Mengenai Saya
Laman
Sabtu, 26 Februari 2011
JAWABAN ISTIKHOROH CINTA
“Insya Allah, aku akan kenalkan kamu ke temanku, dia adalah sahabat baikku saat kuliah di Bandung dulu. Sekarang dia kerja di Jakarta dan menetap di sana.” kata Faruq kepada Dianti, sahabat perempuannya semasa sekolah dulu.
Dianti adalah seorang wanita sarjana bidang pendidikan yang saat ini meniti karir di sebuah lembaga bimbingan belajar di Surabaya. Usianya yang dewasa menjadikannya cukup matang untuk melangkah ke jenjang pernikahan, tapi sayangnya hingga saat ini belum ada satu lelaki pun yang datang untuk meminangnya. Sebagai wanita, tentu rasa sedih menyelinap di lubuk
hatinya, namun mampu ditutupnya rasa sedih itu dengan kesibukan dalam pekerjaan yang cukup menyita waktu dan perhatiannya.
Seperti orang tua kebanyakan, orang tuanya pun ingin agar Dianti segera mendapatkan seorang jodoh. Seorang jodoh dari kalangan lelaki terpelajar yang taat lagi soleh agar dapat menjadi imam untuk dirinya kelak.
Sebagai bentuk usahanya untuk mendapatkan jodoh dambaan hati, Dianti meminta tolong pada sahabatnya, Faruq, agar berkenan mendoakannya sembari berharap supaya jodoh yang diharapkannya segera datang. Faruq pun berbesar hati untuk menerima permintaan sahabatnya itu, mendoakannya, bahkan lebih dari itu, ia bermaksud mengenalkan Dianti kepada Sersan, teman baiknya semasa kuliah di Bandung dulu.
“Serius kamu mau kenalkan aku dengan temanmu? Makasih ya Faruq, kamu memang teman baikku, mudah-mudahan perkenalan ini bisa membawa kebaikan. Semoga dia adalah jodohku ya Ruq,” ujar Dianti kepada Faruq.
“Amiiin… semoga ya, kita hanya bisa berusaha, Allah lah penentu segalanya. Kita sama-sama berdoa semoga Allah meridhoi usaha ini dan kalian dipersatukan olehNya dalam suatu ikatan suci, pernikahan,” tandas Faruq menimpali jawaban Dianti.
Hari demi hari berlalu, waktu pun terlewati dengan seribu harapan yang membuncah luas dalam hati Dianti. Harapan akan hadirnya seorang lelaki soleh yang bisa mengajaknya untuk sama-sama taat kepada Allah, Tuhannya. Namun sebagai wanita, kadang muncul rasa minder dan rendah diri dalam hati Dianti, merasa bahwa masih banyak kekurangan yang melekat dalam hatinya.
“Tapi aku minder Ruq, aku hanya wanita biasa yang nggak cantik, apalagi aku hanya lulusan sebuah perguruan tinggi biasa, yang nggak seperti dia yang lulusan perguruan tinggi terkenal di negeri ini, mana mungkin dia mau sama aku,” sergah Dianti suatu hari, menerangkan semua perasaan negatifnya yang bergelut menjadi satu dalam pikirannya.
“Dianti, apa salahnya kalau semua ini dicoba, janganlah kamu rendah diri seperti itu. Kita nggak tahu siapa jodoh kita dan bagaimana kehidupan kita nanti. Kita hanya bisa berusaha, dan mungkin inilah salah satu usaha itu. Kalau kamu berkata begitu, sama saja kamu nggak bersyukur dengan apa yang sudah kamu dapatkan selama ini. Kamu pintar, sarjana dan pekerjaanmu juga mapan, lalu apa yang membuatmu merasa minder? Optimislah dan tetap percaya diri,” terang Faruq menyemangati Dianti agar tidak rendah diri terhadap perkenalan ini.
“Kekuranganku banyak Ruq, lalu bagaimana aku harus menutupi kekuranganku ini semua? Aku takut kalau aku bukan tipe wanita idaman Sersan. Apalagi iman dan ilmuku juga tidak sebaik Sersan.” tambahnya lagi.
“Sersan bukan lelaki yang suka aneh-aneh, dia tidak memandang kecantikan dan harta dari seorang wanita, tapi yang dia pandang adalah ketaatannya pada Allah. Kalau memang kekuranganmu banyak, bukankah setiap orang pasti punya kekurangan, bahkan tanpa terkecuali? Kamu punya kekurangan dan Sersan pun juga punya kekurangan. Justru lebih baik kamu tampil apa adanya, tidak menutupi kekuranganmu daripada hanya menunjukkan sisi baikmu saja. Nah, dengan adanya pernikahan, maka suami selayaknya menjadi pakaian untuk menutupi kekurangan istri dan istri pun menjadi pakaian untuk menutupi kekurangan suami, demikian juga dengan kamu dan Sersan nantinya. Kamu adalah pakaian untuk Sersan dan Sersan adalah pakaian untuk kamu. Lalu tentang iman dan ilmu yang kamu rasa kurang, bukankah setelah menikah nanti kalian bisa belajar bersama? Sersan menjadi ladang dakwah untukmu dan kamu menjadi ladang dakwah untuknya. Kewajiban Sersanlah untuk menarbiah atau mendidik kamu dan kewajibanmulah untuk menarbiah atau mendidik Sersan. Bukankah hidup menjadi lebih indah bila saling mengingatkan dan melengkapi?” Jawab Faruq lagi berusaha menghibur hati Dianti.
Sersan, demikian julukan akrab ala tentara yang biasa ia terima dari teman-temannya. Sersan tidaklah seperti Dianti yang suka minder. Dia tipe lelaki yang penuh percaya diri namun sederhana. Kesederhanaan yang ditampakkannya dalam berpenampilan, bersikap dan berbicara. Suatu karakter kuat yang diperolehnya dari didikan tegas kedua orang tuanya di pelosok sebuah desa di kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tak ada sosok necis, parlente apalagi gaul yang menyelimuti dirinya, benar-benar jauh dari penampilan lelaki kebanyakan yang seusia dengannya.
“Faruq, apalah yang bisa kubanggakan dari diriku ini, aku bukan lelaki yang ganteng apalagi kaya. Kamu juga tahu bagaimana kedua orang tua dan keluargaku di desa sana. Kami bukan dari keluarga mapan, bahkan untuk biaya sekolah dan kuliahku dulu pun, aku harus berjuang keras kesana kemari agar aku berhasil. Makanya dalam mencari istri, yang kucari adalah seorang wanita yang mau menerimaku apa adanya. Cantik bukanlah patokan utamaku, yang terpenting dia taat kepadaku, mampu menentramkan batinku, dan mau bantu aku untuk merawat orang tuaku terutama bapak yang telah renta dan sakit-sakitan,” ujar Sersan kepada Faruq.
Sersan sadar bahwa masalah jodoh bukanlah masalah sederhana yang dapat diukur dari kecantikan dan harta yang berlimpah semata, tapi kemuliaan akhlaklah yang akan menentramkan hati bagi setiap pria, terutama hati Sersan, hingga membuat para suami pantas terlahirkan sebagai lelaki.
Dianti pun menimpali pertanyaan Sersan.
“Insya Allah aku akan berusaha menjadi wanita yang solihah, wanita yang taat pada suamiku kelak. Bagaimanapun juga, orang tuanya adalah orang tuaku, dan orang tuaku adalah orang tuanya juga. Aku akan bantu merawat bapaknya juga, apa yang menjadi kewajibannya adalah kewajibanku dan apa yang menjadi kewajibanku adalah kewajibannya juga nantinya,” ujar Dianti kepada Faruq.
“Syukurlah, Alhamdulillah kalau memang kamu bisa memahami kondisi Sersan dan keluarganya saat ini,” ujar Sersan menanggapi kata-kata Dianti.
Begitulah komunikasi dan perkenalan yang terjadi di antara mereka. Namun selama ini komunikasi mereka bertiga hanya sebatas telepon dan sms, Dianti menghubungi Sersan melalui Faruq, dan sebaliknya, Sersan pun menghubungi Dianti melalui Faruq juga. Jadi tidak terhubung secara langsung antara Dianti dan Sersan.
Pernah suatu ketika, Faruq merasa lelah harus menjadi perantara diantara mereka berdua, sehingga agar komunikasi lebih mudah, Faruq menyarankan mereka agar berkomunikasi secara langsung perihal ta’aruf yang sedang mereka jalani ini. Mereka pun menyetujuinya.
Beberapa kali untuk sekian lamanya mereka berdua berkomunikasi secara langsung, Sersan menghubungi Dianti dan Dianti pun menghubungi Sersan, baik melalui telepon maupun sms, namun pembicaraan mereka hanya sebatas pembicaraan yang dianggap penting, tidak lebih.
Mereka berdua bukanlah insan yang mudah tergoda imannya, sehingga demi menjaga ‘izzah atau menjaga hati dari segala prasangka dan godaan, mereka berinisiatif untuk menyerahkan kembali komunikasi diantara mereka melalui Faruq. Suatu inisiatif yang diawali oleh Sersan demi menunjukkan kepribadian dirinya yang kuat sebagai seorang muslim yang tangguh.
“Faruq, aku kembalikan semua ini ke kamu. Demi menjaga hati ini, komunikasi antara aku dan Dianti kukembalikan lewat kamu ya. Hal ini sudah aku sampaikan ke Dianti, dan dia setuju,” ujar Sersan kepada Faruq. Pura-pura tak mengerti apa yang disampaikan Sersan, Faruqpun bertanya,
“Memang kenapa San, kok lewat aku lagi? Bukannya lebih baik dan lebih cepat kalau komunikasi di antara kalian, kalian lakukan sendiri. Bagaimana nanti kalau ada rahasia di antara kalian yang ingin disampaikan, tapi ternyata aku ketahui, bukankah bukan rahasia lagi namanya?”
“Bukannya aku nggak mau berkomunikasi secara langsung dengan Dianti, tapi masalahnya kami kan belum menikah, dia belum jadi mahromku, dan aku pun belum jadi mahromnya. Aku harom untuknya dan dia harom untukku. Tolonglah Ruq, aku hanya ingin menjaga hatiku agar terhindar dari segala fitnah dan prasangka. Apalah artinya ta’aruf kalau ternyata yang dilakukan adalah layaknya orang berpacaran, berkomunikasi membicarakan ini itu berduaan tanpa didampingi mahromnya, walau sebatas hanya lewat telepon. Kalau seperti itu, lalu apa bedanya ta’aruf dan pacaran? Bukankah itu sama saja dengan berpacaran yang mengatasnamakan ta’aruf?” tandas Sersan kepada Faruq sembari menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Faruq tersentak kaget mendengar apa yang disampaikan Sersan, betapa bodoh dirinya membiarkan kedua temannya yang berbeda jenis kelamin itu berkomunikasi secara langsung selama ini tanpa memperhatikan dampak negatif yang mungkin timbul kemudian. Suatu pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang sahabat terbaiknya.
*****
Perkenalan yang terjadi di antara mereka sebenarnya berjalan di atas kebimbangan. Ya, kebimbangan yang mulai menggelayut dalam kalbu. Sejumlah pertanyaan, apakah benar dia adalah jodohku atau bukan, menggema kuat dalam batin mereka, terutama Dianti yang ternyata juga bergelayut dalam noktah-noktah cinta yang mulai tumbuh dan bersemi dalam hatinya. Sebagai sahabat, Faruq pun mengarahkan agar mereka beristikhoroh, meminta petunjuk pada Allah, Sang Pemberi Petunjuk.
Dianti pun segera mengikuti saran Faruq untuk segera beristikhoroh.
“Duhai Allah, Robb Pemilik segala urusan di dunia ini. Dalam genggamanMulah hati manusia terletak. Dan dalam garis takdirMu lah jodoh akan tersingkap. Wahai Robb, kirimkanlah untukku seorang lelaki soleh yang akan menjadi imamku. Seorang lelaki taat yang mampu memberikan ketentraman dalam batinku, yang bahunya akan menjadi sandaran teguh bagiku saat aku letih meniti hidup ini.
Ya Allah, Robb seluruh alam, bukan harapku cinta ini bersemi dalam kalbu. Bukan harapku pula cinta ini bersarang kuat dalam sanubariku. Tapi atas izinMu ya Allah, cinta ini hadir dan bersemayam indah dalam lubuk jiwaku. Tak mampu aku menolaknya dan tak kuasa pula aku menepisnya, cinta itu bersarang terlalu dalam di hatiku dan mengalir terlalu deras ke segenap aliran darahku.
Duhai Robb, Jika ta’aruf ini adalah baik bagiku, maka bawalah dia untukku, dekatkanlah aku padanya, dan pertemukanlah aku dengannya dalam suatu ikatan suci, pernikahan, agar sebilah tulang rusuknya yang hilang kembali terlengkapi.
Ya Allah Ya Rohman, telah Engkau hadirkan seorang lelaki soleh di depanku kini, jadikanlah lelaki soleh yang Engkau kirimkan itu sebagai imamku, peneman hidupku, untuk bersama-sama mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan. Jika memang dia baik bagiku maka dekatkanlah, namun jika dia hanya akan menjadi fitnah dan keburukan semata dalam hidupku, maka jauhkanlah kami. Lalu berikanlah seseorang yang jauh lebih baik dari lelaki manapun di dunia ini sebagai ganti terhadap dirinya.
Ya Allah Ya Rohiim, jadikan aku sebagai orang yang ikhlas atas segala kehendakMu dan orang yang ridho atas segala keputusanMu, karena aku hanya manusia biasa yang berjalan di atas garis takdirMu. Amiin.”
*****
Tiba-tiba,
“Faruq, maafkan aku, aku harus mengurus bapakku. Aku nggak bisa konsen melakukan apapun selama bapakku masih sakit, jadi aku harus pulang ke Gresik dan Surabaya untuk merawat bapak yang sudah dalam kondisi kritis. Tolong sampaikan ke Dianti, bahwa ta’aruf ini sementara waktu harus kutunda, aku hanya ingin berbakti kepada bapak untuk yang terakhir kalinya sebelum maut merenggut nyawanya.” Ucap Sersan di suatu siang saat lagi hangat-hangatnya ta’aruf yang sedang dijalaninya dengan Dianti.
Faruq dengan berat hati pun harus menyampaikan hal ini ke Dianti, penuh harapnya semoga Dianti bisa memahami apa yang tengah dialami Sersan saat ini. Dan perkenalan itupun terhenti sementara waktu sampai waktu yang tak bisa mereka tentukan.
*****
Kriiiiiiiiiing…. kriiiiiiiiiiing….
Dering suara ponsel mengalun merdu hari itu, tapi sama sekali tak ada respon dari sang empunya ponsel. Tak lama sang pemilik menelepon balik nomor yang telah menghubunginya tadi.
“Assalaamu’alaikum…maaf ini dengan siapa ya? Apa tadi Anda menghubungi nomor saya?” tanya pemilik ponsel tersebut.
“Wa’alaikum salam waroh matulloohi…Ooo..sebentar ya, mungkin tadi suami saya yang menghubungi Anda. Sebentar, saya panggilkan suami saya dulu,” jawab seorang wanita dari seberang telepon.
“Assalaamu’alaikum…halo…..,” terdengar suara seorang laki-laki datang dan mengambil alih telepon itu.
“Ya halo, wa’alaikum salam…hemmm, maaf apa tadi Anda menghubungi nomor saya? Maaf ini dengan siapa ya?” jawab pemilik ponsel yang menelepon balik tadi.
“Oo..iya, betul. Halo Dianti, ini aku, Sersan, apa kabar? Masih ingat aku kan? Kebetulan aku mau minta tolong nih.” terdengar suara laki-laki itu yang tak lain adalah Sersan menjawab pertanyaan dari sang penelepon yang tak lain adalah Dianti.
“Ya mas, alhamdulillaah baik. Maaf mas, siapa ya wanita yang mengangkat dan menjawab telepon saya tadi?” tanya Dianti kepada Sersan.
“Tadi itu istri saya, memang kenapa?” tandas Sersan menjawab pertanyaan Dianti yang penasaran dan ingin tahu.
“Apa, istri mas? Mas sudah menikah?” jawab Dianti dengan nada meninggi dan kaget.
“Ya, alhamdulillaah sudah, memang kenapa?” tandas Sersan lagi.
“Nggak mas, nggak apa-apa. Maaf mas, saya masih ada kesibukan, teleponnya saya tutup dulu ya. Wassalaamu’alaikum..” tiba-tiba Dianti coba menghentikan pembicaraan dan langsung menutup telepon.
Tak lama berselang, Dianti segera menghubungi Faruq menanyakan tentang kebenaran pernikahan yang telah dilakukan Sersan. Dengan berat hati Sersan pun membenarkan tentang hal itu sambil berkata,
“Maaf Dianti, kalau Sersan harus mengambil keputusan ini. Dia tidak bermaksud untuk menyakiti kamu. Beberapa bulan lalu bapaknya meninggal dunia, dan dia sangat terpukul akan hal ini. Perasaan bersalah selalu membayanginya sebab dia belum bisa memberikan yang terbaik untuk bapaknya. Dia merasa bahwa baktinya masih sangat kurang bila dibanding dengan kebaikan yang telah diberikan sang bapak kepadanya. Saat bapaknya sakit, dia berpikir belum maksimal untuk merawatnya. Sehingga agar tidak terjadi hal yang sama pada keluarganya, muncullah keinginan untuk memiliki seorang pendamping yang bisa merawat dan mengobati keluarganya kelak, terutama ibundanya. Dan akhirnya dia menemukan pendamping seperti yang diharapkannya, yaitu seorang dokter. Maafkan aku Dianti, berat bagiku untuk menyampaikan semua ini, tapi aku harus menyampaikannya. Mungkin dia belum jodohmu. Tapi percayalah bahwa akan ada lelaki terbaik yang pasti kamu dapatkan suatu saat nanti. Asalkan kamu tetap bersabar dalam menanti jodoh hidupmu, insya Allah.”
Isak suara menahan tangis terdengar dari bibir Dianti yang pilu. Bibir seorang wanita yang mengharapkan kasih sayang seorang lelaki yang telah meninggalkannya.
Tanpa Dianti sadari, sebenarnya Allah telah kabulkan doa dalam istikhoroh yang telah dilakukannya, menjauhkan Sersan darinya, sebab doa tidak harus berakhir bahagia dengan dipersatukannya cinta dua insan. Karena Allah lebih tahu rahasia dibalik cinta dan kehidupan manusia.
Kini dia berusaha kuat meredam cinta di atas pahitnya takdir yang dirasakannya, semoga akan ada lelaki lain yang lebih baik dari Sersan atau lelaki manapun dalam hidupnya yang kan bisa menjadi pangeran hati dan imam untuk dirinya kelak.
http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/jawaban-istikhoroh-cinta/184055728294840
SEORANG AYAH BERTAUBAT DENGAN SEBAB ANAKNYA YANG MASIH BERUSIA 7 TAHUN
Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.
Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.
Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya:
“Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya.
Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?”
Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu.
Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah.
Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku.
Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur’an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah.
Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar… lalu ia shalat maghrib di hadapan saya.
Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur’an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya):
”Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45)
Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya.
Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setalah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!”
Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh.
Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat), ”Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).”
Saya katakan kepadanya, ”Biar kita ke masjid dekat rumah saja.”
Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.
Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut… Dan Marwan selalu memandang saya.
Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya’, saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21)
Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya.
Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, ”Sudahlah wahai Abi!”
Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, ”Kamu jangan cemas.”
Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.
Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.
Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.
Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan, “Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur’an dan menunjukkannya kepada saya?”
Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata, “Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini.”
Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah- saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.
Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah.”
https://enkripsi.wordpress.com/2010/07/26/seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab-anaknya-yang-masih-berusia-7-tahun/
8 Hal Yang Mematikan Hati
Hati-hatilah dengan HATI kita...
Biarkan HATI kita HIDUP dan berCAHAYA...
Jangan sekali-kali memBUNUH hati kita secara perlahan...!
Bagaimana kita memBUNUH HATI kita secara perlahan ?
Menurut Ibrahim bin Adham, Kita akan meMATIkan HATI kita dengan hal-hal berikut :
1 . Mengetahui HAK Allah sebagai TUHAN, tetapi tidak meNEGAKkan hak itu.(untuk diSEMBAH...diCINTAi...diTAATi...diHARAP...dan diTAKUTi)
2. Mengakui Al-Quran sebagai WAHYU Allah, tetapi tidak meLAKSANAkan apa yang diperintahkan.
3. MenCINTAi Nabi tetapi mengABAIkan SUNNAHnya.
4. Takut MATI, tetapi tidak memperSIAPkan diri.
5. Mengetahui SYAITHAN adalah MUSUH tetapi semangat mengIKUTi kehendaknya
6. Takut NERAKA tetapi senang melakukan MAKSIAT.
7. Menginginkan SYURGA, tetapi malas berAMAL shaleh
8. KeKURANGan diri sendiri diLUPAkan, tetapi keKURANGan orang lain diINGAT-INGAT dan dibesar-besarkan.
Semoga kita bisa lebih BIJAKSANA...
http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/8-hal-yang-mematikan-hati/491626550848
== I'm Different ==
Setiap orang yang dilahirkan di muka bumi ini pasti memiliki perbedaan. Terlepas ia dilahirkan kembar ataupun melahirkan karena perbedaan rentang beberapa waktu.
Berbeda..
Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu bersinggungan dengan perbedaan. Perbedaan seringkali menjadi pemicu masalah yang berlanjut menjadi konflik bila kita memahami, mengatasi dan menyikapinya dengan cara yang tidak tepat.
Walaupun secara hakikat, manusia itu sama, tetapi tak pernah ada manusia yang benar-benar sama dalam segala hal. Kemiripan wajah, kesamaan hobi, bahkan ikatan batin dan pertautan rasa yang kuat pun tidak menjadikan kita sama dengan mereka atau aku adalah dia dan kamu adalah saya. Kita berbeda dan memiliki perbedaan karena perbedaan adalah harmoni yang membuat hidup kita lebih berarti.
Di dalam perbedaan, tersimpan arti yang pantas untuk dimengerti. Dengan perbedaan, kita mampu merasakan makna kebersamaan, sehingga kita bisa memahami bahwa perbedaan adalah alasan untuk sebuah pengertian.
Perbedaan merupakan keadaan, sifat dan karakter yang diciptakan Tuhan dengan tujuan agar manusia saling mengenal, berinteraksi, saling memahami dan memberi manfaat satu sama lain. Memahami dan menyikapi perbedaan dan memang bergantung kepada cara pandang kita terhadap perbedaan tersebut.
Alloh SWT menciptakan alam semesta dengan segala keunikan perbedaan. Alloh menciptakan pula keanekaragaman dalam satu jenis penciptaan semisal spesies katak. spesies burung, tanaman, dan bahkan ras manusia.
Dia menciptakan perbedaan agar ciptaan dapat saling mengenal dan membentuk harmoni.
Perbedaan ditinjau sisi ragam usul, pendapat, bahkan hingga doktrin terkadang jika kita tidak cerdas dalam menyiasati dan menyikapinya akan berujung konflik. Sikap saling menentang dan menantang ini mudah sekali memicu pertengkaran. Walaupun pertengkaran itu hanya terjadi di meja makan ataupun di meja diskusi. Tetap saja hanya akan menciptakan efek kelelahan. Lelah hati, lelah pikiran. Kelelahan dapat memicu kekecewaan. Kekecewaan adalah medan magnet bagi kedengkian.
Di dalam kumpulan suatu Masyarakat terkadang Perbedaan pendapat kerapkali dianggap sebagai Musuh dan belum menjadi sebuah kebiasaan dalam suatu masyarakat.
Pengalaman adalah sebagai guru yang terbaik. Hampir selalu dijadikan faktor terdepan segala sesuatu sudah pasti.
Pengalaman kerap selalu dijadikan faktor terdepan dalam menentukan sebuah keputusan, walau ada benarnya. Namun semua itu tidaklah selalu. Faktor pengalaman selalu merujuk kepada faktor budaya, adat, Masa lalu, Orang yang lebih dituakan, Faktor Usia yang dijadikan standar ukuran dalam menentukan sebuah keputusan, serta kenyataan hidup yang pernah dialami maupun dikisahkan oleh seseorang agar menjadi pertimbangan dalam menentukan maupun mengambil sikap dan keputusan.
Namun, semua itu tidaklah selalu menjadi ukuran. Masih ada faktor lain, Faktor ditinjau dari sisi religi (Agama, Syar'i/tidaknya), Faktor Dasar Hukum, Faktor dari unsur/hal yang tak terduga. Sehingga menjadikan kita selalu dan terus selalu berpikir melingkar. Karena pada dasarnya kita belum terbiasa menerima segala sesuatu perbedaan itu dengan sepenuh hati. Semua Usul harus selalu diutamakan. Walau terkadang, yang menjadi pengambil keputusanlah yang berhak menentukan usul tersebut diterima atau tidaknya. atau kesepakatan dalam voting lah yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
So, let's we're Think Out of The Box.
Oleh karena itu, Tahap Awal yang harus kita miliki. Wahai Akhi dan Ukhti belajarlah dalam berbeda pendapat. dan carilah persamaannya.
Bukankah Orang yang berbeda pendapat itu bagus. ( jika tutur kata, penyampaian lisan,ekspresi yang dilakukan dengan baik, bijak, dan santun) Kalau semua pendapatnya sama..buat apa dilakukan berkumpul.
Sebagai contoh Jika di dalam suatu rapat berkumpul. dan semua pendapatnya sama. Buat apa kita dilibatkan ikut& dilaksanakan rapat!! Cukup seorang saja.
Bukankah..
Kita butuh pendapat yang berbeda supaya bisa menambah wawasan kita.
Kita butuh pendapat yang berbeda supaya bisa mengukur pendapat kita (Benar atau tidaknya)
Kita butuh pendapat yang berbeda supaya kita bisa makin kokoh & Kuat
Contoh lain di dalam balutan sebuah keluarga:
*
Ayah ingin kursi putih
Ibu ingin kursi biru
Anak ingin kursi hijau.
Solusi yang terpenting tinggal ganti-ganti kursi. Persamaannya, yang terpenting kursi.
Perbedaan pendapat Orangtua dengan Anak adalah sebuah kewajaran. Yang harus diperhatikan adalah Etika-nya. Tidak mungkin semuanya harus selalu persis sama karena ukurannya saja sudah berbeda, Umurnya beda, statusnya pun juga berbeda. Yang terpenting bagaimana tujuannya adalah SAMA.
Contoh lain dalam sebuah bangunan. jika tidak ada yang beda-beda komponennya, maka sebuah bangunan tidak akan terjadi semisal jika hanya didominasi berupa pasir saja.
Contoh lain dalam toko besi. Ada semen, pasir, bata, kloset, keramik. Namun tidak tertata dengan rapi. Maka, tidak Indah.
Jika seseorang mules naik di kloset A. mau ambil gayung ada di rak B, mau ambil Air ada bak C..semua itu menjadi tidak tertata,tidak indah dan tidak praktis.
Carilah ilmu yang baik. Beda pendapat boleh. namun, janganlah menimbulkan permusuhan.
Menurut penjelasan Aa' Gym dalam suatu kesempatan sebuah majelis keilmuan. ada Beberapa Solusi yang dapat kita tempuh untuk menyatukan, yaitu :
Pertama, Jangan menonjolkan perbedaan.
Seseorang bahkan suatu bangsa akan rapuh jika tidak bisa menyikapi perbedaan. ''Jangan sibuk melihat perbedaan sebelum sibuk melihat persamaan. Jika kita terus-terusan mempermasalahkan perbedaan maka semua akan jadi musuh.
Beda pendapat adalah wahana saling melengkapi
Kedua, jangan sibuk menonjolkan diri sendiri. Makin sibuk seseorang menonjolkan diri sendiri dia akan makin tidak disukai oleh lingkungannya dan tidak akan bersatu. Oleh karena itu berhentilah menyebut kebaikan-kebaikan diri sendiri dan merasa berjasa.
''Semakin ingin kita dipuji, semakin ingin dihormati, makin sering sakit hati. Kalau ingin dihargai jangan overacting.
Jika didalam suatu bangunan, bahan bangunan saling menonjolkan diri.. Semen merasa menonjolkan diri, Besi merasa menonjolkan diri, begitupun pasir juga dan lain-lain..Maka, bangunan tidak akan bisa bersatu.
Belajarlah untuk tidak harus saling menonjolkan diri dan tidak merasa paling penting, jadilah seperti Besi beton. yang saling melengkapi dan menguatkan.
Jadilah seperti Jantung. Tidak pernah banyak omong. Namun, jantung selalu bekerja setiap hari tanpa henti.
Jadilah seorang yang Ikhlas. Orang yang ikhlas itu pandai menyembunyikan kebaikannya sebagaimana menyembunyikan keburukannya.
Imam Ali RA pernah mengatakan bahwa Orang yang ikhlas sekecil apapun kebaikannya, Maka Alloh yang membesar-besarkannya. Tapi Orang yang riya (pamer) maka Alloh yang akan menghinakan orang yang riya tersebut.
Dikisahkan Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”
"Tempatkanlah sesuatu pada tempatnya dan sesuai porsinya.
Hal ini merupakan realisasi dari bersikap dan bertindak adil. Bersikap wajar dan bertindak benar merupakan cara tepat menyikapi perbedaan".
Ketiga, jangan meremehkan orang lain. Seseorang, menurutnya, tidak akan bisa berprestasi jika tidak mampu menghargai prestasi orang lain.
Ketika Nabi Isa AS dihina oleh orang lain. Nabi Isa menjawab dengan perkataan yang baik, beliau berkata "Setiap orang akan menafkahkan apa yang dimilikinya"
Sedangkan Keempat, Memulai segala sesuatunya dari diri sendiri.
''Kalau ingin sukses, berhentilah berharap dari orang lain. Bersandarlah hanya pada Allah semata.''
Berbuatlah untuk orang lain. Seikhlas dan semampu yang kita lakukan walaupun bernilai kecil dan jangan pula lah selalu menuntut terhadap orang lain.
Jika diri kita diibaratkan sebagai jari kelingking. Jika kita disuruh memindahkan meja. yang terjadi, maka jari kelingking kita akan patah. Sadar bahwa diri kita hanyalah sebagai kelingking, janganlah selalu terlalu berharap dan menuntut kepada yang lain.
Orang yang terlalu sibuk menuntut orang lain, tanpa berbuat sesuatu. Dia lah yang akan dibinasakan oleh tuntutannya itu sendiri.
Yang namanya Ukhuwah itu tidak bisa didapat dengan menuntut orang lain. Ukhuwah dan persatuan itu syaratnya menuntut diri.
Contoh di dalam suatu majelis :
Sudahkah kita memulai salam terlebih dahulu terhadap seseorang yang berada disamping kita??
Sudahkah kita mengenal nama seseorang yang berada di samping kita??
Mengucapkan salam adalah satu dari sekian banyak penyebab seseorang bisa masuk surga. Beliau Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:”Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, hubungkanlah tali kekerabatan, berilah makanan, dan sholatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tertidur, engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Muslim).
Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:”Maukah kamu aku kutunjukkan kepada sesuatu yang apabila kamu lakukan kamu akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu” (HR. Muslim).
“sesungguhnya seseorang itu akan mendapat balasan sesuai apa yang telah diniatkannya” (HR. Bukhori dan Muslim).
" Jika kalian diberi salam penghormatan,balaslah dengan cara yang lebih baik atau dengan yang serupa " ( QS An Nisa :86 )
Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan dan bukan juga ucapan manis di bibir tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dalam do'anya.
"Jadilah PERBEDAAN itu menjadi SINERGI selalu Saling Melengkapi dan Saling Menguatkan"
***
Katakanlah: Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (QS. Al-Kaafiruun [109]: 1-6)
Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (Q.S An-nisa ayat 95).
"Sesungguhnya agama Allah tidak akan bisa dikenali dari pribadi-pribadi, tetapi akan dapat dikenali dari tanda-tanda kebenarannya. Kenalilah kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa penganutnya" (Ali bin abi thalib ra)
Al-Imam Ali bin Abi Thalib RA. Berkata : ''Dunia itu selalu bergerak menjauh dari kehidupan manusia, sedangkan akhirat selalu bergerak mendekatinya. Masing-masing dari keduanya mempunyai budak yang setia kepadanya. Maka, jadilah kamu sekalian sebagai budak akhirat dan janganlah kamu sekalian menjadi budak dunia. Sesungguhnya di dunia inilah tempat beramal dan tidak ada penghisaban, sedangkan di akhirat nanti adalah saat penghisaban dan bukan tempat beramal.''
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/-im-different-/10150132447526042
Nasihat Pernikahan *
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Itulah Islam, agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam.
Dalam masalah perkawinan, Islam telah berbicara banyak. Dari mulai bagaimana mencari kriteria bakal calon pendamping hidup, hingga bagaimana memperlakukannya kala resmi menjadi sang penyejuk hati. Islam menuntunnya. Begitu pula Islam mengajarkan bagaimana mewujudkan sebuah pesta pernikahan yang meriah, namun tetap mendapatkan berkah dan tidak melanggar tuntunan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula dengan pernikahan yang sederhana namun tetap penuh dengan pesona. Islam mengajarkannya.
Nikah merupakan jalan yang paling bermanfa’at dan paling afdhal dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan, karena dengan nikah inilah seseorang bisa terjaga dirinya dari apa yang diharamkan Allah. Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong untuk mempercepat nikah, mempermudah jalan untuknya dan memberantas kendala-kendalanya.
Nikah merupakan jalan fitrah yang bisa menuntaskan gejolak biologis dalam diri manusia, demi mengangkat cita-cita luhur yang kemudian dari persilangan syar’i tersebut sepasang suami istri dapat menghasilkan keturunan, hingga dengan perannya kemakmuran bumi ini menjadi semakin semarak.
Melalui risalah singkat ini. Anda diajak untuk bisa mempelajari dan menyelami tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh nuansa. Anda akan diajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang berkepanjangan dan melelahkan.
Mestikah kita bergelimang dengan kesombongan dan kedurhakaan hanya lantaran sebuah pernikahan ..?
Na’udzu billahi min dzalik.
Wallahu musta’an.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/nasihat-pernikahan-/10150132046721042
Rela Pada Ketentuan Allah
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Oleh: Imam Asy-Syafi’i
Biarkanlah hari-hari berbuat
semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir
menimpa
Jangan berkeluh-kesah atas musibah
di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka
bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam
menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati
janji
Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua
Jangan pernah terlihat lemah di depan
musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh
menertawaimu
Jangan berharap dari orang kikir
kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang
kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja
wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki
seseorang
Tiada kesedihan yang kekal tidak
pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak
pula kemudahan
Jika engkau berhati puas dan mudah
menerima
Sungguh, antara engkau dan raja
dunia tiada beda
Barangsiapa kematian datang
menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya
Bumi Allah begitu lapang luas
membentang
Namun seakan sempit kala ajal
menjelang
Biarkanlah hari-hari ingkar janji
setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan
obat
SAHABAT HATI
Mengapa harus menanti hingga senja membungkuk, dikendali tongkat penuntun sisa hidup dengan kening keriput dan rambut kusut yang berselimut kabut
Apa cuma sekedar istilah yang tertera sebagai seorang pengikut, penganut atau pemeluk...?
sahabat hatiku...
Beruntunglah engkau yang sedari dini telah dituntun oleh agama yang selalu menyelimuti hatimu disetiap waktu.
Sahabat hatiku...
jalan ini terjal dan berliku, sedang perjalanan hidup ini adalah buah langkah dari akal dan nurani kita...
coba bayangkan sejenak akan sirotol mustaqim yang hanya sehelai rambut itu...
apa kita sanggup melewati sampai ujung penantian itu, jika langkah kita hanya untuk ambisi akan harta dan kedudukan yang berbelok arah.
jalan masih terbuka lebar untuk mencari sahabat kebenaran dan berbuat kebajikkan,
sahabat hatiku...
beruntunglah engkau yang telah diluruskan oleh akal dan nuranimu..
Memang begitu mudah mulut ini berucap...
Pada panorama yang bermain dipelupuk mata,
Pada puisi yang bernyanyi di dalam pikiran, atau tentang kebijaksanaan yang menawan hati
Sahabat hatiku...
semoga senyum kita akan seirama, bila hari-hari kita dihiasi oleh rasa malu akan dosa.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/sahabat-hati/10150131999001042
" Tip Merawat Jilbab "
*Untuk semua jenis jilbab jangan pernah mencuci-nya dengan mesin cuci.Karena akan merusak dacron atau busa di kepala untuk jilbab yang bermodel bergo dan merusak bahan jilbab untuk jenis bahan sutra atau katun .Cukup digosok-gosok saja dengan tangan dan tidak perlu disikat..
* Untuk jilbab yang berbahan sutra jangan pernah mencucinya dengan detergen atau sabun cuci,gunakanlah shampo.Caranya dengan mencelupkan jilbab pada air yang telah diberi shampo.Biarkan sesaat dan tidak perlu diperas pada saat menjemurnya..
* Apapun bahan dari jilbab tersebut,jangan lupa untuk menjemur dengan posisi bagian dalamnya yang diluar dan jemur di tempat yang teduh,hindari menjemur di bawah terik matahari langsung..Agar warna jilbab tidak cepat memudar..
* Pada saat menyetrika jilbab jangan pernah pula menyetrika dacron atau busanya untuk jilbab yang berbentuk bergo,karena akan merusak bentuk dacron dan jangan menggunakan setrika yang panas untuk berbagai jenis bahan jilbab..
http://www.facebook.com/notes/melati/-tip-merawat-jilbab-/182259465145770
Nila Jangan Menangis
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Apa kabar ukhti, Pelangi nila kecil yang cantik..? aku yakin, ukhti akan selalu dalam kondisi prima. Karena pikiran positif ukhti yang hebat dapat menyingkirkan kesedihan dan jutaan tekanan.
Nila, Ukhtiku yg cantik…
tahukah hal special yang kau miliki…? Sungguh..aku melihat senyummu hari ini begitu menyejukkan, menggetarkan jiwa dan menghangatkan hati tiap insan di seluruh dunia. Kau bisa membius jutaan manusia dengan semangat tinggimu, idealismemu dan keteguhan cita-citamu. Dan, karena itulah…aku mencintaimu.
Nila, Ukhtiku yg manja…
aku selalu merindukanmu. Karena engkau begitu istimewa.
Kau pandai tersenyum, pandai menyiram hati-hati yang resah dengan candamu yg kadang kelewat guyon buatku…dan engkau memiliki semangat hidup yang tinggi!
Kau begitu tegar juga istiqomah.
Dan, aku akan selalu mencintaimu. Cintaku padamu seperti sang surya yang tak akan redup menyinari bumi. Dan bumi itu adalah dirimu, wahai ukhtiku.
Nila, Ukhtiku yg cerdas…
Kau memiliki segudang prestasi yang begitu memesona.
Tulisan2mu indah dan bermakna dalam..
Kata-katamu yang indah, dapat menenggelamkanku dalam ketenangan.
Kau adalah wanita penyebar cinta yang kumiliki.
Lidahmu bergumam dengan lembut, suaramu halus seperti sutra. Dan, aku mencintaimu dengan cinta yang penuh kerinduan.
Nila, Ukhtiku yg kini pendiam…
Aku melihat dirimu penuh rasa percaya diri.
Meskipun kini entah mengapa engkau terlihat lebih pendiam dari biasanya, aku yakin..ukhti dapat menjadi ukhtiku yang dulu lagi. Ukhti yang penuh semangat, juga menjadi ukhtiku yang memiliki impian yang sangat membara!!!
Nila...Jangan menangis!!! Jika ukhti merasa begitu kesepian,ingatlah bahwa ada aku disini.
Aku akan selalu menjagamu dan memberimu sandaran.
Air matamu adalah duri dalam batinku, jadi…janganlah menangis…!!!
Kesepianmu, akan aku basuh dengan melodi cintaku padamu. Hingga engkau bias tersenyum dan terjaga dari mimpi-mimpi pesimis yang menidurkan pikiranmu.
Ukhti nila..
Ketahuilah, bahwa ukhti memiliki impian yang jelas, ukhti kini tinggal bergerak!!! Dan memulai langkah demi langkah untuk mencapai cita-cita..
Dan, sungguh…cita-cita ukhti begitu tinggi…
Aku salut padamu..wahai ukhtiku.
Jika engkau butuh teman bicara, maka bicaralah denganku. Aku, akan sangat ikhlas jika mampu mendengar keluh kesahmu. Menulislah di dadaku, tumpahkanlah kepedihan hatimu jika engkau merasa letih menjalankan semua langkah yang engkau strategikan untuk meraih impianmu. Sungguh…wahai ukhtiku, aku akan selalu disini…DISAMPINGMU…dan akan terus menggenggam jemarimu dengan hangat…memberimu motivasi hidup…juga memberi pelukan penuh kasih sayang hingga engkau bangkit dari kesendirian.
Nila, Ukhtiku…
Aku tahu, jalanmu terlalu berat untuk dipikul. Jalanmu itu…penuh duri, keraguan, air mata dan rintangan. Namun…aku yakin, ukhti pasti bisa!!!! Ukhti PASTI BISA melangkah di jalan itu!!! Dan, aku yakin…ukhti akan menemukan harta karun yang mewah ketika ukhti telah sampai di garis finish impianmu.
Nila..Jangan mengeluh!!! Karena aku akan sangat sedih.
Wajahmu yang manis, sangat tidak pantas dihiasi dengan keluhan, cercaan dan keputusasaan. Wajahmu yang teduh itu…hanya pantas dilukis dengan semangat tinggi, motivasi hidup, dan keteguhan yang kokoh.
Nila..
Ingat!!! Jangan berhenti melangkah sampai garis finish.!!!!!!!!!
Dan, jika engkau lelah…beristirahatlah dulu sejenak di dalam pelukanku, menangislah jika engkau ingin. Aku…akan mengelus rambut halusmu. Dan, mengecup pipimu. Memberi ketenangan hingga engkau bangkit. Dan berjalan lagi…mendaki gunung cita-citamu. Ketahuilah wahai ukhtiku, bahwa…engkau pasti bisa menggapai apa yang engkau cita-citakan.
Jangan dengar suara- suara yang membuatmu putus asa!!! Tuli lah jika engkau mendengar kata-kata pesimis!!! Dan, bisu lah…dari mengatakan kata-kata keluh kesah!!!
Karena, aku akan sangat sedih jika ukhti melakukan hal itu…
Nila, Ukhtiku yg sederhana…
Kini, aku tengah merindukanmu!
Aku…disini, tengah menunggumu!!!
Di puncak gunung impianmu, aku berdiri…
Menanti kehadiranmu. Kemarilah!!! Aku sungguh tak sabar!!! Berlalrilah wahai ukhtiku!!
Ingin sekali aku mengecup pipi merah jambumu. Memelukmu dan mengusap rambut halusmu.
Tapi…berhati-hatilah…wahai ukhtiku..
Jalan yang kau tempuh begitu banyak rintangan!! Duri, lubang, hingga jebakan mematikan akan mengintaimu…
Namun, aku sangat yakin…
Cintamu padaku, akan menghantarkanku padamu.
Kemarilah ukhtiku…!!!
Bantulah aku menyentuh jemarimu!!…aku ingin sekali mengusap pipimu…bantulah aku mewujudkan impianku, untuk berjumpa denganmu…
Nila..
Sekarang, aku hanya bisa melihatmu dari tempat yang sangat jauh…
Namun, karena keteguhan hatimu, juga semangatmu yang tinggi…engkau tetap berjalan menuju tubuhku.
Ingatlah…bahwa aku akan selalu menyemangatimu!!!
Jika ukhti sedih, kecewa dan putus asa…ingatlah diriku!!
Aku…akan membantu mengusir kegundahan hatimu..
Nila, Ukhti pelangiku yang manis..
Engkau adalah perpaduan BIRU dan UNGU..
Bila warna nila hilang dari pusaran 7 warna pelangi
Maka warna biru akan pudar, dan warna ungu akan meredup
Sehingga warna pelangi yg lainpun akan kehilangan keindahannya..
Jangan..jangan samapai itu trjadi..
Tetap tersenyumlah!!! Meskipun, jalanmu terlalu sulit untuk di daki…
Dan, tetap bersemangatlah…
Karena aku yakin…
Engkau akan memeluk tubuhku.Di suatu saat nanti.
Salam rindu yang sangat dalam..
Dari cita-citamu.
Barakallahufikum
Wassalam…
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-nila-jangan-menangis/193220477373274
Jumat, 25 Februari 2011
Inikah Cinta ( ? )
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Hoho..kalau bicara soal Love-love an kita semua pasti semangat yach? Siapa yg tidak semangat ngomongin cinta coba unjuk gigi..? :D
Rasanya hanya orang yang lagi patah hati yg lagi bosan ngomongin cinta, iya kan ayo ngaku?? :).
Anak TeKa saja sudah pada kenal cinta, apalagi orang dewasa seperti dirimu-dirimu yg udah makan garam lautan *emang ada..?*. Kata orang CINTA itu seperti orang makan nasi. Orang boleh bosan makan nasi, tapi cuma bertahan satu atau dua hari saja, setelah itu ia akan kembali memilih nasi daripada jagung hehe..:p
Ada beberapa pepatah bijak yg maknanya dipelesetkan gak jelas berikut:
1. Siapa yang cintanya sangat mendalam, tidak pernah menjadi tua.
Dan buktinya, kakek2pun masih banyak yg doyan 'daun muda'..*emangnya kambing? :D*. begitupun ibu-ibu tua yg bisa dibilang nenek2 juga masih banyak yg nyari 'brondong'. Mereka menganggap bahwa fisik dan umur boleh tua, tapi semangat tetap muda..hoho, nah lo??
2. Karena sentuhan cinta, tiap orang bisa jadi penyair.
Buktinyapun banyak, anak2 kecil sudah pintar bikin puisi cinta. Mereka2 yang belum pernah jatuh cinta, ketika pertama kali jatuh hati, maka mendadak dirinya bisa menjadi pujangga dalam semalam. Puisi2 cinta merekapun laku laris kayak kacang goreng via sms atau tulisan tangan yg dikirimkan kepada orang terkasih.
3. Kalau cinta sudah melekat, dunia terasa milik berdua.
Dan buktinya lebih banyak lagi: Anak2 muda yg berpacaran asik di mall-mall, meski ribuan pasang mata melihatnya risih atau berkali-kali teguran dilontarkan, tapi tetap saja seolah mata buta dan telinga tuli. tul gak..? Dunia benar2 terasa milik mereka berdua. * Lalu Allah kau kemanain heh..?? !*. Lah kok diriku yg jadi emosi gini yak hehe..:)
Bay the way alias ngemeng-ngemeng..., Siapa menanam bibit CINTA, orang lain akan mencium aromanya. Titik-titik wangi akan keluar dari liang-liang hati. Langkahpun terasa ringan. Semua Nampak mudah. Tapi, jalan menuju CINTA sama misterinya dengan CINTA itu sendiri. Adakah kita semua setuju dengan ungkapan ini? Saya setuju…kenapa?
Cinta itu…cinta ini…realiti cinta macam ini…orang kata kalau kita bercinta…hmm..rata-rata, dimana-mana semuanya tak lari daripada perkataan CINTA. Remaja terutamanya, sibuk dengan hal cinta. Tak percaya? Tengok di sekeliling anda sekarang? Dengan siapa mereka sekarang? Apa yang mereka bualkan sekarang? Tak banyak, pasti ada juga sedikit yang mereka bualkan tentang CINTA. CINTA. CINTA.
Di televisi sinetron-sinetron picisan 90% semua bertemakan cinta, di novel2 islami pun selalu terselip bumbu cinta diantara para tokohnya.
Apa yang ada dengan cinta sehingga begitu sibuk semua orang sedang memperbincangkan itu? Ada apa dengan CINTA mereka itu? Rahasia apa yang hebat sangat, sehingga semuanya membicarakan tentang CINTA? CINTA? CINTA?!
Sebuah perkataan yang mampu membahagiakan, mampu merusakkan, mampu membuatkan seseorang menemui kejayaan dan juga mampu membuatkan seseorang manusia menjadi insan yang paling rugi. Hebatnya CINTA ini kan? Memang tak dinafikan CINTA adalah segalanya.
Sehingga muncullah kata2 dan istilah2 untuk cinta yang model kacang goreng laku keras di wall FB, di sms2, di telpon, bahkan di stiker2 yg menempel di kendaraan mereka.
Inilah istilah2 tersebut:
( kata2 dalam tanda * adalah jawabanku...:D )
1) Bila rindu ku sebut namamu * lagi ngigau kale *
2) Sehari tak jumpa bagaikan setahun *sotoy.com *
3) Demi cintaku padamu, 7 gunung sanggup ku daki, lautan api sanggup kurenangi * emang bisa..?:p*
4) Everything I do, I do it for you * baru belajar bhasa inggris, cuma kata itu yg dia bisa *
5) Keranamu..makan tak kenyang, tidur tak nyenyak, mandi tak basah *bukan manusia kale ya..*
6) Jika tak percaya, belah lah dadaku, tanya hatiku..?? * lho, isi dadanya panu semua..*
7) Kau kekasihku yg pertama dan terakhir * gombalisasi banget...*
8) Kau adalah nyawaku * Kalau kuminta nyawamu,boleh..?*
9) Aku tak bisa hidup tanpamu! * Iyalah,dia tempat kamu ngutang klo lagi bokek...*
10) Tanpamu siapalah aku * Kamu anaknya bapak sama ibumu...*
11) Kalau sudah didekatmu, tahi kambingpun rasa coklat... *Kalo yg ini mah tambahan dari orang stress..:D*
Pernah dengar semua kalimat itu kan? Atau sudah biasa sangat dengarnya kan? Ungkapan-ungkapan inilah yang biasa dikatakan oleh remaja-remaja, anak-anak muda sekarang, bahkan yang lebih tepat adalah sahabat-sahabat kita. Dengar saja ungkapan ini, kita sudah bahagia dengan alam maya kita langsung mambayangkan kebahagiaan yang tak terhingga. Sehingga icha berikan jawaban yg lebih indah dalam tanda (*) tersebut..:D
Astaghfirullah…ayuhlah sahabat semua, apa yang kita dapat berada dalam alam fantasi yang kita cipta sendiri? Apakah jaminan yang kita peroleh? Adakah kebahagiaan yang berlandaskan duniawi semata dan melupakan tentang akhirat itu akan kekal bahagia? Saya amat yakin semuanya sudah pasti dengan jawabannya…TIDAK AKAN KEKAL…
Ayuh kita sama-sama tanya pada diri kita, tanya pada HATI kita tentang CINTA kita nih. Benarkah CINTA yang kita rasakan ni? Apa ini CINTA yang kita inginkan untuk bekalan kita sehingga ke akhir hayat kita? Yakinkah kita dengan CINTA kita sekarang ni? Ayuh saya mengajak semua untuk fikirkan semula tentang CINTA, hayati CINTA dengan sebenar-benar penghayatan.
Terimaksih dan alhamdulillah, Yuk Mari...^.^
Yang mau tertawa silahkan..
Yang mau mengkritik silahkan..
Yang mau protes silahkan..
Semuanya diabaikan..haha..bercanda, kayak gak tahu icha aja.. ^.^
Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum…
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-inikah-cinta-/192962044065784
Dia yang Membuatku Kuat
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============================
Bicara masalah kuat, sebenarnya definisi kuat bagi tiap individu berbeda. Begitu pula kadar kekuatan itu sendiri. Kalau aku, entahlah, apakah aku termasuk orang yang cukup kuat untuk menghadapi segala macam asam, manis, pahit, seluk beluk kehidupan. Tak jarang, ketika sedikit cobaan menerpa, walau itu hanya hembusan angin yang memang sedikit kencang, hujan airmata turun dengan derasnya, ditambah dengan petir isakkan yang memekakkan telingan, sungguh tak sebanding dengan angin yang hanya berhembus sedikit kencang itu.
Bicara masalah kuat, entahlah, apakah aku, apalagi dia, kuat bergelut dengan waktu yang sungguh masih terbentang begitu panjangnya. Ketika kami, memang, dan sudah taqdirNya lah terpisah oleh 2 makhluk yang bernama ruang dan waktu. Mungkin kalian sudah teramat sering mendengar, membaca, puisi ataupun lirik lagu yang menyebutkan dua makhluk tersebut di dalamnya. Tapi bagiku, dua makhluk itu tak hanya sekedar kata-kata, pengisi kosong dalam lirik lagu dan tulisan yang berbau cinta, atau kerinduan antara dua manusia yang merengek untuk bersua. Tidak. Karna dua kata itulah yang menjadi saksi kunci diantara aku dan dia. Faktor tak terelakkan yang membuat kami sengsara. Sungguh. Kalaupun dirinya tidak, tapi diriku iya.
Mungkin kalian berpikir, menggeleng lemah, tak mengerti apa yang sedang ku katakan, apa yang sedang kujabarkan. Memang. Aku menarikan jariku di atas keyboard ini juga dengan hati bingung, bertanya, sebenarnya aku sedang menulis apa?
Hanya ingin mencurahkan isi hati yang aku tak tahu bagaimana caranya. Cari perhatian? mungkin... Yang pasti aku sedang ingin menulis, mencurahkan apa yang ada di dalam hati, walaupun mungkin tak cocok dengan apa yang kurasakan.
Kalo memang taqdirku,
Insya Allah, jadi, sobat...
Jadi, insya Allah..
Jadi...
Jadi...
Jadi...
Insya Allah...
Kata-kata itu yang terus mengiang di benakku kala percakapan kami waktu itu. Menguatkan? Mungkin. Aku tak tahu apa maksud dari kata-katanya itu. Yang kuingat, intonasi nada pada kata-katanya itu lah yang membuatku meneteskan airmata saat itu juga. Ada nada optimis, dan itu tadi.. kuat.. menguatkan.
Yang paling penting doa dan usaha,
Kita serahkan semua padaNya,
Biar tenang...
Ah, saat itu juga kau tahu, andai perasaan itu terus ada di jiwa setiap manusia. Berani bertaruh, tak akan ada pernah kejahatan di dunia ini, sungguh. Cinta, Keikhlasan, Ketaatan, dan Kepasrahan pada Rabb kami yang telah menciptakan. Khawatir yang ada, berganti dengan keyakinan yang melegakan, sungguh, aku tidak berbohong.
Dengan KUATt, sakit hati akan hilang. Dengan KUAT, kebencian yang mengakar akan tumbang sendirinya. Dengan KUAT, jika dia memang salah satu dari sekian panjang skenario sandiwara kehidupanku di dunia ini, aku bisa menerimanya dengan ikhlas, patuh, dan mencintainya karena sang sutradara kehidupan. Dengan KUAT, ketika dia memang bukan taqdirku dan suatu hari percakapan itu akan terngiang kembali dan mengundang tangis, aku bisa tersenyum lega dan bahagia, karena kami sudah memasrahkan semua padaNya, membentengi hati kami dengan baja, membuat kami kuat, dari sesuatu yang sesungguhnya teramat lembut. Cinta...
Aku persembahkan tulisan ini, untuk orang yang sudah membuatku jatuh cinta *nyari ribut tuh orang bikin gw jungkir balik susah makan dan tidur! *, juga sudah membuatku kuat, plussss mengajariku arti Iman yang ke-6 dengan sesungguhnya.. Uhibbuk Fillah.. *tsaaah, bahasaku udah kayak pujangga ternama ajeh :p*
Kuberi tahu satu rahasia padamu kawan
Buah paling manis dari berani bermimpi adalah :
Kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya...
Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum…
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-dia-yang-membuatku-kuat/192924064069582
4 Rahasia Wanita Muslimah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualiakum warahmatullahi wabarakatuh
=============================
Duhai saudariku, kupersembahkan senandung gerakan ujung penaku ini untukmu yang ingin merasakan indah dan paripurnanya risalah langit dari Allah ‘azza wajalla agar bertambah dan semakin kokoh hasratmu dalam menikmati posisimu sebagai kaum hawa..
Segala puji bagi Allah ‘azza wajalla yang telah menyempurnakan langit tanpa tiang dan menjadikan taburan bintang sebagai pelengkap indah dan pesonanya.
Semoga shalawat dan salam tetap tercurah teruntuk sosok yang begitu mulia dan dicinta penduduk bumi dan langit, dialah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam..
Inilah kupersembahkan padamu duhai ukhti fillah, 4 kelebihan wanita muslimah sepertimu:
1. Makhluk Mulia nan Penuh Misteri….
Hal pertama yang kukabarkan padamu bahwa engkau adalah sosok yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya. Namun kukatakan pula bahwa engkau adalah makhluk nan penuh misteri. Lihatlah disana literatur-literatur bertumpuk membahas tentangmu sebagai makhluk yang berbeda dengan kaum adam.
Engkaulah topik yang menjadi inspirasi sekaligus menjadi kuncup-kuncup nan mempesona dalam menggerakkan pena dan tinta para penulis. Sekiranya seluruh pendapat dan pandangan yang tertuju padamu dihimpun menjadi satu maka tidak akan pernah tertampung dalam buku tebal nan berjilid-jilid. Dan tentu saja wahai belahan jiwa kaum adam, pembicaraan tentangmu tidak akan pernah gersang atau pun usang seiring musim silih berganti..
2. Pecahan-pecahan Emosional yang Menenteramkan….
Duhai saudariku yang mulia..
Ketika aku berbicara tentang kaum hawa maka aku sedang menyelami sisi emosional yang umumnya dijadikan pijakan dalam berpikir oleh kaum hawa sendiri, bukan dengan nalar. Kukatakan demikian karena Allah telah menganugerahkanmu sisi emosional yang lebih dominan daripada nalar. Sisi emosional ini pun bereaksi lebih cepat dari nalar. Porsi emosional yang ada pada kaum hawa pula lebih besar dibanding yang ada pada kaum kami laki-laki. Adakah Allah ‘azza wajalla menzalimi kita dengan perbedaan porsi tersebut??
Aku harap engkau mampu menemukan jawabannya dengan menyusuri untaian kalimatku sehingga bertambah kecintaanmu pada Allah. Bertambah kekuatanmu dalam manghadapi ganasnya badai di samudera kehidupan dan bertambah pula kekokohan pribadimu bak karang yang tak goyah dihempas ombak..
3. Curahan Kasih Sayang yang Mengharukan…
Penaku selanjutnya akan mengajakmu berkunjung ke negeri Mesir di zaman Fir’aun. Dialah seorang raja yang memerintahkan pengawalnya untuk membunuh seluruh bayi laki-laki yang lahir saat itu. Maka ibunda Musa khawatir akan putranya yaitu nabi Musa kecil nan mungil. Lalu, Najiyah, ibunda musa menuliskan kalimat-kalimat pada setiap pojok peti berbentuk kubus yang didalamnya berisi musa kecil. Peti itu akan dihanyutkan di sungai guna menyelamatkan anaknya.
Di sisi pertama ia menulis: “duhai Rabb, kuletakkan sambungan jiwaku dalam peti ini, seperti yang Kau perintahkan.”
Di sisi kedua ia menulis: ”ya Rabb, kuhanyutkan buah hatiku ke sungai, seperti yang Kau perintahkan.”
Di sisi ketiga ia menulis: ”ya Rabb, arus sungai akan membawa jantung hatiku ke tepian, seperti yang Kau perintahkan.”
Pada sisi keempat ia menulis: ”ya Rabb, kembalikanlah dia kepadaku, seperti yang Kau perintahkan.”
Selanjutnya pada sisi penutup peti, ia menulis: ”ya Rabb, jadikanlah ia rasul-Mu, seperi yang Engkau janjikan.” Lalu berlinaglah air mata cinta. Berdukalah hati yang tengah tersayat. Duh penaku tak sanggup lagi berkisah.
Saudariku,..
Lihatlah Najiyah, ibunda Musa, dengan perasaan keibuannya yang begitu tinggi, ia rela menghanyutkan sang putra di sungai agar selamat dari kekejaman Fir’aun. Tentulah gesekan-gesekan gelombang cinta dalam jiwanya sedang berkecamuk untuk menolak tindakannya itu. Namun apalah daya. Akankah naluri keibuannya tega melihat leher putranya mengalirkan darah??? Tidak, tidak, tidak.. Musa kecil harus seger diselamatkan.
Itulah salah satu luapan sisi emosional kaum hawa yang Allah anugerahkan dengan porsi yang dominan daripada kaum adam.
4. Percikan Bahagia Penuh Cinta…
Dengan anugerah sisi emosional yang dominan, engkau akan mampu bersikap penuh perasaan dan kasih sayang terhadap suamimu. Engkau mampu mengusap air mata suamimu yang berlinang karena sedih lalu menggantikannya dengan senyum dan tawa bahagia, menghilangkan duka dan lara,. Engkau mampu memberikan sentuhan lembut kala raga begitu lelah berterik mentari di arena kehidupan, lalu menggantikan dengan sejuk jiwamu. Engkau akan cantik dan bak permata akan menyenangkan mata suamimu terkasih dan tentu saja menjadi perhiasan terindah yang menjadi dambaan lelaki, lalu surgapun engkau dapatkan.
Engkau pula (dengan sisi emosionalmu) akan mendidik makhluk Allah yang mungil baik dari kaummu sendiri maupun dari kaum lelaki. Engkau akan mendidik mereka menjadi kesatria-kesatria tangguh dan berilmu syar’i. Mereka akan berteriak dari masa depan yang cerah dengan berkata :
“ibuuuuuu, aku telah menghafal al-qur’an,”
“Buuuundaaaa, anakmu ini udah menghafal hadist-hadist nabi-Nya,”
“aku sudah fasih berbicara bahasa arab, mamaaaa.”
“Umiiiii, aku ingin tinggal di surga..”
Subhanallah ukhtiku.., engkau begitu agung. Namun ma’afkan aku, tarian penaku harus terhenti disini karena hitam bola mataku mulai berkaca.
Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-4-rahasia-wanita-muslimah/192414357453886
Sebuah RENUNGAN
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Setelah Qiyammul lail tadi malam…, ditengah keheningan malam…coba diri ini merenung…tentang :
1. Kepala kita!
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia?
2. Mata kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Telinga Kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Hidung Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat mendambakan cinta bunda dan ayahnya?
5. Mulut kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Tangan Kita!
Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa, membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang yang tak berdaya?
7. Kaki Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Dada Kita!
Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?
9. Perut kita!
Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?
10. Diri kita!
Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?
Hatim Al-Asham Rahimahullah berkata; Barangsiapa yg hatinya tidak mengingat empat bahaya, maka dia akan tertipu dan tidak ada harapan untuk bisa sembuh:
Pertama: Bahaya hari pengambilan sumpah ketika Allah Ta’Ala berfirman ( dalam hadist Qudsi ): “ Mereka di surga dan AKU tidak mempedulikannya, mereka di neraka dan AKU pun tidak mempedulikannya. Sementara dia tidak mengetahui di golongan manakah dia akan berada?”
Kedua: Ketika diciptakan dalam kegelapan yang tiga: Malaikat diseru untuk menuliskan kesengsaraan dan kebahagiaan, dan dia tidak tahu apakah dari golongan yg celaka ataukah dari golongan yg bahagia?
Ketiga: Disebutkan kedahsyatan Hari Kebangkitan, sementara dia tidak tahu apakah diberi kabar gembira dengan keridhoan Allah atau dengan murkaNya?
Keempat: Pada hari manusia bangkit dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, sedangkan dia tidak mengetahui jalan mana yg harus ditempuhnya?
Wahai manusia..
Jadilah kamu merasa diawasi oleh Dzat yang kamu tidak bisa bersembunyi dariNya !
Persembahkan syukurmu kepada yang membantumu dengan nikmat-nikmatNya !
Jadikanlah tangismu sesuai dengan yang hilang darimu !
Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
wassalamualiakum
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/sebuah-renungan/192115184150470
Suka Malu Sendiri Atas Doa Yang Kita Panjatkan
"Mengapa doa-doa saya belum terkabulkan setelah sekian lama?" tanya
seorang jemaah kepada gurunya. Sang guru berdehem. Ia bukannya gak mau
jawab, tapi pertanyaan ini sudah berulang kali ia terima dari jemaah
pengajian seputar masalah yang tidak jauh berbeda, yakni tentang kapan
Allah mengijabah doa.
Rasanya sudah banyak jawaban yang pernah diutarakan oleh sang ustadz,
namun kali ini ia harus mencari cara lain untuk bisa membuat jemaah ini
mengerti, paham dan selalu husnuzhon kepada Allah Swt.
"Memang
sering kita berdoa kepada Allah, namun sepertinya Allah Swt belum juga
memenuhi hajat kita" jelas sang ustadz membuka jawaban.
"Namun
ketahuilah bahwa banyak orang meminta harta yang banyak kepada Allah
Swt dalam doanya. Ada juga yang minta agar naik jabatan. Ada pula yang
berdoa agar diberikan jodoh yang cantik, sholihah, dan lain sebagainya.
Belum lagi permintaan ini dan itu sepuas hati mereka! Tidak sedikit
manusia yang berdoa kepada Allah Swt dengan nafsu syahwat mereka...
Segala hal terbaik ingin mereka minta, sebab ia percaya bahwa Allah
Sang Pemberi Anugerah akan sangat mudah mengabulkan permintaan
mereka.... Namun sayang mereka maunya menang sendiri. Selalu minta,
namun jarang memberi! Minta yang manis, tidak mau yang pahit! Padahal
mereka belum mengerti bahwa kalau saja Allah Swt memberi apa yang
mereka inginkan, belum tentu hal itu membawa kebaikan untuk mereka...."
jelas pak ustadz.
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui. (QS. 2:216)
Itulah sifat manusia yang mengira bahwa
mereka suka berdoa untuk diberikan anugerah apa yang mereka kira baik,
padahal Allah Swt mengijabah doa mereka dengan tidak mengabulkan
permintaannya!
Coba anda bayangkan, apabila setiap makhluk Allah
Swt ciptakan semuanya kaya raya seperti yang mereka inginkan, apa
jadinya dunia ini?!
Betapa banyak manusia yang ingin mendapatkan
jabatan. Ia mengira bahwa bila ia menjabat ia akan banyak melakukan
kebaikan, namun begitu diberikan rupanya ia tidak siap menerimanya
sehingga jabatan bukan lagi sebagai anugerah, namun menjadi musibah.
Maka
makna yang terpenting yang harus menjadi pelajaran bagi kita adalah
bagaimana kita bisa senantiasa menyetel hati & pikiran kita untuk
senantiasa ridha atas keputusan Allah Swt.
Mau Allah Swt buat
hidup kita lapang atau sempit, kita selalu berucap hamdalah. Mau Dia
Swt bikin hidup kita senang or susah, gak ada masalah. Atau Allah Swt
angkat derajat kita kemudian ia jatuhkanpun juga gak apa-apa. Yang
penting asal Allah Swt ridho kepada kita, maka kita pun juga akan
selalu ridha kepada-Nya.
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/suka-malu-sendiri-atas-doa-yang-kita-panjatkan/191159427570380
MENJOMBLO ADALAH PILIHAN,,( Terkait Agar Jomblo Tetap PD)
kebanyakan manusia tidak begitu saja
menempuh jalan yang disyariatkan
penciptanya. kadang mereka membuat
aturan sendiri pada beberapa masalah.
pada masalah menjalin hubungan dengan
lawan jenis ini kebanyakan manusia
menepuh jalan awal pernikahan dengan
pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan
sang pencipta.
Melalui pacaran, pasangan yang
berpacaran berharap bisa mengenal
kepribadian dan seluk-beluk pasangannya
sebelum akhirnya memutuskan untuk
menempuh hidup bersama.
walaupun lazim dilakukan manusia saat
ini, ada juga yang tidak mengambil jalan
pacaran ini, mereka menjadi generasi
muda tanpa pacar dan hidup tanpa
pacaran, bahasa gaul saat ini mencap
mereka dengan gelar jomblo. beberapa
macam alasan saat orang mengambil
pilihan untuk menjadi jomblo.
1. Studi dulu
sebagian anak muda merasa sadar akan
pentingnya ilmu yang harus ia pelajari,
sehingga mereka menunda masalah hubungan
dengan lawan jenis dengan alasan karena
masih sekolah/kuliah.
tidak bisa dipungkiri hubungan dengan
lawan jenis berpotensi untuk mengganggu
konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar
pacaran.
2. Kerja dulu
kebanyakan orang tua juga setuju dengan
alasan ini jika anaknya menjomblo. biar
kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa
memberi makan anak orang, setelah itu
silahkan pacaran!, demikianlah.
orientasi bekerja tentu saja mencari
penghasilan. dengan demikian, yang belum
bekerja dan tak ingin merepotkan orang
tuanya mengambil alasan ini untuk tidak
berpacaran.
3. Tidak laku-laku
orang yang seperti ini termasuk kategori
menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka
tidak memilih untuk menjomblo. jadi
jangan terkejut jika yang seperti ini
masih giat mencari lawan jenis untuk
dijadikan pacar, kalau ada yang mau,
ya… ayo…!.
4. Malu kepada lawan jenis
ini alasan yang berhubungan dengan
kepribadian, pada dasarnya malu adalah
sikap terpuji, dalam banyak hal
seharusnya kita mempunyai akhlak malu
ini.
dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu
seharusnya lebih dikedepankan dan inilah
sifat yang terpuji di mata syariat.
namun, adanya malu pada seseorang bisa
jadi bukan karena orang itu sadar
syariat, tetapi karena merasa tidak
percaya diri, malu yang seperti ini bisa
hilang ketika suatu saat
kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi.
jadi jangan heran jika tiba-tiba si
pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan
lawan jenis setelah kelemahannya
teratasi.
5. Karena ALLOH subhanahu wata’ala
Alhamdulillah inilah alasan yang tepat,
mengapa menjomblo? karena pacaran tidak
disyariatkan dan sarat maksiat.
memang ketika ingin menikah harus
mengenal dan mengetahui calon pasangan
hidup, namun pacaran bukanlah cara yang
mesti ditempuh. informasi mengenai calon
pasangan hidup bisa diperoleh lewat
sumber yang terpercaya; keluarganya,
teman dekat maupun saudaranya tanpa
harus mendekati si dia.
Anda Termasuk Yang Mana..???
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/menjomblo-adalah-pilihan-terkait-agar-jomblo-tetap-pd/190070451012611
AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri)
. Niatkan karena Alloh subhanahu
wata’ala
inilah yang menyebabkan kita jadi
percaya diri dalam status jomblo,
ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang
terjerumus dalam pacaran. insyaalloh
dengan berbekal niat seperti ini kita
memperoleh pahala dari alloh subhanahu
wata’ala, sebab, kita meninggalkan
perbuatan maksiat dalam rangka
mendapatkan keridhoannya.
2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah
maksiat
di dalam pacaran ada serangkaian
aktivitas maksiat yang mengantarkan
pelakunya pada perbuatan zina. mulai
dari melihat, memegang, bersepi-sepi,
dst. yakini bahwa pacaran adalah
perbuatan munkar, sehingga kita pun
tenang mengatakan “alhamdulillah , aku
jomblo”.
3. Tenang dengan takdir Alloh subhanahu
wata’ala
fitrah manusia memang selalu tertarik
dengan lawan jenisnya, keinginan untuk
menyalurkan ketertarikan kepada lawan
jenis adalah sesuatu yang manusiawi.
namun jangan sampai hal ini membuat kita
menempuh jala yang dilarang alloh
subhanahu wata’ala. yakinlah dengan
takdir alloh subhanahu wata’ala, bahwa
masa-masa itu akan datang (pernikahan).
4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih
gunakan setiap waktu yang diberikan oleh
alloh subhanahu wata’ala dengan
memperbanyak amalan sholih yang sesuai.
misalnya puasa sunnah, sholat malam,
menghafal al-qur’an, birrul walidain
dsb. kesibukan dalam hal kebaikan ini
akan memupus keinginan hati terhadap
hal-hal yang dimurkai oleh alloh
subhanahu wata’ala.
5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin
jangan sampai waktu yang ada kita
gunakan untuk hal-hal yang tidak
bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita,
waktu luang yang tidak dimanfaatkan
dengan baik merupakan penyakit berbahaya
bagi pemikiran, akal dan badan.
6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal
yang mendorong untuk berpacaran
hati manusia itu lemah, bila dorongan
untuk melakukan maksiat begitu besar
maka seseorang akan mudah terpengaruh
dalam perbuatan maksiat, dorongan itu
bisa berasal dari tontonan, bacaan,
lingkungan, yang dorongan tadi mesti
ditepis jauhjauh dengan menghindari
sebab.
disisi lain, sepantasnya kita berusaha
untuk mencari bacaan, tontonan dan
lingkungan yang mendorong kita untuk
semakin taat kepada alloh subhanahu
wata’ala.
TIPS “PACARAN YANG ISLAMI”
1. Jangan
berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita
(jadi bertiga)
“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]
“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)
2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya
“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]
3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya
“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]
4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan
”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)
Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]
5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya
“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)
“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)
7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok
“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
WARNING:
sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran, misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran…
Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun…
“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]
“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)
2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya
“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]
3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya
“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]
4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan
”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)
Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]
5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya
“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)
“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)
7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok
“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
WARNING:
sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran, misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran…
Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun…
Renungan untuk Para Wanita dan Lelaki
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, pikiran, dan perasaan lelaki pun akan resah. Masih mencari, walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan Siti Hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri ataupun puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus (baca; bengkok), tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.
Tak logis memang, kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah SWT, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.
Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, maka kenalkanlah mereka kepada Allah, Dzat yang kekal. Disitulah kunci utamanya.
Akal mereka setipis rambutnya, maka tebalkan dengan ilmu. Hati serapuh kaca, maka kuatkanlah dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, maka hiasilah dengan akhlak mulia. Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Allah. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara ataupun women gladiator.
Bisikkanlah ke telinga mereka, bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan diri. Hal itu bukanlah diskriminasi Allah SWT. Sebaliknya, disitulah kasih sayang Allah padanya, karena dari rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan laki-laki berwajah negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lainnya.
Tidak akan lahir “Superman” tanpa “Superwoman”. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka sendiri pula yang membengkokkan.
Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan, daripada perempuan yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodohnya seorang perempuan, bisa menundukkan sepandai-pandainya seorang lelaki. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhannya.
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini, bukan saja banyak boss telah kehilangan sekretarisnya, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan putrinya.
Bila seorang wanita durhaka, dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Dan, wahai para lelaki, jangan hanya mengharapkan ketaatan dari seorang wanita, namun binalah kepemimpinan dalam dirinya terlebih dahulu. Pastikan, sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu kepadaNya. Jinakkanlah diri menuju Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah, jika pribadi belum lagi seperti Ali bin Abi Thalib. Wallahualam Bishawwab
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/renungan-untuk-para-wanita-dan-lelaki/10150127659196042
Kamis, 24 Februari 2011
Beri Tahu Aku, Apa Makna Cinta.. ..
Ya Allah.. .. ..
Jika aku ditakdirkan jatuh cinta..
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu..
.. .. .. ♥ aamiin ya Robb
Cinta adalah kekuatan yang mampu,
merubah duri jadi mawar
merubah cuka jadi anggur
merubah sedih jadi riang
merubah amarah jadi ramah
merubah musibah jadi muhibbah
itulah cinta.. ..
♥
Sekalipun cinta telah kuraikan dan kujelaskan panjang lebar, namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri..
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah cinta ternyata lebih terang, sementara pena begitu tergesagesa menuliskannya..
Katakata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta,
dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya bagaikan keledai berbaring dalam lumpur..
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan..
Ya Wadudu Ya Latif betapa manis jika cita berada dalam jiwa yang mampu menikmati keindahan rasaNya..
Cinta itu:
“tatapannya yang hangat”
Cinta itu:
“ketika dia mau memberikan payung ketika hujan membasahiku, meskipun tubuhnya basah karena hujan”
Cinta itu:
“saat dia menjemputku sepulang dari kampus, yang aku tau dia sangat lelah dari kerja, namun dia mau menjemputku sepulang kuliah, ohh suamiku”
Cinta itu:
“genggaman eratnya ketika aku kesakitan melahirkan buah hati kita”
Berribu-ribu definisi tentang cinta, cinta yang tak terurai jika dituliskan dengan kata-kata.. .. ..
Bagaimana dengan definisi anda??
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/beri-tahu-aku-apa-makna-cinta-/10150130977001042
Langganan:
Postingan (Atom)
