Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Selasa, 07 Desember 2010

MLM Dalam Pandangan Islam

Suatu lembaga bisnis pastinya akan berusaha agar pemasaran produk berjalan baik. Sehingga penjualan barang terus meningkat, di antaranya mengikat konsumen agar setia dengan produk yang dijual. Caranya sangat beragam di antaranya dengan menerapkan system Multi Level Marketing (MLM). System pemasaran dan penjualan dengan MLM semakin marak. Banyak produk yang dipasarkan dengan system ini. Bahkan sebagian produk bisa diperoleh dengan harga yang lebih murah dengan menjadi member pada lembaga yang menerapkan system ini. Sehingga masyarakat yang membutuhkan suatu produk tersebut tertarik untuk menjadi anggotanya. Atau dalam beberapa prakteknya, banyak point dan bonus yang dijanjikan bagi para anggota. Sehingga mereka bersemangat memasarkan produk tersebut untuk mengejar point dan bonus tersebut. Dan terkadang ada yang berniat gabung demi mendapatkan bonus, bukan karena butuh kepada produk yang dijual. Karenanya akhir-akhir ini banyak masyarakat muslim yang menanyakan hukum melakukan transaksi jual beli dengan system MLM (Multi Level Marketing) ini. Apakah system tersebut dibenarkan dan dibolehkan oleh syariat? Atau malah dilarang? Seorang muslim harusnya memperhatikan masalah halal dan haram. Segala yang haram harus dia jauhi, khususnya dalam masalah nafkah yang didapatkan. Karena barang haram –baik haram dzatnya atau sebab memperolehnya- yang dikonsumsi akan menyebabkan ibadahnya tidak diterima dan doanya tidak dikabulkan. Dan keharaman akan menjadi sebab datangnya banyak musibah. Begitulah dalam menyikapi system MLM, dia harus memastikan apakah hukumnya dibenarkan oleh syariat atau tidak? Maka pada sabtu malam (04/12/2010) yang lalu, Pengurus masjid Al-Muhajirin, Kavling Harapan Kita, Seroja, Bekasi Utara dalam kajian rutin bulanan di malam Ahad pertama mengkaji masalah ini. Ustadz Dr. Ahmad Zain An Najah, MA. pengasuh kajian tersebut menyimpulkan bahwa Sistem MLM secara konvensional yang banyak ditemui di masyarakat hukumnya haram dengan enam alasan yang beliau kemukakan. Walaupun, menurut beliau masih banyak lagi alasan yang lain. Namun enam alas an tersebut sudah mencukupi untuk menyimpulkan hukumnya. Menurut Doktor alumnus Al-Azhar Kairo ini, boleh atau tidaknya penjualan dengan MLM ditentukan oleh system yang dipraktekkan. Sebatas lebel syariah tidak menentukan kehalalan. Karenanya setiap system pemasaran dan penjualan barang dengan system MLM yang berlabel syariah perlu dikaji secara tersendiri dan khusus. Adakah kaidah dasar syariah yang dilanggarnya sehingga menyebabkan haramnya system yang digunakan? Berikut ini kami suguhkan kepada pembaca artikel, “MLM Dalam Pandangan Islam” yang menjadi panduan pada kajian di atas. Dan semoga tulisan beliau ini bisa menjawab pertanyaan seputar hukum MLM tersebut: MLM Dalam Pandangan Islam Oleh: Dr. Ahmad Zain An Najah, MA Akhir-akhir ini banyak masyarakat yang menanyakan hukum melakukan transaksi jual beli dengan system MLM (Multi Level Marketing). Tulisan di bawah ini mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan tersebut: Pengertian MLM MLM adalah sistem penjualan yang memanfaatkankonsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level (tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya. Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu. Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancarandistribusi. (http://id.wikipedia.org/) Untuk menjadi keanggotaan MLM, seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut, tetapi kadang ada yang tidak mensyaratkan untuk membeli produk tersebut. Pembayaran dan pembelian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan point tertentu. Kadang point bisa didapatkan oleh anggota jika ada pembelian langsung dari produk yang dipasarkan, maupun melalui pembelian tidak langsung melalui jaringan keanggotaan. Tetapi kadang point bisa diperoleh tanpa pembelian produk, namun dilihat dari banyak dan sedikitnya anggota yang bisa direkrut oleh orang tersebut, yang sering disebut dengan pemakelaran. Transaksi jual beli dengan menggunakan sistem MLM hukumnya haram. Alasan-alasannya adalah sebagai berikut : Alasan Pertama: Di dalam transaksi dengan metode MLM, seorang anggota mempunyai dua kedudukan: Kedudukan pertama, sebagai pembeli produk, karena dia membeli produk secara langsung dari perusahaan atau distributor. Pada setiap pembelian, biasanya dia akan mendapatkan bonus berupa potongan harga. Kedudukan kedua, sebagai makelar, karena selain membeli produk tersebut, dia harus berusaha merekrut anggota baru. Setiap perekrutan dia mendapatkan bonus juga. Pertanyaannya adalah bagaimana hukum melakukan satu akad dengan menghasilkan dua akad sekaligus, yaitu sebagai pembeli dan makelar? Dalam Islam hal itu dilarang, ini berdasarkan hadist-hadist di bawah ini: 1. Hadits abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ “Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam telah melarang dua pembelian dalam satu pembelian.”( HR Tirmidzi, Nasai dan Ahmad. Berkata Imam Tirmidzi : Hadist Abu Hurairah adalah hadist Hasan Shahih dan bisa menjadi pedoman amal menurut para ulama) Imam Syafi’i rahimahullah berkata tentang hadist ini, sebagaimana dinukil Imam Tirmidzi, “Yaitu jika seseorang mengatakan, ’Aku menjual rumahku kepadamu dengan harga sekian dengan syarat kamu harus menjual budakmu kepadaku dengan harga sekian. Jika budakmu sudah menjadi milikku berarti rumahku juga menjadi milikmu’.” (Sunan Tirmidzi, Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 3, hlm. 533) Kesimpulannya bahwa melakukan dua macam akad dalam satu transaksi yang mengikat satu dengan yang lainnya adalah haram berdasarkan hadist di atas. 2. Hadist Abdullah bin Amr, bahwasanya Rasulullahshallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ "Tidak halal menjual sesuatu dengan syarat memberikan hutangan, dua syarat dalam satu transaksi, keuntungan menjual sesuatu yang belum engkau jamin, serta menjual sesuatu yang bukan milikmu." (HR. Abu Daud) Hadits di atas juga menerangkan tentang keharaman melakukan dua transaksi dalam satu akad, seperti melakukan akad utang piutang dan jual beli, satu dengan yang lainnya saling mengikat. Contohnya: Seseorang berkata kepada temannya, “Saya akan jual rumah ini kepadamu dengan syarat kamu meminjamkan mobilmu kepada saya selama satu bulan.” Alasan diharamkan transaksi seperti ini adalah tidak jelasnya harga barang dan menggantungkan suatu transaksi kepada syarat yang belum tentu terjadi. (Al Mubarkufuri, Tuhfadh al Ahwadzi, Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 4, hlm. 358, asy Syaukani, Nailul Author, Riyadh, Dar an Nafais, juz : 5, hlm: 173) Alasan Kedua: Di dalam MLM terdapat makelar berantai. Sebenarnya makelar (samsarah) dibolehkan di dalam Islam, yaitu transaksi di mana pihak pertama mendapatkan imbalan atas usahanya memasarkan produk dan pertemukannya dengan pembelinya. Adapun makelar di dalam MLM bukanlah memasarkan produk, tetapi memasarkan komisi. Maka, kita dapatkan setiap anggota MLM memasarkan produk kepada orang yang akan memasarkan dan seterusnya, sehingga terjadilah pemasaran berantai. Dan ini tidak dibolehkan karena akadnya mengandung gharar dan spekulatif. Alasan Ketiga: Di dalam MLM terdapat unsur perjudian, karena seseorang ketika membeli salah satu produk yang ditawarkan, sebenarnya niatnya bukan karena ingin memanfaatkan atau memakai produk tersebut, tetapi dia membelinya sekedar sebagai sarana untuk mendapatkan point yang nilainya jauh lebih besar dari harga barang tersebut. Sedangkan nilai yang diharapkan tersebut belum tentu ia dapatkan. Perjudian juga seperti itu, yaitu seseorang menaruh sejumlah uang di meja perjudian, dengan harapan untuk meraup keuntungan yang lebih banyak, padahal keuntungan tersebut belum tentu bisa ia dapatkan. Alasan Keempat: Di dalam MLM banyak terdapat unsurgharar (spekulatif) atau sesuatu yang tidak ada kejelasanyang diharamkan Syariat, karena anggota yang sudah membeli produk tadi, mengharap keuntungan yang lebih banyak. Tetapi dia sendiri tidak mengetahui apakah berhasil mendapatkan keuntungan tersebut atau malah merugi. Dan Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam sendiri melarang setiap transaksi yang mengandung gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya ia berkata : نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ “Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam melarang jual beli dengan cara al-hashah (yaitu: jual beli dengan melempar kerikil) dan cara lain yang mengandung unsur gharar (spekulatif).“ (HR. Muslim, no: 2783) Alasan Kelima: Di dalam MLM terdapat hal-hal yang bertentangan dengan kaidah umum jual beli, seperti kaidah :Al Ghunmu bi al Ghurmi, yang artinya bahwa keuntungan itu sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan atau resiko yang dihadapinya. Di dalam MLM ada pihak-pihak yang paling dirugikan yaitu mereka yang berada di level-level paling bawah, karena merekalah yang sebenarnya bekerja keras untuk merekrut anggota baru, tetapi keuntungannya yang menikmati adalah orang-orang yang berada pada level atas. Merekalah yang terus menerus mendapatkan keuntungan-keuntungan tanpa bekerja, dan mereka bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Apalagi jika mereka kesulitan untuk melakukan perekrutan, dikarenakan jumlah anggota sudah sangat banyak. Alasan Keenam: Sebagian ulama mengatakan bahwa transaksi dengan sistem MLM mengandung riba riba fadhl, karena anggotanya membayar sejumlah kecil dari hartanya untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar darinya, seakan-akan ia menukar uang dengan uang dengan jumlah yang berbeda. Inilah yang disebut dengan riba fadhl (ada selisih nilai). Begitu juga termasuk dalam kategori riba nasi’ah, karena anggotanya mendapatkan uang penggantinya tidak secara cash. Sementara produk yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen tiada lain hanya sebagai sarana untuk barter uang tersebut dan bukan menjadi tujuan anggota, sehingga keberadaannya tidak berpengaruh dalam hukum transaksi ini. Keharaman jual beli dengan sistem MLM ini, sebenarnya sudah difatwakan oleh sejumlah ulama di Timur Tengah, diantaranya adalah Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Sudan yang dikeluarkan pada tanggal 17 Rabi’ul Akhir 1424 H, bertepatan dengan tanggal 17 Juni 2003 M pada majelis no. 3/24. Kemudian dikuatkan dengan Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi pada tanggal 14/3/1425 dengan nomor (22935). Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

sumber:

http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2010/12/06/12129/mlm-dalam-pandangan-islam/

~..~ Membangun Jiwa Sakinah ~.~

Allah berfirman: litaskunuu ilaihaa, artinya agar kau berteduh wahai para suami kepada istrimu. Kata litaskunuu diambil dari kata sakana yaskunu artinya berdiam atau berteduh. Dari kata sakana ini di ambil istilah sakinah yang kemudian diartikan tenang. Memang bisa saja kata sakana diartikan tenang, tetapi pengertian dalam ayat ini lebih dalam lagi dari sekedar tenang. Syaikh Ibn Asyur dalam tafsirnya At Tahrir wat Tanwiir mengartikan kata litaskunuu dengan dengan tiga makna: (1) lita’lafuu artinya agar kamu saling mengikat hati, seperti uangkapan ta’liiful quluub. Dalam surah Al Anfal: 63 Allah berfirman: wa allafa baina quluubihim (Dialah Allah yang telah mempersatukan hati di antara mereka). Dengan makna ini maka antara suami istri hendaknya benar-benar membangun ikatan hati yang kuat. Dan sekuat-kuat pengikat hati adalah iman. Maka semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula ikatan hatinya dalam rumah tangganya. Sebaliknya semakin lemah iman seseorang, bisa dipastikan bahwa rumah tangga tersebut akan rapuh dan mudah retak. (2) Tamiiluu ilaihaa artinya kau condong kepadanya. Condong artinya pikiran, perasaan dan tanggung jawab tercurah kepadanya. Dengan makna ini maka suami istri bukan sekedar basa-basi untuk bersenang-senang sejenak. Melainkan benar-benar dibangun di atas tekad yang kuat untuk membangun masa depan rumah tangga yang bermanfaat. Karenanya harus ada kecondongan dari masing-masing suami istri. Tanpa kecondongan pasti akan terjadi keterpaksaan. Karena itu orang tua jangan memaksakan kehendaknya jika memang ternyata dalam diri anaknya tidak ada kecondongan. Saya sering menemukan seorang anak muda mengeluh karena dipaksa orang tuanya untuk menikah dengan si fulanah. Sementara dalam diri anak muda tersebut tidak ada kecondongan sama sekali. Tapi orang tuanya mengancam dan bahkan menganggap ia bukan anaknya jika tidak mengikuti keinginannya. Ini tentu sikap yang tidak pada tempatnya. Orang tua harus tahu bahwa sakinah dalam rumah tangga tidak akan di capai tanpa adanya kecondongan. Pun orang tua harus tahu bahwa yang akan hidup bersama istrinya adalah sang anak. Maka tidak benar menggunakan kartu merah orang tua, untuk memaksakan kecondongannya supaya anak mengikutinya. Seringkali rumah tangga hancur karena orang tua tidak meperhatikan kecondongan sang anak. Karena itu untuk membangun sakinah harus ada dalam diri masing-masing suami istri kecondongan. (3) Tathma’innuu biha artinya kau merasa tenang dengannya. Dalam surah Ar Ra’d:28 Allah berfirman: alaa bidzikrillahi tathma’innul quluub (Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram). Dari sini nampak bahwa untuk mencapai ketenangan dalam rumah tangga hanya dengan banyak berdzikir kepada Allah. Para ulama menyebutkan bahwa dzikir ada tiga dimensi: dzikurullisan (dzikir dengan lidah), dzikrul qalb (dzikir dengan hati) maksudnya hatinya selalu sadar dan ingat kepada Allah, dan dzikrul haal (dzikir dengan perbuatan), maksudnya seluruh perbuatannya selalu dalam ketaatan kepada Allah swt. Maka sungguh tidak mungkin mencapai sakinah rumah tangga yang penuh dengan kemaksiatan kepada Allah swt. Termasuk kemaksiatan ketika masing-masing suami suka berbohong. Banyak rumah tangga yang retak karena ketidak jujuran masing-masing suami istri. Bila seorang suami suka berbohong pasti sang istri akan gelisah. Selanjutnya ketenangan akan hilang dalam rumah tangga. Sebaliknya bila istri suka berbohong, sang suami pasti tidak akan merasa tenang bersamanya. Bila suami tidak tenang, bisa jadi kelak rumah tangga akan terancam. Dari sini perceraian demi perceraian terjadi. Asal muasalnya karena kebiasaan tidak jujur dan dosa-dosa.Waallahu A'lam, 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dakwah-islam/-membangun-jiwa-sakinah-/146886158695623

~..~ Perhiasan Dunia ~..~

Kholifah 'Umar bin Abdul 'Aziz memiliki seorang istri dari kalangan bangsawan yang bernama Fathimah bintu 'Abdul Malik. Fathimah adalah seorang putri Kholifah terdahulu yang Bapaknya bernama 'Abdul Malik. Fathimah memiliki perhiasan yang paling mahal. Perhiasan itu tidak pernah dimiliki oleh wanita lain di muka bumi. Di antara perhiasan-perhiasan itu, ada dua anting-anting mariyah yang terkenal dalam sejarah. Para penyair pun menyebut perhiasan itu dalam syairnya. Seandainya anting-anting itu dijual, maka akan cukup untuk mengenyangkan satu suku yang besar. Ketika tinggal bersama bapaknya, Fathimah hidup dalam kemewahan dunia. Namun ketika menjadi istri Kholifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, beliau hidup dengan sederhana. Kholifah memberikan nafkah hanya beberapa dirham dalam sehari. Fathimah rela dengan hal itu dan gembira hidup qonaah, hidup apa adanya dan senang dengan kesederhanaan. Kholifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz selalu menasehati istrinya untuk banyak bershodaqoh. Fathimah bintu 'Abdul Malik adalah istri yang taat, dia mematuhi nasehat suaminya. Semua perhiasan dan mutiara yang dibawanya diserahkan ke baitul mal kaum muslimin. Demikianlah kemulian sejati yang dimilikinya, dia tetap hidup sederhana walaupun mampu hidup mewah. Hidup sederhana tidaklah mengurangi kemuliaan dirinya. Wallahu a'lam Bishshowab. 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dakwah-islam/-perhiasan-dunia-/118311284886444

Khitbah dan Akad Nikah

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================== Khaifa haluk yaa akhi wa ukhti saudara dan saudariku fillah...? ^.^ Beberapa hari ini di inbox saya penuh dengan pertanyaan dari sahabat2ku tentang pernikahan dan khitbah. Senang sekali rasanya hati ini mendengar curhat dan ungkapan mereka di inbox saya. Meskipun hati ini rasanya senang sekali tp ada sedikit rasa sedih. Senang karena byk saudara2ku kini yg ingin segera menggenapkan separuh agamanya, hal ini sangat bagus utk tetap menjaga kesucian, iffah dan ma'ruahnya dan memilih segera menikah utk menggapai ridhoNya. Sedih karena ternyata masih banyak yg belum paham maksud dari khitbah itu sendiri maupun tentang hal2 yg berkaitan dengan akad nikah dalam perkawinan. Nah, Berdasar dari masukan saudara2ku di inbox saya perihal tentang khitbah dan akad nikah, maka saya hadirkan note ini untuk menjawab curhatan dan keluhan kalian. Karena menjawab pesan anda satu-satu di inbox membutuhkan waktu lama. Semoga note ini menjadi jawaban dan sedikit memberikan gambaran secara umum apa sih Khitbah itu, dan bagaimana sih akad nikah itu. Oke, here they are...: KHITBAH Kata khitbah dalam terminology bahasa arab memiliki 2 akar kata. Yang pertama al-khithab yang berarti pembicaraan dan yang kedua al-khathb yang artinya persoalan, kepentingan dan keadaan. Jadi, jika dilihat dari segi bahasa khitbah adalah pinangan atau permintaan seseorang (laki-laki) kepada perempuan tertentu untuk menikahinya. Makna khitbah menurut istilah syariat tidak keluar dari makna bahasa tadi. Dalam islam, seorang laki-laki berhak meminang perempuan yang diinginkan menjadi istrinya, demikian pula seorang perempuan boleh meminang laki-laki yang diinginkan menjadi suaminya. Khitbah dalam pandangan syariat bukanlah suatu akad atau transaksi antara laki-laki yang meminang dengan perempuan yang dipinang atau pihak walinya. Khitbah bukanlah suatu ikatan perjanjian antara kedua belah pihak untuk melaksanakan pernikahan. Khitbah tidak lebih dari sekedar permintaan atau permohonan untuk menikah. Khitbah sudah sah dan sempurna hanya dengan ungkapan permintaan itu saja, tanpa memerlukan syarat berupa jawaban pihak yang dipinang. Sedangkan akad baru dianggap sah apabila ada ijab dan qabul (ungkapan serah terima) kedua belah pihak. Dengan diterimanya sebuah pinangan baik oleh perempuan maupun oleh walinya, tidak bermakna telah terjadi ikatan perjanjian atau akad diantara mereka. Ibarat orang hendak naik kereta api, khitbah hanya bermakna “pesan tempat duduk” yang nantinya pada saat jadual kereta berangkat ia akan menduduki tempat tersebut sehingga tidak diduduki orang lain. Syarat yang dipinang: Perempuan boleh dipinang oleh laki-laki (begitu juga sebaliknya) apabila memenuhi 2 syarat berikut ini : 1. Pada waktu dipinang perempuan itu tidak memiliki halangan syar’i yang melarang dilangsungkannya pernikahan. contoh, wanita yang sedang dalam masa iddah. 2. Belum dipinang laki-laki lain secara sah. Tata cara meminang: 1. Laki-laki meminang melalui wali perempuan 2. Laki-laki meminang langsung kepada perempuan janda 3. Perempuan meminang laki-laki saleh 4. Perempuan boleh meminang laki-laki secara langsung oleh dirinya sendiri atau melalui perantara pihak lain agar menyampaikan pinangan kepada seorang laki-laki untuk menjadi suaminya. 5. Khitbah dengan sindiran dimasa iddah (karena suaminya meninggal). Sindiran itu misalnya seorang laki-laki mengatakan kepada seorang janda , “saya ingin menikah dengan perempuan shalehah” atau “mudah-mudahan Allah memudahkan saya untuk mendapat istri shalehah”. Agar pinangan diterima Sebenarnya tidak ada standard baku secara teknis untuk masalah ini. Tapi, beberapa langkah dibawah ini diharapkan mampu membantu melancarkan proses penerimaan dalam peminangan : 1. Melengkapi persiapan diri - Persiapan pertama adalah keikhlasan niat bahwa mengkhitbahnya ini dalam rangka beribadah kepada Allah. - Persiapan kedua adalah persiapan diri pribadi yang telah dibahas sebelumnya, yaitu menyiapkan minimal 4 persiapan, termasuk diantaranya yaitu persiapan finansial. 2. Memilih calon yang sekufu ( seiman dan seakidah ) 3. Berbekal restu Orang Tua Cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh restu dari orang tua diantaranya adalah sebagai berikut : - Membangun komunikasi yang lancar dengan orang tua - Melakukan pendekatan kepada orang tua sejak awal - Mendialogkan perbedaan secara baik 4. Memperkenalkan diri Ada suatu cerita yang kurang baik tentang hal ini. Ada pengalaman buruk ketika seorang ikhwan melaksanakan khitbahnya. Ia belum mengetahui siapa calon istrinya dan belum mengenal kedua orang tuanya. Ia mempercayakan urusan pernikahan kepada seorang teman kepercayaannya, dan ia tidak punya keinginan untuk berkenalan terlebih dahulu secara langsung. Ia hanya mengetahui data calon istri dari biodata tertulis dan pasfoto. Karena ia sudah mantap, tanpa pertemuan dan perkenalan awal, dilaksanakan prosesi khitbah. Rombongan lelaki datang dengan orang tua dan saudara, Diterima oleh pihak perempuan lengkap pula komposisi keluarganya. Pertemuan menjadi formal karena kedua belah pihak satupun belum pernah ada yang bertemu dan mengenal, termasuk kedua calon mempelai. Suasana berubah menjadi kurang menyenangkan ketika ibu dari lelaki berbisik menanyakan yang mana calon istri yang dipinang, kebetulan diruangan itu ada lebih dari seorang perempuan. Tentu saja anak lelaki yang ditanya tidak bisa menjawab, karena memang belum pernah bertemu denga calon yang akan dipinang. Semula kedua orang tua dari kedua belah pihak menyangka bahwa kedua anak yang akan menikah tersebut telah lama saling kenal, telah berkomunikasi langsung sebagaimana lazim dikenal dalam masyarakat luas. Mereka menjadi terkejut ketika ternyata kedua belah pihak belum saling mengenal. Hal ini menjadi catatan dan bahkan kemarahan pihak orang tua terhadap anaknya, karena dianggap telah mempermainkan orang tua. Untuk itulah, laki-laki bisa bertemu dan berdialog dengan calon bahkan bisa juga ia memperkenalkan diri dengan bersilaturahmi ke orang tua perempuan sebelum peminangan resmi. Hal ini dapat mencairkan suasana, dan membuat proses peminangan berjalan lancar karena komunikasi telah dibuka sebelumnya. Ditambah lagi, apabila tidak ada silaturahmi terlebih dahulu, terkadang menimbulkan suudzon, jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada anaknya sehingga meminta pernikahan begitu cepat. Perkenalan dan silaturahmi dapat menghilangkan praduga yang tidak-tidak pada orang tua dan juga keluarga besar. 5. Melibatkan orang yang dipercaya Ketika khitbah sedang dalam proses, teman calon bisa kita jadikan referensi/tempat bertanya tentang jati dirinya. 6. Berdoa dan tawakal Seluruh manusia pasti membutuhkan Allah. Doa merupakan senjata bagi orang mukmin. Hendaknya seluruh usaha manusiawi kita dilandasi dengan doa kepada Allah agar segala keputusan untuk meminang dia atau tidak, untuk menerima pinangannya atau tidak, senantiasa dalam bimbingan Allah Ta’ala. Dengan begitu, sejak awal kehidupan berumahtangga telah bergantung pada Allah dengan berharap dan berdoa pada-Nya saja. Setelah usaha kita lakukan dengan maksimal, doa kita lantunkan tanpa rasa bosan, akhirnya kita serahkan segalnya kepada Allah. Inilah makna tawakal. AKAD NIKAH Perjanjian berat itu terikat melalui beberapa kalimat sederhana. Pertama adalah kalimat ijab, yaitu keinginan pihak wanita untuk menjalin ikatan rumah tangga dengan seorang laki-laki. Kedua adalah kalimat qabul, yaitu pernyataan menerima keinginan dari pihak pertama untuk maksud tersebut. Ijab qabul dapat diucapkan dalam bahasa apapun. Bisa dalam bahasa arab maupun bahasa setempat. Nikah adalah perjanjian berat. Kita harus menghayati ucapan ijab qabul. Salah satu syarat ijab qabul adalah kedua belah pihak memiliki sifat tamyiz (mampu membedakan baik dan buruk), sehingga ia harus memahami perkataan dan maksud dari ijab qabul itu. Diatas pemahaman terhadap maksud ijab qabul, ada penghayatan. Setelah khitbah dilaksanakan, tidak ada batas minimal ataupun maksimal unutk melaksanakan akad nikah. Seandainya acara khitbah langsung diteruskan dengan akad nikah itu boleh saja dilakukan, walaupun untuk masyarakat Indonesia itu tidak lazim dilakukan. Yang menjadi masalah adalah ketika akad nikah dilakukan dalam rentang waktu yang lama setelah khitbah dilaksanakan, peluang timbulnya fitnah akan lebih besar. Resikonya besar untuk keduanya melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Selain itu di satu sisi ia tidak boleh menerima pinangan dari orang lain, sedangkan di sisi lain ia belum menjadi seorang istri. Pada saat pelaksanaan akad nikah, yang dituntut hadir adalah mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali perempuan, 2 saksi, serta mahar. Demikian penjelasan singkat dari saya. Bila ada hal-hal yg masih kurang berkenan dan belum puas dgn jawaban ini, silahkan bisa difeedback atau silahkan bertanya kepada yang lebih ahli. Akhirusalam...semoga tulisan ini bermanfaat. Barakallahufiku Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-khitbah-dan-akad-nikah/169245679770754

Di Jalan Dakwah Aku Menikah

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================ Afwan saudaraku, judul tersebut memang meminjam judul sebuah buku karya Cahyadi Takariawan. Tapi itu hanyalah sebuah judul. Adapun tulisan ini adalah hasil renungan dari kajian perjalanan saya beberap hari ke kota Ganesha, Bandung. Dan tulisan ini tidak bermaksud sok menggurui atau ujub dan riya', hanyalah sekedar berbagi pengalaman yg barangkali bisa diambil hikmah dan RENUNGAN buat saudaraku semua. Saudaraku dan saudariku fillah..muslim mana sih yang tidak ingin mempunyai pendamping yang sholih atau sholihah?? jika memperoleh pendamping yang sholih atau sholihah laksana sudah ada jaminan awal akan keluarga bahagia (walaupun terkadang materi kurang). Bukankah kebahagiaan bukan ditakar dengan ukuran materi?? Kebahagiaan adalah bahasa bathin, bukan bahasa lisan. Sehingga kemarin saya teringat akan pertanyaan seorang suami kepada istrinya ( sahabat saya ): “Dik selama ini apakah engkau bahagia menikah denganku?” tanya suaminya. “InsyaAllah mas, saya bahagia sekali..” jawab sahabat saya tersebut. “Kalau memang engkau bahagia dengan kondisi sekarang yang masih kekurangan materi, untuk apa kita mengejar materi yang berlimpah ruah jika sekedar hanya untuk mengenyangkan perut, dan besokpun akan lapar lagi ? Jika selama ini kita makan dengan sayur bening dan lauk tempe saja sudah bahagia, untuk apa kita menghabiskan semua harta untuk makan dengan menu yang lebih mahal ? Jika selama ini kita hanya punya sepeda motor saja sudah cukup dan bahagia, mengapa harus memburu mobil mewah? sehingga kita menghabiskan waktu kita untuk mengejar dunia. Materi hanyalah sebagai alat adan media kita buat menghadapi hidup yg kekal kelak.. Masya Allah, sungguh saya salut dengan jawaban suami sahabat saya tersebut. Jika ada harapan memperoleh pendamping yang sholih / sholihah maka jalan untuk mencapainya yang pertama kali adalah berusaha menjadi pribadi yang sholih atau sholihah dulu. Baru pada tahapan selanjutnya proses “pencarian” yang juga tidak melangggar syari’at. Ketika jalan “pencarian” sudah sesuai dengan syari’at, azzam tertanam sejak awal bahwa “dijalan dakwah aku menikah” sehingga akan bersama-sama menjadi teman berbagi mengenyam pahit getirnya dakwah dan kehidupan sehari-hari. Tetapi langkah mirisnya hati ini, melihat beberapa ikhwan (semoga kita terhindar darinya, amien), sebelum nikah ikut aktif di berbagai lembaga dakwah, dengan jam terbang yang lumayan, menjadi aktor di balik acara-acara islami, ikut memikirkan nasib ikhwan-ikhwan yang pembinaannya masih terseok-seok, bahkan menjelang pernikahannya pun juga masih sibuk mengusuri sebuah acara besar. Tapi setelah menikah sedikit demi sedikit mulai berubah, (semoga saja berubahnya jadi tambah baik). Terkadang dengan segudang alasan yang (maaf.. dengan sedikti su’udzan, terasa di buat-buat), sering tidak hadir di halaqoh, dengan alasan sering nganter istri pulang kampung, jarang ikut syuro’ dengan alasan (maaf lagi) habis waktunya untuk ngurusi “anaknya orang”… (sekali lagi maaf dengan sangat) Bahkan sebuah perbincangan singkatku dengan seorang ikhwan, yang mulai disibukkan dengan “ngurusi” istrinya. Bukan lagi menjadi aktor di balik acara-acara islami sebagaimana yang dahulu. Bahkan ketika di minta bantuan untuk mengurus lembaga dakwah karena kader yang mulai menipis, dan amanah sang ketua semakin menumpuk, tapi dengan santainya dia menjawab “Bukankah sudah ada si Fulan yang ngurusi?” Yaaa Allah.,Ampuni kami yaa Allah….Beginikah sikap seorang pejuang dakwah?? Sehingga tak jarang saya temui beberapa ustadz yang “menunda” keinginan ikhwan yang masih sangat “belia” untuk segera menikah. Bukan bermaksud menunda kebaikan, tetapi dengan pertimbangan sebuah “ketakutan” jika kelak jadi menikah lantas meninggalkan aktivitas dakwahnya (padahal secara “bergerak” masih sangat butuh bimbingan). Memang, banyak urusan baru yang harus di emban oleh seorang ketika memutuskan untuk menikah. Banyak amanah baru yang harus segera diselesaikan, dan rasanya tidak baik pula ketika kita hanya menghakimi orang lain tanpa melihat realitas dia yang sesungguhnya. Memang ketika kita memposisikan diri sebagai “pewaris para nabi dan Rasul ( pada generasi ke sekian ), maka pastilah ada konsekuensi dari posisi tersebut. Konsekuensi untuk meluangkan waktu untuk ummat. Kita tidak hanya menjadi milik suami atau istri seorang, tetapi milik Ummat. Jika gara-gara menikah lantas mulai meninggalkan hampir sebagian besar aktivitas dakwahnya maka marilah koreksi bagi kita bersama. Istilah “dijalan dakwah aku menikah” memang benar!! ketika menikah masih di jalan dakwah, tetapi belum tentu “di jalan dakwah aku berkeluarga” setelah menikah mulai menjauh dari jalan dakwah. “di jalan lain aku berkeluarga”. Astaghfirullah. Mungkin tidak sedikit akan kita temui kasus yang seperti ini,dan tak menutup kemungkinan bagi yang belum berumah tangga, suatu saat ketika sudah berumah tangga akan terjangkiti “virus” ini. Hanya do’a pada Allah saja semoga di langgengkan di jalan dakwah. bukan hanya ketika menikah tetapi setiap saat sampai ajal menjemput. Yaa Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi ‘ala diinika. Afwan jiddan,,jika ada yg tidak berkenan dengan tulisan ini. Note ini hanya sebuah refleksi dari pengembaraan beberapa hari, dan terbentuklah dalam sebuah tulisan pendek ini. Semoga bermanfaat.. Barakallahufik Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-di-jalan-dakwah-aku-menikah/169042353124420

Saudaraku..,Jangan Pernah Kau Tinggalkan Sholat !

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================= Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS:Ibrahim:40) Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT. Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh. Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka. Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjemaah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya. Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar. Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’ Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’. Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih. Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?” “Siapa, ya, Rasulullah?”. “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah. Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” “Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril. Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat. Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal: dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT. Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidak diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas. Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan. ”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu. Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya. Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah: pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.” Kedua, Allah tidak memandangnya dan mengacuhkannya selama seribu tahun di padang mahsyar. Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Amin.. Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR Bukhari dan Muslim) wallahua'lam bishawab Barakallahufikum..semoga bermanfaat Wassalam


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-saudarakujangan-pernah-kau-tinggalkan-sholat-/169285426433446

Kau Tetap yang Ter...muach di Hati

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh =========================== Entah kenapa pagi tadi ketika tanpa sengaja mendengar penggalan syair lagu Sheila On7 dari rumah sebelah yg diputer kenceng2 tersebut justru membuahkan note ini. Saya jengkel sebenarnya mendengarnya, tp bagaimanapun secara tidak langsung saya mesti mengucapkan terimakasih kpd tetangga saya itu, karena telah mengingatkan saya tentang arti kata Muach tersebut. "Muah... iiih gemes banget!" atau, "Duuh... buah hatiku, belahan jiwa, cup sayang dulu, muah...!" merah deh tuh pipi. Kadang, yang dicium tersipu malu, hidung kembang kempis, jempol pun mendadak gede. Gak peduli kempot atau jerawat di pipi, apapun yang terjadi, pokoknya muach... Tapi... ini bukan 'muah-muah'-an yang gak syar'i lho. Muah... bisa aja antara suami dan istri kan? Muach... juga selayaknya sering kita tunjukkan kepada anak sang buah hati, sebagai ungkapan cinta dan sayang, muah... Namun, waktu tak pernah berhenti berlari mengiringi keriputnya kulit pipi sang istri, dan kempotnya sang suami, muach... pun jarang terlihat dan terdengar. Saat baru menikah, "Bye... bye... Ummi, hati-hati di rumah ya, assalaamu'alaykum, muah...," diiringi senyum lebar dan doa sang istri yang tak lupa ngebalas, muach... Buah hati lahir, satu, dua, bahkan lebih, kesibukan dan usia pun bertambah, muah... perlahan-lahan senyap, gak tau rimbanya. Atau bisa jadi, muah... hanya untuk pipi mulus si kecil, tidak lagi untuk istri yang pagi-pagi sibuk dengan perlengkapan perang dapurnya sambil belepotan bumbu masakan. Menjadi tua, bukankah itu penyakit yang kata Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam emang gak ada obatnya? Saat remaja, duhai wajah sungguh cantiknya, kulit bersih, mulus dan licin penuh perawatan segala jenis ramuan serta vitamin, namun masa tua pastilah datang. Juga wajah tampan rupawan hingga menjadi finalis Cover Boy majalah-majalah remaja, bukanlah jaminan akan selalu sedap dipandang. Jelita, wajah mulus tanpa noda, tubuh langsing dengan berat ideal karena aerobik gak pernah ketinggalan, mungkin seperti ini kriteria Sang Pangeran. Tuan Puteri pun tak ketinggalan mensyaratkan, Sang Pangeran mesti ganteng tampan rupawan, tak tampak lemak di badan, mungkin seperti sosok binaragawan. Salahkah jadi sebuah impian? Onde mande... banyak nian yang diharapkan. Cantik... boleh aja, kan sebuah fitrah. Demikian juga harapan agar sang Arjuna laksana binaragawan yang tampan menawan, atau bagai Gatot Kaca si otot kawat tulang besi, hingga sang akhwat ngerasa banget terlindungi. Namun, kriteria fisik itu sangatlah nisbi. Contohnya, ada yang suka dengan akhwat atau ikhwan yang berkulit putih, tapi 'kan juga ada yang bilang kalo, "Hitamlah hitam si tampuk manggis, walaupun hitam kupandang manis," atau "Buah manggis buah durian, hitam manis jadi rebutan." Nah lho... Cantik fisik bagaimanapun hanyalah sedalam kulit, tampak indah di mata. Saat tua menjelang, lekukan yang tak diharapkan mungkin mengurangi kejelitaan atau ketampanan. Emang... yang terbaik adalah kecantikan akhlak dan budi pekerti, karena tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Kecantikan dalam ini adalah karunia yang tak ternilai harganya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena segala gerak tingkah lakunya selalu memancarkan keindahan akhlak, kebaikan, dan ketulusan yang kalau dipelihara takkan hilang hingga akhir hayat dikandung badan. Karena itu Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam lebih menekankan agar dalam memilih akhwat yang terpenting adalah agama-Nya, sebab kalau tidak demikian niscaya kamu akan celaka, baru dibarengi harta, keturunan dan kecantikannya (Hadits Shahih Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175). Dan, ketakwaan ikhwan adalah dasar utama bagi seorang akhwat untuk menentukan pasangan, sebagaimana Ali bin Abi Tholib radhiyallahu'anhu pernah mengatakan:" jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya tidaklah ia akan menzaliminya." Pasangan yang menikah karena cinta yang teramat dalam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, bagaikan sebatang pohon di tanah yang subur, akarnya selalu erat mencengkeram, rimbun daunnya melindungi dari panas dan hujan, serta buahnya akan memberi kenikmatan. Saking dalamnya, muah... sebagai salah satu ungkapan cinta akan selalu menghiasi kehidupan rumah tangga, tanpa peduli keriput Sang Permaisuri atau kempotnya Sang Raja. Ya akhi wa ukhti fillah... Ikatlah cinta suci karena akhlak serta budi pekerti, insya Allah akan selalu langgeng hingga akhir waktu nanti walau apapun yang akan terjadi, indah menghiasi diri serta mengurai mesra untaian kata 'Kau Tetap Yang Ter...muah Di Hati.' Barakallhufikum... Wassalam 


http://www.facebook.com/note.php?note_id=149980061697316&id=137365446278178&ref=mf

Sebagian Bentuk Azab Setelah Kematian

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================ Prolog: Masih tentang BAB meninggalkan sholat atau orang2 yang suka menunda-nunda sholat hingga mengakhirkan waktunya. Notes yg bercerita tentang sholat saya rasa menjadi hal yg sangat penting karena SHOLAT adalah amal yg akan dihisab pertama kali di akherat. Semoga catatan berikut akan memberikan renungan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk lebih memperhatikan bab tentang sholat. Note ini juga bisa dibaca di situs resmi RDM di link berikut: http://renungandanmotivasiiftaistianynotes.blogspot.com/2010/11/renungan-sebagian-bentuk-azab-setelah.html --------------------------------------------------------------- Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab al-Jami’ ash-Shahih meriwayatkan dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya telah datang kepadaku dua malaikat tadi malam (dalam mimpi, red), yang keduanya diutus supaya mendatangiku. (Dalam mimpi itu) kami mendatangi seorang laki-laki yang sedang tidur telentang, sedangkan seorang laki-laki yang lain memegang batu besar. Batu itu lalu dijatuhkan ke kepala laki-laki yang telentang sehingga kepalanya pecah. Batu itu menggelinding di tempat itu, dan laki-laki yang menjatuhkannya mengikutinya lalu mengambilnya. Kemudian laki-laki yang dia jatuhi batu itu kepalanya utuh kembali seperti semula. Lalu laki-laki yang memegang batu mendatanginya lagi dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya pertama kali.” Dalam redaksi lengkap hadits itu terdapat penjelasan tentang keadaan laki-laki yang dijatuhi batu, bahwa ia adalah orang yang mengambil al-Qur’an, kemudian menentang isinya tetapi melalaikan sholat fardhu. Berkenaan dengan perbuatan maksiat ini, maka Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. 107:4-5). Al Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, “Mereka adalah orang-orang yang lalai, baik mereka lalai dari mengerjakan shalat di awal waktunya, di mana mereka selamanya atau umumnya (biasa) mengakhirkannya hingga batas akhir waktunya, atau lalai dari rukun-rukun dan syarat-syaratnya yang telah diperintahkan kepadanya atau lalai dari kehusyu’an ketika menunaikannya atau lalai dari merenungkan makna bacaannya. Redaksi hadits tersebut mencakup semua hal tersebut, tetapi siapa yang ada padanya salah satu dari hal tersebut, maka ia terkena bagian dari ayat tersebut. Sedangkan siapa yang ada padanya semua hal tersebut maka ia akan mendapatkan balasan secara utuh dan telah sempurna kemunafikan dirinya (Tafsir Ibnu Katsir, 4/554). 1. Diceburkan ke Sungai Seperti Darah dan Mulutnya Disumpal Batu. Hadits tentang hal ini juga diriwayatkan oleh Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Aku bermimpi, dan dalam mimpi itu kami mendatangi sebuah sungai yang airnya berwarna merah seperti darah. Di dalam sungai itu ada seorang laki-laki yang sedang berenang, di pinggir sungai berdiri seorang laki-laki yang di sampingnya terdapat tumpukan batu yang banyak. Laki-laki yang berenang menghampiri laki-laki yang berdiri di pinggir sungai sambil membuka mulutnya. Kemudian laki-laki yang berdiri di pingggir sungai melemparkan sebuah batu dan laki-laki yang berenang mencaplok batu itu kemudian ia pergi berenang kembali. Setelah itu ia menghampirinya lagi, dan setiap kali ia menghampiri laki-laki yang berdiri di pinggir sungai di samping tumpukan batu, maka laki-laki yang berenang itu selalu membuka mulutnya.” Dijelaskan bahwa laki-laki yang berenang dan mencaplok batu itu adalah pemakan riba. Ibnu Hubairah berkata, “Pemakan riba akan disiksa dengan cara disuruh berenang di sungai yang airnya berwarna merah dan mulutnya akan dijejali dengan batu. Karena asal riba itu terjadi dalam transaksi emas dan emas itu berwarna kemerah-merahan. Sedangkan malaikat yang menjejali mulutnya dengan batu adalah isyarat bahwa ia tidak pernah merasa puas dengan hasrat yang ada. Begitu pula halnya dengan riba, yakni pelakunya berkhayal bahwa hartanya terus bertambah padahal Allah subhanahu wata’ala membinasakannya di kemudian hari ” (Fath al-Bari 12/455). 2. Dibakar Dalam Tungku Api . Hadits yang menjelaskan tentang hal ini adalah sebagai berikut: “Kami datang ke sebuah tempat yang mirip tungku perapian -di dalam riwayat lain dikatakan, “Bagian atasnya sempit dan bagian bawahnya lebar lalu di bawahnya dinyalakan api-. Nabi saw bersabda, “Ketika itu di dalamnya terdengar suara gaduh dan jeritan.” Beliau mengatakan, “Kami mengintip keadaan di dalamnya, dan kami melihat sejumlah laki-laki dan wanita dalam keadaan telanjang, dan dari bawah mereka dinyalakan api yang berkobar. Setiap kali api dikobarkan dari bawah mereka, maka mereka menjerit kesakitan.” Dalam redaksi lengkap hadits tersebut dijelaskan bahwa mereka adalah para pezina, baik laki-laki maupun wanita. Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa keadaan mereka yang telanjang adalah disebabkan hak mereka yang harus ditelanjangi, karena kebiasaan mereka adalah menyepi (berkhalwat) di tempat mesum dan mereka disiksa dengan keadaaan sebaliknya. Sedangkan mengapa mereka disiksa dari bagian bawah, karena perbuatan dosa yang mereka lakukan erat kaitannya dengan anggota tubuh mereka bagian bawah (kelamin). (Fathul bari 12/443). Karena itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk menjauhkan diri dari perbuatan dosa-besar tersebut dan menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan ke dalamnya seperti berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram dan melakukan hal-hal yang dapat menyebabkabn fitnah, misalnya; Mempertontonkan kemolekan tubuh; Memperlihatkan bagian tubuh yang mengundang fitnah; Membiasakan mata memandang yang haram; Membiasakan telinga mendengarkan lagu-lagu tentang syahwat yang menggiring kepada hal-hal yang keji dan sebab-sebab lainnya. 3. Mulut Dirobek dan Muka Dirusak Hadits yang berkaitan dengan hal ini, adalah hadits tentang mimpi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Kemudian kami mendatangi seorang laki-laki yang sedang bersandar pada tengkuknya, sedang seorang laki-laki lainnya berdiri di hadapannya sambil memegang besi bengkok, yakni besi yang dibengkokkan ujungnya. Kemudian laki laki yang memegang besi menghampiri salah satu belahan muka laki-laki yang sedang bersandar dan merusak mukanya dengan merobek mulutnya hingga ke tengkuknya (yakni merobek mukanya dari mulut hingga ke belakang, dari hidung hingga ke tengkuknya dan dari mata hingga ke tengkuknya.)”. Rasulullah bersabda, ” Setelah itu laki-laki yang memegang besi bengkok beralih ke belahan lain dari muka laki-laki yang sedang bersandar dan melakukan perbuatan yang sama seperti yang dilakukannya terhadap belahan muka yang pertama. Tidaklah laki-laki yang memegang besi selesai merobek belahan muka satunya lagi kecuali belahan muka lain utuh kembali seperti semula, dan laki-laki yang memegang besi menghampirinya kembali dan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukannya pertama kali.” Dalam redaksi lengkap hadits tersebut dijelaskan bahwa laki-laki yang disiksa itu adalah orang yang keluar dari rumahnya di pagi hari dan melakukan kebohongan yang tersebar luas ke berbagai penjuru (pelosok). 4.Mencakar Muka dan Dada Sendiri dengan Kuku dari Tembaga Di antara orang-orang yang disiksa dalam kubur berdasar mimpi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sejumlah kaum yang tergelincir ke dalam perbuatan ghibah (menggunjing dan mengumpat) yang diharamkan, sebagaimana hal itu dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, seraya berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika aku dimi’rajkan, aku bertemu dengan suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga. Mereka mencakar muka dan dada mereka. Aku bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Jibril menjawab, “Mereka itu ialah orang-orang yang suka memakan daging manusia (suka menggunjing) serta merusak kehormatannya.” (al-Musnad 3/224 dan Sunan Abu Dawud 4879) Sudahkah anda istiqomahkan sholat berjamaah dan tepat waktu...?? Barakallahufikum..semoga bermanfaat Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-sebagian-bentuk-azab-setelah-kematian/169300763098579

Z.A.L.I.M

Bismillahirahmanirahim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ============================ Abu Dzar Al-Ghifari ra. berkata Nabi SAW mensabdakan firman Allah SWT., “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman kepada diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian. Karena itu, jangan saling menzalimi. ‘Wahai hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Ku-beri petunjuk. Karena itu, mintalah petunjuk kepada-Ku, pasti Ku-beri petunjuk.’ ‘Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar, kecuali yang Ku-beri makan. Karena itu mintalah makan kepada-Ku, pasti Ku-beri makan.’ ‘Wahai hamba-Ku, kalian semua telanjang, kecuali yang Ku-beri pakaian. Karena itu mintalah pakaian kepada-Ku, pasti Ku-beri pakaian.’ ‘Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua berbuat salah di malam dan di siang hari. Sedangkan Aku mengampuni semua dosa. Karena itu mohonlah ampun kepada-Ku, pasti Ku-ampuni.’ ‘Wahai hamba-Ku, kalian tidak dapat menjangkau kemudharatan-Ku . Karena itu, sedikitpun kalian tidak mampu menimpakan mudharat kepada-Ku. Kalian juga tidak dapat menjangkau kemanfaatan-Ku. Karena itu, kalian sedikitpun tidak mampu memberi manfaat kepada-Ku.’ ‘Wahai hamba-Ku, andaikan kalian semua, yang pertama dan yang terakhir, dari bangsa manusia dan jin, menjadi seperti orang yang paling bertaqwa diantara kalian, sama sekali tidak menambah kekuasaan-Ku’ ‘Wahai hamba-Ku, , andaikan kalian semua, yang pertama dan yang terakhir, dari bangsa manusia dan jin, menjadi seperti orang yang paling jahat diantara kalian, sama sekali tidak mengurangi kekuasaan-Ku’ ‘Wahai hamba-Ku, , andaikan kalian semua, yang pertama dan yang terakhir, dari bangsa manusia dan jin, berkumpul di suatu dataran, mengajukan permintaan kepada-Ku, lalu masing-masing Aku kabulkan permintaannya. Hal itu sama sekali tidak mengurangi kekayaan-Ku, kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan ke laut’ ‘Wahai hamba-Ku, semua itu adalah amal perbuatan kalian. Aku hitung lalu Aku beri balasan. Karena itu, barang siapa mendapatkan kebaikan, hendaknya dia memuji Allah. Barang siapa yang mendapatkan selain itu, hendaknya dia tidak mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR.Muslim) ====================== Sahabatku fillah.. Bergetarkah hati kita membaca hadist diatas???? Perlu dipertanyakankan, sejauh mana kezaliman kita dan sejauh apakah kita merasa butuh kepada Allah???? ====================== Barakallahufikum, Semoga bermanfaat, wassalam, 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-zalim/169819513046704

Arjuna dan Sang Bidadari

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================= PROLOG: Awal bulan puasa tahun kemarin, saya berkesempatan pergi ke Bandung untuk silaturahhim mengunjungi suami saya di tempatnya bekerja, melihat rumah kontrakannya, dan sedikit sekedar melepas rasa kangen di dada hihi..^_^. Di kesempatan itu juga saya dan suami berkesempatan mengunjungi Pesantren Daarut Tauhid milik Aa Gym yang terkenal itu. Kami berbuka puasa disana bersama beberapa santri. Tapi bukan itu yang menjadi luar biasa buat saya, melainkan seorang Sugiarto di mata saya. Sugiarto adalah sahabat kesayangan Aa Gym, kakinya cacat dan bicaranya terbata-bata. Tapi yang saya lihat pada dirinya adalah pancaran wajahnya begitu bersih bersinar, seolah-seolah selalu terbasuh air wudhu dan bayangan kecintaan kepada Raabnya tergambar jelas diwajahnya. Dia berada disana bersama sang istri bernama Kusminah yang..SUBHANALLAH, begitu tawadhu' dan taatnya pada suami. Pandangan matanya ke semua tempat lebih banyak menunduk daripada lurus atau menoleh-noleh. Saat buka bersama tersebut istrinya tidak malu-malu untuk menyuapi makan suaminya,dan mengelap sisa makanan yang ada di mulut sugiarto. Kemudian memyiapkan minuman dan membantunya berwudhu untuk sholat maghrib. Sungguh..pemandangan tersebut membuat saya iri dan terharu. Segala gerak-gerik Bidadari dari Darul Tauhid ini, benar-benar melekat dihati saya. Saya sempet melirik kepada suami saya, tapi dia cuma tersenyum. Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Dan note ini.., terinspirasi dari kisah Sugiarto dan Istrinya tersebut. --------------------------------------------------------------------------------- Namanya Arjuna, persis nama seorang tokoh dalam dunia pewayangan. Tapi ia tak tampan, tak gagah. Apalagi digila-gilai oleh wanita. Arjuna yang ini hanya seorang penjual ulat sebagai pakan burung yang penghasilannya tidak menentu. Tinggalnya di sebuah rumah sederhana dengan ibundanya yang sudah berusia 70 tahunan. Sejak usia 2 tahun Arjuna menderita lumpuh. Penyebabnya adalah demam yang sangat tinggi yang kemudian merusak syarafnya. Arjuna kini sudah berumur 40 tahun dan tetap lumpuh. Ia pun masih tetap ulet menjalankan profesinya yaitu menjual pakan burung. Sejak beberapa bulan ini ia mempunyai kegemaran baru, suka mengikuti pengajian dari masjid ke masjid. Dari pengembaraannya itu akhirnya ia jatuh cinta pada sebuah masjid di sebuah pondok pesantren yang dipimpin oleh seorang kyai yang masih muda dan berkharisma. Pagi itu Arjuna tampak rapi dan wangi. Ia menggunakan baju terbaiknya, sebuah baju koko berwarna putih yang dimintanya pada sang ibu untuk disetrika licin-licin. Ia sudah siap menuju pengajian di pondok pesantren. Jaraknya lumayan, kira-kira satu setengah jam dengan kendaraan umum. Apalagi bagi seseorang yang tak berfisik sempurna seperti Arjuna, jarak itu terasa lebih dari sekedar lumayan. Arjuna merangkak di depan rumahnya, lalu dengan suara cadelnya berteriak memanggil becak di ujung jalan. Sang tukang becak pun tanggap dengan panggilan Arjuna. Ia mafhum, Arjuna pasti akan pergi ke pondok pesantren. Arjuna duduk manis di dalam becak, hingga sampai ke jalan besar. Di jalan besar, sang tukang becak membantu memanggilkan taxi. Satu taxi lewat, taxi berikutnya juga, dan berikutnya, lalu berikutnya. Arjuna tetap duduk manis di dalam becak, tersenyum. Keringat mengucur di tubuh sang tukang becak yang tampak sedikit kesal tidak satu pun taxi yang mau berhenti. Membawa Arjuna sebagai penumpang taxi memang berbeda. Sang sopir taxi harus rela membantu menggendongnya. Maka tak heran kalau tak semua sopir taxi mau. Tapi Allah selalu memberikan pertolongan-Nya. Sebuah taxi meluncur pelan dan berhenti. Sampai di pondok pesantren Arjuna disambut oleh beberapa orang jemaah. Ia sama sekali tak dipandang sebelah mata. Justru banyak orang yang sayang padanya, termasuk sang kyai. Ceramah pun dimulai. Seperti kali yang lalu. kali ini Arjuna tak mampu membendung air matanya. Semangatnya membara. Bukan hanya itu bahkan bergejolak. Bagai sebuah handphone yang perlu di-charge, inilah saat-saat Arjuna menge-charge jiwanya. Total biaya Rp.50.000,- yang harus ia keluarkan untuk pulang pergi ke pondok pesantren, serasa tak ada harganya dibanding dengan setrum yang menyulut dirinya. Ajuna jadi lebih semangat bekerja, lebih semangat mengumpulkan uang untuk bisa datang ke pengajian. Arjuna sekarang jadi rajin ibadah malam. Sifat pemarahnya mulai hilang, jadi lebih sabar dan optimis. Pelan-pelan keinginan itu muncul. Suatu keinginan yang sama sekali tak pernah berani untuk ia mampirkan walau sekilas di kepalanya. "Ibu, Arjuna kepingin Nikah..!" Suara cadel Arjuna bagai geledek yang memecah kesunyian malam di telinga sang ibu yang sudah uzur tersebut. "Arjuna enggak mimpi kan?" sang ibu bertanya sambil menguncangkan tubuh Arjuna yang tergolek lemah di tempat tidur. " Eh ibu, Arjuna mah bangun. Ini enggak mimpi. Sungguhan, Arjuna kepingin nikah..." Sang ibu menelan ludahnya beberapa kali, miris. "Nak, kamu teh mau nikah sama siapa?" "Nggak tau. Tapi Arjuna sudah minta sama Allah." Mata sang ibu hampir-hampir tak kuat membendung air mata yang hendak tumpah. "Bener atuh, kalau memohon ya cuma sama Allah." Sang ibu bingung apa yang harus ia lakukan. Menghibur Arjuna dan membangun mimpi-mimpi indah yang kosong melompong. Atau membuatnya melek melihat kondisi cacatnya. Tapi itu sama saja artinya dengan menghempaskannya ke jurang dalam. Sang ibu cuma bisa menyerahkan pada Allah, apapun kehendak-Nya. Malam purnama. Arjuna baru saja selesai sholat tahajud. Ia merenungi keinginannya yang mulai menjadi azzam. Pikirannya berkecamuk. "Tapi, kalau nanti punya istri pasti biaya akan bertambah. Sekarang saja hidup sudah pas-pasan. Ah, rejeki kan sudah diatur oleh Allah, tinggal kita yang harus ikhtiar. Tapi, mau nikah sama siapa. Eh, iya ya. Siapa yang mau sama saya yang jalan aja mesti merangkak, mau ke mana-mana mesti digotong. Ah, itu kan sama juga, jodoh sudah diatur sama Allah. Tinggal ikhtiar saja. Besok saya akan bilang sama Pak Kyai, minta dicarikan istri." "Pak Kyai, saya kepingin nikah..!" Pak Kyai itu pun kaget tak beda seperti ekspresi sang ibu ketika mendengar ucapan Arjuna. Dengan sabar Kyai berkata, "Wah bagus itu. Menikah kan sunnah Rasulullah, apalagi kalau niatnya untuk ibadah." "Iya, iya, saya kepingin kawin karena kepingin ibadah. Kepingin punya anak-anak yang normal dan berjuang di jalan Allah." "Arjuna mau menikah dengan siapa?" "Saya ingin minta dicarikan sama Pak Kyai." Pak Kyai pun menggaruk-garuk kepalanya. Bukan amanah yang ringan. Sudah berkali-kali ia mempertemukan jodoh diantara santri-santrinya. Diantaranya ada juga yang tidak sekali langsung jadi. Itu pun santri-santri yang normal, tapi Arjuna...?! Sang Kyai bukan mengecilkan arti Arjuna. Semua orang sudah ditentukan takdirnya oleh Allah. Dan tak akan tahu takdirnya bagaimana kecuali dengan berusaha. Tapi usaha yang harus dilakukan untuk mencari istri untuk Arjuna bukan perkara mudah. Tapi Allah berkehendak lain. Sang Kyai akhirnya menemukan sang gadis. Gadis itu normal, juga sholehah. Ia salah satu jamaah yang kerap mengikuti pengajian Kyai. Kyai mengucap syukur yang tiada tara, karena akhirnya gadis itu mengucapkan kesediaannya menikah dengan Arjuna. Ina, gadis itu, jelas-jelas tahu Arjuna yang akan dinikahinya berfisik tak sempurna. Sangat jauh dari gambaran tokoh Arjuna yang ada di lirik lagu. "Kenapa Ina mau menikah dengan Arjuna?" tanya sang Kyai."Ina sudah tahu apa resikonya? Apa yang akan dihadapi di kemudian hari?" "Niat saya cuma ingin mencari keridhoan Allah. Saya ingin menjadi bidadari di syurga nantinya," kata sang gadis yang berusia 24 tahun itu dengan mantap. Pagi hari di bulan Maulid itu seakan bersinar lebih cerah dari biasanya bagi Arjuna. Sebelum berangkat, ia menangis. Bukan sedih, justru kebahagiaan luar biasa yang tak terbendung. Suatu keajaiban yang tak pernah ia bayangkan akan terwujud. Mulanya hanya sebuah keinginan, lalu menjadi tekad, dan kini menjadi nyata. Allah mengabulkan permohonannya. Terbata-bata Arjuna mengucapkan ijab kabul. Bukan karena grogi, tapi karena memang ia kesulitan mengucapkan kata-kata. Dua ratus pasang mata ikut berlinangan airmata, tak kuasa menahan haru yang tiba-tiba menyeruak. Arjuna menyerahkan mas kawin berupa 23 gram emas kepada istrinya. Lalu Arjuna bersujud di hadapan ibunya, menangis tersedu-sedu. Di hadapan para tamu, sang Kyai berkata, "Kita harus banyak belajar dari Arjuna, seseorang yang diberi ujian berupa kekurangan fisik dari Allah, namun tidak takut dan berani mengambil keputusan terhadap masa depannya. Arjuna adalah contoh seseorang yang berserah kepada Allah, yakin akan rejeki yang sudah ditetapkan-Nya. Semoga Allah memberkahi pasangan pengantin ini, menjadikannya sakinah, mawadah, warrahmah." Doa sang Kyai ini pun di amini oleh para tamu walimah. Arjuna memandangi istrinya penuh haru. Ina baru saja selesai mencuci baju. Arjuna senang sekali, kini ia tak lagi mencuci baju sendiri seperti ketika bujangan dahulu. Ina juga selalu merawat dengan penuh ikhlas dan telaten. Seorang gadis telah Allah kirim untuk menjadi pendampingnya di dunia. Arjuna berharap Ina juga akan menjadi bidadarinya di surga nanti. Insya Allah. Barakallahufikum..semoga bermanfaat Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-arjuna-dan-sang-bidadari/169503136411675

Lembar Teguran

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh ============================= Malam ini aku bermimpi tentangnya. Andai saja mimpi itu tak hadi di mimpiku, pasti aku takkan merasa resah dan rusuh begini. Mataku pun mungkin tak sembab gara-gara menangisikisah mimpi yang bagiku bukanlah lagi sebuah mimpi. Mungkin mimpiku semalam akan terjadi hari ini. Beginilah mimpi itu... "Elsa... Elsa..." ada sesuatu yang memanggilku dalam mimpi. "Elsa, " suara itu mengiang kembali di telinga. Kucari asal suara. Di rerumpunan rumput yang tengah mengeluarkan kapa di kuncupnyas. Di balik batu. Semak-semak. Aku berputar berkeliling mencari sumber suara yang memanggilku itu. Suara itu makin keras mengiang. Aku lantas berlari mengejar suara itu. Kususuri rumput-rumput yang tinggi. Perlahan aku pun lelah. Aku terengah. Aku menghentikan derap langkahku. Aku menghela nafas panjang. Suara itu kembali mengiang. Aku menoleh ke arah belakang. Terlihat sesosok wajah cahaya yang hadir. Subhanllah... benarkah ini dia? Pikirku. Dia yang senyumnya manis mengembang. Dia yang membuatku kagum. Dia yang selalu kupikirkan. Dia yang gagah, tampan, dan berkharisma. Dia yang selalu kutulis dalam diary. Oh... "Assalamualaikum, Ukhti!," Haa.. dia memanggilku "ukhti"? Benarkah ini? "Assalamualaikum, Ukhti!" dia mengulang salamnya kembali. Aku mengejap dalam pertanyaan hati. Dia tersenyum ikhlas. "Eee.. Waalaikumsalam..." jawabku. Dia lantas mengajakku duduk di sebuah kursi di bawah rindangnya pohon. Betapa bahagianya aku saat itu. Di kursi itu aku dan dia bercerita, saling menatap, dan tertawa. Dunia rasanya sangat indah dirasa. Pelangi pelangio hadir dalam mimpi. Bunga-bunga bertebaran di rerumputan. Sungai-sungai kecilmenyapa kaki merasakan sejuknya keindahan mimpi bersamanya. Hilanglah semua kegersangan hati yang mengganjal. Dia mempesona. "Ukhti cantik lho..." Haa, katanya aku cantik? Aku langsung tersipu. Apa benar katamu itu? Apa benar, Duta? "Oya?" jawabku. Dia kembali memujiku, "Iya, sumpah! Kaya Cleopatra deh kamu!". Ah, mendengar katanya aku jadi makin tersipu dan over dalam mimpi. Aku dan duta kembali bersama dalam mimpi. Meski mimpi ini terbilang Lebay tapi sungguh, aku mencintai mimpi ini. Kemudian dengan pelan ia ajak aku tuk berdiri. Aku pun lantas berdiri. Kutatap laket-lekat wajahnya yang tampan. Oh, dia amat mempesona. Dia tersenyum padaku. Tak pernah aku merasakan mimpi seindah ini. Dia lalu meneruh jari telunjuknya di bibirnya tanda aku untuk diam. Kemudian ia ada di belakangku dan menutup mataku dengan tangannya. Aku seakan menyipu malu. "Ssss...t!" demikian yang kudengar dari mulutnya. Pertanda bagiku untuk diam lagi. Dengan perlahan ia lepaskan tangan yang menutup mataku. Dan aku membuka mataku. Tapi... dan.... Kemana dia? Kenapa aku ditinggal sendiri? Apa maksudnya ini? Hatiku bertanya-tanya. Tiba-tiba tak ada lagi seorang yang kucinta. Dia begitu cepat pergi dan aku ditinggal sendiri. Dan sekejap alam pun berubah. Pelangi berubah jadi mendung-mendung yang tinggal menunggu waktu tuk jatuhkan hujan. Daun gugur. Sungai-sungai kecil kahabisan airnya. Aku tak tahu sekarang berada di mana dan tempat apa ini namanya. Mungkin inilah yang namanya dunia lebai. O, aku ingin pergi dari tempat ini... Tanah dan pasir menguapkan debu fatamorgana. Dunia terasa amat panas kurasa. Alam mencekam. Aku takut. Ngeri. Nuansa yang kutangkap ialah bau Neraka. Aku menangis disana. "Kembalikan aku ke duniaku!!!" jeritku. Dan satu detik kemudian aku terjaga. Rupanya aku bermimpi. Keningku penih simbah peluh ketakutan mimpi. Perlahan kukitarkan pandangan kea rah jam. Pukul tiga dini hari. Entah kenapa kurasakan detak bunyi jam dinding itu begitu kuat dan makin kuat. Jantungku pun berdebar amat kuat dan makin cepat, seumpama detakan derap langkah malaikat pencabut nyawa yang hendak merenggut nyawa manusia. Aku diam terpasung. Aku pesakitan dan menggigil. "Elsa… inilah waktumu…" entah dari mana asal suara itu menggema. Yang jelas suara itu begitu mengejutkanku dan membuatku takut. Aku makin tak kuasa menahan ketakutan yang mencekam. Jantungku serasa mau copot karena ia makin cepat berdetak. Aku panik. Tapi mulutku seakan terkunci. Lidahku kelu dan bibir pun membisu. Seluruh tubuh kaku membeku. Kenikmatan dunia jauh berlalu. Kakiku terasa dingin dan bergetar hebat. Mukaku pucat. Aku tak bisa melakukan apa-apa. Detakan jam terus berbunyi layaknya lonceng kematian yang mengejar. Kepanikanku memuncak. Di dalam kamar ini terasa roh-roh setan iblis berterbangan membujuk, merayu, dan menggangguku. Aku merasa dunia berbeda. Semua ketakutan, semua kegelisahan, kejadian yang pernah kualami berpendar dengan cepat di ingatan dan bercampur aduk dalam rasa. Ayah, Ibu, Saudara, Sahabat. Senyum Ibu, kebaikan Ayah. Dosaku pada mereka. Air mata Ibu. Tawa sahabatku yang pernah kulukai hatinya. Saudara-saudara yang kadang kuacuhkan. Aaaa. Aku rasanya seakan sudah gila. Kepalaku pusing luar biasa. Bayang bayangan dalam ingatan bagai puzzle-puzzle yang menghipnotis dan membuatku merasakan pesakitan yang dalam. Jauh lebih dalam. Hingga aku tak merasakan apa-apa lagi. * * * * * "Asyhadu ala illaha ilallah…" Sayup-sayup lantunan suara adzan mengiang. Aku terbangun. Kepalaku masih sedikit pusing. Ternyata aku tidak jadi mati. Untung aku hanya pingsan saja tadi. Adzan kali ini sangat indah untuk didengarkan. Perlahan kubuka jendela kamar untuk melihat keindahan alam surgawi subuh hari sambil mendengar seruan-Nya yang menyentuh qalbu. "Assholatu khoirum minan naum…" Lantunan syahdu itu menuntun kepalaku menatap kearah langit yang maha luas. Bintang-gemintang. Bulan. Nuansa langit subuh yang bersih dan indah. Ah, aku jadi teringat masa-masa kecil dulu, saat itu aku sangat suka melihat langit. "Oh Tuhan…, inikah saat ku pergi?" tanyaku dalam hati. Lambat laun ada tetesan tak berbunyi mengalir di pipi. Ada haru yang dalam dalam jiwa. Di satu sisi aku mencintainya, dan di sisi satunya aku takut laknat-Nya. Ah, yang pasti kan terjadi adalah sebentar lagi aku akan menutup mata. Allah… inikah saat ku pergi? * * * * * Setelah berwudhu dan sholat subuh, bada salam aku memohon pada Allah ampunan. Terutama ampunan karena aku yang lebih memikirkan makhluk-Nya ketimbang diri-Nya. Jika Allah mencabut nyawaku saat ini tentu aku belum sanggup. Meski yang kini aku rasakan Ku tahu semua dari-Mu ya Allah Hidup matiku adalah kuasa-Mu Sembah sujudku ya Rabbi Ampuni segala dosaku… Usai sholat kembali kubuka jendela kamar. Benderang purnama masih menyinari di langit barat. Bintang masih menjadi hiasan langit. Kembali kujatuhkan air mata. Betapa besarnya karunia Allah dan betapa kufurnya aku dengan nikmat-Nya. Betapa banyak anugerah-Nya tapi setengah hati aku syukur. Betapa Maha Besarnya Ia, tapi aku congak dengan tanda-tanda kebesaran-Nya. Astaghfirullah… beri aku waktu lagi, Allah! Tiba-tiba ada sesuatu yang merembes dari dalam hidung. Kuraba hidungku. Darah. Aku mimisan. Namun aku tak sepanik tadi, langsung ku lap darah yang keluar dari hidung. Dan kembali kutatap jauh mega-mega di langit itu. Astaghfirullah… ampuni aku, Allah! Kembali aku menangis. Hari ini mungkin adalah saat terakhirku merasakan keindahan-keindahan seperti ini. "Ya Allah… janganlah Kau cabut nyawaku. Masih banyak keagungan-Mu yang belum kusyukuri. Allah… jangan ambil diriku! Masih ingin aku melihat kebesaran-Mu. Allah… jangan ambil nikmat-nikmat itu!" Dengan perlahan kuambil diary-ku. Dan kutulis dengan rapi apa yang kurasai mulai dari mimpi hingga kini Embun di pagi buta Menebarkan bau basah Detik demi detik kuhitung Inikah saat ku pergi..? TAMAT Barakallahufikum..seoga bermanfaat Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-lembar-teguran/169861089709213

Dimana Pangeranku…?

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================ "Wahai para pemuda, barang siapa telah mampu di antara kalian, handaklah melaksanankan pernikahan karena ia dapat menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan.. " (H.R Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i) Setelah sujud terakhir shalat malam yang panjang, tunduk. Ada tetesan tak berbunyi bergulir di atas pipi. Kesunyian itu tiba-tiba datang lagi tanpa meminta izin lebih dahulu. Sebenarnya ada rasa malu mengakui, mengingat materi2 yang telah diterima setelah berdekatan dengan kajian Islam selama dua tahun. Bahkan sebagian sudah dinasehatkan kepada orang lain. "Muslimah itu harus berjiwa tegar, militan, jangan cengeng terhadap hal remeh". "Mengapa kader terbina masih mikirin soal cinta-mencinta, jodoh-menjodoh, bukan zamannya lagi!" Iya…iya..ngerti. Tapi, Ya Allah maafkan, aku tetap kesepian. Rindu dia pada yang belum diketahui namanya. Dia yang akan menggenapkan setengah dien bersama-sama. Dia yang akan dihormati, senyumi, cemberuti, dan dilembuti. Dia yang sepanjang perjalanannya akan saya temani. Hatiku menjerit pelan.."Di mana engkau pangeranku?" Allah, betapa ridho diri ini tunduk pada perintahMU, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki diri dari hari ke hari. Menanti janjiMu ádalah aliran air tersegar yang tak akan putus. "...Dan wanita2 yang baik ádalah untuk laki2 yang baik dan laki2 yang baik ádalah untuk wanita2 yang baik pula"(Qs. An Nuur:26) Tetapi, bolehkah hamba bercerita pada MU wahai Rabb? Bahwa hati ini begitu cepat terbolak-balik. Kadang ia kuat bak benteng kokoh, tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Dan syaitan tahu itu, Ya Allah. Mereka begitu senangnya berlomba menggoda. Sehingga dalam penantian yang panjang ini, terselip pandangan yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari perhatian yang belum halal. Ahh..., Kau tahu lebih dari yang hamba ceritakan. Allah, betapa takutnya hamba membuat Kau cemburu. Allah hamba tak mengerti, mengapa tak ada gerak dalam hati mereka untuk tidak terus memanjai angan2? Apakah terlalu berat ya Allah bagi mereka untuk mengambil kenikmatan yang Engkau janjikan? "Tak cukup mapan, masih kuliah, belum dapat izin orang tua" Alasan2 seperti itu apakah Kau bisa terima? Sementara seorang Sugiarto, nama lengkap Ato, seorang pembelajar sejati, sahabat kesayangan Aa Gym yang ditakdirkan bertubuh tidak lengkap. Lelaki yang berjalan terseok-seok hanya bertumpu dengan kakinya yang kecil. Lelaki yang harus bersusah payah untuk mengucapkan kata per kata itu berani mengambil keputusan. "Belhalap pa..da Allah sa…ja," ujarnya terbata2. Dan Allah memudahkan bagi mereka yang hanya memercayakan semua pada-Nya. Ato dan istrinya sekarang hidup tenang dalam kesahajaan dan mempunyai seorang anak, anak yang sehat! Sahabat, sesungguhnya cerita ini bukan untuk diri saya sendiri. Saat ini, di tengah malam ini, mari kita tengok ke jendela2 yang terbuka. Di atas ribuan sajadah, bersimpuh perempuan2 yang sedang merindu. Tetesan2 air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Tak perih jua kah mereka melihatnya? Tak ada kah sepotong hati untuk meringankan beban itu? Dan sahabat, bila kau salah satu dari perempuan bersimpuh itu, sabarlah. Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang salah dengan janji Nya. Janji Nya adalah keniscayaan terindah, walau itu harus kau tebus denagn kesabaran yang berdarah-darah. Jangan lelah muliakan dirimu. Bukan untuk dia. Juga bukan untuk dirimu sendiri. Tapi semata hanya untuk Rabb-Mu. Sungguh, itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Mahabenar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa kau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut Tuhan-Nya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusan-Ny. Barakallahufik Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-dimana-pangeranku/169846293044026

Perpisahan

Bismillahirrahmanirrahim... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================== Note singkat ini bisa dibilang curhat pribadi, atau apapun istilahnya terserah yg koment saja nanti. Karena itu di judulnyapun tidak ada kata sakti "Renungan" atau "Motivasi" seperti yg sudah-sudah. Kali ini aku menyatakan pamit sebenar-benarnya. Serius. Tidak seperti yang sebelum-belumnya aku pamit hanya berbilang detik, jam, paling lama hari. Kini aku pamit dalam hitungan bulan. Pagi ini merupakan awal baru bagiku, dan akhir bagi kisah lalu yang menggoreskan begitu banyak kenangan. Tidak! Bukan akhir! Aku tidak mau mengatakan ini akhir karna itu menyalahi yang seharusnya, taqdir belum terjawab, aku tidak boleh menarik kesimpulan atas pemikiranku sendiri. Allah knows what is the best for his Hamba. And I trust it. Konyol memang, aku menangis pagi ini. Bayangkan, kemarin semua masih dapat dibilang normal tapi pagi ini semua hancur berkeping-keping karena sebuah kesalahan yang kuperbuat sendiri. Mau menyalahkan siapa? Tak ada yang perlu kusalahkan, tak ada guna, semua sudah terjadi, ya terjadilah, Qodarullah... Mungkin kalian berpikir, aku berbicara apa? Ya, aku menceracau tak jelas karna perasaanku sedang kalut. Tapi itu tadi, beberapa menit yang lalu. Kemudian sesuatu menepukku. Rasa Percaya. Bodohnya aku menangis, buat apa? Hah, sekalipun orang yang paham agama, yang namanya wanita dewasa sepertiku, bisa berbuat apa bila ia dihinggapi cinta? Dan ketika mimpinya sedang jauh, dia terbangun dari tidur panjangnya, jatuh dari tempat tidurnya. Sakit kan? Ya, sangat sakit. Tapi dia menyimpan mimpinya dalam arsip harapan. Walaupun hanya sekedar mimpi, toh, kita tidak tahu apa yang terjadi nanti kan? Jadi, kulakukan ini semua. Aku tahu taqdir yang akan menjawab, sekarang semua seperti ini pun sudah merupakan taqdirNya. PERCAYA, VA.. ! Ya, aku percaya, aku berusaha mengikhlaskan semuanya, walaupun lagi-lagi kenangan menari di benakku, terpampang slide-slide kehidupan itu. Tapiiii, seorang Iva tidak boleh dan tidak akan lemah dan jatuh hanya karna masalah seperti ini! Lagi-lagi Taqdir. Iman ke-6 ku sedang diuji... dijontok abis-abisan, aku harus kuat, seberapa besar rasa sedihku, rasa cintaku, dan mungkin rasa rinduku kelak, lebih banyak hal lain yang bisa difikirkan, bukan berarti aku melupakan semua itu, tidak, tapi, lebih banyak yang bisa kuperbuat setelah hari ini lewat, selain hanya bersedih karna patah hati. Hey..! Kata siapa aku patah hati? TIDAK. BELUM setidaknya. Aku tidak mau mendahului taqdir Allah. Siapa tahu aku kelak bertemu dengannya dalam keadaan yang lebih baik dan indah, atau kalaupun tidak, siapa tahu skenario-skenario Sang Sutradara jauh lebih indah lagi dari apa yang kuharap. Wallahu A'lam. Kita tidak akan pernah tahu sampai waktu yang akan menjawab... Ok, sudah waktunya aku pamit. Banyak hal yang harus kulakukan hari ini. Me-refresh hidupku salah satunya. Heheh. Well, tak bisa dipungkiri hatiku sedang panas sekarang, tapi tak ada guna larut dalam kesedihan, aku tau itu, tak cuma satu kali aku mengecap sakit hati, walaupun bukan karna cinta, hhe, tapi terbukti, seorang Iva bisa melewati itu semua.. aamiin, I hope.. Alasan aku pamit dari RDM ini, tadi abis subuh malah pas lagi kalut banget aku mau delete nih account, tapi sayang ini bukan milikku, ini account milik saudariku Ifta Istiany tempat ia berdakwah dan menimba serta berbagi ilmu yg maslahat, betapa dzalimnya aku jika mendelete account ini. Dia yg mengajariku menulis dan mengajakku bergabung jadi admin Page ini untuk menebar ilmu bagi umat, alangkah tak tahu dirinya aku jika itu kulakukan, dan aku mengorbankan semua kenangan disini hanya karna masalah kecil. Aku hanya butuh hibernate sebentar. Menetralisir fikiranku, menjernihkan hati, mengupgrade diri untuk lebih baik. Dan itu lebih baik kalau kulakukan dengan meninggalkan tempat yang membuat kenangan itu datang. Salah satunya page RDM ini. Tapi, suatu hari aku akan kembali, dengan membawa sejuta mimpi, insya Allah... Mungkin ini akan menjadi modalku untuk menulis. Heheh. Doain aja pas kembali lagi nanti ke dunia maya di RDM ini aku sudah merampungkan sebuah buku yang siap terbit, wehehe, mungkin kalian akan terkekeh, tapi aku serius, semoga aku bisa... aamiin...( Maaf mbak ifta, jenengan pasti terkejut mendengar ini kan..? nanti aja ceritanya..hehe ). Kalau ada yang perlu denganku, bisa SMS aja ya atau titip amanahnya ke mb.ifta ini insaallah akan sampai kepadaku, soale email juga gak akan kubuka sepertinya. FB juga dah kunonaktifkan, YM pun demikian. Bener-bener pingin lenyap dulu aku dari dunia maya. Kalau aku masih ada utang sesuatu atau ada yang pingin ditanyakan, silahkan ke wall RDM saja, terakhir sampai sore ini.. (udah kayak apa aja, hhe). Aku baru merasakan gejolak masa-masa itu. Ini masa-masa sulit dalam hidupku. Hhi. Soale, kan banyak yang bilang, masa remaja itu masa paling rentan, padahal aku bukan remaja lagi atuh. nah sebelum hari ini aku berpikir, "Mana rentannya, wong masa remajaku udah lewat tuh...", tapi ternyata mulutku bungkam hari ini. Hhe.. Siplah. Mohon maaf atas kesalahanku selama ini yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas banyak cinta yang sudah diberikan. Terima kasih banyaaaak. Akan banyak hal yang kurindukan disini, tapi... hidup ini adalah sebuah pilihan. Dan inilah pilihanku. Insya Allah memang yang terbaik, aamiin. Ilal Liqo Ma'assalamah... Jazakumullah Khoiron Katsir... Pelangi, bagiku Pelangi Cinta itu tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kausaksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Pelangii Cinta. Aku tetap akan ada di sana. Tersenyumlah.. Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu. Kepada orang 'penting' itu. Terima Kasih sudah mengajariku tentang Taqdir. Fii Lauhimmahfudz, tuntas sudah. Doa dan Usaha. Sekarang tinggal menunggu keputusan final dariNya. Ini yang terbaik, aku tahu itu. Ilal Liqo pada waktu dan tempat yang lebih baik. Insya Allah. Aamiin. Berbahagialah sahabat2 pelangiku... Barakallahu Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/perpisahan/169992336362755

Nafsu..Duh Yaa Allah !

Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================== Judulnya serem yak, hehe. Lagi pingin ngomongin soal Nafsu, atau Syahwat. Fitrah manusia yang udah gak bisa ditawar-tawar, gak mungkin gak ada dalam diri manusia yang masih normal, insya ALLAH. Kenapa ini tiba-tiba ngomongin soal Nafsu? Jadi begini ceritanya sodara-sodari, hari ini, tadi pagi-pagi sekali sebuah sms yang cukup panjang masuk ke inbox HP-ku. Dari adik kelas sahabat SMP-ku dulu. Dia bercerita puanjaaaang lebar tentang hubungan dirinya dengan pacarnya tercinta. Aku menangkap perasaan bahagia yang teramat dari rangkaian kata-katanya di sms itu. Walaupun aku harus agak berkerut-kerut muka karna penulisan sms-nya rada aneh. Maklum lah, bahasa anak remaja sekarang . Temanku itu cerita, ternyata dia adalah pacar pertama (dan semoga terakhir) si cowoknya itu. Hmm... Dulu dia temen deketku. Deket banget. Kita punya hobi yang sama, dulu pas aku masih 'nge-dunia' banget, kita sama-sama suka grup band Guns n Roses dari Amrik sono. Sama-sama suka banget baca komik. Aku bisa gambar karna ngeliat gambar temanku itu yang subhanallah bagus banget, kayak komik profesional! Hoh, mantabs! Dulu kita juga pernah Juara 1 lomba bikin komik bareng-bareng. Sejak pertemuan pertama kami di GOR Manahan Solo pas mau outbond ke Jogya, kita pun jadi deket. Banyak banget kesamaan kami. Sama-sama lahir bulan desember, cuma beda 5 hari. Sama-sama ada turunan timur tengah..hallahhhhh. Pokoe hobi kita hampir semuanya sama. Bahkan kita punya sifat sama-sama keras kepala, yang bikin kita sering berantem, tapi gak lama kemudian baikkan lagi. Itu dulu. Ketika kami sama-sama belum bisa dewasa . Temenku itu cantiiiiik banget. Putih, hidungnya mancung. Giginya berbaris rapi kayak gigi kelinci, bagus banget. Makanya dulu, inget banget deh, awal-awal masa SMP banyak yang ngejer dia, mulai dari temen seangkatan, ampe kakak kelas. Aku yang temen deketnya jadi perantara. Hueh, cuapek deh. Tapi dia waktu itu cuek beybeh aja, gak peduli, sampai ada satu orang kakak kelas yang membuatnya jatuh hati... Mereka pun pacaran. Sempet putus karna mereka tau, mereka gak boleh pacaran, tapi kemudian bersambung lagi. Kalo dihitung-hitung umur hubungan mereka sekarang hampir 4 taun. 4 taun! Bayangkan.. Awetnya.. Padahal pada awalnya aku rada-rada gak peduli juga, ah, cinta monyet anak SMP, nanti juga berakhir seperti kisah remaja kebanyakkan, tapi semua itu tidak terbukti sampai saat ini. Belum. Curhatan temanku itu tadi siang cukup membuatku kaget. Padahal teman dekatku itu lumayan alim. Ya, lumayan. Dia tau hukum Islam gini.. gini.. gini.. tapi ternyata, dia tak cukup kuat untuk mengamalkannya di dunia nyata. Karna apa? NAFSU...Ya Nafsu ! Siang tadi cukup banyak yang dia ceritakan, dan yang bikin aku kaget, dia berbicara soal nafsu.. Ya, nafsu. Dia dengan pacarnya itu yang dia panggil Aa', panggilan khas orang sunda ke laki-laki yang lebih tua, sudah mulai tak terbendung. Nafsu membuat mereka jadi sering pergi berdua. Nafsu membuat mereka jadi, mulai bergandengan tangan. Mulai...dan mulai... Temanku itu bilang, pingin banget ketemu aku, pingin curhat dan bertanya akan sebuah solusi. Dia bilang bahwa suatu malam sempat dia berdiskusi dengan Aa'nya itu. Merenungi apa yang telah mereka perbuat, ya, sudah mulai bergandengan tangan, dll. Dan mereka menikmati itu semua. Nafsu Ya Allah.. Nafsu... "Mbak, aku tau aku dan Aa' sama-sama saling sayang. Tapi kenapa mesti di ungkapin dengan sikap?". Kata-katanya di SMS itu mengungkapkan sebuah penyesalan. "Kita udah sepakat, kalau kita ketemu, kita berusaha untuk nahan diri, gak gandengan tangan ato yang lainnya.. Qt mutusin buat nunggu sampai datangnya waktu yang tepat sampai aku halal buat dia.. Qt sadar, sekarang qt cuma bisa berusaha untuk jadi orang yang lebih baik lagi." Entah apa yang harus aku katakan. Hukumnya berpacaran temanku itu dan pacarnya sudah tau. Sangat tahu. Menyuruh mereka putus? Ah, belum kusuruh aja temanku itu sudah berkata lagi dgn smsnya, "Mbak, tolong kasih solusi, tapi jangan nyuruh aku putus ama Aa'. Aku gak mau..." Huff, beraaaaatttt.. beraaaattt banget Ya ALLAH. Kalu hati sudah diselimuti nafsu,beginilah jadinya. Aku tahu rasanya jatuh cinta, tapi aku nggak tahu rasanya orang yang sudah berkomitmen dalam bentuk pacaran, aku nggak tahu... makanya aku bingung harus gimana. Apakah pacaran itu sudah sedemikian membutakan? Hati terbelenggu nafsu.. Ya Allah... lagi-lagi nafsu... "Udah sedemikian yakin kamu ama Aa'mu itu, neng?" Hanya itu jawabanku. "Iya mbak.. aku udah yakin banget, Insya Allah, kita udah sama-sama cocok.. Huff, berat. Tambah berat. Temanku itu masih tetap keras kepala. Sudah sifatnya." "Sabar neng.. tahan nafsu. Yang penting kamu udah tau hukumnya kan? Aku cuma bisa bilang sabar... nafsu itu fitrah, karna kita manusia, bukan malaikat, tapi apakah harus sampai seperti itu? Kita jangan mau kalah ama syaitan.. jangan.. Aku bukan mau sok nasehatin.. aku cuma ngingetin karna aku sayang ama kamu neng.." Hanya itu balasan smsku. Udah bingung mau berkata apa lagi aku ini. "Terus aku musti gimana mbak? Aku gak mau putus ama Aa'. Pokoknya jangan nyuruh aku putus.." Huaaaaa. Udah jadi tambah bingung aja jawab SMS-nya. Hhiks. "Solusinya nikah, mau?" Jawab smsku denga tegas. Udah mentok. Got Stuck. Ga tau mau ngasih jawaban apa lagi. "Mau bangeeeet..."Aku ama Aa' udah mikir ampe sana coba. Sampai kita pernah bilang, kalo umur segini di Indonesia boleh nikah, qt mending nikah sekarang. Hoho. Malu aku.." Aku cuma bisa tersenyum sembari menghembuskan nafas pelan. Permasalahan remaja sekarang. Banyak remaja, jangan remaja deh, beberapa temanku saja, yang terjerat dengan yang namanya virus merah jambu, sering mengeluhkan "Andai di Indonesia umur segini udah boleh nikah..". Kenyataannya saat ini, sepertinya lebih dihalal-kan berpacaran daripada menikah di usia muda. Entahlah.. "Kamu mah udah boleh neng, umur 16, kalo laki-laki 21 kalo gak salah. Lulus SMA aja neng langsung nikah.. daripada numpuk dosa, mending milih mana?" Agak lama balasannya sampai... "ahaha.. kagak bakal boleh mbak ama ortuku. Aku aja niat nikah umur 21/22. Aa' niat pingin umur 24. Biar kelar S1 dulu. Biar dapet kerja dulu. Huaaa.. pokoknya aku kalo dikasih solusi gak mau solusinya disuruh putus, ya.." Lagi-lagi aku tersenyum. Perencanaan masa depan temanku itu terjabar jelas. Huff, aku udah bingung. "Yawdah aku cuma bisa bilang sabar neng sabar.. Akan indah pada waktunya kelak, insya Allah. Jangan nurutin hawa nafsu. Nurutin Syaitan. Ntar kita ketemu aja deh ya neng, biar lebih enak ngobrolnya. Insya Allah.." Nyerah. Yang penting udah gugur kewajibanku untuk mengingatkan. "Iya, makasih Ya mbak. Semoga mbak tetep kuat ya. Jangan lakuin apa yang aku dan Aa' lakuin hehehe..". Aku nyengir baca terakhir smsnya. Udah gak kubalas lagi SMS-nya. Hanya merenung. Tersenyum. Pertanyaan yang sama yang sering menari di benakku. RENUNGKAN..! Lagi-lagi.., Apakah nafsu sedemikian kuatnya sampai orang yang tau agama sekalipun bukan berarti terbebas dari yang namanya pacaran? Wallahu A'lam. Kembali lagi kepada pribadi kita masing-masing. Semoga ada ibrah yang bisa diambil. Bukan untuk mengumbar aib orang, tidak, insya Allah orang yang bersangkutan ridha kisahnya dijadikan pelajaran, asal tidak menyebutkan namanya. Nafsu.. Huff.. Manusia...!! Barakallahufik Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-nafsuduh-yaa-allah-/170041096357879v

Keistimewaan Puasa Dzulhijah

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================ “Tidak ada hari-hari yang amal sholehnya paling disukai Allah Swt daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan dzulhijah. Para sahabat bertanya,”Sekalipun jihad fisabilillah ya rasulullah?”, Rasulullah menjawab,”Ya..sekalipun jihad fisabilillah,kecuali seorang yang keluar ( jihad fisabilillah ) dengan dirinya dan hartanya kemudia tidak kembali”. ( HR.Bukhari ) Dimata kaum muslimin, siapakah yg dapat menolak keistimewaan bulan dzulhijah? Hal ini dikarenakan: pertama, di bulan inilah kaum muslimin sedunia merayakan kembali lebaran untuk yg kedua kali yakni hari raya idul adha. Kedua, di bulan Dzulhijah inilah moment akbar terjadi. Yakni dimana umat islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul menunaikan ibdaha haji bagi yang memiliki kemampuan melakukannya. Rasulullah saw bersabda:” Tidak ada hari yang lebih dicintai Allah daripada penghambaan seseorang kepadaNya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah. Puasa satu hari pada hari itu, sama dengan puasa satu tahun. Dan setiap malamnya adalah sama dengan malam lailatul Qodr”. ( HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah ). Lebih dari itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya: “ Hari pertama bulan Dzulhijah adalah hari dimana Allah swt mengampuni dosa nabi Adam as, karena itu siapa yang berpuasa pada hari itu maka Allah swt akan mengampuni segala dosanya”. “ Hari kedua ialah hari dimana Alah swt mengabulkan doa nabi Yunus as dengan mengeluarkannya dari perut ikan, barangsiapa yg berpuasa pada hari itu, seakan-akan ia telah beribadah selama setahun penuh tanpa disertai kemaksiatan sekejap mata sekalipun”. “ Hari ketiga adalah hari dimana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria as, barangsiapa yg berpuasa pada hari itu maka Allah swt akan mengabulkan doanya”. “ Hari keempat adalah hari dimana Nabi Isa as dilahirkan. Barangsiapa yg berpuasa pada hari itu maka Allah menyelamatkannya dari kesengsaraan, kemiskina dan penyakit”. “ Hari kelima adalah hari dimana Nabi Musa as dilahirkan. Barangsiapa berpuasa pada hari itu,maka Allah swt akan membebaskannya dari kemunafikan dan siksa kubur”. “ Hari keenam adalah hari dimana Allah swt membuka pintu kebajikan bagi para NabiNya. Barangsiapa yg berpuasa pada hari itu, maka pada hari kiamat akan dipandang Allah swt dengan pandangan rahmat dan tidak akan disisihkan”. “ Hari ketujuh adalah hari dimana Allah swt menutup pintu-pintu Jahanam dan tidak akan dibuka kembali sebelum hari yg kesepuluh. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka Allah swt akan menutup tigapuluh pintu kesusahan dan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan bagi hambaNya”. “ Hari kedelapan ialah hari Tarwiyah. Barangsiapa yg berpuasa pada hari itu, maka akan memperoleh pahala yg besarnya tidak diketahui kecuali Allah swt. Allah swt yg akan memberinya pahala yg Dia kehendaki”. “ Hari kesembilan adalah hari Arafah. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka puasanya akan menjadi tebusan dosa untuk setahun yg lalu dan setahun yg akan datang. Pada hari itu turunlah ayat: “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmatKu kepadamu. Dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu ...” [Qs.Al-Maa’idah: 3]”. “ Hari kesepuluh adalah hari Idul Adha (berkurban). Barangsiapa yg menyembelih kurban pada hari itu, maka dari tetes pertama yg mengalir dari darah hewan kurban itu, Allah swt akan mengampuni dosa-dosanya dan dosa keluarganya. Barangsiapa pada hari itu memberi makan kepada seorang fakir miskin dan bersedekah, akan dibangkitkan Allah swt pada hari kiamat dalam keadaan aman dan amal salehnya lebih berat dari gunung uhud”. ******------****** Meskipun begitu, dalam hadist yg diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Aisyah ra berkata:” Aku tidak melihat rasulullah saw berpuasa dalam sepuluh hari itu”. Hal ini maksudnya bahwa Nabi tidak melakukan puasa terus menerus sepanjang sepuluh hari pertama bulan dzulhijah, melainkan berpuasa di sebagian besar harinya saja. Dan dalam hadist2 shahih disebutkan bahwa Rasulullah saw sangat menjaga puasa pada tanggal 9 dzulhijah atau hari Arafah. Demikian sedikit tambahan sharing ini dari saya. Semoga bermanfaat..mari kita isi 10 hari pertama bulan Dzulhijah ini dengan memperbanyak amal-amal sholeh. Barakallahufikum Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-keistimewaan-puasa-dzulhijah/170086109686711

Berapa Harga Dirimu, Ukhti...?

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ============================ Prolog: Note yang saya tulis kali ini mungkin bahasanya terkesan agak kasar. Karena itu sebelumnya saya mohon maaf yg sebesar-besarnya bila nanti ada pihak dari saudara2ku yg mungkin merasa tersinggung, terutama kaum wanita atau akhwat. Dari judulnya pun sudah terkesan kasar. Entahlah, saya tidak tahu harus memakai judul apa agar terasa lebih santun. Tapi apapun itu, what ever lah, sebuah peringatan dan jalan menuju kebaikan memang tidak selamanya datar. Tahu kan maksud saya..?? ------------------------------------------------------------------------------------------- Berapa harga dirimu, ukhti? Begitu judul note ini. Waduh, seakan-akan harga diri bisa ditakar dengan materi. Emang begitu kan kondisi saat ini. Yang namanya harga diri, murah banget. Diobral seribu tiga juga banyak yang mau. Kok bisa? Coba kamu amati lingkungan sekitarmu. Harga diri, terutama kaum perempuan alias cewek, sudah banting harga di mana-mana. Mulai dari gaya berpakaian yang kelihatan pusar, You Can See, Tank Top, underwear alias kaos daleman, sampai berpakaian tapi telanjang. Yaitu berpakaian tapi semua lekuk tubuhnya kelihatan dengan amat sangat jelas bentuk dan ukurannya. Dikomporin oleh sinetron kacangan di TV yang isinya melulu pacaran dan pacaran, remaja kita jadi ikutan. Tubuh cewek, bagian mana yang belum terekspos oleh lawan jenisnya (baca “ pacarnya”) sih? Dalih palsunya sih biasanya sebagai bukti cinta. Padahal mah, pelecehan harga diri yang seharusnya nggak boleh dibiarkan begitu saja. Tapi kalo mau sama mau, kan nggak ada hukumnya tuh. Nah loh, bingung juga kan? Yuk, kita preteli satu per satu masalah ini. Cewek dan Harga Sebuah Diri Perkembangan jaman modern bukannya diikuti dengan perkembangan pola pikir yang modern pula. Tapi pola pikir hingga pola sikap berkembang ke arah jahiliyah (kebodohan). Hanya saja kali ini memakai bungkus baru: jahiliyah modern. Lomba-lomba kecantikan yang semua ujung-ujungnya pamer aurat, digelar di mana-mana. Mulai tingkat RT hingga dunia. Dari ajang Miss Abang – None, Miss Indonesia, bahkan Miss Universe yg paling menyesatkan. Bahkan institusi kampus yang katanya tempatnya intelektual muda, juga terkontaminasi dengan pagelaran miss kampus. Baju minim dan seronok namun berharga mahal jadi gaya hidup. Lenggak-lenggok di atas panggung jadi kebanggaan. Paling banter harga dari diri yang dipajang itu cuma sebuah piala dari kuningan dan karton satu lembar bertuliskan angka nominal sejumlah uang.Ckckckck... Bagi mereka yang nggak kebagian lenggak-lenggok di atas pentas, ada cara lain yang bisa ditempuh untuk menikmati dunia kemilau itu. Malakin cowok tajir. Si cowok juga nggak kalah ‘cerdik’ yaitu dengan memanfaatkan cewek rese dan matre untuk mendapatkan kemauannya. Mau dibawa kemana aja asal pulang dibelikan HP. Mau diapa-apakan saja asal ada ongkos ganti pulsa. Halahhh...! Akhirnya muncul istilah cewek bispak, bisa dipake. Dipake betulin genting, mompa air atau ngayuh becak? Ya nggaklah. Bisa dipake di sini maksudnya buat hal-hal yang tak bermoral. Kenapa stasiun TV atau pemerintah sekarang ini tidak pernah mengadakan lomba atau acara akbar yg mendidik rakyatnya agar lebih bermartabat, seperti ajang mencari ‘Dai Muda Indonesia' misalnya..? atau ajang ‘Wanita Berbusana Muslimah Terbaik 2010’, ‘Pemilihan Wanita Muslimah Intelek 2010’, atau bahkan ‘Pemilihan Dai-Dai Cilik Indonesia’..? dan ajang-ajang yg semacamnya? Sudah tidak adakah pemikiran seperti ini dari 200 juta lebih penduduk indonesia? Cewek, Kok Mau Dihargai Rendah? Kalo dipikir-pikir, kenapa pula para cewek itu mau dihargai rendah ya? Para cewek yang seharusnya punya rasa malu yang tinggi melebihi kaum adam, jadi berubah. Sudah aurat dipamerkan ke mana-mana, mereka ini mudah banget dijadikan mangsa oleh cowok-cowok tak bertanggung jawab. Seakan-akan mereka pasrah dan tak punya sikap untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kontrol masyarakat sekitar. Mereka cuek bebek dengan merosotnya moral para remaja, terutama ceweknya. Tak ada lagi sanksi sosial semisal didatangi pak RT bila ada cowok bertandang ke rumah cewek hingga larut malam. Dan semakin lengkap keparahan ini ketika negara sebagai penegur utama tak berdaya. Tak ada KUHP atau hukum perdata yang bisa menjerat cowok yang wakuncar (waktu kunjung pacar) ke ceweknya. Lha wong suka sama suka, bisa-bisa malah dilindungi sama sistem yang bernama sekulerisme. Apalagi cuma sekadar pakaian yang kelihatan pusar. Dalih kebebasan perempuan akan menjadi senjata andalan bila ada yang berusaha mengingatkan. Gaya hidup mewah adalah penyebab lain dari fenomena cewek murah harga diri. Semua ini akibat dari kehidupan yang mengagungkan materi alias materialistis. Materi oriented ini adalah khas milik kapitalisme. Sebuah paham yang sangat memuja kepemilikan modal atau kapital. Sistem inilah sebetulnya yang kudu bertanggung jawab terhadap merebaknya cewek-cewek tak berharga diri. Udah ceweknya lemah iman, dikomporin pake kemilau fana duniawi. Klop, jadi pada lupa daratan. Cewek, Kamu Bisa Apa? Biar pun berjenis cewek, perempuan juga manusia. Dengan kemanusiaan ini pula cewek juga dikaruniai akal untuk membedakan mana baik dan buruk. Sayangnya, seringkali otak cewek nggak dipake. Bawaannya silau mulu kalo liat barang mewah sampai harga diri tergadaikan nggak jadi masalah. Akal yang dipunya cewek, nggak beda dengan yang dipunya cowok. Tapi seringkali cewek sendiri yang membuat rendah dirinya sehingga mudah saja dipermainkan cowok. Bukan hanya cowok, tapi pemilik modal juga ikut menghinadinakan kaum cewek dengan mengeksploitasi keindahan fisik. Oya, sebelum saya diprotes oleh kaum cowok baik-baik atau seorang ikhwan, saya ingin tekankan bahwa nggak semua cowok suka mempermainkan cewek. Ada kok cowok baik-baik yang menghargai cewek dengan harga sangat tinggi. Karena tingginya, harganya sebanding dengan surga. Dengan potensi akal ini, cewek bisa memilih jalan hidupnya. Mau dijadikan objek ketelajangan dan permainan jaman edan bernama modern ini atau sebaliknya. Cewek sebagai subjek perubah dan pelaku sejarah sebuah peradaban. How? Gimana caranya? Saudariku yg saya cintai.., cewek kudu nyadar untuk apa sih dia hidup di dunia ini. Untuk hura-hura, senang-senang dan foya-foya? Hmm.. cewek kudu nyadar bahwa hidup ini sementara. Kalo ada sementara pasti ada yang selamanya. Kalo bermakna selamanya berarti bukan di dunia. Nggak ada orang hidup kekal di dunia ini. Lha wong dunianya aja fana, kok penghuninya minta kekal. Bila sudah menyadari kenyataan dunia fana ini, ingatlah bahwa semua yang bernyawa pasti mati. Kalo sudah mati, lihat tuh jadi teman cacing tanah dan belatung di tanah pekuburan. Ternyata manusia itu hina ya. Cuma sebegitu aja akhir hidupnya. Kalau ingat kematian, manusia normal mana pun juga pasti akan berpikir. Merenung dan berinsaf diri. Apalagi cewek yang memang dasarnya bersifat peka. Maka akan mudah tersentuh hatinya dengan ajakan mengingat kematian ini. Kecuali orang-orang bebal yang telah ditutup hatinya oleh Allah. Mereka ini adalah yang enggan membicarakan kematian. Bahkan ada yang dengan sengaja mengolok dan mencemooohnya loh. Dengan mengingat kematian, manusia termasuk para cewek tergugah untuk mencari makna hidupnya. Tak lain dan tak bukan, ternyata hidup ini adalah sarana saja untuk sebuah kehidupan kekal abadi di akhirat kelak. Bila ini sudah kamu sadari dan terpatri kuat di otakmu, maka sesungguhnya uang, kartu kredit, mobil dan gaya hidup mewah jadi tak ada artinya lagi. Ada sesuatu yang lebih penting dari itu semua. Beramal untuk akhirat Jangan bayangkan beramal untuk akhirat ini hanya dengan sibuk sholat, dzikir, puasa dan ngaji saja. Bukan! Aktivitas-aktivitas ini memang harus tapi tidak berhenti di situ saja. Bumi dan seisinya perlu dimakmurkan dengan karya nyata kamu, para cewek. Kamu bisa jadi apa pun yang kamu mau, sukses dunia tapi punya investasi juga untuk akhirat. Dengan menjadi ahli lomputer untuk mengacak-acak radar musuh Islam yang akan menyerang negeri muslim, misalnya. Atau menjadi bisnis woman yang berhasil dan sebagian laba untuk kepentingan dakwah dan perjuangan menegakkan Islam sebagai ideologi negara di bawah naungan Daulah Khilafah. Gimana, keren kan? Cewek, punyai harga diri! Harga diri bukan barang obralan yang gampang banget dibeli dengan gepokan rupiah atau kartu kredit. Masalahnya, gimana caranya agar cewek mempunyai harga diri yang menjadikannya mulia? Karena di bahasan awal tadi kita sudah tahu bahwa hidup ini sementara dan kudu nurut sama aturan Sang Pencipta, maka inilah langkah praktis itu: Pertama: hiasi diri dengan rasa malu. Malu akan menjadi tameng seorang cewek dari perbuatan maksiat. Kedua: tundukkan pandangan. Dengan menundukkan pandangan, cewek akan menjadi makhluk berharga di muka bumi karena nggak jelalatan. Ketiga: tutupi auratmu. Auratmu yang indah bukan untuk pajangan apalagi pameran. Oleh karena itu tutupi dengan pakaian takwa berupa kerudung dan jilbab. Keempat: jaga interaksi pergaulan. Langkah di atas nggak bakal ada gunanya kalo kamu masih enteng aja colak-colek sama cowok. Batasi interaksi dengan mereka seperlunya dan sewajarnya. Nggak perlu over. Kelima: dekatkan dirimu pada Allah. Dekat dengan Allah itu artinya nggak ada satu celah kecil pun kamu berbuat dosa. Meski nggak ada kakak pembina pengajian, ortu nggak liat, atau nggak ada satu orang pun menyaksikan, kamu nggak bakal bisa lari dari pengawasanNya. Karena Allah Maha Melihat lagi Menatap. Keenam: last but not least, proaktif ! Kalo kamu udah menjadi cewek baik-baik, jangan simpen sendiri. Ajak teman-teman dan sodara-sodara kamu untuk baik juga. Kalo kamu segan untuk negur secara lisan, bisa juga pake tulisan. Berikan lembaran Studia ini untuk dibaca mereka, misalnya. Nah, ternyata nggak susah kan untuk membangun harga diri pada seorang cewek. Murah meriah kecuali berbekal kemauan aja. Tips di atas bisa kamu amalkan tuh. Nggak berhenti di sini aja, ternyata memutus rantai rusak ini kamu nggak bisa sendirian. Ajak teman-teman dan sodaramu untuk bareng-bareng merusak rantai ini. Kita ganti dengan rantai baru yang indah dalam balutan ukhuwah Islamiyah, dasarnya akidah Islam. Setuju kan? Jadi kalo ada yang nanya berapa sih harga diri seorang cewek? Kamu bisa dengan bangganya menjawab: ‘Ridho Allah plus surga dengan segala isinya’. Bila ini yang jadi jawabanmu, maka gepokan rupiah, kinclongnya mobil nggak bakal bisa mengusikmu. Harga dirimu bukan lagi obralan seribu tiga. Harga dirimu saat ini cuma surga yang mampu membeli. Jangan ragu, teriakkan dengan lantang bahwa harga diri seorang cewek cuma satu jawabnya: ISLAM ! Oke? Barakallahufikum.. Wassalam 


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-berapa-harga-dirimu-ukhti/170115643017091