Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Kamis, 06 Januari 2011

' Maafkan Aku Ibu "


Saat engkau hadir di dunia ini, Ibu mendekapmu erat dalam hangat peluknya.
Engkau mensyukurinya dengan menjerit sekencang mungkin.

Saat engkau berumur 1 tahun, Ibu menyusui dan memandikanmu.
Engkau mensyukurinya dengan tangisanmu yang membangunkannya di tengah malam.

Saat engkau berumur 2 tahun, Ibu melatihmu berjalan.
Engkau mensyukurinya dengan berlari menjauh saat Ibu memanggil.

Saat engkau berumur 3 tahun, Ibu membuatkan bubur untukmu dengan penuh cinta.


Engkau mensyukurinya dengan membanting mangkokmu ke lantai hingga berceceran.

Saat engkau berumur 4 tahun, Ibu memberimu pensil warna.
Engkau mensyukurinya dengan mencoreti permukaan meja makan.

Saat engkau berumur 5 tahun, Ibu memakaikan pakaian terbaik untukmu dan mengajakmu jalan-jalan. Engkau mensyukurinya dengan meloncat-loncat di atas genangan lumpur yang kau jumpai.

Saat engkau berumur 6 tahun, Ibu memasukkanmu ke sekolah dasar.
Engkau mensyukurinya dengan berteriak, "AKU TIDAK MAUU !!"

Saat engkau berumur 7 tahun, Ibu membelikanmu bola sepak.
Engkau mensyukurinya dengan menyepaknya kuat-kuat hingga memecahkan kaca jendela tetanggamu.

Saat engkau berumur 8 tahun, Ibu membelikanmu es krim.
Engkau mensyukurinya dengan menumpahkannya ke pangkuanmu.

Saat engkau berumur 9 tahun, Ibu membayarkan kursus piano untukmu.
Engkau mensyukurinya dengan tak pernah serius berlatih.

Saat engkau berumur 10 tahun, Ibu mengantarkanmu bermain bola, berolahraga dan ke pesta ulang tahun temanmu.


Engkau mensyukurinya dengan melompat keluar dari mobil tanpa berpamitan.

Saat engkau berumur 11 tahun, Ibu mengajak engkau dan temanmu ke bioskop.
Engkau mensyukurinya dengan menyuruh Ibu duduk di barisan yang berbeda.

Saat engkau berumur 12 tahun, Ibu mengingatkanmu untuk tidak menonton acara TV tertentu.
Engkau mensyukurinya dengan menunggu hingga Ibu keluar rumah.

Belasan tahun kemudian,

Saat engkau berumur 13 tahun, Ibu menyuruhmu memotong rambut.
Engkau mensyukurinya dengan mengatakan bahwa Ibu tidak mengerti mode.

Saat engkau berumur 14 tahun, Ibu membayarkan kemah remaja selama sebulan untukmu.
Engkau mensyukurinya dengan tak pernah menceritakan kabarmu selama itu.

Saat engkau berumur 15 tahun, Ibu pulang dari kantor, mencari pelukanmu.
Engkau mensyukurinya dengan menutup dan mengunci pintu kamarmu.

Saat engkau berumur 16 tahun, Ibu mengajarkan padamu cara mengendarai mobil.
Engkau mensyukurinya dengan memakai mobil setiap ada kesempatan.


Saat engkau berumur 17 tahun, Ibu menunggu telepon penting.
Engkau mensyukurinya dengan bertelepon ria sepanjang malam.

Saat engkau berumur 18 tahun, Ibu menangis haru pada hari kelulusanmu.
Engkau mensyukurinya dengan berpesta pora bersama temanmu hingga fajar menjelang.

Ketika tubuh ibumu bertambah lemah, semakin tua ...

Saat engkau berumur 19 tahun, Ibu membayari biaya kuliahmu, mengantarkanmu ke kampus dan membawakan barang-barangmu.
Engkau mensyukurinya dengan berpamitan sedemikian rupa, agar tak nampak Ibu memelukmu di depan teman-temanmu.

Saat engkau berumur 20 tahun, Ibu bertanya sudahkah engkau mempunyai pacar ?
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Bukan urusanmu."

Saat engkau berumur 21 tahun, Ibu menyarankanmu bekerja di bidang ini-itu kelak.
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Aku tidak mau seperti Ibu."

Saat engkau berumur 22 tahun, Ibu memelukmu saat tibanya hari wisudamu.
Engkau mensyukurinya dengan minta hadiah tur ke Eropa.



Saat engkau berumur 23 tahun, Ibu memberikan perabotan untuk rumah kontrakanmu.
Engkau mensyukurinya dengan mengatakan pada temanmu, perabotan itu jelek.

Saat engkau berumur 24 tahun, Ibu bertemu dengan pacarmu dan menanyakan rencana pernikahanmu. Engkau mensyukurinya dengan melotot dan menggeram, "Ibuu ... nantilah !"

Saat engkau berumur 25 tahun, Ibu membantu biaya pesta pernikahanmu dan Ibu menangis bahagia, serta mengatakan betapa besar cintanya padamu.
Engkau mensyukurinya dengan pindah ke luar kota.

Saat engkau berumur 30 tahun, Ibu memberi nasihat untuk perawatan anak-anakmu.
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Sekarang zamannya sudah beda."

Saat engkau berumur 40 tahun, Ibu menelponmu dan mengingatkan akan acara perkumpulan keluarga. Engkau mensyukurinya dengan mengatakan bahwa engkau benar-benar sibuk sekarang.

Saat engkau berumur 50 tahun, Ibu jatuh sakit dan membutuhkan engkau untuk merawatnya.
Engkau mensyukurinya dengan menceritakan kisah orang tua yang menjadi beban bagi anak-anaknya.

Hingga kemudian, di suatu hari, Ibu meninggal.




Dan segala sesuatu yang tak pernah kau baktikan untuk Ibu setulusnya, menjelma menjadi penyesalan yang menyiksa dirimu seumur hidup, menghujam sampai lubuk hatimu bak halilintar.

Semuanya sudah terlambat.
Kini setiap saat tinggalah penyesalanmu "Maafkan aku ibuku".


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/-maafkan-aku-ibu-/182167061802950

Cantik - Cantik Kok Kentut


Abdurrohman Hatim bin Yusuf bin Ulwan (hidup sekitar abad 2 H atau 8 M) adalah salah satu tokoh besar dalam dunia tasawwuf. Kita kerap mendengarnya dengan nama Hatim Al-ashom, atau si Hatim yang tuli.
Lalu kenapa dia dijuluki tuli? Ada cerita indah dan pelajaran kehidupan besar tentang ini.
Seperti biasa, keseharian Hatim adalah bekerja di toko sebagai pedagang. Suatu hari tokonya kedatangan pembeli, seorang gadis cantik.
Pas saat gadis itu asyik menawar, tiba-tiba gadis tadi mengeluarkan angin, kentut, bersuara lagi !
Tentu saja seketika wajah ayunya berubah pias pucat pasi menahan malu yang tak alang kepalang. Namun Hatim tanggap dengan perubahan itu, segera dia balik bertanya seraya mengeraskan suara, "maaf anakku, mau beli apa? Keraskan bicaranya, bapak tidak dengar", sambil sedikit menelengkan kepalanya.
Seketika legalah hati gadis tadi, dia mengira Hatim tuli (mungkin dalam hatinya, *huft, selamet, selamet, ternyata bolot dia, ga kedenger dund kentut merduku tadi*).
Dan sejak itu, Hatim terkenal dengan julukan Al-ashom. Si Tuli.
@ @ @
Yang perlu kita ambil pelajaran adalah Lihat bagaimana toleransi dan cara beliau menjaga perasaan orang lain. Harus kita akui, kerap kita bertindak mendahulukan ego tanpa menjaga perasaan umum.
Sikap menjaga perasaan ini harus lebih kita praktekkan lagi saat melihat teman kita terjebak pada posisi sulit yang menjual air muka malu. Semisal kesalahannya terbongkar. Maka tentu tak bijak jika kita ikut mengecamnya misalkan.
Salah satu sikap seorang leader yang baik adalah, berpura-pura tidak tahu dengan kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan bawahan. Namun bukan berarti menutup mata, tetapi berusaha membenahinya dengan tanpa bawahan itu terasa bahwa sedang ada pembenahan di sana.


Meski terkadang gara-gara itu kita dianggap bodoh. Seperti yang dialami Hatim tadi.
Pelajaran lain, Hatim terkenal sebagai seorang wali besar, bukan lantas dengan itu bahwa seorang jika telah sampai pada derajat spiritual yang tinggi selalu diartikan kerjanya hanya ibadah di Masjid saja. Tidak harus. Salah satunya adalah Hatim yang kesehariannya bekerja menjaga toko, meski malamnya berubah menjadi seorang ahli ibadah yang di hati dan segenap pikirannya hanya ada Allah Ta'ala saja.
Akhir catatan, pelajaran kehidupan yang lain, Jangan kentut di sembarang tempat yach, malu-maluin en gak punya adab tau', Apalagi kalau yang kentut itu Mbak-Mbak atau Ukhti-Ukhti, hehehe... Bakal jatuh pasarannya.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/cantik-cantik-kok-kentut/10150111832831042

Kehebatan Syurga Berdasarkan Al-Quran


Allah menciptakan perkara-perkara yang luar biasa indah dan nikmatnya kepada orang-orang yang bertakwa sehingga menurut Nabi Muhammad s.a.w. di syurga itu terdapat apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah pula terlintas di hati manusia.
Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran tentang kehebatan syurga Allah SWT yang sempat saya kumpul :
"Perumpamaan syurga  yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir  sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian  pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat  kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (Surah Ar-Ra'd; 35)
"Kedua syurga itu  mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan." (Surah Ar-Rahman; 48)
"Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir." (Surah Ar-Rahman; 50)


"Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang  berpasangan." (Surah Ar-Rahman; 52)
"Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan  buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat." (Surah Ar-Rahman; 54)
"Di dalam syurga itu  ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh  oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami  mereka), dan tidak pula oleh jin." (Surah Ar-Rahman; 56)
"Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang  memancar." (Surah Ar-Rahman; 66)
"Di dalam syurga itu  ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (Surah Ar-Rahman; 70)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, bagi  mereka syurga-syurga yang penuh  kenikmatan..." (Surah Luqman, 8)
"Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal soleh ke dalam syurga yang mengalir di  bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka.  Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah "salam"" (Surah Ibrahim; 23)
"Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan  salam. Bagi mereka rezeki di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang." (Surah Maryam; 62)
"Berlumba-lumbalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya  seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada  Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah kurnia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang  dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar." (Surah Al-Hadid; 21)
"Di syurga itu  mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta." (Surah Yasin; 57)
"(Bagi mereka) syurga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka  diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian  mereka didalamnya adalah sutera." (Surah Fathir; 33)
"....Syurga itu  sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman." (Surah Al-Furqan; 76)
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami syurga-Mu dengan rahmat dan kasih sayang-Mu. Jadikanlah kami hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa. Kami teringin menemui-Mu di syurga. Ampunkahlah dosa-dosa kami.


http://www.iluvislam.com/inspirasi/motivasi/914-kehebatan-syurga-berdasarkan-al-quran.html

Istimewa 2011 Untuk Anda!


Menjadi fitrah manusia sukakan sesuatu yang baru; baju baru, mainan baru, komputer baru, TAHUN BARU =)
Maka memulakan cerita, saya nak ucapkan.. Selamat Tahun Baru.
Dalam Islam kita menyambut tahun baru pada 1 Muharram. Emm..hari ini berapa haribulan kalendar Islam ye =)
Kalendar Islam dihasilkan semasa pemerintahan Saidina Umar r.a.  Kalendar Islam dimulakan dengan mengambil peristiwa hijrah sebagai titik  permulaan.
Tapi ramai yang kurang tahu yang peristiwa hijrah berlaku pada Rabiulawwal dan bukannya Muharram. Menarik bukan =)
Jadinya kenapa pula kalendar Islam bermula dengan Muharram?
Sebenarnya bulan Islam dimulakan dengan Muharram kerana dikatakan  inilah saat yang mana Nabi berniat untuk melaksanakan hijrah. Maka  jadilah 1 Muharram detik permulaan =)


Rujukan? Haa...belajar mesti memerlukan  usaha. Tidak boleh macam makan  mee segera. Cepat dimasak sedap dimakan.  Cuma kurang zatnya.
Untuk rujukan, dengan ini aku mempersilakan semua untuk membaca sirah Nabi s.a.w dan juga sejarah para sahabat r.a.
Kita  perlu menjadi umat Islam yang cemerlang. Banyakkan membaca  untuk  berjaya. Ilmu itu untuk mereka yang mencari, bukannya untuk  mereka yang  suka goyang kaki =)
Selamat tahun baru.
Menuju kejayaan.
Menuju Islam yang gemilang =)


http://www.iluvislam.com/tazkirah/nasihat/1415-istimewa-2011-untuk-anda.html

Rabu, 05 Januari 2011

>SHOLAT KUNG FU, Ciaaaat ! :D


Catatan kali ini, masih berhubungan dengan sholat. Ternyata jika dipikir, masih banyak yang lobang sholat kita,melalui berbagai macam sudut pandang. Masih perlu banyak muhasabah (introspeksi) atas sholat kita.
Sebelumnya, salah satu ekselensi pendidikan pesantren yang kami terima adalah pengawasan perilaku dan perkembangan pembangunan kepribadian dan hati oleh Guru-Guru kami selama 24 jam. Terutama yang berhubungan dengan pembentukan jiwa yang berkaitan dengan ibadah.
Semisal Sholat (ini satu contoh saja), bagaimana pengawasan terhadap pelaksanaan sholat sesuai dengan syarat, rukun dan sunnah-sunnahnya. Semua dididikkan pada kami dengan sangat ketat agar kelak kami terbiasa dengan kondisi itu.
Aku punya 3 mawaqif (momen) yang sama dari 3 Guru berbeda soal ini, yang yah lagi-lagi berhubungan dengan keteledoranku dalam shalat... Ya wajar sih, sebab kami (sampai sekarang) masih membutuhkan pengarahan dari Murobbi kami soal ini untuk tarbiyah.
Suatu hari, kala berjamaah, aku dalam posisi ma'mum masbuq (huhuhu, kebiasaan buruk, jarang sholat di shof awwal), dan aku tertinggal 3 Rakaat. Tentu usai imam salam, aku menambah rakaat yang kurang. Namun aku tak tahu jika Guruku memperhatikan sholatku.
Usai sholat, dengan suara keras beliau menegurku, "Kang, ulangi lagi sholatnya itu, gerakanmu terlalu cepat, nggak ada thuma'ninahnya, nggak sah itu !".. Aku pun mengangguk takdzim dan mengulangi lagi sholatku. Ini waktu di Purworejo
Hal yang sama terjadi di Malang (padahal perasaanku, sholatku udah pelan banget lho, tapi sama Guruku masih dianggap cepat :-S ). Kata beliau ,"Sholat ngebut, jungkir balik kayak gitu, kenapa pas sujud nggak salto aja sekalian? Emangnya kungfu" hayyah :-D...
Saat di Mekkah, pernah juga aku mengalami hal yang sama, pas aku jadi Imam lagi. Usai salam, aku langsung ditegur, lagi-lagi karena dinilai kecepetan, "Alawy, jangan terlalu cepat, apa nggak kasihan sama yang tua-tua di belakangmu? Lihat, aku sampai tertinggal-tinggal, mana sholat pakai surat pendek lagi, bukannya kamu hafal Qur'an?", jdduerr, 2-0 deh.
@ @ @
Dalam istilah para ulama, sholat yang tak ada khusyuk-khusyuknya itu dinamakan sholat ayam jago mematuk, (Naqrotun ka naqrotid Diik). Sering mereka menggambarkan, bagaimana kekhusyuan orang dulu jika sholat, sampai ada yang dibuat bertengger sama burung sebab dikira tembok. Tak bergerak sama sekali.
Ada pula orang shaleh, yang kerobohan rumahnya, namun dia tak terasa, sebab dia sedang begitu khusyuknya shalat. Ada yang saat mendapat vonis amputasi kaki, dan kakinya itu mesti dipotong, mengingat zaman itu belum ditemukan teknologi pembiusan, maka amputasi dilakukan saat shalat. Sebab saat itu orang shaleh tersebut tak merasakan apa-apa. Saking khusyuknya.
Dan jika kita mempelajari fiqih atau hadits yang berkenaan dengan ini, ada istilah hadits yang sangat terkenal, yaitu "Haditsu-l Musi' sholatah", hadits tentang orang yang jelek sholatnya,bagaimana di situ diterangkan bahwa Nabi menegur dan menyuruh seseorang berkali-kali untuk mengulangi sholatnya gara-gara dia nggak thuma'ninah.
Jadi? Pelajaran utama dari catatan ini adalah, sudah seyogyanya kita dalam sholat wajib itu melakukannya dengan khusyu', dengan tenang, thuma'ninah per gerakan dan per rukun. Tidak ngebut jungkir balik kayak orang dikejar hutang (ini lain lagi dengan sholat sunnah lho ya, yang boleh gitu).
Semestinya, kita menjadikan sholat sebagai refreshing jiwa, menikmatinya satu-satu tiap gerakan, agar khasiat sholat yang berpengaruh positif pada kehidupan dan jiwa kita, bisa kita rasakan di kehidupan sehari-hari kita
Akhir catatan, yuk bareng-bareng benahi sholat kita ^_^
:D


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/sholat-kung-fu-ciaaaat-d/10150109984131042