Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Selasa, 14 Desember 2010

" Sikap anak terhadap orang tua " ( nasihat dan renungan buat yang akan menjadi orang tua dan yang telah menjadi orang tua )


oleh Safir Alkatiri

SIKAP ANAK TERHADAP ORANG TUA BERMASALAH*

Selama ini yang sering kita dengar dalam setiap pengajian/ceramah yang berisi mengenai sikap anak terhadap orangtua selalu sama, yaitu menjadikan anak sebagai subyek dengan kata lain anak yang harus menjaga sikapnya. Anak harus hormat, mematuhi dan bersikap yang baik-baik (lisan/perbuatan) kepada orangtua.


dahal dalam kenyataan yang sering terjadi dalam kehidupan nyata ini banyak sekali seorang anak kebingungan atau sulit bersikap terhadap orangtuanya, terutama bagi mereka yang yang orangtuanya bermasalah.
Bagaimana sikap anak terhadap ayah yang memukuli ibunya? sementara ayah sudah tidak dapat dikendalikan/dinasehati !!! Apakah sang anak harus diam melihat hal tersebut karena jika melawan akan dikatakan durhaka sementara ibu tersiksa lahir dan batinnya.
Hal tersebut diatas sering kita lihat dan dengar disekililing kita, bahkan ada seorang anak kelepasan tangan memukul ayahnya untuk membela ibunya yang dianiaya ayahnya.Jika kita lihat hadist Rasul bahwa ibu 3x lebih harus kita hormati dari ayah apakah dibenarkan anak melawan ayahnya untuk membela ibunya yang teraniaya ?
Kebanyakan orang tua (ortu) ternyata otoriter. Menurutnya, segala perkataannya harus diikuti anaknya. Padahal ortu yang baik itu di samping sbg pelindung dan pembimbing, mestinya juga harus menjadi teman yang baik (yang bisa diajak diskusi dlm membicarakan cita-cita, misal) bagi anaknya.
Juga perlu dibedakan antara nasehat dan saran/usulan. Nasehat itu meliputi nilai-nilai yang prinsipil (sesuai logika), dan moralitas atau norma-norma agama, seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung-jawab, keseriusan, harga-menghargai, hormat-menghormati, dll.
Dan saran/usulan berkaitan dengan cita-cita, bidang studi yang hendak di tekuni, dll.
Jadi, seorang anak dikatakan membantah nasehat ortu jika ia tidak menaati nilai-nilai moralitas yang disampaikan ortunya. Adapun soal pilihan cita-cita, pilihan jodoh, dll yang berkaitan dengan masa depan si anak ortu tidak boleh memaksakan kehendaknya. Bila si anak sudah mantap pada suatu pilihan (yang tidak ada jeleknya sedikitpun menurut norma apapun), dan konsekuen atas pilihan tersebut (berani bertanggungjawab), ortu tinggal memberikan usulan-usulan dan bimbingan yang mendukung pilihan si anak.
Dalam hal ini ortu juga tidak bisa memaksakan usulan-usulannya. Bila si anak mempunyai pendapat yang lebih mantap dan yakin bisa mempertanggungjawabkannya, ortu tidak boleh mengendorkannya.
Diskusi soal pilihan ini tergantung pada kekuatan argumen-argumen yang rasional, dan yang jelas tidak boleh menyalahi norma-norma agama. Demikian soal pendidikan anak. Format interaksi ortu-anak seperti di atas bila keduanya tetap pada rel-rel agama dan logika. Jika salah satunya menyalahi agama, maka pertanda olengnya bahtera rumah tangga.
Terlebih jika yang melakukan kesalahan adalah ortu, bagaimana sikap si anak?


Dilihat-lihat, bila si anak sudah menjadi dewasa dan merasa mampu --secara fisik dan mental-- mengatasi ortu-nya sendirian tanpa melibatkan orang luar, maka lebih baik diatasi sendiri.
Tapi jika tidak mampu, segeralah minta tolong orang lain. Bahkan kalau urusannya sudah gawat sekali, sudah masuk kategori pidana misal, lebih baik lapor ke pihak yang berwajib (polisi).
Yang jelas, harus segera diupayakan agar jangan terjadi korban. Pada kasus di atas, tentu si anak sebisanya menyelamatkan ibunya, namaun jangan ikut-ikutan kehilangan kesabaran dengan membalas dendam, apalagi sampai membunuh bapaknya.naudzu'billah

Demikian,

semoga bermanfaat


http://www.facebook.com/notes/melati/-sikap-anak-terhadap-orang-tua-nasihat-dan-renungan-buat-yang-akan-menjadi-orang/168281476543569

“ Sampai Kapan… Sampai Kapan… Sampai Kapan… “


Syair/Muhasabah
berjudul: “ Sampai Kapan…  Sampai Kapan…  Sampai Kapan… “

Sampai kapan kita menantang…?
Sampai kapan kita membangkang…?!?
Aurat kelihatan di sepanjang jalan…
Wanita dandan untuk dijajan…!!
Hukum Alloh tak dihiraukan…!!
Meminum miras?
Tak pernah puas…!!
Harta panas di makan buas…
Hukum Alloh tak dihiraukan…!!
Layar kaca sepanjang malam…
Acara kelam tak pernah padam…!!


Di syahwat hitam kita tenggelam…
Hukum  Alloh tak dihiraukan…!!
Miskin dan fakir?
Tak pernah terpikir…!!
Uang membanjir…
Bertambah kikir…
 Hukum  Alloh tak dihiraukan…!!
Sihir terus mendupa…
Syirik merajalela…
Santet menebar petaka…
Semua diam seribu bahasa…
Hukum  Alloh tak dihiraukan…!!
Muda mudi membaur diri…
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji…
Belum nikah sudah berbayi
Hukum  Alloh tak dihiraukan…!!
Terjangan samudra…
Dan goyangan gempa…
Seakan tanda…
Murka Sang Pencipta…
Tapi kita… telah buta…!!


Bencana demi bencana… terus melanda…
Memakan harta, menelan jiwa…
Tapi kita terus durhaka…!!
Apa yang kau tunggu!?!
Kita harus bersatu…!!
Negeri kita harus disapu…!!
Bila ka uterus termangu,
Kita semua kan tersapu…!!


http://www.facebook.com/notes/melati/-sampai-kapan-sampai-kapan-sampai-kapan-/168281206543596

9 SITI


9 Siti yang patut dicontohi

oleh Sa'ad Al-farisyi

1) Siti Khadijah - Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’.
2) Siti Fatimah - Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali. 
3) Siti A’ishah - Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama
4) Siti Hajar - Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).
5) Siti Mariam - Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa
6) Siti Asiah - Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah
.7) Siti Aminah - Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.
8.) Siti Muti’ah - Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya saja.



9 ) Siti Zubaidah - Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t. 


http://www.facebook.com/notes/melati/9-siti/168268489878201

Pemuda Kesturi


oleh Sa'ad Al-farisy



Nama pemuda ini adalah Abu Bakar Al Misky, yang tubuhnya selalu wangi seharum misyak miski.
Suatu hari ia ditanya: “Sungguh kami selalu mencium bau wangi darimu, apakah sebabnya?” Dengan bersahaja ia menjawab: “Demi Alloh sudah bertahun-tahun aku tidak memakai minyak wangi. Adapun aroma wewangi tubuh sebabnya begini.
Suatu ketika ada seorang wanita yang memperdayaiku. Ia memasukkan aku ke rumahnya lalu ia mengunci pintu-pintunya. Selanjutnya ia pun merayuku dengan berbagai cara untuk memperdayaiku dan menjerumuskanku.
Aku pun bingung dan tertekan dengan tipu dayanya, aku lalu berkata kepadanya, “Aku mau ke belakang terlebih dahulu”. Aku meminta ia mengirim pembantunya untuk menyertaiku ke toilet. Ia pun setuju. Ketika aku masuk kamar kecil, aku ambil kotoran dan aku lumurkan ke seluruh tubuhku.
Selanjutnya aku pun menemui wanita itu dalam keadaan yang berlumuran kotoran. Ia kaget melihatku, dan memerintahkan pembantunya untuk mengeluarkan aku dari rumahnya. Lalu aku pergi dan membersihkan diri.
Pada malam harinya aku bermimpi melihat seseorang berkata padaku: “Engkau telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan seseorang selainmu. Sungguh aku menjadikan baumu wangi di dunia dan di akhirat.”
Maka, pada pagi harinya aku terbangun dengan aroma kesturi dari tubuhku, dan terus berlanjut sampai sekarang.”
————————————————————–>>>>>>
Subhanallah, betapa dahsyatnya balasan bagi seseorang yang selalu menjaga kesucian darinya? Alloh memuliakannya dengan anugerah terindah. Tubuhnya seharum kesturi sebagai buah akhlaq terpuji, menjaga taqwa diri meski rayuan syahwat menghampiri, dan mampu menjaga diri saat wanita cantik menawarkan diri.
Ia lebih memilih bermandikan kotoran bau dibandingkan mengikuti syahwat sang wanita.

————————————————————–>>>>>>


http://www.facebook.com/notes/melati/pemuda-kesturi/168267826544934

Jodoh Itu…???


Jodoh Itu..??? ( renungan teruntuk seorang akhwat dari suara hati akhwat yang masih sendiri )

oleh Safir Alkatiri
Assalamu alaykum warohmatullohi wabarokatuh...
Kali ini aku ingin membahas satu kata yang selalu menyelimuti hati dan pikiranku... yaitu JODOH...
Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti membayangi.
Kapan aku menikah?...
Aku rindu seorang pendamping, namun siapa?
Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu?
Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh?
Atau jangan-jangan ALLAH SWT berlaku tidak adil? Astaghfirullahaal Adziem...
Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman.
Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi ‘ bagian masalah ‘, namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.



Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi" calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan nya.
Ketika ditanya, haruskah seideal itu??? Jawabnya ringan, "Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.
Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serba unggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.
Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah swt, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.
Mereka hanya bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul.
Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.
Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat.
Jika seseorang yang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan????
Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan.
Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.
Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu???


"Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286).
Di balik fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.
Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.
Jadi sekarang jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku??? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?
Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)."
SubhanALLAH... ALLAHU AKBAR...
Barokallahu Fikum, semoga bermanfaat...
WALLAHUA'LAM 

Wassalamu alaykum warohmatullahi wabarokaatuh


http://www.facebook.com/notes/melati/jodoh-itu/168264859878564