Mengenai Saya
Laman
Rabu, 09 Maret 2011
HATI-HATI JEBAKAN SYETAN
Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan syetan. Syetan suka mendorong dirimu untuk mencegah berniat melakukan amal saleh.
Dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata.Syetan mengetahui bahwa jika orang Mukmin melakukan amal saleh, dia mendapat pahala berlipat. Sebab niat melakukan amal salehnya dihitung sebagai satu kebaikan.
Karena itu syetan tidak rela melihat orang Mukmin mendapat dua pahala sekaligus. Engkau jangan terjebak dalam lamunan. lamunan hanyalah angan-angan melakukan kebaikan tanpa dibarengi dengan tekad untuk melaksanakannya.
Niat yang dihitung sebagai kebaikan adalah niat yang dilaksanakan secara nyata dan niat yang terhalang suatu uzur ketika engkau hendak melaksanakannya ( Tsabit Al-Bannani )
Perbanyaklah niat melakukan kebaikan. Sebab niat melakukan kebaikan termasuk amalan yang baik bagi orang Mukmin.
Berniat melakukan kebaikan adalah perbuatan yang tak tampak sehingga selamat dari riya. Namun inggatlah meskupun niat melakukan kebaikan tidak kelihatan oleh mata , ia dapat terserang penyakit ujub. Hati-hatilah dengan syetan.
Setan selalu mengincar setiap saat. Dia tidak pernah lengah dan tidak mengantuk. Lain halnya dengan dirimu. Kamu mudah lalai dan banyak kantuk. Hanya orang yang mendapat karunia Allah yang selamat dari godaan setan.
Perbanyaklah olehmu memohon perlindungan kepada Allah darinya ( Al-Thai )
Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah.
Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat pujian.
Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalnkan aturanNya.
Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain ( Mu’adz bin Jabal )
Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan.
Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan.
Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya.
Kobarkanlah semangtmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas.
Tidak ada musuh yang paling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut.Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu ( Al-Hakim Al-Turmudzi )
Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan.
Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran.
Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan ke hati2an. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan
Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadamu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
Jihad yang paling besar adalah memerangi hawa nafsunya sendiri...maka berhati hatilah dalam mengendalikan hawa nafsumu.Karna syetan tidah akan berhenti menggoda manusia untuk berbuat dosa dan maksiat walaupun di balut dengan baju ketaatan,kecuali bagi orang orang yang ikhlas...
Wallahu a"lam bishowab...
http://www.facebook.com/notes/melati/hati-hati-jebakan-syetan/185144978190552
Tanda Tangan Allah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
===========================
Setiap pelukis pasti menandai lukisannya dengan tanda tangannya. Seorang Basuki Abdullah misalnya, disetiap lukisannya pasti ada tanda tangannya. Walaupun tanpa tanda tangan Basuki Abdullah pun, sebenarnya para pengamat lukisan pasti dapat mengenal i bahwa itu adalah lukisan karya Basuki Abdullah. Karena setiap pelukis memiliki gaya dan karakter tersendiri yang menjadi cirri lukisannya.
Bagaimana dengan Allah sang Maha Pencipta? Tanpa tanda apapun kita dapat mengenali dan meng-imani bahwa alam semesta ini adalah ciptaanNya. Mengapa? Karena kita tahu dari hasil penelitian selama ini, betapa rumitnya dan betapa teraturnya alam semesta ini, yang menandai bahwa alam semesta beserta isinya adalah buah karya dari sosok sang Maha Pencipta. Tidak mungkin alam semesta yang serumit ini, semuanya berkait berkelindan terajut dengan sempurna, adalah hasil dari kebetulan belaka sebagaimana disangkakan oleh orang-orang atheis.
Lalu, apakah Allah membubuhkan tanda Nya pada makhluk ciptaanNya?? Ya, sahabat semua, Allah tidak lupa membubuhkan tanda tangaNya pada diri manusia. Mengapa? Karena manusia adalah buah karya yang terbesar, sosok makhluk yang diberiNya sebagian dari sifat-sifat Allah sendiri, dan sosok makhluk yang paling indah yang pernah Allah ciptakan. Dengan kata lain, manusia adalah “master piece” atau karya terbesar dari Allah SWT.
Oleh karena itulah dalam diri manusia terdapat tanda tangan Allah. Baik dia kafir maupun beriman, entah Ia percaya akan adanya Allah atau atheis, baik ia menyangka Allah itu Esa ataupun menyangka Allah itu lebih dari satu, baik manusia itu menyangka Allah berbeda dari semua makhluk ataupun orang itu menyangka Allah itu menyerupai manusia.. tetap saja semua memiliki tanda tangan Allah yang sama.
Tanda itu terdapat pada telapak tangan semua manusia. Jika kita lihat pada telapak tangan kanan kita, nampak secara garis besar, guratan garis tangan yang menyerupai tanda “I” dan “Λ” dalam angka arab IΛ adalah symbol angka “18”. Sedangkan pada telapak tangan kiri kita akan nampak secara guratan garis tangan yang menyerupai tanda “Λ” dan “I” dalam angka arab ΛI adalah symbol angka “81”. Mungkin pada beberapa orang ada yang guratan ini tidak jelas atau titik temunya tidak rapat, namun jika kita tilik dengan seksama, tetap saja membentuk tanda “IΛ” dan “ΛI”. Jika kita jumlahkan angka ini 18 + 81 = 99. Angka 99 ini adalah banyaknya nama-nama Allah atau dikenal dengan Asmaul Husna yang disebutkan di dalam Al-Qur’an.
Mungkin sebagian orang yang skeptic menganggap ini adalah hasil dicocok-cocokan saja, atau buah dari kebetulan saja. Orang seperti ini sama seperti orang atheis tadi yang menganggap kerapihan dan kerumitan alam ini adalah buah dari kebetulan belaka.
Kita ambil perumpamaan jika kita lempar sebuah dadu, terkadang muncul bagian atas adalah no.1, terkadang no. 6 dan terkadang nomer lainnya. Jika kita lempar dadu 3X berturut turut mendapat angka 6 terus, mungkin kita masih bilang itu terjadi kebetulan saja. Tapi bila ratusan kali kita lempar dadu, atau bahkan jutaan dan miliaran kali kita lempar dadu, keluarnya angka 6 terus, pasti Anda akan berkesimpulan dadu ini sudah diakali dan disengaja agar keluar angka 6 terus. Tidak mungkin ini adalah hasil dari kebetulan. Artinya ada keterlibatan oknum berakal dibalik kemunculan dadu yang teratur tsb.
Demikian pula diri manusia. Jika sekali-kali tanda di tangan itu ada, sekali kali tidak ada, maka bolehlah kita mengatakan bahwa tanda itu tercipta karena kebetulan belaka. Tapi jika setiap manusia, milyaran manusia di bumi ini memiliki tanda goresan tangan yang sama, maka pasti ini adalah sesuatu yang disengaja dan diatur.
Jadi sahabat semua, jika dalam diri kita sudah tergores tanda tangan Allah sendiri, yaitu 99 nama Allah, tidak malukah jika kita tidak beriman padaNya? Jika dalam diri kita sudah tergores tanda tangan Allah sendiri, yaitu 99 nama Allah, masihkah kita mencari-cari Tuhan lain selain Allah? Masihkah kita beriman pada nama-nama Tuhan lain selain Allah? Tuhan manakah yang engkau sembah? Tuhan yang memiliki 99 asmaul husna? Ataukah Tuhan yang bapak dan nenek moyang kalian saja yang mengada-adakan? Janganlah engkau membodohi diri sendiri. Renungkanlah dengan hati jernih sahabatku…
Wassalam..semoga bermanfaat
Hidup Bersama Rasul
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
===========================
Muqodimah
Sahabat, sekalian. Sebelumnya Risna
mau mengucapkan selamat maulid Nabi buat sahabat sekalian. Sholawat dan salam
selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw.
“Sesungguhnya Allah dan para
Malaikat-NYA membaca shalawat kepada Nabi (SAW); wahai orang-orang yang beriman
bacalah sholawat dan sampaikan salam sebaik-baiknya kepada-Nya (Nabi SAW).
Sahabatku yang insya Allah di
rahmati Allah. Begitu banyaknya manfaat Sholawat di diri kita jika kita selalu
ingat untuk bersholawat. Check this out :
- Menenangkan hati, Sahabat tentu akan menjadi lebih tenang jika selalu bersholawat. Jika sahabat meragukannya, silahkan coba sendiri.
- Dalam ceramah maulid nabi semalam mengatakan bahwa Rasullah saw bersabda “ Aku tidak Ikhlas jika umatku tidak masuk ke dalam surga bersamaku”. Subhanallah, begitu cintanya rasul kepada umatnya, sehingga beliau masih memikirkan nasib kita. Sedangkan kita sendiri saja jarang memikirkan diri kita sendiri, apalagi mau memikirkan orang yang mencintai kita.
- Sahabat, jika kita mendengar orang menyeru Muhammad, maka sewajarnya kita menyambutnya dengan bersholawat “Shallahu’alahiwasalam” Hal ini untuk menganggungkannya dan membedakan, bahwa Muhammad kita yakini bahwa nabi kita. Menginggat banyaknya orang yang bernama Muhammad. Hal ini untuk membedakan Muhammad orang yang biasa dan Muhammad Baginda Rasul kita.
Namun, barangsiapa yang melalaikan
dan enggan untuk bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, maka ia juga akan
merasakan akibat dan dampak dari kelalaiannya itu. Rasulullah SAW bersabda
“Termasuk orang yang bakhil adalah orang yang apabila namaku disebut ia tidak
bershalawat atasku.” (HR. Tirmidzi)
- Waw, indahnya sholawat di hidup ini jika sahabat merasakannya. Percayalah, gemar bersholawat maka kita insya Allah akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Imam Muhammad al-Baqir berkata bahwa
Ra-sulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat kepadaku dan tidak
bershalawat kepada keluar-gaku maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal
baunya akan tercium sejauh perjalanan 500 tahun.”
Setiap orang yang jatuh cinta
tentunya akan selelu menybutkan namanya. Jika sahabat mengaku yakin bahwa
sahabat bahwa nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir dan sahabat sangat
mencintainya. Tentu sahabat akan selalu bersholawat kepada beliau.
Mudah-mudahan kita menjadi sosok
yang lebih baik untuk nanti dan esok.
Wassalamulaikum wr. wb.
Aku Pasti Akan Menikah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Sebuah motivasi untuk saudariku yg gelisah menunggu datangnya sang pujaan hati.
Dari Seorang Perempuan biasa: for everyone !
Aku akan menikah
Tahun ini juga
Meski belum ada tanda dariNya
Aku akan menikah
Bulan ini juga
Meski belum jelas kepastian dariNya
Aku tetap ingin menikah
Meski banyak hal yang masih samar
Aku akan selalu optimis
Karena keyakinan yang kan membuktikan
Suatu saat ku pasti kan menikah
Baca Qur'an Saja,
Ketika kita merasa jenuh
Baca Qur'an saja, bisa hilang jenuhnya
Ketika kita merasa sepi
Baca Qur'an saja, bisa hilang rasa sepinya
Ketika kita tak bergairah
Baca Qur'an saja, bisa semangat lagi
Ketika segala sesuatu terasa membosankan
Baca Qur'an saja, bisa jadi lain
Ketika kita kebingungan memutuskan sesuatu
Baca Qur'an saja, bisa lebih tenang
Ketika banyak ketidaknyamanan dalam hati kita rasakan
Baca Qur'an saja, beda rasanya...
Baca Qur'an saja bisa merubah semuanya
Bisa buat diri jadi lebih baik
Bisa buat diri jadi yang terbaik
Bisa menghantarkan diri ke kebaikan
Baca Qur'an saja sudah begitu berarti
Belum menghapalkannya
Apalagi mengamalkannya
Subhanallah !
Kupikir..... . pasrah saja
Waktu aku datang ke sebuah undangan silaturahmi
Ku pikir calon suamiku ada di sana
Ternyata tidak ada...
Waktu aku gabung ke dalam kegiatan tarbiyah
Ku pikir calon suamiku ada di situ
Ternyata tidak ada juga...
Ketika aku taaruf
Ku pikir dia calon suamiku
Ternyata bukan
Ketika segala upaya tlah dikerahkan
Ketika berbagai ikhtiar tlah dilalui
Seolah-olah sudah tidak ada jalan lagi
Ya sudah, pasrah saja !
Demi Engkau, ya Robb...
Ya Robb, aku mohon pada Mu
Karena ku tahu hanya Engkau
Yang paling bisa kupercaya
Betapa sayangnya Engkau padaku
Engkau sengaja menunda masa khitbahku
Karena Engkau ingin aku dekat dengan Mu
Hanya dengan Mu saja.....
Engkau sengaja menunda hari bahagia itu
Karena Engkau tahu
Kesendirianku membuat diriku
Akan semakin mengingat Mu
Terima kasih ya Robb...
Engkau memang segalanya bagiku
Dan akan selalu begitu
Sampai tidak ada batas waktu
Bahkan jika akhirnya hari yang kutunggu itu datang
Aku akan tetap memohon
Semoga Kau jodohkan aku dengan seorang
Yang buat aku makin mudah tuk dekat dengan Mu
Lebih mudah untuk istiqomah di jalan Mu
Lebih banyak kebaikan yang kutebarkan
Lebih banyak manfaat yang kupersembahkan
Demi Engkau, ya Robb
Aamiin....
Ikhlas, Sabar, Ridho
Keikhlasan itu datang dalam hatiku
Disaat ku nanti khitbahnya
Kesabaran hadir dalam hatiku
Di saat ku tunggu kepastiannya
Keridhoan itu ada dalam hatiku
Ketika sampai sekarang belum ada kejelasan darinya
Keikhlasan, kesabaran, keridhoan
Semuanya itu tak kan pernah muncul di hatiku
Tanpa kehendak Mu
Ya Allah, semuanya kini terserah pada Mu
Karena ku yakin Engkau tahu jalan yang terbaik
Hanya Engkau yang berhak memberikan yang terbaik
Dan hanya Engkau Maha Menguasai hati
Buat apa tarbiyah ?
Katanya tarbiyah,
Tapi kenapa selalu mengeluh
Merasa tidak enak, mengeluh
Merasa tidak puas, mengeluh
Katanya tarbiyah,
Tapi selalu saja sibuk
Sibuk mengingat kekurangan orang lain
Sibuk menceritakan keburukan orang lain
Alasannya cuma sekedar curhat
Tidak bermaksud negatif, apa bedanya?
Kalau curhat cuma ke satu orang
Tapi kenapa semua orang jadi tahu?
Bukankah tarbiyah itu seharusnya menambah ilmu?
Bukankah kita yang bertarbiyah ini seharusnya berilmu?
Bukankah tarbiyah mengajarkan supaya jadi lebih pemaaf?
Bukankah tarbiyah mendidik supaya jadi lebih solutif?
Ternyata yang penting bukan tarbiyahnya
Tapi kemauan merubah diri ?tuk selalu menjadi lebih baik
Jadi, buat apa tarbiyah kalau akhirnya orang lain jadi sakit?
Terserah kamu...
Aku ada di sini, kamu ngga ada
Aku cari kamu di sana, tapi kamu ngga ada
Aku sampai datang ke sana, kamu ngga ada
Aku jauh-jauh ke sana, kamu ngga ada
Kamu jauh sih...
Lalu, kapan kita ketemunya?
Maunya aku hari ini juga
Sekarang juga, saat ini juga
Siap kah kamu ?
Walau hanya silaturahmi saja?
Syukur-syukur kalau jadi khitbah
Kalau ngga, tidak jadi masalah, bukan?
Kamu takut ditolak?
Kamu masih minder?
Kamu masih mikir finansial?
Kamu masih ragu?
Pasti segudang alasan yang akan kamu buat
Pasti banyak alasan yang akan kamu beri
Pasti kamu lagi bingung mana alasan yang tepat
Terserah kamu saja...
Yang penting aku sudah kasih kamu kesempatan ikhtiar
Moga ALLAH memudahkan langkah ikhtiar & kemantapan hati !
Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…
http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-aku-pasti-akan-menikah/195399780488677
CONTOHLAH SETAN..!!!
Bismillah,
Judul artikel ini mungkin membingungkan dan ‘terkesan’ menyesatkan. Tapi ada baiknya dibaca dahulu hingga selesai, baru berkomentar. :-)
Setan diciptakan ALLOH SWT sebagai musuh yg mesti diwaspadai oleh manusia. Namun bukan berarti tidak ada sifat ‘baik’ pada diri setan, ataupun hikmah yg bisa dipelajari oleh manusia. Rasululloh SAW sendiri pernah berdialog dg Iblis.
Lantas, apa saja sifat2 ‘baik’ setan yg patut ‘ditiru’ oleh manusia? Saya dapatkan dari seorang teman, berikut ini sifat2 setan yg mesti dicontoh manusia:
Judul artikel ini mungkin membingungkan dan ‘terkesan’ menyesatkan. Tapi ada baiknya dibaca dahulu hingga selesai, baru berkomentar. :-)
Setan diciptakan ALLOH SWT sebagai musuh yg mesti diwaspadai oleh manusia. Namun bukan berarti tidak ada sifat ‘baik’ pada diri setan, ataupun hikmah yg bisa dipelajari oleh manusia. Rasululloh SAW sendiri pernah berdialog dg Iblis.
Lantas, apa saja sifat2 ‘baik’ setan yg patut ‘ditiru’ oleh manusia? Saya dapatkan dari seorang teman, berikut ini sifat2 setan yg mesti dicontoh manusia:
1. Pantang
menyerah, setan akan selalu menggoda imam manusia sebelum tujuannya tercapai.
2. Selalu berusaha, setan selalu mempunyai usaha yang kreatif dan inovatif untuk menggoda manusia agar terjerumus di dalam dunianya.
3. Konsisten, setan tidak pernah mengeluh walaupun dia gagal untuk menggoda manusia, tapi dia tetap pantang menyerah.
4. Solider, setan tdk pernah saling menyerang satu sama lain, akan ttp mereka selalu berkerja sama dlm mencapai tujuan yaitu menggoda manusia.
5. Jenius, setan memang pintar untuk menggoda manusia. Ia dapat menciptakan ide-ide kreatif dan tidak plagiat.
6. Tanpa pamrih, setan melakukan pekerjaan menggoda manusia 24 jam nonstop dan tidak meminta imbalan sedikitpun tidak seperti kita.
7. Suka berteman, setan selalu ingin berteman dan dapat menjaga pertemanan (Setia, solider) agar temannya di neraka kelak akan banyak.
Tentu saja, sifat2 setan tersebut mesti kita terapkan dalam hal kebajikan, bukan seperti yg setan lakukan.
Semoga berguna.
2. Selalu berusaha, setan selalu mempunyai usaha yang kreatif dan inovatif untuk menggoda manusia agar terjerumus di dalam dunianya.
3. Konsisten, setan tidak pernah mengeluh walaupun dia gagal untuk menggoda manusia, tapi dia tetap pantang menyerah.
4. Solider, setan tdk pernah saling menyerang satu sama lain, akan ttp mereka selalu berkerja sama dlm mencapai tujuan yaitu menggoda manusia.
5. Jenius, setan memang pintar untuk menggoda manusia. Ia dapat menciptakan ide-ide kreatif dan tidak plagiat.
6. Tanpa pamrih, setan melakukan pekerjaan menggoda manusia 24 jam nonstop dan tidak meminta imbalan sedikitpun tidak seperti kita.
7. Suka berteman, setan selalu ingin berteman dan dapat menjaga pertemanan (Setia, solider) agar temannya di neraka kelak akan banyak.
Tentu saja, sifat2 setan tersebut mesti kita terapkan dalam hal kebajikan, bukan seperti yg setan lakukan.
Semoga berguna.
Selasa, 08 Maret 2011
Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW
Tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, bertepatan pada 15 Februari 2010 seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.
Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad.
Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.
Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.
Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.
Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.
Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.
Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.
Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umat manusia.
Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.
http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/makna-dan-hikmah-maulid-nabi-muhammad-saw/193670803985909
"Detik-detik Rasulullah jelang Sakaratul Maut."
Detik-detik Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam menjelang Sakaratul maut,Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning burung-burung gurun pun enggan mengepakkan sayapnya.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah:
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.
“Assalaamu’alaikum….Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan Khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
‘Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit Sakaratul Maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu,”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“umatku, umatku, umatku”
dan….PUPUSLAH KEMBANG HIDUP MANUSIA MULIA ITU………
Kini, mampukah aku mencintai sepertinya ?
http://www.facebook.com/note.php?note_id=497891611915&id=1814755964&ref=mf
"Memetik Hikmah KATA 'Pernikahan."
Isteriku,,,
maafkanlah aku.,,
Aku bukanlah yg terbaik seperti keinginanmu,
Aku akan berusaha 'menjadi' lebih baik seperti 'harapan'mu.
Isteriku,,,
maafkanlah aku..
bila selama ini belum dapat 'mewujudkan semua 'impian'mu
Maafkanlah atas segala khilaf yg tlah aku lakukan,,,
jangan pernah 'tanam'kan rasa kebencian itu padaku,,,
Dan jangan maafkan daku,,, karena keterpaksaan di hatimu,,,
by. Suami-mu,,,,:)
~Abriansyah M Noor.~
Jawaban Istrimu...
'Suamiku,,,
maafkan aku karena selalu menyusahkanmu!
Suamiku,,,
Aku ikhlas menjalani Taqdir Allah bersamamu!
Suamiku,,,
maafkan aku tarkadang aku lalai menjalankan kewajibanku,
Suamiku,,,
Kalau aku berbuat salah Aku selalu takut kau tak memaafkanku,,
tapi kamu selalu tersenyum dan berkata''Kau adalah istri terbaikku''
Terima kasih Suamiku.....
by. Rossita Khumairah Najwa
Sahabatku yang dicintai,,:)
MAHABBAH atau "Cinta itu adalah kecenderungan hati kepada sesuatu. Kecenderungan
ini boleh jadi disebabkan lezatnya yang dicintai atau karena manfaat yang
diperoleh daripadanya. Cinta sejati antar manusia terjalin bila ada sifat-sifat
pada yang dicintai sesuai dengan sifat yang didambakannya. Rasa inilah yang
menjalin pertemuan antara kedua pihak dalam saat yang sama dicintai dan
mencintai."
MAWADDAH, Yaitu sesuatu di atas cinta yang seharusnya mengikat
hubungan suami istri.
Mawaddah, maknanya berkisar pada
kelapangan dan kekosongan . Kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak
buruk. Demikian menurut pakar M. Quraish Shihab.
Mawaddah itu adalah cinta plus. Bukankah yang mencintai, -disamping
akan terus berusaha mendekat dan mendekat- sesekali hatinya kesal juga, sehingga
cintanya pudar, bahkan putus.
Sedang bagi orang yang didalam
hatinya bersemi mawaddah atau cinta plus itu, dia tidak akan memutuskan
hubungan, seperti yang biasa terjadi pada orang yang bercinta.
Ini disebabkan hatinya begitu lapang
dan kosong dari keburukan, sehingga pintunya pun sudah tertutup, tidak bisa
dihinggapi keburukan lahir dan batin, yang mungkin datang dari pasangannya.
Mawaddah adalah cinta plus yang tampak dampaknya pada perlakuan, serupa dengan
tampaknya kepatuhan akibat rasa kagum dan hormat kepada seseorang.
Rahmah adalah kondisi psikologis, yang muncul di dalam hati, akibat
menyaksikan ketidak berdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan untuk
melakukan pemberdayaan.
Karena itu, dalam kehidupan keluarga
masing-masing suami dan istri akan bersunguh-sungguh , bahkan bersusah payah,
demi mendatangkan kebaikan bagi pasangannya. Rahmah itu menghasilkan kesabaran,
murah hati, tidak angkuh, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, tidak
pemarah dan tidak pendendam.
Ia menutupi segala sesuatu dan sabar
menanggung segalanya. Sementara mawaddah tidak mengenal batas dan tidak
berkesudahan. Mengapa Al Quranul Karim menggaris bawahi hal ini dalam rangka
jalinan perkawinan. Agaknya karena betapapun hebatnya seseorang , pasti dia
memiliki kelemahan.
Dan betapapun lemahnya
seseorang pasti ada juga unsur kekuatannya. Suami dan istri tidak luput dari
keadaan demikian, sehingga suami dan istri harus berusaha untuk saling
melengkapi.
(Q.S. An Nisa : 1) Artinya : Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu
dan menciptakan darinya (diri itu) pasangannya
(Q.S. Ar Rum : 21) Artinya : Allah menjadikan dari diri kamu pasangan ?
Firman-firman tersebut
mengandung isyarat, bahwa suami dan istri harus dapat menjadi diri pasangannya
dalam arti masing-masing harus merasakan dan memikirkan apa yang dirasakan dan
dipikirkan oleh pasangannya dan masing-masing harus mampu memenuhi kebutuhan
pasangannya itu.
(Q.S. Al Baqarah : 187)
Artinya : Istri-istri kamu adalah pakaianmu dan kamu adalah pakaian mereka Ayat
tersebut tidak hanya mengisyaratkan, bahwa suami dan istri saling membutuhkan,
melainkan juga berarti, suami dan istri --masing-masing menurut kodratnya
memiliki kekurangan, --harus dapat berfungsi menutup kekurangan pasangannya
itu.
Sahabat calon suami- istri
serta sahabat rahimakumullah. Para pakar mengatakan, bahwa kasih sayang
disuburkan dengan kesadaran, tak seorang pun yang sempurna. Kekurangan yang
dimiliki istri boleh jadi dimiliki juga oleh suami dalam bentuk yang lain.
Kesalahan yang dilakukan oleh suami dapat juga dilakukan oleh istri dalam
bentuk yang sama atau yang lain. Kesadaran demikianlah yang dapat memelihara
dan menyuburkan kasih sayang. Akan tetapi jika kasih sayang itu pun putus,
jangan putuskan pernikahan, karena ada amanah yang harus dipertahankan.
AMANAH. Istri adalah amanah bagi sang suami dan suamipun amanah bagi
sang istri. Tidak mungkin orang tua dan keluarga dari masing-masing akan
merestui suatu pernikahan tanpa adanya rasa percaya dan aman.
Suami, demikian juga istri,
tidak akan menjalin hubungan kecuali jika masing-masing merasa aman dan percaya
kepada pasangannya. Penikahan ini bukan hanya amanat dari mereka, melainkan
juga amanat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bukankah ia dijalin atas nama Allah
dengan menggunakan kalimat-Nya.
Sahabat Rahimakumullah,,,
Ada seorang pria datang kepada
saidina Umar Radhiyallahu 'Anhu dan menyampaikan rencananya menceraikan
istrinya. Umar, Kahalifah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam yang kedua
itu berkomentar antara lain : Dimana engkau letakkan amanah yang telah engkau
terima itu.
Lalu beliau membaca firman
Allah : (Q.S. An Nisa: 19) Artinya : Seandainya kamu tidak menyukai
mereka (maka bersabarlah/jangan ceraikan ). Mungkin kamu tidak mrnyukai
sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
Sahabat yang dicintai, calon suami
istri, Rahimakumullah,,,
Amanah itu terpelihara dengan
mengingat Allah. Kebesaran, kekuasaan dan kemurahan-Nya. Ia dipelihara dengan
melaksanakan tuntunan agama.
Siramilah amanah itu dengan shalat
walau pun hanya lima kali sehari. Bersama kita Camkan beberapa ketentuan
dan nasehat berikut ini:
(QS. Al Maidah:1) Artinya:
"Wahai orang-orang yang
beriman! Penuhilah akad-akad perjanjian ."
(Q.S. At Thalaq:6). Artinya :
"Tempatkanlah mereka (istri)
itu dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu
menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.
(Q.S. Al Baqarah:228). Artinya :
"Para istri mempunyai hak yang
seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf , dan para suami
mempunyai satu derajat di atas para istri Tahukah ananda, apa yang dimaksud
dengan derajat itu? Derajat itu adalah kelapangan dada suami terhadap istri
untuk meringankan sebagian kewajiban istri.
SAHABAT YANG DICINTAI, MARI
BERSAMA KITA LAKSANAKANLAH SEMUA PERINTAH ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
DAN JANGAN LANGGAR LARANGANNYA, ANTARA LAIN ADALAH :
(Q.S. Al Isra' : 23). Artinya:
"Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat
baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara
keduanya atau kedua-duanya berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan akh dan
janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia."
Allah subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
“Dan diantara tanda-tanda
kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di
antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-rum: 21).
Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman
tentang beberapa sifat para hamba-Nya:
“Dan orang-orang yang berkata:
"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan
kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu
berkata: Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wa salam bersabda:
“Orang mu’min yang paling sempurna
imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara
kalian adalah yang paling baik terhadap para isterinya.”
(HR. Turmizi, ia berkata: hadits
hasan shahih).
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu
'Anhu dari Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wa salam, beliau bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan
setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Amir adalah
pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin keluarganya. Orang perempuan
adalah pemimpin rumah dan anak-anak suaminya. Maka setiap kalian adalah
pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang
dipimpinnya.”
(Muttafaq 'Alaih).
Orang bijak berkata:
Wahai anakku,
"Jadilah terhadap suamimu bumi
tempat dia berpijak, niscaya dia akan menjadi bagimu langit tempat engkau
berteduh.Terimalah pemberiannya, walaupun sedikit, dengan penuh rasa syukur dan
perkenankanlah permintaanya dengan penuh rasa hormat. Perhatikanlah arah
matanya tertuju dan hidungnya mengendus. Jangan sampai kedua matanya melihat
sesuatu yang buruk dari penampilanmu dan jangan pula hidungnya mengendus,
kecuali harum semerbak dari dirimu."
Wallahu bitaufik walhidayah,
http://www.facebook.com/notes/memetik-hikmah-disetiap-kata-kejadian/memetik-hikmah-kata-pernikahan/201185993240977
Merenungi Nyamuk
Pagi hari ini, iseng karena saya tak bisa tidur, saya pun membuka situs favorit saya: Wikipedia. Sambil bermalasan, saya membuka satu persatu menu yang ada, dan, wow, saya terkejut ketika saya menemukan info yang baru bagi saya: yang menggigit kulit kita hanyalah nyamuk betina —nyamuk jantan hanya memakan nektar bunga!
Saya pun berdecak kagum, merasa aneh dengan info ini. Saya pun meng-klik kata nyamuk, dan info yang diberikan pun semakin beragam.
Salah satunya, ternyata, nyamuk betina yang menggigit kulit kita, pun bukan untuk ia makan —seperti nyamuk jantan, nyamuk betina pun hanya mengkonsumsi nektar bunga. Ia menggigit kulit kita, menghisap darah, hanya karena mengambil protein secukupnya, untuk memberi nutrisi pada telur yang dikandungnya.
Ya Subhanallah. Betapa kita sering dzalim dengan makhluk kecil yang sedang ingin mmpertahankan hidupnya dan kehidupan telur yang dikandungnya. Ia hanya mengambil sedikit protein dari darah kita, yang kita sendiri pun tak mempunyai hak miik untuk protein tersebut. Lantas, dengan sombongnya, kita katakan bahwa nyamuk adalah hewan pengganggu, berisik, penyebar penyakit, harus diberantas...
Ya Subhanallah, saya baru menyadari, bahwa benar-benar manusia adalah makhluk yang sangat dzalim.
###
Okelah, katakan ia mengganggu karena menggigit kulitmu. Tapi sahabat, seperti yang sudah kau baca barusan, bahwa ia tak menggigit untuk menyakitimu —ia hanya mengambil sedikit protein yang ada dalam darahmu, untuk mempertahankan hidup telurnya.
Dan lagi, janganlah hanya melihat konteks 'ia mengganggu'. Lihatlah pada diri kita sendiri. Apakah kita pernah mengedepankan keinginan kita, ingin menuruti keinginan kita, dengan menutup mata dari perasaan orang lain? Kita menuruti keinginan diri kita, dan dalam waktu yang sama kita tak peduli bahwa kita menyakiti salah seorang sahabat kita.
Ambil lagi contoh lain, ketika ada seorang pengemis, atau anak jalanan meminta uang padamu. Dan, kamu tak memberinya uang. Saat itu, adakah sedikit perasaan bersalah dalam hatimu? Sedangkan orang tersebut, atau anak tersebut, tentu saja kecewa dengan sikap dinginmu.
Cukup dari dua misal ini saja, apakah kita masih tak malu mengatakan bahwa nyamuk adalah makhluk pengganggu? Bukankah manusia sendiri dengan dua contoh kecil diatas, yang bisa kamu terapkan pada kejadian-kejadian lainny, adalah 'makhluk pengganggu' yang lebih parah daripada nyamuk?
Saya selalu suka dengan peribahasa yang berkata, kau melihat kuman diseberang sana. Sedangkan gajah didepan matamu, kau tak melihatnya! Peribahasa yang sarat introspeksi diri.
###
Sisi lain, okelah, katakan ia berisik, berdengung-dengung ditelinga kita. Tapi, sahabat, sebagai Ummat Islam, haruslah kita beriman pada ayat Alquran yang berkata, artinya, "Dan tak ada satupun (makhluk), kecuali ia bertasbih dengan puja-puji tuhannya, akan tetapi kalian tak mengerti bagaimana mereka bertasbih."
Sahabat, siapakah yang berkata padamu, bahwa ia berdengung ditelingamu untuk mengganggu tidur nyenyakmu? Apakah tak baik, jika kita berkata, 'Ah, mungkin dengungan inilah cara nyamuk bertasbih pada Allah.' Dari situ, kita pun tersadar dan berdzikir pada Allah. Pas lah keadaanmu dengan ayat yang artinya, "Dan ingatlah Tuhanmu ketika kau lupa!"
Okelah, anggap ia mengganggu, meski dengan tasbihnya yang berdengung-dengung itu. Tapi, ambillah pelajaran, apakah nyamuk ini, yang selalu bertasbih pada Allah, lebih baik dari kita yang lupa dariNya —ditambah lagi merasa sebal dengan suara dengungan itu?
Mungkin, jika kita boleh memperkirakan, nyamuk yang berdengung itu mungkin berpikir, 'Kenapa makhluk berkepala besar ini tercipta, jika kepala besar ini sama sekali tak mengingat Allah? Kalau saja kepala besar ini dirubah menjadi ribuan nyamuk, yang semua berdzikir pada Allah!"
Saya suka dengan doa sebagian orang shaleh, "Ya Allah, aku selalu mendzalimi diriku dengan kedzaliman yang banyak, maka, ampunilah aku."
###
Dan dikesempatan lain, seringkali terdengar bahwa nyamuk adalah hewan berbahaya yang menyebarkan penyakit.
Saya tak memungkiri fakta ini —memang secara ilmiah ini terbukti. Tapi, saya hanya bertanya-tanya, mungkin kamu, sahabat, mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya.
Saya merasa aneh saja, kenapa malaria dan DBD baru saja muncul diakhir-akhir ini, sebagai wabah yang menakutkan. Lantas, dimana saja nyamuk penyebab penyakit-penyakit tersebut sebelumnya?
Pribadi, saya tetap tak bisa menyalahkan nyamuk-nyamuk tersebut. Kata agama, bencana dan wabah penyakit, akan turun pada ummat manusia, jika memang kerusakan telah menyebar luas. Saya menilai, bahwa nyamuk-nyamuk itu hanyalah pengirim pesan saja, seakan berkata, 'Hei, manusia! Tak ingatkah kalian pada Allah yang menugaskan kalian untuk menjaga alam? Kami, nyamuk kecil yang tak berharga dimata kalian, pun mampu menjadi bencana besar untuk kalian, tentu atas izin Allah. Ingatlah kembali Allah!"
Ya, karena wabah penyakit itu, tak muncul kecuali karena ulah tangan usil manusia. Allah telah berfirman yang artinya, "Telah terlihat kerusakan didaratan dan lautan, karena ulah tangan manusia!"Satu syair arab yang sering membuat saya berpikir berkata, "Terkadang, mata tak percaya pada sinar terang matahari hanya karena ia sakit. Dan karena sakit, mulut pun berkata bahwa air terasa pahit
###
Sifat asli kemanusiaan, memang selalu saja ingin merasa bawa dirinya benar, bahwa dirinya berkuasa, selalu lupa pada Penciptanya. Alquran seringkali menampakkan fakta sifat asli manusia, seperti salah satu ayat yang berkata, "Sesungguhnya manusia benar-benar dzalim (akan diri sendiri atau pada lainnya) dan benar-benar bodoh."
Sahabat, jika kita memang ingin terbebas dari sifat buruk kemanusiaan, dengarkanlah ayat Alquran yang berkata yang artinya, "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada pada kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengingatkan dalam kesabaran."
Allah pun selalu berkata pada orang-orang beriman tersebut, yang telah 'naik tingkat' dan meninggalkan sifat buruk kemanusiaan, dengan kata-kata "orang berakal", "orang yang berpikir". Cukuplah sebagai bukti, ketika Islam diasaskan pada satu hal paling dasar berupa ilmu, ketika Allah mewahyukan pada Rasul untuk kali pertama, "Bacalah!"
Ya, karena Islam dibangun dengan Ilmu. Dan, seseorang, akan menjadi manusia yang berbeda dengan manusia lainnya, ketika ia berilmu.
Dan, jika seorang muslim telah berilmu, tak ayal ia harus masuk pada firmanNya yang berkata, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya, adalah orang-orang yang berilmu"!
Sahabat, antarkan ilmu yang kamu peroleh pada satu hal: alat yang membuatmu mengingati kebesaranNya, dan membuatmu takut kepadaNya.
Sahabat, buatlah semua hal yang ada didepan matamu, sebagai hal-hal yang selalu mengantarkanmu untuk mengingat akan KekuasaanNya dan KebesaranNya. Karena Allah tak menciptakan alam ini, kecuali sebagai 'jalan' yang Dia persiapkan agar kita selalu mengingatiNya.
###
Ya, nyamuk, makhluk kecil itu pun, bukanlah sebuah pengganggu seperti yang sekilas terlintas dalam otak kita. Tapi, nyamuk, adalah makhluk yang pula bertugas penting: mengingatkan bahwa kita, manusia, pun sering lupa bahwa kita sering banyak bersalah. Nyamuk juga bertugas mengingatkan, "Hei, manusia, berdzikirlah, ingatlah pada Allah, Tuhanmu Yang Menciptakanmu!"
Nyamuk, dimata saya dengan kacamata pandang diatas, bukan lagi makhluk remeh.
Subhanallah, Mahasuci dan Mahabesar Allah yang telah menitipkan segala peringatan untuk kita, pada makhluk kecil ini.
Tugas terakhir untuk saya: Setelah ini apakah saya mau berubah menjadi manusia yang lebih baik?
Doakan saja :) .
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/merenungi-nyamuk/10150140871446042
DALAM PENGHARAPAN
Waktu tak pernah berhenti berputar
Tak terasa tiba di penghujung tahun
Setahun berlalu penuh aral tajam menerjang
Memporak porandakan bangunan hati ku
Lihat aku Rabb..
Begitu banyak dosa yang ku perbuat
Begitu sering ku mengabaikan Mu
Dalam setiap hela nafas ku
Dalam setiap detak jantung ku
Semestinya Engkau selalu ada
Tapi apa Rabb..
Kerap ku duakan Engkau
Mengemis kasih pada mahluk Mu
Walau tak sedikitpun dia melihat pada ku
Tak henti juga aku berharap akan tumbuhnya kasih
Rabb..
Hanya cinta Mu yang tak berbatas
Melingkupi hati setiap mahluk Mu
Dengan segala kemahaan Mu
Engkau hidupkan jiwa-jiwa pencinta
Aku tahu Rabb..
Engkau tak butuh penghambaan ku
Engkau tak butuh pengakuan ku
Engkau tak butuh itu semua
Tapi akulah yang membutuhkan Mu
Rabb lihat hati ku
Ingin ku tunduk hanya pada Mu
Bercengkrama di pertengahan malam ku
Bersujud di gelaran sajadah kumal ku
Bergumul dengan doa dan pengharapan
Rabb..
Dengan kasih dan sayang Mu
Tunjukkan pada ku dimana pelita kecil ku
>>>*<<<
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/dalam-pengharapan/10150139356966042
Kue Perkawinan
Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan. Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan. Silahkan mencoba!!!
^_^
Bahan :
1 pria sehat
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu:
1 balok besar humor,
10%hasrat dan 90%cinta 25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari (tapi lebih baik jika lebih dari itu Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).
Tips:
1. Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
1. Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek "Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat mencoba.. .. ..
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kue-perkawinan/10150139266176042
Ono Kodok diMPLOK, Ono Kadal diUNTAL
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bagi Orang jawa, bahasa diatas tidaklah susah untuk memahaminya. Sebuah “lelucon” yang disematkan bagi manusia yang suka “NYANTAP” semua hal. Tidak lagi mempedulikan halal, makruh bahkan Haram sekalipun masuk “tong sampah” yang berwujud perut.
Pernah suatu ketika saya teringat akan sebuah candaan seorang teman di kampung saya.
“sebuas-buasnya Singa atau macan paling hanya makan daging, tapi kalau sebuas-buasnya manusia, tidak hanya daging, Uang Rakyat, bahkan ASPAL pun dimakan”. Saya kemudian diceritakan tentang Proyek pengaspalan jalan Kampung yang sebagian ASPAL bantuan dari “ATAS” disunat oleh Jajaran “yang mengurusi”.
Hmm, bisa jadi menjelang pemilu banyak orang tergila-gila ingin nyari muka (baca : kursi perlemen) agar bisa ngeMPLOK Kodok ataupun ngUNTAL Kadal proyek-proyek yang bernilai Wah….. Sehingga tak jarang diantara mereka yang memakai politic money, memakai ijazah palsu, ataupun mencari pendukung di kalangan pelacur.
Dilain waktu bisa pula menggunakan Aji Mumpung. Mumpung ada Kodok yaa diMPLOK, adanya Kadal yaa diUNTAL. Aji mumpung memang bisa digunakan sebagai senjata untuk mengembalikan “modal” awal jadi wakil rakyat, minimal BEP.
Namanya juga manusia, para perumus Undang-undang negara Indonesia juga punya anak dan istri, butuh bayar listrik, butuh bayar air, butuh bayar cicilan rumah, butuh bayar cicilan mobil mewah, bayar simpanan-simpanan, dan bayar-bayar yang lain. Sehingga benaknya tidak bakalan lepas dari kepentingan pribadi.
So, kita juga sendiri yang menilai “kepantasan” beliau-beliau calon wakil rakyat dalam membuat Undang-undang. Kalau memang jauh dari kriteria pantas, masihkah memiliki harapan pada beliau?. Bukankah harapan bagi kaum muslimin hanyalah kepada Allah dan orang-orang yang beriman??
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/ono-kodok-dimplok-ono-kadal-diuntal/10150138500406042
@}~~Jawaban Istikhorohku~~{@
♥●♥_◕_♥●♥
Awalnya kupikir ini tentang memilih. Karena mereka, insya Allah, adalah ikhwan-ikhwan yang shalih. Aku mengamati perubahan mereka dan, subhanallah, mereka telah menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Dan aku mencintai mereka karena Allah.
Seorang dari mereka menaruh harapannya padaku. Ia ingin aku menjadi calon penghuni surga bersamanya menjadi istrinya. Hhh, akhirnya kata-kata indah yang selalu kutunggu itu terdengar juga... dari sahabatku. Sahabat terbaikku, yang sangat mengerti diriku dan akupun memahami dirinya. Dia seorang ikhwan yang baik, yang membuatku sempat berfikir bila suatu hari dia melamarku maka aku tak akan punya alasan apapun untuk menolaknya. Karena begitu baiknya dia.
Namun pemikiran itu berubah saat seorang ikhwan yang lain datang ke dalam kehidupanku. Dialah yang mengirimkan pesan-pesan singkat dan panggilan-panggilan tak terjawab. Seseorang yang tak pernah terlintas di benakku sedikitpun, namun akhirnya mengisi ruang khusus di hatiku. Ia tak pernah memberi keputusan ataupun sebuah janji. Namun setiap kata darinya menyiratkan bahwa ia cenderung padaku. Wallahu'alam.
Dia seorang yang sopan, yang sangat menghormatiku. Kebaikan akhlak serta keelokan parasnya membuatku berfikir bukanlah wanita seperti aku yang pantas baginya. Dia bagaikan seorang pangeran. Sikapnya yang sulit kutebak sungguh membuatku merasa bahwa aku hanyalah teman biasa baginya.
♥●♥_◕_♥●♥
Aku menjalin persahabatan dengan keduanya, tanpa sepengetahuan masing-masing dari mereka. Karena mereka pun bersahabat dekat. Banyak ilmu yang kudapat dari mereka. Merekalah tempat aku bertanya dan meminta nasehat, begitu pula aku bagi mereka. Menurutku persahabatan ini biasa saja, tidak melewati batas norma. Semuanya tentang dakwah. Namun aku merasa hubungan ini tidak bersih. Karena tidak ada persahabatan yang tidak melibatkan hati. Dan aku telah menzhalimi diriku sendiri.
Aku ingin melepaskan diri dari mereka agar aku bisa berpikir jernih dan hatiku menjadi bersih. Aku memang ingin menikah. Tapi tidak dalam situasi seperti ini. Aku berpikir bahwa aku harus memilih salah satu dari mereka. Namun aku hanya menipu diriku sendiri.
Setelah shalat istikharah kudirikan dengan doa agar Allah memberiku jalan yang terbaik, kupikir aku telah mendapatkan jawabannya. Karena setiap hal yang aku lakukan selalu tertuju padanya, sang pangeran. Sungguh aku telah memperdaya akalku dan hatiku telah lalai menempatkanNya.
Pinangan sahabatku tidak kuterima. Walaupun bisa kubayangkan masa depanku akan cerah bersamanya. Ia menerima keputusanku dan tersadar bahwa ia telah menyia-nyiakan waktunya memikirkan aku. Dan pada saat yang sama, sang pangeran pun menyatakan keinginannya untuk melepaskan diri dariku. Ia pun tersadar telah menyia-nyiakan waktunya untukku. Yah, jalan itu masih panjang... dan mereka pun memilih mencintai Sang Kekasih Sejati dari pada diriku.
Subhanallah, bagaimana aku tidak semakin mencintai mereka. Dan jelaslah, bahwa mereka berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Berat bagiku menghadapi kenyataan bahwa aku telah kehilangan sahabat-sahabat terbaikku. Namun aku bersyukur mereka meninggalkan aku demi Surga yang siap menerima orang-orang yang kembali ke jalanNya. Dan ke sanalah pula aku akan menuju. Inilah jawaban istikharahku.
♥●♥_◕_♥●♥
Kembali pada Allah, yang akan selalu ada untukku. Yang tak akan pernah meninggalkanku. Yang selalu mengetahui kebutuhanku dan menyediakannya. Yang selalu mendengar keinginanku dan mengabulkannya. Yang selalu mendengar keluh kesahku dan membantuku mengatasinya. Yang selalu cemburu bila aku melupakannya walau sekejap mata. Yah, Dialah Sang Kekasih Sejati yang kusadari cintaNya meliputi seluruh alam untukku.
Tentang jodoh. aku tak akan memusingkannya lagi. Seperti halnya takdir lahir dan takdir mati. Tak akan mundur atau maju sedetikpun. Aku yakin seseorang di luar sana telah diciptakan Allah khusus untukku. Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan.
Mungkin dia adalah salah satu dari mereka, mungkin juga bukan. Bila mereka bagiku adalah ikhwan yang baik namun tak satupun dari mereka Allah izinkan untuk menikahiku, maka aku yakin Allah telah menyiapkan ikhwan yang jauh lebih baik dari mereka untukku. Karena aku tahu Allah tak akan pernah mengecewakanku. Dan kudoakan semoga mereka dikaruniai istri yang shalihah yang jauh lebih baik dari yang pernah mereka bayangkan sebelumnya. Karena Allah tak akan pernah mengecewakan hamba-hambaNya.
disadur dari kisah nyata seorang sahabat hati :-)
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/jawaban-istikhorohku/10150137867521042
Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu
♥●♥_◕_♥●♥
Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria.
Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
♥●♥_◕_♥●♥
Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.
Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita.
Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.
Apa yang memeng menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)
Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.
♥●♥_◕_♥●♥
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :
“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)
Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!
Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/10150137845391042
Senin, 07 Maret 2011
Nantikanku di Pintu Surga
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Seorang wanita di hadapanku memang tak secantik Cinderela dengan sepasang sepatu kacanya ataupun semempesona Nirmala dengan tongkat ajaibnya. Tapi dia adalah orang yang paling aku cintai. Istriku.
“ Mas, kok malah ngelamun, pertanyaanku gak di jawab “ aku terkejut dengan cubitan istriku. Aku hanya tersenyum.
“ Orang tua mu masih enggak suka juga ya mas sama aku, aku memang belum bisa ngasih cucu buat mereka “ dia pun melanjutkan pertanyaannya.
“ Kata siapa Dik ?? mereka sayang kok sama kamu “
Keluargaku memang sejak awal tidak menerima kehadirannya, istriku sangat sensitif dengan keluargaku. Ketidak setujan utama keluargaku karna mereka memandang istriku “ jelek “ itu kata mereka. Dengan tubuh pendek dan gendut, menurut mereka dia tak pantas denganku.
Ahh..itu kan kata mereka, buatku dia wanita yang mempesona. Jilbabnya yang membuatnya selalu terlihat anggun, suaranya yang sering melantunkan Al Quran selalu membuatku gemetaran, kesabarannya dalam kesulitan ekonomi kami yang memang karna ketidak setujuan keluargaku, maka kami bagai terasingkan. Buatku, tak apalah aku ingkar pada orangtuaku yang mengajakku pada kebatilan, mereka lebih memilih tahta,kecantikan dan harta. Sedangkan aku ingin seorang wanita yang bisa menuntunku dan mengajakku selalu mengingat Allah.
“ Duh, mas. Enggak usah beliin aku yang macem-macem deh mas. Ini baju kan mahal banget, mendingan buat sedekah atau buat simpanan kita “ katanya.
“ Aahh..kamu ini. Selalu mikirin itu, sekali-kali aku ini pengen buat kamu seneng, malah di protes “ aku pura-pura cemberut di hadapannya.
“ Iya..iya.. maaf yaa sayang . Aku coba ya bajunya “ dia pun melesat masuk ke kamar.
“ Gimana mas ?? “ katanya. Aku hanya terbengong melihatnya.
“ maasss… “ katanya sedikit berteriak. Aku hanya cengengesan tanpa bisa berkata apapun.
“ Kita makan yuk mas, aku siapkan dulu “ katanya.
Baru beberapa langkah, aku melihat istriku memegang perutnya seperti kesakitan yang luar biasa. Lalu terjatuh.
Terdengar suara berdebam kuat di lantai.Aku panik. Aku bingung. Aku segera telpon Ambulance.
Istri ku koma. Sudah 3 minggu dia dalam keadaan seperti ini. Dia terkena Kanker di rahimnya. Kanker yang sudah lama di deritanya. Kenapa..kenapa aku sampai tak tahu dia sedang sakit ?? suami macam apa aku ini.
Laptop kesayanganya aku bawakan untuknya. Dia tak pernah bisa lepas dari laptopnya. Aku paham dengan keadaannya yang selalu sendiri, karna aku bekerja dari pagi hingga malam menjelang.
Aku buka laptopnya. Aku mainkan ayat-ayat suci yang selalu dia nyalakan setiap pagi. Aku begitu sayu untuk mampu menatapnya lekat-lekat. Aku buka satu persatu folder ku buka. Sampai aku menemukan sebuah judul “ CatatanKu “. Aku segera membukanya.
Aku tersenyum membaca ceritanya, di mulai ketika kita ta’aruf. Aku menatapnya sambil berharap dia segera sembuh agar dia bisa menjadi seorang penulis. Matakupun mulai serius ketika kisah kita di mulai dari ketertekanannya. Aku menitikkan air mataku.
Aku membaca dengan lamat-lamat ketika dia menuliskan setiap detik rasa sakitnya. Air mataku makin deras ketika ku membaca bagaimana dia menutupi sakitnya.
“Aku tak mungkin memberitahunya, sedangkan ekonomi kami belum membaik. Aku tak mau sampai suamiku ikut menanggung kesulitanku. Aku juga enggak mau aku tambah buruk di hadapan keluarganya. Aku yang belum di karunia anak,sekarang harus di timpa musibah sakit seperti ini. Belum tentu keluarganya kasihan padaku, aku takut nanti suamiku yang kena imbasnya. Biarlah sakit ini hanya aku dan Allah yang tahu. Karna aku yakin setelah musibah ini, aku akan di berinya sebuah keindahan yang luar biasa.”
Tak sanggup aku untuk meneruskan membaca kalimat-kalimat yang ada di hadapanku. Aku memilih menutupnya dan aku ingin segera mengadu padaNya.
“ Yaa Robb, segera sembuhkan lah istriku dari sakitnya dan ijinkan aku untuk tetap menjaganya untukMu. Namun jika Engkau ingin menghapuskan jiwa istriku dari segala dosa-dosanya, maka aku ikhlaskan dirinya demi diriMu. Biarkan dia menantikanku di pintu surga. Aamiin “
Tak lama suara “ Tiiit” panjang dari indikator denyut jantungnya.
Aku melihatnya tersenyum begitu manis. Bidadariku, nantikanku dipintu surga Nya.
Wallahua’lam bi Shawwab.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/nantikanku-di-pintu-surga/10150137241576042
Cemburu
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Cemburu seringkali menghiasi perkawinan. Andaikan perkawinan tanpa cemburu rasanya sayur tanpa bumbu. Dengan kata lain cemburu adalah bumbu dari perkawinan. Namun bila kecemburuan itu tidak terkontrol, maka hal itu akan menjadi masalah bagi suami atau istri. Karena, suami atau istri bila dicemburui terus akan membuatnya jengkel. Demikian pula bagi suami atau istri pencemburu, sehingga dia selalu dihantui oleh perasaan takuk, gelisah, bahkan bisa membuatnya stress. Bila hal ini terjadi, maka kehidupan dalam perkawinan tidak terasa tentram dan bahagia. Kehidupan suami istri akan tidak harmonis bila salah satu pihak atau kedua-duanya tidak saling percaya,tidak mengerti dan memahami, tidak saling menghargai, dan tidak saling menerima.
Oleh karena itu, penting bagi suami atau istri untuk saling memahami pekerjaan atau profesi masing-masing. Karena dalam suatu pekerjaan atau profesi masing-maing, karena dalam suatu pekerjaan atau profesi slalu berhubungan dengan banyak orang. Misalnya seorang PR (public relations) akan dituntut untuk berhubungan dengan semua orang. Dia harus melayani dan menerima tamu dengan baik sebagai relasi atau rekanan perusahaan.
Ada beberapa perihal cemburu yang perlu kita ketahui, yaitu:
1. Cemburu itu belum tentu betulan,
tapi hanya menginginkan kerinduan untuk disayang.
Ini sering terjadi di masyarakat. Banyak istri atau suami dicemburui merasa muak. Lalu suami atau istri marah-marah. Tidak jarang terjadi percekcokan yang luar biasa. Dampaknya, istri atau suami jadi ngambek. Kalau sudah ngambek secara psikologis akan berdampak pada permasalahan lain. Mungkin istri jadi main sabotase ekonomi. Akhirnya mereka hanya diam dan bungkam. Dampaknya hubungan suami istri terasa dingin. Tak ada lagi canda tawa. Padahal, kalau mendeteksi lebih jauh lagi, cemburu itu belum tentu wujud dari cemburu, tapi pasangan suami istri hanya rindu untuk disayang. Dia juga rindu untuk dibelai, disapa dengan kata-kata lembut dan manis. Dengan demikian, kerinduan terhadap kasih sayang ini akan menimbulkan rasa cemburu. Apalagi jika pasangan suami istri yang semula hangat, tapi mendadak berubah hambar. Tentu si istri atau suami akan curiga, dengan kemungkinan adanya orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
2. Cemburu itu perlu, asalakan tidak buta.
Karena cemburu itu wujud kasih sayang. Karena cemburu yang berlebihan akan menimbulkan raasa tidak percaya pada pasangan. Pernahkah kita mendengar cemburu buta? Artinya, cemburu yang tidak berdasarkan argumentasi yang nyata. Asalkan ada issu langsung saja cemburu. Tanpa check atau recheck. Dampaknya orang seperti itu mudah dipermainkan issu. Dengan kata lain, mereka hanya dipermainkan perasaannya, tiap waktu diombang-ambingkan gelombang. Cemburu buta memang tidak berdasarkan data-data yang akurat.
3. Cemburu itu menghilangkan kepercayaan diri.
Jika suami atau istri cemburu, bisa dipastikan sekian persen bahwa ia telah kehilangan percaya akan dirinya. Dampaknya, berubah menjadi kecemburuan yang luar biasa. Istri atau suami menganggap dirinya merasa rendah bila dibandingkan dengan si dia. Kondisi ini akan membuat suami atau istri semakin tenggelam dalam kecemburuan.
4. Cemburu itu wujud perasaan takut kehilangan kasih sayang, cinta dan status.
Dalam hal ini, cemburu diisyaratkan sebafai ketakutan yangb berlebihan. Cinta itu memang punya kecenderungan monogamy. Artinya, cinta itu enggan untuk dibagi. Pembagian cinta ibarat dengan penyelewengan. Karenanya wajar jika mereka takut kehilangan yang paling berharga (suami/istri/kekasih). Oleh karena itu, wajar pula jika seseorang yang mempertahankan barang miliknya berupaya dengan segala cara dan upaya untuk tetap mempertahankannya.
5. Merasa senang dicemburuiu.
Bila suami atau istri merasa senang di cemburui, itu berarti pertanda protes. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya punya kelebihan dan terbukti masih ada orang lain yang naksir dirinya. Tingkahlaku yang ditampilkannya merupakan untuk mencari perhatian dari suami atau istri.
Dari semua macam cemburu di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa cemburu adalah salah satu nuansa perkawinan. Cemburu adalah hal normal pada setiap orang, selama cemburu itu masih dalam batas-batas yang wajar dan rasional. Cemburu dapat juga meningkatkan kualitas perkawinan, sehingga hubungan suami istri semakin hangat dan mesra. Justru akan aneh bila suami atau istri tidak mempunyai perasaan cemburu bila melihat suami atau istri dekat dengan seseorang. Itu berarti rasa cinta dan rasa memiliki dari suami atau istri kurang, dan hal ini yang akan merusak ikatan perkawinan. Dan yang terpenting bagaimana kita mengolah cemburu itu jadi energy yang dapat memajukan perkawinan, bukan sebaliknya. Cemburu masih diperlukan, asalkan sebatas untuk memupuk kasih sayang.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/cemburu/10150137237796042
Kepuasan dan Kesederhanaan
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rasa puas itu relatif bagi setiap orang, ada yang sudah terpuaskan dalam satu sisi masih mencari kepuasan di sini lain. Karena tidak ada satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kadar kepuasan dalam setiap diri manusia.
Ketidakpuasan sesungguhnya akan memacu motivasi seseorang untuk berjuang, dan meningkatkan kadar hidup dan prestasi dirinya. Tetapi bukan berarti ketidakpuasan itu sendiri membelenggu hidup seseorang. Selama seseorang tidak merasa puas dengan keadaannya maka ia akan berusaha untuk memenuhi hasrat keinginannya. Sesungguhnya keinginan itu tidak ada habis-habisnya untuk diikuti dan sangat sulit mengukur tingkat kepuasannya.
“Merasa puas, mudah di sokong, sederhana hidupnya” kesannya adalah mengajarkan seseorang untuk tidak mengejar materi. tetapi kalau ditelaah lebih dalam lagi sesungguhnya bukan demikian.
Ketika seseorang telah dapat menerima apa yang telah dikerjakannya, apa yang telah diusahakannya, dan apa yang telah di raihnya sesungguhnya inilah kepuasan bagi dirinya, tidak perlu merepotkan orang lain, tidak membuat susah orang lain, dan hidupnya pasti akan jauh dari permasalahan, pikirannya tidak terlalu rumit, makannya pun lahap, tidurnya pun nyenyak. inilah kehidupan yang sederhana.
jadi kesederhanaan bukan hanya dilihat dari sekedar materi.
Dengan memiliki materi dan kehidupan yang kecukupan maupun lebih, kita harus dapat mensyukurinya, merasa puas dengan hasil keringat kita sendiri, dengan tidak melekatinya serta dapat berbagi dengan orang lain. Inilah yang disebut dengan kesederhanaan. Memiliki bukan untuk sendiri tetapi memiliki untuk berbagi dengan sesama.
Dengan demikian seseorang sudah sewajarnya mengejar prestasi, harus berkerja keras tanpa harus terbelenggu di dalamnya. Hidup ibarat air yang mengalir, yang dapat mengaliri sawah dan ladang disekitarnya, dari dataran tinggi yang akhirnya mengalir ke samudera luas, menguap menjadi awan dan akan turun sebagai hujan, untuk kembali lagi memberi kehidupan pada semuanya.
Memang sulit mengukur tingkat kepuasan seseorang, tetapi biar bagaimanapun kita membutuhkan rasa penasaran dan rasa keingintahuan serta ketidakpuasan yang positif untuk mendorong kita agar dapat bekerja lebih maksimal lagi. Seperti rakit yang masih kita butuhkan untuk menyeberangi sungai atau lautan. ketika telah sampai pada tujuan, sudah pasti kita tidak membutuhkannya lagi. Tidak perlu membawa rakit itu sepanjang perjalanan anda di daratan (kecuali ada banjir hahhahaha) karena hanya akan membawa penderitaan dan beban yang berkepanjangan. Bila kita melekat pada ‘rakit’ maka kita pasti tidak akan menemukan kebahagiaan yang sejati.
Artinya bila kita telah sampai pada level tertentu merasa puaslah dan berbagilah pada sesama kurangi kemelekatan, terimalah apa yang menjadi milikmu dengan hati yang lapang dan sadarilah itu semua hanya sementara, dengan demikian kita akan bahagia dalam menjalani hidup ini. Sederhana dalam pola pikir, sederhana dalam bertindak, sederhana dalam bertutur kata, sederhana dalam kehidupan adalah orang yang bersahaja.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kepuasan-dan-kesederhanaan/10150137224316042
KESEIMBANGAN
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Keseimbangan…..seimbang……..imbang….. tentunya langsung ingat dengan timbangan atau neraca yang seimbang kanan dan kiri. dimanai semua orang sudah tahu artinya yaitu “tidak berat sebelah”. walaupun keseimbangan belum tentu memiliki bobot yang sama (mungkin ada sedikit lebih berat) namun masih dalam range tertentu yang dianggap seimbang.
Tetapi juga kita harus Bijaksana melihatnya, dan lucunya banyak orang yang salah mengartikan arti tidak berat sebelah itu sebagai “netral”, karena definisi ‘netral’ bagi setiap orang berbeda-beda. Ada yang bilang kalau netral itu berarti melarikan diri atau tidak berani bersikap, atau dikatakan tidak memiliki pendirian. Bahkan ada kalanya orang yang netral itu sering mendapat kecaman dan intervensi.
Padahal bagi mereka yang bijaksana mengerti benar bahwa ada waktu atau saat dimana kita harus bersikap netral, ada waktu kita dapat bersikap tegas, inilah kebijaksanaan para suciwan.
Ahli hukum mengenal benar Neraca Keadilan dan selalu didambakan bagi mereka yang menuntut keadilan. Seorang Hakim yang tenang dan bijaksana tidak mudah terbawa perasaan dan permainan hati nurani, ia harus bersikap netral dalam melihat suatu perkara, dan ketenangan yang seimbang akan membawa hasil yang baik dan bijaksana.
Hidup itu penuh dengan keseimbangan, karena memang kehidupan itu penuh dengan dua hal yang selalu bergantian, ada malam dan ada siang (gelap-terang); ada baik dan buruk; dipuji dan dicela, hitam dan putih, dll.
Keseimbangan hidup itu ternyata sangat dibutuhkan bagi setiap manusia, dari keseimbangan mental atau bathin sampai keseimbangan jasmani. demikian juga dengan keduanya saling berkatian satu sama lainya.
Demikian manusia memiliki Jasmani dan Rohani yang juga harus seimbang
Bila fisik kita sehat maka bathin kita pun harus sehat agar dapat memiliki keseimbangan hidup.
bila bathin ini sakit, sudah pasti jasmani kita pun melemah, denyut jantung dan darah kita bergerak lebih cepat lagi, karena kemarahan, emosi dan gejolak jiwa yang akan mempengaruhi organ indera jasmani kita. Demikian sebaliknya bila fisik ini telah lemah dan lelah sudah tentu membutuhkan istirahat yang cukup untuk menenangkan pikiran kita. Bila fisik sakit, dan selama bathin tidak ikut sakit maka masih mudah disembuhkan, tetapi bila jasmani dan bathin ini sakit, memang agak sukar untuk disembuhkan.
Bagi mereka yang ‘gila bekerja’ sampai kadang melupakan fisiknya sendiri, cobalah untuk berhenti sejenak dan periksalah diri anda sendiri, kenalilah tubuh anda lebih dalam lagi, dan sadarilah selama anda belum terkapar di rumah sakit masih ada waktu untuk kembali menyeimbangkan metabolisme tubuh anda, dan mengurangi beban mental anda. lihatlah keluar jendela, masih banyak keindahan alam yang perlu kita syukuri dan memang mereka hadir untuk kita, tataplah orang-orang yang kita cinta, berikan sedikit waktu untuk mereka, karena selama ini waktu telah banyak terbuang untuk diri sendiri.
Demikian juga dengan maraknya persoalan hidup manusia, membuat kita lupa diri akan kontrol dan kendali dari semua tindakan kita melalui pikiran, ucapan dan perbuatan kita. kita sering terbawa luapan perasaan, dengan lontaran kata yang pedas dan tidak terkendali lagi, maupun perbuatan yang jauh diluar nalar kita. Dengan adanya keseimbangan dalam pola pikir kita, seimbang dalam tingkah laku kita, kita dapat menyadari bahwa segala sesuatunya memiliki dua sisi. Bila selama ini terlalu banyak sisi negatif dalam diri kita, marilah memunculkan sisi positif yang belum muncul.
Tidak seimbang pun dapat menimbulkan dua sisi yaitu kebahagiaan dan penderitaan. Bila Sisi negatif terlalu besar mempengaruhi kita, maka pasti akan lebih berat ke sisi penderitaan, dan perlu segera diambil tindakan preventif untuk menyeimbangkan atau menambah beratnya agar menuju pada kebahagiaan.
Bila kekuatan kebajikan ini begitu berat dan sudah pasti condong ke arah kebahagiaan, ketidakseimbangan ini adalah ketidakseimbangan yang positif dan sangat baik serta bermanfaat. jadi “tidak seimbang” pun tidak selamanya buruk, selama bermanfaat bagi diri kita, bermanfaat bagi orang lain, tidak merugikan dan menyakiti diri sendiri maupun orang lain.Pola pikir juga demikian dasyat bekerjanya, ketika nurani seseorang sudah tidak lagi dapat terkendali, gejolak jiwa dapat saja menghancurkan diri sendiri dan orang lain. Mereka yang diliputi oleh kemarahan menyakiti dan menjatuhkan orang lain tanpa disadari mengali lubang untuk dirinya sendiri.
Pola pikir yang sempit hanya membawa ketidaktenangan bagi diri sendiri, dan kurangnya wawasan hanya membawa pandangan yang terpaku pada satu bagian saja, tidak dapat melihat secara keseluruhan dengan baik, seperti orang di dalam benteng yang tertutup rapat, tidak dapat melihat kejadian di dalam dan di luar benteng, ia dapat mengenali dengan benar keadaan di dalam, tetapi tidak pernah tahu kejadian sesungguhnya di luar benteng.
Mereka yang menjadi penjaga menara di atas benteng, selain mengenal dengan baik keadaan di dalam benteng, juga mengenal dan dapat melihat dengan jelas keadaan dan perubahan yang terjadi di luar benteng dengan jelas.
Kenali dulu diri kita baru dapat mengenali orang lain, kendalikan dulu diri kita baru dapat mengendalikan orang lain. Bila kita tidak mau mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain, maka perlakukan orang lain seperti apa yang ingin kita dapatkan dari perlakuan orang lain.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/keseimbangan/10150137213826042
Buruk Cermin Jangan Dibelah
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kualitas dan sikap anak-anak kita, too some extent, adalah buah dari model pengasuhan (parenting) dan pendidikan yang kita selenggarakan sehari-hari di rumah. Walaupun semua kita pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.
Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite ("Children Learn What They Live With"). Thanks Dorothy, it's so inspiring...
Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya
Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/buruk-cermin-jangan-dibelah/10150136046811042
Langganan:
Postingan (Atom)
