Mengenai Saya
Laman
Minggu, 27 Maret 2011
SALAFIYAH YAHUDIYAH
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penutup para Nabi, keluarga dan para sahabat semuanya. Wa ba’du:
Mungkin sekilas pembaca kaget dan mengingkari judul di atas, tapi perlu diketahui bahwa judul di atas tidak ada kaitan dengan generasi As Salaf Ash Shalih dan yang mencontoh mereka yang telah menegakkan dien ini dengan tinta dan darah yang berlepas diri dari orang-orang kafir dan orang-orang murtad lagi menjihadi mereka dengan jiwa, harta dan lisan. Namun yang saya maksudkan di sini adalah sekte yang mengklaim dirinya sebagai salafiyyah atau salafi yang menurut pengakuan palsu mereka bahwa mereka itu memahami Al Qur’an dan As Sunnah sesuai manhaj As Salaf Ash Shalih, namun hampir di semua Negara mereka menjadikan para penguasa murtad yang berhukum dengan hukum thaghut sebagai imam atau ulil amri mereka yang wajib diberikan loyalitas dan mereka hampir di semua tempat selalu menuduh mujahidin muwahhidin yang mengkafirkan para penguasa itu, menentangnya dan memeranginya sebagai khawarij yang lebih busuk daripada para penguasa yang menerapkan hukum thaghut itu. Sehingga pada akhirnya mereka damai dengan para thaghut dan para thaghut pun aman dari tangan dan lisan mereka, akan tetapi kaum muwahhidin tidaklah selamat dari lidah mereka yang panjang lagi tajam. Damai dengan penyembah berhala dan perang terhadap orang-orang Islam yang mereka tuduh sebagai khawarij.
Mereka memiliki kesamaan dengan orang yahudi dalam pemahaman tauhid dan dalam sikap terhadap penganut tauhid.
Adapun di dalam masalah tauhid yaitu di dalam masalah iman dan kufur, maka sesungguhnya sekte salafi maz’um menganggap bahwa kemusyrikan dan kekafiran penguasa yang membuat undang-undang, menerapkan hukum thaghut, merampas hak khusus Allah yaitu pembuatan hukum dan melimpahkannya kepada para anggota Parlemen dengan sistem demokrasinya, menjadikan UUD 1945 sebagai kitab hukum tertinggi yang menjadi rujukan di dalam segala permasalahan sebagai pengganti Kitabullah, menjadikan ideologi (dien) Pancasila sebagai dien yang lebih tinggi dari Islam dan sebagian ajaran Islam boleh diamalkan kalau tidak menyelisihi Pancasila dan sebagian lainnya tidak boleh karena menyelisihinya sehingga penguasa negeri ini loyal penuhnya kepada Pancasila bukan kepada Islam, dan memberikan loyalitas kepada lembaga-lembaga kafir lokal maupun internasional. Sekte salafi maz’um menganggap kemusyrikan dan kekafiran besar yang berlapis-lapis itu hanyalah kufrun duna kufrin atau kufur ashghar yang tidak mengeluarkan dari Islam. Padahal kekafiran dan kemusyrikan para penguasa yang sifat-sifatnya seperti itu dengan kufur akbar yang berlapis-lapis yang mengeluarkan dari Islam adalah permasalahan yang nyata jelas lagi terang benderang yang lebih terang dari matahari di siang bolong karena dalilnya sangat banyak dari Al Kitab, As Sunnah dan ijma yang telah kami paparkan di tempat lain.
Sedangkan kelompok yang pertama kali menganggap syirik akbar sebagai syirik ashghar yang tidak akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka adalah orang-orang yahudi, dimana mereka menganggap penyembahan anak sapi yang dibuat oleh Samiri yang merupakan syirik akbar hanya sebagai syirik ashghar yang tidak mengekalkan di dalam neraka, sebagaimana yang Allah ta’ala kabarkan tentang mereka:
وَقَالُو لَن تَمَسَّنَا النَّارُ اِلاَّ اَيَّامًا مَعْدُودَةً
“Dan mereka (orang-orang yahudi yang menyembah anak sapi) berkata: “Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.”“ (Al Baqarah: 80)
Juga firman-Nya ta’ala:
وَقَالُو لَن تَمَسَّنَا النَّارُ اِلاَّ اَيَّامًا مَعْدُودَتٍ
“Mereka berkata: “Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.”“ (Ali Imran: 24)
Mereka beranggapan bahwa andaikata mereka masuk neraka, maka hanya empat puluh hari saja yaitu selama waktu empat puluh hari mereka menyembah anak sapi.
Dan para pengklaim salafi-pun demikian, dimana apa yang dilakukan para penguasa thaghut dan ansharnya berupa syirik hukum, penyembahan undang-undang, kesetiaan kepada UUD’45 dan Pancasila, penganutan dien demokrasi dan kekufuran lainnya, menurut para pengklaim salafi hal itu tidaklah membatalkan keislaman dan tentunya andaikata mati diatas hal itu tidak akan mengekalkan di neraka, karena itu hanya sebatas kefasiqan dan kufrun duuna kufrin dan pelakunya tetap dianggap muslim dan bahkan sebagai ulil amri yang wajib ditaati dan kebejatannya tidak boleh dibicarakan di hadapan umum, dan orang-orang yang mengkafirkannya adalah khawarij dan yang memberontak untuk menjatuhkannya adalah anjing-anjing neraka yang sangat besar pahala membunuhnya. Ini berkaitan dengan kesamaan pemahaman aqidah dalam hal al iman dan al kufru.
Sedangkan kaitan dengan kesamaan sikap, maka perhatikanlah Firman Allah ta’ala ini :
اَلَمْ تَرَ اِلئَ الَذِينَ اُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَبِ يُؤْمِنُونَ بِالجِبْتِ وَالطَّغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا هَؤُلاَءِ اَهْدَي مِنَ الذِيْنَ ءَامَنُوا سَبِيلاً
“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab (Taurat)? mereka beriman kepada jibt dan thaghut dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.” (An-Nisa : 51)
Ayat ini berkaitan dengan para tokoh yahudi yang datang kepada musyrikin Mekkah dalam rangka memprovokasi mereka agar memerangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan kaum muslimin di Madinah. Allah ta’ala menyebutkan bahwa mereka itu ahli ilmu dan Al Kitab, mereka beriman kepada jibt (yaitu apa yang manusia tunduk kepadanya selain Allah) dan thaghut (segala yang melampau batas dan segala yang diibadati selain Allah seraya ridla dengannya), dan mereka menganggap bahwa kaum musyrikin Mekkah yang menyembah berhala itu lebih baik daripada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang bertauhid yang menentang segala thaghut dan menolak loyal kepada kekuasaannya.
Dan realita sikap yahudi terhadap kaum musyirikin dan terhadap kaum mukminin ini adalah sama persis dengan sekte salafi maz’um hari ini, dimana para tokoh mereka itu diberi bagian dari ilmu Al Kitab dan As Sunnah, namun mereka itu beriman kepada thaghut dengan bentuk mereka menjadikan para penguasa kafir murtad (yang menurut mereka adalah pemimpin muslim) -yang memberlakukan hukum thaghut, menganut agama (dien) demokrasi, menjadikan Pancasila sebagai pijakan, menjadikan UUD’45 sebagai kitab rujukan hukum tertinggi, dan loyal kepada lembaga-lembaga kafir regional dan internasional- sebagai ulil amri dan pemimpin kaum muslimin yang wajib diberikan kesetiaan dan loyalitas, sedangkan Allah ta’ala telah menggolongkan sikap menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin itu sebagai bentuk sikap kafir kepada Allah ta’ala, kepada Nabi-Nya dan Kitab-Nya, dan itu semakna dengan sikap iman kepada thaghut.
Seperti apa yang dikandung dalam Firman-Nya ta’ala:
وَلَوْ كَانُواْ يُؤْمِنُونَ بِالله وَالنَّبِيِّ وَمَا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَا التَّخَذُوهُمْ اَوْلِيَاءَ
“Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi dan apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), tentu mereka tidak menjadikan orang-orang kafir itu sebagai pemimpin.” (Al-Maidah: 81)
Ayat ini menjelaskan bahwa iman kepada Allah ta’ala itu tidak bisa bersatu dengan sikap menjadikan orang kafir sebagai pemimpin yang mana sikap semacam ini adalah diantara salah satu makna iman kepada thaghut.
Kemudian setelah menyakini bahwa para penguasa kafir murtad semacam tadi itu adalah kaum muslimin yang maksiat yang tidak batal keislamannya sesuai aqidah salafiyyah yahudiyyahnya itu, dan sedangkan kaum muwahhidin yang mengkafirkannya lagi membangkangnya dan menolak loyal kepadanya adalah Khawarij ahli bid’ah yang sesat versi aqidah salafiyyah yahudiyyah di atas, maka mereka (sekte salafi maz’um) itu mengambil kesimpulan dan sikap bahwa para penguasa thaghut yang berhukum dengan undang-undang buatan, yang menganut sistem demokrasi, yang beerfalsafah Pancasila, yang merujuk kepada UUD’45, yang memerangi wali-wali Allah dan loyal kepada wali-wali syaitan itu adalah lebih baik dan lebih lurus jalannya daripada kaum muwahhidin yang hanya loyal kepada Allah dan hukum-Nya dan berlepas diri dari para thaghut, pemerintahannya, demokrasinya, pancasilanya, UUD’45nya dan kebejatan-kebejatan lainnya. Karena para penguasa dan ansharnya hanyalah ahli maksiat dan sedangkan kaum muwahhidin yang menentangnya itu adalah khawarij lagi ahli bid’ah, sedangkan sesuai manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah bahwa ahli bid’ah itu lebih buruk dari ahli maksiat. Halal mengghibah ahli bid’ah dan haram mengghibah penguasa muslim yang maksiat.
Oleh sebab itu hendaklah mereka secara tegas dan mantap memasukkan di dalam point-point manhaj aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah versi salafiyyah yahudiyyah ini bahwa: wajib loyal kepada penguasa yang mengaku muslim walaupun dia memberlakukan undang-undang buatan, berpaham demokrasi, berfalsafah pancasila dan merujuk kepada UUD’45!!!…
Apakah ini manhaj salaf atau manhaj yahudi?!!!
Sadarlah wahai para pengklaim salafi!
http://www.facebook.com/notes/melati/salafiyah-yahudiyah/191894127515637
Amal Untuk Meraih Cinta Allah SWT
Ku cinta Dia. Kita mencintai Allah
SWT. Adakah sekadar kata-kata cukup sebagai bukti?
" Tidak, cinta kepadaNya tidak
terbukti hanya melalui kata-kata. "
Hasan Al-Basri rahimahullah berkata:
Para sahabat Nabi SAW berkata: "
Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami amat mencintai Allah SWT. " Kemudian
Allah SWT mahu menjadikan tanda yang menunjukkan kecintaan kepadaNya. Dengan
itu Allah SWT menurunkan ayat berikut:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ
اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu
mencintai Allah SWT maka ikutilah aku.
Nescaya Allah SWT mencintai kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha
Mengasihani.
(Ali 'Imran: 31)
Dari Abu Hurairah RA katanya :
Rasulullah s.a.w. bersabda :
Sesungguhnya Allah SWT berfirman:
" Barangsiapa memusuhi kekasihKu, maka Aku memberitahu kepadanya bahawa
dia akan Aku perangi. Dan tidaklah seseorang hambaKu itu mendekatkan diri
kepadaKu dengan sesuatu yang amat Aku cintai lebih daripada apabila dia
melakukan apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Dan tidaklah seseorang
hambaKu itu mendekatkan diri kepadaKu dan melakukan perkara sunnah sehingga
akhirnya Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Akulah
telinganya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah matanya yang dia gunakan
untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk mengambil dan Akulah
kakinya yang dia gunakan untuk berjalan.
Andaikata dia meminta sesuatu kepadaKu pastilah Aku beri, dan andaikata dia
memohon perlindungan kepadaKu pastilah Aku lindungi. "
(Riwayat Bukhari)
Saidina Umar al-Khattab r.a. pernah
berkata :
" Amalan yang paling afdhal
ialah melaksanakan amalan yang difardhukan oleh Allah SWT, menjauhi perkara
yang diharamkanNya dan benarnya niat untuk mendapatkan apa yang ada di sisi Allah
SWT semata-mata. "
Al-Quran
Di antara perkara sunat utama yang
dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT ialah membaca Al-Quran dan mendengarnya
dengan penuh tafakkur, tadabbur serta memahaminya.
Firman Allah SWT :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ
جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Wahai manusia! Sesungguhnya telah
datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhankamu, dan
penawar bagi penyakit dalam dada kamu, dan hidayah petunjuk (untuk
keselamatan), serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
( Surah Yunus: 57)
Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
" Bacalah Al-Quran kerana ia
akan memberi syafaat(pertolongan)kepada sesiapa yang membacanya pada hari
akhirat kelak. "
Bukti DicintaiNya
Apabila seorang hamba dicintai oleh
Allah SWT, maka ada buktinya dan ada tandanya.
Telinganya, hanya mendengar sesuatu
yang berupa ketaatan kepada Allah SWT, tidak atas dorongan hawa nafsu dan
syaitan.
Pandangan matanya, sentiasa dalam
ketaatan kepada Allah SWT, jauh daripada
dorongan kebinasaan hawa nafsu dan syaitan.
Tangan kaki dan pergerakannya,
sentiasa dalam ketaatan kepada Allah SWT, bukan kemaksiatan kepadaNya.
"Kita muhasabah diri. Adakah
terdapat pada diriku bukti-bukti itu? Adakah aku dicintaiNya?"
Asy-Syaukaani berpendapat :
" Allah SWT memberi kepada
anggota-anggota tersebut nur-Nya (cahaya) yang menyuluh jalan hidayah dan
menghindarkannya daripada kesesatan. "
Siapa Bertakhta Di Hati ?
Firman Allah SWT :
قُلْ إِنْ كَانَ أبَآؤُكُمْ
وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ
اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا
أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ
فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ
الْفَاسِقِينَ
Katakanlah: " Jika bapa-bapa,
anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan
yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya, dan tempat
tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah SWT dan
Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sehingga Allah SWT
mendatangkan keputusan-Nya ". Dan Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang fasiq. "
(At-Taubah: 24)
Kecintaan kepada Allah pasti
membuahkan cinta kepada teman hidup dan keluarga. Cinta insani itu adalah buah
daripada cinta kepada Allah SWT. Kecintaan kepada teman hidup dan keluarga
perlu didasari dengan cinta kepada Allah SWT.
Kebahagiaan bergantung kepada
sesuatu yang menjadi neraca nilai. Andai syara' diambil sebagai neraca nilai,
kebahagiaan anugerah Allah SWT pasti bersama. Kebaikan adalah apa yang syara'
tetapkan sebagai baik. Keburukan adalah apa yang syara' tetapkan sebagai buruk.
Kehidupan dan interaksi indah dihiasi dengan nilai Islam.
Tiada ketaatan kepada makhluk dalam
perkara maksiat kepada Pencipta. Allah Al-Khaliq. Harta adalah ujian. Andai
dimanfaatkan ke jalan Islam, Insyaallah ianya adalah amal yang akan
menghadirkan cinta Allah SWT. Jika yang sebaliknya berlaku, pasti mengundang
kemurkaan dan azabNya.
Segala Puji Bagi Allah Swt
Dengan nama Allah, Yang Maha
Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang Memelihara
dan Mentadbirkan sekalian alam. (Al-Fatihah 1:2)
Segala
Puji-pujian bagi Allah
Ria adalah "perasaan ingin dipuji oleh orang
lain". Membuat sesuatu untuk dipuji adalah di larang dalam Islam dan
perbuatan ini menggambarkan pelaku mempunyai sifat riak.
Melakukan riak hanya merugikan dan
mengundang pelbagai masalah. Fahamilah hadis berikut:
"Diriwayatkan daripada Jundub
al-Alaqiy r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang (melakukan satu
amalan) supaya orang menghormatinya, Allah akan menunjukkan aibnya dan sesiapa
yang (melakukan suatu amalan kerana) ingin menunjuk-nunjuk kepada manusia,
Allah akan memperlihatkan kecacatannya"(Bukhari & Muslim: 1720)
Abu Darda' Ridzwanullah 'alaihim
meriwayatkan bahawa Rasulullah pernah bersabda mafhumnya:
"Menghindarkan amal dari
digembar-gemburkan (diceritakan kepada orang lain), mengerjakannya lebih sukar
dari mengerjakan amal itu sendiri. Seseorang mungkin melakukan suatu amal
(soleh) lalu dicatat sebagai amal soleh yang dibuat secara "sir"
(senyap-senyap). Dengan itu pahala ganjarannya dilipat-gandakan sebanyak tujuh
puluh kali ganda. Tetapi syaitan tidak membiarkannya. Syaitan terus merasuknya
sehingga ia menceritakan dan menyatakan kepada orang lain. Maka catatan amal
itu pun ditukar kepada catatan amal
alaniah (terang-terang). Dengan itu ganjaran pahalanya (sebanyak tujuh
puluh kali ganda) dihapuskan. Kemudian syaitan terus mendesak orang tersebut
agar menyatakan lagi bagi sekian kalinya tentang amalnya. Maka ia sendiri pun
suka kalau disebut-sebut hal itu dan
terus menerus dipuji. (Akibatnya) catatan amalan tersebut sebagai perbuatan
amal alaniah dipadamkan dan ditulis sebagai perbuatan riak. Sebab itulah orang
yang paling bertakwa ialah orang yang paling melindungi agamanya. Sesungguhnya
riak adalah syirik" (Hadis riwayat Baihaqi)
Pujian
kepada manusia
Sebagai asasnya, mari kita lihat
beberapa nas hadis dalam isu berkaitan. Diriwayatkan dalam sebuah hadis :-
عَنْ أبي مُوسَى قال سَمِعَ النبيُّ رَجُلاً
يُثْني عَلَى رَجُلٍ ويُطْرِيه في المِدْحَةِ فقال أهْلَكْتُمْ أوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ
الرَّجُلِ
Artinya : Rasulullah s.a.w mendengar
seorang lelaki memuji lelaki lain dan berlebih-lebih dalam pujiannya maka
Rasulullah s.a.w : Kamu telah merosakkannya dan telah memotong belakangnya
(seolah-olah) " ( Riwayat Al-Bukhari, no 2663 )
Sebahagian para ulama mentakwilkan
maksud hadis ini kepada pujian kepada yang tidak layak , dan mengada-adakan
yang tidak benar sehingga orang yang dipuji merasa benar sentiasa, juga merasa
hebat. (Umdah al-Qari, 22/132 )
Imam Al-Khattabi ketika menghuraikan
hadis di atas berkata :-
فَأَمَّا مَنْ مَدَحَ الرَّجُل عَلَى الْفِعْل
الْحَسَن تَرْغِيبًا لَهُ فِي أَمْثَاله وَتَحْرِيضًا لِلنَّاسِ عَلَى الِاقْتِدَاء
بِهِ فِي أَشْبَاهه , فَلَيْسَ بِمَدَّاحٍ
Artinya : Barangsiapa yang memuji
seseorang atas perbuatan baik yang dilakukannya dengan tujuan untuk
menggalakkan lagi kerja baiknya dan mendorong orang lain berbuat yang sama
sepertinya, maka ia TIDAKLAH TERMASUK dalam kategori "maddah" iaitu
yang pemuji terkeji" ( Ma'alim as-Sunan)
Walau apa jua takwil, teks hadis ini
juga merangkumkan segala jenis pujian benar di hadapan orang yang dipujinya.
Pengajaran dari hadis sudah tentu jangan terlalu banyak memuji orang
dihadapannya walalupun pujian itu adalah BENAR DAN IKHLAS kerana ia tanpa
disangka boleh membawa perasaan lupa diri, dan menghilangkan ikhlas dalam
kerja-kerja yang dilakukannya.
Namun begitu, tidak boleh dinafikan
Islam membenarkan pujian secara berdepan dalam situasi-situasi tertentu dan
kepada individu tertentu. Situasi tertentu seperti :-
a. Orang yang kehilangan keyakinan
diri dalam buat perkara baik. Tatkala itu, kita ungkit kebaikkan tindakannya
untuk beri kembali semangat dan ada orang yang menghargai kerja baiknya.
b. Orang yang melakukan tugasan kebaikan yang
sukar, berisiko dan manfaatnya tersebar luas. Tatkala itu, boleh diberikan
pujian atas keberaniannya dan berniat agar ia mampu dicontohi oleh orang lain.
c. Individu yang layak dicontohi dan diyakini
punyai kekuatan iman yang baik dari tergoda dengan sifat 'ujub (ta'ajub dengan
kehebatan diri). Tatkala itu, harus memujinya dengan pengetahuannya. Tujuan
utama agar orang boleh mengenali siapa yang wajar dijadikan role model dan
contoh ikutan. Hal ini jelas adalah nabi s.a.w memuji secraa terangan beberapa
sahabat sebagaimana Nabi memuji Ubadah Al Jarrah sebagai ( Aminul Ummah )
individu yang paling jujur dari umat Muhammad, dan pujian kepada Umar
al-Khattab r.a :
لو سلك عمر بن الخطاب طريقاً لسلك الشيطان
طريقاً آخر
Artinya : Sekiranya Umar melalui
satu jalan, maka Syaitan akan melalui jalan yang lain ( kerana tidak berani
jalan di laluan Umar atau bertembung dengannya') ( Riwayat Al-Bukhari)
Dan juga sebuah lagi hadis :-
ما طلعت الشمس على رجل خير من عمر
Artinya : Tiadalah terbitnya
matahari ke atas seorang lelaki yang lebih hebat dari Umar " ( Riwayat
Al-Hakim, 3/96 ; Sohih isnadnya)
Hadis ini bersifat simbolik
menunjukkan kekuatan cahaya kebaikan yang dibawa oleh Umar r.a kepada umat
Muhammad s.a.w. Sebenarnya terlalu banyak hadis-hadis yang menunjukkan pujian
baginda kepada para sahabatnya terutamanya sahabat-sahabat besar seperti Abu
Bakar, Umar, Uthman, Ali, Ibn Abbas, sepuluh sahabat yang dijamin syurga dan
ramai lagi. Semua mereka berkelayakan dan kukuh imannya.
d. Kanak-kanak dipuji oleh guru dan
ibu bapanya bagi merangsang minda dan keyakinan diri si kanak-kanak.
e. Pemimpin yang telus, adil, amanah
dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugasan yang diamanahkan oleh Allah
s.w.t dengan kadar sederhana.
41 Keistimewaan Wanita
1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat
penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW
akan hal tersebut, jawab baginda: "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan
doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."
2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang
lelaki yang soleh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya,
derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena
takut akan Allah SWT dan orang yang takut akan Allah SWT maka
akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar
ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.
Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa
yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail
AS.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya maka akan tinggal
bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara
perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap
ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa
serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.
7. Dari Aisyah ra, "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu
dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka
akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka
jawablah panggilan ibumu dahulu.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup
pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana
pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat akan suaminya, maka semua ikan-ikan di
laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya
beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya (serta menjaga sembahyang
dan puasanya).
12. Aisyah ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW,
siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?
Jawab baginda, "Suaminya."
"Siapa pula berhak terhadap lelaki?"
Jawab Rasulullah SAW, "Ibunya."
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan
Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari
pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama,
maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya
(10000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,
maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya
setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin,
maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan-Nya.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia
dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya pada saat melahirkannya.
18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu
setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya
yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang
hamba dengan ikhlas untuk membela agama-Nya.
20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang
wali.
21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1000
lelaki yang jahat.
22. 2 rakaat shalat dari wanita yang hamil adalah lebih baik
daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
23. Wanita yang memberi minum susu (susu ASI) kepada anaknya
maka akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah
dalam keadaan letih maka akan mendapat pahala jihad.
25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami
yang melihat isterinya dengan kasih sayang maka akan dipandang Allah dengan
penuh rahmat.
26. Wanita yang mendorong suaminya keluar dan berjuang ke jalan
Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun
lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70000 malaikat dan bidadari.
Dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan
menunggang kuda yang dibuat dari yakut.
27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga
anak yang sakit maka akan diampunkan oleh Allah seluruh dosanya. Dan bila dia
menghibur hati anaknya, Allah akan memberi 12 tahun pahala ibadah.
28. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah"
maka akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkahan.
29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan
"bismillah" maka Allah akan berkahkan rezekinya.
30. Wanita yang menyapu lantai dengan berdzikir maka akan
mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang
hari.
32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam
hari.
33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat
dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya maka Allah mengaruniakan satu
pahala haji.
34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin,
maka dia akan dianggap sebagai mati syahid.
35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat maka akan mendapat
pahala 12 tahun shalat.
36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup waktunya (2½ thn),
maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib
baginya.
37. Jika wanita memberi susu (susu ASI) kepada anaknya yang
menangis, maka Allah akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.
38. Jika wanita memijit suami tanpa disuruh maka akan mendapat
pahala 7 tola emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh maka akan
mendapat pahala 7 tola perak.
39. Wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya maka
akan memasuki syurga.
40. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah ibadah, maka
akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.
41. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di
akhirat. Tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang menutupi auratnya,
yaitu memakai jilbab di dunia ini dengan istiqamah.
~ Dunia ~
dunia..
di
dalam mu penuh dengan kebahagiaan..
penuh
juga dengan keseronokan..
dan
tak kurang juga..
ada
kesengsaraaan..
tapi
bagi kami..
diri
mu hanyalah satu persinggahan..
dalam
perjalanan kami untuk menghadap Tuhan..
dalam
pelajaran mencari keredhaan..
dan
diri mu itu..
hanyalah
sebagai tempat semaian..
yang
akan kami bawa..
saat
dipanggil menghadap Tuhan..
indahnya
diri mu..
sehinggakan
mata tak pernah jemu..
untuk
menatap setiap perhiasan yang ada pada mu..
tapi
kadangkala..
diri
mu turut serta sebagai penggoda..
yang
akan menggoda setiap manusia..
daripada
terus mencari cinta Yang Maha Esa..
kami
memohon kepada mu wahai dunia..
janganlah..
janganlah
digoda kami yang berjiwa lemah..
tapi
bila difikir kembali..
diri
mu sebenarnya tidak bersalah..
hanya
kami yang salah dalam memilih langkah..
cantiknya..
cantiknya
segala ciptaan Yang Maha Esa..
sehingga
tidak mampu untuk diukir dengan kata kata..
tak
kan pernah jemu untuk ditatap lama lama..
sampai
ada yang tak mahu berpisah dengannya..
tapi
ingatlah wahai manusia..
semua
itu akan kau tinggalkan jua..
hanya
dosa dan pahala yang akan kau bawa..
di
saat dan ketika..
diri
mu dipanggil menghadapNya..
dunia
yang dulunya kau puja..
dunia
yang dulunya kau bersama sama dengannya..
pasti
akan kau tinggalkan jua..
hidup
di dunia bukan untuk bersuka ria..
bukan
juga untuk bergelak ketawa..
habis
tu, untuk apakah dunia dicipta ?
habis
tu, apakah fungsinya dunia kepada kita ?
jika
tidak boleh bersuka ria..??
jika
tidak boleh untuk bergelak ketawa..??
boleh..
boleh
untuk kau bersuka ria..
boleh
juga untuk kau bergelak ketawa..
akan
tetapi..
lakukanlah
secara berpada pada..
jangan
sampai diri mu terpedaya..
kerana
semuanya itu..
diwujudkan
hanya untuk menggoda..
agar
diri mu nanti akan teleka..
ambillah
dunia..
terokailah
segala yang ada padanya..
tetapi..
ingatlah
pesanan ini..
semua
itu jangan sesekali kau simpan di dalam hati..
cukuplah
sekadar menjadi penyeri..
penyeri
untuk menjadikan hidupmu lebih harmoni..
wahai
dunia..
lambat
laun..
diri
mu pasti kami tinggalkan..
hanya
menunggu masa dan ketika..
kerana
kita sama sama..
akan
dipanggil untuk menghadap Tuhan..
Langganan:
Postingan (Atom)
