
Isilah waktu kita dengan mencari, menemukan, dan mengembangkan solusi. Jadilah manusia yang berorientasi pada solusi. Berhentilah mempertanyakan, dan mulailah bertanya. Mempertanyakan adalah tanda belum menerima, dan bertanya adalah sebaliknya.
Gunakan hanya sedikit waktu untuk masalah, dan segeralah bergerak mencari solusi.
9. PROPORSIONAL
Jangan biarkan masalah kita menjadi lebih besar dari pada diri kita sendiri. Ingatlah bahwa "sering", belum tentu sama dengan "besar".
Setiap masalah akan menjadi aturable (bisa di-manage), manakala masalah itu bisa diterjemahkan menjadi pecahan-pecahan kecil dari langkah-langkah yang perlu kita ambil.
10. BERSIKAPLAH BENAR
Kembangkan dan latih sikap yang tepat untuk setiap masalah. Berlatihlah untuk terampil menerapkan Prinsip 10/90 dari Stephen Covey. 10% adalah fakta, 90% adalah sikap.
Jika sudah terbiasa, maka yang biasa kita sebut dengan "masalah" akan menjadi "pengalaman belajar" dan "kesempatan".
11. JANGAN LIHAT MASALAH YANG TAK ADA
Gunakan kekuatan imajinasi kita untuk mencari solusi. Jangan gunakan untuk membayang-bayangkan masalah yang tidak ada.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150124681411042&id=301729376267&ref=mf
Kita Bisa Meningal Saat Tidur, Berdoa dan Berwudhu'lah Sebelum Tidur!
Oleh: Badrul Tamam
Kematian bisa datang kapan saja. Datangnya tanpa
ada pemberitahuan. Karenanya seorang hamba Allah yang beriman akan senantiasa
bersiap diri kapan saja untuk menghadapi kematian dengan berbekal takwa dan
ketaatan.
Kita yakin bahwa kematian pasti akan datang,
sudah ada ketetapannya di sisi Arrahman. Kita juga meyakini bahwa ilmu
tentangnya -di mana dan kapan terjadinya- manjadi ilmu rahasia, Mafatihul
Ghaib (kunci-kunci keghaiban) yang hanya diketahui oleh-Nya. Allah Ta'ala
berfirman,
إِنَّ
اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ
تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya
sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan
mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat
mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34)
...Nabi shallallahu
'alaihi wasallam berpesan agar banyak-banyak mengingat kematian...
Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam berpesan agar banyak-banyak mengingat kematian karena besarnya
manfaat yang ditimbulkannya sehingga bisa menyadarkan kembali orang yang lalai,
menghidupkan kembali hati yang sakit, dan membuat seseorang zuhud dari dunia
serta tidak rakus dan tamak terhadapnya.
أَكْثِرُوا
ذِكْرَ هَاذِمِ اَللَّذَّاتِ: اَلْمَوْتِ
"Perbanyaklah mengingat sesuatu yang
menghilangkan kenikmatan, yaitu kematian." (HR. At-Tirmidzi no. 2307;
an Nasai 4/4; dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).
Orang Bisa Meninggal Saat Tidur
Penulis teringat kejadian yang menimpa tetangga
di daerah Demak-Jawa Tengah pada awal 90-an. Kala itu, acara televisi yang bisa
diakses hanya Televisi Republik Indonesia (TVRI) saja. Ada sebuah acara yang
menjadi favorit masyarakat desa, yaitu Aneka Ria Safari. Acara yang berisi
nyanyi-nyanyian jahilayah tersebut senantiasa dinanti-nantikan kehadirannya.
Sehabis Isya' tepat ketua Rukun Warga (RW) di
lingkungan saya berpesan kepada istrinya untuk dibangunkan saat acara Aneka Ria
Safari mulai. Ketika mendekati jam tayangnya, sang istri bergegas membangunkan
suaminya. Namun, sang suami tidak lantas bergegas bangun untuk menyaksikan
acara yang dinanti-nantikannya itu. "Bablas" masyarakat saya
menyebutnya, yaitu tidur yang tidak akan pernah bangun lagi di dunia alias
meninggal dunia.
...Kematian
bisa datang saat manusia sedang tidur. Bahkan dalam beberapa ayat menyebut tidur
sebagai kematian...
Kejadian tersebut menjadi bukti bahwa kematian
juga bisa datang saat manusia sedang tidur. Bahkan dalam beberapa ayat
disebutkan bahwa tidur disebut dengan kematian yang menunjukkan hubungan dekat
keduanya, seolah tidur adalah saudara kandung dari kematian. Karena saat tidur
akal dan gerakan kita hilang laksana mati. Allah Ta'ala berfirman,
وَهُوَ
الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ
يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ
يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan Dialah yang menidurkan kamu di
malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian
Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah
ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan
kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Al An'am: 60).
اللَّهُ
يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا
فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ
مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Allah memegang jiwa (orang) ketika
matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia
tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan
jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian
itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir."
(QS. Al-Zumar: 42)
Gangguan Tidur yang Bisa Menyebebkan
Kematian
Dalam dunia medis dikenal istilah Sleep Apnea
atau henti napas sejenak saat tidur akibat terganggunya saluran
pernapasan. Dan ternyata kejadian ini bisa berakibat fatal, yakni kematian
akibat berkurangnya oksigen pada tubuh, seperti dikutip dari laman Methode of
Health.
Penelitian terkini menunjukkan sleep apnea meningkatkan
risiko kematian dini pada orang dewasa dan manula. Hal ini terjadi karena
penderita sleep apnea mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga
bisa terjadi henti napas. Gejala ganggun ini yang paling mudah dikenali adalah
tidur mendengkur.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan Dr.Naresh
Punjabi, dari John Hopkins University School of Medicine, Baltimore, AS,
gangguan tidur ini meningkatkan risiko kematian hingga 40 persen. Sleep apnea
menyebabkan jumlah oksigen yang beredar dalam tubuh berkurang sehingga jantung
bekerja lebih keras. Hal ini jika berlangsung berkepanjangan bisa memicu
serangan jantung atau stroke.
...gangguan
tidur ini meningkatkan risiko kematian hingga 40 persen. Sleep apnea
menyebabkan jumlah oksigen yang beredar dalam tubuh berkurang sehingga jantung
bekerja lebih keras...
Dalam melakukan penelitiannya, tim yang dipimpin
dokter Punjabi ini meneliti pada lebih dari 6.400 pria dan wanita berusia
40-70 tahun yang menderita sleep apnea, mulai dari ringan hingga berat. Pria
berusia dewasa yang menderita sleep apnea utamanya meninggal karena penyakit
kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular juga dikenal sebagai penyakit jantung
dan peredaran darah, yang mencakup semua penyakit yang mempengaruhi jantung dan
sirkulasi. Ini mencakup kondisi seperti penyakit jantung koroner (angina dan
serangan jantung), dan stroke.
Fenomena Meninggal Dunia Saat Tidur Dalam
Sunnah
Jauh-jauh hari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam sudah memberikan bimbingan dalam tidur agar tidak menimbulkan
bahaya, di antaranya tidur sambil miring ke kanan, tidak tidur sambil
tengkurap.
Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Hurairah radliyallahu
'anhu, Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati
seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya, lalu beliau menendangnya
dengan kakinya seraya bersabda,
إنها
ضجعة لا يحبها الله عز وجل
"Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap)
itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla." (HR.
Ahmad dan Al-Hakim. Beliau menyatakan bahwa sandanya shahih sesuai syarat
muslim hanya saja Imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkanya).
Sesungguhnya sebab kematian itu bermacam-macam,
namun kematian tetaplah satu. Selain Sleep Apnea masih ada sebab
lainnya yang menjadi media datangnya kematian. Karenanya, Nabi shallallahu
'alaihi wasallam memberikan tips terbaik bagi umatnya dalam menghadapi
kematian yang datangnya tak terduga ini.
Disebutkan dalam Shahihain, dari sabahat al-Bara'
bin Azib radliyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam pernah bersabda kepadanya;
إِذَا
أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ
"Apabila engkau hendak mendatangi
pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana
wudhumu untuk melakukan shalat." (HR. Bukahri dan Muslim serta yang
lainnya).
Dalam menjelaskan faidah dari perintah Nabi shallallahu
'alaihi wasallam ini, Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hikmahnya, di
antaranya yaitu: Agar dia tidur pada malam itu dalam keadaan suci supaya ketika
kematian menjemputnya dia dalam keadaan yang sempurna. Dari sini diambil
kesimpulan dianjurkannya untuk bersiap diri untuk menghadapi kematian dengan
menjaga kebersihan (kesucian) hati karena kesucian hati jauh lebih penting
daripada kesucian badan.
Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim
menyebutkan tiga hikmah berwudlu sebelum tidur (yang maksudnya tidur dalam
keadaan suci). Salah satunya adalah khawatir kalau dia meninggal pada malam
tersebut.
...Ibnu Abbas
radliyallahu 'anhuma berkata, "Janganlah engkau
tidur kecuali dalam kondisi berwudlu, karena arwah akan dibangkitkan sesuai
dengan kondisi saat dia dicabut...
Abdul Razak mengeluarkan sebuah atsar dari
Mujahid dengan sanad yang kuat, Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma
berkata,
لَا
تَبِيتَنَّ إِلَّا عَلَى وُضُوء ، فَإِنَّ الْأَرْوَاح تُبْعَث عَلَى مَا قُبِضَتْ
عَلَيْهِ
"Janganlah engkau tidur kecuali dalam
kondisi berwudlu (suci), karena arwah akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi
saat dia dicabut."
Berdoa Sebelum Tidur
Pada ujung hadits al-Bara' di atas, Nabi shallallahu
'alaihi wasallam mengajarkan agar berdoa khusus sebelum tidur, dengan
harapan jika meninggal pada malam itu maka meninggalnya berada di atas fitrah.
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ
ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ
إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي
أَرْسَلْتَ
Allaahumma innii aslamtu nafsii ilaika,
wa fawadltu amrii ilaika, wa alja-tu dhahrii ilaika ragbatan wa rahbatan
ilaika, laa malja-a wa laa manjaa minka illaa ilaika, aamantu bikitaabika
alladzii anzalta wa binabiyyika alladzi arsalta
"Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan
diriku kepada-Mu, dan aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan
urusanku kepada-Mu (agar Engkau menolongku), dengan penuh harap dan takut
pada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tempat berlari dari azabMu, kecuali
hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan aku
beriman kepada Nabi-Mu yang Engkau utus." (HR. Bukhari dan Muslim
dengan lafadz milik Muslim).
Sedangkan makna meningal di atas fitrah dalam
hadits di atas adalah meninggal di atas Islam dan tauhid. Dan menurut Imam
Al-Thibbi dalam memberi syarah hadits di atas berkata, "Maksudnya adalah
engkau meninggal di atas agama yang lurus, millah Ibrahim 'alaihis salam.
Karena Nabi Ibrahim 'alaihis salam telah berislam dan tunduk patuh serta
berkata, "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam" dan datang
kepada Allah dengan membawa hati yang salim (bersih)." (Lihat Tuhfatul
Ahwadzi: 8/472 dari Maktabah Syamilah).
Doa Saat Ditimpa Kesulitan (Memohon Kemudahan)
Oleh:
Badrul Tamam
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah,
keluarga dan para sahabatnya.
Dalam
menjalani kehidupan ini, sering kita dihadapkan pada kesulitan. Terkadang
kesulitan itu amat berat sehingga membuat kita hampir putus asa. Namun,
keimanan akan kuasa Allah Ta’ala yang tidak terhingga, menjadikan kita tetap
bersabar dan memiliki harapan.
Sesungguhnya
alam semesta berada di bawah kuasa dan kendali Allah Ta’ala. Semuanya patuh
kepada ketetapan dan kehendak-Nya. Tidak ada yang bisa bergerak atau bertingkah
laku kecuali dengan daya, kekuatan, kehendak, dan izin-Nya. Apa yang Dia
kehendaki pasti terjadi. Sebaliknya, yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan
pernah terjadi.
Allah
Mahakuasa melakukan apa saja. Dia mampu menjadikan segala kemudahan menjadi
sesuatu yang sulit, juga sesuatu yang sulit menjadi mudah. Tidak ada yang susah
bagi-Nya, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya. Karenanya ketika menghadapi
kesulitan dan berbagai cobaan hidup kita tidak boleh putus asa. Masih ada Allah
yang bisa kita minta dan mohon pertolongan-Nya. Maka kita diperintahkan untuk
berdoa saat mengalami kesulitan,
اَللَّهُمَّ
لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا
شِئْتَ سَهْلاً
Allaahumma Laa Sahla Illaa Maa Ja’altahu Sahlaa Wa Anta
Taj’alul Hazna Idza Syi’ta Sahlaa
“Ya
Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila
Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”
Apakah
Doa ini Berasal dari Hadits?
Syaikh
Muhammad bin Shalih rahimahullaah dalam salah satu fatwanya menyebutkan,
”Doa ini, aku tidak mengetahui asalnya (sumbernya) dari Assunnah, tapi itu
banyak diucapkan oleh orang.” Pernyataan beliau serupa juga didapatkan dalam
Kaset “Nuur ‘ala al-Darb” kaset no. 344 menit ke 22. Namun yang benar bahwa doa
di atas berasal dari warisan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Diriwayatkan
dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda,
اَللَّهُمَّ
لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا
شِئْتَ سَهْلاً
“Ya
Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila
Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”
(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2427, Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa
al-Lailah no. 351, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashfahan: 2/305, Imam Al-Ashbahani
dalam al-Targhib: 1/131. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Silsilah
Shahihah 6/902, no. 2886 dan mengatakan, “Isnadnya shahih sesuai syarat
Muslim.”)
Doa
ini juga disebutkan oleh Pengarang Hisnul Muslim, DR. Sa’id bin Ali bin Wahf
al-Qahthani, pada hal. 90 dengan judul, “Doa bagi siapa yang mendapatkan
kesulitan.” Beliau menyebutkan bahwa Syaikh al-Arnauth menshahihkannya dalam
Takhrij al-Adzkar lil Nawawi, hal. 106.
Makna
Doa
Makna
dari doa di atas, bahwa Allah tidak menjadikan segala sesuatu mudah bagi
manusia. Tidak ada kemudahan bagi mereka, kecuali apa yang Allah jadikan mudah.
Dan sesungguhnya kemudahan adalah apa yang Allah jadikan mudah. Sebaliknya,
kesulitan dan kesusahan jika Allah kehendaki bisa menjadi mudah dan ringan.
Sebagaimana kemudahan dan perkara ringan bisa menjadi sulit dan berat, jika
Allah menghendakinya. Karena semua perkara berada di tangan Allah 'Azza
wa Jalla.
Maka
kandungan doa ini, seseorang memohon kepada Allah agar memudahkan segala
urusannya yang sulit dan memuji Allah 'Azza wa Jalla bahwa segala urusan
ada di tangan-Nya, jika Dia berkehendak, kesulitan bisa menjadi mudah.
Sebagaimana
yang sudah maklum, Allah 'Azza wa Jalla mahakuasa melakukan apa saja. Dan Dia
mampu menjadikan kemudahan menjadi sesuatu yang sulit, juga sesuatu yang sulit
menjadi mudah. Tidak ada yang susah bagi-Nya, karena Dia Mahakuasa atas segala
sesuatu.
Maka
kandungan doa ini:
Seseorang
memohon kepada Allah agar memudahkan segala urusannya yang sulit dan memuji
Allah 'Azza wa Jalla bahwa segala urusan ada di tangan-Nya, jika Dia
berkehendak, kesulitan bisa menjadi mudah.
Di
Samping Berdoa, Apa yang Bisa Dilakukan?
Allah
Ta’ala berfirman,
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Hai
orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) shalat.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Allah
Ta’ala menjelaskan bahwa cara terbaik untuk meminta pertolongan Allah dalam
menghadapi berbagai musibah (di antaranya kesulitan dalam hidup) adalah dengan
bersabar dan shalat.
Dan
dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
apabila dihadapkan pada suatu masalah maka beliau segera shalat. (HR. Abu Dawud
dan Ahmad dari Hudzaifah bin Yaman)
Sedangkan
sabar untuk dalam hal ayat ini ada dua macam, yaitu sabar dalam rangka
meninggalkan berbagai perkara haram dan dosa; dan bersabar dalam menjalankan
ketaatan dan ibadah. Dan bersabar bentuk yang kedua adalah lebih banyak
pahalanya, dan itulah sabar yang lebih dekat maksudnya untuk mendapatkan
kemudahan.
Abdurrahman
bin Zaid bin Aslam berkata, “Sabar ada dua bentuk: bersabar untuk Allah dengan
menjalankan apa yang Dia cintai walaupun berat bagi jiwa dan badan. Dan
bersabar untuk Allah dari segala yang Dia benci walaupun keinginan nafsu menentangnya.
Siapa yang kondisinya seperti ini maka dia termasuk dari golongan orang-orang
yang sabar yang akan selamat, insya Allah.” (Dinukil dengan ringkas dari Tafsir
Ibnu Katsir dalam tafsir ayat di atas)
Sabar ada
dua bentuk: bersabar untuk Allah dengan menjalankan apa yang Dia cintai
walaupun berat bagi jiwa dan badan. Dan bersabar untuk Allah dari segala yang
Dia benci walaupun keinginan nafsu menentangnya. (Abdurrahman bin Zaid bin Aslam)
Beberapa
Doa Lain Untuk Mendapatkan Kemudahan:
- Doa ketika ditimpa musibah dan kesusahan:
يَا
حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
“Wahai
Yang Maha Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus ( mahluk-Nya ), hanya dengan
rahmat-Mu saja, saya meminta pertolongan.”
عَنْ
أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِذَا كَرَبَهُ أَمْرٌ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
Dari
Anas bin Malik berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
apabila menghadapi suatu masalah, beliau berdoa,”Wahai Yang Maha Hidup Kekal,
Yang terus menerus mengurus ( mahluk-Nya ), hanya dengan rahmat-Mu saja, saya
meminta pertolongan.” (HR. al-Tirmidzi no. 3524. Dihassankan oleh Al-Albani
dalam Silsilah Shahihah, no. 3182)
- Doa Nabi Yunus saat berada di perut ikan:
أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Bahwa
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau,
sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’:
87)
Dari
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berkata, Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda, “Doa Nabi Yunus taatkala ia berada di dalam
perut ikan: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha
Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Sesungguhnya
tak seorang muslim yang berdoa kepada Rabb-nya dengan doa tersebut dalam
kondisi apapun kecuali Allah akan mengabulkan untuknya.” (HR. al-Tirmidzi no.
3505 dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 1644)
Dan
dalam Riwayat al-Hakim, Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
”Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu jika kamu ditimpa suatu masalah
atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya.” Yaitu doa Dzun
Nun atau Nabi Yunus di atas.
- Doa saat keluar dari rumah:
بِسْمِ
اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Dengan
nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali
dengan-Nya.”
Diriwayatkan
dari Anas bin Malik, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca,
بِسْمِ
اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Dengan
nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali
dengan-Nya.” Beliau bersabda, Dikatakan pada saat itu, “Engkau telah diberi
petunjuk, dicukupkan, dan dijaga. Maka Syetan menjauh darinya sehingga syetan
yang lain berkata kepadanya, “Kaifa laka birajulin? (Apa yang bisa
engkau lakukan terhadap seseorang) yang telah diberi petunjuk, telah
dicukupkan, dan telah dijaga?” (HR. Abu Dawud no. 4431, al-Tirmidzi no. 3348,
Ibnu Hibban no. 823, dan Ibnu Sunni dalam ‘Amal al-yaum wa al-Lailah, no.
177. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi no. 3426,
Al-Misykah no. 2443, juga dalam Al-Kalim al-Thayyib) dan masih ada beberapa doa
lainnya.
Penutup
Sebaiknya
seorang muslim membiasakan diri dengan doa yang diajarkan oleh sunnah dalam
menghadapi kesulitan. Karena orang yang mengajarkannya, yaitu Nabi shallallahu
'alaihi wasallam, adalah manusia paling tahu dengan doa yang pas dan paling
bermanfaat. Dan hendaknya juga memilih doa-doa yang shahih saja, karena ada
beberapa riwayat yang menyebutkan atau berisi permohonan kemudahan namun dhaif.
Karenanya, penting bagi kita mencatat dan menghafal doa-doa yang diajarkan oleh
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam baik yang bersifat umum atau terikat
dengan waktu dan tempat. Walaupun tidak ada larangan untuk berdoa dengan
kalimat dan bahasa apapun, karena Allah Mahatahu terhadap apa yang disampaikan
hamba-Nya. Wallahu Ta’ala a’lam. Wallahu Ta'ala a'lam . . .
Langganan:
Postingan (Atom)
