Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Kamis, 10 Maret 2011

Memahami HIDUP dengan BIJAK...


Sebagian dari kita berdo'a bila hanya mendapat masalah...
Doa bukanlah "ban serep" yang kita keluarkan ketika mendapat masalah,
tetapi Doa adalah "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat...
Maka berdoalah selalu dalam setiap perbuatan kita...
Dan sholatlah (berdoalah) dalam lima waktu yang ditentukan !

Dalam setiap doa-doa kita...
Jawaban Tuhan tidak selalu "Ya"
Tetapi terkadang dijawab "Tidak ! Karena Aku punya rencana yang lebih baik untukmu."

Ketika kamu berdoa untuk orang lain,
Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka...,
Dan ketika kamu aman dan gembira,
Sesungguhnya beberapa orang telah mendoakanmu...

Berhati-hatilah dengan pertemanan Anda...
Pertemanan itu seperti sebuah buku...
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya,
Tetapi membutuhkan waktu bertahunan untuk menulisnya.

Janganlah pernah meninggalkan teman lama..
Teman lama adalah emas ! Teman baru adalah berlian!
Jika kita mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas!
Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kita selalu memerlukan dasar emas...

Sahabat Hikmah...

Mengapa kita tidak pernah maju dan diam di tempat ?
Jangan-jangan kita terlalu memperhatikan masa lalu..
Mengapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil ?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah...

Janganlah terlalu dipusingkan dalam kehidupan...
Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung buruk, bersabarlah, karena badai pasti berlalu.

Tetaplah tenang dengan apa yang terjadi...
Janganlah berpikir ini adalah akhir dari segalanya,
Karena Tuhan di atas sana tersenyum dan berkata:
"Tenang, Hamba-Ku..., itu hanyalah sebuah belokan atau pemberhentian..., bukan akhir !
Karena sesungguhnya 'kehidupan' itu Abadi... dan tidak berakhir.

Setiap masalah tidak ada yang tidak terpecahkan...
Ketika Tuhan memecahkan masalahmu,
Kamu memiliki kepercayaan pada kemampuan-Nya.
Ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu,
Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu....
Dan Dia selalu bersamamu..


http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/memahami-hidup-dengan-bijak/10150102566995849

Rabu, 09 Maret 2011

== Mana yang Lebih Baik?? Orang Miskin yang Sabar atau Orang Kaya yang Bersyukur ==


Rasulullah Muhammad SAW bersabda pada empat belas abad yang lalu, “Demi Allah, saya tidak takut dengan kemiskinan kalian, akan tetapi saya takut jikalau dunia menjadi lapang bagi kalian sebagaimana umat sebelum kalian sehingga mereka saling memperebutkannya”.
Ibnu Qutaibah dan jamaahnya berpendapat bahwa orang kaya yang bersyukur lebih baik.
Jika kita runut kebelakang, kita akan temukan orang-orang miskin yang sabar, bahkan yang berpredikat nabi sekalipun. Mereka adalah: Isa bin Maryam AS, Yahya bin Zakaria AS, Ali bin Abi Thalib, Abi Dzar Al-Ghifari, Mush’ab bin Umair, Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘Anhum.
Sebaliknya juga ada orang-orang kaya yang bersyukur, seperti: Ibrahim AS, Ayub AS, Dawud AS, Sulaiman AS, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Talhah, Zubeir, Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu ‘Anhum, dan masih banyak lagi.
Lalu mana yang paling baik?
Kalau kebenaran kita sandarkan hanya pada akal, jawaban tersebut tidak akan ditemukan. Tetapi jika standar kebenaran adalah Al-Qur’an, jawaban tersebut sangat jelas.
Allah swt berfirman,“Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian” (QS. Al-Hujurat: 13).
Lalu, seperti apa takwa yang diinginkan Islam? Kalau kita kembali runut dalam Al-Qur’an jawabannya akan semakin terlihat. Allah swt berfirman,“Maka bertakwalah sesuai kadar kemampuan kalian” (QS. At-Taghabun: 16).
Artinya stressing point dari lafal “takwa” adalah proses, dalam hal ini adalah usaha. Yakni usaha seorang hamba untuk mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (lih. QS. Al-Hasr: 7). Artinya, kebaikan bukan terletak pada kaya-miskinnya, tetapi lebih pada syukur dan sabarnya.
Bertolak dari hal ini, maka kita akan temukan golongan ketiga yang sangat sulit untuk dicari di zaman ini. Golongan ini mendapat dua predikat sekaligus; miskin dan kaya. Karena kesederhanaannya golongan ini terlihat miskin, disisi lain merupakan golongan orang yang berada dengan pendapatan yang melimpah. Dia adalah Nabi kita Muhammad SAW. Wallahu a’lam.
(Lih. Majmû’ Fatâwa Ibnu Taimiyah, Bab Al-Adâb wa Al-Tashawwuf, Fasl: Ayyu huma Afdhal; Al-Faqîr Al-Shâbir Aw Al-Ghaniy Al-Syâkir)
Dikisahkan seorang sahabat Rasul SAW, Ubay bin Ka’ab pernah memberikan gambaran yang jelas tentang hakikat taqwa. Pada waktu itu, Umar bin Khaththab bertanya kepada Ubay tentang apa itu taqwa. Ubay balik bertanya : “Apakah Anda tidak pernah berjalan di tempat yang penuh duri?” Umar menjawab : “Ya.” Ubay bertanya lagi : “Lalu Anda berbuat apa?” Umar menjawab: “Saya sangat hati-hati dan bersungguh-sungguh menyelamatkan diri dari duri itu.” Ubay menimpali : “Itulah (contoh) taqwa.”
Sedangkan, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyatakan bahwa orang bertaqwa adalah orang yang telah menjadikan tabir penjaga antara dirinya dan neraka. Orang bertaqwa berarti dia telah mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan Allah murka dan menghukumnya di neraka. Selain itu, ia juga harus mengetahui batasan-batasan (aturan-aturan) Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya.
Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan   mengadakan jalan keluar baginya dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S. At-Thalaq : 2-3).
Seorang hamba tidak dapat mencapai derajat taqwa (muttaqin) sehingga meninggalkan apa yang tidak berdosa , semata-mata karena khawatir terjerumus dalam dosa (H.R. At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
Rasulullah SAW bersabda:"Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula(pertama kali) tertimpa musibah" (HR.Bukhari)
Rasulullah Saw bersabda: “Bergaullah dengan orang yang apabila engkau memandangnya, dia akan mengingatkanmu kepada Allah, sedangkan perkataannya dapat menambah ilmumu, dan perbuatannya akan membantumu cenderung beramal untuk akhirat.” (Hadits)
Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)
Rasul mengatakan: “Man lam yaskuril qalil lam yasykuril katsir” (Siapa yang tidak bisa mensyukuri nikmat yang sedikit, dia tidak akan mensyukuri yang banyak).
Allah berjanji siapa yang mensyukuri nikmat-Nya, pasti Allah akan menambahnya lebih banyak lagi. La in syakartum la azidannakum wa la in kafartum inna adzabi la syadid (QS Ibrahim/14: 7)


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/-mana-yang-lebih-baik-orang-miskin-yang-sabar-atau-orang-kaya-yang-bersyukur-/10150141380551042

Kehancuran cinta yang membawa berkah


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rintik hujan terdengar berirama membawa ketentraman dalam jiwa, dimana siang hari itu sinar sang matahari seperti terhalang oleh pekatnya awan hitam, desir angin yang dingin meliung masuk melalui cela-cela kecil sebuah rumah yang sederhana.
Seorang wanita berjilbab dan memakai jaket tebal duduk disofa ruang tamu rumah sederhana itu, desir angin yang dingin tak sedikitpun ia hiraukan, begitu asyik kedua matanya yang sayu menatap Koran yang sedang ia baca, sesekali ia mengankat sebelah alisnya menandakan begitu serius ia membaca Koran pagi yang baru ia beli seolah ia berenang dalam barisan berita hangat yang sedang ia baca.
Setalah beberapa lama ketenangan dalam hembusan angin yang dingin menyelimuti suasana rumah yang sederhana itu, tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi.
 BLARR….”"
Seorang gadis yang lebih muda darinya membanting pintu dengan keras sambil menangis tersedu-sedu berlari masuk kekamar yang ada di ruang tengah, seketika suasana yang penuh ketenangan dan kedamaian hancur bagaikan diterjang badai.
Dengan wajah penuh kebingungan perempuan yang ada di ruang tamu itu meletakkan Koran diatas meja kemudian berjalan menuju ruang tengah hendak menyusul kekamar seorang gadis yang sedang menagis tersedu-sedu yang tidak lain adalah adiknya sendiri.
Tanpa basa basi ia masuk kekamar ruang tengah itu, ia dekati adiknya yang sedang terlentang diatas tempat tidur sambil menangis tersedu-sedu, dengan ucapan penuh kasih sayang seorang kaka`, ia mencoba bertanya bermaksud untuk menenangkannya.
Kamu kenapa dek Ulfa…?? Kenapa kamu menangis…??
Kaka`….. hik…hik…hik..”"
Jawab-nya dengan tangis semakin meladak sembil memluk kaka`nya erat-erat, dengan penuh kasih sayang  sang kaka` mencoba menenangkan nya serta mengulangi pertanyaan nya sambil mengelus-elus rambut adiknya yang indah dan panjang bagaikan mahkota sang bidadari.
Kamu kenapa dek Ulfa…??   Apa yang membuat mu seperti ini…??
Aku putus dengan fiki…ka`….”" hik…hik…hik..”"
Jawabnya dengan suara yang terputus-putus, seraya tangisnya semakin meledak-ledak dan memeluk kaka`-nya semakin erat, sang kaka` hanya tersenyum mendengarkan jawaban adiknya.
Ooo… jadi Cuma itu masalahnya….??
Iya udah menkhianati aku ka`..!”
Mulutnya  mengisak dan matanya  menangis tiada henti..“
Terus kenapa adik menangis….?? seharusnya kamu tegar dan harusnya adik Ulfa ni…senang….”“
maksud kaka` apa ko` aku harus seneng aku sedih ka`…!”“
tahan emosi kamu dengerin kaka` dulu dong…..” didunia ini siapa yang paling kamu cintai jujur saja”“
aku memang masih mencintai pengkhianat itu ka`….!”“
Oooh, begitu…. jadi adik Ulfa… lebih mencintainya dari pada mencintai Allah dan  Rasulullah apakah adik Ulfa… juga tidak tiga kali mencintai ibu kita dari pada ayah kita ?”“
dan pernah kah adik menangis karna cinta kepada alloh…” pernah kah adik bersedih karna rindu pada rosululloh…” pernah kah orang yang adik cintai memberi kasih saying melebihi kasih sayang seorang ibu…”
Kata sang kaka` dengan tegas berusaha memberi pangertian pada adik kesayangannya.
maksud kaka`?”“
begini adikku yang manis….”"  Adik.. boleh mencintai yang lain selain Allah tapi jangan sampai adik terlena oleh cinta selain alloh karna adik akan  di mabuk oleh  syahwat..yang sengaja setan hias sedemikian rupa!!!”“
lalu bagaimana cara Ulfa.. mencintai-Nya ka`…?? Aku selalu meninggalkan perintah-Nya dan menjalani larangan-Nya?”“
Jangan berputus asa adikku. Lebih baik mulai sekarang kau memakai jilbab, membatasi pergaulan dengan laki-laki, mengerjakkan solat baik fardu atau jika kau sanggup kerjakanlah yang sunnah jangan bolong-bolong ya….. nah jika adik lakukan itu semua  adik pasti bisa   mencintai Allah lebih dari segalanya…!”
perkataan kaka`-nya membuat dingin kepala dan menyejukkan hatinya. Membuatnya tersadar dari kehidupan yang selama ini membelenggunya.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kehancuran-cinta-yang-membawa-berkah/10150140920811042

BERTAUBATLAH, MESKI BERKALI-KALI TERJEBAK DALAM DOSA YANG SAMA


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Tentu, sangatlah besar dosa orang yang menunda-nunda taubat, atau yang sengaja berniat melakukan dosa, untuk kemudian bertaubat atas dosanya itu. Kita sama sekali tidak dianjurkan melakukan hal itu. Namun, kelamahan jiwa kita sebagai manusia, kadang menjebak kita dalam perbuatan dosa yang sama hingga berkali-kali, dan kita senantiasa bertaubat atas dosa tersebut.
 Apakah dalam kondisi demikian kita layak terus bertaubat?
YA, bahkan itu HARUS DILAKUKAN. Meski itu terjadi berkali-kali, seperti disebutkan dalam sebuah hadits qudsi, di mana Allöh berfirman, “Seorang hamba melakukan dosa dan berdo’a, ‘
Ya Robbi, aku telah melakukan dosa maka ampunilah aku.’
 Robbnya berfirman, ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu”
 Kemudian waktu berjalan dan orang itu tetap seperti itu hingga masa yang telah ditentukan Allöh, hingga orang itu kembali melakukan dosa yang lain. Orang itupun kembali berdo’a, ‘Ya Robbi, aku kembali melakukan dosa, maka ampunilah dosaku.’
Allah berfirman, ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu”
Kemudian waktu berjalan dan orang itu tetap seperti itu hingga masa yang telah ditentukan Allah, hingga orang itu kembali melakukan dosa yang lain. Orang itupun kembali berdo’a, ‘Ya Robbi, aku kembali melakukan dosa, maka ampunilah dosaku.’
 Allah berfirman, ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu’... dan silahkan dia melakukan apa yang dia mau...” [Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan Muslim lihat: al-Lu’lu’ wa al-Marjan (1754) dan lihatlah: Fathul Baari juz 13 hal. 46 dan setelahnya]
Ini fenomena yang umum terjadi, di masa sekarang ini, dimana senantiasa terjadi tarik-menarik antara kubu para pelaku dosa dan kubu orang-orang yang bertaubat. Masing-masing kubu bersenang hati menerima kehadiran kembali seseorang yang selama ini berpisah dari mereka. Orang-orang yang bertaubat senang menerima hadirnya pelaku dosa yang kembali bertaubat atas dosa-dosanya. Begitu pula, para pelaku dosa akan riang gembira menyambut orang sholih yang kembali menggeluti dosa-dosa lainnya.
 Maka, begitu banyak orang yang menjadi korban tarik- menarik itu. Berapa banyak orang sholih yang akhirnya terjebak dalam dosa, yang dari dosa itu dahulu ia pernah bertaubat. Dan sayangnya, itu terjadi berkali-kali sepanjang hidupnya. Namun, selama ia tulus bertaubat dan ingin memperbaiki diri, tak ada istilah pintu taubat tertutup baginya, selama nyawa belum sampai di kerongkongan, atau matahari belum terbit dari arah barat.
Sekali lagi, kita sama sekali tidak berhak menunda-nunda taubat, dengan berpegang pada kemurahan Allah, rahmat dan ampunan Allah. Alaöh memang Maha Pemurah, tapi Allah juga Maha Perkasa, Maha Hebat siksa-Nya. Kita harus sadar, bahwa kapanpun maut bisa saja menjemput kita.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/bertaubatlah-meski-berkali-kali-terjebak-dalam-dosa-yang-sama/10150140898896042

SADARI KEKHILAFAN DIRI


Bismillaahirrahmanirrakhiim...

Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat). dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". ... See More
Qs. Al-Hasyr [59]:18
Sahabat, ketika cahaya kesadaran datang menghampiri, terasa begitu dalam sesal yang menggumpal di dalam diri. Teringat akan lembaran masa lalu yang kelam, tentang orang-orang yang pernah kita sakiti, tentang prilaku diri yang begitu sering melakukan kekhilafan, tentang bhakti kepada kedua orang tua yang belum kita sempurnakan, tentang cela dan aib diri yang belum sempat kita mohonkan ampunan dan tentang rangkaian perjalanan hidup yang seringkali diselimuti oleh dusta dan kebencian.
Telah begitu panjang perjalanan yang kita lalui, tanpa kita sadari, telah begitu banyak kita menorehkan tinta hitam dalam sejarah kehidupan kita. Astaghfirullah, itulah kalimat yang seharusnya kerap kita ungkapkan, atas kekeliruan hati yang salah dalam memanfaatkan kehidupan.
Ketahuilah sahabat, noda hitam (dosa) yang kita biarkan melekat pada cermin hati kita, ia akan sulit untuk dibersihkan. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan dosa, maka dalam hatinya terdapat satu noda hitam. Dan apabila ia bertaubat (kembali ke jalan lurus) dan beristighfar. Noda hitam itu terhapus dari hatinya. Namun apabila dosa itu bertambah, maka noda hitampun bertambah hingga menutupi hatinya.” (Hr.Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
Sungguh..kalaulah kita mau jujur terhadap diri ini, betapa sedikit ketaatan kita kepada-Nya dan begitu sering kita mengkhianati segala kenikmatan yang di berikan-Nya. Tampaknya, kita harus bertanya kepada diri ini, kenapa hati begitu keras membatu, hingga kebenaran tak jua menyatu. Kenapa diri ini begitu bodoh dan tak jua menyadari, padahal, begitu nampak didepan kita hamparan kemaha besaran Allah yang tak tertandingi oleh apapun.
Rasanya tak pantas diri ini selalu mengharap kebaikan, dimana saat yang lain begitu sering kita tampakkan kejelekan. Rasanya tak pastas kita mengharapkan ampunan, sementara pada saat yang sama kita melakukan kemaksiatan. Rasanya tak pantas kita menjadi hamba pilihan, karena segala perintah dan larangan tak jua tergerak untuk kita laksanakan.
Sahabat, Setiap tapak kaki kita yang tertinggal sesungguhnya adalah saksi dari perjalanan hari-hari. Hanya orang yang bodoh yang membiarkan hari-harinya tersia-siakan dengan kebathilan, hanya orang yang jahil yang membiarkan waktu hidupnya tercampakan dengan kelengahan dan merugilah keduanya karena kesempatan yang diberikan Allah tak dimanfaatkan untuk kebaikan. Kita sering mengira, bahwa kita telah melakukan kebaikan.
Mungkin selama ini kita menduga, bahwa kita telah sempurna melakukan ketaatan, merasa sudah begitu banyak menjalankan kebaikan. Tetapi ternyata, semua itu hanyalah fatamorgana. Nampak begitu baik dalam persangkaan kita, ternyata begitu buruk dalam pandangan Allah. Kenapa demikian, karena ketaatan yang kita kerjakan hanyalah sekedar menginginkan pujian dan kebaikan yang kita tunjukan tidak diringi dengan keikhlasan.
Umar Ibn Khattab pernah memberi nasehat; “Hisablah diri kalian sebelum dihisab, timbanglah diri kalian sebelum ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang agung (hari kiamat), dihari itu kamu dihadapkan kepada pemeriksaan, tiada yang tersembunyi dari amal perbuatan kita barang satupun”. Sahabat, marilah kita bangun sesuatu yang telah kita robohkan, bersihkan aqidah kita yang telah tercemar dengan kemusyrikan.
Jernihkan niat dan tekad yang telah kita keruhkan dengan ketidak ikhlasan. Manfaatkan kesempatan hidup ini selagi masih terbuka pintu harapan Bukalah gerbang kesadaran agar tersibak pintu rahmat dan ampunan. Berbuat baiklah selagi masih punya kesempatan dan bertaubatlah kepada Allah sebelum azal datang menjelang. Tegurlah hati kita yang sedang terlena, agar tidak jatuh terjerat oleh rayuan dunia yang fana. Tegurlah jiwa kita yang gelisah dan goyah, agar tetap menjadi hamba yang mulia.
Sadarilah sahabat, terkadang jiwa kita selalu cenderung pada kelezatan yang sesaat, maka didiklah ia dengan baik agar selalu taat. Temukan jalan kita diantara sekian banyak jalan yang telah membelokkan tujuan hidup kita. Mohonlah selalu hanya kepada Allah agar ditetapkan iman dan Islam kita, sebab itulah jalan yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat.Temukan jalan kita dengan berusaha memahami siapa, dari mana dan mau kemana kita hidup. Ajukan pertanyaan ini kepada bathin kita ini dengan khusu’, Insya Allah kita akan menemukan jawaban itu dengan kejernihan pikiran.
Penting untuk kita renungkan nasehat yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim dalam al-fawaid, dia memberi nasehat kepada kita: “Jika pada pagi dan sore hari seorang hmba perhatiannya hanya kapada Allah saja, maka Allah akan menjamin seluruh kebutuhannya dan menanggung semua apa yang di cita-citakannya. Allah juga akan mengosongkan hatinya untuk Ia isi dengan mahabbah-Nya dan menjauhkan lidahnya dari menyebut selain Allah untuk kemudian Ia hiasi dengan zikir kepada-Nya, serta memelihara anggota badannya dari kemaksiatan, sehingga ia bergegas untuk mentaati-Nya.
Sebaliknya, jika sepanjang hari perhatian dan kecenderungan kita hanya kepada dunia, maka Allah akan menimpakan berbagai kesusahan dan kedukaan padanya dan akan menyerahkan persoalannya kepada dirinya sehingga jiwanya hampa daro mahabbah kepada Allah. Lidahnya sibuk dengan menyebut-nyebut selalin Dia dan anggota badannya berat untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. Ia akan letih akan letih melayani dunia dan tidak bisa memberi manfaat kepada yang lain. Dengan kata laian, orang yang menolak beribadah kepada Allah dan tidak mencintai-Nya, maka ia akan terjebak kedalam penyembahan dan penghambaan kepada makhluk dan dijadikan oelh Allah sibuk berkhidmat kepada selain-Nya. Allah berfirman:
"Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang maha pemurah (al-Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang meyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya" (az-Zukhruf:38).
Maha suci Allah…yang memahami segala aib yang tersembuyi, yang maha penerima taubat orang-orang yang tersesat. Tiada pujian yang pantas kita berikan membandingi pujian kepada-Nya. Semoga Allah menghunjamkan kesadaran dihati kita untuk menyadari kekeliruan, mengampuni setiap kemaksiatan. Bersyukur kepada-Nya yang telah menciptakan kita dengan kemuliaan dan kesempurnan. Semoga Allah swt membimbing kita pada jalan yang dirdhoi-Nya, menjauhkan pada jalan yang di murkai-Nya.Amien...


http://www.facebook.com/notes/melati/sadari-kekhilafan-diri/184050038300046

HATI-HATI JEBAKAN SYETAN


Bismillaahirrahmanirrakhiim....

Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan syetan. Syetan suka mendorong dirimu untuk mencegah berniat melakukan amal saleh.
Dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata.Syetan mengetahui bahwa jika orang Mukmin melakukan amal saleh, dia mendapat pahala berlipat. Sebab niat melakukan amal salehnya dihitung sebagai satu kebaikan.
Karena itu syetan tidak rela melihat orang Mukmin mendapat dua pahala sekaligus. Engkau jangan terjebak dalam lamunan. lamunan hanyalah angan-angan melakukan kebaikan tanpa dibarengi dengan tekad untuk melaksanakannya.
Niat yang dihitung sebagai kebaikan adalah niat yang dilaksanakan secara nyata dan niat yang terhalang suatu uzur ketika engkau hendak melaksanakannya ( Tsabit Al-Bannani )
Perbanyaklah niat melakukan kebaikan. Sebab niat melakukan kebaikan termasuk amalan yang baik bagi orang Mukmin.
Berniat melakukan kebaikan adalah perbuatan yang tak tampak sehingga selamat dari riya. Namun inggatlah meskupun niat melakukan kebaikan tidak kelihatan oleh mata , ia dapat terserang penyakit ujub. Hati-hatilah dengan syetan.
Setan selalu mengincar setiap saat. Dia tidak pernah lengah dan tidak mengantuk. Lain halnya dengan dirimu. Kamu mudah lalai dan banyak kantuk. Hanya orang yang mendapat karunia Allah yang selamat dari godaan setan.
Perbanyaklah olehmu memohon perlindungan kepada Allah darinya ( Al-Thai )
Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah.
Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat pujian.
Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalnkan aturanNya.
Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain ( Mu’adz bin Jabal )
Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan.
Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan.
Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya.
Kobarkanlah semangtmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas.
Tidak ada musuh yang paling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut.Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu ( Al-Hakim Al-Turmudzi )
Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalau menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan.
Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun kertika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran.
Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan ke hati2an. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan
Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadamu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. ( Al-Muhasibi )
Jihad yang paling besar adalah memerangi hawa nafsunya sendiri...maka berhati hatilah dalam mengendalikan hawa nafsumu.Karna  syetan tidah akan berhenti menggoda manusia untuk berbuat dosa dan maksiat walaupun di balut dengan baju ketaatan,kecuali bagi orang orang yang ikhlas...

Wallahu a"lam bishowab...             


http://www.facebook.com/notes/melati/hati-hati-jebakan-syetan/185144978190552

Tanda Tangan Allah


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
===========================

Setiap pelukis pasti menandai lukisannya dengan tanda tangannya. Seorang Basuki Abdullah misalnya, disetiap lukisannya pasti ada tanda tangannya. Walaupun tanpa tanda tangan Basuki Abdullah pun, sebenarnya para pengamat lukisan pasti dapat mengenal i bahwa itu adalah lukisan karya Basuki Abdullah. Karena setiap pelukis memiliki gaya dan karakter tersendiri yang menjadi cirri lukisannya.
Bagaimana dengan Allah sang Maha Pencipta? Tanpa tanda apapun kita dapat mengenali dan meng-imani bahwa alam semesta ini adalah ciptaanNya. Mengapa? Karena kita tahu dari hasil penelitian selama ini, betapa rumitnya dan betapa teraturnya alam semesta ini, yang menandai bahwa alam semesta beserta isinya adalah buah karya dari sosok sang Maha Pencipta. Tidak mungkin alam semesta yang serumit ini, semuanya berkait berkelindan terajut dengan sempurna, adalah hasil dari kebetulan belaka sebagaimana disangkakan oleh orang-orang atheis.
Lalu, apakah Allah membubuhkan tanda Nya pada makhluk ciptaanNya?? Ya, sahabat semua, Allah tidak lupa membubuhkan tanda tangaNya pada diri manusia. Mengapa? Karena manusia adalah buah karya yang terbesar, sosok makhluk yang diberiNya sebagian dari sifat-sifat Allah sendiri, dan sosok makhluk yang paling indah yang pernah Allah ciptakan. Dengan kata lain, manusia adalah “master piece” atau karya terbesar dari Allah SWT.
Oleh karena itulah dalam diri manusia terdapat tanda tangan Allah. Baik dia kafir maupun beriman, entah Ia percaya akan adanya Allah atau atheis, baik ia menyangka Allah itu Esa ataupun menyangka Allah itu lebih dari satu, baik manusia itu menyangka Allah berbeda dari semua makhluk ataupun orang itu menyangka Allah itu menyerupai manusia.. tetap saja semua memiliki tanda tangan Allah yang sama.
Tanda itu terdapat pada telapak tangan semua manusia. Jika kita lihat pada telapak tangan kanan kita, nampak secara garis besar, guratan garis tangan yang menyerupai tanda “I” dan “Λ” dalam angka arab IΛ adalah symbol angka “18”. Sedangkan pada telapak tangan kiri kita akan nampak secara guratan garis tangan yang menyerupai tanda “Λ” dan “I” dalam angka arab ΛI adalah symbol angka “81”. Mungkin pada beberapa orang ada yang guratan ini tidak jelas atau titik temunya tidak rapat, namun jika kita tilik dengan seksama, tetap saja membentuk tanda “IΛ” dan “ΛI”. Jika kita jumlahkan angka ini 18 + 81 = 99. Angka 99 ini adalah banyaknya nama-nama Allah atau dikenal dengan Asmaul Husna yang disebutkan di dalam Al-Qur’an.
 Mungkin sebagian orang yang skeptic menganggap ini adalah hasil dicocok-cocokan saja, atau buah dari kebetulan saja. Orang seperti ini sama seperti orang atheis tadi yang menganggap kerapihan dan kerumitan alam ini adalah buah dari kebetulan belaka.
Kita ambil perumpamaan jika kita lempar sebuah dadu, terkadang muncul bagian atas adalah no.1, terkadang no. 6 dan terkadang nomer lainnya. Jika kita lempar dadu 3X berturut turut mendapat angka 6 terus, mungkin kita masih bilang itu terjadi kebetulan saja. Tapi bila ratusan kali kita lempar dadu, atau bahkan jutaan dan miliaran kali kita lempar dadu, keluarnya angka 6 terus, pasti Anda akan berkesimpulan dadu ini sudah diakali dan disengaja agar keluar angka 6 terus. Tidak mungkin ini adalah hasil dari kebetulan. Artinya ada keterlibatan oknum berakal dibalik kemunculan dadu yang teratur tsb.
Demikian pula diri manusia. Jika sekali-kali tanda di tangan itu ada, sekali kali tidak ada, maka bolehlah kita mengatakan bahwa tanda itu tercipta karena kebetulan belaka. Tapi jika setiap manusia, milyaran manusia di bumi ini memiliki tanda goresan tangan yang sama, maka pasti ini adalah sesuatu yang disengaja dan diatur.
Jadi sahabat semua, jika dalam diri kita sudah tergores tanda tangan Allah sendiri, yaitu 99 nama Allah, tidak malukah jika kita tidak beriman padaNya? Jika dalam diri kita sudah tergores tanda tangan Allah sendiri, yaitu 99 nama Allah, masihkah kita mencari-cari Tuhan lain selain Allah? Masihkah kita beriman pada nama-nama Tuhan lain selain Allah? Tuhan manakah yang engkau sembah? Tuhan yang memiliki 99 asmaul husna? Ataukah Tuhan yang bapak dan nenek moyang kalian saja yang mengada-adakan? Janganlah engkau membodohi diri sendiri. Renungkanlah dengan hati jernih sahabatku…

Wassalam..semoga bermanfaat


Hidup Bersama Rasul


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
===========================

Muqodimah
Sahabat, sekalian. Sebelumnya Risna mau mengucapkan selamat maulid Nabi buat sahabat sekalian. Sholawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw.
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-NYA membaca shalawat kepada Nabi (SAW); wahai orang-orang yang beriman bacalah sholawat dan sampaikan salam sebaik-baiknya kepada-Nya (Nabi SAW).
Sahabatku yang insya Allah di rahmati Allah. Begitu banyaknya manfaat Sholawat di diri kita jika kita selalu ingat untuk bersholawat. Check this out :
  1. Menenangkan hati, Sahabat tentu akan menjadi lebih tenang jika selalu bersholawat.  Jika sahabat meragukannya, silahkan coba sendiri.
  2. Dalam ceramah maulid nabi semalam mengatakan bahwa Rasullah saw bersabda “ Aku tidak Ikhlas jika umatku tidak masuk ke dalam surga bersamaku”. Subhanallah, begitu cintanya rasul kepada umatnya, sehingga beliau masih memikirkan nasib kita. Sedangkan kita sendiri saja jarang memikirkan diri kita sendiri, apalagi mau memikirkan orang yang mencintai kita.
  3. Sahabat, jika kita mendengar orang menyeru Muhammad, maka sewajarnya kita menyambutnya dengan bersholawat “Shallahu’alahiwasalam” Hal ini untuk menganggungkannya dan membedakan, bahwa Muhammad kita yakini bahwa nabi kita. Menginggat banyaknya orang yang bernama Muhammad. Hal ini untuk membedakan Muhammad orang yang biasa dan Muhammad Baginda Rasul kita.
Namun, barangsiapa yang melalaikan dan enggan untuk bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, maka ia juga akan merasakan akibat dan dampak dari kelalaiannya itu. Rasulullah SAW bersabda “Termasuk orang yang bakhil adalah orang yang apabila namaku disebut ia tidak bershalawat atasku.” (HR. Tirmidzi)
  1. Waw, indahnya sholawat di hidup ini jika sahabat merasakannya. Percayalah, gemar bersholawat maka kita insya Allah akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Imam Muhammad al-Baqir berkata bahwa Ra-sulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat kepadaku dan tidak bershalawat kepada keluar-gaku maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya akan tercium sejauh perjalanan 500 tahun.”
Setiap orang yang jatuh cinta tentunya akan selelu menybutkan namanya. Jika sahabat mengaku yakin bahwa sahabat bahwa nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir dan sahabat sangat mencintainya. Tentu sahabat akan selalu bersholawat kepada beliau.

Mudah-mudahan kita menjadi sosok yang lebih baik untuk nanti dan esok.
Wassalamulaikum wr. wb.


Aku Pasti Akan Menikah


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================

Sebuah motivasi untuk saudariku yg gelisah menunggu datangnya sang pujaan hati.

Dari Seorang Perempuan biasa: for everyone !

Aku akan menikah
Tahun ini juga
Meski belum ada tanda dariNya

Aku akan menikah
Bulan ini juga
Meski belum jelas kepastian dariNya

Aku tetap ingin menikah
Meski banyak hal yang masih samar
Aku akan selalu optimis
Karena keyakinan yang kan membuktikan
Suatu saat ku pasti kan menikah

Baca Qur'an Saja,
Ketika kita merasa jenuh
Baca Qur'an saja, bisa hilang jenuhnya

Ketika kita merasa sepi
Baca Qur'an saja, bisa hilang rasa sepinya

Ketika kita tak bergairah
Baca Qur'an saja, bisa semangat lagi

Ketika segala sesuatu terasa membosankan
Baca Qur'an saja, bisa jadi lain

Ketika kita kebingungan memutuskan sesuatu
Baca Qur'an saja, bisa lebih tenang

Ketika banyak ketidaknyamanan dalam hati kita rasakan
Baca Qur'an saja, beda rasanya...

Baca Qur'an saja bisa merubah semuanya
Bisa buat diri jadi lebih baik
Bisa buat diri jadi yang terbaik
Bisa menghantarkan diri ke kebaikan

Baca Qur'an saja sudah begitu berarti
Belum menghapalkannya
Apalagi mengamalkannya
Subhanallah !

Kupikir..... . pasrah saja

Waktu aku datang ke sebuah undangan silaturahmi
Ku pikir calon suamiku ada di sana
Ternyata tidak ada...

Waktu aku gabung ke dalam kegiatan tarbiyah
Ku pikir calon suamiku ada di situ
Ternyata tidak ada juga...

Ketika aku taaruf
Ku pikir dia calon suamiku
Ternyata bukan

Ketika segala upaya tlah dikerahkan
Ketika berbagai ikhtiar tlah dilalui
Seolah-olah sudah tidak ada jalan lagi
Ya sudah, pasrah saja !

Demi Engkau, ya Robb...

Ya Robb, aku mohon pada Mu
Karena ku tahu hanya Engkau
Yang paling bisa kupercaya

Betapa sayangnya Engkau padaku
Engkau sengaja menunda masa khitbahku
Karena Engkau ingin aku dekat dengan Mu
Hanya dengan Mu saja.....

Engkau sengaja menunda hari bahagia itu
Karena Engkau tahu
Kesendirianku membuat diriku
Akan semakin mengingat Mu

Terima kasih ya Robb...
Engkau memang segalanya bagiku
Dan akan selalu begitu
Sampai tidak ada batas waktu
Bahkan jika akhirnya hari yang kutunggu itu datang
Aku akan tetap memohon
Semoga Kau jodohkan aku dengan seorang
Yang buat aku makin mudah tuk dekat dengan Mu
Lebih mudah untuk istiqomah di jalan Mu
Lebih banyak kebaikan yang kutebarkan
Lebih banyak manfaat yang kupersembahkan
Demi Engkau, ya Robb
Aamiin....

Ikhlas, Sabar, Ridho

Keikhlasan itu datang dalam hatiku
Disaat ku nanti khitbahnya
Kesabaran hadir dalam hatiku
Di saat ku tunggu kepastiannya
Keridhoan itu ada dalam hatiku
Ketika sampai sekarang belum ada kejelasan darinya

Keikhlasan, kesabaran, keridhoan
Semuanya itu tak kan pernah muncul di hatiku
Tanpa kehendak Mu

Ya Allah, semuanya kini terserah pada Mu
Karena ku yakin Engkau tahu jalan yang terbaik
Hanya Engkau yang berhak memberikan yang terbaik
Dan hanya Engkau Maha Menguasai hati

Buat apa tarbiyah ?

Katanya tarbiyah,
Tapi kenapa selalu mengeluh
Merasa tidak enak, mengeluh
Merasa tidak puas, mengeluh

Katanya tarbiyah,
Tapi selalu saja sibuk
Sibuk mengingat kekurangan orang lain
Sibuk menceritakan keburukan orang lain

Alasannya cuma sekedar curhat
Tidak bermaksud negatif, apa bedanya?
Kalau curhat cuma ke satu orang
Tapi kenapa semua orang jadi tahu?

Bukankah tarbiyah itu seharusnya menambah ilmu?
Bukankah kita yang bertarbiyah ini seharusnya berilmu?
Bukankah tarbiyah mengajarkan supaya jadi lebih pemaaf?
Bukankah tarbiyah mendidik supaya jadi lebih solutif?

Ternyata yang penting bukan tarbiyahnya
Tapi kemauan merubah diri ?tuk selalu menjadi lebih baik
Jadi, buat apa tarbiyah kalau akhirnya orang lain jadi sakit?

Terserah kamu...

Aku ada di sini, kamu ngga ada
Aku cari kamu di sana, tapi kamu ngga ada
Aku sampai datang ke sana, kamu ngga ada
Aku jauh-jauh ke sana, kamu ngga ada

Kamu jauh sih...
Lalu, kapan kita ketemunya?
Maunya aku hari ini juga
Sekarang juga, saat ini juga

Siap kah kamu ?
Walau hanya silaturahmi saja?
Syukur-syukur kalau jadi khitbah
Kalau ngga, tidak jadi masalah, bukan?

Kamu takut ditolak?
Kamu masih minder?
Kamu masih mikir finansial?
Kamu masih ragu?

Pasti segudang alasan yang akan kamu buat
Pasti banyak alasan yang akan kamu beri
Pasti kamu lagi bingung mana alasan yang tepat

Terserah kamu saja...
Yang penting aku sudah kasih kamu kesempatan ikhtiar
Moga ALLAH memudahkan langkah ikhtiar & kemantapan hati !

Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…



http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-aku-pasti-akan-menikah/195399780488677

CONTOHLAH SETAN..!!!


Bismillah,

Judul artikel ini mungkin membingungkan dan ‘terkesan’ menyesatkan. Tapi ada baiknya dibaca dahulu hingga selesai, baru berkomentar. :-)

Setan diciptakan ALLOH SWT sebagai musuh yg mesti diwaspadai oleh manusia. Namun bukan berarti tidak ada sifat ‘baik’ pada diri setan, ataupun hikmah yg bisa dipelajari oleh manusia. Rasululloh SAW sendiri pernah berdialog dg Iblis.

Lantas, apa saja sifat2 ‘baik’ setan yg patut ‘ditiru’ oleh manusia? Saya dapatkan dari seorang teman, berikut ini sifat2 setan yg mesti dicontoh manusia:
1.      Pantang menyerah, setan akan selalu menggoda imam manusia sebelum tujuannya tercapai.

2. Selalu berusaha, setan selalu mempunyai
usaha yang kreatif dan inovatif untuk menggoda manusia agar terjerumus di dalam dunianya.

3. Konsisten, setan tidak pernah mengeluh walaupun dia gagal untuk menggoda manusia, tapi dia tetap pantang menyerah.

4. Solider, setan tdk pernah saling menyerang satu sama lain, akan ttp mereka selalu berkerja sama dlm mencapai tujuan yaitu menggoda manusia.

5. Jenius, setan memang pintar untuk menggoda manusia. Ia dapat menciptakan ide-ide kreatif dan tidak plagiat.

6. Tanpa pamrih, setan melakukan pekerjaan menggoda manusia 24 jam nonstop dan tidak meminta imbalan sedikitpun tidak seperti kita.

7. Suka berteman, setan selalu ingin berteman dan dapat menjaga pertemanan (Setia, solider) agar temannya di neraka kelak akan banyak.

Tentu saja, sifat2 setan tersebut mesti kita terapkan dalam hal kebajikan, bukan seperti yg setan lakukan.

Semoga berguna.


http://rullyvaradita.blogspot.com/2011/02/contohlah-setan.html

Selasa, 08 Maret 2011

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW


Tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, bertepatan pada 15 Februari 2010 seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.
Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad.
Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.
Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.
Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.
Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.
Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.
Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.
Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umat manusia.
Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/makna-dan-hikmah-maulid-nabi-muhammad-saw/193670803985909

"Detik-detik Rasulullah jelang Sakaratul Maut."


Detik-detik Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam menjelang Sakaratul maut,Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning burung-burung gurun pun enggan mengepakkan sayapnya.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah:
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.
“Assalaamu’alaikum….Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan Khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
‘Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit Sakaratul Maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu,”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“umatku, umatku, umatku”
dan….PUPUSLAH KEMBANG HIDUP MANUSIA MULIA ITU………
Kini, mampukah aku  mencintai sepertinya ?


http://www.facebook.com/note.php?note_id=497891611915&id=1814755964&ref=mf

"Memetik Hikmah KATA 'Pernikahan."


Isteriku,,,
maafkanlah aku.,,
Aku bukanlah yg terbaik seperti keinginanmu,
Aku akan berusaha 'menjadi' lebih baik seperti 'harapan'mu.

Isteriku,,,
maafkanlah aku..
bila selama ini belum dapat 'mewujudkan semua 'impian'mu
Maafkanlah atas segala khilaf yg tlah aku lakukan,,,
jangan pernah 'tanam'kan rasa kebencian itu padaku,,,
Dan jangan maafkan daku,,, karena keterpaksaan di hatimu,,,
by. Suami-mu,,,,:)

~Abriansyah M Noor.~

Jawaban Istrimu...

'Suamiku,,,
maafkan aku karena selalu menyusahkanmu!

Suamiku,,,
Aku ikhlas menjalani Taqdir Allah bersamamu!

Suamiku,,,
maafkan aku tarkadang aku lalai menjalankan kewajibanku,

Suamiku,,,
Kalau aku berbuat salah Aku selalu takut kau tak memaafkanku,,
tapi kamu selalu tersenyum dan berkata''Kau adalah istri terbaikku''

Terima kasih Suamiku.....

by. Rossita Khumairah Najwa

Sahabatku yang dicintai,,:)

MAHABBAH atau "Cinta itu adalah kecenderungan hati kepada sesuatu. Kecenderungan ini boleh jadi disebabkan lezatnya yang dicintai atau karena manfaat yang diperoleh daripadanya. Cinta sejati antar manusia terjalin bila ada sifat-sifat pada yang dicintai sesuai dengan sifat yang didambakannya. Rasa inilah yang menjalin pertemuan antara kedua pihak dalam saat yang sama dicintai dan mencintai."
 MAWADDAH, Yaitu sesuatu di atas cinta yang seharusnya mengikat hubungan suami istri.
Mawaddah, maknanya berkisar pada kelapangan dan kekosongan . Kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Demikian menurut pakar M. Quraish Shihab.
 Mawaddah itu adalah cinta plus. Bukankah yang mencintai, -disamping akan terus berusaha mendekat dan mendekat- sesekali hatinya kesal juga, sehingga cintanya pudar, bahkan putus.
 Sedang bagi orang yang didalam hatinya bersemi mawaddah atau cinta plus itu, dia tidak akan memutuskan hubungan, seperti yang biasa terjadi pada orang yang bercinta.
Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan, sehingga pintunya pun sudah tertutup, tidak bisa dihinggapi keburukan lahir dan batin, yang mungkin datang dari pasangannya. Mawaddah adalah cinta plus yang tampak dampaknya pada perlakuan, serupa dengan tampaknya kepatuhan akibat rasa kagum dan hormat kepada seseorang.
 Rahmah adalah kondisi psikologis, yang muncul di dalam hati, akibat menyaksikan ketidak berdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan untuk melakukan pemberdayaan.
Karena itu, dalam kehidupan keluarga masing-masing suami dan istri akan bersunguh-sungguh , bahkan bersusah payah, demi mendatangkan kebaikan bagi pasangannya. Rahmah itu menghasilkan kesabaran, murah hati, tidak angkuh, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, tidak pemarah dan tidak pendendam.
Ia menutupi segala sesuatu dan sabar menanggung segalanya. Sementara mawaddah tidak mengenal batas dan tidak berkesudahan. Mengapa Al Quranul Karim menggaris bawahi hal ini dalam rangka jalinan perkawinan. Agaknya karena betapapun hebatnya seseorang , pasti dia memiliki kelemahan.
 Dan betapapun lemahnya seseorang pasti ada juga unsur kekuatannya. Suami dan istri tidak luput dari keadaan demikian, sehingga suami dan istri harus berusaha untuk saling melengkapi.
(Q.S. An Nisa : 1) Artinya : Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan menciptakan darinya (diri itu) pasangannya
(Q.S. Ar Rum : 21) Artinya : Allah menjadikan dari diri kamu pasangan ?
 Firman-firman tersebut mengandung isyarat, bahwa suami dan istri harus dapat menjadi diri pasangannya dalam arti masing-masing harus merasakan dan memikirkan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasangannya dan masing-masing harus mampu memenuhi kebutuhan pasangannya itu.
  (Q.S. Al Baqarah : 187) Artinya : Istri-istri kamu adalah pakaianmu dan kamu adalah pakaian mereka Ayat tersebut tidak hanya mengisyaratkan, bahwa suami dan istri saling membutuhkan, melainkan juga berarti, suami dan istri --masing-masing menurut kodratnya memiliki kekurangan, --harus dapat berfungsi menutup kekurangan pasangannya itu.
 Sahabat calon suami- istri serta sahabat  rahimakumullah. Para pakar mengatakan, bahwa kasih sayang disuburkan dengan kesadaran, tak seorang pun yang sempurna. Kekurangan yang dimiliki istri boleh jadi dimiliki juga oleh suami dalam bentuk yang lain. Kesalahan yang dilakukan oleh suami dapat juga dilakukan oleh istri dalam bentuk yang sama atau yang lain. Kesadaran demikianlah yang dapat memelihara dan menyuburkan kasih sayang. Akan tetapi jika kasih sayang itu pun putus, jangan putuskan pernikahan, karena ada amanah yang harus dipertahankan.
AMANAH. Istri adalah amanah bagi sang suami dan suamipun amanah bagi sang istri. Tidak mungkin orang tua  dan keluarga dari masing-masing akan merestui suatu pernikahan  tanpa adanya rasa percaya dan aman.
 Suami, demikian juga istri, tidak akan menjalin hubungan kecuali jika masing-masing merasa aman dan percaya kepada pasangannya. Penikahan ini bukan hanya amanat dari mereka, melainkan juga amanat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bukankah ia dijalin atas nama Allah dengan menggunakan kalimat-Nya.
 Sahabat Rahimakumullah,,,
Ada seorang pria datang kepada saidina Umar Radhiyallahu 'Anhu  dan menyampaikan rencananya menceraikan istrinya. Umar, Kahalifah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam yang kedua itu berkomentar antara lain : Dimana engkau letakkan amanah yang telah engkau terima itu.
 Lalu beliau membaca firman Allah : (Q.S. An Nisa: 19) Artinya : Seandainya kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah/jangan ceraikan ). Mungkin kamu tidak mrnyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
Sahabat yang dicintai, calon suami istri,  Rahimakumullah,,,
 Amanah itu terpelihara dengan mengingat Allah. Kebesaran, kekuasaan dan kemurahan-Nya. Ia dipelihara dengan melaksanakan tuntunan agama.
Siramilah amanah itu dengan shalat walau pun hanya lima kali sehari. Bersama kita  Camkan beberapa ketentuan dan nasehat berikut ini:
(QS. Al Maidah:1) Artinya:
 "Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad perjanjian ."
(Q.S. At Thalaq:6). Artinya :
"Tempatkanlah mereka (istri) itu dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.
(Q.S. Al Baqarah:228). Artinya :
"Para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf , dan para suami mempunyai satu derajat di atas para istri Tahukah ananda, apa yang dimaksud dengan derajat itu? Derajat itu adalah kelapangan dada suami terhadap istri untuk meringankan sebagian kewajiban istri.
 SAHABAT YANG DICINTAI, MARI BERSAMA KITA  LAKSANAKANLAH SEMUA PERINTAH ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA  DAN JANGAN LANGGAR LARANGANNYA, ANTARA LAIN ADALAH :
(Q.S. Al Isra' : 23). Artinya:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan akh dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Allah subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-rum: 21).
Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman tentang beberapa sifat para hamba-Nya:
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan  jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata: Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wa salam bersabda:
“Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap para isterinya.”
(HR. Turmizi, ia berkata: hadits hasan shahih).
 Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu dari Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wa salam, beliau bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Amir adalah pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin keluarganya. Orang perempuan adalah pemimpin rumah dan anak-anak suaminya. Maka setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya.”
(Muttafaq 'Alaih).
Orang bijak berkata:
Wahai anakku,
"Jadilah terhadap suamimu bumi tempat dia berpijak, niscaya dia akan menjadi bagimu langit tempat engkau berteduh.Terimalah pemberiannya, walaupun sedikit, dengan penuh rasa syukur dan perkenankanlah permintaanya dengan penuh rasa hormat. Perhatikanlah arah matanya tertuju dan hidungnya mengendus. Jangan sampai kedua matanya melihat sesuatu yang buruk dari penampilanmu dan jangan pula hidungnya mengendus, kecuali harum semerbak dari dirimu."

Wallahu bitaufik walhidayah,


http://www.facebook.com/notes/memetik-hikmah-disetiap-kata-kejadian/memetik-hikmah-kata-pernikahan/201185993240977

Merenungi Nyamuk


Pagi hari ini, iseng karena saya tak bisa tidur, saya pun membuka situs favorit saya: Wikipedia. Sambil bermalasan, saya membuka satu persatu menu yang ada, dan, wow, saya terkejut ketika saya menemukan info yang baru bagi saya: yang menggigit kulit kita hanyalah nyamuk betina —nyamuk jantan hanya memakan nektar bunga!
Saya pun berdecak kagum, merasa aneh dengan info ini. Saya pun meng-klik kata nyamuk, dan info yang diberikan pun semakin beragam.
Salah satunya, ternyata, nyamuk betina yang menggigit kulit kita, pun bukan untuk ia makan —seperti nyamuk jantan, nyamuk betina pun hanya mengkonsumsi nektar bunga. Ia menggigit kulit kita, menghisap darah, hanya karena mengambil protein secukupnya, untuk memberi nutrisi pada telur yang dikandungnya.
Ya Subhanallah. Betapa kita sering dzalim dengan makhluk kecil yang sedang ingin mmpertahankan hidupnya dan kehidupan telur yang dikandungnya. Ia hanya mengambil sedikit protein dari darah kita, yang kita sendiri pun tak mempunyai hak miik untuk protein tersebut. Lantas, dengan sombongnya, kita katakan bahwa nyamuk adalah hewan pengganggu, berisik, penyebar penyakit, harus diberantas...
Ya Subhanallah, saya baru menyadari, bahwa benar-benar manusia adalah makhluk yang sangat dzalim.
###
Okelah, katakan ia mengganggu karena menggigit kulitmu. Tapi sahabat, seperti yang sudah kau baca barusan, bahwa ia tak menggigit untuk menyakitimu —ia hanya mengambil sedikit protein yang ada dalam darahmu, untuk mempertahankan hidup telurnya.
Dan lagi, janganlah hanya melihat konteks 'ia mengganggu'. Lihatlah pada diri kita sendiri. Apakah kita pernah mengedepankan keinginan kita, ingin menuruti keinginan kita, dengan menutup mata dari perasaan orang lain? Kita menuruti keinginan diri kita, dan dalam waktu yang sama kita tak peduli bahwa kita menyakiti salah seorang sahabat kita.
Ambil lagi contoh lain, ketika ada seorang pengemis, atau anak jalanan meminta uang padamu. Dan, kamu tak memberinya uang. Saat itu, adakah sedikit perasaan bersalah dalam hatimu? Sedangkan orang tersebut, atau anak tersebut, tentu saja kecewa dengan sikap dinginmu.
Cukup dari dua misal ini saja, apakah kita masih tak malu mengatakan bahwa nyamuk adalah makhluk pengganggu? Bukankah manusia sendiri dengan dua contoh kecil diatas, yang bisa kamu terapkan pada kejadian-kejadian lainny, adalah 'makhluk pengganggu' yang lebih parah daripada nyamuk?
Saya selalu suka dengan peribahasa yang berkata, kau melihat kuman diseberang sana. Sedangkan gajah didepan matamu, kau tak melihatnya! Peribahasa yang sarat introspeksi diri.
 ###
Sisi lain, okelah, katakan ia berisik, berdengung-dengung ditelinga kita. Tapi, sahabat, sebagai Ummat Islam, haruslah kita beriman pada ayat Alquran yang berkata, artinya, "Dan tak ada satupun (makhluk), kecuali ia bertasbih dengan puja-puji tuhannya, akan tetapi kalian tak mengerti bagaimana mereka bertasbih."
Sahabat, siapakah yang berkata padamu, bahwa ia berdengung ditelingamu untuk mengganggu tidur nyenyakmu? Apakah tak baik, jika kita berkata, 'Ah, mungkin dengungan inilah cara nyamuk bertasbih pada Allah.' Dari situ, kita pun tersadar dan berdzikir pada Allah. Pas lah keadaanmu dengan ayat yang artinya, "Dan ingatlah Tuhanmu ketika kau lupa!"
Okelah, anggap ia mengganggu, meski dengan tasbihnya yang berdengung-dengung itu. Tapi, ambillah pelajaran, apakah nyamuk ini, yang selalu bertasbih pada Allah, lebih baik dari kita yang lupa dariNya —ditambah lagi merasa sebal dengan suara dengungan itu?
Mungkin, jika kita boleh memperkirakan, nyamuk yang berdengung itu mungkin berpikir, 'Kenapa makhluk berkepala besar ini tercipta, jika kepala besar ini sama sekali tak mengingat Allah? Kalau saja kepala besar ini dirubah menjadi ribuan nyamuk, yang semua berdzikir pada Allah!"
Saya suka dengan doa sebagian orang shaleh, "Ya Allah, aku selalu mendzalimi diriku dengan kedzaliman yang banyak, maka, ampunilah aku."
###
Dan dikesempatan lain, seringkali terdengar bahwa nyamuk adalah hewan berbahaya yang menyebarkan penyakit.
Saya tak memungkiri fakta ini —memang secara ilmiah ini terbukti. Tapi, saya hanya bertanya-tanya, mungkin kamu, sahabat, mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya.
Saya merasa aneh saja, kenapa malaria dan DBD baru saja muncul diakhir-akhir ini, sebagai wabah yang menakutkan. Lantas, dimana saja nyamuk penyebab penyakit-penyakit tersebut sebelumnya?
Pribadi, saya tetap tak bisa menyalahkan nyamuk-nyamuk tersebut. Kata agama, bencana dan wabah penyakit, akan turun pada ummat manusia, jika memang kerusakan telah menyebar luas. Saya menilai, bahwa nyamuk-nyamuk itu hanyalah pengirim pesan saja, seakan berkata, 'Hei, manusia! Tak ingatkah kalian pada Allah yang menugaskan kalian untuk menjaga alam? Kami, nyamuk kecil yang tak berharga dimata kalian, pun mampu menjadi bencana besar untuk kalian, tentu atas izin Allah. Ingatlah kembali Allah!"
Ya, karena wabah penyakit itu, tak muncul kecuali karena ulah tangan usil manusia. Allah telah berfirman yang artinya, "Telah terlihat kerusakan didaratan dan lautan, karena ulah tangan manusia!"Satu syair arab yang sering membuat saya berpikir berkata, "Terkadang, mata tak percaya pada sinar terang matahari hanya karena ia sakit. Dan karena sakit, mulut pun berkata bahwa air terasa pahit
###
Sifat asli kemanusiaan, memang selalu saja ingin merasa bawa dirinya benar, bahwa dirinya berkuasa, selalu lupa pada Penciptanya. Alquran seringkali menampakkan fakta sifat asli manusia, seperti salah satu ayat yang berkata, "Sesungguhnya manusia benar-benar dzalim (akan diri sendiri atau pada lainnya) dan benar-benar bodoh."
Sahabat, jika kita memang ingin terbebas dari sifat buruk kemanusiaan, dengarkanlah ayat Alquran yang berkata yang artinya, "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada pada kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengingatkan dalam kesabaran."
Allah pun selalu berkata pada orang-orang beriman tersebut, yang telah 'naik tingkat' dan meninggalkan sifat buruk kemanusiaan, dengan kata-kata "orang berakal", "orang yang berpikir". Cukuplah sebagai bukti, ketika Islam diasaskan pada satu hal paling dasar berupa ilmu, ketika Allah mewahyukan pada Rasul untuk kali pertama, "Bacalah!"
Ya, karena Islam dibangun dengan Ilmu. Dan, seseorang, akan menjadi manusia yang berbeda dengan manusia lainnya, ketika ia berilmu.
Dan, jika seorang muslim telah berilmu, tak ayal ia harus masuk pada firmanNya yang berkata, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya, adalah orang-orang yang berilmu"!
Sahabat, antarkan ilmu yang kamu peroleh pada satu hal: alat yang membuatmu mengingati kebesaranNya, dan membuatmu takut kepadaNya.
Sahabat, buatlah semua hal yang ada didepan matamu, sebagai hal-hal yang selalu mengantarkanmu untuk mengingat akan KekuasaanNya dan KebesaranNya. Karena Allah tak menciptakan alam ini, kecuali sebagai 'jalan' yang Dia persiapkan agar kita selalu mengingatiNya.
###
Ya, nyamuk, makhluk kecil itu pun, bukanlah sebuah pengganggu seperti yang sekilas terlintas dalam otak kita. Tapi, nyamuk, adalah makhluk yang pula bertugas penting: mengingatkan bahwa kita, manusia, pun sering lupa bahwa kita sering banyak bersalah. Nyamuk juga bertugas mengingatkan, "Hei, manusia, berdzikirlah, ingatlah pada Allah, Tuhanmu Yang Menciptakanmu!"
Nyamuk, dimata saya dengan kacamata pandang diatas, bukan lagi makhluk remeh.
Subhanallah, Mahasuci dan Mahabesar Allah yang telah menitipkan segala peringatan untuk kita, pada makhluk kecil ini.
Tugas terakhir untuk saya: Setelah ini apakah saya mau berubah menjadi manusia yang lebih baik?

Doakan saja :) .


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/merenungi-nyamuk/10150140871446042

DALAM PENGHARAPAN


Waktu tak pernah berhenti berputar
Tak terasa tiba di penghujung tahun
Setahun berlalu penuh aral tajam menerjang
Memporak porandakan bangunan hati ku
Lihat aku Rabb..
Begitu banyak dosa yang ku perbuat
Begitu sering ku mengabaikan Mu
Dalam setiap hela nafas ku
Dalam setiap detak jantung ku
Semestinya Engkau selalu ada
Tapi apa Rabb..
Kerap ku duakan Engkau
Mengemis kasih pada mahluk Mu
Walau tak sedikitpun dia melihat pada ku
Tak henti juga aku berharap akan tumbuhnya kasih
Rabb..
Hanya cinta Mu yang tak berbatas
Melingkupi hati setiap mahluk Mu
Dengan segala kemahaan Mu
Engkau hidupkan jiwa-jiwa pencinta
Aku tahu Rabb..
Engkau tak butuh penghambaan ku
Engkau tak butuh pengakuan ku
Engkau tak butuh itu semua
Tapi akulah yang membutuhkan Mu
Rabb lihat hati ku
Ingin ku tunduk hanya pada Mu
Bercengkrama di pertengahan malam ku
Bersujud di gelaran sajadah kumal ku
Bergumul dengan doa dan pengharapan
Rabb..
Dengan kasih dan sayang Mu
Tunjukkan pada ku dimana pelita kecil ku

>>>*<<<


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/dalam-pengharapan/10150139356966042

Kue Perkawinan


Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan. Bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan. Silahkan mencoba!!!
^_^

  Bahan :
1 pria sehat
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

Bumbu:
 1 balok besar humor,
 10%hasrat dan 90%cinta 25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari (tapi lebih baik jika lebih dari itu Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).

Tips:
1. Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
 3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak:
1. Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek "Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat mencoba.. .. ..


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kue-perkawinan/10150139266176042

Ono Kodok diMPLOK, Ono Kadal diUNTAL


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Bagi Orang jawa, bahasa diatas tidaklah susah untuk memahaminya. Sebuah “lelucon” yang disematkan bagi manusia yang suka “NYANTAP” semua hal. Tidak lagi mempedulikan halal, makruh bahkan Haram sekalipun masuk “tong sampah” yang berwujud perut.
Pernah suatu ketika saya teringat akan sebuah candaan seorang teman di kampung saya.
“sebuas-buasnya Singa atau macan paling hanya makan daging, tapi kalau sebuas-buasnya manusia, tidak hanya daging, Uang Rakyat, bahkan ASPAL pun dimakan”. Saya kemudian diceritakan tentang Proyek pengaspalan jalan Kampung yang sebagian ASPAL bantuan dari “ATAS” disunat oleh Jajaran “yang mengurusi”.
Hmm, bisa jadi menjelang pemilu banyak orang tergila-gila ingin nyari muka (baca : kursi perlemen) agar bisa ngeMPLOK Kodok ataupun ngUNTAL Kadal proyek-proyek yang bernilai Wah….. Sehingga tak jarang diantara mereka yang memakai politic money, memakai ijazah palsu, ataupun mencari pendukung di kalangan pelacur.
Dilain waktu bisa pula menggunakan Aji Mumpung. Mumpung ada Kodok yaa diMPLOK, adanya Kadal yaa diUNTAL. Aji mumpung memang bisa digunakan sebagai senjata untuk mengembalikan “modal” awal jadi wakil rakyat, minimal BEP.
Namanya juga manusia, para perumus Undang-undang negara Indonesia juga punya anak dan istri, butuh bayar listrik, butuh bayar air, butuh bayar cicilan rumah, butuh bayar cicilan mobil mewah, bayar simpanan-simpanan, dan bayar-bayar yang lain. Sehingga benaknya tidak bakalan lepas dari kepentingan pribadi.
So, kita juga sendiri yang menilai “kepantasan” beliau-beliau calon wakil rakyat dalam membuat Undang-undang. Kalau memang jauh dari kriteria pantas, masihkah memiliki harapan pada beliau?. Bukankah harapan bagi kaum muslimin hanyalah kepada Allah dan orang-orang yang beriman??


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/ono-kodok-dimplok-ono-kadal-diuntal/10150138500406042

@}~~Jawaban Istikhorohku~~{@


♥●♥__♥●

Awalnya kupikir ini tentang memilih. Karena mereka, insya Allah, adalah ikhwan-ikhwan yang shalih. Aku mengamati perubahan mereka dan, subhanallah, mereka telah menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Dan aku mencintai mereka karena Allah.
Seorang dari mereka menaruh harapannya padaku. Ia ingin aku menjadi calon penghuni surga bersamanya menjadi istrinya. Hhh, akhirnya kata-kata indah yang selalu kutunggu itu terdengar juga... dari sahabatku. Sahabat terbaikku, yang sangat mengerti diriku dan akupun memahami dirinya. Dia seorang ikhwan yang baik, yang membuatku sempat berfikir bila suatu hari dia melamarku maka aku tak akan punya alasan apapun untuk menolaknya. Karena begitu baiknya dia.
Namun pemikiran itu berubah saat seorang ikhwan yang lain datang ke dalam kehidupanku. Dialah yang mengirimkan pesan-pesan singkat dan panggilan-panggilan tak terjawab. Seseorang yang tak pernah terlintas di benakku sedikitpun, namun akhirnya mengisi ruang khusus di hatiku. Ia tak pernah memberi keputusan ataupun sebuah janji. Namun setiap kata darinya menyiratkan bahwa ia cenderung padaku. Wallahu'alam.
Dia seorang yang sopan, yang sangat menghormatiku. Kebaikan akhlak serta keelokan parasnya membuatku berfikir bukanlah wanita seperti aku yang pantas baginya. Dia bagaikan seorang pangeran. Sikapnya yang sulit kutebak sungguh membuatku merasa bahwa aku hanyalah teman biasa baginya.
♥●♥__♥●♥
Aku menjalin persahabatan dengan keduanya, tanpa sepengetahuan masing-masing dari mereka. Karena mereka pun bersahabat dekat. Banyak ilmu yang kudapat dari mereka. Merekalah tempat aku bertanya dan meminta nasehat, begitu pula aku bagi mereka. Menurutku persahabatan ini biasa saja, tidak melewati batas norma. Semuanya tentang dakwah. Namun aku merasa hubungan ini tidak bersih. Karena tidak ada persahabatan yang tidak melibatkan hati. Dan aku telah menzhalimi diriku sendiri.
Aku ingin melepaskan diri dari mereka agar aku bisa berpikir jernih dan hatiku menjadi bersih. Aku memang ingin menikah. Tapi tidak dalam situasi seperti ini. Aku berpikir bahwa aku harus memilih salah satu dari mereka. Namun aku hanya menipu diriku sendiri.
Setelah shalat istikharah kudirikan dengan doa agar Allah memberiku jalan yang terbaik, kupikir aku telah mendapatkan jawabannya. Karena setiap hal yang aku lakukan selalu tertuju padanya, sang pangeran. Sungguh aku telah memperdaya akalku dan hatiku telah lalai menempatkanNya.
Pinangan sahabatku tidak kuterima. Walaupun bisa kubayangkan masa depanku akan cerah bersamanya. Ia menerima keputusanku dan tersadar bahwa ia telah menyia-nyiakan waktunya memikirkan aku. Dan pada saat yang sama, sang pangeran pun menyatakan keinginannya untuk melepaskan diri dariku. Ia pun tersadar telah menyia-nyiakan waktunya untukku. Yah, jalan itu masih panjang... dan mereka pun memilih mencintai Sang Kekasih Sejati dari pada diriku.
Subhanallah, bagaimana aku tidak semakin mencintai mereka. Dan jelaslah, bahwa mereka berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Berat bagiku menghadapi kenyataan bahwa aku telah kehilangan sahabat-sahabat terbaikku. Namun aku bersyukur mereka meninggalkan aku demi Surga yang siap menerima orang-orang yang kembali ke jalanNya. Dan ke sanalah pula aku akan menuju. Inilah jawaban istikharahku.
♥●♥__♥●♥
Kembali pada Allah, yang akan selalu ada untukku. Yang tak akan pernah meninggalkanku. Yang selalu mengetahui kebutuhanku dan menyediakannya. Yang selalu mendengar keinginanku dan mengabulkannya. Yang selalu mendengar keluh kesahku dan membantuku mengatasinya. Yang selalu cemburu bila aku melupakannya walau sekejap mata. Yah, Dialah Sang Kekasih Sejati yang kusadari cintaNya meliputi seluruh alam untukku.
Tentang jodoh. aku tak akan memusingkannya lagi. Seperti halnya takdir lahir dan takdir mati. Tak akan mundur atau maju sedetikpun. Aku yakin seseorang di luar sana telah diciptakan Allah khusus untukku. Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan.
Mungkin dia adalah salah satu dari mereka, mungkin juga bukan. Bila mereka bagiku adalah ikhwan yang baik namun tak satupun dari mereka Allah izinkan untuk menikahiku, maka aku yakin Allah telah menyiapkan ikhwan yang jauh lebih baik dari mereka untukku. Karena aku tahu Allah tak akan pernah mengecewakanku. Dan kudoakan semoga mereka dikaruniai istri yang shalihah yang jauh lebih baik dari yang pernah mereka bayangkan sebelumnya. Karena Allah tak akan pernah mengecewakan hamba-hambaNya.
disadur dari kisah nyata seorang sahabat hati :-)


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/jawaban-istikhorohku/10150137867521042

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu


♥●♥__♥●
Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria.
Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
♥●♥__♥●♥
Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.
Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita.
Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.
Apa yang memeng menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)
Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.
♥●♥__♥●♥
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :
“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)
Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!
Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/10150137845391042