Mengenai Saya
Laman
Minggu, 16 Januari 2011
Cara Alam menghibur kita...
Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari.
Sebalkah anda?
Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah.
Sebalkah anda?
Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan
“ketidakmujuran”?
Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah …
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/cara-alam-menghibur-kita/183481831671473
"Memetik Hikmah..."
"Kegelapan itu ada dalam 5 hal,
sedangkan penerangnya juga 5 perkara;
* 1. Cinta pada dunia adalah gelap,
sedangkan lampunya adalah taqwa kepada-Nya.
* 2. Dosa adalah kegelapan,
sedangkan lampu penerangnya adalah taubat.
* 3. Kubur adalah gelap,
sedangkan lampu penerangnya adalah kalimat:
"Laa ilahaa illallaah Muhammad Rasulullaah".
* 4. Akhirat adalah gelap,
sedangkan lampunya adalah amal shaleh.
* 5. Titian jembatan di atas neraka adalah gelap,
sedangkan lampunya adalah yakin"
(Sayyidina Abubakar Ash-Shidiq).
http://www.facebook.com/notes/memetik-hikmah-disetiap-kata-kejadian/memetik-hikmah/189831127709797
Hei, Bangun Masa Depanmu! [ Part #1 ]
"Masa muda, masa yang berapi-api," kata Ikal, ketika Pak Balia menyuruhnya mengatakan kata motivasi dikelasnya.
Hm, saya pribadi, setuju sekali dengan pilihan kata itu -kalimat yang ia ambil dari penyanyi beken Indonesia, H. Rhoma Irama. Ya, karena saya sekarang sedang memasuki masa itu!
Hm, ikuti loncat pikir saya tentang masa muda, loncat pikir tentang masa depan.
###
Menurut pepatah Arab, 'Syubbanul yaum, rijalul ghad,' pemuda masa kini, adalah pemimpin masa depan.
Yap, kamu adalah calon pemimpin dimasa depan!
Tentu saja, kata 'pemimpin' tak harus selalu dibelokkan artinya pada presiden, menteri, anggota dewan, atau malah ketua umum PBB. Apapun yang terjadi, kamu adalah pemimpin dimasa depan: jika bukan memimpin rakyat dengan dirimu sebagai panutan -meski tanpa jabatan, kamu adalah calon peminpin keluargamu, pemimpin keturunanmu, dan pemimpin bagi dirimu sendiri untuk mengarungi lautan hidup!
Nah, pepatan tadi, secata implisit menyampaikan pesan pada kita, jika kita adalah pemimpin masa depan, maka sekarang, disaat kita masih muda, adalah kesempatan terbaik untuk mempersiapkan kepemimpinan dimasa depan!
Ayolah, sahabat. Jangan sia-siakan kesempatanmu untuk menyiapkan dirimu sebagai pemimpin kelak. Tentu saja, semua kepemimpinan mengemban tugas kehidupan yang harus dipertanggung-jawabkan kelak dihadapan Allah. Nah, apakah kita ingin mempertanggung-jawabkan hasil kepemimpinan yang baik dihadapanNya, atau sebaliknya? Terserah kamu! Menurut Rasulullah, artinya, "Dan setiap pemimpin, akan dimintai pertanggung-jawaban (kelak dihadapan Allah) tentang kepemimpinannya."
Nah, sudah siap jadi pemimpin?
###
Tapi, fenomena yang terpampang didepan mata kita sungguh sedang mengatakan fakta yang lain: pemuda muslim kini sangat jauh dari harapan, sangat jauh dari kemungkinan bahwa dia adalah pemimpin yang baik dimasa depan! Mayoritas dari pemuda muslim, kini sedang bergelimang kesenangan sesaat yang membuat ia lupa untuk mempersiapkan masa depan!
Terserah, lah, jika disana ada sebagian orang yang menganggap saya 'pesimis' karena penilaian yang terkesan 'tak mempunyai harapan' ini, atau pula jika disana ada yang menganggap saya 'anarkis' karena memukul rata penilaian pemuda muslim dengan nilai jeblok; terserah, karena memang inilah yang ada dihadapan kita, sekarang!
Tapi, jujur saja, saya pribadi sebenarnya merasa lebih kesal lagi saat melihat fakta ini: karena saya sendiri pun masuk didalam fenomena itu!
Setelah memikirkannya, setidaknya ada dua masalah paling mendasar yang membuat kita, pemuda-pemudi muslim, dinilai tak diharapkan untuk memimpin masa depan. Dua masalah itu, adalah karena mereka melalaikan dua hal penting dalam kehidupan masa muda:
Satu: Tahdid alhadaf, menentukan tujuan.
Dua: mil' alfaragh, mengisi waktu luang.
Kedua hal itu sangat berubungan erat, dan tidak maksimalnya kedua hal itu, akan berakibat langsung pada hasil akhir masa depan kita!
Ambil saja contoh, jika kamu sedang terpikirkan untuk mencapai nilai tinggi di akademi, maka kamu akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya, dan kamu akan mengatur waktu sebaik mungkin, untuk mendapatkan nilai istimewa itu!
Ya, keinginan dan usahamu mencapai nilai tinggi, berarti kamu telah memaksimalkan point pertama: tahdid alhadaf. Dan manajemen waktu yang kamu lakukan demi merealisasikan tujuan, adalah bentuk pemaksimalan point kedua: mil' alfaragh! Tentu saja, dengan pemaksimalan kedua point tersebut, kamu insya Allah akan mendapatkan hasil yang kamu inginkan dengan sempurna, atau minimal, mendekati sempurna.
Sungguh berbeda dengan seseorang, ketika ia tak memaksimalkan dua point diatas. Orang yang tak mempunyai kejelasan misi tujuan hidup, akan bergerak pada hal yang ia inginkan diwaktu itu saja: misalnya, ketika ia ingin merasakan serunya pasar malam minggu, ia akan berusaha untuk merasakannya. Ia tak mempunyai rencana jangka panjang demi masa depannya. Karena itu, ia tak mempunyai kegiatan sama sekali untuk membangun masa depan! Nah, jika begitu, ketika ia menemukan waktu luang, maka ia akan menganggapnya sebagai 'waktu menikmati kesantaian', atau menikmatinya sebagai 'waktu istirahat dari lelah'. Hei, tipe manusia seperti ini, mempunyai masa depan buram!
Ayolah, sahabat. Percayalah! Kamu ambil saja pelajaran dari pahlawan-pahlawan negeri tercinta kita, semisal: Bung Karno, Bung Hatta, Pattimura, Sisingamangaraja XI, Kartini, Cut Nyak Dien, Rasuna Said, atau yang lainnya. Ya, ketika mereka seusia dengan kita sekarang ini, tak ada cerita bahwa mereka bersantai-santai. Mereka menelan sebanyak mungkin pengalaman dan pelajaran kehidupan dihadapan mereka, untuk mereka perjuangkan dimasa depan ketika mereka menjadi pemimpin. Dan hasilnya bisa kamu saksikan: kemerdekaan Indonesia! Bahkan, buah jerih mereka bukan mereka saja yang menikmati, tapi kita!
Ok, memang ada sebagian pahlawan yang tak merasakan manis buah perjuangan mereka semasa hidup. Tapi, jangan salah sangka: tongkat estafet pengalaman masa muda yang mereka terapkan ketika menjadi pemimpin, diserahkan pada para pemuda disetelah mereka, hingga Indonesia pun merdeka!
Ya, kiaskan saja segala macam cita-cita dan tujuan hidupmu pada kisah mereka. Dan, dengan semangat juangmu menuju impian, kelak kamu akan meraih impian itu.
Nah, kamu sudah menyadari betapa penting tahdid alhadaf dan mil alfaragh untuk masa depan kita, kan?
###
Saya pribadi berpendapat, bahwa pemaksimalan dua point penting diatas, adalah usaha kita untuk membangun masa depan kita.
Ok, saya sadar bahwa masa depan hanya ada dalam KekuasaanNya saja, kita tak mengerti bagaimana masa depan kita. Tapi, bukan berarti, kita hanya berpangku tangan! Kita tetap mempunyai dan berkesempatan untuk membangun masa depan kita sendiri!
Setidaknya, saya menyandarkannya pada dua hadits. Satu, hadits yang dikatakan Rasulullah, bahwa Allah berkata, yang artinya, "Aku berada pada prasangka hamba-Ku," yang bermaksud bahwa Dia akan merealisasikan apa yang ada dalam prasangka hamba-hambaNya. Jika seorang hamba berprasangka baik, maka ia akan menemukan kebaikan dariNya, begitu pula sebaliknya. Dari sinilah, kamu harus memaksimalkan point pertama: tahdid alhadaf! Karena insya Allah, Dia akan merealisasikan tujuan hidupmu.
Dua, karena Rasulullah bersabda, yang artinya, "Setiap orang akan dipermudah untuk (mencapai) perkara yang ditentukan (oleh Allah) bagi dirinya." Nah, dengan inilah, kamu kudu memaksimalkan point kedua: mil' alfaragh, agar kamu dimudahkan untuk menuju dan meraih impianmu! Kamu harua berusaha memanajemen waktumu, sebaik mungkin!
###
Ok, itu jika kita membahas masa depan kehidupan duniawi kita. Disisi lain, kita harus tetap sadar bahwa disana ada masa depan yang lebih jauh dan lebih nyata plus hakiki, masa depan yang bernama akhirat dan hanya mempunyai dua pilihan: surga atau neraka. Jika memang seseorang tercipta untuk menjadi penghuni surga, ia akan dipermudah untuk mencapai hal itu.
Nah, untuk membangun masa depan, jangan lupa juga untuk mempersiapkan masa depanmu yang lebih jauh! Dan, semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuni surga, amin.
###
Kembali ke pembahasan masa depan kehidupan dunia. Saya sudah berbusa-busa menekankan dua point: tahdid alhadaf dan mil' alfaragh. Tentu saja, untuk memaksimalkannya, ada cara-caranya!
Saya menyuguhkan empat langkah besar untuk memaksimalkan dua point tersebut: Ifham, Qaddir, Thabbiq, dan Naffidz.
Apa itu?
Tunggu part kedua!
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/hei-bangun-masa-depanmu-part-1-/10150115858246042
Bukan Demi Marah
Ada seorang biarawan menyukai bunga anggrek. Pada suatu hari ketika hendak pergi berkelana, dia berpesan kepada muridnya, harus hati-hati merawat pohon bunga anggreknya.
Selama kepergiannya, muridnya dengan teliti memelihara pohon bunga-bunga anggrek tersebut. Namun, pada suatu hari ketika sedang menyiram pohon bunga anggrek tersebut tanpa sengaja menyenggol rak-rak pohon tersebut sehingga semua pohon anggrek berjatuhan dan pot anggrek tersebut pecah berantakan.
Muridnya sangat ketakutan, bermaksud menunggu gurunya pulang dan meminta maaf sambil menunggu hukuman yang akan mereka terima.
Setelah biarawan pulang mendengar kabar itu, lalu memanggil para muridnya, dia tidak marah kepada muridnya, dan bahkan berkata, "Saya menanam bunga anggrek, alasan pertama adalah untuk dipersembahkan di altar Buddha, dan yang kedua adalah untuk memperindah lingkungan di biara ini, bukan demi untuk marah saya menanam pohon anggrek ini."
Perkataan biarawan sungguh benar, "Bukan demi untuk marah menanam pohon anggrek."
Dia bisa demikian toleran, karena walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga anggrek.
Oleh sebab itu ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek tersebut, tidak menimbulkan kemarahan di dalam hatinya.
Sedangkan kita di dalam kehidupan kita sehari-hari, hal yang kita khawatirkan terlalu banyak, kita terlalu peduli kpada kehilangan dan memperoleh, sehingga menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil. Kita merasa tidak bahagia.
Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak,
"Bukan demi marah menjadi sahabat"
"Bukan demi marah menjadi suami istri"
"Bukan demi marah melahirkan dan mendidik anak"
Maka kita bisa mencairkan rasa marah dan kesusahan yang ada di dalam hati kita dan berubah menjadi damai.
Oleh sebab itu setelah membaca artikel ini, ketika engkau hendak bertengkar dengan sahabat, orang rumah atau keluarga, engkau haruslah ingat perjumpaan kalian, bukan demi untuk rasa marah.
Mari belajar berlapang dada dan mensyukuri apa adanya.
http://www.facebook.com/notes/hendy-lie/bukan-demi-marah/475629251454
Cara Ng’Tes Iman Orang Kristen
Ada yang aneh dalam mendeteksi iman menurut agama Kristen. Karena menurut keyakinan Kristen tidak ada yang mustahil dilakukan orang beriman. Dengan iman seberat biji sawi saja orang Kristen bisa melakukan hal-hal luar biasa seperti berbicara dengan berbagai bahasa, menyembuhkan orang sakit atau bahkan memindahkan gunung. Ingat..! "meski imannya sekecil biji sawi" sebagai takaran bahwa tidak ada sesuatu yang lebih kecil dari itu.
Pertama, Dalam injil Markus 16: 17 - 18 :
17)"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18). mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Jadi menurut ucapan Yesus dalam Injil, tanda-tanda yang menyertai orang yang percaya (beriman) ada lima mukjizat, antara lain :
a). Bisa mengusir setan
b). Bisa berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru (asing) yang tidak dikenal
c). Tidak akan celaka bila memegang ular yang mematikan
d). Jika minum racun maut yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka
e). Bisa menyembuhkan orang sakit hanya dengan meletakkan tangannya diatas orang sakit
Pertanyaannya:
a). Adakah orang Kristen yang berani membuktikan imannya dengan minum racun dan memegang ular berbisa yang mematikan?
b). Adakah orang Kristen yang bisa berbahasa asing tanpa belajar, kuliah atau kursus bahasa?
c). Adakah orang Kristen baik pendeta maupun pastor yang menyembuhkan jemaatnya hanya dengan menumpangkan tangannya diatas orang sakit? jika mereka bisa menyembuhkan pasien (orang sakit) dengan tumpang tangan, sebaiknya rumah sakit Kristen/Katolik ditutup saja!
d) Seandainya milyaran orang Kristen itu beriman pasti tidak ada setan lagi di muka bumi , tidak ada yang menggoda orang berbuat jahat dan juga maksiat.
Kedua, dalam injil Matius 17 : 20 :
"Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini kesana,-- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."
Menurut Yesus dalam Injil, tak ada yang mustahil bagi orang yang memiliki iman. Bahkan dengan iman sebesar biji sawi saja orang Kristen bisa menyuruh gunung supaya pindah ke tempat lain.
Sepanjang sejarah adakah orang Kristen baik pendeta maupun pastor yang mampu memindahkan gunung dengan imannya?
Kalu seandainya ada maka kita bisa meminta jasa memindahkan gunung Sinabung yang lagi batuk-batuk ke luar Indonesia supaya tidak ada bencana.
Kesimpulannya karena orang Kristen tak ada yang mampu membuktikan ayat tersebut, maka keimanan orang Kristen patut dipertanyakan atau jangan-jangan memang tidak ada orang Kristen yang beriman atau Alkitab/Bible mereka yang diragukan keabsahannya.
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ...
…Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Q.S. Al-Baqoroh : 111).
http://www.facebook.com/notes/melati/cara-ngetes-iman-orang-kristen/175028352535548
Apa Maumu Akhi...???
Bismillahirrahmanirrahim..
Kau bilang aku sok jual mahal..
Ku bilang, aku memang bukan wanita murahan yang bisa kau beli dengan apapun. Karna aku adalah milik-Nya..
Kau bilang aku tak punya harga diri..
Ku bilang, kau katakan aku sok jual mahal. Eeehh..giliran aku memberikan harga diriku demi dirimu, kau bilang aku tak punya harga diri. Mau mu apa ??
Kau bilang aku sok alim..
Ku bilang, aku memakai jilbab untuk diriku dan atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aku rela bila kau bilang aku sok alim..
Kau bilang aku sok keganjenan..
Ku bilang, kau katakan aku sok alim. Eehh..giliran aku ganjen demi dirimu, kau bilang aku sok keganjenan. Mau mu apa ??
Kau bilang aku sok kecakepan..
Ku bilang, aku memang gak secakep cewek-cewek yang menebarkan aurat. Tapi aku akan mencakepkan diri di hadapan Allah..
Kau bilang hatiku tak secantik penampilanku..
Ku bilang, kau katakan aku sok kecakepan. Eehh..giliran aku merelakan hatiku demi dirimu, kau bilang hatiku tak secantik penampilanku. Mau mu apa ??
Kau bilang aku sombong..
Ku bilang, apa karna aku jaga jarak dengan lawan jenis biar ku bisa menjaga izzah ku, kau bilang aku sombong ?? Aku rela kau gelari aku sombong, asalkan aku bisa menegakkan yang haq..
Kau bilang aku sok ‘Caper’..
Ku bilang, aku jaga jarak dengan mu kau bilang aku sombog. Eehh.. giliran aku ingin dekat-dekat denganmu, kau bilang aku ‘caper’..
Kau bilang aku sok malu-malu..
Ku bilang, aku memang malu bila iffah ku tak ku jaga. Karna Allah selalu memperhatikanku di manapun dan kapanpun.
Kau bilang aku malu-maluin..
Ku bilang, kau bilang aku sok malu-malu. Eehh..giliran aku merendahkan iffahku demi dirimu, kau bilang aku malu-maluin. Mau mu apa ??
Wahai ukhti, kau tanyakan mauku ?
Aku hanya mau kau tetap dalam pendirianmu, tak menanggapi semua godaanku. Karna semua yang ku inginkan atas dirimu hanyalah permainan syetan yang aku juga tak sanggup untuk menahannya.
Bila aku tak mampu menahan nafsu syetan, yaa ukhti..harusnya kau yang mampu menahanku dengan iffah dan izzahmu. Jangan kau turuti apa mau ku, karna bila kau turuti mauku sama saja kau membawa kita berdua pada jurang kenistaan.
Kita harus sama-sama bisa menjaga diri, agar kita tetap dapat berjalan di jalan kebenaran yakni jalan yang di ridhoi Allah Azza Wa Jalla.
Wallahua’lam bi Shawwab…
http://www.facebook.com/notes/melati/apa-maumu-akhi/174775322560851
“ Ajari Anakmu untuk Cinta Shalat! “
Oleh: Muhammad Faisal, SPd, M, MPd (Kang Faisal)
Alloh SWT berfirman: “ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang member rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa “. (QS. Thaha: 132)
Rasululloh SAW bersabda: “ Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berusia 7 tahun, dan pukullah karenanya bila mereka telah berusia 10 tahun “.
(Hadist Ibnu Amr dan Subrah Ibnu Ma’bad dengan Sanad/Jalur Shahih/Baik dalam Kitab Irwaul Ghalil, Karya: Syaikh Al-Muhadits/Ahli Hadist Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahulloh No.247).
Maka wajib atas setiap wali mengajari anak-anaknya untuk mencintai shalat sejak dini. Agar mudah bagi seorang wali dalam masalah ini, maka hendaknya dia mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Seorang anak wajib selalu melihat pada diri ayah dan ibunya sikap kepedulian dan ketekunan terhadap shalat. Misalnya, jika seorang anak meminta izin untuk tidur sebelum isya’ maka ia mendengar dari sang ayah secara spontan dan meyakinkaan perkataan: “ Sebentar lagi Isya’, kita nanti shalat ‘Isya’ bersama-sama dulu kemudian kita tidur dengan izin Alloh “, demikian dan seterusnya.
2. Jika si kecil sakit, wajib membiasakannya tetap mengerjakan shalat semampunya, hingga tumbuh, terbiasa dan mengetahui bahwa tidak ada udzur/halangan baginya untuk meninggalkan shalat. Jika engkau berada dalam safar/berpergian, ajarilah dia rukhshah (keringanan hukum) dalam safar, yaitu shalat qashar dan jama’, serta palingkanlah pandangannya agar melihat nikmat Alloh dalam rukhshah tersebut, dan bahwa Islam itu dipenuhi dengan rahmat dan kemudahan.
3. Tanamkanlah di dalam diri anakmu keberanian untuk mendakwahi teman-temannya agar cinta kepada Shalat. Juga tanamkan padanya agar tidak melecehkan teman-temannya yang teledor dalam mendirikan shalat, tetapi tanamkan kepadanya untuk berani mendakwahi mereka kepada kebaikan ini.
4. Wajib mengajari anak secara bertahap dalam mengerjakan shalat-shalat sunnah setelah mereka konsisten dengan yang wajib.
5. Mengajari mereka berhitung dan pengambilan perumpamaan yang dikaitkan dengan shalat. Contoh: seorang laki-laki shalat dua rakaat, kemudian dia shalat dzuhur empat rakaat, maka berapa rakaat yang telah dikerjakan? Jika dia tumbuh besar maka contoh pertanyaannya: jarak antara seorang laki-laki dengan rumahnya adalah 500 m, sementara satu langkah dia membutuhkaan jarak 40 cm, maka berapa langkahkah dia butuhkan untuk bisa sampai ke masjid, pulang dan perginya? Maka jika engkau mengetahui bahwa Alloh SWT akan memberikan 10 kebaikan pada setiap langkah, maka berapa kebaikankah yang dia peroleh? Begitu seterusnya.
6. Memperhatikan adanya air hangat pada waktu musim dingin, kadang-kadang seorang anak lari dari shalat karena tidak tahan terhadap air dingin. Ini secara umum. Adapun berkenaan dengan anak-anak wanita, maka kita membuat mereka cinta terhadap perkara-perkara yang kadang tampak kecil dan remeh, akan tetapi memiliki pengaruh yang dalam, seperti menyediakan jilbab kecil seperti jilbab ibunya, kemudian mengadakan sajadah-sajadah kecil khusus untuk bocah wanita tersebut.
7. Jika kita memperhatikan kemalasan anak pada usia 5-7 tahun, maka mungkin kita bisa membiarkannya melakukan shalat dua rakaat hingga pada kemudian hari dia bisa merasakan manisnya shalat. Kemudian kita ajarkan kepadanya jumlah rakaat zhuhur, ashar, dan menyempurnakannya dari dirinya sendiri.
8. Mungkin juga kita menyemangati anak yang malas berwudhu’ dengan permainan batalyon wudhu’, di mana anak yang malas tersebut dijadikan pemimpin dan dialah yang mulai untuk berwudhu’. Anggotanya adalah setiap individu di rumah, yang semuanya mengikuti permainan tersebut.
9. Wajib mengajari anak, bahwa bersegera menuju shalat adalah bersegera menuju syurga, dan memungkinkan untuk mendapatkan kebaikan yang ada di dalamnya.
10. Wajib membiasakan sang anak untuk pergi ke masjid sejak kecil, dan wajib bagi sang ayah untuk memantau gerak-gerik sang anak di dalam masjid kemudian menyampaikan nasihatnya di rumah.
Dan yang terakhir, ketahuilah bahwa putra-putri anda adalah amanah di pundak-pundak anda, anda semua akan dimintai pertanggung-jawaban tentang mereka pada hari kiamat. Oleh karena itu, hendaknya setiap orang dari kita membersihkan diri dari segala sandungan. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.
http://www.facebook.com/notes/melati/-ajari-anakmu-untuk-cinta-shalat-/175012199203830
"Izinkan Aku Mencium-Mu Untuk yg Terakhir Kalinya"
Disuatu malam yg sunyi sepi kau
terbangun dr lelapnya tidurmu..
kulihat wajah dan tubuhmu yg mulai
lesu,berkuranglah kecantikanmu krn termakan oleh waktu,tetapi tidak
untuk pancaran Cahaya keImananmu.Kau
ambil air wudhu lalu kau timpa pakaian sucimu dg Mukena, dan hanya terLihat
Wajahmu
yg putih berseri..Disaat hampir
seLuruh manusia terbuai dalam mimpi,kau malah terbangun untuk mendapatkan
Derajat yg Tinggi
dari Alloh Robbul
'izzati,,,,,Lamaaaaa kau bersujud..
Aku melihat butiran demi butiran
bening yg menetes dari matamu, kedua bibirmupun ikut beradu mengucapkan
Untaian2 Indah yg kau tujukan
untuk suami dan anak2mu.Kau hanya
berharap anak2mu kelak menjadi anak2 yg Sholeh dan Sholehah,terLebih
mereka bisa menjadi Mujahid dan Mujahidah-Nya..
Wahai Ibu,, jarang sekali seorang
Ibu berdoa demikian untuk anaknya...Benarlah Kata Alloh:"Sedikit sekali
hamba2-Ku yg bersyukur".
Ya Alloh,,dari Rahimnya,keluarlah
aku.Aku digendong,ditimang2,disayang2.menyusahkan,merepotkan,,begitu capeknya
Beliau mengurus diriku,tp tak pernah Ia mengeluh..Jika aku menangis,ia malah
tersenyum manis padaku.....Oh,Duhai Ibu....
Ibu,,sekarang aku sudah besar,tapi
aku tidak tahu balas budi.Tidak jarang aku membantah,membentak bahkan melukai
Hatimu,hingga keluarLah air matamu karena perbuatanku..
Padahal berkata "ah" pada
keduanya saja sudah Haram jadinya...
Ya Alloh,Ampunilah dosa2 Ibu dan
Bapakku,muliakan dan sayangilah mereka...
Aku tidak mau menangis dihadapan
jasadnya yg sudah terbujur kaku yg hanya ditutupi kain kafan..
Baru saat itu aku sadari,betapa
sangat berjasanya Ia tehadapku...
Bukankah Nabi
bersabda,,"Ibu,Ibu,Ibu Lalu bapakmu",yg harus kalian hormati..
Beliau SAW tidak
mengatakan,"Komandanmu,pimpinanmu,atasanmu"..
SubhanAlloh
Kini,,,jasad Manusia paling berjasa
itu telah benar2 membeku dihadapanku,tak bergerak sama sekali,hanya rintihan
dan air mata serta ratapan penyesalan yg tak berarti lagi yg keluar dari celah
kedua mataku..
Duhai Ibunda,,blum pernah aku
membahagiakanmu,malah sering menyakitimu,,menyenangkanmu,malah menyusahkanmu.
Tetapi kini kau telah tiada,tidaklah
berguna air mataku untuk mampu membuatmu bicara...
Belum sempat aku meminta maaf
padamu,Duhai Ibu,,,,memohon ampunan untukku,,tapi kau telah
meninggalkanku,,,,,,,,,Untuk Selamanya
Kulihat senyuman dibibirmu,kau
tampak putih berseri,seakan Para Malaikat tersenyum kepadamu,,,
Ibu,izinkan aku mencium kening dan
kedua pipi mu untuk yg tarakhir kali!!!
- Selamat Jalan Duhai Ibuku tercinta!!
Anak yg sholeh-ah tidak akan pernah
terlupa selalu memohon keridhoannya,meminta izin setiap kali kalian keluar
rumah...
Bagi kalian yg -maaf- sudah
kehilangan mereka,jnganlah bersedih,,Doakanlah mereka selalu disetiap sholat
dan waktumu..
Alloha ma'ana-(Alloh bersama
kita)-..begitulah Nabi mengajarkan kita!!
wAllohu a'lam bisshowab…
“ Menjaga Kehormatan (Izzah) Islam “
“ Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani (Kristen) menjadi
pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang
lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Maidah: 5:51).
Salah satu kelemahan ummat Islam saat ini adalah kita tidak taat terhadap
firman Alloh.
Contohnya; ketika Alloh melarang
untuk tidak menjadikan orang Yahudi dan Nasrani (Kristen) sebagai pemimpin,
ummat Islam malah berbuat sebaliknya dengan memilih orang kafir, Yahudi dan
Nasrani (Kristen) sebagai pemimpin. Hal itu terjadi pada setiap Pemilu tiba.
Sebagian ummat Islam-pun membangun alibi untuk menolak ayat tersebut dengan
dalih bahwa Indonesia bukan Negara Islam. Sehingga tidak perlu memilih pemimpin
yang muslim. Akibatnya sudah kita rasakan sekarang. Orang kafir dengan mudah
menghina, melecehkan, dan mendiskriditkan ummat Islam.
Kampanye pendikriditan ummat Islam berlangsung secara sistematis. Islam
digambarkaan sebagai agama yang keras, babar, serta senang dengan kekerasan.
Sehingga masyarakat terprovokasi dan semakin takut untuk mengikuti kajian Islam
karena; khawatir dituduh sebagai teroris, dan nyatanya sesungguhnya teroris
asli adalah balatentara propaganda musuh-musuh Islam yang membenci Islam dan
melabelkan bahwa yang menegakkan agama Islam dimanapun khususnya Indonesia
pasti dibilang teroris dan dijadikan kambing hitam karena bayaran dari
makar-makar musuh-musuh Islam yang sangat benci terhadap syari’at Islam!!!
(sangat ironi negeri ini yang notabene Islam tapi malah memusuhi agamanya
sendiri seperti Densus 88 serta Crisis Respond Team yang didanai agen zionis
Internasional yang menangkapi para Ulama dan aktivis Islam yang tidak bersalah
bisa menjadi bersalah dan malah menjadi korban salah tangkap dan banyak pula
yang dibunuh dan disiksa, semoga saja makar-makar musuh Islam akan
hancur, walaupun Densus 88 serta Crisis Respond Team mayoritas Muslim aparatnya
tapi biarlah Alloh yang akan menghancurkan makar-makar musuh-musuhnya, Allohu
Akbar 3x) pastilah Islam akan menang dan yakinlah itu!!?, oleh karena itu wahai
pemerintah yang ngaku agama kalian muslim bubarkanlah Densus 88 serta Crisis
Respond Team yang memusuhi dan meresahkan kaum Muslimin di negeri ini yang
notabene Muslim terbesar jikalau anda mengaku muslim???, dan janganlah kalian
membuat makar-makar terhadap kaum muslimin dan isu-isu teroris yang kalian
buat!!?. Yang paling menyakitkan intel-intel yang mengaku sebagai Islam terus
menguntit pengajian-pengajian yang dinilai berseberangan dengan pemerintah
(ulah apalagi ini wahai intel yang notabene Islam?, semoga Alloh menghancurkan
makar-makar kalian, Wahai musuh Alloh!).
Ironis memang. Kaum muslimin hari ini bukannya mengkafirkan para penista dan
pelindung thoghut dan ansharut thoghut, kaum munafiqin, dan murtadin, melainkan
menjadikan mereka sebagai teman setia bahkan dibela-bela melebihi pembelaan
terhadap sesama kaum muslimin. Kenyataan ini sangat jelas, terutama pada
para pemimpin yang mengendalikan kaum muslimin hari ini dengan sistem tata
Negara yang diadopsi dari Negara-negara kafir. Padahal Alloh telah mengingatkan
kita bahwa akan tetap terjadi permusuhan antara orang-orang kafir dengan
orang-orang mukmin meski itu saudara kandung sendiri, sebagaimana difirmankan
Alloh berikut ini: “ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang
beriman kepada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang Alloh dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu
bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka.
Mereka itulah orang-orang yang Alloh telah menanamkan keimanan dalam hati
mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.
Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam
syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Alloh
ridho terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)
-Nya. Mereka itulah golongan Alloh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan
Alloh itulah golongan yang beruntung “. (QS. Al-Mujadilah: 22). Wallohu’ Ta’ala
alam bish showab. Sekian Tulisan ini Semoga Bermanfaat, Baraakallohu’ fiikum.
Catetan:
Thoghut adalah segala yang dilampaui batasnya oleh hamba, baik
itu yang diikuti atau ditatati atau diibadati. Thoghut itu banyak, apalagi
pada masa sekarang. Adapun pentolan-pentolan thoghut itu ada 5, diantaranya:
- Syaithan
- Penguasa Yang Zhalim
- Orang yang memutuskan dengan selain apa yang telah Alloh turunkan
- Orang yang mengaku Mengetahui Hal yang Ghaib selain Alloh SWT
- Orang yang Diibadati selain Alloh SWT dan dia Ridha dengan peribadatan itu.
Sabtu, 15 Januari 2011
Emak Sederhana
mak,
tak pernah aku mengira
tak pernah aku meraba
bahwa, hijaumu kini menua
aku pucuk waktu itu
kala kau rawat dari biji dan benih
kala kau semat dari hati nan putih
aku kau ibaratkan pualam
ditimang disayang
dikekang dari malang
dilekang dari gemilang
harta dunia yang demikian panjang yang
kelak kan hilang
karena katamu
"harta ada disini nak"
sembari kau usap lembut tepat di dadaku
hati maksudmu
sayu dan lembut kasihmu
saat ucap itu
mak,
daun itu aku
kini mengembang
aku telah terbang
ikuti irama yang kau pendam
dalam dada dan jiwa ini
dalam riwayat kertas yang kau toreh
aku ikuti apa katamu
berjajar dibarisan Tuhan
semoga tetap jadi terdepan
dan kini
aku bisa mengimami
meski belum berimam dalam biduk
bahtera
mak,
daunmu meski terbawa angin
warnanya tetap hijau mak
kuucap syukur pada Robb Kita
aku mengasihimu mak
seperti kesederhanaan yang kau
ajarkan
aku tetap biasa
seperti saat aku membantumu
macul di sawah atau berdagang di pasar bayah
aku pahami ini
aku jalani dengan cinta
kasih sederhana untukmu
~~@~~
::ini kisahku::
Waktu itu aku sepulang sekolah.
Sambil membawa kambing piaraan tetangga. Aku disambut Emak dengan tawa bahagia.
Tak seperti biasanya Emak
menyambutku demikian gembira.
Setelah mengantarkan kambing
piaraan, aku ikuti kemana Emak membawaku.
"Aa, Emak dapet uang lebih hari
ini. Tadi ada seorang yang kayak bos keluar dari mobil bagus, ngeborong
dagangan Emak." Aku masih kurang mengerti waktu itu.
Sambil berjalan. Emak terus
bercerita tentang ramainya pasar Bayah dan pemborong dagangan emak. Ternyata
aku dibawa ke tempat tukang jahit baju.
Emak mengambil baju sekolah seukuran
aku. Lalu, ia menyuruh aku untuk memakainya. Aku menurut saja.
"Aa, alhamdulillah akhirnya
Emak bisa bayar jahitan ini. Sebenarnya udah lama. Tapi, Emak baru bisa
sekarang melunasinya."
Dan...
Teman-teman. Baju bekas bapak sekolah yang kupakai sampai
kelas tiga SD diganti hasil keringat Emak. Karena, aku tak pernah mau minta
jajan, apalagi merepotkan Emak.
Dengan segala cinta yang meluruh, dibarengi airmata tiada
henti aku pakai dengan kesungguhan. Baju seragam pengorbanan emak.
Women In Heaven…
Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Apa kabar bunga-bunga calon penghias taman syurga..??
Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).
Hari ini saya bertemu dengan seorang perempuan cantik, yang berpakaian dengan bahan yang kurang cukup, lengan tak tertutupi, dengkul terbuka. Hari ini saya bertemu dengan seorang perempuan yang memeluk kekasihnya bergoncengan motor, menempelkan tubuh bagian depannya pada punggung lelaki yang bukan muhrimnya mengalirkan kehangatan. Hari ini saya bertemu dengan perempuan yang duduk dipojok kegelapan bioskop ditemani seorang lelaki menonton film dengan tangan saling mengalirkan cinta. Hari ini saya bertemu dengan perempuan yang baru keluar dari diskotek, ada juga yang baru keluar dari rumah sakit bersalin mengempeskan perutnya yang sejam lalu masih berisi cabang bayi kini hilang…
Hari ini, iya hari ini begitu banyak perempuan yang tak lagi mampu menjadi perempuan, tak lagi merindukan surga :(
Iya rasanya saya ingin sekali membisikan ditelinga setiap perempuan agar kita mengetahui bahwa kita sangat berharga, terlalu berharga bahkan, semestinya kita tahu bahwa kita bukan emas campuran murahan yang terpajang di etalase depan toko yang dengan seenaknya sang pembeli dapat meraba, memegang tubuh kita dan memakai hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membeli dan mengembalikan di tempat yang sama, bukan !! kita bukan itu wahai perempuan.
Kita adalah intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi, orang yang menginginkan kita tidak berhak meraba, memegang tubuh kita bahkan mencoba memakainya, TIDAK mereka yang melakukan itu terlalu kotor untuk kita, mereka harus terlebih dahulu membayar mahar dengan harga yang sangat pantas, setelah itu mereka akan dapat memiliki kita sepenuhnya.. kita yang utuh.
Kita sungguh indah :) bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya, terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kita miliki, bagai bunga edelweis yang ketika ada yang menginginkan, terlebih dahulu harus mendaki gunung ke arah puncak ketinggian,
menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat, kita bukan bunga bangkai, yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para serangga tertarik dengan warna indah nan merah, namun ketika didekati, kau busuk, iya jika begini maka bau kita saja sudah membuat orang mual, apalagi memiliki, pastilah tak ada yang mau bukan?
Ingin sekali saya mengatakan kepada setiap perempuan untuk menutup aurat, yok TUTUP, agar tak ada yang berkeinginan lain terhadap kita, agar mata lelaki di jalanan itu tak menatap seperti hendak menerkam melihat putihnya dan jenjangnya kaki kita, mereka tak pantas menikmati tubuh kita sejengkalpun dengan memandangi kita dengan pandangan menjijikkan itu, INGATLAH bahwa lelaki manapun yang belum halal bagi kita tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatan kita, pun atas nama cinta…
Apakah kita kemudian menjadi sangat khawatir tidak ada yang menyayangi atas nama cinta jika kita menutup aurat? Apakah kita takut tidak akan ada yang menggombali dan merayu dengan bahasa bahasa cinta yang memabukan? sampai kapankah kita membiarkan segala kebohongan ini terus menjerumuskan kita? sampai kapan kita membiarkan cinta cinta yang bertebaran menjelma menjadi berhala?
Iya sampai kapan kita akan membiarkan kenikmatan dunia ini menjadi kawah dosa dosa kita, lumpur kenikmatan ini akan terus menghisap kita masuk hingga kita tak lagi mampu keluar, tak sadarkah kita?
Sungguh kita adalah mutiara bagi keluarga, mutiara yang mereka jaga sejak kecil sampai kita beranjak dewasa, apakah dengan melakukan sex bebas kita membalas semua jerih payah orang tua kita? baiklah orang tua tak mampu membuat kita berhenti keluar dari hangatnya pegangan tangan kekasih kita maka lihatlah ALLAH, bukankah kita percaya ALLAH maha melihat? TUHAN Yang Menciptakan kita, Yang tiada henti-hentinya memberi nikmat pada kita meski kita sering melupakanNYA, tak jarang kita meniadakanNYA tapi ALLAH masih memberi kita nikmat udara, nikmat hidup, nikmat fisik dari tubuh yang indah itu.. Bayangkan, jika ALLAH tidak menyangi kita, ALLAH cabut saja nikmat wajah yang cantik, tapi TIDAK begitu kan? meskipun kita sering kali melupakanNYA, nimatNYA tetap terus mengalir…
Beginikah cara kita membalas semua yang telah ALLAH beri? padahal kita tahu kemanapun wajah memandang disitu ada ALLAH, padalah kita tahu pada saat melakukan maksiat napas yang kita gunakan itu napas milik ALLAH, bagaiamana jika napas terhenti saat kita masih menggelayutkan kepala kita dipundak lelaki yang bukan muhrim kita …. nauzubillahimindzalik.
Duhai perempuan tidak inginkan kita menjadi perempuan yang dirindukan surga? yaitu perempuan yang senantiasa mampu menjaga pandangan, selalu taat kepada ALLAH dan Rasul NYA. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Perempuan yang sangat memperhatikan kualitas kata-katanya bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Perempuan yang sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).
Iya, tidak inginkan kita menjadi salah satu perempuan yang akan menjadi penghuni surga, yang bahagianya abadi … disana ada banyak cinta tapi bukan cinta yang gombal :)
http://www.facebook.com/notes/melati/women-in-heaven/174728975898819
" Bahaya Makan Dan Minum Sambil Berdiri "
Mengapa Rasul Menyuruh kita makan dan Minum sambil Duduk?
jangan makan atau minum sambil berdiri
Mengapa Rasulullah melarang ummatnya minum berdiri. Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri” Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri. Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa itu lebih buruk."
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.
Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.
Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringter. Sfringter adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.
Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disalurkan ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan.
Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhari).
http://www.facebook.com/notes/melati/-bahaya-makan-dan-minum-sambil-berdiri-/174775319227518
Siapkah Anda Menerima Pancaran Anugrah ???
oleh: ki Ageng Raden Sahid
Bismillahirrahirrahmanirrakhiim....
Kesiapan Menerima Pancaran Anugerah Datangnya anugerah itu menurut kadar kesiapan jiwa, sedangkan pancaran cahayaNya menurut kadar kebeningan rahasia jiwa. Anugerah, berupa pahala dan ma’rifat serta yang lainnya, sesungguhnya terga tung kesiapan para hamba Allah. Rasulullah saw, bersabda: “Allah swt berfirman di hari qiamat (kelak): “Masuklah kalian ke dalam syurga dengan rahmatKu dan saling menerima bagianlah kalian pada syurga itu melalui amal-amalmu.” Lalu Nabi saw, membaca firman Allah Ta’ala “Dan syurga yang kalian mewarisinya adalah dengan apa yang kalian amalkan.”
(Az-Zukhruf: 72) Adapan pancaran cahaya-cahayaNya berupa cahaya yaqin dan iman menurut kadar bersih dan beningnya hati dan rahasia hati.
Beningnya rahasia hati diukur menurut kualitas wirid dan dzikir seseorang.
Dalam kitabnya Lathaiful Minan, Ibnu Athaillah as-Sakandary menegaskan, “Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala menanamkan cahaya tersembunyi dalam berbagai ragam taat. Siapa yang kehilangan taat satu macam ibadah saja dan terkaburkan dari keselarasan Ilahiyah satu macam saja, maka ia telah kehilangan nur menurut kadarnya masing-masing. Karenanya jangan mengabaikan sedikit pun atas ketaatan kalian. Jangan pula merasa cukup wirid anda, hanya karena anugerah yang tiba. Jangan pula rela pada nafsu anda, sebagaimana diklaim oleh mereka yang merasa dirinya telah meraih hakikat dalam ungkapannya, sedangkan hatinya kosong…”
Jangan keblinger dengan Cahaya atau bentuk Cahaya sebagaimana tergambar dalam pengalaman mengenai Cahaya lahiriyah, baik yang berwarna warni atau satu warna. Cahaya batin sangat berhubungan erat dengan kebeningan batin, tidak ada rupa dan warna yang tercetak. Melainkan pancaran Cahaya keyakinan total kepadaNya.
Perihal pancaran Cahaya ini, beberapa item pernah kita ungkap di edisi 2006, namun masih relevan untuk kita renungkan kembali, dan tertuang dalam kitab Al-Hikam:
“Bagaimana hati bisa cemerlang jika wajah semesta tercetak di hatinya? Bagaimana bisa berjalan menuju Allah sedangkan punggungnya dipenuhi beban syahwat-syahwatnya?
Bagaimana berharap memasuki hadhirat Ilahi sedangkan ia belum bersuci dari jinabat kealpaannya? Atau bagaimana ia faham detil rahasia-rahasiaNya, sedangkan ia tidak taubat dari kelengahannya?”
Semesta kemakhlukan adalah awal dari hijab Cahaya, dan ikonnya ada pada nafsu syahwat dan kealpaannya.
“Siapa yang cemerlang di awal penempuhannya akan cemerlang pula di akhir perjalannya.
” Kecemerlangan ruhani dengan niat suci bersama Allah dalam awal perjalanan hamba, adalah wujud pantulan Cahaya yang diterima hambaNya, karena yang bersama Allah awalnya akan bersama Allah di akhirnya.
“Orang-orang yang sedang menempuh perjalanan menuju kepada Allah menggunakan petunjuk Cahaya Tawajuh (menghadap Allah) dan orang-orang yang sudah sampai kepada Allah, baginya mendapatkan Cahaya Muwajahah (limpahan Cahaya). Kelompok yang pertama demi meraih Cahaya, sedangkan yang kedua, justru Cahaya-cahaya itu bagiNya. Karena mereka hanya bagi Allah semata, bukan untuk lainNya. Sebagaimana dalam Al-Qur’an,
“Katakan, Allah” lalu tinggalkan mereka (selain Allah) terjun dalam permainan.” Itulah hubungan Cahaya dengan para penempuh dan para ‘arifun, begitu jauh berbeda.
“Cahaya adalah medan qalbu dan rahasia qalbu. Cahaya adalah pasukan qalbu, sebagaimana kegelapan adalah pasukan nafsu.
Bila Allah hendak menolong hambaNya, maka Allah melimpahkan padanya pasukan-pasukan Cahaya, dan memutus lapisan kegelapan dan tipudaya.
” Wilayah Cahaya adalah qalbu, ruh dan sirr. Cahaya akan memancar sebagai instrument, wujud adalah hakikat yaqin yang memancar melalui instrumen pengetahuan yang dalam tentang Allah.
“Allah mencahayai alam lahiriyah melalui Cahaya-cahaya makhlukNya. Dan Allah mencahayai rahasia batin (sirr) melalui Cahaya-cahaya SifatNya. Karena itulah cahaya semesta lahiriyah bisa sirna, dan Cahaya qalbu dan sirr tidak pernah sirna.”
“Pencerahan Cahaya menurut kebeningan rahasia batin jiwa”.
“Sholat merupakan tempat munajat dan sumber penjernihan dimana medan-medan rahasia batin terbentang, dan di dalamnya Cahaya-cahaya memancarkan pencerahan.” Karena itu cita dan hasrat anda, hendaknya pada penegakan sholat, bukan wujud sholatnya.
“Apabila cahaya yaqin memancar padamu, pasti anda lebih dekat pada akhirat dibanding jarak anda menempuh akhirat itu sendiri. Dan bila anda tahu kebaikan dunia, pasti menampakkan gerhana kefanaan pada dunia itu sendiri.” Maksudnya, nuansa ukhrowi menjadi lapisan baju anda, yang melapisi Nuansa Ilahi. Segalanya terasa dekat tanpa jarak padamu.
“Tempat munculnya Cahaya adalah hati dan rahasia jiwa. Cahaya yang ditanamkan dalam hati adalah limpahan dari Cahaya yang menganugerah dari khazanah rahasia yang tersembunyi. Ada Cahaya yang tersingkapkan melalui makhluk-makhluk semesta, dan ada Cahaya yang tersingkapkan dari Sifat-sifatNya.
Terkadang hati berjenak terhenti dengan Cahaya-cahaya, sebagaimana nafsu tertirai oleh alam kasar dunia.” Itulah ragam Cahaya, ada Cahaya muncul dari kemakhlukan ada pula Cahaya SifatNya. Tetapi, jangan sampai Cahaya jadi tujuan, agar tidak terhijabi hati kita dari Sang Pemberi Cahaya, sebagaimana terhijabinya nafsu oleh alam kasar dunia.
“Cahaya-cahaya rahasia jiwa ditutupi oleh Allah melalui wujud kasarnya alam semesta lahiriyah, demi mengagungkan Cahaya itu sendiri, sehingga Cahaya tidak terobralkan dalam wujud popularitas penampakan.” Itulah Cahaya yang melimpahi para ‘arifin, auliya’ dan para sufi, yang dikemas oleh cover tampilan manusia biasa.
Sebagaimana Rasulullah saw, disebutkan , “Bukanlah Rasul itu melainkan manusia seperti kalian, makan sebagaimana kalian makan, minum sebagaimana kalian minum.” Ini semua untuk menjaga agar para hamba tidak berambisi popularitas, dan merasa bahwa Cahaya itu muncul karena upayanya.
“Cahaya-cahaya para Sufi mendahului wacananya. Ketika Cahaya muncul maka muncullah wacana” Para Sufi dan arifun berbicara dan berwacana, bukan karena aksioma logika, tetapi karena limpahan Cahaya, baru muncul menjadi mutiara kata. Sementara para Ulama, wacananya mendahului cahayanya.
“Ada Cahaya yang diizinkan untuk terbiaskan, ada pula Cahaya yang diizinkan masuk di dalam jiwa.” Ada Cahaya yang hanya sampai di lapis luar hati, tidak masuk ke dalam hati, sebagaimana orang yang menasehati tentang hakikat tetapi dia sendiri belum sampai ke sana.
Ada Cahaya yang menghujam dalam jiwa, dan dada menjadi meluas, dengan ditandainya sikap merasa hampa pada negeri dunia penuh tipudaya, dan menuju negeri keabadian, serta menyiapkan diri menjemput maut.
“Janganlah anda menginginkan agar warid menetap terus menerus setelah Cahaya-cahayanya membias dan rahasia-rahasiaNya tersembunyi.” Itulah perilaku para pemula, biasanya ingin agar Cahaya-cahaya warid itu menetap terus menerus. Padahal suatu kebodohan tersendiri, karena penempuh akan lupa pada Sang Pencahaya.
“Sesungguhnya suasana keistemewaan itu ibarat pancaran matahari di siang hari yang muncul di cakrawala, tetapi Cahaya itu tidak dari cakrawala itu sendiri, dan kadang muncul dari matahari Sifat-sifatNya di malam wujudmu. Dan kadang hal itu tergenggam darimu lalu kembali pada batas-batas dirimu. Siang (Cahaya) bukanlah darimu untukmu. Tetapi limpahan anugerah padamu.” “Cahaya-cahaya qalbu dan rahasia jiwa tidak diketahui melainkan di dalam keghaiban alam malakut. Sebagaimana Cahaya-cahaya langit tidak akan tampak melainkan dalam alam nyata semesta”
Orang yang mampu memasuki alam malakut adalah yang dibukakan Cahaya-cahaya qalbu dan jiwanya. Begitu juga nuansa pencerahan Cahaya qalbu dan rahasia qalbu itu, merupakan rahasia tersembunyi di alam Malakut. Dan lain sebagainya, yang menggambarkan soal pencahayaan ini. Karena berbagai ragam, bisa memberikan sentuhan Cahaya, apakah Cahaya qalbu, Cahaya ruh dan Cahaya Sirr yang memiliki karakteristik berbeda-beda dalam kondisi ruhani para hamba Allah.
http://www.facebook.com/notes/melati/siapkah-anda-menerima-pancaran-anugrah-/174728052565578
Bahasa Akal Bahasa Hati
"Harry, open the door!"
"Harry, can you please open the door!"
Dua ungkapan dengan maksud yang sama, tetapi menghasilkan
kesan yang berbeza.
Semasa saya kecil, Sesame Street adalah salah sebuah
rancangan televisyen yang amat saya minati. Salah satu episod yang masih segar
di ingatan saya ialah "The Magic Word".
"The Magic Word" bertujuan mengajar
kanak-kanak supaya menggunakan perkataan-perkataan yang sopan terutamanya
apabila meminta pertolongan. Perkataan please, kindly dan yang seumpama
dengannya adalah "The Magic Word" yang dimaksudkan.
AKAL
DAN HATI
Saya sentiasa berhati-hati agar jangan perkataan
saya menyinggung sesiapa. Maka saya juga mengharapkan yang sama dari orang
lain. Ia adalah fitrah manusia. Allah mencipta manusia dengan akal dan hati,
yang saling berbeza tabiat dalam memberikan reaksi kepada perkataan.
Akal memproses logik. Hati memproses emosi.
Akal dan logik menghasilkan tahu.
Hati dan emosi mencetuskan mahu.
Apabila kita meminta sesuatu dari orang lain dengan
menyebut "Ali, buka pintu tu", ia adalah arahan kepada akal. Apabila
akal memahami arahan tersebut, ia akan memberikan kefahaman tentang reaksi dan
tindakan yang sepatutnya diambil terhadap arahan itu.
Tetapi arahan yang hanya mempedulikan akal, walaupun
boleh difahami, ia mungkin tidak mencetus mahu. Arahan itu tidak mengambil kira
soal hati. Sedangkan kemahuan datang dari hati.
Bagaimana kalau ayat yang sama diungkap dengan cara
yang lebih sopan, seperti "Ali, tolong bukakan pintu tu. Terima
kasih!"
Bagaimanakah perasaan dan kesediaan kita untuk
bekerjasama dengan permintaan yang sedemikian rupa, berbanding arahan pertama?
Saya yakin, kita lebih bersungguh dan berkemahuan
untuk memenuhi permintaan itu kerana perkataan "buka pintu"
memberitahu akal, manakala perkataan "tolong" dan "terima
kasih" menggerakkan hati.
Tidak bolehkah peraturan semudah ini kita amalkan
dalam hidup?
LUQMAN
DAN BAHASA KASIH SAYANGNYA
Lihat sahaja bagaimana Luqman menasihati anaknya.
Beliau mulakan ungkapan nasihat itu dengan lafaz "Ya Bunayya", yang
boleh dimaksudkan sebagai "wahai anakku sayang". Ia adalah lafaz akal
dan hati. Luqman tidak bersikap angkuh terhadap anaknya atas status dirinya sebagai
bapa. Malah kuasa kasih sayang dan bahasa yang mengungkapkannya, menjadikan
nasihat itu lebih berkesan dan penuh hikmah.
Manusia tidak bertindak berdasarkan apa yang dia
tahu (akal), tetapi manusia bertindak berdasarkan apa yang dia mahu (hati).
Jangan lupa yang itu. Jangan hanya mengeluarkan arahan, tetapi manfaatkan
fitrah manusia yang ada perasaan.
BAHASA
TERHAKIS
Saya semakin merasakan betapa generasi hari ini
semakin tidak mempedulikan bahasa. Tidak pandai berbahasa. Tidak bijak menutur
kata. Saya tidaklah mengharapkan bahasa bangsawan atau sastera. Tetapi cukup
dengan bahasa "The Magic Word" yang sudah begitu sebati dengan adat
resam dan budaya kita.
Lihat sahaja pada mesej-mesej di shoutbox dan komen.
Saya tidak bermaksud mahu memperlekeh sesiapa, tetapi saya tidak enak membaca
tulisan yang tidak manusiawi.
Tidak cerdik berkata-kata. Apakah kerana generasi
muda hari ini semakin banyak berhubung di alam virtual, maka mereka menjadi
tuli terhadap nilai-nilai kemanusiaan pada bahasa dan perhubungan?
Sengaja saya cetuskan Sesama Street sebagai
muqaddimah kisah ini kerana saya ingin menunjukkan kepada pembaca betapa
masyarakat Barat, masih ramai yang [I]particular[/I] dan mengambil berat
tentang hal ini. Mereka mengajar anak-anak mereka berbudi bahasa.
Bagaimana dengan kita yang Muslim ini? Islam yang
mengajar kita bahawa muka dan bahasa yang manis itu adalah suatu kebajikan.
Bagaimana dengan Melayu yang suka dikenali sebagai bangsa yang berbudi bahasa?
Sudikah kalian memikirkannya? Terima kasih.
Tragedi Cinta Isteri
Dalam episod cinta takdir sering menguji kita. Mengapa aku mendapat suami yang begini?
Mengapa dia tidak setia? Bila masalah
melanda kita merasakan kitalah yang paling menderita. Mengapa aku yang menerima nasib begini?Kita
merasakan kitalah yang paling malang.
Hanya mulut mengaku Allah itu Tuhan tetapi mengapa dengan takdir-Nya kita enggan? Semacam terlupa kata
peneguhan di dalam al hadis dan Al Quran
bahawa besarnya masalah, beratnya ujian dan hebatnya cabaran... berkadar terus dengan kekuatan
iman.
Inilah hakikat yang mesti menjadi pegangan dalam menghadapi tragedi cinta di
dalam rumah tangga. Tragedi cinta
menjadi ujian iman dan tauhid sesetengah kita. Setiap orang ada medan ujiannya masing-masing. Dan untuk
isteri yang teruji dengan pasangannya,
sematkan di dalam dada... bahawa itulah takdir yang dipilih oleh Allah untuk menguji keimanan kita.
Bukankah sudah diungkapkan oleh sejarah, ada isteri yang baik diuji dengan suami yang
jahat seperti Siti Asiah isteri kepada
Firaun laknatullah. Bujukan Allah cuma satu, bergembiralah dengan pahala di sebalik ujian itu. Tenanglah
dengan jani-janji syurga. Ini bukan
'escapeism' tetapi itulah iman.
Yakinlah, bahawa cinta yang lebih besar sedang menguji cinta yang lebih
kecil. Cinta Allah sedang menguji cinta
kita kepada isteri atau suami.
Dan jika cinta yang kecil itu rapuh, jangan pula cinta yang lebih besar itu roboh.
Percayakan janji-janji Allah di akhirat
adalah penawar paling mujarab untuk menghadapi
keperitan ujian hidup di dunia. Ketika disiksa menjelang
kematiannya, Siti Asiah hanya memohon
kepada Allah untuk mendapat rumah di dalam
syurga. Jadi usah dikorbankan akhirat kita hanya kerana dipersiakan
oleh cinta kita di dunia.
Bagaimana sekiranya, cinta kita sudah dipersiakan? Pasangan kita seolah-olah
menjadi 'orang lain'. Bukan dia yang
kita kenal dahulu. Apakah ketika itu kita akan jadi panasaran? Habis segala laci, meja tulis, kereta atau
begnya kita selongkar. Telefon
bimbitnya, email, facebook dan apa sahaja milik peribadinya kita bongkar. Mencari dan menghidu kalau-kalau
terdapat bukti kecurangannya. Siang
malam diamuk gelisah. Kita bagaikan dirasuk.
Pada saat genting itu tekanlah butang 'pause'. Bertanyalah pada diri, apakah kita
masih menaruh harapan? Jika jawapannya
masih ya, maka nyalakanlah harapan itu – keep hope alife! Berusahalah untuk
memperbaiki diri. Dakap cinta Allah erat-erat. Moga perubahan itu membuahkan harapan yang akan merubah pasangan kita.
Tempuhlah jalan-jalan yang baik dan dibenarkan oleh syariat untuk membetulkan
keadaan. Jangan cuba membasuh najis
dengan air najis. Maksudnya, jangan gunakan jalan yang salah untuk membetulkan kesalahan pasangan kita. Nanti
keadaan akan bertambah buruk. Terimalah
takdir itu dahulu. Jangan mungkir. Kita tidak mungkin dapat mengawal arah tiupan angin, tetapi kita
masih mampu mengawal kemudi pelayaran.
Setelah berusaha sehabis daya... istirehatkan hati dan minda. Cuba tenangkan
perasaan. Dia bukan segala-galanya dalam
hidup yang singkat ini. Harapkan yang terbaik
tetapi bersedialah menghadapi yang terburuk. Jika terpaksa
kehilangan cinta itu bukan bukan bermakna
kehilangan segala-galanya.
Buat isteri yang diuji, ambillah masa untuk bersunyi-sunyi dengan Allah. Ketika
hati mu telah tenang tuliskanlah surat
ini. Surat buat menghadapi tragedi cinta...
Suami ku yang disayangi,
Surat ini ku tulis dengan hati yang terus menerus berdoa agar kau dan aku berjaya
mengatasi apa jua halangan dalam
perjalanan kita mendapat keredaan Allah. Hingga kini aku terus yakin jika kita mencari kebaikan, insya-Allah,
Allah akan memberikannya.
Terlebih dahulu ingin aku nyatakan bahawa dalam apa jua pergolakan dan ujian
yang telah berlaku sepanjang kita
berumah tangga, aku tetap menghormati mu.
Walaupun ada
masanya sikap dan kata-kataku terlanjur
dan terkasar, itu bukanlah kerana aku
sudah tidak menghormatimu apatah
lagi membencimu... tetapi semua itu
kerana terlalu sayang. Aku tidak mahu kehilangan dirimu sebagai
seorang suami seperti mana anak-anak
kita juga tidak mahu kehilangan
kasih-sayang seorang ayah.
Maafkan aku. Akulah yang lebih banyak bersalah dan tidak bijak menghadapi
ujian rumah tangga ini. Sesungguhnya
sejak dari dulu hingga sekarang aku menagih pimpinan dan panduanmu. Pimpinlah aku untuk menjadi isteri
yang solehah dan ibu yang baik kepada
anak-anak kita. Aku tidak mahu berpisah dengan semua kesayangan ku ini. Oleh sebab itu aku merayu
agar aku terus disayangi, dilindungi,
dipercayai dan dipimpin untuk menjadi wanita yang benar-benar menjadi penyeri hidup seorang
suami dan anak-anak.
Kebahagiaan kita sekeluarga berada di tangan mu. Dikaulah yang menjadi peneraju
dan nakhoda rumah tangga ini. Aku tahu
tugas dan amanah ini sangat berat. Ia menagih keikhlasan, keimanan dan kejujuran yang tinggi daripada
mu. Aku sedar apa yang akan ditanyakan
Allah di Hari Akhirat kelak kepada seorang suami sebagai pemimpin jauh lebih berat dan sukar dijawab
berbanding pertanyaan Allah kepada
seorang isteri. Aku tahu tangung jawab mu sangat berat. Jadi aku sentiasa sedia dan setia berada di sisi mu
untuk sama-sama mengharungi kepayahan
ini.
Marilah sama-sama kita insafi bahawa hakikatnya umur kita kian bertambah, upaya
dan tenaga kita semakin kurang, tetapi
perjalanan kita masih jauh dan beban kita semakin memberat. Amanah yang ada pun belum selesai
kita tunaikan, apatah lagi untuk menambah
beban yang baru. Aku bimbang... kita berdua akan kecundang.
Oleh sebab itulah aku sering mengingatkan diriku dan dirimu, marilah kita
kembali menilai peranan dan tanggung
jawab kita masing-masing. Aku sebagai seorang isteri dan kau sebagai seorang suami... Marilah kita
sama-sama bermuhasabah, apakah kiita
telah melaksanakan amanah yang kita janjikan di hadapan Allah ketika kita mula bernikah dahulu?
Pernikahan disamakan dengan mendirikan masjid. Begitu sucinya ikatan
perkahwinan dalam Islam. Ia bukan dibuat
hanya kerana untuk melepaskan hawa nafsu semata-mata. Jika itulah sahaja niat kita berkahwin, maka
apakah yang membezakan manusia dengan
haiwan? Tetapi sebaliknya, Islam meletakkan hubungan sah antara suami dan isteri sebagai suatu yang sangat
tinggi dan suci.
Ia bukan sahaja perkongsian fizikal, tetapi perkongsian fikiran, perasaan dan jiwa
untuk sama-sama berbakti kepada Allah.
Rumah tangga hakikatnya adalah sebuah masjid... Di dalam masjid orang solat, berzikir, membaca Al
Quran, mendengar tazkirah kuliah dan
laian-lain ibadah.
Aku rindukan semua itu. Tetapi kerinduan itu tidak akan kesampaian tanpa
bimbangan darimu. Aku lemah wahai suami
ku.
Pimpinlah aku untuk mendapat kasih sayang Allah
melalui aliran kasih sayangmu. Engkaulah
harapan aku dan anak-anak. Kami
hakikatnya telah diserahkan oleh Allah sebagai amanah kepada dirimu untuk disayangi di dunia dan di akhirat.
Janganlah disia-siakan amanah ini. Kelak
buruk padahnya kepada kami dan kepada mu jua. Relakah engkau melihat kami terkapa-kapa di dunia ini tanpa
pimpinan? Dan di akhirat terhumban ke
neraka yang penuh seksaan?
Suami ku,
Atas kebimbangan itu kekadang aku jadi cemburu. Bila ku lihat langkah dan sikap
mu sedikit terbabas, aku menjadi sangat
cemas. Bila ku lihat kau seakan-akan berubah, aku menjadi sangat gelisah. Bukan kerana benci, tetapi
kerana sayang. Mengapa tidak? Bukankah
di tangan kamu kemudi rumah tangga ini.
Kesilapan dan kesalahan mu sangat buruk akibatnya kepada kita sekeluarga. Jadi,
fahamilah hati isteri mu ini wahai suami
ku... Curiga ku bukan kerana prasangka. Cemburu ku bukan kerana melulu. Jauh sekali untuk mengawal dan
memperbudak-budakan. Tetapi sekadar
ingin mengingatkan bahawa kebakaran yang memusnahkan selalunya berpunca hanya daripada percikan
api!
Di antara kita adalah Allah. DIAlah zat yang Maha Melihat, Maha Mendengar dan
Maha Adil. Manusia tidak akan dapat
mengawal dan memantau manusia lain setiap masa dan ketika. Kini aku pasrah kepada Allah. Aku lelah dan kalah
untuk meneliti dan memeriksa di seluruh
penjuru. Aku tidak dapat mengawal hati mu dan kau juga tidak dapat mengawal hatiku.
Hati kita berdua, Allahlah yang menjadi pemantaunya. Menyedari hakikat ini,
aku kini hanya fokus untuk memperbaiki
diri. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Allah dan memperbaiki hubunganku dengan sesama manusia.
Aku yakin Allah tidak akan
mengecewakanku. Dan aku juga yakin Allah akan terus memberi kebaikan-Nya kepadaku melalui dirimu.
Marilah sama-sama kita perbaiki diri kita atas keyakinan rumah tangga ini perlu
terus diselamatkan dan dimeriahkan. Jika
benar itu masih menjadi harapan dan keyakinan kita, insya-Allah, pasti Allah akan tunjukkan
jalan-jalan-Nya. Dalam hidup ini kita
tidak boleh dapat semua perkara dalam satu masa. Bila kita mendapat sesuatu, pasti pada masa yang sama
kita akan kehilangan sesuatu yang lain.
Jadi marilah sama-sama kita pastikan apa yang kita dapat lebih berharga dan lebih baik berbanding apa
yang kita terpaksa lepaskan.
Oleh itu jika kita ingin mendapat rumah tangga yang bahagia, kita terpaksa
belajar 'melepaskan' perkara-perkara
lain. Rumah tangga kita adalah keutamaan. Ia amanah Allah, harapan kita dan anak-anak kita.
Sebaliknya, segala kesukaan atau
keseronokan kita yang lain mungkin terpaksa kita korbankan demi
membina kebahagiaan ini.Inilah
pengorbanan.
Tanpa pengorbanan tidak akan ada kebahagaiaan. Kita akan rela dan tega
berkorban jika kita benar-benar inginkan
rumah tangga ini berjaya. Jika tidak, kita terpaksalah mengorbankan rumah tangga ini... Apakah ini
berbaloi? Tidakkah ini seperti kata
pepatah, yang dikejar tak dapat, yang dikendong berciciran? Atau mendengar guruh di langit, air tempayan
dicurahkan?
Suami ku,
Tipuan dunia dan godaan nafsu ini sangat memberangsangkan. Syaitan sentiasa
menghias bibit-bibit dosa-dosa dengan
segala keindahan dan kecantikan. Sekali kita terjerumus, payah untuk bebas kembali. Selagi yang diburu tidak
tercapai, selagi itulah kita lelah
mengejarnya. Tetapi setelah kita mendapat, ada yang lain pula datang menggoda. Apa yang ada jarang
disyukuri, apa yang tiada itulah yang
kita risaukan. Kita akan lesu kerana asyik memburu.
Mengejar nafsu itu bagai mengejar bayang-bayang. Dilihat ada tetapi apabila
digenggam ia hilang... di hujung
percarian itu pasti ada lesu dan jemu. Kehendak nafsu tidak ada
batas dan tidak pernah puas. Padahal
kematian itu boleh datang tiba-tiba.
Relakah kita tertipu mengejar fatamorgana hanya kerana dari jauh ia kelihatan umpama air yang tergenang?
Aku mengingatkan diri ku dan diri mu kerana sayang. Aku selalu bertanya pada diri
sendiri, relakah aku mengorbankan rumah
tangga ini hanya untuk mengejar sesuatu yang tidak pasti? Aku terpaksa melepaskan salah satunya.
Dan insya-Allah, buat selamanya aku
lebih sanggup melepaskan apa dan sesiapa sahaja, asalkan jangan melepaskan kebahagiaan rumah tangga
ku. Itulah yang ada di hatiku. Dan
itulah jua yang aku harapkan, doakan ada dalam hati mu.
Jika dalam surat ini ada kesedihan... ia bukan kekecewaan tetapi itu hanya harapan.
Jika dalam surat ini ada teguran... itu
bukan kebencian tetapi itu hanya peringatan, buat ku dan buat mu jua. Namun, ku akui dalam surat ini
terlalu banyak doa dan harapan. Doa ku
hanya pada Ilahi. Dan harapan ku tetap untuk mu suami. Jika air mata itu berkesan, nescaya akan
tulis surat ini dengan air mata. Bukan
air mata kecewa tetapi air mata harapan...
Ku harap kau membaca surat ini dengan hati yang terbuka. Bayangkan semula
harapan dan cita-cita kita seawal kita
memutuskan untuk berkahwin dahulu. Saat indah itu telah berlalu tetapi keindahan itu akan menjelma
semula dalam bentuk baru jika kita
berusaha untuk merealisasikannya. Dalam perkahwinan yang baik, seorang lelaki dan wanita sentiasa mencari
ruang dan peluang untuk memperbaiki
dirinya demi orang yang disayanginya.
Dan sekalipun dalam perkahwinan yang paling bermasalah, penawar yang mujarab
adalah kebenaran. Menyatakan kebenaran
kepada pasangan adalah kaedah terbaik untuk membuktikan cinta adalah lebih utama daripada satu pendustaan!
Mohon berundur dulu. Pasangan yang bahagia bukanlah tidak pernah membuat
kesilapan. Tetapi mereka tetap bahagia
kerana mereka sentiasa belajar mengakui kesilapan itu dan belajar daripadanya... dan akhirnya
melupakannya! Itulah aku kini.
Ku akui
kesilapan ku dan aku sedang memperbaikinya dan aku ingin melupakannya...
Suami ku, aku masih menaruh harapan. Insya-Allah,
kau masih sudi membantu aku untuk itu! Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
