Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Rabu, 09 Februari 2011

SYAHADAT KEDUA CINTA TERLARANG


Cinta, suka di awal namun duka di akhir. Mungkin itulah yang aku rasakan saat mengalaminya dulu. Berawal dari cinta palsu yang dihembuskan setan padaku hingga berakhir hampir dengan kemurtadan. Sebuah tipu daya setan yang sangat halus. Tapi untunglah Allah menolong dan menyelamatkan aku, walau dengan cara yang menyakitkan, tapi aku sadar itulah yang terbaik untukku.
Pertemuan kami bermula saat perjalananku ke sebuah toko buku ternama untuk mencari buku materi ujian adikku. Tak kusangka, di situ aku bertemu dengan seorang gadis muda yang cantik dan mempesona. Nike, namanya. Seorang mahasiswi tingkat akhir program diploma sebuah universitas negeri yang menyambi kerja sebagai pramuniaga di toko buku tersebut.
 Melalui seorang teman yang saat itu bersamaku, aku berkenalan dengan Nike. Dari informasi yang kudapat, Nike berbeda keyakinan denganku, dia lebih memilih ikut ayahnya yang nonmuslim daripada ikut ibunya yang muslimah. Entah apa alasannya sehingga dia lebih condong kepada ayahnya daripada ibunya itu.
Perlu kujelaskan sedikit tentang diriku di sini. Kenalkan, namaku Didik, seorang  laki-laki muda asal Semarang, Jawa Tengah. Saat pertama kali mengenal Nike, aku adalah mahasiswa tingkat empat di sebuah kampus negeri ternama di Jakarta. Namun sekarang aktivitasku tak lagi di sana, melainkan di kota lain yang jauh dari keramaian ibu kota sambil coba mengadu nasib dengan berwirausaha.
Selama kuliah, aku aktif di berbagai kegiatan, mulai dari badan eksekutif mahasiswa (BEM), unit kegiatan mahasiswa (UKM), hingga aktif di lembaga dakwah kampus (LDK). Khusus yang terakhir aku sebut, yaitu lembaga dakwah kampus, aku benar-benar tertarik menerjuninya hingga dari situlah aku mengerti tentang aneka ragam pergerakan dakwah (harokah), beserta karakteristik dan seluk-beluknya.
Tidak cukup sampai disitu, berbagai kajian keislaman pun aku ikuti, tausiah-tausiah para da’i ternama, ta’lim-ta’lim rutin dan berbagai pengajian kelompok tak jarang aku datangi demi sebuah ilmu yang ingin kupahami. Tapi dari semua kajian tersebut, ada kajian yang benar-benar membuatku tertarik, yaitu kajian tentang cinta dan rindu, serta kaitannya dengan tipu daya setan atau jin di dalamnya. Sungguh suatu ilmu yang sangat bermanfaat sekali bagiku.
“Cinta itu indah, tapi tidak setiap cinta mengandung keindahan. Berhati-hatilah terhadap cinta palsu yang menjanjikan keindahan, karena hakikatnya ia hanya melenakan dan menghancurkan. Bila tidak pada tempatnya, cinta akan menjadi senjata setan untuk mengelabui manusia. Apalagi jika cinta melampaui batas-batas yang dibenarkan, pasti bukanlah cinta namanya, melainkan nafsu yang ditunggangi setan. Dan kalau dibiarkan, cinta yang berbalut nafsu tidak akan membuat sang pecintanya menjadi lebih baik, tapi justru akan menjerumuskan sang pecintanya dalam kemungkaran dan kebatilan yang menyesatkan.
Maka untuk itulah Rasulullah mengajarkan cinta yang suci dengan menganjurkan umatnya untuk menikah, bukan mengumbarnya dengan cinta palsu. Rasul juga menyuruh umatnya untuk menundukkan pandang ketika bertemu lawan jenis, bukan menatap sepuasnya. Semua itu dilakukan untuk menjaga agar umatnya tidak mendekati zina dan menjaga cintanya yang murni sesuai dengan koridor syariah. “
Kira-kira seperti itulah ilmu yang kudapatkan tentang cinta dan rindu dari kajian yang kuikuti beberapa kali itu.
Bukanlah seorang muslim namanya jika hidup tanpa ujian. Hal itu dibenarkan oleh firman Allah dalam Al-Qur’an yang mengatakan bahwa apakah seorang muslim dianggap telah beriman padahal belum ditimpakan suatu ujian kepadanya, dan melalui Nike inilah Allah hendak menguji aku setelah aku mendapatkan ilmu tentang cinta dan rindu. Ibarat anak sekolah, setelah diberi ilmu dan pelajaran, pasti ada sederet ujian yang harus diikuti, agar diketahui layak atau tidakkah anak tersebut naik ke kelas berikutnya. Seperti itulah yang aku hadapi, dan ternyata aku gagal dalam ujian tersebut!
Awal mula kedekatanku dengan Nike hanya ingin mengajaknya untuk bisa mengenal Islam lebih jauh. Pelan-pelan aku coba mengenalkan istilah-istilah Islam sambil kutunjukkan pula penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebisa mungkin aku selalu menjaga pandang dan jarak saat berkomunikasi dengannya, agar setan tak mudah mengambil celah dari setitik lemah iman dalam hatiku.
Tak terpikir sedikitpun olehku untuk bisa bermain hati dengannya. Hingga suatu ketika perasaan suka dan kagum bermetaforfosis menjadi cinta. Suatu perasaan yang tak seharusnya aku turuti karena hanya akan mengundang murka Allah dalam kehidupanku selanjutnya.
Sungguh pintar setan dalam menyesatkan manusia. Pelan-pelan diajaknya manusia dalam kebaikan, tapi pelan-pelan pula setan menggiringnya dalam kesesatan, menyelipkan keburukan dalam kebaikan. Halus, benar-benar halus tipu dayanya, nyaris tak terlihat. Padahal sejatinya itu adalah perangkap setan untuk menjerumuskan manusia. Dan itulah yang aku alami. Bermula dari niat untuk mengajak Nike pada kebaikan, tapi justru berakhir dengan kesesatan pada diriku.
Dengan dalih agar aku bisa menjelaskan Islam lebih dalam ke Nike, tanpa kusadari intensitas pertemuan kami makin hari makin meningkat, terlebih setelah kami sama-sama saling mencintai. Dilema yang kurasakan, satu sisi aku seorang aktivis dakwah yang tahu tentang hukum-hukum berkomunikasi dengan lawan jenis, tapi di sisi lain aku ingin mengajaknya agar bisa memahami Islam lebih jauh lagi.
Aku tahu bahwa cinta harus diraih dengan perjuangan. Cinta harus tumbuh menembus semua penghalang yang menghadang. Kelopaknya tak boleh mekar mewangi jika hanya untuk menjadi layu dan pupus. Ia harus selalu disiram agar akar-akarnya kuat menghujam jiwa. Ia harus dirawat agar bunga-bunga rindunya selalu merekah indah laksana mawar merah nan anggun, dan ia harus dijaga agar rimbun daun kasih sayangnya selalu sejuk diterpa angin asmara yang menghembusnya.  Cinta harus dipupuk sepanjang masa dengan pupuk perhatian dan kesetiaan. Dan cinta harus dipelihara dengan embun kepedulian dan ketulusan, bukan dengan kebohongan dan pengkhianatan. Tentu cinta tersebut adalah cinta yang hakiki, cinta sejati yang berada dalam naungan ridho ilahi, bukan cinta palsu yang kurasakan saat itu.
Niatku benar, tapi carakulah yang salah. Aku tahu bahwa cinta suci seharusnya terbingkai indah dalam satu ikatan pernikahan. Tapi aku terjebak dalam lingkaran setan yang menyesatkanku. Aku ingin mengajaknya segera menikah, tapi di sisi lain aku terkendala dengan perbedaan keyakinan di antara kami. Pernah kuajak dia untuk menjadi muallaf, tapi dia belum siap, karena masih harus belajar lebih banyak lagi. Pernah juga dia berucap bahwa tak ingin dia pindah keyakinan hanya karena alasan pernikahan, tapi dia ingin pindah keyakinan karena memang ada kemantapan dalam hati, bukan yang lain. Akupun tak bisa memaksa atau menyalahkannya.
 Dengan sabar aku coba menunggunya hingga ia siap, namun kesabaranku ternyata dalam koridor yang salah. Lagi-lagi dengan dalih karena ingin mengajarkan Islam kepadanya, akhirnya kamipun sering diskusi dan berbincang bersama seputar masalah agama, bahkan lebih dari itu, kami jadi sering bercerita, bercanda dan memadu kisah, meskipun mulanya aku minta agar didampingi pihak ketiga, tapi ternyata hal itu tak berlangsung lama. Aku pun berpikir, sudahlah tak mengapa tak didampingi, yang penting aku tidak berbuat yang tak semestinya dengannya. Sehingga kamipun jadi semakin akrab, akrab dan akrab.
Agar tidak jenuh kalau hanya lewat telepon atau di rumah saja dalam berkomunikasi, aku jadi sering pergi berdua dengannya. Masih dengan dalih mengajarkan Islam padanya, aku coba ajak dia ke masjid, karena ingin mengenalkan fungsi masjid dan menunjukkan ibadah-ibadah yang biasa dilakukan di masjid, agar dia menjadi lebih paham. Di sinilah pintarnya setan menjebakku. Membungkus kesesatan dalam kebaikan melalui kebodohanku. Padahal seharusnya hal demikian tidak boleh kulakukan mengingat hubungan kami yang masih harom karena belum menjadi mahrom.
Bahkan demi menjaga perasaan Nike dan menghormatinya, tak jarang pula aku antar dia ke tempat peribadatannya. Aku hanya berprinsip untukmu agamamu dan untukku agamaku. Toh aku berkeyakinan, bahwa kelak dia pasti akan menjadi muallaf kalau aku sabar membimbingnya,  jadi kubiarkan saja dia menjalani ritual ibadahnya sebelum akhirnya dia memeluk Islam nantinya. Dan tanpa kusadari, dari situlah aku mulai terjerumus dalam jebakan setan.
Cinta yang kurasakan lama-lama semakin terpatri kuat dalam lubuk hatiku. Pelan-pelan aku jadi berubah. Sholat yang dulu rajin kulaksanakan di awal waktu, kini molor bahkan mulai sering kutinggalkan. Al-Qur’an yang dulu selalu kubaca, kini hampir tak pernah lagi terjamah olehku. Dan puasa yang seharusnya kulakukan untuk mengekang nafsu liarku, justru kini aku abaikan. Aku benar-benar menjadi laki-laki yang kufur. Aku berubah. Aku terpengaruh oleh keadaan karena kebodohan dan kelemahan imanku sendiri.
Hingga suatu ketika ibuku mengetahui hubunganku dengan Nike. Aneh, ibu mengetahuinya bukan dari siapa-siapa, tapi justru dari mimpi dalam tidurnya. Pernah suatu siang, tiba-tiba ibu bertanya padaku, “Nike nggak sholat ya?”, bagai disambar petir, pertanyaan ini tentu mengagetkanku. Aku diam tak berkutik, hanya bisa menjawab, “Ya”, karena memang  itulah kenyataannya. Tentu hal ini membuat ibu kecewa padaku.
Perlu diketahui, bahwa ibu adalah sosok wanita yang taat, hari-harinya selalu diisi dengan kebaikan dan ibadah pada Allah. Sehingga dengan perubahan yang kualami, tentu ibu mengetahui gelagat buruk yang terjadi padaku itu.
                          *****
“Lamar aku mas!” pinta Nike suatu hari kepadaku.
Permintaan Nike tersebut tentu memberi kebahagiaan tersendiri bagiku. Tak sabar rasanya aku meminangnya, tapi lagi-lagi kendala agama menghalangi langkahku. Nike masih belum siap untuk menjadi muallaf, bahkan dengan tegas dia malah berani memintaku untuk pindah dan mengikuti keyakinannya. Cinta harus berkorban, dan aku harus tunjukkan pengorbananku kalau memang aku mencintai dia, begitu yang pernah dia ucapkan padaku.
 Sebuah permintaan yang berat, bahkan sangat-sangat berat. Permintaan Nike sungguh memporakporandakan hatiku, hingga tak sanggup kuberkata apa-apa. Aku terdiam. Aku membisu. Mau menangis tak bisa, mau berontak pun tak kuasa. Cinta telah membelengguku dan menghilangkan akal sehatku. Dan hampir saja aku menjadi murtad hanya karena cinta palsu yang kurasakan. Bodoh, benar-benar bodoh yang telah kulakukan itu!
Karena kompleksnya masalah yang kami alami, aku jadi sering bertengkar hebat dengannya, entah di rumah, di jalan atau dimanapun kami berada. Jika selisih paham muncul, pasti pertengkaran hebatlah yang terjadi. Tak tanggung-tanggung sampai banyak orang yang melihat lalu berusaha meleraikan kami. Hampir-hampir tak ada rasa malu yang kumiliki. Tak ada yang mengalah karena jiwa muda kami yang sama-sama keras dan temperamen. Padahal sejatinya setanlah yang pasti berada di tengah-tengah kami saat emosi membakar jiwa kami, tapi aku tak mau peduli akan hal itu.
Kami stress. Kami sama-sama tertekan dengan keadaan yang kami hadapi. Dia belum merasa mantap untuk menjadi muallaf dan aku juga tak merasa mantap untuk melepaskan Islam dari hidupku. Kata seorang teman, hubungan kami tak lebih dari cinta yang dipaksakan. Tapi aku tak mau mendengar pendapat itu. Bagiku, cinta harus diperjuangkan dan dipertahankan, apapun konsekuensinya. Aku juga tak mau tahu, bahwa ada orang tua di belakang kami. Aku seperti tak mau tahu dengan perasaan mereka yang tentu tak ingin anaknya menikah dengan orang yang beda agama. Tidak dengan orang tuaku, tidak pula dengan orang tua Nike. Orang tua kami sama-sama tak merestui hubungan kami, tapi aku terus memaksakan kehendak, bahwa cinta harus diperjuangkan.
Tak tahu apa yang harus kulakukan, aku jadi terpuruk, benar-benar terpuruk. Walau laki-laki, aku sempat menangis pula pada Allah sambil meminta petunjuk dan pertolonganNya untukku. Aku berdoa yang sekilas mirip dengan doa istikhoroh, meskipun dengan doa yang agak memaksa dan tidak seharusnya aku panjatkan,
Ya Allah, karena kebodohan hamba, hamba kini terperangkap dalam duka dan nestapa. Karena kesalahan hamba pula, kini hamba terjebak dalam luka dan gelisah. Hamba mohon padaMu ya Robb, agar Engkau tenangkan hati hamba, Engkau bantu selesaikan masalah yang hamba alami.
Ya Allah, sekiranya Nike baik untuk hamba, maka dekatkan dia untuk hamba, satukan hidup kami dalam ikatan suci pernikahan. Jadikan dia wanita yang Engkau beri hidayah sehingga dia menjadi wanita muslimah yang taat kepadaMu. Percantik dirinya dengan akhlak mulia duhai Robb, dan perindah hatinya dengan iman dan Islam yang Engkau hembuskan di kalbunya.
Ya Robb, namun sekiranya ia buruk untuk hamba, maka rubahlah keburukan itu menjadi kebaikan untuk hamba. Dan sekiranya dia bukan jodoh hamba, maka jadikan dia jodoh hamba untuk menemani hidup hamba. Hamba butuh Kun fayakunMu ya Robb, karena Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan hamba yakin bahwa Engkau sanggup merubah dirinya dan mengabulkan doa hamba.
Doa tersebutlah yang selalu aku panjatkan. Ibu yang mendengar doaku hanya bisa mengingatkanku, bahwa kalau berdoa jangan mendikte dan memaksa Allah. Memang Allah Maha atas segala sesuatu, tapi bukan berarti kita, manusia, berdoa dengan memaksakan kehendak, karena Allah jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya.
Mendengar ibu berkata demikian, aku sempat emosi dan menegur ibu. Salah yang kulakukan tapi aku tak sadar bahwa aku salah dan akupun tak mau disalahkan, baik salah dalam doaku maupun salah karena telah emosi kepada ibu.
Sungguh aku telah menjadi laki-laki yang durhaka dan bodoh. Bodoh dalam ilmu yang kumiliki dan bodoh dalam cinta yang menyesatkanku. Seolah percuma ilmu tentang cinta dan rindu yang kudapatkan tempo hari dalam kajian-kajian yang pernah kuikuti.
Dalam tangis doaku, aku coba kembali menjadi aku yang dulu, tapi semua sia-sia, aku tak bisa. Aku selalu kalah dengan perasaanku apalagi saat bayangan wajah Nike selalu menghantuiku. Aku ternoda oleh cinta, aku terkekang oleh hawa nafsuku sendiri.
Aku menjadi orang yang putus asa. Ilmu agama yang kupunya seolah tak bisa lagi membendung sikap burukku. Aku terkalahkan oleh hawa nafsu dan kebodohanku sendiri. Cinta yang merasuk di jiwaku, benar-benar membuatku gelap mata. Ingin rasanya aku akhiri semuanya tapi aku tak kuasa.
Begitu juga dengan Nike, ingin rasanya Nike akhiri semuanya, tapi diapun tak kuasa. Mau melangkah tak bisa, mau mundur pun tak mampu. Semua benar-benar membuat kami tak berkutik. Sekali lagi kami terjebak dalam lingkaran setan yang sangat menyesatkan.
Lelah yang kami rasakan, hingga akhirnya membuat hubungan kami mulai renggang. Walau demikian kami masih tetap berkomunikasi meski dengan frekuensi yang sangat jarang, dan sekalinya berkomunikasi pasti pertengkaran yang selalu terjadi di antara kami. Tak kuat menghadapi semua itu, aku pun pasrah dan menyerah pada takdir.
Puncaknya, entah firasat apa yang kurasakan, di suatu malam aku bermimpi akan hal yang sangat aneh. Aku melihat Nike begitu mesra hingga melakukan hubungan suami istri dengan seorang laki-laki. Tak lama lalu kulihat pula ibunya begitu sibuk menyiapkan beraneka ragam makanan yang tertata rapi di teras rumah Nike, seolah siap dihidangkan untuk para tamu.
Merasa bermimpi yang tak wajar,  aku terbangun. Aku terkejut dengan mimpi tersebut, karena memang seumur hidupku baru kali itu aku bermimpi aneh begitu. Aku yakin bahwa ada hal buruk yang sedang terjadi di belakangku, sepertinya Nike sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Pagi tiba, aku beranikan diri untuk menelepon ke rumah Nike dan menanyakan apa yang telah terjadi. Ayah Nike yang mengangkat telepon dan berkata,
 “Maaf Mas Didik, Nike sudah menikah dengan teman kantornya, semoga mas Didik bisa menerima keadaan ini. Terima kasih atas kebaikan Mas Didik selama ini, semoga Mas Didik menemukan wanita yang terbaik untuk mas Didik nantinya.”
 Tak sanggup aku mendengar apa yang baru saja disampaikan ayah Nike. Telepon kututup dan kumatikan. Aku
menangis. Aku hancur, sangat-sangat hancur. Seolah hidupku tak berarti lagi. Kuliahku berantakan. Pekerjaanku pun kacau. Hari-hariku penuh dengan duka dan air mata.
Hingga akhirnya dua hari kemudian,
Brrraaaakkkk…
Aku kecelakaan. Masih dalam duka yang kurasakan karena kehilangan Nike, aku tertimpa musibah. Sebuah mobil antar jemput menabrakku dari belakang . Wajahku luka penuh darah, kakiku bengkak tak bisa berjalan, dan sepeda motor yang kukendarai pun hancur diterkam mobil. Aku pingsan tak sadarkan diri dan harus segera dioperasi di bagian wajah serta kepalaku.
Kini setelah sadar, aku berusaha ikhlas atas apa yang kualami, seraya memohon ampun pada Allah atas apa yang telah kulakukan selama ini.
Mungkin inilah akibat dosa yang seringkali kukerjakan, melalaikan Allah dalam kehidupanku. Allah menegur serta menyelamatkanku dengan kasih sayangNya agar aku kembali padaNya. Ya, aku ditegur dengan cara Allah yang tak pernah kusangka sebelumnya, yaitu dengan kecelakaan. Dan aku diselamatkan Allah juga dengan caraNya yang luar biasa, menikahkan Nike dengan laki-laki lain, sehingga imanku tetap terjaga, walau akhirnya aku mesti mengulang kembali syahadatku, syahadat penyesalan.
Kini aku harus merangkai kembali puing-puing nafasku yang terseok. Menata kembali hari-hariku yang tersisa dan menyusun kembali masa depanku yang hancur karena kebodohanku sendiri. Sungguh aku harus berbenah, menjadikan masa laluku sebagai pelajaran untuk tak kuulang kembali di masa yang akan datang dan menjadikan pengalaman burukku sebagai hikmah berharga dalam setiap sisa-sisa keping kehidupanku . Berharap bahwa Allah berkenan ampuni setiap langkah kelamku.
Dalam penyesalan hidup yang kurasakan kini, aku hanya bisa berkata,

“Maafkan hamba duhai Robb…”


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/syahadat-kedua-cinta-terlarang/182185331815213

Selasa, 08 Februari 2011

Sebuah Pelajaran Berharga


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================

Secuil kisah nyata yang kualami kemarin siang, dan ingin kubagi buat sahabat2 RDM yg kucintai..
Kemarin siang sehabis mengajar seorang temanku tiba-tiba menghampiriku,”Makan siang yuk," ajaknya. “Oke,” jawabku. Akhirnya dia mengajakku makan di sebuah warung bakso dekat Stadion 'Trikoyo' di kotaku tercinta. Sampai di warung bakso tersebut suasana masih sepi. Baru ada beberapa orang. Kami masih memilih tempat duduk yang enak. Mungkin karena masih pada Jumat'an. Begitu parkir, seperti biasa, pelayannya sudah menanyakan mau makan apa, minum apa. Kami pesan dua porsi bakso + teh botol (karena ada pepatah "apapun makanannya, minumnya selalu teh botol ---promosi hehehehe).
Sambil menunggu pesanan, kami pun ngobrol. Tiba-tiba ada seorang pemuda berpakaian lusuh, seorang pedagang asongan nongol di samping kami, kami agak kaget.
" Tisu mbak..?" tanyanya menawarkan dagangan. Aku sedikit cuek. Ugh, tapi sedetik kemudian aku menoleh kearahnya, dia manusia sepertiku, tidak pantas aku sombong mengacuhkannya, pikirku. Tanpa sadar tanganku merogoh tas kecil yg kubawa.
" Tisu yg kering 1 ya dek.." kataku kepadanya sambil menyodorkan uang 2 ribuan.
" Wah..tidak ada kembalian mbak, cukup seribu saja" sahutnya.
" Kembaliannya buat adek aja yach.." jawabku singkat.
Bocah itupun pergi tanpa berkata apa-apa.
Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan lalu lalang kendaraan dijalan. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Umur sekitar 20-an. Bagi kami ia terlalu pemalas utk bekerja. Ah tidak, buru-buru kutepis rasa suudzon itu. Menjadi pedagang asongan bukanlah pekerjaan hina, itu adalah pekerjaan halal. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir atau jadi kernet, atau yah jadi pak ogah yang suka malakin cepek atau gopek kepada anak2 sekolah dijalan.
Perbincangan kami mulai ngelantur ke mana-mana. Tentang kira-kira umur dia berapa, pagi tadi dia mandi apa nggak, kenapa dia jadi pedagang asongan dan lain lain. Kami masih makan saat kami melihatnya diseberang jalan menawarkan dagangan.
Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil di lampu merah. Menawarkan dagangannya. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Pergi ke mobil satunya. Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Menawarkan lagi. Ditolak lagi. Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami juga merasakan penolakan itu.
Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Tiba-tiba kami tersadar. Konyol ah. Bagaimanapun juga siapa yang bilang hidup ini adil? Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menjadi pedagang asongan? Hihihi...
Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi, masih menenteng kotak dagangannya di satu tangan, mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya, juga penolakan dari para pejalan kaki dan orang2 yg kebetulan ditemuinya berpapasan dijalan. Bahkan, selain penolakan, di beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Duduk di atas tanah. Tertunduk lesu...
Kami pun selesai makan. Aku dan temanku membayar makanan dan bergegas menuju tempat parkir motorku. Ketika tanganku baru saja meraih helm yg akan kupakai, tiba-tiba disampingku telah berdiri pemuda si pedagang asongan tersebut.
"Mbak, ini bukan hak saya. Ini uang kembalian mbak membeli tisu tadi. Maaf ya mbak harus menunggu lama karena hanya mbak satu2nya orang yg membeli dagangan saya sejak pagi tadi..." katanya sambil menyodorkan kembalian uang seribuan kepadaku waktu membeli tisu tadi. Dan dia langsung melangkah pergi.
BOOM.....! Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.
Ini tidak dapat kupikir dengan logika!
Bayangkan, orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan haknya. Aku masih terbengong-bengong sewaktu menerima uang Rp. 1.000,- yang dia kembalikan. Padahal aku benar-benar ikhlas memberikannya tadi.
Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? Tetapi, dia merasa cukup dibayar segitu. Bahkan dia bilang tadi dagangannya dari pagi hanya saya satu-satunya pembeli, berarti seharian tadi dagangannya belum laku sama sekali. Pikiranku tiba-tiba melayang. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Padahal keadaanku sudah - sangat jauh - lebih baik dari dia. Allah sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilakuku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam kekurangannya, masih mau memberi, ke aku, yang sudah berkelebihan.
Diatas motor dalam perjalanan pulang itu kejadian barusan masih melekat dibenakku. Aku terharu dan airmata menitik. Allah..maafkan hamba yg masih kurang bersyukur atas segala nikmatMu kepadaku. Maafkan hamba yg tadi sempat bersuudzon kepada pemuda itu. Ternyata, soal kejujuran..aku tidak lebih baik dari dia....T.T
"Fabiayyi alaa i robbikumaa tukadzibaan"... ini adalah ayat alquran favoritku. Tapi ternyata aku bener2 belum bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharianku. Hikz..
Siang itu aku merasa mendapat pelajaran berharga. Siang itu aku seperti diingatkan. Bahwa kejujuran itu langka. Bahwa kepuasan hati itu ada didalam rasa syukur.
"Dan jika engkau mensyukuri nikmatKU, maka Aku akan menambah nikmatKu kepadamu. Tapi jika engkau mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih" ( QS.Ibrahim , 7 ).

Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-sebuah-pelajaran-berharga/188998587795463

Be a Best Friend


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
===========================

Ehem….
Mo mulai dari mana neh ya..???
Gini deh, kali ini topik yang bakal kita bahas adalah kiat-kiat atw lebih tepatnya tips biar bisa jadi best friend buat semua orang -khususnya saudara-saudara seakidah.
Tulisan ini saya tujukan khusus bagi temen wanita alias ukhti alias akhwat ( untuk yg ikhwan nanti menyusul notenya, insaAllah )
Mantep gak tuh topik…. *Hehehe…..
Oke, balik ke pokok permasalahan. Sebelum kita mengetahui gimana sih caranya buat jadi best friend yang tetep syar’i kita terlebih dahulu harus tau perbedaan antara temen, sahabat n sodara. Gitchu!
Pertama: Temen.
Temen adalah orang-orang yang intensitas pertemuan dengan kita masih sangat terbatas. Tanpa adanya rasa saling keterikatan antar hati antara orang-orang tersebut. *Ceile, serius pisan bahasanya Mbak, dah kyak icha aje yee..^.^
Contohnya aja neh, temen kuliah. Ya.., intensitas pertemuannya paling dikampus atw dikelas aja. Gak lebih.
Yang kedua: sahabat.
Kalo yang ne udah ada rasa saling ngebutuhin diantara keduanya. Rasanya bedaaa aja kalo si ukhti yang jadi sahabat terdekat kita gak ada. Bahkan sampe-sampe ketika dua orang nih udah terlampau deket orang lain bakal sulit buat ngebedain antara akhwat A dengan akhwat B *maap buat yang ikhwan gak saya kasih contoh disini karena saya gak berkecimpung di dunia ke-ikhwan-an ^_^Tapi disini gak menutup kemungkinan lho 2 orang yang bersahabat tsb akan selalu satu keyakinan (akidah). Banyak kasus ditemui dilapangan tentang persahabatan seorang muslimah dengan gadis non muslim.
Gak masalah sih, tapi dengan catatan kita yang muslimah harus bener-bener bisa ngejaga akidah.
Ketiga: Saudara.
Saudara disini bukan berarti hanya orang-orang yang satu hubungan darah dengan kita. Tapi perlu diingat: semua orang yang satu akidah dengan kita (Islam) adalah termasuk sodara kita juga. N karena mereka juga termasuk sodara kita maka udah menjadi kewajiban buat kita untuk saling tolong-menolong.
Nah! Setelah kita sama-sama mengetahui perbedaannya, marilah kita sama-sama simak (???) apa sih tips-tipsnya biar kita bisa jadi best friend n akhirnya jadi best partner buat dakwah ilallah ini, amiiiiin……
Yuuuuuuk…….
Be a Best Friend
1. Memberitahukan bahwa kita mencintai saudara kita
Misalnya nih, diakhir SMS kita padanya gak ada salahnya kan kita sisipin kata-kata “Ana Uhibbuki Fillah” atw “i MisS U”. Pasti bakal seneng tuh ukhti yang nerima.
Apabila berpisah hendaklah mendoakan n minta didoakan.
Indah banget yak kalo sesama akhwat ( saudara atau temen ) saling mendoakan buat keselamatan saudaranya. Ehm…. So Sweet ^_^
Apabila bertemu hendaklah dengan wajah ceria n berjabat tangan dengan hangat. Malah ada haditsnya Rasulullah yang mengatakan, “Ketika dua orang saudara berjabat tangan maka para malaikat akan tetap mendoakannya sampai jabatan tersebut dilepaskan”
Tapi dengan catatan lho pren, CUMA BUAT SESAMA MAHRAM ! Kalo bukan mah malah tambah dosa atuh….
2. Memperbanyak silaturahmi
Mengucapkan selamat n menggembirakannya
Ikut berbela sungkawa n menghiburnya jika dia dalam keadaan sedih
Membantu nmenolongnya saat membutuhkan
Kan sama-sama sodara, so ayo saling tolong!
 3. Saling memberi hadiah
Gak perlu mahal kok. Bagi yang  ngerasa sebagai mahasiswa tentunya uang yang kita miliki pun terbatas. lha wong masih nadah keortu juga. Sebuah permen kalo diberi dengan cinta tentu akan jadi berarti baginya dibanding hadiah yang mahal tapi dikasih dengan hati yang gak ikhlas. but walo gitu, kalo seandainya kita punya kemampuan why not?
4. Saling menasihati
Ada sebuah kata mutiara yang sangat indah dari ibu saya:
“Seorang saudara tidak hanya membuatmu tertawa. Tetapi saudara yang baik juga membuat saudaranya menangis karena mengingat akhirat (kematian).”
Terakhir, saya bakal maparin tentang buah dari indahnya ukhuwah islamiyah
Merasakan manisnya iman
Allah SWT memberi rahmat dan terhindar dari kengerian hari kiamat
Merasa aman dan gembira
Merasakan kecintaan Allah dan RasulNya
Memperoleh derajat yang tinggi disurga
Salah satu amalan yang shalih
Asyik kan kalo kita udah mampu buat jadi best friend buat semua saudara-saudara kita ????
Untuk itu, yuk kita sama-sama berdoa n berusaha buat selalu jadi orang-orang yang paling bermanfaat buat orang-orang disekitar kita karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
"Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sebelum ia mencintai saudaranya seebagaimana mencintai dirinya sendir"i (HR. Bukhari dan Muslim).
Wallahu a’lam bish-shawab

Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-be-a-best-friend/188867874475201

Mentari Hati


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Mencari Mentari di Malam hari, hanya akan sia-sia, tetapi bukan berarti matahari itu hilang atau lenyap, ia hanya terlihat di balik sisi bumi yang lain sampai waktunya tiba mentari pun akan muncul kembali.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Mencari kebahagiaan pada saat penderitaan datang, juga bukan tidak mungkin, karena bahagia tidak pernah meninggalkanmu. Dengan membalikan kondisi yang ada, kita baru mampu mendapatkan kebahagiaan itu, cobalah mengubah cara berpikir dan cara pandang kita dalam melihat persoalan yang ada, maka bahagia akan kembali menjadi milikmu. Ibarat rotasi yang dipercepat, maka mentari pun akan kembali terlihat sebelum waktunya (umpama bisa dipercepat).
Perputaran siklus perasaan juga, hanya diri sendiri yg punya kuasa untuk mempercepat atau memperlambatnya, bila kita ingin bahagia, jgn lama-lama menderita. Karena sesugguhnya bentuk2 pikiran inilah yg membuat perubahan ke arah positif terasa lambat.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bila di hati kita terdapat mentari yang selalu memberi kehangatan dan ‘kehidupan’, maka tidak perduli siang atau malam, kita akan dapat melihat dengan jelas. Bathin ini tidak akan lagi berada di dalam kegelapan. Selama Mentari hati ini adalah Mentari yg penuh cinta kasih, welas asih, rasa simpati dan kebijaksanaan, Demi kebaikan, Mentari ini akan bersinar dengan lembutnya. Tugasnya adalah membakar sifat-sifat buruk kita. Tentunya Mentari yang mampu seperti itu semua hanyalah “Mentari Hati” anda.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Untuk menghubungi dua hati, yang sedang berselisih, hanya ada ucapan kata maaf dan ketulusan untuk kembali menjalani hubungan yang baik.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/mentari-hati/10150123042846042

Nasehat Ibu pada Anak Gadisnya


*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Masa anak2 cuma sebentar..rasanya baru beberapa waktu yang lalu ibu melahirkan kamu nak,mengajari kamu berjalan,mengenalkan kamu pada lingkungan..
baru kemarin ibu menggendong mu dengan nyanyian2 merdu,matamu mengejap2 bahagia,tertawa bermain bersama ibu.Baru saja ibu antar kamu masuk sekolah Taman Kanak-kanak..kau genggam erat tangan ibu..sangat erat hingga ibu dapat merasakan kekhawatiranmu berada di lingkungan baru,punya teman2 baru,belajar bernyanyi dan menari..
 Rasanya baru kemarin nak,tak terasa sekarang kamu sudah menjadi gadis remaja yang cantik,ibu tak pernah membayangkan akan secepat ini waktu berlalu..
Pada saatnya nanti kamu akan bertemu seseorang yg kamu sayangi selain ibu dan bapak,kamu akan lebih memilih menghabiskan waktu mu dengan org yg kamu cintai nak..
Tidak apa2,kami orang tua cukup memahami kondisi ini karena kami juga dulu pernah muda..tapi hanya satu pesan ibu nak
Pandai2lah membawa diri,diluar sana banyak sekali org2 yg tidak kamu kenal dengan baik, kalaupun kamu merasa 'mengenal' laki2 yg kamu cintai jangan sampai kamu serahkan dirimu padanya sebelum pernikahan terjadi..
Anak ku sayang,atas nama cinta seorang perempuan bisa menyerahkan kegadisannya pada laki2 yg dicintainya,atas nama sayang seorang perempuan bisa melupakan dosa atau tidak suatu perbuatan..jangan nak..ada Allah yg Maha melihat..
Kenikmatan itu hanya sekejap engkau rasakan,hanya sebentar..tapi akibat yg kamu tanggung adalah untuk seumur hidupmu.
Untuk laki2 yg kamu cintai?dia akan pergi dan tak ada yg bisa membuktikan bahwa dia sudah tidak perjaka lagi,tapi kamu nak?
Keperawanan yg terenggut dapat diperiksa di dokter kandungan,belum lagi jika engkau hamil..sementara bapak si jabang bayi pergi menghilang,kamu harus mengandung anak itu selama 9 bulan!..ya 9 bulan 10 hari tepatnya..selama itu kamu akan merasakan proses pembentukan bayi yg membuat kita merasa kurang nyaman,mual,muntah,pusing akan datang silih berganti,pada saat itu kamu akan sangat membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang,ibu akan ada disamping mu nak itu pasti..bapak akan selalu mendapingimu sayang..tapi laki2 yg menghamilimu?
Anak gadisku sayang..
kita ini perempuan,harus bisa menjaga kesucian diri,jika kita biarkan orang lain merenggutnya,maka derita itu akan kita bawa seumur hidup kita..
Berikanlah kegadisanmu pada suamimu seorang,karena dengannya kamu akan membangun mahligai rumah tangga,dengannya kamu akan mendidik anak2mu,dengannya kamu akan menggapai surga Illahi..
Berfikirlah panjang sebelum berbuat nak,semua ini ibu sampaikan karena ibu tak ingin anak ibu menderita,ibu ingin engkau bahagia..
sehingga jika Allah memanggil ibu..ibu dapat meninggalkanmu dengan senyum kebahagiaan..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/nasehat-ibu-pada-anak-gadisnya/10150123022811042

10 Karakteristik Muslim Sejati


Bismillaahirrahmanirrakhiim....
Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS.Huud:112)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Karakteristik ini seharusnya yang menjadi ciri khas dalam diri seseorang yang mengaku sebagai muslim, yang dapat menjadi furqon (pembeda) yang merupakan sifat-sifat khususnya (muwashofat).
Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi soko guru peradaban dunia (Ustadziyatul 'alam). Kesepuluh karakter itu adalah :
1 ) Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2 ) Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur'an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid'ah yang dapat menyesatkannya.
3 ) Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
4 ) Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh Azza Wa jalla.
5 ) Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
6 ) Qodirun 'alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7 ) Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
8 ) Haritsun 'ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh Azza Wa Jalla.

9 ) Munazhom Fii Su'unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
10 ) Naafi'un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita...Baarakallohu fiikum ..Amin ya Rabbul 'alamiin.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْك
Perindu  Syuhada.


http://www.facebook.com/notes/melati/10-karakteristik-muslim-sejati/177784928926557

karena Menggunakan Burqa di Tolak Naik Bis


Seorang wanita Chicago yang berusaha untuk menggunjungi kerabatnya di Arkansas telah diduga di larang untuk naik bis Greyhound akhir bulan lalu karena menggunakan Burqa.
Menurut kantor berita NBC Chicago, Jacqueline Pasha datang untuk naik sebuah bis ketika dia di beritahu oleh pegawai Greyhound bahwa burqanya “Menakutkan”.
“Pegawai wanita itu berkata, anda tampak menakutkan, begitu banyak hal terjadi di dunia ini dan anda memakai pakaian seperti itu. aku tidak dapat melihat wajah anda.” Pasha bercerita pada NBC.
Pasha berusaha menawarkan untuk menunjukkan wajahnya kepada pegawai bis wanita dalam ruangan tertutup, tapi ternyata dia di kirim pulang bersama tiket-tiketnya dan koper yang penuh dengan hadiah yang akan di berikan untuk ketiga anaknya.
Pasha berkata dia tidak pernah mendapat masalah bepergian dengan bis Greyhound sebelumnya dan mengharapkan perusahaan Greyhound mengganti untuk uangnya dan uang suaminya yang telah di bayarkan untuk Hotel dan biaya makan di Chicago akibat pembatalan perjalanannya itu.
Dewan hubungan Islam Amerika yang berada di Chicago berusaha dengan Pasha untuk mendapatkan kembali Uangnya dari Greyhound, yang telah mengingkarinya tanpa bukti.
“ tidak ada maksud kami menolaknya untuk berpergian dengan menggunakan bis kami,” kata manager Greyhound dari media Bonnei Bastian di Terminal.


http://www.facebook.com/notes/melati/karena-menggunakan-burqa-di-tolak-naik-bis/178226255549091

Perjalanan Hidup Manusia 'Bersel Satu'


Awalnya Hanya Bersel Satu
Makhluk hidup bersel satu yang mendiami bumi kita tak terhitung jumlahnya. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan terjadi.
Embrio yang berkembang dalam rahim ibu, juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu. Sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi, karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.

Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda
Sperma dan sel telur yang bertemu, kemudian bersatu membentuk sel tunggal disebut zigot. Sel ini kemudian membelah dan memperbanyak diri dan merupakan cikal bakal manusia. Beberapa minggu setelah penyatuan ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain, dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar, sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka dan otak.
Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak.
Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya. Masing-masing sel baru yang terbentuk, berperilaku seolah-olah tahu dimana ia harus menempatkan diri dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
Tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio, pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel mana pun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.
Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar: "Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi".
Proses pembentukan dalam rahim berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai
mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus berdenyut seumur hidup.
Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini tahu bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini termasuk beragam pertanyaan yang belum dipecahkan ilmu pengetahuan.
Sel-sel pembuluh darah akhirnya berhasil membuat sistem tabung sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan ahli. Sistem pembuluh darah sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.
Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima, tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, ribuan sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan: melakukan bunuh diri massal.
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong ini adalah celah di antara jari-jari kita.
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia diberi petunjuk oleh Allah.
Sejumlah sel juga mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.
Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.
Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami, bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.
Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.
Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagai berikut: "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl, 16:78)

Penciptaan Kedua
Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal dalam rahim. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka dan menciptakan manusia normal dari sel tunggal.Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Kewajiban kita adalah untuk memikirkan bagaimana kita lahir ke dunia ini, kemudian bersyukur kepada Allah.Jangan lupa, Allah yang telah menciptakan tubuh kita sekali dan akan mencipta kita lagi setelah kematian, akan bertanya tentang nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." (QS. Yaasiin, 36:77-79).


http://www.facebook.com/notes/melati/perjalanan-hidup-manusia-bersel-satu/178189258886124

Ingat, Kita Hanya Manusia


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
===========================
 Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta...
karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini,
apa yang ada adalah baik,
selalu berusaha meraih lebih,
dan tidak mau sadar karena serakah.

 Ada teman yang begitu mencintai,
       namun tidak diindahkan,
       karena memilih,
       menilai dan menghakimi sendiri.

       Memilih teman dan mencari-cari,
       padahal di depan mata ada teman yang sejati.
       Telah memiliki segala yang terbaik,
       namun serakah,
       ingin dirinya yang paling diperhatikan,
       paling disayang,
       selalu menjadi pusat perhatian,
       selalu dinomorsatukan.

       Padahal,
       semua manusia memiliki peranan,
       hebat dan no.1 dalam satu hal,
       belum tentu dalam hal lain,
       dicintai oleh satu orang, belum tentu oleh orang lain.

       Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri,
       jikalau berharap dari orang lain,
       siaplah ditinggalkan,
       siaplah dikhianati.

       Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya,
       mencintai dan menghargai diri sendiri,
       mau mencintai orang lain,
       dan mau menerima orang lain.

       Percayalah kepada Allah,
       dan bersyukurlah kepadaNya,
       bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita,
       tak perlu berkeras hati,
       pasrahkan dirimu padaNYA....

       Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan,
       meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
       karena yang terindah bagiNYA selalu
       datang tepat pada waktunya dan kita tidak pernah duga.

       Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
      dan berusahalah menerima orang lain apa adanya...

Barakallahufikum..
Wassalam…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/renungan-ingat-kita-hanya-manusia/188825181146137

Jagalah MULUTMU seperti menjaga KEMALUANMU


Ada suatu kisah seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, dengan hikmah ayahnya memberikan sekantong paku  dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu telah melakukan 32 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memaku paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahukan ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.
Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”
“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu dan perbuatanmu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain”
Sahabat Hikmah...
AMARAH adalah suatu FITRAH yang ada dalam diri manusia
Tetapi bila kita TIDAK  meLUAPkannya...
Maka itu adalah lebih UTAMA...
Karena luapan kemarahan hanya akan MENYAKITI orang lain yang akan 'terus MEMBEKAS'
Dan menjadi 'PENYESALAN' diri kita...
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yangbertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya danmema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)
 Seorang lelaki datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan”   (HR. Thobrani, Shohih)
Sahabat Hikmah...
Jagalah MULUTmu...
Seperti menjaga KEMALUANmu !
Karena keBANYAKan penduduk NERAKA...
Bukan hanya orang yang tidak bisa menjaga KEMALUANnya...
Tetapi juga orang yang tidak bisa menjaga MULUTnya *.
"Perkara yang paling BANYAK mengANTARkan orang masuk ke NERAKA
adalah MULUT dan KEMALUAN." (HR. Tirmidzi)
"Barang siapa berIMAN kepada ALLAH dan HARI AKHIR...
Maka berKATAlah yang BAIK atau DIAM." (HR. Bukhori-Muslim)

* (menjaga mulut bukan hanya dari ucapan yang tidak baik seperti ucapan yang menyakitkan, ghibah (gosip), fitnah, namimah (mengadu domba), panggilan yang buruk dll, tetapi juga menjaga dari makanan yang syubhat dan haram).


http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/jagalah-mulutmu-seperti-menjaga-kemaluanmu/10150090424465849

Senin, 07 Februari 2011

Seperti Apa Diri Kita yang Sebenarnya Duhai Ukhti ( ? )


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
===========================
Duhai ukhti...dirimu teramat berharga..maka jagalah dirimu, sikapmu, akhlakmu, ibadahmu...^.^
Klo lagih merenung, pasti suka inget perkataan orang - orang yang ada di sekitarku. Mangkanye klo lagih cerita di MP, icha suka nulis: "jadi inget kata bla bla bla....". Alhamdulillah, masih banyak orang yang mau menyempatkan diri untuk sekedar ngasih tausiyah ke icha, subhanalloh.
Critanya lagi merenungi perjalanan hidup nih, hehe. Beberapa minggu lalu, masih inget banget kakak ipar kesayangan icha ( Mb.Iva, salah satu admin RDM ini ) ngasih pesen,"Icha...icha itu teramat berharga. Icha itu aset dakwah. Mba ga mau icha nantinya jadi contoh yang tidak bener bagi saudari2 kita yg lain diluar sana.." . Wajar klo kekhawatiran seperti itu terbersit di pikiran seorang murobbiyah *luv U coz Alloh Mba iva..:)*. Karna klo ngeliat kasus2 di ikhwah saat ini, banyak yang bikin kita mesti banyak2 beristighfar. Dan sebagai seorang akhwat yang mestinyah jadi panutan, kita harus bener2 pinter ngejaga diri.
Dulu icha slalu berfikir, slama icha bisa ngejaga hati, nyantai ajahlah klo ngadepin kaum adam. Mungkin ini juga tuntutan hidup kali yaak *halah bahasanyah*. Secara, icha kan backgroundnyah teknik. Biasa gaul ama cowo', dimanapun kapanpun dan ama siapapun. Cuman lama2, ternyatah kudu ekstra ketat untuk ngejaga diri.
Okeh, kita bisa ngejaga hati..tapi lawan bicara kita? atau mungkin ada prilaku kita yang terkesan memancing lawan jenis kita untuk berbuat yang kurang baik ke kita. Itu yang ternyatah kudu dipikirin. Jadi, normal2 ajah dah klo mo gaul *emang slama ini icha kaga'normal yaak?haha*. Untuk lebih ngejaga ajah sih. Icha suka bilang ke temen2 ikhwan,"Icha mang kaya' gini, jadi jangan GR yaak..." Jadi, temen2 ikhwan icha sejauh ini nyantai2 ajah klo maen ama icha dalam satu komunitas dakwah *di belakang mah wallohu'alam hehe..*.
Ada beberapa masalah yang pengen Icha sorot kali ini. Tentang perilaku kita sebagai seorang muslimah...
Pertama
Icha pernah protes ama MR, paska diamanahi kegiatan sosial yang ngelibatin banyak pihak. Apa si yang diprotesin? icha sebel ama ikhwan2nyah yang ternyatah diem2 ngambil poto seorang akhwat *akhwatnyah siapa, kaga' penting jg, haha*. Bukan nuduh si, icha kan ngecek kamera digitalnya, heuheuhue mengerikan. Dan akhirnyah jadi bahan evaluasi buat kami. Kata MR,
"Akhwat jaman sekarang pada aneh2 ya? pas kmaren kan dipotoin ama ikhwannya. Kok ga malu ya, abis difoto gitu malah nyamperin ikhwannya sambil nanya "bagus ga potonya? yah jelek, ulang lagi deh."  Jaman Mba mah ga ada yang kaya' gitu."
"Hehe, iya Mba. Icha ajah yang sering maen ama ikhwan, kaga'ampe segitunyah. Itu jg yang bikin aku risih."
Jadi, akhwatnyahpun banyak yang bermasalah. Mungkin icha jg termasuk...T.T
Kedua
  Keingetan sodari icha yang slalu ngasih nasehat, klo icha lagih kena masalah2 aneh. "Lebih dijaga ajah cha. Ane percaya, anti bisa ngejaga hati tapi mereka?". Beberapa bulan ini dapet kabar, klo sodariku itu lagi deket ama seorang ikhwan. Bahkan suka jalan bareng, ampe ke-gap di suatu tempat ama kakak klas icha, masyaAlloh. Sodariku yang laen pernah ngecek isi HPnyah..dan ternyatah SMSan mereka dah masuk tahap memanggil dengan panggilan "Ummiy", padahal status mereka bukan suami istri *apalagi ibu dan anak, hehe*. Tamparan buat icha..Kemana ajah dirimu cha..?? masyaAlloh...
Ketiga
 Dapet kabar dari sahabatku, tuh anak lagih pusing ngurusin ikhwan akhwat yang katanyah lagih proses taaruf tapi, lebih ke arah pacaran. Yang jadi masalah, kasus itu bener2 berdampak besar untuk jama'ah. Karna mereka itu orang2 penting di kampus. Jika amal bukan dilandasi kecintaan kita kepada Alloh, maka jadi mudah terkotori. Itu yang bisa icha ambil.
Keempat
 Pernah denger celetukkan temen2 ikhwan pas kita lagih ngumpul dulu.
"Lu tau ga cha, akhwat itu klo usianya dah mateng trus belon nikah, biasanya mereka lebih agresif.Mereka ga ragu untuk ngejar ikhwan yang mereka suka."
"Heh?masa?"
"Yah, lu belon tau."
Temen2 ikhwan icha nerusin obrolan "aneh"nya itu. Icha mah BETE baed ngedenger mereka klo lagih ngebahas yang gajebo gitu. Mungkin karna si akhwat ini kurang bisa ngendaliin dirinyah, atau ruhiyahnyah lagih jelek, dll dkk. Icha brusaha nyari alesan yang positif tentang akhwat yang diceritain sama ikhwan2 temenku itu.
Harusnyah kita blajar positif thingking sama Alloh...klo Icha lebih berfikir, mungkin mnurut Alloh belum ada ikhwan yang pantes untuk si akhwat itu jadi, belom berjodoh sama ikhwan manapun. Klopun diantara kita ada yang mau bertindak seperti siti Khodijah yang melamar Rosulullah.. boleh2 ajah, karna Islam kaga' ngelarang itu. Tapi, yang mesti diperhatiin itu prosesnya. Jangan ampe kita ngelakuin perbuatan2 yang kaga' ahsan di mata Allah dan orang mukmin. Ngelakuin PDKT ama ikhwan yang kita suka, ngerayu, ngebujuk, maksa, duh..sayang baed klo misalnyah kita ngotorin diri dengan prilaku yang "memalukan" itu. Anti terlalu berharga untuk ngelakuin perbuatan serendah itu.
Klo kata Mama...
"ikhwan baik itu pasti bakalan kabur klo dideketin sama akhwat centil. Akhwat baikpun bakalan kabur klo dideketin ama ikhwan genit, kecuali kamu yang suka cuek dan ga nyadar.." kata Mama nyengir*hadoh, kena lagih dah*.
Kelima
 Ketemu sama ibu-ibu pengajian dirumahku. Hari itu yang jadi topik pembicaraan yaak icha *resiko gadis di sarang ummahat, hahaha*.
"Ikhwan skarang mah dah brani yaak, ngomong sama  akhwat tuh ga jaga pandangan. Pas jaman kita mah, mo lewat ajah sampe milih jalan yang laen biar ga ktemu. Trus jg, ikhwan skarang klo mo nikah, pasti yang dicari tuh yang cantik. Padahal klo kita ngeliat ikhwan2 jaman dulu, subhanalloh. Banyak ikhwan yang ganteng tapi isterinya biasa2 ajah. Karena mereka menikah untuk keberlangsungan dakwah."
"akhwat jg banyak yang kaya' gitu kok Bu." sahut icha membela.
"he'eh, heran yaa jaman sekarang. Ujian dakwahnya justru yang kaya' begini. Bikin lalai. Klo jaman dulu, kaya'nyah ga ada waktu untuk ngebahas kasus2 kaya' gini. Akhwat2 pada sibuk untuk mempertahankan jilbabnya di era 80-90an. Waktu itu mo pake jilbab ajah susah. Sampe banyak temen2 saya yang dikeluarin dari skolahnya gara2 kasus itu."
"Revolusi jilbab, icha pernah baca bukunyah." icha nyeletuk.
"Ada lagi istilah jilbab racun, di pasar2 suka rame." Sambung Mama"Betul Bu,itu fitnah untuk wanita2 yang berjilbab. Dan karna kita tetep istiqomah, Alhamdulillah akhirnyah perjuangan itu berhasil. Semua perempuan bebas pake jilbab, meskipun banyak masih melenceng dari jilbab yang syar'i."
Itu topik icha hari itu. Subhanalloh...
Keenam
 Ngeliat fenomena paska kampus. Banyak akhwat yang jilbabnya mulai naek. Ada beberapa yang mulai pacaran. Ada yang brenti ngaji. Sedahsyat itukah paska Kampus???cuman mo berbagi ama sodari2kuh yang ada di sini. Untuk ngadepin dunia paska kampus, mending disiapin dari sebelum lulus dari kampus masing2. Klo dulu..yang icha lakuin pertama...mengkondisikan keluarga untuk kedepannyah seperti apa. Klo yang ba'da lulus mo langsung nikah, kondisikan dulu ortunyah, biar kaga' kaget klo tiba2 ada ikhwan yang dateng ke rumah untuk ngekhitbah.
Jangan sampe pas kita mo nikah, justru ortu yang kaga' ngijinin dengan alesan belon kenal ama ikhwannyah. Atau jadi bertabaruj ria pas walimahan, karna alesan ortu yang mau klo kita dandan ato make jilbab dililit. Itu bukan alesan ukhti. Ortu itu bisa kita kondisikan insyaAlloh. Karna sekeras2nya orang tua, pasti akan luluh klo kita ngasih masukan yang baik dengan cara yang baik pula. Jangan malah ngambeg. Ada jg kaga' bakal jadi nikah, karna ntar dianggep kekanak2an ama ortu, hahaha.
Icha selalu slalu ngingetin buat temen2 semua: "Klo nanti di kantor kalian, kalian diminta untuk buka jilbab ato mendekkin jilbab. Mending keluar ajah. Rezeki kan datengnya dari Alloh. Kenapa kita harus ikut aturan manusia dan  melalaikan aturan Alloh?"
Apa diriku yang terlalu keras ato saklek, icha mang kaga' suka klo ada yang ngubah gaya jilbab jadi lebih "menantang" klo cuman karna kerjaan, dll. Ayolah ukhti, pemahaman anti dah baguslah tentang hijab. Masa' cuman gara2 kerjaan gaya anti jadi nyeleneh gitu.  Soalnyah ba'da lulus kuliah, pasti banyak yang jadi pengangguran sementara. Klo dah gitu biasanyah jadi jumud trus males. Jadi, mending siap2 dah. Karna kaga' jaminan jg, siapa yang bakal bertahan dan siapa yang bakal tersisih dari jalan dakwah ini...
Itu segelintir yang ada di pikiran icha saat ini. Tentang dunia kita. Tentang dakwah kita. Dan pada nantinyah kita akan kembali asing. Karna yang buruk dihadapan Alloh telah menjadi suatu kewajaran di dunia ini. Dan aturan Alloh justru dianggap sebagai beban bagi para ummatnyah. Khususnyah wanita. Padahal, dibalik aturan2 yang Alloh buat, semuanyah  menjamin kemashlahan Ummatnyah. Karna begitu berharganyah engkau duhai ukhti...
Semoga bermanfaat yach, hanya ingin berbagii pengalaman sedikit..
Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum…


Atas Dosa Apa Aku Dibunuh ?????????


Sebuah renungan mengenai aborsi
Saya barusan selesai ikut SEMINAR MENGENAI ABORSI,
dengan Pembicaranya : Dr. Kusuma.

Seharusnya saudara-saudara dan teman-teman bisa hadir
sendiri di situ, bisa mendengarkan sendiri dan bisa melihat video yg
ditunjukkannya itu..
Dalam seminar itu, dijelaskan secara detil, proses
pertumbuhan dan perkembangan dari calon janin
sampai janin itu dilahirkan ...
Selain itu, juga ditampilkan secara detil proses
ABORSI... Janin yg awalnya hidupnya damai, tenteram, dan kadang-kadang
bergeliat manja di dalam perut ibunya, sekejap mata terusik oleh
peralatan-peralatan ABORTUS.

Di jaman sekarang, dunia kedokteran yg telah banyak
mengalami kemajuan, teknologi yg canggih, yg memungkinkan proses
ABORTUS
itu berjalan singkat dan 'aman'.
TAPI BENARKAH PROSES ABORTUS ITU BERJALAN DENGAN
'AMAN' DAN BIASA-BIASA SAJA ???
 Ukh... seandainya saja kalau Anda bisa melihat sendiri
jalannya proses abortus itu... Weukhjhh... mungkin Anda akan terkejut
sekali, muntah-muntah atau mungkin langsung pingsan. Bukannya saya
ingin
melebih-lebihkan, tetapi itulah kenyataan yg ada, tangan-tangan yg
melakukan ABORTUS itu seakan-akan hanya mengeluarkan segumpal 'sampah'
dari perut seorang wanita. DIOBOK-OBOK, DIHISAP, DIREMUK DAN
DITARIK PAKSA KELUAR DAN DIBUANG !

Saya bisa mengatakan seperti ini, karena dalam seminar
itu, ditayangkan video mengenai proses abortus secara
detil...
Diawali dengan pelebaran lubang keluar janin sampai
sekitar 1 cm lebih, dengan alat obeng busi. Setelah
itu dimasukkan alat pengukur untuk mengukur
kedalaman rahim. Kemudian alat penyedot abortus
dimasukkan ke dalam rahim.
Setelah masuk, alat penyedot dihidupkan, segala cairan
dihisap ke dalam selang, daging-daging yg masih lemb ek
dan tulang-tulang kecil pun tidak ketinggalan dihisap
oleh alat tersebut. Lewat layar monitor, walaupun
gambarnya agak kabur, namun kita bisa melihat dengan
jelas, terjadi pemberontakan di dalam sana. Janin itu
terus saja bergerak ke sana kemari, berusaha
membebaskan diri, berusaha melarikan diri. (Tetapi ke
mana lagi ia musti lari ???)

Walaupun sudah berusaha keras, tetap saja tidak mampu
melawan kuatnya hisapan alat penyedot tersebut. Dan akhirnya yg
tertinggal hanyalah bagian kepalanya saja (tengkorak).

Tahap terakhir dari proses ABORTUS adalah
dimasukkannya TANG ABORTUS ke dalam rahim. Tanpa kesulitan, kepala
janin
yg
tersisa itu langsung tertangkap oleh tang abortus itu,
dan ... krek... kepala tsb langsung diremukkan, terus
ditarik keluar dari rahim ibunya.

Dan ini ada beberapa pesan yg disampaikan oleh Dr.
Kusuma: (sejauh saya bisa mengutipnya..)

Saudara-saudara sekalian, kita mungkin se ring melihat
penganiayaan-penganiayaan di jalan-jalan, korban
senjata tajam, korban pemerkosaan, dll.... Pelakunya
kita kecam dan kita cap tidak peri kemanusiaan sama
sekali. Pihak berwajib menangkap mereka dan
menghukumnya...

TAPI BAGAIMANA TINDAKAN ABORTUS ???
BUKANKAH HAL INI JUGA SAMA SAJA????

Bahkan lebih parah lagi, yg merupakan korban di sini
adalah yg tidak berdaya, yg sangat lemah sekali, yg
sangat membutuhkan bantuan orang lain agar ia bisa
hidup... Tapi nyatanya dia diserang, diobok-obok, dan
diremukkan.

Apakah janin itu menerima begitu saja ketika proses
abortus itu berlangsung?
TIDAK. Janin itu bergerak memberontaki, bahkan lewat
monitor, kita bisa melihatnya mulutnya yg selalu ternganga lebar-lebar,
BERTERIAK, JANIN ITU BERTERIAK MINTA TOLONG, TETAPI SIAPAKAH YG BISA
MENDENGARNYA, SIAPAKAH YG MENOLONGNYA..... YANG ADA
HANYA SEBUAH "SILENT SCREAMING"...
Kalau Anda sendiri yg menjadi janin itu, apakah yg
akan/bisa Anda lakukan?

Sungguh kasihan sekali janin itu, dia yg lemah, dia yg
tidak tahu apa-apa, dia yg tidak melakukan kesalahan apa-apa, musti
dilenyapkan kehidupannya... karena apa???

HANYA DEMI NAMA BAIK?
HANYA DEMI KEHORMATAN?
HANYA DEMI MARTABAT KELUARGA??
Sebuah nyawa musti dikorbankan...

Janin, sebuah jiwa, suatu kehidupan, sebuah karunia
TUHAN Yang Maha Besar, dihancurkan dengan begitu mudahnya oleh manusia.
Beginikah cara manusia mensyukuri apa yg telah Tuhan berikan???

Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita semua
mencegah dan menghindari terjadinya aborsi. Adapun yg
bisa kita lakukan adalah menghindari seks pra-nikah,
sehingga kita tidak perlu dihadapkan pada pilihan
aborsi. Dan mengingatkan rekan-rekan kita.

Apapun alasannya, aborsi tetap saja sebuah pembunuhan,
suatu usaha yg melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dalam
menciptakan makhluk kesaya ngan-Nya.

Mungkin hanya inilah yg bisa saya sharing-kan kepada
saudara sekalian. Mohon maaf atas kata-kataku ini yg amburadul,
kata-kata yg
tidak sempurna, kata-kata yg belum mampu menjelaskan
betapa besar penderitaan yg dialami oleh janin tsb.
Tapi kalau saja saudara bisa melihat sendiri,
korban-korban aborsi itu, 'bangkai' janin-janin yg
masih kecil, badannya yg masih tidak karuan, yg
membengkak biru kehitam-hitaman, jari-jari tangan dan
kakinya terputus dan terpencar-pencar itu..
Dan kalau saja bisa melihat langsung mata janin tsb:
mata yg sedih dan penuh penderitaan itu seakan-akan mengatakan:
"MAMA, MENGAPA ENGKAU MELAKUKAN HAL INI? APAKAH
SALAHKU PADA MAMA?"

Semoga cerita diatas tidak terjadi pada kita semua
karena apapun alasannya aborsi, baik karena demi nama baik, keluarga
ataupun
ekonomi. Tetap itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyimpang dari
kehendak Allah SWT. Dan kalau karena alasan e konomi, kita yakin bahwa
setiap
mahluk hidup akan diberikan rejekinya masing-masing sebagai
perumpamaan
"SEMUT PUN YANG HIDUP DIATAS BATU YANG TERLETAK
DIPADANG PASIR YANG GERSANG MAMPU UNTUK BERTAHAN HIDUP
KENAPA KITA SEBAGAI MANUSIA YANG MEMPUNYAI BANYAK
KELEBIHAN DARI MAHLUK LAIN TIDAK BISA".


http://www.facebook.com/notes/melati/atas-dosa-apa-aku-dibunuh-/178014285570288

Rahasia Syari’ah


Kata syari’ah disebutkan dalam surah Al-Maidah:48, Allah swt. berfirman:

”likullin ja’alnaa minkum syir’atan wa minhaajaa (untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang.)”
Berdasarkan redaksi ayat, nampak bahwa kata syari’ah atau syir’ah artinya aturan. Namun dalam Islam secara definitif kata syari’ah identik dengan aturan dari Allah swt. Dengan kata lain mengikuti syari’ah artinya mengikuti aturan Allah yang telah ditetapkan untuk kemaslahatan manusia di dunia dan di akhirat. Dari sini kita mendapatkan pelajaran bahwa Allah swt. sebagai pemilik langit dan bumi sebenarnya telah meletakkan aturan hidup untuk manusia. Dan bisa dipastikan bahwa aturan-Nya jauh lebih sempurna dari pada aturan yang dikarang oleh manusia. Sebab Allah Maha Mengetahui sementara otak manusia sangat terbatas kemampuannya. Maka tidak mungkin manusia menandingi Allah dalam segala hal, apa lagi independen dari-Nya.
Allah yang menciptakan manusia, tentu telah tahu apa yang terbaik untuk makhluk-Nya. Maka seharusnya manusia belajar dari-Nya bagaimana cara hidup dan bagaimana menggunakan fasilitas yang telah diamanahkan kepadanya. Termasuk bagaimana cara menggunakan fasilitas tubuh yang melekat pada dirinya. Manusia harus menyadari hakikat ini. Sebab secara fitrah manusia telah mengakui hal tersebut dalam kenyataan sehari-hari. Contoh, ketika Anda membeli mobil, anda pasti akan menanyakan buku panduan cara menggunakan mobil tersebut. Dan pasti buku panduan yang Anda maksud adalah yang dikeluarkan oleh pabriknya. Tidak mungkin Anda membeli mobil made in Toyota, sementara buku panduan yang Anda pelajaran dikeluarkan oleh Nissan. Bila ini yang manusia sadari, mengapa dalam menggunakan dirinya, banyak manusia yang tidak mau menggunakan panduan dari Sang Pencipta?
Padahal Allah swt. telah menurunkan Al-Qur’an sebagai panduan. Dan di dalamnya telah dijelaskan bagaimana cara menggunakan mata, cara mengisi perut dan lain sebaginya. Lebih jauh, di dalam Al-Qur’an juga ada hal-hal yang dilarang dan ada yang diperintahkan. Bila diteliti secara ilmiah jelas apa yang Allah larang itu semua tidak baik dilakukan. Dan bahkan kalau tetap dilanggar, pasti selalu ada dampak negatifnya di dunia apa lagi di akhirat. Contohnya perzinaan, mabuk-mabukan, korupsi dan lain sebagainya. Itu jelas terbukti banyak membawa madharat bagi manusia dan kemanusiaan. Namun ternyata masih saja manusia suka melakukannya. Sebaliknya apa yang Allah perintahkan pasti selalu membawa kebaikan bagi manusia dan kemanusiaan.
Contohnya ibadah, dzikir, menegakkan keadilan dan lain sebagainya. Itu semua sangat baik bagi ruhani manusia dan sangat bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan hakiki.
Apapun alasannya manusia tidak mungkin bisa menghindar dari syari’ah. Sebab secara fitrah penciptaan manusia telah didesain oleh Allah untuk selalu bergantung kepada syari’ah. Banyak orang yang kita saksikan secara perlahan mulai insaf dari dosa-dosa. Mereka tidak sanggup lagi menanggung penderitaan akibat maksiat yang mereka lakukan. Ini suatu bukti bahwa pada akhirnya mereka harus kembali kepada tuntunan Allah swt. Semakin manusia dekat kepada tuntunan-Nya semakin mereka menemukan kebahagiaan. Di negara-negara maju sebenarnya parktik syari’ah telah mereka lakukan secara diam-diam, tanpa gembar-gembor istilah.

Kejujuran mereka junjung tinggi. Transparansi dan kerapian adalah ciri utama menejemen mereka. Takaful sosial mereka utamakan di atas segalanya. Para homeless dan pengangguran benar-benar dilindungi dan dipenuhi hak-haknya. Anak baru lahir sampai umur lima tahun ditanggung oleh negara. Semakin seseorang lemah dan tidak berdaya semakin dihargai. Karenanya para pejalan kaki lebih diutamakan dan semua mobil harus berhenti pada saat mereka hendak menyeberang jalan. Salah seorang anak muda di Chicago pernah berkata kepada saya: ”Kita di sini selalu diajari untuk berbuat benar.”
Sogok menyogok adalah hal yang paling ditakuti. Tidak ada satu pun celah di atas meja-meja jabatan untuk berbuat sogok atau memberi hadiah kepada pejabat. Seorang bercerita kepada saya bahwa seorang wali kota di New York segera mengundurkan diri setelah diketahui bahwa ia telah menerima hadiah dari sebuah perusahaan. Ia merasa bahwa hadiah tersebut telah mengganggu kredibilitas jabatannya. Semua ini adalah contoh-contoh yang sebenarnya telah diajarkan dalam syari’ah. Mereka segera mempraktikannya, karena mereka tahu bahwa itu akan memberikan keuntungan di dunia. Dan terbukti mereka maju karena telah melaksanakan semua itu dengan baik. Dari sini nampak bahwa syari’ah bukan hanya ritual, melainkan juga harus terbukti dalam tataran hidup sosial.
Sayangnya persepsi yang selama ini berkembang,  hanyalah syari’ah dalam dimensi ritual. Akibatnya umat Islam kurang berdaya. Mereka hanya berkutat di pojok-pojok masjid dan majelis-majelis taklim. Sementara syari’ah dalam dimensi sosial tidak dikembangkan. Sungguh Rasulullah saw. dan para sahabatnya sejak dini telah mencontohkan praktik syari’ah secara ritual dan sosial sekaligus. Karenanya mereka maju dan telah berhasil memimpin seperempat dunia dengan penuh keberdayaan yang maksimal. Kini sebenarnya sudah musim orang-orang kembali ke syari’ah. Perbankan syari’ah semakin marak di mana-mana. Bahkan bank-bank Internasional seperti City Bank, HSBC dan lain sebaginya –menurut informasi yang saya dapat- sudah mulai mempraktikkan perbankan syari’ah.
Mr. Mark salah seorang ahli perbankan, pernah suatu hari datang ke Jakarta untuk melakukan studi banding dengan pebankan Syari’ah. Ketika ditanya, mengapa Anda mulai melirik ke syari’ah?
Mark menjawab: ”Sebab kami sudah punya pengalaman bahwa dengan menggunakan sistem riba, yang paling untung adalah para pemilik modal. Sementara para kreditor tercekik. Sebaliknya kalau menggunakan sistem tanpa riba, yang paling untung adalah kreditor, sementara para pemilik modal hanya bisa gigit jari. Maka dalam hal ini yang paling tepat syari’ah, karena antara pemilik modal dan kreditor sama-sama siap menerima keuntungan atau kerugian.”
Renungkan dan camkanlah. Wallahu a’lam bishshawab.


http://www.facebook.com/notes/melati/rahasia-syariah/177494342288949

KEAJAIBAN DALAM RAHIM IBU


Sebagaimana budaya keluarga muslim, saat menerima kelahiran buah hatinya ke dunia ini, maka sang ayah spontan membisikkan kalimat Adzan ke telinga sang bayi. Hal ini dalam rangka untuk mengenalkan sang bayi suara-suara terindah dan terbaik saat sang bayi lahir ke dunia ini.
Sebenarnya budaya ini sangatlah baik untuk menerapkan kecerdasan ilahiah sang bayi di saat kelahirannya, namun secara medis, budaya ini jangan diartikan sebagai “PENGENALAN PERTAMA” karena sebenarnya semenjak masih dalam bentuk janin pun sistem pendengaran sudah terbentuk dan sudah mulai merespon suara-suara yang menembus kandungan ibunya.
Pada usia 16 minggu, pendengaran janin sudah mulai terbentuk yang artinya pada usia itu janin sudah bisa mulai mendengar suara sekalipun struktur telinga baru mencapai kesempurnaannya pada usia 24 minggu. Berikut salah satu contoh hasil scan struktur telinga janin dalam kandungan:
Jadi, “PENGENALAN SUARA PERTAMA” bukan terjadi sesaat kelahiran tetapi sudah terjadi sejak janin berusia 16 minggu. Di situlah sebenarnya sang orang tua punya kesempatan untuk mengenalkan suara-suara terbaik kalimatullah atau ilahiah kepada sang janin yang ada dalam kandungan.
Inilah yang menjelaskan pula mengapa sering kita temui adanya semacam ritual pengajian dan sejenisnya untuk menyambut janin yang sudah memasuki usia 16 minggu. Terdapat dua pemahaman yang muncul dari ritual pengajian di usia 16 minggu ini:
  • Pertama, pemahaman bahwa di usia 16 minggu ini ruh dan nasib ditiupkan pada janin, oleh karena itu pengajian ditujukan untuk mendo’akan sang janin agar ia mendapat nasib yang baik.
  • Kedua, pemahaman medis cenderung untuk mengatakan bahwa ritual pengajian di usia ini ditujukan agar apa yang didengar sang janin untuk pertama kalinya adalah suara-suara ilahiah seperti syahadatain, dzikrullah, tasbih, takbir, tahmid, dan lain-lain.
Oleh karena itu bila orang tua hendak memperdengarkan adzan kepada sang bayi, saya anjurkan dilakukan saat kandungan berusia 16 minggu, sehingga pada masa kelahirannya, saat kita membisikkannya lagi suara Adzan ke telinganya, maka Insya Allah sang bayi akan semakin bertambah kuat kecerdasan ilahiahnya atau spiritualnya.
Suara dari luar tubuh ibu bisa menebus rahim. Seorang ahli mencoba memasang suatu alat perekam suara yang sensitif dalam rongga cairan ketuban di sekitar bayi serta merekam suara yang diterima janin dan reaksinya. Suaranya kira-kira mirip bila kita mendengar suara di dalam air waktu berenang. Suara ibu merupakan hal yang paling dominan karena dapat disalurkan lewat tubuh ibu.
Busnel, Granier-Deferre meneliti bahwa 5 (lima) menit suara yang diperdengarkan kepada janin bisa mengubah pola denyut jantung dan gerak janin dalam kandungan sekitar 1 (satu) jam! Masya Allah
Chapman, 1975, menyatakan bahwa suara musik klasik dari Brahm 6 (enam) kali 5 (lima) menit sehari dapat meningkatkan berat badan bayi prematur dengan bermakna! Allahu Akbar
Janin juga membentuk kapasitas belajar dan menghafal, De Casper meneliti adanya:
  • Perubahan daya menghisap (jempol) bila mendengar suara tertentu.
  • Janin mendapat kenyamanan bila ibu bicara dengan bahasa daerahnya sendiri.
Selain itu peneliti lain, J. P. Lecanuet, melaporkan adanya perubahan denyut jantung janin apabila dia mendengarkan cerita tertentu. Bila mendengarkan cerita yang disukainya, denyut jantung menjadi stabil dan melambat. Tetapi akan meningkat bila mendengar cerita yang tidak disukainya.
Fred J. Schwartz menyatakan bahwa proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.
Hal ini mungkin dapat menerangkan bagaimana Imam Syafi’i mampu hafal al-Qur’anul Karim dan al-Hadits pada usia 9 tahun, oleh karena lingkungan rahim ibunya selalu disibukkan dengan kedua bacaan mulia tersebut di atas.
Hal yang sama juga mungkin dapat menerangkan mengapa suku Ambon dan Batak mempunyai keterampilan seni suara dan musik yang lebih menonjol dibandingkan dengan suku lainnya di Indonesia, karena musik dan seni suara merupakan suatu kegiatan rutin dalam kehidupan keseharian mereka, dan adanya kebiasaan bahwa ayah atau keluarganya bernyanyi untuk janin di depan kandungan ibunya.
Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan orang-orang Afrika terhadap ritme atau nada-nada cepat dalam musik atau seni suara. Kemampuan orang-orang kulit hitam terhadap beat musik yang sukar seperti jazz, reggae atau rock, atau orang Amerika Latin dengan musik Bossanova atau Samba-nya.
BERHATI-HATILAH DALAM BERKATA-KATA DAN BERPIKIR!
Secara medis ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kesadaran ibu hamil setelah usia kehamilan 16 minggu untuk lebih berhati-hati dalam berpikir ataupun berkata-kata, karena janin mulai merekam dan bereaksi terhadap hal tersebut.
Upayakanlah orang tua untuk selalu menjaga kenyamanan kondisi psikologis dan lingkungannya supaya terhindar dari stres, karena janin yang berusia 16 minggu ini sudah bisa mulai mendengar perkataan kotor, marah-marah, emosi, gosip, ghibah, dan perkataan-perkataan buruk lainnya. Oleh karena itu di usia janin 16 minggu alangkah lebih baiknya sang janin mendapat porsi lebih suara-suara kalimatullah karena itu lebih baik dan lebih bermanfaat baginya dan perkembangan tubuhnya.
Stres pada ibu hamil mengakibatkan janin menjadi hiperaktif dalam rahim. Hal ini pun berhubungan dengan kegelisahan anak. Anak pun sangat mudah terkena stres (karena sudah terbiasa sejak di dalam rahim). Suara-suara keras atau nada-nada kemarahan atau pertengkaran orang tuanya pada saat kehamilan juga bisa membuat anak menjadi gagap atau gugup.
Stres ibu hamil, diet yang kurang sempurna, dan racun-racun yang terpapar selama kehamilan bisa mempengaruhi kecerdasan anak.
http://agama.kompasiana.com/2010/09/02/janin-yang-mendengar-adzan/
KEAJAIBAN DALAM RAHIM IBU
Awalnya Hanya Bersel Satu
Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi.
Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.
Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda
Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.
Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.
Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.
Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:
Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.
Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.
 Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.
Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.
Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal.
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.
Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.
Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.
Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.
 Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.
Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)
Penciptaan Kedua
Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.
Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.
Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.
Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79).


http://www.facebook.com/notes/melati/keajaiban-dalam-rahim-ibu/177973828907667