Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Senin, 07 Februari 2011

KEAJAIBAN DALAM RAHIM IBU


Sebagaimana budaya keluarga muslim, saat menerima kelahiran buah hatinya ke dunia ini, maka sang ayah spontan membisikkan kalimat Adzan ke telinga sang bayi. Hal ini dalam rangka untuk mengenalkan sang bayi suara-suara terindah dan terbaik saat sang bayi lahir ke dunia ini.
Sebenarnya budaya ini sangatlah baik untuk menerapkan kecerdasan ilahiah sang bayi di saat kelahirannya, namun secara medis, budaya ini jangan diartikan sebagai “PENGENALAN PERTAMA” karena sebenarnya semenjak masih dalam bentuk janin pun sistem pendengaran sudah terbentuk dan sudah mulai merespon suara-suara yang menembus kandungan ibunya.
Pada usia 16 minggu, pendengaran janin sudah mulai terbentuk yang artinya pada usia itu janin sudah bisa mulai mendengar suara sekalipun struktur telinga baru mencapai kesempurnaannya pada usia 24 minggu. Berikut salah satu contoh hasil scan struktur telinga janin dalam kandungan:
Jadi, “PENGENALAN SUARA PERTAMA” bukan terjadi sesaat kelahiran tetapi sudah terjadi sejak janin berusia 16 minggu. Di situlah sebenarnya sang orang tua punya kesempatan untuk mengenalkan suara-suara terbaik kalimatullah atau ilahiah kepada sang janin yang ada dalam kandungan.
Inilah yang menjelaskan pula mengapa sering kita temui adanya semacam ritual pengajian dan sejenisnya untuk menyambut janin yang sudah memasuki usia 16 minggu. Terdapat dua pemahaman yang muncul dari ritual pengajian di usia 16 minggu ini:
  • Pertama, pemahaman bahwa di usia 16 minggu ini ruh dan nasib ditiupkan pada janin, oleh karena itu pengajian ditujukan untuk mendo’akan sang janin agar ia mendapat nasib yang baik.
  • Kedua, pemahaman medis cenderung untuk mengatakan bahwa ritual pengajian di usia ini ditujukan agar apa yang didengar sang janin untuk pertama kalinya adalah suara-suara ilahiah seperti syahadatain, dzikrullah, tasbih, takbir, tahmid, dan lain-lain.
Oleh karena itu bila orang tua hendak memperdengarkan adzan kepada sang bayi, saya anjurkan dilakukan saat kandungan berusia 16 minggu, sehingga pada masa kelahirannya, saat kita membisikkannya lagi suara Adzan ke telinganya, maka Insya Allah sang bayi akan semakin bertambah kuat kecerdasan ilahiahnya atau spiritualnya.
Suara dari luar tubuh ibu bisa menebus rahim. Seorang ahli mencoba memasang suatu alat perekam suara yang sensitif dalam rongga cairan ketuban di sekitar bayi serta merekam suara yang diterima janin dan reaksinya. Suaranya kira-kira mirip bila kita mendengar suara di dalam air waktu berenang. Suara ibu merupakan hal yang paling dominan karena dapat disalurkan lewat tubuh ibu.
Busnel, Granier-Deferre meneliti bahwa 5 (lima) menit suara yang diperdengarkan kepada janin bisa mengubah pola denyut jantung dan gerak janin dalam kandungan sekitar 1 (satu) jam! Masya Allah
Chapman, 1975, menyatakan bahwa suara musik klasik dari Brahm 6 (enam) kali 5 (lima) menit sehari dapat meningkatkan berat badan bayi prematur dengan bermakna! Allahu Akbar
Janin juga membentuk kapasitas belajar dan menghafal, De Casper meneliti adanya:
  • Perubahan daya menghisap (jempol) bila mendengar suara tertentu.
  • Janin mendapat kenyamanan bila ibu bicara dengan bahasa daerahnya sendiri.
Selain itu peneliti lain, J. P. Lecanuet, melaporkan adanya perubahan denyut jantung janin apabila dia mendengarkan cerita tertentu. Bila mendengarkan cerita yang disukainya, denyut jantung menjadi stabil dan melambat. Tetapi akan meningkat bila mendengar cerita yang tidak disukainya.
Fred J. Schwartz menyatakan bahwa proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.
Hal ini mungkin dapat menerangkan bagaimana Imam Syafi’i mampu hafal al-Qur’anul Karim dan al-Hadits pada usia 9 tahun, oleh karena lingkungan rahim ibunya selalu disibukkan dengan kedua bacaan mulia tersebut di atas.
Hal yang sama juga mungkin dapat menerangkan mengapa suku Ambon dan Batak mempunyai keterampilan seni suara dan musik yang lebih menonjol dibandingkan dengan suku lainnya di Indonesia, karena musik dan seni suara merupakan suatu kegiatan rutin dalam kehidupan keseharian mereka, dan adanya kebiasaan bahwa ayah atau keluarganya bernyanyi untuk janin di depan kandungan ibunya.
Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan orang-orang Afrika terhadap ritme atau nada-nada cepat dalam musik atau seni suara. Kemampuan orang-orang kulit hitam terhadap beat musik yang sukar seperti jazz, reggae atau rock, atau orang Amerika Latin dengan musik Bossanova atau Samba-nya.
BERHATI-HATILAH DALAM BERKATA-KATA DAN BERPIKIR!
Secara medis ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kesadaran ibu hamil setelah usia kehamilan 16 minggu untuk lebih berhati-hati dalam berpikir ataupun berkata-kata, karena janin mulai merekam dan bereaksi terhadap hal tersebut.
Upayakanlah orang tua untuk selalu menjaga kenyamanan kondisi psikologis dan lingkungannya supaya terhindar dari stres, karena janin yang berusia 16 minggu ini sudah bisa mulai mendengar perkataan kotor, marah-marah, emosi, gosip, ghibah, dan perkataan-perkataan buruk lainnya. Oleh karena itu di usia janin 16 minggu alangkah lebih baiknya sang janin mendapat porsi lebih suara-suara kalimatullah karena itu lebih baik dan lebih bermanfaat baginya dan perkembangan tubuhnya.
Stres pada ibu hamil mengakibatkan janin menjadi hiperaktif dalam rahim. Hal ini pun berhubungan dengan kegelisahan anak. Anak pun sangat mudah terkena stres (karena sudah terbiasa sejak di dalam rahim). Suara-suara keras atau nada-nada kemarahan atau pertengkaran orang tuanya pada saat kehamilan juga bisa membuat anak menjadi gagap atau gugup.
Stres ibu hamil, diet yang kurang sempurna, dan racun-racun yang terpapar selama kehamilan bisa mempengaruhi kecerdasan anak.
http://agama.kompasiana.com/2010/09/02/janin-yang-mendengar-adzan/
KEAJAIBAN DALAM RAHIM IBU
Awalnya Hanya Bersel Satu
Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi.
Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.
Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda
Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.
Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.
Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.
Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:
Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.
Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.
 Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.
Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.
Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal.
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.
Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.
Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.
Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.
 Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.
Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)
Penciptaan Kedua
Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.
Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.
Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.
Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79).


http://www.facebook.com/notes/melati/keajaiban-dalam-rahim-ibu/177973828907667

Bila Diajak Ke Kelab Malam


"Jom clubbing malam ni.  Kita pergi minum-minum jer," kata Ah King Kong kepada Asmadol.
"Tak mau la, aku mana boleh. Kau tak pe la," balas Asmadol menolak perlawaan Ah King Kong
Sebagai muslim, dia tidak mahu terjerumus ke lembah hina. Di Kelab malam, macam-macam jenis syaitan bertopengkan manusia ada. Ada yang bertanduk, yang tak bertanduk pun ada juga
"Ala kita bukan minum  arak. Kita minum coke je, jom la," Ah King Kong  masih tidak berputus asa mengajak seorang umat Muhammad ke tempat jin menari
"Ermmm. Aku tak beranilah. Nanti mak aku marah. Lagipun aku mana penah pergi kelab malam ni," kata Asmadol mahu melepaskan diri.
"Ala, sape nak bagitau mak kau. Mak kau mana tahu kalau kau sendiri tak bagitahu. Lagipun malam ni aku dah janji dengan kawan. Tak bestlah kalau aku pergi sorang, diorang datang berdua takkan aku nak datang seorang saja" Ah King Kong memasukkan jarum karatnya.
"Ermmm. Ok. Tapi kena janji tak minum arak ok," balas Asmadol mempersetujui ajakan Ah King Kong dengan bersyarat.
Itu hanyalah perbualan rekaan saya sahaja. Tapi sering berlaku dalam dunia akhir zaman ni. Non Muslim (Yahudi) tak jemu-jemu nak memasang perangkap untuk kita, namun kita masih belum sedar dan masih mudah terpengaruh. Macam-macam agenda yang mereka cuba serapkan. Salah satunya adalah kelab malam.
Apakah hukumnya masuk ke kelab malam?
Hukumnya tidak berdosa jika masuk ke dalam kelab malam yang kosong (maksudnya hanya signboard kelab malam) tapi mana ada kelab malam macam tu, kalau kelab malam yang baru nak beroperasi mungkin tapi selalunya signboard akan dipasang paling akhir. [B]Hukumnya adalah haram dan berdosa[/B]. Ya, haram dan berdosa walaupun tidak minum arak. Tapi cawan yang digunakan itu keberangkalian untuk digunakan untuk air-air lain (arak) adalah 90 %. Rajin ke diorang nak buat cawan asing-asing ni? Ermmm.. sendiri mau ingatlah. Nauzubillah.
Ermmmm, kalau dah namanya kelab malam mesti ada perempuan-perempuan miskin dan lelaki-lelaki kaya yang tak cukup akal. Kenapa saya kata dekat kelab malam ada ramai perempuan-perempuan miskin dan lelaki-lelaki kaya yang tak cukup akal? Haaaaaaa.. Laser kan saya ni?? Maaflah kalau ada yang terasa. Saya cakap hakikat je. Nanti ada pulak yang cakap, kubur masing-masing lah yang kau sibuk sangat apesal?
Haihhh, memanglah kubur asing-asing tapi nanti sapa yang nak gali kubur, nak mandikan jenazah, nak solatkan jenazah? Jenazah tu sendiri ke? Kalo jenazah tu boleh buat sendiri mau bertempiaran orang kampung lari. Saya juga tak terkecuali akan lari. Lagipun kalau kubur sekali boleh jugak la nak tolong-menolong di alam kubur, tapi kalau dah asing-asing duduklah sorang-sorang dan diam-diam dalam tu. Kata-kata ini lebih berupa peringatan kepada diri saya sendiri.
Perempuan miskin dan lelaki kaya tak cukup akal? Kenapa?
Kembali kepada topik perempuan miskin dan lelaki kaya tak cukup akal. Perempuan-perempuan miskin yang dimaksudkan adalah mereka yang tak cukup duit nak beli kain lebih buat baju. Kalau diorang ni kaya pun mungkin kedekut agaknya. Tapi sepasang pakaian yang menutup seluruh tubuh takdelah mahal pun. Harga mampu beli. Lelaki-lelaki kaya yang tak cukup akal pula sebab menghabiskan duit pada perempuan-perempuan miskin tadi. Maksudnya sugar daddy. Pahala atau dosa tu hak Allah jadi saya tak mahu ulas pasal tu. Cumanya kalau duit tu disalurkan ke baitulmal ke ada jugak baiknya. Saham akhirat tu.
Bila dah masuk ke dalam kelab malam mesti la ada bunyi bising (lagu). Bunyinya masyaAllah membingitkan telinga. Macam mana saya tahu? Opsss. saya pernah masuk ke??? Ish, Ish, Ish, saya tak pernah masuk, cuma dengar orang cakap. Tapi cakap yang boleh dipercayai. Ayah kepada member saya merupakan seorang polis bahagian narkotik jadi ada satu ketika tu ayahnya turut serta dalam serbuan di kelab malam. Nak tangkap pusher (pengedar dadah). Kawan saya cerita ayah dia beritahu keadaan bising di kelab malam sampai macam nak pekak telinga, patutla orang yang masuk ke dalam kelab malam akan mengambil pil estacy sebabnya untuk khayal dan tak terasa bingit telinga.Masuk ke tempat jin menari ni mengundang padah. Malaikat di sebelah kiri dah sedia dengan buku catatan manakala malaikat di sebelah kanan pula hanya duduk bersenang-senang. Nasib tak baik, polis buat serbuan, bermalam la dalam lokap. Nasib lebih tak baik, azab Allah di akhirat kelak. Nauzubillah.
Sebagai renungan bersama. Jauhilah perkara-perkara mazmumah dan perkara-perkara yang boleh menyebabkan malaikat di sebelah kanan berehat panjang. Kita kena bagi malaikat di sebelah kanan ni buat kerja banyak sikit catat amal kebaikan dan malaikat sebelah kiri duduk bersenang-senang. Nasihat untuk diri saya dan juga teman-teman lain yang membaca.

Sekian, InsyaAllah jumpa lagi. Wassalam


http://www.iluvislam.com/tazkirah/nasihat/1530-bila-diajak-ke-kelab-malam.html

Salah Deteksi


Pak Pandir datang ke dokter mengeluhkan badannya yang sakit semua. "Sakit apa?" tanya dokter "Wah badan saya semuanya sakit, Dok!" katanya. "Coba tunjukkan di mana saja sakitnya," pinta sang dokter. Lalu Pak Pandir mulai menujukkan sakitnya dengan menunjuk satu persatu anggota badannya dengan jari telunjuknya. Ia menyentuh lutut dengan telunjuknya, lalu berteriak "Auw, sakit dok!" Ia lalu menyentuh kepala dengan telunjuknya, "Auw, ini sakit juga dok" Ia lalu menyentuh perut, jidat, tengan, paha dan semuanya terasa sakit.
Sekilas terlihat Pak Pandir benar-benar sakit disekujur tubuhnya, tapi sang dokter merasa ada yang aneh dengan penyakit pria ini. Lalu dokter memegang semua bagian tubuh yang tadi dibilang sakit, ternyata tidak sakit. Si Pria itu juga heran. Hmm, dokter punya kesimpulan.
 Lalu sang dokter minta si pria tersebut menyentuh tangan sang dokter dengan telunjuknya. Pria itu berteriak, "Auw, saya pegang tangan pak dokter terasa sakit juga?" Terungkaplah, dokter tahu jawabannya. "Itu yang sakit telunjuk jari kamu, ada radang sendi atau retak ringan makanya bengkak, jadi apapun yang kamu pegang jadi sakit, badan kamu baik-baik saja!" "Ayo kita periksa jarimu!" ???
Humor dan Hikmah:
Salah deteksi, merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, kadang lebih bahaya dari penyakitnya sendiri. Ada orang yang mengeluh karyawannya kerja gak bener, anak-anaknya pada gak dekat, teman-temannya pada menjauh, ternyata masalahnya ada pada orang tersebut. Pada anak tidak perhatian, pada karyawan tidak peduli, pada teman egois. Nah kalau orang ini tidak menyadari masalahnya, maka ia akan merasa semuanya gak beres, padahal masalahnya ada pada diri sendiri.
Ada guru yang bilang semua muridnya malas karena nilainya jelek semua, padahal masalahnya ada di cara pengajarannya.
Ada wirausaha yang resah, usahanya tidak maju-maju karena situasinya tidak kondusif, padahal tidak menguasai pemasaran dan belajar setengah-setengah.
Ada distributor yang putus asa karena senantiasa ditolak mengatakan bisnisnya tidak bagus susah di terima, padahal mentalnya belum terbentuk berjiwa entrepreneur dan itupun baru segelintir orang ia jumpai namun mengklaim semua orang. Ada manager yang mengeluhkan karyawannya semua malas bekerja, padahal masalahnya ia tidak mampu membangkitkan motivasi baik
terhadap dirinya sendiri apalagi karyawannya bahkan terkadang mematikan motivasi karyawannya sendiri.
Salah deteksi masalah bisa membuat kita menyalahkan pihak luar tanpa memperbaiki diri sendiri. Ini merupakan salah satu masalah yang menghambat produktivitas kita.
Ingat! Bukan pihak luar yang menghambat kesuksesan dan kinerja kita melainkan diri kita sendirilah yang TIDAK TERBUKA TERHADAP SUATU PERUBAHAN. Merasa cukup dengan yang dulu. Selalu membanggakan masa lalu seperti gurunya, latar belakangnya, buku yang ia baca, fisiknya, wajahnya, kekayaannya dll. Sehingga dalam dirinya selalu terucap. SAYA SUDAH TAHU!!!  Maka tertutuplah semua kebaikan yang datang. Dibutuhkan kerendahan dan mau belajar untuk meraih kesuksesan dari  impian yang di bangun.
Semoga kita termasuk Hamba-Nya yang di beri petunjuk dalam mendeteksi kesalahan dan kekurangan pada diri sendiri untuk di perbaiki. Bukan mereka yang kalut, selalu menyalahkan di luar dirinya.


Silahkan Tidur Di Ruangan Saya


Sepasang suami istri setengah baya datang ke lobby sebuah hotel kecil di Philadelphia.
Sudah beberapa hotel mereka datangi dan nampaknya ini harapan terakhir.
Apalagi saat itu hujan turun deras, jadi tak banyak lagi pilihan untuk mereka berteduh.
"Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah kau memberi kami satu kamar saja..?" tanya pria itu pada petugas hotel, setengah memelas."Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini," jawab petugas hotel,
"tapi saya tidak mungkin meminta Anda berdua pergi untuk kehujanan di luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini," lanjutnya.
Lalu petugas itu bertanya, "Bersediakah Anda berdua tidur di kamar saya? Tidak mewah, tapi cukup baik untuk istirahat."
Akhirnya kedua pasangan itu tidur semalam di ruang tidur sang pegawai, dan sang pegawai tidur sedapatnya.
Pasangan itu sangat berterima kasih pada sang pegawai.
Keesokan harinya, sebelum berpisah, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel, "Orang seperti kamu seharusnya menjadi pimpinan hotel terbaik di Amerika. Karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yang mau melayani. Mungkin suatu hari saya akan membangunkan sebuah hotel untukmu".
Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar mendengar ocehan orang tua itu, dan mereka pun berpisah.
Kira-kira dua tahun kemudian, pegawai tersebut menerima surat yang berisi tiket ke New York permintaan agar dia menjadi tamu pasangan setengah baya yang pernah ditolongnya.
Setelah tiba di New York, pria setengah baya tersebut mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara 5th Avenue dan 34th Street. Di sana pria itu menunjuk sebuah bangunan baru yang luar biasa megah dan mengatakan,
"Itulah hotel yg saya bangun untuk kamu kelola".
Tahukah siapa pegawai tersebut?
Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang kini dikenal sebagai pebisnis perhotelan ternama.
Karirnya melesat sejak ia dipercaya mengelola hotel milik pria yang pernah diizinkan menginap di kamarnya.
Tahukah siapa pria setengah baya yang ditolongnya?
Ia adalah William Waldorf Astor, pemilik jaringan hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan salah satu jaringan hotel terbaik di dunia.
Kisah ini menunjukkan pada kita, sebuah kebaikan kecil bisa mengubah masa depan.
No Excuse! untuk tidak berbuat baikSeringkali kita menganggap kita tidak punya modal untuk berbisnis tapi apakah benar demikian?Modal tidak hanya uang, tapi kepercayaan dan kredibilitas adalah modal yang tidak bisa diremehkan.
Bahkan lebih besar daripada modal uang.
Kisah seperti di atas bisa kita lihat pada kisah Christopher pada buku No Excuse! halaman 11.
Sebuah kebaikan adalah investasi.
Sekalipun jangan berharap pamrih, karena setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah SWT,
akan tetapi tidak jarang kebaikan juga langsung berbuah manis di dunia.
George Charles Boldt sudah membuktikan, juga Christopher pada buku No Excuse!
Kredibilitas juga modal yang penting.
Dalam buku No Excuse! kita bisa juga lihat kisah Conrad Hilton.
Setelah dipecat dari pekerjaaannya, ia bisa membangun hotel karena ia punya kredibilitas.
Orang percaya padanya sehingga ia dengan mudah bisa meminjam uang yang nilainya 4 kali lipat dari kekayaannya.
Jika ia tidak berinvestasi menjadi orang yang bisa dipercaya, mana mungkin orang mau invest pada Hilton yang baru kehilangan sumber penghasilan.
Sering kita dengar orang mengeluh:"Cari modal susah!""Mana ada orang mau investasi ke saya!"
Pertanyaannya:
Apakah selama ini ia telah membangun image sebagai orang yang bisa terpercaya mengelola modal?
Jadi jangan hanya mengeluh ketika tidak ada modal.
Investasi kebaikan sebanyak-banyaknya dari sekarang.
Bangun kredibilitas dan kepercayaan.Karena kebaikan sebesar biji zarah pun ada balasannya.
Kita tidak pernah tahu bagaimana kebaikan akan menolohng kita di masa depan,
tapi bisa dipastikan setiap kebaikan ada nilainya.

Investasilah dalam kebaikan. No Excuse!


Betah ditransit


Seorang Bos menugaskan anak buahnya untuk pergi ke ujung Indonesia Timur untuk sebuah kepentingan bisnis. Agar semua tugas bisa terpenuhi ia memberi bekal tiket pesawat, uang makan, uang akomodasi dan perbekalan lainnya.
Karena jaraknya cukup jauh maka anak buah tersebut harus transit dahulu di Bali beberapa jam.
Ketika transit di Bali, sang anak buah begitu terpesona dengan Bali. Melihat begitu banyak orang dari berbagai bangsa di Airport membuatnya terkesima.
Karena masih ada waktu, ia lalu memutuskan untuk melihat suasana di luar airport.
Bahkan ia menyempatkan diri naik taksi ke Denpasar dan Kuta.
Makin lama melihat Bali ia makin tertarik.
Ia lalu memutuskan untuk menginap di sana, ia gunakan semua fasilitas kantor dari bosnya untuk menikmati indahnya Bali, sampai akhirnya uangnya habis.
Tanpa terasa ia sudah seminggu berada di Bali.
Menurut Anda apa yang terjadi ketika ia bertemu dengan Bosnya?
Apakah ia akan dipuji? Apakah ia akan diberi hadiah? Atau ia akan dihukum?
Apakah ia berani bertemu Bosnya?
Tahukah Anda, pegawai itu mewakili sebagian besar manusia?
Ya, manusia. Mungkin juga kita.
Manusia diciptakan Allah untuk tugas menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Hidup di dunia adalah transit bagi manusia untuk hidup yang lebih lama setelah kematian, dan bertemu Sang Pencipta.
Tapi banyak orang yang lupa bahwa ada tujuan lain setelah kehidupan di dunia.
Manusia sudah terlalu bersuka cita dengan keindahan transit di dunia dan melupakan akhirat.
Kita diberi fasilitas otak, raga dan jiwa untuk bisa sampai ke tujuan bertemu dengan sang Pencipta.
Tapi kita gunakan semua potensi kita hanya untuk kebutuhan sementara transit di dunia.
Semoga saja kita tidak termasuk orang yang terlena di transit dunia ini.
Amin...


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/betah-ditransit/185239694831745

THINK DINAR: Seandainya saja kita berpikir “Dinar”


Sebagian besar dari Anda yang tahu ekonomi,
mungkin akan menganggap gila kalau ada yang mengatakan bahwa ada mata uang yang tidak mengenal inflasi.
Di manapun kita belajar ekonomi, pasti diajarkan apa yang namanya inflasi.
Tapi ternyata, ada mata uang yang sejak 1400 tahun lalu sampai sekarang nilainya sama.
Apa itu? “Dinar”
Apa benar? Tentu saja.
Dalam sejarah (sebagaimana diungkap dalam hadis) dinyatakan satu dinar di masa
Rasulullah Muhammad Saw, cukup untuk membeli 1 ekor kambing.
Ternyata saat ini (tahun 2011) satu keeping dinar juga tetap cukup untuk membeli 1 ekor kambing.
Waktu selama 1400 tahun nampaknya cukup untuk membuktikan bahwa konsep mata uang tanpa inflasi
bukan omong kosong.
Malah jika dibandingkan dengan seluruh mata uang yang beredar di seluruh dunia,
mata uang “Dinar” justru mengalami peningkatan nilai nominal bukan inflasi.
Misalnya untuk pergi haji, di tahun 1997 orang butuh 97 dinar untuk pergi haji, tapi tahun 2003 hanya butuh 50 dinar untuk pergi haji, dan tahun 2010 cukup dengan 22 dinar kita bisa pergi haji.
 Tapi mari luruskan dahulu apa yang dimaksud dengan dinar ini.
Yang dimaksud dengan mata uang “Dinar” di sini adalah koin dinar berbahan dasar emas 22 karat dengan berat 4,25 gr yang standarisasinya ditetapkan oleh Umar Bin Khattab. Jangan terkecoh dengan mata uang Dinar Iraq, Dinar Kuwait, Dinar Libya, dsb, karena dinar tersebut cuma dinar nama atau dinar pelabelan, bukan dinar emas.
Saya sendiri tidak pernah terpikir tentang mata uang “Dinar” seperti ini sampai saya membaca buku “Think Dinar” yang ditulis oleh Endy J Kurniawan.
Buku ini membuka mata saya betapa mata uang dinar bisa menyelamatkan dunia.
Dengan Dinar, mungkin tidak ada lagi spekulan mata uang, tidak ada lagi krisis moneter,
karena semua takarannya adalah emas, perak (dirham).
Tapi tentu saja sulit mengubah tatanan ekonomi yang sudah begitu mengakar.
Karena itu Negara manapun yang berani lebih dulu mengadopsi system dinar,
maka akan menjadi negara yang paling kebal krisis dan inflasi.
Misalnya saja Indonesia punya Dinar Indonesia.
Tiba tiba mata uang Indonesia dianggap jatuh seperti krisis moneter dulu.
Tidak usah khawatir, jual saja saja emasnya.
Jadi tidak akan pernah jatuh.
Selama ini terbukti harga emas tidak pernah jatuh.
(turun fluktuatif, iya, tapi setiap tahun pada akhirnya meningkat).
Lalu bagaimana mungkin kita berbelanja kalau harus menenteng emas kemana-mana?
Ya tetap saja uang kertas ada, tapi uang kertas dengan konsep dinar adalah sertifikat emas.
Uang kertas zaman dahulu konsepnya sama dengan dinar.
Uang kertas zaman dahulu adalah sertifikat emas.
Setiap uang kertas dicetak, maka ada cadangan emas dengan nilai tertentu yang disimpan.
Tapi itu dulu, sekarang emas dan mata uang tidak ada hubungannya.
Ketika Amerika kehabisan sumber daya akibat perang di Vietnam dan butuh banyak uang,
maka Amerika mencetak uang sebanyak-banyaknya dengan tidak lagi memperhitungkan cadangan emas.
Amerika bahkan membatalkan perjanjian Internasional yang menentukan hitungan mata uang dan cadangan emas.
Sejak saat itu mencetak uang dan emas tidak ada kaitannya lagi.
Saat ini dunia masih tetap berhadapan dengan resiko krisis .
Negara maju dan kaya walaupun kelihatannya mendukung system moneter yang sedang dipakai saat ini,
diam diam mempersiapkan diri kalau kalau terjadi resesi.
Apa yang mereka siapakan. Emas.
Kini hampir semua Negara besar menambah stok emas sebagai cadangan mereka.
Sayangnya Indonesia yang justru menurut Wikipedia mempunyai tambang emas terbesar di dunia,
tersedot emasnya keluar negeri.
Seandainya saja kita berpikir “Dinar”…
Lalu apakah ada manfaatnya berpikir dinar untuk perorangan?
Untungnya Buku Think Dinar karya Endy J. Kurniawan justru membahas betapa untungnya jika kita berpikir Dinar untuk masa depan diri dan keluarga.
Lihat saja motonya” Think Dinar, Muslim Kaya Hari Ini, Super Kaya di Masa Depan”
Jadi ini justru untuk persiapan masa depan individu dan keluarga.
Bahasanya mudah dicerna jadi bisa dipahami siapa saja.
Anak SMA, ibu rumah tangga juga bisa memahami konsep yang ditawarkan Endy dalam buku ini.
Kalau Anda mau menabung yang menguntungkan, jawabannya Dinar bukan deposito bukan tabungan di bank, kenapa?
Di buku Think Dinar dijawab tuntas.Kalau mau investasi yang aman tanpa banyak pertimbangan, jawabannya Dinar, bukan main saham, bukan asuransi, bukan danareksa. Kenapa? Dijawab tuntas di buku Think Dinar.
Kalau Anda ingin menabung untuk pernikahan, haji, pendidikan anak, jawabannya ada di Dinar.Buku ini akan menjabarkan kenapa Dinarlebih unggul dari property, saham, tabungan, deposito, asuransi, dsb.
Anda akan takjub melihat betapa banyak solusi financial yang bisa Anda temukan jika anda “Think Dinar”
Selamat membaca bukunya.
Kemungkinan besar Anda menyesal baru tahu konsep dinar sekarang,
karena seandainya saja kita sudah tahu sejak lama, tentu saja kehidupan saat ini jauh lebih baik.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/think-dinar-seandainya-saja-kita-berpikir-dinar/185238704831844

Minggu, 06 Februari 2011

S3, PILIHAN DILEMA SEORANG WANITA


Sahabat, berikut ini adalah kisah yang saya dapatkan dari email saya yang tergabung dalam keanggotaan mailing list teman-teman Ikatan Alumni ITB (IA-ITB). Sebuah kisah yang menunjukkan pilihan yang sulit dan dilematis sebagai seorang wanita.
Tersebutlah seorang mahasiswi yang datang menemui dosennya, ia menghampiri dosennya itu dengan wajah yang muram, lalu berkata,
"Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos".
Hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya, mengingat di luar sana berjuta - juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudian dia berkata,
"Bagus dong dik, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang?”
Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen,
"Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Lalu dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah? Saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani.”
Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya. Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata sejenak, menunggu Allah SWT membukakan hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini...
Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalam idenya. Sang dosen berkata seperti ini kepada mahasiswinya. "Dik, sekarang bertanyalah kepada hati kecilmu, apa hati kecilmu masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti?"
Sang mahasiswi bingung, dia menunduk, tak terasa air mata menetes dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar yang saling ingin meniadakan. Dosen itu melanjutkan nasihatnya. "Dik, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?"
"Sejak saya kuliah di ITB, Pak," Jawab sang gadis.
Kemudian dosen itu melanjutkan ,"Ya dik, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini. Tapi dik, coba kamu pikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang akan membelai rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan engkau lahirkan nanti."
Dan itulah jawaban Allah SWT melalui sang dosen tersebut. Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasihnya kepada sang dosen, dan berkata,
"Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya.”
Sahabat, mudah-mudahan kisah ini bisa menginspirasi kita semua, bahwa betapa berharganya arti pendidikan bagi seorang wanita, bukan semata karena ingin disanjung dan dipuji banyak orang karena prestasinya, tapi karena perannya sebagai seorang ibu untuk anak-anaknyalah yang menjadikannya mulia di hadapan Tuhannya. Selama kesempatan masih ada, ayo sama-sama kita gunakan kesempatan itu sebaik mungkin, dan akan lebih indah lagi apabila kesempatan tersebut diiringi dengan niat baik dan rasa syukur kepada Sang Pemberi Kesempatan, Allah SWT.


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/s3-pilihan-dilema-seorang-wanita/181687775198302

Syndrome Emotional


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============================
Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan "Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah" (H.R. Malik).
Rasa kesal saat kita terhadap orang yang serng menyakiti kita dan ada keinginan untuk membalas perbuatan ialah suatu bentuk dari kemarahan. Dampaknya memang cukup mengkhawatirkan nich. Sahabat, ayo kita belajar lebih sabar menjalani hidup ini. Ingat, kalau bisa karena terbiasa. So, Yuk mari kita realisasikan untuk sabar dalam kehidupan kita sehari-hari. Kali ini Nai ingin berbagi tentang cara-cara meredam amarah. Check this out :
1. Langkah awal saat kita merasakan perasaan marah melanda, sebaiknya kita segera Membaca Ta’awwudz. Karena hanya kepada Allah lah kita bisa meminta pertolongan.
"dan jika syetan datang menggodamu, berlindunglah kepada Allah...." (al- a'raf : 200)
Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim, Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).
2. Berikutnya sahabat, segeralah mengambil air wudhu.
Rasulullah bersabda Kemarahan itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).
Nach jadi kalau sahabat sedang Syndrome emotional. Yach maksud Nai penyakit orang kalau sedikit-sedikit diselasaikan dengan cara kemarahan. Kita langsung saja ambil air wudhu.
3. Masih belum hilangkah perasaan marah sahabat? Jika sahabat marah dengan keadaan berdiri maka duduklah, jika masih belum hilang maka berbaringlah.
Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud).
Sahabat, Setiap emosi memerlukan persiapan tenaga untuk mengekspresikannya. Misalnya marah, takut, atau ragu-ragu memerlukan kinerja organ dalam yang berbeda untuk dapat menunjang kebutuhan tenaga yang diperlukan. Disini yang berperan mengatur kinerja organ dalam adalah saraf otonom. Yang merangsang saraf otonom paling efektif adalah titik perut (pusar). Jadi sahabat selain sebagai titik tolak ukur yang membagi dua sama panjang antara tubuh bagian atas (dari perut hingga kepala) dan tubuh bagian bawah (dari perut hingga kaki), pusar adalah pusat emosi yang ada pada tubuh kita. Nach, pada saat sahabat duduk maka posisi pusar kita dalam keadaan tertekuk maka itulah insya allah membantu emosi kita meredah.
4. Jika langkah diatas masih belum mampu menghilangkan rasa kesal didiri sahabat. Sebaiknya sahabat, diam. Menjaga perkataan lalu banyak-banyak berzikir atau membaca surut cinta dari Allah (Al qur’an).
Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).
5. Islam punya solusi kok sahabat untuk meredam amarah. Nggak perlu ke dukun untuk sibuk balas dendam terlalu kuno dan primitif plus konvensional jika sahabat menggunakan cara tersebut. Ingat yach, jika kita yang menyimpan dendam kesumat maka pemiliknyalah yang akan mendapat akibat tersebut pertama kali. Yach penyakit datang dari diri kita sendiri. Fikiran jadinggak beres.
Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
Nai ingat saran sahabatku yang selalu melindungi diri ini dikala setiap masalah menghampiri Nai “Nai, remember! always ikhlas and possitive thinking in this world”. Sempat lelah menghadapi masalah yang seabrek mengunjungi namun Nai selalu ingat pesan sahabat. Jadi, kalau kita ikhlas nggak mungkin kita menghadapi masalah dengan marah apalgi sampai ngambaek sama Allah. Jangan yach, sahabatku!
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insyirah 5-6 : “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
...
( Surah Al-Baqarah ayat 286 )
 Sahabat, Jangan lagi yach marah. Rugi!
Rugi tenaga, energi tubuh kita habis karena marah-marah.
Rugi waktu, tadinya kita bisa aktivitas yang bermanfaat jadi terhambat gara-gara marah.
Rugi barang, nach bagi sahabat nich yang punya kebiasaan marah terus banting barang. Sayang atuh kalau barangnya di buang-buang mending di sedekahin saja, lebih bermanfaat.
Rugi kesehatan, kesel sendiri kan jadinya kalau terus-terusan marah? Apa lagi kalu lagi ngambek kalau kata orang palembang bilang sich di cugakin alias d kacangin. Waduh, sedih amat yach kalau marah terus nggak ada yang perhatiin. Makanya sahabatku, jangan marah-marah lagi yach? Say stop syndrome emotionial, yes to love. Peace!
Mudah-mudahan kita menjadi sosok yang lebih baik untuk nanti dan esok.
Wassalamulaikum wr. wb


Mengenang Sang Kekasih


Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat.
Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta,
"Ceritakan padaku akhlak Muhammad!".
Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.
Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad?
Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata,
"Ceritakan padaku keindahan dunia ini!."
 Badui ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini...."
 Ali menjawab, "Engkau  tak sanggup menceritakan keindahan dunia  padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)"
Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi yang sering disapa "Khumairah" oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa  Nabi itu bagaikan Al-Qur'an berjalan.
Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu'minun[23]: 1-11.
Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.
Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, "ah semua perilakunya indah."
Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri.
"Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.'"
Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.
Nabi Muhammad jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata,
"Mengapa engkau tidur di sini?"
Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu."
Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan,
 "Berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya."
Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.
Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi.
Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita?
Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.
Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama.
Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakar-lah yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sakit.
Tentang Umar, Rasul pernah berkata, "Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain."  Dalam riwayat lain disebutkan, "Nabi bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta'wil) mimpimu itu? Rasul menjawab ilmu pengetahuan."
Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Ustman karena itu Utsman menikahi dua putri nabi, hingga Utsman dijuluki dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya).
Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. "Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya." "Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik."
Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah...ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.


Berani Mencintai, Berani Menikahi


*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Duh... Sore ini entah kenapa ingin sekali membahas judul di atas ^_^
Berani Mencintai, Berani Menikahi. Yo, siapa yang siap????
 Sadar gak ya, selama ini mudah kita mencintai.. Namun kita tak berani untuk mengambil langkah pasti?
Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah merupakan persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?Kalau kita berani mencintai, sejatinya kita sedang belajar untuk bertindak dewasa. Mengapa? Karena MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.
Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi dua arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.
Sekali lagi, apa sudah selesai sampai disini saja dalam hal cinta-mencintai? Salah.
Ketika memutuskan untuk siap mencintai, selanjutnya kita harus bersiap memasuki pintu gerbang cinta yang sebenarnya. Ya. gerbang itu bernama PERNIKAHAN. MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuhnya cinta, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil……
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kan diuji sejauh mana pembuktian cinta mereka yang sebenarnya.
Karena MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana kita bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana kita bisa memperhatikan pasangan hidup…?
Jika berani mencintai,
Harus berani menikahi.
Khususnya bagi para kaum lelaki.
Jangan bisanya cuma obral janji..
Sana-sini banyak yang terlukai.
Akhrnya menumpuk sakit hati.
Karena MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ apa yang ada dan apa adanya.
Siapa yang berani mencintai, maka harus bersiap untuk menikahi...
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasululloh SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Alloh untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Alloh. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]
Tuh… Subhanalloh khan? Nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah saat ini! Jangan beraninya cuma bermain cinta sembunyi, diam-diam tapi gak punya nyali...
*Peace ^_^

*SekAr*
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Laki-laki yang Bernama Ayah


*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ayah…
Bagiku seorang yang namanya jarang kusebut. Mengapa? Sebab bagiku, sosok seorang ayah itu tidak memberi definisi apa-apa dalam kehidupanku.
Seseorang yang hampir dikatakan tidak ada rasa kepedulian terhadap anaknya. Entah mengapa begitu dingin seorang yang dinamakan ‘Ayah’ itu.
Bila ditanya, siapakah orang yang paling aku sayang di dunia ini… jawabannya tentulah ibuku. Karena bagiku, sosok ibulah yang paling berperan penting dalam kehidupanku selama ini.
Entah seperti anak-anak lainnya atau tidak.. tapi yang pasti, aku kurang merasakan peran seorang ayah. Ia sering pulang malam, dan ketika sampai rumah pun.. tidak ada kehangatan yang diberikan olehnya.
Sosok yang membuatku geram dan akhirnya tidak ada penghormatan sama sekali padanya. Saat itu ku ingat pasti tatkala usiaku beranjak 9 tahun, aku pernah mencemoohnya dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan seorang anak pada ayahnya. Hanya karena keinginanku tidak bisa dipenuhi olehnya. Aku hanya berfikir, bahwa kalau sudah tidak mendapat perhatian darinya, paling tidak bentuk perhatian itu bisa tergantikan dengan terpenuhinya kebutuhanku. Minta dibelikan mainan, baju baru dan sebagainya. Namun ternyata itu nihil semua.
Semakin jengkel lah aku, bahkan aku tidak ingin dikecup keningnya oleh orang yang dinamakan ayah tersebut pada saat syukuran sederhana di hari ulang tahunku.
Beranjaknya usia, ketika saat itu aku masuk Sekolah Menengah Pertama… itulah pertama kalinya sejarah dalam hidupku, peran orang tua khususnya ayah sangat berarti besar. Betapa paniknya aku, ketika pulang sekolah rok biru seragamku basah oleh cairan yang berwarna merah. Aku pun kaget dan panik luar biasa, padahal saat itu ibuku tengah naik haji ke tanah suci bersama nenekku. Yang ada di rumah, hanyalah aku bersama adik dan sosok yang dinamakan ‘Ayah’.
Ia lah yang menyambutku, tatkala aku menangis tersedu-sedu sampai rumah dalam keadaan sedih dan karena ditambah dengan perutku yang sakitnya luar biasa.Aku malu. Lalu aku masuk kamar tanpa berkata apa-apa terhadap ayahku. Ia menyusul ke kamarku dan menanyakan apa yang terjadi, lalu aku pun luluh dan mau menjelaskan keadaanku padanya saat itu.
Ayahku tersenyum dan berkata, “Gak apa-apa, ini pertanda anak gadis ayah sudah dewasa. Kamu sudah mendapat tamu bulanan. Nanti ya ayah belikan pembalut dulu.”.
Degg… hatiku teriris dengan kata-kata lembut darinya. Ohh Tuhan, di saat kritis dan aku tidak tahu harus berbuat apa, justru ialah yang hadir menemaniku. Ialah yang menenangkanku disaat kondisiku seperti itu, tanpa hadirnya peran ibu disampingku.
Semakin tersadar, ayahku mempunyai peran berarti dalam hidupku. Tidak hanya ibuku. Ialah sosok yang hebat itu, sosok yang hadir disaat aku membutuhkannya.
Pun saat aku menginjak usia dewasa, aku semakin mengerti arti dari hadirnya seorang ayah. Aku melihat beban berat sedang ditanggungnya. Aku melihat segala hal yang menjadi kebutuhanku perlahan terpenuhi.. Satu per satu bisa aku dapatkan. Bersama itu pula satu per satu uban putih muncul diantara rerimbunan rambut ayahku.
Ya. Semakin hari aku tersadar, banyak perubahan yang terjadi pada diri ayahku.. Warna rambutnya yang berubah, kerutan di wajahnya yang tidak lagi tersembunyi dan itu membuatku semakin yakin, bahwa ayahku tengah berjuang keras dalam membahagiakan keluarganya. Seperti tatkala ia telat pulang kerja malam hari karena ada rapat di kantornya, ia selalu membawakan kami makanan yang bersisa dari rapat di kantornya. Melihat wajahnya yang sumringah benar-benar menandakan rasa senangnya ketika bisa membawakan makan malam untuk anak serta istrinya.
Karena ayahku adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika ia tidak kuat untuk tidak menangis. Ia harus terlihat tegas bahkan saat ia ingin memanjakanku.
Ayahku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, dan tidak tergantung pada siapapun tapi selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayahku pernah berkata “Ayah akan selalu memelihara janggut, meski telah memutih,
agar kamu bisa ‘melihat’ para malaikat bergelantungan disini dan agar kamu selalu bisa mengenali ayah.”
Dan ayah juga penah berpesan: "Mbak, jangan cengeng ya meski kamu ini adalah seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecil ayah dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Seorang laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kamu gantikan posisi Ayah di hatimu."
Ohh ayah. Baru aku meyakini, bahwa betapa beruntungnya aku memiliki ayah sepertimu. Ayah terbaik sepanjang perjalanan hidupku. Seorang ayah yang memberi banyak pelajaran kehidupan.

Ayah..Namamu kan selalu terpatri.
Meski sedikit perhatian yang tercurah.
Bagiku sudah sangat berarti.
Ketika peluhmu mengalir.
Yang begitu agung, maka..
Tercucilah rindu.
Pada alunan kata yang sejuk.
Terima kasih ayahku. Untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tidak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tetes ‘air mata laki-laki’ yang begitu mahal ketika kau mengkhawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Sungguh tidak akan pernah bisa terbalas segalanya. Dan aku mencintaimu karena-Nya.
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Lihat Diri Kita Sendiri


Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.
Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.
Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)
Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.
Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.
Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.
Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.
Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.
Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.
Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.


http://www.facebook.com/notes/melati/lihat-diri-kita-sendiri/177812935590423

Kecantikan ...


Kecantikan seorang lelaki bukan kepada rupa fisikal tetapi pada murnirohani. Lelaki yang cantik adalah:-
1) Lelaki yang mampu mengalirkan air mata untuk ingatan
2) Lelaki yang bersedia menerima segala teguran
...
3) Lelaki yang memberi madu, setelah menerima racun
4) Lelaki yang tenang dan lapang dada
5) Lelaki yang baik sangka
6) Lelaki yang tak pernah putus asa

Kecantikan lelaki berdiri di atas kemuliaan hati. Seluruh kecantikan Yangada pada Nabi Muhammad adalah kecantikan yang sempurna seorang lelaki..
Kegagahan Wanita

Kegagahan seorang wanita bukan kepada besarny otot di badan, tetapi padakekuatan perasaan. Perempuan yang gagah adalah:-
1) Perempuan yang tahan menerima sebuah kehilangan
2) Perempuan yang tidak takut pada kemiskinan
3) Perempuan yang tabah menanggung kerinduan setelah ditinggalkan
4) Perempuan yang tidak meminta-minta agar di penuhi segala keinginan.
Kegagahan perempuan berdiri di atas teguh iman. Seluruh kegagahan yang adapada Khadijah adalah kegagahan sempurna bagi seorang perempuan.
Sabda Rasulullah SAW:
"Sebarkanlah ajaranku walaupun satu ayat " Surah Al-Ahzab : Ayat 71
"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimudosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, makasesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.


http://www.facebook.com/notes/melati/kecantikan-/177796115592105

Gombalisasi..........?!


*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ini tentang seorang ikhwan.
Ikhwan itu mencoba tetap simpati (simpan dalam hati) terhadap akhwat tersebut. Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi disini.
Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Hal seperti ini mestinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail dsb (astaghfirulloh)
Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaumku (wanita/akhwat). Wuahh.. gerah banget dengan tipe ikhwan yg gak jelas gini.
So, khususnya bagi para ikhwan yg membaca tulisanku ini.. Tolong jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS yg gak penting bin gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal.
Aku sempat membaca sebuah puisi yg berisi:

Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.
***
Dan gantian.. biar aku yg mengirim puisi bagi para ikhwan.

Wahai ikhwan,
Jagalah pandangan..
Jangan kau umbar rayuan..
Sebab hal itu akan mematikan.

Wahai Kaum lelaki.
Kalian tau, akhwat lemah diri..
Sering terbujuk rayu oleh janji.
Maka, jangan kau umbar harapan yg tak pasti..

***
So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji ya. Meskipun gak semua ikhwan bertipe seperti ini.. tentu masih banyak ikhwan yg bisa menjaga izzahnya juga.
Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Oke oke... ^_^
Ini tentang seorang ikhwan.
Ikhwan itu mencoba tetap simpati (simpan dalam hati) terhadap akhwat tersebut. Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi disini.
Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Hal seperti ini mestinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah,
pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail dsb (astaghfirulloh)
Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaumku (wanita/akhwat). Wuahh.. gerah banget dengan tipe ikhwan yg gak jelas gini.
So, khususnya bagi para ikhwan yg membaca tulisanku ini.. Tolong jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS yg gak penting bin gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal.
Aku sempat membaca sebuah puisi yg berisi:
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
 Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

***
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dan gantian.. biar aku yg mengirim puisi bagi para ikhwan.

Wahai ikhwan,
Jagalah pandangan..
Jangan kau umbar rayuan..
Sebab hal itu akan mematikan.

Wahai Kaum lelaki.
Kalian tau, akhwat lemah diri..
Sering terbujuk rayu oleh janji.
Maka, jangan kau umbar harapan yg tak pasti..
***
So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji ya. Meskipun gak semua ikhwan bertipe seperti ini.. tentu masih banyak ikhwan yg bisa menjaga izzahnya juga.
Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Oke oke... ^_^


http://www.facebook.com/notes/melati/gombalisasi/177785238926526

Wanita .itu ....


oleh Safir Alkatiri
Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku.. Kata teman pengajianku..^^ (sebuah renungan)
Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku.. Kata teman pengajianku..
Ia melanjutkan ceritanya "Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. "
"iya, terus teh ..?" kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.
"Nah, bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya" Ceritanya
"Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Lebih-lebih kalau jilbab itu tak hanya untuk tampilannya saja, tapi juga menjilbabkan hati.. Subhanallah..!
Pengunjung yang membeli adalah ibarat suami, laki-laki yang telah Allah siapkan untuk mendampinginya menggenapkan ½ dienNya. Dengan gagah berani dan tanggung jawab yang tinggi, ia bersedia membeli buku itu dengan transaksi di kasir yang diibaratkan pernikahan. Bedanya, Pengunjung yang iseng, yang tidak berniat membeli, ibarat laki-laki yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan suka pacaran. Menguak-nguak kepribadian dan kehidupan sang wanita hingga terkadang membuatnya tersakiti, merintih dengan tangisan, hingga yang paling fatal adalah ternodai dengan free-sex. Padahal tidak semua toko buku berani menjual buku-bukunya dengan fasilitas buku tersampul. Maka, tentulah toko buku itu adalah toko buku pilihan. Ia ibarat lingkungan, yang jika lingkungan itu baik maka baik pula apa-apa yang ada didalamnya. " katanya lagi
"wah, kalau begitu jadi wanita harus hati-hati ya..!. " celetuk salah satu temanku.
"Hmm, .apakah apapun di dunia ini bakal dapet yang seimbang ya, teh? Kayak itu deh, buku yang tersampul dibeli oleh pembeli yang bertanggung jawab. Itukan perumpamaan Wanita yang baik dan terjaga akhlaknya juga dapat laki-laki yang baik, bahkan insyallah mapan, sholeh, pokoknya yang baik-baik juga. Gitu ya, teh?" kata temanku.
" Benar, Seperti janji Allah SWT, "Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26). Dan, hanya Allah yang tak menyalahi janji. " penjelasan nya.
Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi wanita baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman.
Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi KAU yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikanku wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini padaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir'aun.
Kalau banyak orang lain merasa bangga menjadi wanita, karena wanita layak dipuja, karena wanita cantik memesona, karena wanita bisa dibeli dengan harta, karena wanita cukup menggoda, dan lain sebagainya, maka justru sebaliknya, dengan lantang aku berkata.. "aku malu menjadi wanita!"
Ya, Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tanduk wanita sanggup membuahkan angan-angan bagi pria. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya.
Sungguh, aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini. Entahlah, sampai saat ini , saat dimana umur masih dikandung badan ini aku sudah menjadi wanita macam apa. Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan, kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku untuk mempertanggungjawabkan ini semua.
Padahal, setahuku dari Bunda Khadijah, Aisyah dan Fatimah, wanita itu makhluk yang luar biasa, penerus kehidupan. Dari kelembutan hatinya, ia sanggup menguak gelapnya dunia, menyinari dengan cinta. Dari kesholehan akhlaknya, ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina dengan mengajarkannya ilmu dan agama. Dari kesabaran pekertinya, ia sanggup mewarnai kehidupan dunia, hingga perjuangan itu terus ada.
Allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku dan rendahnya tekadku. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Bantu aku Rabb, untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri saat aku ada di dunia-Mu. Hingga kelak aku akan temui-Mu dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan. Ya, wanita sholehah.."


http://www.facebook.com/notes/melati/wanita-itu-/177783712260012