Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Minggu, 02 Januari 2011

Ketika Budek Membawa Berkah


Konon pada suatu hari ada gerombolan katak kecil yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.
Para penonton telah berkumpul mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta. Perlombaan pun dimulai. Sejujurnya, tak satu penonton pun yang benar-benar percaya bahwa ada katak kecil yang bisa mencapai puncak menara.”
”Jalanya terlalu sulit. Mereka tak akan pernah sampai ke puncak“, kata salah seorang penonton. Lainnya menyambung, ” Tak ada kesempatan untuk berhasil. Menaranya terlalu tinggi”. Rupanya katak-katak itu sempat pula menyimak komentar para penonton. Satu per satupun mulai berjatuhan. Sebagian kecil tetap semangat untuk mencoba. Menaiki menara dengan perlahan-lahan. Sayangnya mereka pun mulai jatuh. Para penonton semua berteriak, ”Terlalu sulit!!! Tak akan ada yang bisa.” Alhasil katak-katak itupun menyerah. Akan tetapi tunggu dulu ada katak yang terus mencoba dan mencoba. Dengan nafas yang ngos-ngosan ia terus melanjutkan perjuangan. Akhirnya semangat pantang menyerah membuat mencapai puncak. Ia pun juara.
Seusai penyerahan piala, katak-katak lainnya bertanya kepada sang juara. Apa sih kunci keberhasilannya Mereka penasaran karena ukuran fisik sang juara relatif kurang perkasa.” Bagaimana Anda bisa mencapai puncak Sementara kami semua tumbang? Tanya seekor katak. Sang katak juara memperhatikan dengan seksama pertanyaan tadi, lalu seekor katak disampingnya menjelaskan dengan bahasa isyarat pertanyaan tersebut. Tahulah semua bahwa sang juara ternyata tuli.
Apa hikmah cerita ini. Katak yang tuli tidak memperhatikan komentar negatif. Ia tahu tujuan yang harus dicapai dan mengarahkan semua kemampuan terbaiknya. Sebaliknya katak normal terlalu memperhatikan komentar negatif sehingga gagal mengerahkan segala kemampuannya. 


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/ketika-budek-membawa-berkah/181645661855090

"Obat Stress"


Ini ada cerita, pake Bhs Jawa.
Alkisah di sebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon Solo, tengah melakukan beberapa tes wawancara untuk " tidak" menerima calon karyawan baru. Tentu saja salah satu prasyaratnya adalah harus berbahasa E J D (Ejaan Jawa yang nDaksempurna).

G : Kowe nduwe omah opo ora.....?
A : Dereng....
G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene
A : Lho kok ngaten...... ..?
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.
A : Ah.. mboten, kok. Sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih.
G : Yo malah ora ketompo
A : Lho kok ngaten.....?
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong wae.

G : Kowe nduwe motor opo ora....?
B : Mboten.


G : Ora ketompo
B : Lho kok mboten ketampi ?
G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.
B : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.
G : Wah malah ra ketompo....
B : Lho kok ngoten...?
G : Tempat parkire wis ra cukup.

G : Kowé wis lulus sarjana tenan.....?
C : Sampun, Pak.....
G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré murah
C : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi
G : Malah ora ketompo.....
C : Lho, kados pundi, tho....?
G : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo.

G : Kowé seneng guyon opo ora?
D : Mboten pak, kulo serius yén nyambut damel.
G : Ra ketompo.....
D : Waa......kok ngoten?
G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress.


D : Sak jané nggih sekedhik sekedhik seneng guyon.
G: Malah ora ketompo.
D : Lho kok.......
G: Engko kowé mung email emailan sing lucu.......

G : Kowé mau mréné numpak opo?
E : Nitih mobil
G : Kowé ora ketompo
E : Sebabipun?
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus
E : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok
G : Tambah ora ketompo
E : Lho, lha kok .... ?
G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi !

G : Anakmu akèh opo sithik?
F : Kathah pak
G : Kowé ora ketompo
F : Sebabipun ?
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus
F : Lha wong namung anak adopsi, kok.


G : Tambah ora ketompo
F : Lho, lha kok ... ?
G : Gawé anak waé aras2en, opo manèh nyambut gawé

G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung?
H : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
H : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti gaweyané ?
H : Oo, nèk damelan niku mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo
H : Lho, lha kok ... ?
G : Kowé rak mung arep keminter, to ?

G : Kowe ngerti kahanan kantor kéné durung
K : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
K : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gawé kok ora ngerti kantoré ?
K : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo


K : Lho, lha kok ... ?
G : Kow é senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to?

G : Kowé kerep loro ?
M : Mboten
G : Kowé ora ketompo
M : Sebabipun ?
G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering
M : Wah, sakjanipun nggih asring
G : Tambah ora ketompo
M : Lho, lha kok ... ?
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren.

G : Kowé biso main Internét?
N : mBoten
G : Kowé ora ketompo
N : Sebabipun?
G : Perusahaan ora nompo wong BI (Buta Internet)
N : Wah, sakjanipun nggih saged
G : Tambah ora ketompo
N : Lho, lha kok .... ?


G : Mesthi ora bakal nyambut gawé, kakèhan dolanan Internet, to? Ngenték-entekké pulsa !

G : Kowe waras opo ora?
O : Lha, kulo nggih waras to Pak.
G : Ra ketompo..... ..
O : Kenging nopo .....?
G : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene.
O : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan.
G : Malah ra ketompo..... .
O : Pripun to niki....?
G : Mengko aku duwe saingan..... .....
Hehehe.... hiakakak...

Notes,,maaf buat yang tidak tau bahasa jawa,,silahkan bertanya ke teman,saudara,atau tetangga,,,,
saya bikin notes ini untuk hiburan semata,,dari pada keluar malam malam tidak tentu,,bahaya buat anak gadis,,,

maaf dan terima kasih.


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/obat-stress/181638345189155

Menutup Akhir Tahun Bukan Untuk Semakin “TERTUTUP”


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥    
Banyak orang yang mengeluhkan bahwa dirinya sepanjang Tahun ini tidak bahagia, banyak juga yang semakin sendu, dan tidak pernah merasakan lagi keceriaan, ada juga yang berpikir tahun 2010 ini adalah tahun penuh ‘cobaan’, tahun penuh penderitaan, tahun yang ‘gelap’, tahun yang tidak dapat memenuhi harapan dan cita-citanya.
Bila sepanjang tahun ini banyak yang merasa hari-harinya di penuhi dengan ketakutan, kecemasan, kesedihan, dan keluh kesah, maka yakinlah tahun mendatang juga tetap akan selalu sama baginya.


Tidak ada yang bisa mengubah orang dengan cara pandang yang negatif, tidak ada ‘kebahagiaan’ apapun yang muncul dihadapannya yang dapat mengubah cara berpikirnya.
MENGAPA?
Karena dalam hidup ini memang selalu penuh dengan hal yang baik dan yang tidak baik, yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, bahagia dan penderitaan hal ini selalu hadir dalam hidup kita. Hal yang selalu dualisme, hal yang penuh dengan dua sisi… dimana sisi yang satu tidak akan pernah lepas dari sisi yang lain.
Bila seseorang selalu melihat satu sisi tanpa melihat sisi yang lain, maka hidupnya akan selalu terlihat seperti diatas…
pesimis dalam menjalani hidup, semakin lama semakin ‘tertutup’, semakin hari semakin ‘mendung’, walau setiap tahun pasti berganti… hidupnya akan tetap dirundung awan hitam karena bentuk-bentuk pikirannya sendiri.
Lalu harus BAGAIMANA?
Realistislah….
sadarilah bahwa di Tahun ini juga terdapat keceriaan, terdapat kebahagiaan, masih ada kesehatan bagimu, masih ada kedamaian, masih terdapat kebersamaan, ketenangan, masih ada rasa cinta, ada rasa sayang, dan terkadang penuh dengan kebijaksanaan dalam dirimu.
yakinlah hal ini juga ‘eksis’ di dalam perjalanan hidupmu sepanjang tahun ini… dengan menyadari hal ini, maka keseimbangan hidup akan terjadi.
Jangan selalu menyalahkan yang sudah lewat, jangan juga mengabaikan kebahagiaan yang telah kau dapatkan. semua harus di terima dengan lapang dada, berterimakasihlah dengan apa yang telah kau dapatkan, ‘barulah kau mendapatkan kehidupan yang seutuhnya.
KAPAN harus memulai?
Bila saat ini ada diantara anda masih diliuputi oleh bentuk-bentuk pikiran negatif, sadari bahwa akhir tahun telah tiba, tahun baru akan datang.
Mulailah SAAT INI untuk Belajar, mulailah SAAT INI untuk berjuang, mulailah SAAT INI untuk bangkit, mullailah SAAT INI untuk bersikap realistis.
DIMANA akan kau temui Bahagia?


Di dalam HATI dan PIKIRAN mu sendiri bahagia itu ada, tidak pernah meninggalkanmu, jarang tersentuh untuk dirasakan, dan sesungguhnya selalu menantimu untuk menghiasi hari-harimu.
Mengusir awan gelap dari hidupmu, membuat keceriaan di sepanjang jalan hidupmu, memberikan semangat dalam kelesuanmu….
Di HATI dan PIKIRAN mu juga bahagia itu terdapat. Jangan pernah berhenti untuk memperhatikannya, jangan pernah takut untuk mengembangkannya, jangan pernah khawatir untuk mempertahankannya…
SOLUSInya?
Jangan lagi TUTUP PINTU HATIMU, BUKALAH PINTU HATIMU,
amatilah dan sadarilah kau tidak sendiri, tidak ada orang yang tidak bisa berubah, dan tidak ada orang juga yang selalu malang, tidak ada orang yang terlahir hina dina dan tidak bisa menjadi mulia, tidak ada orang yang selalu hidup dalam kegelapan.
Semua ada prosesnya… Dengan berusaha untuk MENUTUP kenangan lama, MENUTUP buku harian lama,
BUKA pintu hatimu untuk menerima semua musuh-musuhmu, menerima semua sahabat yang telah menyakitimu, menerima semua orang yang pernah hadir dalam hidupmu, menerima semua kejadian yang telah menimpamu dengan KEBIJAKSANAAN.
Bukalah Lembaran baru hidupmu…..
Jangan menyerah, teruslah melangkah, dan sadari Jangan TUTUP dirimu lagi, jangan TUTUP pikiran dan hatimu lagi….
Tahun boleh di TUTUP tetapi jangalah Menjadi orang yang “TERTUTUP”.
PERSIAPKAN DIRIMU
Menutup akhir tahun, dan membuka awal tahun…
Persiapkan dirimu untuk tahun depan…
dengan semangat baru, dengan bentuk dan pola pikir yang baru, dengan keindahan hati yang baru, dan KETERBUKAAN Diri dalam menjalani HIDUP
ini agar Hidup Lebih HIDUP. 


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/menutup-akhir-tahun-bukan-untuk-semakin-tertutup/10150110615456042

Berdirilah Dengan Kakimu Yang Terkuat


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥  
Berdirilah dengan kakimu yang terkuat, karena ketika ombak datang maka dia akan menahan dengan sempurna meski badanmu limbung tapi tubuhmu akan tetap tegak berdiri.
Bersiaplah dengan tepat, karena dengan persiapan yang matang dan mantap akan membawa kau pada situasi yang mudah kau kendalikan.
Bukalah matamu pada aktualisasi dunia, karena disanalah kau akan belajar kehidupan yang akan membuka mata hati, jiwa dan pikiran kita bahwa inilah realita kehidupan yang ada dimana yang kecil akanterinjak-injak dan yang besar akan berpesta pora atas penderitaan yang kecil
Dan biarkan nafas wangi suara hatimu mengalir dalam relung jiwa dan darahmu karena disanalah kau akan menjadi dirimu yang berdikari dan mencoba tegak bertahan meski badai menghadang, kau tetap tegar dan menjadi sosok jiwa yang kuat dan Nikmatilah hidup sebagai pejuang yang berazzam untuk meraih kehidupan dalam kesyahidan.
*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥  


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/berdirilah-dengan-kakimu-yang-terkuat/10150101593211042

Sholat Tambal Ban


Salah satu kebiasaan burukku sampai saat ini (dan entah itu sejak kapan) adalah jika maghrib, aku baru masuk kamar mandi saat adzan berkumandang.
Ya mungkin kalau untuk wudhu saja tidak masalah, tidak memakan waktu. Namun, di waktu yang sempit ini, selalu saja kugunakan untuk mandi :D
Tentu saja, bisa dipastikam datang terlambat saat sholat maghrib, sehingga hampir selalu jadi makmum masbuq, atau kalau beruntung, masih bisa jamaah dengan teman-teman yang senasib yang suka ketinggalan, dan yang parah, adalah sholat sendiri nggak jamaah. Masih saja aku kayak gini, huhuhu.
Nah, dulu saat di rumah, aku langganan dikhutbahin babaku gara-gara ini. Belum adik-adikku yang ikut-ikutan molor niru kakaknya :D
So pasti, pas adzan, kami baru rebutan dan antri kamar mandi. Saat keluar kamar mandi sambil menggigil kedinginan, kerap yang aku terima sambil cengar-cengir kuda adalah pelototan tajam Babaku, "Dari dulu nggak berubah-berubah, tetap saja !" Inginnya beliau, kami harus sudah siap saat adzan maghrib. Dan jika aku ingat, adik-adikku sih melaksanakan perkataan Babaku, cuma aku yang masih nggak sadar-sadar , heuu T_T :D
Sampai aku keluar rumah untuk berpetualang mencari ilmu, ternyata aku makin banyak menemukan pendukung dan kawan senasib yang sama-sama suka melambatkan diri, huhuhu, makin nggak sembuh deh sakit kronisku itu.
Jadi bukan hal aneh melihat Awy' yang selalu langganan di shof belakang, dan pasti berdiri menambah rakaat saat imam sudah salam.
Justru yang aneh adalah kalau Awy' tidak ketinggalan, apalagi kalau sampai di shof depan. Kata teman-teman,"Wy', mimpi apa semalam? Tumben di shof depan", huhuhu, memprihatinkan dan sangat menyesakkan.
Alhasil, yang penting aku niat kuat untuk merubah kebiasaan buruk itu. Insyaallah. Doakan yah teman-teman :D
@ @ @



Sangat kontras sekali dengan masa kecilku yang begitu rajin. Untuk sekolah saja, kalau sekolah masuk jam 7 pagi, maka aku sudah ada di sekolah pas jam setengah 6 sebelumnya, masih sangat pagi sekali.
Sampai ummiku bilang, "Berangkat kok terlalu pagi amat sih? Nungguin mrutu tah?", jiaaaah :D Mrutu, sejenis serangga kecil, kayak lalat yang banyak di WC waktu pagi, hiiii, jijay :D
Begitu juga saat SMP, bisa dikata aku siswa teladan soal tiba awal waktu, :D narsis deh..
Kalau waktu sholat, usai adzan berkumandang, maka awy' kecil sudah ada di masjid menunggu waktu iqomat sembari mendendangkan burdah.
Entah sejak kapan kualitas imanku itu menurun drastis dan belum bangun sampai sekarang, huhuhu, menyedihkan.
@ @ @
Sebenarnya, salah satu hikmah besar sholat, adalah melatih kita untuk bisa disiplin dan tepat waktu. Nabi sangat menekankan agar kita sholat di awal waktu. Tentu saja dengan itu, kita harus siap menyambut sholat, sejak sebelum adzan. Itu seyogyanya.
Apalagi menunggu sholat, sebenarnya dia sudah dihitung masuk sholat oleh syariat.
Pada dasarnya, jika ingin hidup kita tertata rapi, terkontrol, maka kita harus memperhatikan sholat kita. Jika sholat beres, maka insyaallah hidup pun beres. Namun sayang, kebanyakan dari kita masih kerap sekali bermalas- malasan saat terdengar adzan.
Terlebih subuh, meringkuk dalam hangatnya selimut adalah pilihan. Sebab sebenarnya, kesemangatan kita menyambut sholat, semuanya itu, berefek positif pada psikologi dan kehidupan kita. Begitu pula sebaliknya.
Aneh ya manusia itu, terkadang dia bisa mengambil dan memetik hikmah, bahkan tahu, tetapi masih saja malas melakukannya.. Hufft.. Wallahul musta'an .


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/sholat-tambal-ban/10150110575791042