Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Jumat, 04 Maret 2011

CINTAKU YANG HENING


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.
Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari sepekan.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja"
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam.


Kamis, 03 Maret 2011

Haramnya sebuah Pacaran atau Halalnya sebuah Pernikahan?


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Pacaran bukanlah sesuatu yang asing lagi pada zaman ini.terutama bagi anak2 muda.tanyalah,anak muda mana yang tidak berpacaran?mungkin ada,tapi hanya segelintir sahaja.sedangkan mayoritasnya sedang enak berpacaran dengan alasan ingin menumpahkan kasih sayang….
lebih parah lagi,apabila perkara ini dilakukan oleh aktivis da’wah sendiri.
“kami berpacaran untuk menda’wah mereka”
“kami ingn mengajak mereka mendekati Islam”
renunglah sebuah kisah tentang da’wah dusta ini…
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Buah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.
Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.
Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.
Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.
Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.
Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.
Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.
”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”
Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”
”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”
Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”
Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”
”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”
Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”
”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini kita tanpa sadar melupakan satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; sang gadis sama sekali tak mengindahkan da’wahnya. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.”
Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. Mula-mula hanya mengagumi wajah. Lalu membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. Kemudian membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, bagaimana jika percakapan diteruskan tanpa batas waktu?
”Kesalahan itu”, kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, ”Telah terjadi sejak awal.” Apa itu? ”Mereka berkhalwat! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini.”
Ya. Mereka berkhalwat! Bersepi berduaan. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah ”Da’wah dusta!” Da’wah dusta. Da’wah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.
taken from: Jalan Cinta Para Pejuang/Cinta Bersujud Di Mihrab Taat/Selingan Cinta dari Khazanah Lama
by Salim A. Fillah
saudaraku,
adakah kita masih ingin berpacaran sedangkan sudah ada pernikahan?
tepuk dada…tanya iman….


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/haramnya-sebuah-pacaran-atau-halalnya-sebuah-pernikahan/10150135391121042

“Titipan Biru Samudera”


Setelah datangnya sebelum pagi
Masih gelap mimpi-mimpi tertidur
Sejak tak berdaya sulingkan basa-basi
Akankah matahari tetap menjadi penunggu
Sendiri duduk terpaku dengan malu-malu

Satu kaki menyela perbincanganku pada bintang
Sendayu itu perlahan datang menjemput tanganku
Segera raihan menjadi pelipur kemarau biru
Sekiranya matahari memeluk dedaunan
Rerumutan berjalan hiasi taman-taman
Ilalang berbicara sampaikan rundungan
Muara menanti datangnya aliran

Saat itu telah ku duduki harmoni malam
Sangat kuat hantaman pun juga melembutkan
Teruntuk diriku sambut selembar dedaunan
Nanar memancar leburkan keindahan

Bukan saja mereka disana
Penunggu gubuk itu sudah rindu akan telaga
Kemarau biru terus mengejar dan bertanya
Hingga tiba waktunya bercerita
Tentang dirinya bukan hanya sekedar mutiara

Aku lukisan tak berkanvas
Tak cukup warna mencampurnya
Sekiranya lautan tertumpah luas
Seandainya semesta gambarkan dirinya
Masih saja hambar tak bergula

Aku bukan pemiliknya
Pun tak bisa menyempurnakannya

Aku hanya bisa membuat secangkir embun
Sejukkan jutaan kerongkongan massa
Biar segar waktu itu bergelora
Hingga lantunan pun mampu terdengar mesra
Di bawah naungan KeharibaanNya

Titipan ini untukku juga kalian semua
Semoga kita bisa menjaga dan memelihara
Segala Karunia serta Anugerah pemberianNya

>>>*<<<


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/titipan-biru-samudera/10150134370851042

Teka Teki Jodoh .........


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
memang bisa dibilang jodoh itu teka-teki
tapi bukan seperti teka-teki silang
yang ini jelas lebih rumit
dan lebih misterius

rumit karena kita tidak bisa diuraikan
tidak bisa dirumuskan
lebih misterius
karena siapa yang tahu si a jodohnya si b
atau si c jodohnya si d dan seterusnya < terusin sendiri ya ampe z>

jodoh hanya bisa diterima
kita bisa berdoa untuk jodoh kita
dan hanya bisa berbuat baik agar mendapat jodoh yang baik pula

tapi siapa bisa menebak
apalagi mematok
oh..
jodoh kita si a atau si b < terusin lagi yach ampe z>
yang mungkin hanya karena indikator2 tertentu
misalnya wajahnya mirip...
atau banyak kesamaan ...
atau karena kita betul-betul ngebet sama dia

jangankan pacar..
juga tunangan < sebetulnya kata ini kurang tepat karena dalam
Islam yang ada bukan seperti tunangan yg ada sekarang , tapi
khitbah , tapi disebutnya gimana , masa khitbaers
hi..hi..>
orang yang akan menikah saja bisa batal kok ,
karena belum jodoh .
apalagi ,maaf, gebetan atau incaran < yang belum tentu , bisa
jadi sih sama2 mau . Kita mau sama dia , dia mau muntah sama kita,
hi..hi..
enggak kok, just kidding>

so...
bagi yang akhwat nih
banyak-banyak saja berdoa semoga orang yang menjadi soulmate kita nantinya
orang yang berkepribadian
punya mobil pribadi , rumah pribadi < walah,,,klo yang ini kayanya sudah
kerasukan jin materialisme bin kapitalisme>

maksudnya ya berkepribadian Islam , orang yang faqih dalam agama, bisa jadi pemimpin
keluarga yang samawwi .
Minimal kaya mushab bin Umair < wah kalo ini mah namanya borongan>

atau mungkin minta suami yang berwibawa
wi...bawa mobil, wi..bawa laptop, wi..bawa rumah < kayanya gak kuat deh>
wah ...klo yang ini kayanya kerasukan lagi nih.

selain itu boleh juga mengikuti jejak bunda khodijah ra.
untuk menawarkan duluan.Dan itu juga bukan sesuatu yang memalukan
wanita mulia seperti khadijah RA pun pernah.

bagi yang ikhwan < cowo>
kayanya bisa langsung take action nih klo sudah siap
take action untuk mengkhitbah ...
klo belum siap , jangan coba-coba untuk menyatakan cinta karena bisa mengotori hati dan
mengikis keimanan kedua belah pihak .Karena ternyata
gak jarang orang yang sudah faham masih melakukan
yang satu ini.
Dan saat mengkhitbah harus siap mental nih
kan pilihannya dalam mengkhitbah itu cuma menang dan menang.
Menang diterima, atau menang-gung malu klo ditolak
Dan memilihnya pun bukan hanya lantaran fisik.
Karena cinta itu beda dengan nafsu , bro.
Pernah salah seorang ikhwan sedang mencari jodoh
lewat seorang teman yang punya kakak lelaki
ditulislah sederet kriteria dari akhwat yang dicari
masyaALLAH no.1-10 full fisik
1. manissssssssssssss
2. putih atau sawo < tapi bukan sawo hitam>
3. langsing
4. tinggi badan seimbang
5. ...dll ampe no.10

wah.... ini maunya sapi atau gimana
kaya iklan mencari model saja
tapi saya yakin masih banyak ikhwan , yang pertama dijadikan pertimbangan adalah
ketaqwaan .
begitu juga para akhwat.
karena ketaatan kita pada AllAh SWT , sebagaimana juga yang disabdakan oleh Rasul.
So..selamat menemukan jodoh < tapi jangan coba-coba , buat jodoh kok coba-coba>,istikharoh dulu.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/teka-teki-jodoh-/10150134230481042

TENTANG AYAH


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada
dirinya,menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung
pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji!

Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun
ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama
bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu
main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil
(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung
di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu
mencarinya.
Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia
tampak lucu dan menyayangi.
Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia
menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak
kepala *_~

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih,
agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar
kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika
terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup
Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta
bantuan.
Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia
merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan
rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" ^_~
Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang
dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. *_~
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia
bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan
malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu
dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan
rasa tidak setujunya.
Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu
di hari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan.... .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan
menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap
semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa
banyak kerutan di dahinya....
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan
kebiasaan merokoknya.. ..
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya
disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika
anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya
kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu persis seperti caranya....
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...
Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat
dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang
lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu....
Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik....
Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Alloh, bahkan dia akan
membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena
diapun mencintaimu karena cintaNya.

Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk
setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga
sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk
tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di
bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai, untuk tetes
"air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku,
untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati.
Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan
.......jazakallah bil jannah, " semoga Allah mengganti semuanya
dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Alloh beri,
semoga...... .."

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt. ..! Tau gak
siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/tentang-ayah/10150134216846042

SURAT BUAT ANAKKU


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Syair bermula dengan Bismillah,
Hadapkan jiwa kepada Allah,
pencipta ayah dari semula,
sampai kelak ditiup sangkakala.

Syairku ini ungkapan hati,
untuk anakku pria sejati,
masa yang panjang akan kau titi,
sampai kelak berjumpa mati.

Ayah bermadah pada ananda,
selagi nafas masih di dada,
berharap saat berakhir sudah,
disisi ayah engkau berada.

Engkau adalah putra bungsuku,
dirumah tinggal engkaulah satu,
jadi cahaya penyedap mataku,
menghibur jiwa sepanjang waktu.

Jiwamu lembut bagaikan sutra,
kena sedikit sudah terluka,
bicara keras ayah tak bisa,
halus dirimu sangat perasa.

anakku…
Didalam kurang tersimpan lebih,
jiwa yang lembut sangat pengasih,
tak bisa biarkan orangtua letih,
apalah lagi sampai merintih.

Usiamu sudah sebelas tahun,
sudahlah wajib syarat dan rukun,
halal dan haram harus kau himpun,
tingkah dan laku mulailah santun.
Kadang kulihat engkau tersedan,
tak tahu ayah sebab gerangan,
untuk bertanya ayahpun segan,
takut matamu semakin hujan.

Kulihat engkau disaat tidur,
kakimu sudah panjang membujur,
tapi terkadang masih ngelindur,
ungkapan hati yang engkau kubur.

Anakku…
Padamu ayah sangat berharap,
jagalah iman supaya mantap,
selalu sopan dalam bersikap,
bersunnah kala sedang bersantap.

Mulai belajar dengan disiplin,
banyak berdoa ibadah rajin,
kurangi main kalaulah mungkin,
Insya Allah sukses ayah yakin.

Kalaulah ingin bermain bola,
janganlah langsung habis sekolah,
pakaian kotor membuat cela,
susah dicuci robek terbelah.

Hafalan Quran engkau aktifkan,
doa yang ma’tsur engkau hafalkan,
nasehat umi engkau indahkan,
Niscaya malaikat akan sayangkan.

Belajar mulai hidup prihatin,
banyak temanmu yang sangat miskin,
hampir tak pernah pergi ke kantin,
bajupun kadang tambalan kain.

Kalau hatimu selalu kau jaga,
nasehat ayah resapkan juga,
ibadah keras jiwa dan raga,
niscaya kelak kan masuk surga.

Anakku…
Malampun kian bertambah larut,
dinginnya tulang rasa mengkerut.
ananda sudah dibawah selimut,
kerjaan ayah masih carut marut.
Inilah cinta seorang ayah,
perduli badan letih dan payah,
semua telah rapuh dimakan usia,
dipaksa keadaan apalah daya.

Bukannya ayah sedang mengeluh,
sendi-sendipun rasa kan luluh,
baju dibadan keringnya peluh,
semoga anakku selalu patuh.

Kalaulah kelak usiaku panjang,
lepaskan engkau dimasa bujang,
tetapi maut tiada diundang,
setiap saat pasti kan datang.

Kalaulah ayah pergi dahulu,
doakan ayah dimalam dalu,
doamu ayah harapkan selalu,
diampuni ayah mogalah tentu.

Anakku sayang permata jiwa,
usiku kini berajak tua,
mata pun makin rabunlah sudah,
bekerja berat badanpun lelah.Disaat sunyi ayah munajat,
diberi engkau mulia derajat,
dikabul Allah yang engkau hajat,
dilindunginya sepanjang hayat.

Tatkala coba datang melanda,
ingatlah ayah wahai ananda,
kenanglah saat bersama indah,
tegarkan iman didalam dada.

Syair ayah sampai disini,
nanti kan ayah lanjutkan lagi,
berharap ayah pada Ilahi,
Selamat engkau sampai ke mati.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/surat-buat-anakku/10150134208656042

METAMORFOSIS


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Menjadi KARANG-lah, meski tidak mudah
sebab ia kan menahan sengat binar mentari yang garang
sebab ia kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa
...tanpa kenal hari
melawan bayu yang keras menghembus
dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan
sebab keteguhannya kan menahan hempas badai yang datang
menggerus, terus menerus
ia kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus
ia akan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad,
tanpa rasa jemu dan bosan

Menjadi POHON-lah yang tinggi menjulang
meski itu tidak mudah
sebab ia kan tatap tegar bara mentari
yang terus menyala di setiap siangnya
sebab ia kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar
ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir

sebab ia hujamkan akar yang kuat menopang
untuk menahan gempita hujan yang coba merubuhkan
dan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengeyangi
sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung
yang singgah di dahannya
lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya

Menjadi PAUS-lah, meski itu juga tidak mudah
sebab dengan sedikit kecipaknya ia akan menggetarkan ujung samudera
sebab besar tubuhnya menakutkan musuh yang coba mengganggu
sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya

Menjadi MELATI-lah, meski tampak tak bermakna
sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan
ia begitu putih seolah tanpa cacat
sebab ia tak takut hadapi angin dan hujan dengan mungil tubuhnya
ia tak pernah iri melihat mawar yang segar merekah
dan tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi
ia tak pernah dengki dan rendah hati
pada keanggunan anggrek dan tulip yang berwarna-warni

Menjadi ELANG-lah dengan segala kejantanannya
meski itu juga tidak mudah
sebab ia melayang tinggi menembus birungya langit
melanglang buana taklukan medannya
sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru
ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh
menukik tajam mencengkeram mangsa
dan kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya
bersama kepak sayap yang membentang gagah

Menjadi KUPU-KUPU-lah, meski itu juga tak mudah
sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini
ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan
dan belajar lebih banyak berdiam
untuk menunggu waktu yang tepat tentang keindahan
sebab ia bersembungi menahan diri dari segala yang menyenangkan
hibgga tiba saat untuk keluar dan bagikan kebaikan.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/metamorfosis/10150133871736042

Wahai kekasihku, calon suamiku…


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Pimpinlah rumah tangga kita dengan sebaik-baiknya
Jadikan aku teman sejatimu,
tempat engkau bersandar
Terbukalah padaku,
kan kujaga semua rahasiamu
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Jadilah engkau teladan yang baik bagi keluarga
Sempatkanlah untuk menjadi imam dalam sholat
Hiasilah rumah kita dengan ketakwaan kepada Allah
Amalkan sunnah Rasul sekuat yang kau mampu
Bimbinglah anak-anak kita
menjadi pribadi Muslim yang cerdas dan berakhlak mulia

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Bergaullah dengan ma’ruf terhadapku
Jadilah engkau suami yang penyayang dan sabar
Janganlah kau bertindak aniaya terhadapku
Jika aku berbuat kesalahan dan kemungkaran…
Jangan kau hukum aku dengan memukul aku
Tapi, ajarilah aku dengan hati dan lisanmu
Ingatkanlah aku dengan cara yang ihsan
Tahan amarahmu dan bersikaplah pemaaf

Sayangi dan hormati orang tuaku, juga saudara-saudaraku
Jika ada yang tidak kau sukai dari mereka,
simpanlah rasa itu
Dan tetaplah kau jaga silaturrahim dengan mereka
Jangan pula kau jauhi mereka
karena selamanya mereka adalah keluargaku

Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak
Jadilah engkau suami yang bertanggung jawab
Berilah nafkah sesuai kemampuanmu
Pasti kuterima dengan qona’ah
Bersikaplah penyantun
dan jangan kau kikir terhadapku
Jangan pula kau tinggalkan aku dalam waktu lama
Sehingga kau abaikan kebutuhanku akan kehadiranmu

Jika kau menjadi suamiku kelak
Bersikaplah bijaksana dalam segala hal
Bermusyarahlah denganku sebelum mengambil keputusan
Dengarkan pemikiranku
dan jangan kau remehkan aku

Tunjukkan kasih sayangmu terhadapku
Jangan kau biarkan aku dalam kecemburuan dan prasangka
Jagalah hatiku,
lapangkanlah dadaku, dengan cintamu
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak
Jadikan rumah tangga kita sebagai surga dunia bagimu
Jagalah aku dan jadilah pelindung bagi anak-anak kita
Jagalah rahasia rumah tangga dimanapun kau berada
Jadikan ia baju putihmu, jagalah ia jangan sampai ternoda
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/wahai-kekasihku-calon-suamiku/10150133843156042

Saya yang Akan Menanggung Beban


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Di Cilandak Jakarta Selatan ada seorang tetangga asal Sumatera Barat yang memiliki usaha cukup berkah. Dia adalah tetangga saya. Orangnya santun, ramah dan bersahaja. Namanya Haji Bisri, sebutlah demikian. Setiap Shubuh, Maghrib & Isya saya selalu melihatnya berada di masjid. Tak pernah ia luput menghadiri shalat berjamaah di Masjid Al Barkah di lingkungan kami. Saya kagum atas kepribadiannya. Dia begitu mengutamakan Allah, padahal kami semua warga di kampung tahu kesibukannya sebagai seorang pengusaha yang memiliki beberapa toko di Jakarta.
Haji Bisri memulai usahanya di sebuah pasar di daerah Jakarta Selatan pada tahun 2004. Saat ini belum genap 4 tahun dari usahanya, kini ia memiliki 9 toko yang tersebar di beberapa pasar dan pusat perbelanjaan. Rezeki semakin bertambah dan usaha terus lancar. Saya pun bertanya dalam hati, "Apa rahasia sukses Haji Bisri sehingga ia bisa mengembangkan usahanya begitu cepat?"
Hari itu kami sedang beri'tikaf antara waktu Maghrib dan Isya. Sambil berbicara di beranda masjid, seorang tetangga bertanya kepada Haji Bisri mengenai kemajuan usahanya. Haji Bisri terdiam. Matanya menerawang. Mungkin ia mencoba mengenang apa yang telah membuat usaha dan hidupnya penuh keberkahan.
Dalam beliau menghela nafas. "Saya mengikuti jalan Allah saja", beliau memulai pembicaraan. "Jangan tanya saya, bagaimana saya bisa mengembangkan usaha… semuanya Allah yang atur!"
Beliau lalu membentangkan apa yang beliau alami dalam berusaha. Banyak pelajaran yang kami ambil dari perbincangan bersamanya yang hanya dalam beberapa menit.
Beberapa kalimat hikmah meluncur berkali-kali dari mulutnya dengan begitu deras namun menghujam. Beberapa di antaranya saya masih hapal, "Benar rezeki itu sudah diatur Allah, tapi rezeki bisa ditambahkan bila kita gemar bersedekah…."
"Perluaslah rezeki itu dengan memudahkan jalan orang."
Untuk kalimat yang terakhir ini saya masih mengingatnya, dan ini sejurus dengan hadits Nabi Saw yang sering saya ajarkan kepada santri-santri di pesantren tempat saya mengajar:
Siapa saja yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun di akhirat." HR. Bukhari & Muslim
Haji Bisri mengulas kisahnya, bahwa tahun 2004 beliau baru merintis toko di sebuah pasar Jakarta Selatan. Barang yang ia dagangkan adalah tas, dompet dan sejenisnya. Toko baru buka dan hanya sedikit pelanggan yang suka datang. Namun meski sepahit apapun kondisi jualan beliau selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan dan beliau selalu bertawakkal kepadaNya.
"Alhamdulillah, Allah cukupi segala kebutuhan kami sekeluarga rupanya…!" jelas Haji Bisri. Namun pada tahun yang sama seorang sepupu jatuh sakit hingga harus cuci darah seminggu 3 kali. Padahal untuk sekali cuci darah saja tidak kurang dari 1 juta rupiah biayanya.
Kami sekeluarga besar berkumpul di rumah seorang kerabat. Malam itu kami sengaja diundang untuk membicarakan beban yang ditanggung oleh sepupu saya tadi. Dia hanyalah seorang pegawai swasta rendahan. Gaji tak seberapa. Hari-hari harus menanggung biaya seorang istri dan 3 orang anak. Apalagi perusahaan tempat dia bekerja tidak memberi jaminan kesehatan.
3 kali seminggu harus cuci darah, maka dalam sebulan minimal harus 12 kali cuci. Setidaknya maka harus ada dana yang tersedia minimal Rp 12 juta untuk biaya cuci darah dalam sebulan.
"Semua yang hadir malam itu hanya bisa terdiam. Kebetulan kami semua adalah perantauan yang belum sukses" ujar Haji Bisri. "Saya yakin semua dari kami berkeinginan untuk membantu. Namun seperti yang saya lakukan, mungkin semua kerabat berhitung tentang pendapatan dan kebutuhan hidup mereka, namun tidak ada kelebihan harta yang dapat disumbangkan.
Beberapa lama kami semua terdiam. Terlihat ada beberapa orang kerabat yang bermusyawarah dengan pasangannya tentang jumlah yang akan mereka sumbangkan. Namun tidak seorang pun yang berkata bahwa ia akan menyumbang." Ungkap Haji Bisri
"Entah ada dorongan apa, saya tiba-tiba berkata dalam pertemuan itu… Saya yang akan menanggung beban itu!"
"Bukan mau jadi sok pahlawan, tapi kalimat itu terungkap begitu saja dari mulut saya" ujar Haji Bisri.
Maka hari-hari pun dilalui dengan penuh kesulitan, baik bagi Haji Bisri maupun bagi keluarga adik sepupunya.
Namun diluar dugaan, rupanya niat untuk membantu saudara itu betul-betul dipermudah Allah Swt.
Setiap kali harus mengantar adik sepupu untuk cuci darah di rumah sakit, pasti ada saja order pembelian barang yang ia terima dalam jumlah besar.Beberapa langganan memesan dalam partai besar, hingga Allah Swt pun mempermudah jalan Haji Bisri untuk mencari pabrik barang-barang yang ia dagangkan sehingga ia dapat mengambil barang dengan harga semurah mungkin.
"Sungguh Allah benar-benar memudahkan jalan usaha saya" ujar Haji Bisri dengan mata berkaca-kaca.
"Hingga saat ini pun saya terus bersyukur kepada Allah Swt bahwa ia kini telah mengamanahi saya 9 toko yang dikelola oleh saya dan keluarga."
Adzan Isya berkumandang. Kami pun mengakhiri pembicaraan. Malam ini saya merasa mendapatkan pelajaran yang teramat berharga dari Haji Bisri mengenai cara hidup berbagi dan berlapang dada untuk membantu orang lain.
Sungguh Allah tak akan pernah menyia-nyiakan amal yang dikerjakan hamba-Nya!
Jazakumullah untuk guruku Ustadz Radiyallah atas cerita yang mencerahkan.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/saya-yang-akan-menanggung-beban/10150133694596042

Mujahidku, apa kabar?


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Mujahidku, apa kabar?
Semoga saat ini engkau dalam keadaan baik.
Penatku… Penatmu saat ini semoga tetap di jalan-Nya
Semoga, mendung ini dapat kau nikmati juga
Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu

Mujahidku…
Semoga saat ini DIA menjaga hati, mata, pendengaran dan jiwamu
Menjaga semuamu, untukku…
Pun aku, semoga DIA membantu untuk menjaga kehormatan, jiwa dan jasadku
Menjaga semuaku, untukmu…
Karena-NYA semata
Mujahidku, tahukah kau ???
Saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu
Semoga saat ini engkau masih teguh dijalan yang DIA bentangkan untukmu

Mujahidku …
Saat penat pikiran dan jiwa kian mendera
Saat hamparan-hamparan dakwah ini mengajak kita, berputar bersamanya
Sungguh … aku hanya berharap DIA ridho atas apa yang aku dan engkau lakukan

Mujahidku …
Entah engkau ada dimana saat ini
Aku tak hendak melukis jasadmu
Aku tak hendak menerka tentangmu
Tahukah kau, mujahidku?
Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, sebelum telinga ini mendengar
Sebelum perkara-perkara jasad ini merusak semua ketulusanku atas siapapun kau
Dan aku ingin menjaganya tetap begitu SEDERHANA
Ah, mujahidku semoga kau lantunkan doa yang sama pada pemilik kita
Takdirku… Takdirmu… hanya ada dalam genggamanNYa
Dan kita tak akan pernah tahu itu

Mujahidku …
Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayu-NYA
Menyelipkan sebuah doa, semoga aku pantas mendampingimu
Entah, siapapun engkau…
Entah, dimana dirimu berada …
Namun, ada hormat, rindu dan kepercayaan
yang memberiku selaksa ketulusan menanti dirimu
Mujahidku, sungguh aku hanya ingin menjaga diriku dan jiwaku
Mempersiapkannya … menempanya …
Agar jika suatu saat DIA berkehendak membuat skenario tentang kita
Aku telah siap menapaki jalan yg kita pilih hanya bersamamu
Hingga hanya DIA muara akhir semua cerita.
 ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/mujahidku-apa-kabar/10150133300486042

Rabu, 02 Maret 2011

SURAT DARI ABANG


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
adekku yang kucintai karena Allah…
saat kelahiranmu dulu adalah saat yang paling bahagia bagi abang dan juga kedua orangtua kita,berbagai macam persiapan menyambutmu sebagai tanda cinta dari umi dan abi.subhanallah sekarang engkau telah beranjak dewasa adikku,engkau telah melewati masaa kanak-kanak dalam kasih sayang abi dan umi,masa remaja kini kau sudah mulai berpakaian putih dan rok abu-abu.ya..engkau telah menjadi seorang remaja adikku,betapa abang bersyukur abi dan umi selalu mendidik kita untuk mengenal Allah dan syari’atnya ditengah banyaknya para orangtua yang tidak peduli dengan aqidah anaknya,maka adikku kita patut bersyukur ‘kata Allah siapa yang bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmatnya.Adikku! entah kenapa terkadang terselip rasa cemas dalam hati abang ,akan kah adikku yang semata wayang melewati masa remajanya dengan “sukses”? adikku,jagalah dirimu dari mengumbar aurat didepan yang bukan muhrimmu,coba nanti adik baca lagi surah annur :31,juga al ahzab :59…Allah begitu mencintaimu adikku..Allah ciptakan engaku sebagai perempuan cantik,dengan tubuh yang indah dipandang, dan Allah tak ingin engkau mengumbar keindahanmu disembarang tempat.
duhai adikku,saat abang berada merantau di kota metropolitan sungguh abang sedih,wanita-wanita remaja dan seusia denganmu mereka menyatakan muslimah tapi mereka tidak menutup auratnya,pergi berdua-duaan dengan laki-laki yang entah dari mana asalnya,yang pasti bukan abangnya atau pamannya,pergi ke diskotic bersenang-senang dan akrab dengan minuman yang memabukkan,bahkan adikku abang lebih sedih lagi saat membaca sebuah survai bahwa lebih dari 20% remaja dan mahasiswa disebuah kota besar sudah tidak perawan lagi,dan sekian persen pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang menuju kepada zina,astghfirullah..adikku betapa abang sangat mencemaskan dirimu,cemas akan masa depanmu..
dengan sangat cinta karena Allah duhai adikku,jagalah kesucian dirimu,tutuplah auratmu dengan baju yang longgar,jilbab yang panjang,dan pakai kaus kaki jka keluar rumah,berjalanlah dengan sopan,jangan kau melembut-lembutkan suaramu yang indah di depan laki-laki hingga akan menimbulkan penyakit di hatinya.adikku engkau seorang muslimah hargamu sangatlah mahal,lebih mahal dari dunia dan seisinya,maka jagalah izzahmu dengan menguatkan ibadahmu kepada Allah,minta kekuatan kepadaNya agar selalu dilindungi dari tipu daya dunia,adikku sayang tidak usah silau dengan teman-temanmu yang saling berlomba mengoleksi perhiasan,saling berlomba-lomba mempercantik diri,berlomba-lomba membeli HP keluaran terbaru,berlomba-lomba mengoleksi pakaian indah,pergi ke mall jalan-jalan tanpa tentu arah dan keperluan,jangan tergoda adikku cukuplah kiranya whudu’menjadi bedak diwajahmu,dzikir dan kata-kata yang baik menjadi lipstikmu,pergi ke majelis iman perhiasan kakimu,rasa malu menjadi giwang di telingamu,dan taqwa sebagai pakaian dan perhiasanmu.
Adikku…
hari ini engaku mulai menginjakkan kakimu di sebuah campus biru,alhamdulilah engaku lulus Ujian kemarin,bersyukurlah kepada Allah..atas karunia kecerdasan yang kau miliki,alhamdulillah abang senang mendengar kabar dari ummi bahwa putri semata wayangnya sangat patuh sama abi dan umi,menjadi cahaya mata mereka,selalu lembut berkata-kata dengan kedua abi dan ummi…alhamdulillah syukurku ya Allah…saat kau di campus  adikku pilih-pilihlah dalam berteman,karena kata Rosulullah seseorang itu bisa dinilai dari temannya,maka carilah teman-teman yang mengajakmu kepada kebaikan,carilah teman yang banyak memberimu pencerahan,bergabunglah bersama barisan muslimah sholehah yang menjaga diri dan izzah mereka,jadilah kau barisan wanita sholehah adikku,betapa besar penghargaan rosulullah saw terhadap kaummu..”sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah”…..” bahkan kedua orangtua akan di jamin Allah masuk surga jika mempunyai anak perempuan dan mereka mendidiknya menjadi wanita sholehah yang mencintai Allah dan Rosulnya.Adikku,tidakkah kau ingin menjadi investasi abi dan umi di akhirat kelak..tidakkah kau ingin kedua orangtua kita mendapat mahkota kehormatan dari Allah karena mempunyai anak-anak yang sholeh,tidakkah adikku??
adikkufillah,di tengah-tengah dunia semakin gemerlap dan di kejar banyak orang hingga membuat hati menjadi keras,permusuhan akibat dunia,retak ukhuwah akibat dunia,yang berjatuhan dalam dakwah karena dunia maka renungkanlah sebuah hadist di bawah ini”
suatu hari Rosulullah melihat bangkai busuk saat berjalan dengan sahabat,maka rosulullah bertanya ,”bagaimana pendapatmu tentang bangkai ini??sahabat menjawab alangkah busuknya ya rosulullah,tak seorangpun akan sudi mendekati apalagi memakannya…maka rosulullah berkata,”itulah dunai yang kalian cendrung kepadanya.begitulah adikku perumpamaan dunia yang digambarkan rosulullah sebagai bangkai busuk.maka persiapkanlah dirimu adikku,tinggalkanlah sikap berlalai-lalai.
adikku,abang bahagia sekali mendengar kabarmu saat abang pulang ke desa kecil kita,engkau lebih memilih mengajar di kampung kita ketimbang tawaran jadi dosen di campus biru,kini kau telah bergabung dalam barisan bunga-bunga dakwah,auratmu tertutup sempurna,suaramu tegas di hadapan para laki-laki,dan lebih membuat abang bangga kau membuat halaqoh qur’an dikampung kita,ya…haloqoh qur,an .  
ketika abang bangun di 1/3 malam abang mendengar isak tangismu…ternyata kau sedang bermunajat kepada Kekasih kita,lalu kutanya kenapa kau menagis? oh…adikku  ternyata hatimu begitu lembut,kau menangis karena warning dari rosulullah,’bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari golongan perempuan,kau menangis mendoakan keselamatan bagi abi dan umi di akhirat kelak,kau menangis medoakan hidayah bagi teman-temanmu yang masih larut dalam maksiyat,kau menangis minta kekuatan mendidik jundi-jundi kita menjadi mujahid dakwah,menagis  mendoakan abangmu tercinta yang telah tiada,percayalah adikku bidadari surga telah menjadi istrinya di sana..karena abangmu telah mendidikmu mencintaiNya.
abang doakan adek jadi istri sholehah penyejuk hati dalam lelahnya abang berjihad.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/surat-dari-abang/10150133290056042

Renungan sebuah pernikahan, Antara Harapan dan Kenyataan


Antara Harapan dan Kenyataan
EPISODE 1 :
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Saat Fulanah masih seorang gadis, yang ada di benaknya dan yang kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin emberikan yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.
Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai 'tabligh', ceramah, dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah. Bahkan banyak pula ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa'...","Faso- lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima afizhallah..." (QS. An-Nisa ayat 34). Juga Hadits :"Ad dunya ata', wa khoiru mata'iha al mar'atus sholihat." (dunia adalah perhiasan dan
sebaik-baik perhiasan adalah isteri sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima
waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani). Hadits yang berat dan seram pun
dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya, maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti Kha- dijah r.a. benar-benar terpatri kuat di benak Fulanah dan jelas ingin ditirunya. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan ia mendapat jodoh seorang Muslim yang
sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam, Fulanah pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.
EPISODE 2
Tatkala Fulan masih menjadi seorang jejaka, ia sering membatin, ber-angan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan seorang
Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata. Alangkah bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang "qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu menegakkan orang lain, terutama isteri
dan anak-anaknya). Juga menjadi 'imam yang adil' yang akan memimpin dan mengarahkan isteri dan anak- anaknya.
Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan dijaganya lahir dan batin, dilindungi dan disayanginya karena ia adalah amanah Allah SWT yang telah dihalalkan baginya dengan dua kalimat Allah SWT. Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan ma'ruf (QS An-Nisa:19) dan memperhatikan hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban-kewajiban seorang suami. "Hanya laki-laki mulialah yang
memuliakan wanita." "Yang paling baik di antara kamu, wahai mu'min, adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya. Dan akulah (Muhammad SAW) yang paling baik perlakuannya terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan secara paksa
ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Fulan pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu sayang dan lembut pada isterinya. Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan beban pekerjaan isteri seperti membantu menyapu, menisik baju dan sekali-sekali turun ke dapur seperti
ucapan Rasulullah kepada Bilal : "Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan menolong wanita di dapur." Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main
dengan isteri seperti berlomba lari dengan Aisyah r.a. (HR Ahmad), maka ia pun berkeinginan meniru hal itu serta menyapa isteri dengan panggilan lembut 'Dik' atau 'Yang'.
EPISODE-EPISODE SELANJUTNYA
Fulan dan Fulanah pun ditakdirkan Allah SWT untuk menikah. Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam.
Waktu pun terus berjalan. Dan walaupun tekad dan cita-cita terus membara, kini banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan, tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.
Ternyata, segala sesuatunya tak seindah bayangan semula. Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap menghadang. Sehabis meneguk
madu, ternyata 'brotowali' yang pahitpun harus diteguk. Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi secara realistis oleh pasangan mujahid dan mujahidah sekalipun. Allah tak akan begitu saja menurunkan malaikat-malaikat
untuk menyelesai- kan setiap konflik yang dihadapi. "InnAllaha laa yughoyyiru maa bi Qoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim"
Ada seorang isteri yang mengeluhkan cara bicara suaminya terutama jika marah atau menegur, terdengar begitu 'nyelekit'. Ada pula suami yang mengeluh karena dominasi ibu mertua terlalu besar. Perselisihan dapat timbul karena perbedaan gaya bicara, pola asuh, dan latar belakang keluarganya. Kejengkelan juga mulai timbul karena ternyata suami bersikap 'cuek', tidak mau tahu kerepotan rumah tangga, karena berang- gapan "itu khan memang tugas isteri." Sebaliknya, ada suami yang kesal karena isterinya tidak gesit dan terampil dalam urusan rumah tangga, maklum sebelumnya sibuk kuliah dan jadi 'kutu buku' saja.
Fulan pun mulai mengeluh. Ternyata isterinya tidak se-"qonaah" yang diduganya, bahkan cenderung menuntut, kurang bersahaja dan kurang bersyukur. Fulanah sebaliknya. Ia mengeluh, sang suami begitu irit bahkan cenderung kikir, padahal kebutuhan rumah tangga dan anak-anak terus meningkat.
Seorang sahabat Fulan juga kesal karena isterinya sulit menerima keadaan keluargan. Sebab musababnya sih karena perbedaan status sosial, ekonomi dan adat istiadat. Kekesalannya bertambah-tambah karena dilihatnya sang isteri malas meningkatkan kemampuan intelek-tual, manajemen rumah tangga, serta kiat-kiat mendidik anak. Sebaliknya, sang isteri menuduh suaminya sebagai "anak mama" yang
kurang mandiri dan tidak memberi perhatian yang cukup pada isteri dan anak-anaknya. Belum lagi problem yang akan dihadapi pasangan-pasangan muda yang masih tinggal menumpang di rumah orang tua. Atau di dalam rumah mereka ikut tinggal kakak-kakak atau adik-adik ipar. Kesemua keadaan itu potensial mengundang konflik bila tidak bijak-bijak mengaturnya.
Kadang-kadang semangat seorang Muslimah untuk da'wah keluar rumah terlalu berlebihan. Tidak "tawazun". Hal ini dapat menyebabkan seorang suami mengeluh karena terbebani dengan tugas-tugas rumah tangga yang seabreg- abreg dan mengurus anak-anak. Selanjutnya, ada pula Muslimah yang terlalu banyak
menceritakan kekurangan suaminya, kekecewaan-kekecewaannya pada suaminya. Padahal ia sendiri kurang instrospeksi bahwa ia sering lupa melihat kebaikan dan kelebihan suaminya.
Ada suami yang begitu "kikir" dalam memuji, kurang "sense of humor" dan "sedikit" berkata lembut pada isteri. Kalau ada kebaikan isteri yang dilihatnya,
disimpannya dalam hati, tetapi bila ia melihat kekurangan segera diutarakannya. Bahkan ada pula pasangan suami-isteri yang memiliki problem "hubungan intim suami-isteri". Mereka merasa tabu untuk membicarakannya secara terus terang di
antara mereka berdua. Padahal akibatnya menghilangkan kesakinahan rumah tangga.
Kalau mau dideretkan dan diuraikan lagi, pasti daftar konflik yang terjadi di antara pasangan suami-isteri muda Muslim dan Muslimah akan lebih panjang lagi. Memang, persoalan-persoalan tidak begitu saja hilang. Rumah tangga tidak pasti
akan berjalan mulus tanpa konflik hanya dengan kesamaan fikrah dan cita-cita menegakkan Islam. Mereka yakni Fulan dan Fulanah cs tetap manusia-manusia biasa yang bisa membuat kekhilafan dan tidak lepas dari kekurangan-kekurangan. Dan
mereka pun pasti mengalami juga fluktuasi iman.
Pasangan yang bijak dan kuat imannya akan mampu istiqomah dan lebih punya kemampuan menepis badai dengan menurunkan standar harapan. Tidak perlu berharap muluk-muluk seperti ketika masih gadis atau jejaka. Karena, ternyata kita pun belum bisa mewujudkan tekad kita itu. Sebagai Muslim dan Muslimah hendaknya kita sadar, tidak mungkin kita dapat menjadi isteri atau suami yang sempurna seperti bidadari atau malaikat. Maka kita pun tentunya tidak perlu menuntut kesempurnaan
dari suami atau isteri kita.
"Just the way you are" lah. Kita terima pasangan hidup kita seadanya, lengkap dengan segala kekurangan (asal tidak melanggar syar'i) dan kelebihannya. Kita memang berasal dari latar belakang keluarga, kebiasaan, dan karakter yang
berbeda, walau tentunya dien, fikrah, dan cita- cita kita sama. Pada saat ghirah tinggi, iman dalam kondisi puncak, "Prima", semua perbedaan seolah sirna. Namun pada saat "ghirah" turun, iman menurun, semua perbedaan itu menyembul kepermukaan, mengganjal, mengganggu, dan menyebalkan. Akibatnya tidak terwujud sakinah.
Kiat utama mengatasi permasalahan dalam rumah tangga, tentunya setelah berdoa memohon pertolongan Allah SWT dan mau ber"muhasabah" (introspeksi), adalah
mengusahakan adanya komunikasi yang baik dan terbuka antara suami- isteri. Masalah yang timbul sedapat mungkin diselesaikan secara intern dulu di antara suami-isteri dengan pembicaraan dari hati ke hati. "Uneg-uneg" yang ada secara fair dan bijak diungkapkan.
Selanjutnya, yang memang bersalah diharapkan tidak segan-segan mengakui kesalahan dan meminta maaf. Yang dimintai maaf juga segera mau memaafkan dan
tidak mendendam. Masing-masing pihak berusaha keras untuk tidak mengadu ke orang tua, atau orang lain. Jadi tidak membongkar atau membe- berkan aib dan kekurangan suami atau isteri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membanding-bandingkan suami atau isteri dengan orang lain, karena itu akan menyakitkan pasangan hidup kita. Setelah itu, masing-masing juga perlu 'waspada'
agar tidak terbiasa kikir pujian dan royal celaan.
Jika terpaksa, kadnag-kadang memang diperlukan bantuan pihak ketiga (tetapi pastikan yang dapat dipercaya keimanan dan akhlaqnya) untuk membantu melihat permasalahan secara lebih jernih. Kadang-kadang "kacamata" yang kita pakai sudah begitu buram sehingga semua kebaikan pasangan hidup kita menjadi tidak terlihat, bahkan yang terlihat keburukannya saja. Orang lain yang terpercaya InsyaAllah akan bisa membantu menggosok 'kacamata' yang buram itu. Alhamdulillah ada yang tertolong dengan cara ini dan mengatakan setelah konflik terselesaikan mereka pun berbaikan lagi seperti baru menikah saja ! Layaknya !
Dengan berikhtiar maksimal, bermujahadah, dan bersandar pada Allah SWT, InsyaAllah kita dapat mengembalikan kesakinahan dan kebahagiaan rumah tangga kita, serta kembali bertekad menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan kita berumah tangga. Amiin yaa Robbal'aalamiin.

Wallahu a'lam bishowab.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/renungan-sebuah-pernikahan-antara-harapan-dan-kenyataan/10150132668421042

Sepucuk Surat Dari Seorang Lelaki


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? jawabannya sederhana karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai  kembali masuk ke rumah lagi. Dan kamu tau? di kampus, tempat saya  seharian di sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata  saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,  mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan seutas "TANK TOP",  noleh ke kiri pemandangan "Pinggul Terbuka", menghindar ke kanan ada  sajian "Celana Ketat plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh  "Dada Menantang!" Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus  memandang.
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang  merangsang itu mah! tapi sayang, saya tidak mau hidup ini dibaluti  dengan nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya  tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.  Tetapi mereka adalah sosok yang anggun, mempesona, kalau dipandang  bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman  lekas ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hati pun menjadi  keras.Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan laki-laki ketika  melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tidak mau tampil  seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang mempunyai niat untuk menarik  laki-laki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau saya defenisikan berdasar katanya adalah penuh daya  tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki,  janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang mempunyai  fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan  seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan  anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda  melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan anda tau apa  kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias  gampangan.
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan  pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa  itu dengan kata-kata yang menyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin  sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin  anda menjawabnya "Lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang  lelaki di jaman sekarang ini.
Kalu boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual.  Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi  barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk  menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda  pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin  mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan siksaan pada mata ini. Bukan  pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi  mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya...?  tapi saya  sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana saya nanti mempertanggungjawabkannya? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,  hendaklah mereka menahan pandangannya dan menahan kemaluannya", yang  demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman  Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS.  An-Nuur: 30-31)
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini,  duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar  dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya  paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak lelaki yang mempunyai dilema seperti saya ini, mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tidak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemandangan yang anda tayangkan?
So, berjilbablah..... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona, dan tentunya sejuk di mata.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥