Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Sabtu, 05 Februari 2011

CAIRAN AJAIB: AIR SUSU IBU


Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)
Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.1 Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkanbayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar. 2
Karenatelah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.
Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.
Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3
asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir.
Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.
Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung. 4
Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. 5Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung. 6
Fakta tentang "Makanan Paling Segar" [ASI]
Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.
Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.
Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air – , memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara
yang paling bersih dan sehat.
ASI dan Kecerdasan
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ. 7
Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?
 Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini. 8 Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.
Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan  menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.
Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah
Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. 10  Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)
Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu,


http://www.facebook.com/notes/melati/cairan-ajaib-air-susu-ibu/177716122266771

ANTARA ZIONISME DAN YAHUDI


Musim panas tahun 1982 menjadi saksi atas kebiadaban luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia berteriak dan mengutuknya dengan keras. Tentara Isrel memasuki wilayah Lebanon dalam suatu serbuan mendadak, dan bergerak maju sambil menghancurkan sasaran apa saja yang nampak di hadapan mereka. Pasukan Israel ini mengepung kamp-kamp pengungsi yang dihuni warga Palestina yang telah melarikan diri akibat pengusiran dan pendudukan oleh Israel beberapa tahun sebelumnya. Selama dua hari, tentara Israel ini mengerahkan milisi Kristen Lebanon untuk membantai penduduk sipil tak berdosa tersebut. Dalam beberapa hari saja, ribuan nyawa tak berdosa telah terbantai.Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982:
Saya menulis kepada anda sambil mendengarkan radio transistor yang baru saja mengumumkan bahwa ‘kita’ sedang dalam proses ‘pencapaian tujuan-tujuan kita’ di Lebanon: yakni untuk menciptakan ‘kedamaian’ bagi penduduk Galilee. Kebohongan ini sungguh membuat saya marah. Sudah jelas bahwa ini adalah peperangan biadab, lebih kejam dari yang pernah ada sebelumnya, tidak ada kaitannya dengan upaya yang sedang dilakukan di London atau keamanan di Galilee…Yahudi, keturunan Ibrahim…. Bangsa Yahudi, mereka sendiri menjadi korban kekejaman, bagaimana mereka dapat menjadi sedemikian kejam pula? … Keberhasilan terbesar bagi Zionisme adalah de-Yahudi-isasi bangsa Yahudi. ("Professor Leibowitz calls Israeli politics in Lebanon Judeo-Nazi" Yediot Aharonoth, 2 Juli 1982)
Benjamin Cohen bukanlah satu-satunya warga Israel yang menentang pendudukan Israel atas Lebanon. Banyak kalangan intelektual Yahudi yang tinggal di Israel yang mengutuk kebiadaban yang dilakukan oleh negeri mereka sendiri.
Pensikapan ini tidak hanya tertuju pada pendudukan Israel atas Lebanon. Kedzaliman Israel atas bangsa Palestina, keteguhan dalam menjalankan kebijakan penjajahan, dan hubungannya dengan lembaga-lembaga semi-fasis di bekas rejim rasis Apartheid di Afrika Selatan telah dikritik oleh banyak tokoh intelektual terkemuka di Israel selama bertahun-tahun. Kritik dari kalangan Yahudi sendiri ini tidak terbatas hanya pada berbagai kebijakan Israel, tetapi juga diarahkan pada Zionisme, ideologi resmi negara Israel.
Ini menyatakan apa yang sesungguhnya terjadi: kebijakan pendudukan Israel atas Palestina dan terorisme negara yang mereka lakukan sejak tahun 1967 hingga sekarang berpangkal dari ideologi Zionisme, dan banyak Yahudi dari seluruh dunia yang menentangnya.
Oleh karena itu, bagi umat Islam, yang hendaknya dipermasalahkan adalah bukan agama Yahudi atau bangsa Yahudi, tetapi Zionisme.
Sebagaimana gerakan anti-Nazi tidak sepatutnya membenci keseluruhan masyarakat Jerman, maka seseorang yang menentang Zionisme tidak sepatutnya menyalahkan semua orang Yahudi.
Asal Mula Gagasan Rasis Zionisme
Setelah orang-orang Yahudi terusir dari Yerusalem pada tahun 70 M, mereka mulai tersebar di berbagai belahan dunia. Selama masa
‘diaspora’ ini, yang berakhir hingga abad ke-19, mayoritas masyarakat Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas kesamaan agama mereka. Sepanjang perjalanan waktu, sebagian besar orang Yahudi membaur dengan budaya setempat, di negara di mana mereka tinggal. Bahasa Hebrew hanya tertinggal sebagai bahasa suci yang digunakan dalam berdoa, sembahyang dan kitab-kitab agama mereka. Masyarakat Yahudi di Jerman mulai berbicara dalam bahasa Jerman, yang di Inggris berbicara dengan bahasa Inggris. Ketika sejumlah larangan dalam hal kemasyarakatan yang berlaku bagi kaum Yahudi di negara-negara Eropa dihapuskan di abad ke-19, melalui emansipasi, masyarakat Yahudi mulai berasimilasi dengan kelompok masyarakat di mana mereka tinggal. Mayoritas orang Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah ‘kelompok agamis’ dan bukan sebagai sebuah ‘ras’ atau ‘bangsa’. Mereka menganggap diri mereka sebagai masyarakat atau orang ‘Jerman Yahudi’, ‘Inggris Yahudi, atau ‘Amerika Yahudi’.

Namun, sebagaimana kita pahami, rasisme bangkit di abad ke-19. Gagasan rasis, terutama akibat pengaruh teori evolusi Darwin, tumbuh sangat subur dan mendapatkan banyak pendukung di kalangan masyarakat Barat. Zionisme muncul akibat pengaruh kuat badai rasisme yang melanda sejumlah kalangan masyarakat Yahudi.
Kalangan Yahudi yang menyebarluaskan gagasan Zionisme adalah mereka yang memiliki keyakinan agama sangat lemah. Mereka melihat “Yahudi” sebagai nama sebuah ras, dan bukan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu keyakinan agama.
Mereka mengemukakan bahwa Yahudi adalah ras tersendiri yang terpisah dari bangsa-bangsa Eropa, sehingga mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan oleh karenanya, mereka perlu mendirikan tanah air mereka sendiri. Orang-orang ini tidak mendasarkan diri pada
pemikiran agama ketika memutuskan wilayah mana yang akan digunakan untuk mendirikan negara tersebut. Theodor Herzl, bapak pendiri Zionisme, pernah mengusulkan Uganda, dan rencananya ini dikenal dengan nama ‘Uganda Plan’. Kaum Zionis kemudian menjatuhkan pilihan mereka pada Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai ‘tanah air bersejarah bangsa Yahudi’, dan bukan karena nilai relijius wilayah tersebut bagi mereka.
Para pengikut Zionis berusaha keras untuk menjadikan orang-orang Yahudi lain mau menerima gagasan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama mereka ini. Organisasi Yahudi Dunia, yang didirikan untuk melakukan propaganda masal, melakukan kegiatannya di negara-negara di mana terdapat masyarakat Yahudi. Mereka mulai menyebarkan gagasan bahwa orang-orang Yahudi tidak dapat hidup secara damai dengan bangsa-bangsa lain dan bahwa mereka adalah suatu ‘ras’ tersendiri; dan dengan alasan ini mereka harus pindah dan bermukim di Palestina. Sejumlah besar masyarakat Yahudi saat itu mengabaikan seruan ini.
Dengan demikian, Zionisme telah memasuki ajang politik dunia sebagai sebuah ideologi rasis yang meyakini bahwa masyarakat Yahudi tidak seharusnya hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. Di satu sisi, gagasan keliru ini memunculkan beragam masalah serius dan tekanan terhadap masyarakat Yahudi yang hidupnya tersebar di seluruh dunia. Di sisi lain, bagi masyarakat Muslim di Timur Tengah, hal ini memunculkan kebijakan penjajahan dan pencaplokan wilayah oleh Israel, pertumpahan darah, kematian, kemiskinan dan teror.
Banyak kalangan Yahudi saat ini yang mengecam ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah seorang tokoh agamawan Yahudi terkemuka, mengatakan:‘Zionisme berkeinginan untuk mendefinisikan masyarakat Yahudi sebagai sebuah bangsa .... ini adalah sesuatu yang menyimpang (dari ajaran agama)’. (Washington Post, 3 Oktober 1978)
Seorang pemikir terkemuka, Roger Garaudy, menulis tentang masalah ini:
Musuh terbesar bagi agama Yahudi adalah cara berpikir nasionalis, rasis dan kolonialis dari Zionisme, yang lahir di tengah-tengah (kebangkitan) nasionalisme, rasisme dan kolonialisme Eropa abad ke-19. Cara berpikir ini, yang mengilhami semua kolonialisme Barat dan semua peperangannya melawan nasionalisme lain, adalah cara berpikir bunuh diri. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan tidak ada perdamaian di Timur Tengah kecuali jika Israel telah mengalami “de-Zionisasi” dan kembali pada agama Ibrahim, yang merupakan warisan spiritual, persaudaraan dan milik bersama dari tiga agama wahyu: Yahudi, Nasrani dan Islam. (Roger Garaudy, "Right to Reply: Reply to the Media Lynching of Abbe Pierre and Roger Garaudy", Samizdat, Juni 1996)
Dengan alasan ini, kita hendaknya membedakan Yahudi dengan Zionisme. Tidak setiap orang Yahudi di dunia ini adalah seorang Zionis. Kaum Zionis tulen adalah minoritas di dunia Yahudi. Selain itu, terdapat sejumlah besar orang Yahudi yang menentang tindakan kriminal Zionisme yang melanggar norma kemanusiaan. Mereka menginginkan Israel menarik diri secara serentak dari semua wilayah yang didudukinya, dan mengatakan bahwa Israel harus menjadi sebuah negara bebas di mana semua ras dan masyarakat dapat hidup bersama dan mendapatkan perlakuan yang sama, dan bukan sebagai ‘negara Yahudi’ rasis.
Kaum Muslimin telah bersikap benar dalam menentang Israel dan Zionisme. Tapi, mereka juga harus memahami dan ingat bahwa permasalahan utama bukanlah terletak pada orang Yahudi, tapi pada Zionisme.


http://www.facebook.com/notes/melati/antara-zionisme-dan-yahudi/177713388933711

Burung dan Cacing


Kita lihat burung keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya ke mana dan di mana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus puasa. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.
                Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak mempunyai kantor yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.
                Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke dalam sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rezeki yang dijanjikan Allah.
                Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas dan di lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kelaparan.
                Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, hewan ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.
                Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rezeki. Tidak pernah pula kan, kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.
                Sekarang kita lihat manusia.kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah lebih canggih.
                Tetapi kenapa manusia yang di bekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulihatn yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Sepertinya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/burung-dan-cacing/184734581548923

Anak Saya Di Kampus Universitas Negeri


Sambil menunggu bis kampus datang, seorang mahasiswa Universitas Indonesia, iseng-iseng berbincang dengan seorang pengemis tua yang sejak lama selalu nongkrong di halte bis UI.
“Sudah lama ngemis di sini, Pak?”
“Ya … lebih kurang sudah 10 tahun, Nak.”
“Wah lama juga ya, biasanya dapat berapa sehari, Pak?”
“Paling sedikit Rp 30.000, kadang bisa 50.000, kalau jumatan bisa dapat 100.000."
"Lumayan juga ya Pak!"
“Ya lumayan, buat kasih makan keluarga dan membesarkan anak-anak."
"Anak-anak sudah besar ya Pak?"
"Anak saya sudah besar semua, satu di UNJ Rawamangun, satu di IPB Bogor, yang paling tua di ITB Bandung. Semuanya di universitas negeri."
Mahasiswa itu begitu salut dengan sang pengemis, awalnya ia anggap remeh pengemis tua ini.
“Wah, hebat sekali ya, Bapak. Semua anaknya kuliah di universitas negeri"
“Oh ndak gitu, Nak. Anak saya semuanya mengemis, sama seperti saya. Memang keluarga kita pengalamannya mengemis di universitas negeri!"
Gubrak!!!!?????
Humor dan hikmah
Tahukah Anda? Di India, keluarga pengemis kadang sengaja mencacatkan anaknya agar bisa mendapat penghasilan lebih dari mengemis, karena pengemis cacat mendapat uang lebih banyak.
Kenapa ini terjadi?
Cita-cita rendah menular, pesimisme juga menular dan yang lebih berbahaya jika ini menular dari orang tua ke anaknya.
Menjadi miskin bukan masalah, menjadi orang tua miskin juga bukan masalah sepanjang kita tidak mempunyai mental miskin.
Di dalam buku No Excuse! kita bisa lihat kisah Laksmi Mital.
Anak miskin dari keluarga miskin di yang miskinIndia.
Ayanya memberi nama Laksmi (dewa kekayaan) pada anaknya, menunjukkan sang ayah sudah punya mental untuk berubah, ia ingin anaknya kaya.
Lalu sang ayah pindah ke kota membawa Laksmi agar nasib mereka berubah, dan sang ayah mewanti-wanti Laksmi untuk bersungguh-suingguh belajar, karena ia tidak ingin Laksmi Mittal menjadi orang tertinggal.
Tahukan Anda menjadi apa Laksmi di masa depan?
Laksmi Mittal kini menjadi orang terkaya di Asia, terkaya di London melebih ratu Inggris dan masuk dalam 10 besar orang terkaya di dunia.
Kesimpulannya, seburuk-buruknya kemiskinan adalah ketika kita mempunyai mental miskin dan menerima kemiskinan sebagai takdir yang tidak bisa dirubah, bukan sebagai nasib yang bisa dirubah.
Jadi seberapa miskinnya kita, seberapa kecilnya penghasilan kita saat ini, seberapa susahnya hidup ini, sepanjang kita punya mental sukses, kita punya harapan besar.


Mencari Uang atau Membangun Kekayaan


Tidak semua orang memiliki kesamaan pandangan terhadap uang maupun kekayaan. Ada golongan orang yang berpendapat bahwa kekayaan identik dengan uang yang berlimpah. Karena itu, uang harus dikumpulkan sebanyak-banyaknya untuk menjamin hidupnya. Pada golongan ini, uang seolah menjadi tujuan hidup karena mereka yakin semakin banyak uang, semakin aman hidupnya. Akibatnya, mereka tidak pernah merasa cukup dengan uang yang diperolehnya.
            Ada pula golongan orang yang berpandangan bahwa kekayaan tidak identik dengan uang dan materi semata, tapi juga terkait dengan kekayaan hati yang selalu bersyukur dan memahami hakikat uang secara benar. Uang adalah sarana hidup. Uang bukanlah segala-galanya yang bisa menjamin keamanan hidup karena yang lebih penting dari uang adalah kemampuan seseorang mendapatkan uang. Kemampuan mencari dan mengelola uang, menurut golongan kedua ini lebih penting karena uang sewaktu-waktu bisa habis sementara kemampuan mencari uang tidak akan pernah lapuk. Anda mungkin sering menyaksikan betapa banyak pewaris harta yang berlimpah, kemudian harus jatuh miskin karena anak-anak orang kaya ini tidak memiliki kemampuan mencari dan mengelola uang. Mereka sudah terbiasa dimanjakan orang tuanya dengan hidup serba berkecukupan sehingga lupa belajar tentang hakikat uang dan kekayaan. Menurut Roger Hamilton, kekayaan bukanlah soal seberapa banyak uang yang kita miliki. Kekayaan adalah apa yang masih kita miliki bila kita telah kehilangan semua uang kita. Dengan demikian, pendapat Hamilton ini bisa ditafsirkan bahwa kekayaan identik dengan ilmu pengetahuan, kejujuran, networking atau kekayaan immaterial lainnya yang bisa mempermudah  kita mendapatkan uang.
Untuk memudahkan memahami perbedaan antara mencari uang semata dan membangun kekayaan, saya akan memberikan contoh atau metafora kupu-kupu dan taman kupu-kupu. Apa yang diinginkan seseorang dalam memiliki kupu-kupu salah satunya adalah karena keindahannya (sebagai salah satu manfaatnya). Begitu pula dengan menginginkan uang, sesungguhnya yang diharapkan seseorang dari uang adalah manfaat dari uang itu, bukan sekedar menumpuk-numpuk uang dengan tidak memaksimalkan untuk kepentingan dunia akhirat.
Mencari kupu-kupu disini saya maksudkan sebagai mencari uang dan taman sebagai ladang kekayaan. Sekarang pertanyaannya, “Bila seandainya anda senang dengan kupu-kupu, anda akan memilih menangkap kupu-kupu sebanyak-banyaknya kemudian memelihara kupu-kupu itu dalam sangkar, ataukah anda akan membangun taman kupu-kupu dengan menanam berbagai bunga sehingga mengundang kupu-kupu ke taman anda?”
            Mari kita perhatikan, betapa banyak orang selama ini salah kaprah dalam membangun kekayaan. Banyak orang yang berkeyakinan bahwa membangun kekayaan adalah bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya, atau saya ibaratkan mencari kupu-kupu sebanyak-banyaknya. Mereka menangkap satu per satu kupu-kupu, kemudian memeliharanya di dalam sangkar. Setiap hari mengejar, menangkap, dan memeliharanya. Begitu seterusnya. Dalam usaha menangkap dan memelihara kupu-kupu itu, mereka seringkali kecewa karena tidak mendapatkan kupu-kupu atau kecewa karena kupu-kupu yang sudah tertangkap terbang lagi. Inilah realita kehidupan. Banyak orang yang bekerja keras siang malam mencari uang, mengumpulkan rupiah demi rupiah. Ada yang berhasil mendapatkan uang banyak, tapi tidak sedikit yang gagal. Atau sudah mendapatkan uang banyak, tapi uangnya habis karena sesuatu kejadian di luar perkiraan dirinya. Kondisi ini kemudian menjadi sumber kekhawatiran banyak orang kaya, karena semakin kaya seseorang, semakin khawatir akan kehilangan uangnya. Ini pula yang disebut sebagai paradok kekayaan.
Sekarang bandingkan kalau seseorang yang giat membangun taman untuk mendatangkan kupu-kupu. Mereka akan sibuk mengolah dan menanami lahan dengan tanaman yang indah sehingga menarik kupu-kupu datang dan berterbangan di atas taman. Mereka menikmati kupu-kupu yang indah di taman tanpa khawatir kupu-kupu itu pergi dari tamannya. Mereka tidak sibuk menangkap kupu-kupu tapi mereka hanya mengola dan menjaga taman agar tetap indah. Dengan cara seperti ini, siapapun dapat mendatangkan ribuan kupu-kupu yang indah dan memesona.
Sesungguhnya, membangun kekayaan itu ibarat membangun taman. Benihnya adalah bakat dan minat yang kita miliki, sedangkan airnya adalah ilmu pengetahuan dan jaringan (networking). Pupuknya adalah karakter kejujuran dan keikhlasan. Sedangkan mataharinya, yang berfungsi mempercepat pertumbuhan taman adalah kreativitas dan pemasaran. Sebab tanpa kreativitas, tidak akan menghasilkan karya bermutu. Tanpa ilmu pemasaran, produk sebagus apa pun tidak akan dikenal dan tidak akan dibeli masyarakat. Komponen lain dalam membuat taman adalah tanah, yang dalam hal ini terbuat dari investasi pengabdian dan kerja keras. Itulah kekayaan yang sesungguhnya. Orang yang kaya adalah orang-orang yang telah memberikan karya terbaiknya bagi masyarakat. Orang-orang kaya yang sesungguhnya adalah orang yang karyanya bermanfaat bagi masyarakat. Mereka lebih mengutamakan membangun taman kekayaan, daripada sekedar mencari dan mengumpulkan uang semata. Sekedar mencari uang tidak salah, karena ini hanya bisa dilakukan dalam jangka pendek. Tapi bila ini dilakukan terus menerus tanpa membangun kekayaan (atau membangun taman kekayaan), maka dalam jangka panjang hasilnya tidak optimal, menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Takut akan kehilangan uang dan harta yang telah diraih sehingga bersifat bakhil.
            Karena itu, mari membangun taman kekayaan dengan meningkatkan kemampuan kita dalam mencari dan mengelola uang. Apabila kita memiliki taman ilmu dan pengetahuan yang luas kemudian kita praktekkan dengan dedikasi tinggi penuh kejujuran dan keikhlasan, maka kita akan mendapatkan uang dengan sendirinya. Ibarat taman, pada akhirnya kita akan dikerumuni kupu-kupu yang dalam hal ini adalah uang akan datang kepada kita. Uang akan ‘mengejar’ kita karena orang lain akan membutuhkan keahlian, produk, atau bahkan senang berbisnis dengan kita. Sebagai contoh sederhana, kalau ada seorang dokter yang sangat ahli, tentu dicari pasien untuk berobat. Kalau anda ahli membuat makanan maknyus (enak sekali), maka kalau anda jual tentu akan laku, dan sebagainya.
            Sebagaimana Charles Albert Poissant dkk dalam buku How To Think Like A Millionaire berpendapat bahwa uang yang diraih secara jujur hanyalah pengakuan atas jasa-jasa yang diberikan. Jadi, seorang kaya adalah seseorang yang telah memberikan jasa-jasanya kepada banyak orang dan telah diimbali secara adil karenanya.
Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi kita kecuali membangun taman kekayaan daripada hanya sekedar mencari uang. Sebab sifat uang itu sementara, cepat habis dan belum tentu berkembang kalau tidak bisa mengelolanya. Sedangkan sifat kekayaan adalah permanen, bertambah dan berkembang. Dengan membangun kekayaan, khususnya kekayaan ilmu pengetahuan bagaimana mendapatkan dan mengelola keuangan, maka kita tidak akan pernah takut akan kehilangan uang yang kita miliki, dan kita bisa lebih memahami hakikat uang.
            Agar kekayaan dapat terealisasi, menurut Charles Albert Poissant dkk (2004), paling tidak ada tiga persyaratan awal yang harus dipenuhi untuk membangun kekayaan yaitu (1) percaya bahwa kita akan kaya (2) sadar bahwa situasi kita tidak akan otomatis berubah kalau kita tidak berbuat apa-apa tentang itu (3) dengan penuh gairah menghasratkan peningkatan dan pembelajaran secara terus menerus dalam kehidupan kita.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/mencari-uang-atau-membangun-kekayaan/184723114883403

Jumat, 04 Februari 2011

Ayah..Engkau Lebih Berharga Dari Uang Itu..


Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi Hafizhahullah
Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah seraya berkata kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar lebih dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis, sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu hai laki-laki?!
Pada saat itulah sang anak ikut campur, sementara air mata mengalir dari kedua matanya saat dia melihat ayahandanya ada pada kondisi terhina seperti itu.
Dia berkata,”Berapa hutang yang harus di bayar ayahku?’
Dia menjawab,”Tujuh puluh ribu real.”
Berkata sang anak,”Lepaskan ayahku, tenanglah, bergembiralah, semua akan beres.”
Lalu masuklah sang anak kekamarnya, dimana dia telah mengumpulkan sejumlah uang yang bernilai 27 ribu Real dari gajinya untuk hari pernikahan yang tengah ditunggunya. Akan tetapi dia lebih mementingkan ayahanda dan hutangnya daripada membiarkan uang itu di lemari pakaiannya. Sang anak masuk ke ruangan lantas berkata kepada pemilik hutang, “Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27 ribu Real, nanti akan datang rizki, dan akan kami lunasi sisanya segera dalam waktu dekat Insya Allah.”
Di saat itulah, sang ayah menangis dan meminta kepada lelaki itu untuk mengembalikan uang itu kepada putranya, karena ia membutuhkannya, dan dia tidak punya dosa dalam hal ini. Sang anak memaksa agar lelaki itu mengambil uangnya. Lalu melepas kepergian lelaki itu di pintu sambil meminta darinya agar tidak menagih ayahnya, dan hendaknya dia meminta sisa hutang itu kepadanya secara pribadi.
Kemudian sang anak mendatangi ayahnya, mencium keningnya seraya berkata, “Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah azza wa jalla memanjangkan usia kita, dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan ‘afiyah. Saya tidak tahan melihat kejadian tadi, seandainya saya memiliki segala tanggungan yang wajib ayah bayar, pastilah saya akan membayarkan kepadanya, dan saya tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari kedua mata ayah di atas jenggot ayah yang suci ini.”
Lantas sang ayah pun memeluk putranya, sembari sesegukan karena tangisan haru, menciumnya seraya berkata, “Mudah-mudahan Allah meridhai dan memberikan taufiq kepadamu wahai anakku, serta merealisasikan segala cita-citamu.”
Pada hari berikutnya, saat sang anak sedang asyik melaksanakan tugas pekerjaannya, salah seorang sahabatnya yang sudah lama tidak dilihatnya datang menziarahinya. Setelah mengucapkan salam dan bertanya tentang keadaannya, sahabat tadi bertanya,
“Akhi (saudaraku), kemarin, salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan seorang laki-laki muslim, terpercaya lagi memiliki akhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha. Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Maka apa pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?”
Maka berbinar-binarlah wajah sang anak dengan kebahagiaan, seraya berkata,
“Mudah-mudahan ini adalah do’a ayah, Allah azza wa jalla telah mengabulkannya.”
Maka dia pun banyak memuji Allah azza wa jalla. Pada waktu pertemuan di sore harinya, tidaklah manajer tersebut melihat kecuali dia merasa tenang dan sangat percaya kepadanya, dan berkata,
“Inilah laki-laki yang tengah kucari.”
Lalu dia bertanya kepada sang anak, “Berapa gajimu?”
Dia menjawab, “Mendekati 5 ribu Real.”
Dia berkata, “Pergi besok pagi, sampaikan surat pengunduran dirimu, gajimu 15 ribu Real, bonus 10% dari laba, dua kali gaji sebagai tempat dan mobil, dan enam bulan gaji akan di bayarkan untuk memperbaiki keadaanmu.”
Tidaklah pemuda itu mendengarnya, hingga dia menangis sambil berkata, “Bergembiralah wahai ayahku.”
Manajer pun bertanya kepadanya tentang sebab tangisannya. Maka pemuda itu pun menceritakan apa yang telah terjadi dua hari sebelumnya. Maka manajer itu pun memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang ayahnya. Adalah hasil dari labanya pada tahun pertama, tidak kurang dari setengah milyar Real Berbakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari ketaatan terbesar, dan bentuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla yang teragung.
Dengan berbakti kepada keduanya rahmat-rahmat akan diturunkan, segala kesukaran akan disingkapkan. Dan Allah azza wa jalla telah mengaitkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan tauhid, Allah azza wa jalla berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS. Al Israa’. 23]
Di dalam shahihahin, dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal mana yang paling dicintai oleh Allah?” Maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Kukatakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Kukatakan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” [HR.al Bukhari & Muslim]
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan datang atas kalian Uwais bin ‘Amir bersama dengan penduduk Yaman dari Murad kemudian dari Qorn. Dulu dia kena penyakit sopak, kemudian sembuh darinya kecuali selebar koin uang dirham. Dia punya seorang ibu yang dulu dia berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah atas nama Allah, pastilah akan dipenuhiNya. Maka jika kamu mampu dia beristighfar untukmu, maka lakukanlah.” [HR. Muslim]
Ini pula Hiwah bin Syuraih, dia adalah salah seorang Imam kaum muslimin dan ulama yang terkenal. Dia duduk pada halaqohnya mengajar manusia. Berbagai thalib (penuntut ilmu) datang kepadanya dari segenap tempat untuk mendengar darinya. Maka suatu ketika ibunya berkata kepadanya, saat dia berada di tengah-tengah muridnya, “Berdirilah wahai Hiwah, beri makan ayam.” Maka dia pun berdiri dan meninggalkan kajian.
Ketahuilah wahai saudaraku yang tercinta, bahwasanya termasuk pintu-pintu sorga adalah Babul Walid (Pintu berbakti kepada orang tua). Maka janganlah kehilangan pintu tersebut, bersungguh-sungguhlah dalam menaati kedua orang tuamu. Demi Allah, baktimu terhadap keduanya termasuk diantara sebab-sebab kebahagiaanmu di dunia akhirat.
Aku memohon kepada Allah azza wa jalla agar memberikan taufik kepadaku dan seluruh kaum muslimin untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya. Wallahu a`lam…


http://enkripsi.wordpress.com/2010/05/11/ayah-engkau-lebih-berharga-dari-uang-itu/

Asuransi Mobil Mewah


Sebuah mobil mewah baru saja dibeli oleh seorang pengusaha. Mobil mewah yang menjadi prestise seorang pengusaha sebagai buah kesuksesan dari hasil kerja kerasnya selama ini. Namanya juga mobil mewah tentu harganya pun juga mewah, ratusan juta hingga miliaran rupiah. Sebuah harga yang benar-benar mewah dan prestisius.
 Seperti kebanyakan orang, mobil yang dibeli tentunya akan diasuransikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Besar premi asuransi pun bervariasi, biasanya berkisar antara 3-5 % dari harga mobil, bergantung dari tahun dan tipe mobil serta jenis tanggungan asuransi yang dipilih.
Tidak beda dengan kebanyakan orang, pengusaha ini pun bermaksud menyisihkan uangnya sekian persen dari harga mobil mewah yang ia beli untuk dijadikan premi asuransi. Tapi saat akan membayarkan premi tersebut, ia berubah pikiran. Ia bayarkan premi asuransinya bukan kepada perusahaan asuransi penjamin kerugian, tapi justru kepada Allah, Sang Asuransi Penjamin yang sebenarnya.
Ia bayarkan uang premi asuransinya dengan cara disedekahkan kepada fakir miskin, anak-anak yatim, dan orang-orang yang menurutnya perlu untuk ditolong. Selepas itu ia pasrah pada Allah atas mobil mewah yang ia beli sambil berharap bahwa Allah akan menjaga mobil mewah miliknya tersebut dari berbagai musibah, bencana dan malapetaka.
Allah bukanlah Tuhan yang tuli, Dia Maha Mendengar atas segala doa hambaNya. Suatu ketika, karena gejolak politik yang tak menentu, pernah terjadi kerusuhan massal yang menyebabkan banyak rumah, toko dan bangunan rusak parah akibat ulah massa yang brutal dan membabi buta, tidak terkecuali mobil-mobil yang berada di lokasi kerusuhan juga luluh lantah dihajar massa. Tapi tidak demikian halnya dengan mobil mewah miliknya. Di sini Allah menunjukkan kekuasaanNya.
Pasca tragedi berdarah tersebut, ia menduga bahwa mobil mewahnya juga turut hancur luluh lantah dihajar massa, sebagaimana mobil-mobil lain yang berada di lokasi kerusuhan. Tapi kenyataan berkata lain, apa yang ia duga ternyata salah. Mobil mewahnya justru baik-baik saja dijaga oleh Allah, padahal saat peristiwa maut itu berlangsung, mobilnya juga tepat berada di lokasi kejadian. Mobil mewah tersebut utuh tanpa cacat, tanpa lecet dan tanpa goresan sedikitpun, seolah tak terjamah oleh kebrutalan massa yang membabi buta.
Ternyata Allah memang sebaik-baik Penjaga harta manusia. Dia tidak tidur dan tidak diam manakala hambaNya datang mengharap pertolonganNya. Dan kini semakin bersyukurlah ia, bahwa premi asuransi yang ia keluarkan di jalan Allah ternyata tak sia-sia, dan itu cukup membuatnya bertambah yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik Penjaga harta manusia, Sang Asuransi Penjamin yang sebenarnya. Subhaanallooh.


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/asuransi-mobil-mewah/181053048595108

Sekuntum Mawar Untukmu


Seorang gadis remaja datang menemui ayahnya yang sedang menyendiri. Ia mengadu pada ayahnya tentang masa kecil yang dianggapnya tak sebahagia teman-temannya dulu. Memang kehidupan keluarga tersebut sangat sederhana, jauh dari kemewahan dan kemapanan.
“Yah, kenapa selama aku kecil, ayah jarang sekali memberikan hadiah untukku? Bahkan saat aku mendapat juara kelas dan di hari ulang tahunku pun, sebuah hadiah hampir tak pernah aku dapatkan dari ayah, kenapa yah?” tanya gadis itu kepada ayahnya.
Tajam matanya menerawang jauh ke depan, kemudian ayahnya menjawab,
“Nak memang ayah tak pernah memberi hadiah boneka dan mainan apapun padamu selayaknya teman-temanmu yang lain, tapi sejak kecil hingga kini, telah ayah berikan untukmu hadiah yang sangat berharga dalam hidupmu, sekuntum mawar indah.”
Mengernyit dahi anak gadisnya tanda keheranan, “Hah, sekuntum mawar indah? Kapan? Seingatku ayah tak pernah memberiku hadiah sekuntum mawar.”
Dengan halus lembut tanda bijaksana, lalu,
“Nak, telah kuberikan sekuntum mawar nan indah untukmu sejak dulu. Yang harumnya mampu melembutkan tutur katamu. Indah kelopaknya mampu membuatmu bijaksana. Dan duri tajam di tangkainya mampu menjagamu dari tangan – tangan jahat yang hendak mengambilnya dari genggamanmu.”
“Ia selalu mekar mewangi bila malam tiba dan ia kan melayu bila engkau melalaikannya. Harum baunya, indah kelopaknya dan tajam durinya takkan pernah engkau dapatkan di taman-taman bunga mana pun engkau berada.”
“Maksud ayah?” tanya anak gadisnya penuh heran dengan apa yang barusan didengarnya.
“Harum baunya adalah santun kata yang selalu ia ajarkan untukmu hingga engkaupun menjadi santun dalam bertutur. Indah kelopaknya adalah akhlak mulya yang dicontohkannya padamu hingga engkaupun menjadi bijaksana. Dan duri tajam di tangkainya adalah peringatan keras yang ia tegaskan padamu agar setan tak mengambil celah dari iman di dadamu.”
“Ia selalu mekar mewangi saat malam tiba sebagaimana ia selalu tegak terjaga dalam tahajjudnya di sepertiga malam terakhir. Layunya adalah gundah hatinya tatkala engkau melalaikan dan menyakitinya. Santun kata, indah akhlak dan peringatan kerasnya takkan pernah engkau temukan ditempat lain dimanapun engkau berada. Karena sekuntum mawar indah itu milikmu satu-satunya,” ujar ayahnya lirih penuh makna.
Sambil menunjuk seorang wanita yang terbaring lemah di atas dipan bambu tua karena sakit, ia berkata,
“Sekuntum mawar indah itu ibumu.”
Melangkah pelan gadis remaja tersebut dengan mata berkaca-kaca menuju wanita itu sembari berkata,
“Aku sayang ibu…”


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/sekuntum-mawar-untukmu/180794258620987

HANYA SEMENTARA


Setelah khusuk berdoa…
Pria tua itu menceritakan masa lalunya
“Dulu aku adalah seorang pemabuk.
Dua atau tiga guci tidaklah cukup untukku.
Aku juga sering melacur.
Dua kali sepekan ku pergi ke lokalisasi.
Seorang, dua atau tiga wanita sekaligus kupesan.
Oh, betapa bergairahnya saat itu.
Dan… dulu aku juga seorang penjudi.
Kelihaianku menjadikan aku kaya raya
Semua kuhabiskan ‘tuk berfoya-foya.
Oh, betapa nikmatnya dunia ini.
Hingga suatu ketika…kuhentikan semuanya…"
“ Mengapa Anda berhenti?” tanyaku.
“Karena aku KETAGIHAN,” jawabnya dengan mantap.
“Apa maksud anda?” Tanya seorang temanku.
“Aku benar-benar MENYUKAI semua kesenangan itu.
Sehingga Aku INGIN MENIKMATINYA SEPANJANG MASA.
Adapun caranya, pernah kubaca dalam sebuah buku tua
Bahwa aku, SEMENTARA WAKTU, di dunia ini saja.
Hanya MENGGANTI semua KESENANGAN itu dengan AMAL SHALEH
Dan, PASTI KESENANGAN yang ABADI kan KUDAPAT
Kelak di hari kemudian, untuk SELAMA-LAMANYA”
Sambil berdiri dan bersiap melanjutkan perjalanan,"
Pria tua itu berkata: ”Adakalanya…
LEMBAH MAKSIAT merupakan JALAN dan PROSES menuju KESHALEHAN
Namun TIDAK PERLU dan JANGAN MENCOBA melaluinya
Untuk menjadi orang yang SHALEH!”
“Hai orang-orang yang beriman , bertaubatlah kepada allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Pada hari ketika allah tidak menghinakan nabi-nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia..sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan ,ya tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu (qs at-tahrim:8)
Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah seraya berpaling dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.
Syarat taubat:
-Menyesali perbuatannya
-Menjauhkan diri dari perbuatan dosa
-Tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa
Ciri-ciri taubat yang diterima :
-Setelah melakukan taubat, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya
-Takut akan azab Allah
-Menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi
Semoga Allah menerima taubat kita dan mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat… Amin…

http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/hanya-sementara/10150089674900849

Melihat Kembali POLIGAMI dengan HIKMAH


Kali ini saya perlu menjelaskan lebih jauh tentang poligami,
Karena ada di antara kita sahabat yang anti poligami,
dan ada juga sahabat yang mendukung dengan sangat
Sahabat yang anti poligami...
Mereka  telah membenci poligami dengan membabi buta.
Padahal poligami adalah salah satu syariat Allah.
Membenci poligami berarti membenci salah satu aturan Allah.
Membenci aturan Allah berarti tidak ridlo dengan Allah.
Membenci aturan Allah berarti tidak ridlo dengan Islam.
Membenci aturan Allah berarti tidak ridlo dengan Rasulullah.
Padahal Surga dimasuki orang ridlo kepada Allah dan diridloi oleh Allah.
”Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS Al Bayyinah : 8)
Sebagai seorang muslim kita harus ridlo Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan  Muhammad sebagai nabi dan rasul (‘radhiitu billahi robban wa bil Islami diinan wa bi Muhammadin nabiyyan’ wa rasuulan)
Sahabat yang mendukung poligami dengan sangat...
Mereka berkampanye tentang poligami.
Mereka menganggap berpoligami adalah kemuliaan.
Bahkan sebagian mengukur kebaikan agama seseorang,
adalah bila dia berpoligami dan mau dipoligami.
Karena mereka menganggap poligami adalah sunnah Rasul yang harus diikuti.
Lalu bagaimana melihat poligami dengan bil-hikmah ?
Poligami adalah bagian dari aturan Allah,
Poligami adalah salah satu solusi yang diberikan oleh Allah.
Tetapi dalam pelaksanaannya harus dengan syarat yang telah ditentukan.
Dan tidak gampang untuk setiap orang bisa melaksanakannya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
”Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS An-Nisa, 4:3)
Pada saat ayat tersebut turun...
Poligami sudah menjadi budaya masyarakat saat itu.
Bahkan memiliki isteri dan selir lebih dari empat.
Dengan ayat ini Allah membatasi hanya  empat isteri saja.
Itupun dengan bil-hikmah Allah menawarkan ...
Bagi orang yang takut tidak berlaku adil ...
Maka hendaknya menikah dengan seorang isteri saja.
Ayat tersebut bukan memotivasi dan mengapresiasi poligami.
Ayat tersebut adalah cara Allah mengajak hidup berkeluarga secara adil.
Seperti proses Allah mengharamkan khomer...
Yang sudah menjadi bagian dari budaya saat itu.
Allah tidak langsung mengharamkannya.Demikian juga dengan poligami.
Para sahabat disuruh memilih yang terbaik buat mereka
Jadi hukum poligami adalah mubah (boleh) dengan syarat.
Dan syaratnya adalah orang tersebut  yakin  dapat berlaku adil.
Bila syarat tidak bisa dipenuhi...
maka berubah menjadi makruh (dibenci) atau haram (dilarang).
Orang yang menambah isteri berarti menambah amanah,
Menambah tanggung jawab, beban dan ujian.
Dan bila memahami makna hidup adalah ujian...
Maka jangan sekali-kali meminta diuji atau minta amanah.
Seperti halnya meminta jabatan.
Kecuali diberi amanah.
Dan langit, bumi dan gunung pun enggan memikul amanah...
kecuali manusia yanga mau mau menerima...
Bahkan meminta dan memperebutkannya...
”Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”( QS Al-Ahzab : 72)
’Kullukum raa’in wa kullukum mas’uulun ’an ra’iyyatihi’
”Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.”
Kemudia apa yang dimaksud adil ?
Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Melakukan sesuatu yang seharusnya.
Melakukan sesuatu sesuai kehendak Allah dan Rasul-Nya
Lawan dari adil adalah zhalim,
yang berarti berbuat aniaya dan dosa.
Jadi adil tidak jauh berbeda dengan taqwa.
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Maidah:8)
Dalam Al-Quran Allah menjelaskan bahwa berlaku adil dengan isteri-isteri adalah sangat susah :
”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri- isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa, 4:129)
Karena untuk berlaku adil adalah tidak mudah,
Maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya.
Yaitu hanya orang-orang yang sangat bertaqwa saja yang  bisa berlaku adil.
Sehingga apabila belum bisa adil dan bertaqwa dengan satu isteri...
Mengapa berani menambah isteri lagi?
Bila ingin lebih mudah dalam menjalani ujian hidup...
Dan takut berlaku tidak adil...
Bukankah lebih baik beristeri satu saja ?
Tidak ada keadilan...
Orang yang berpoligami dengan sembunyi-sembunyi
karena dia telah berbohong dan berdusta,
Yang berarti dia telah berbuat zhalim kepada dirinya,
isteri-isterinya dan anak-anaknya...
serta orang-orang lain yang telah dibohongi.
 Tidak ada keadilan...
Orang yang tidak bisa adil dan bertaqwa dengan satu isteri...
Kemudian dia menambah isteri lagi...
Satu amanah saja tidak bisa memenuhi hak-haknya ?
Apatah lagi dengan lebih dari satu isteri ?
Bukankah ini adalah kezhaliman dengan diri ...
Dan orang-orang yang menjadi tanggungannya?
Tidak ada keadilan….
Orang yang berpoligami tanpa keputusan bersama…
Karena keputusan bersama adalah awal dari keadilan.
Karena Keluarga  harus penuh keharmonisan dan kebersamaan.
Dan keadilan juga berdasarkan keharmonisan dan kebersamaan.
Tidak ada keadilan…
Bila berpoligami hanya menuruti hawa nafsu saja..
Karena menuruti hawa nafsu selalu bertentangan dengan keadilan.
Tidak ada keadilan…
Bila dengan poligami hilang kebahagiaan
Karena kebahagiaan adalah cermin Keadilan.
Poigami sunnah Rasulullah ?
Poligami memang sunnah Rasul...
Karena poligami merupakan bagian dari pernikahan.
Dan menikah adalah sunnah Rasul.
(’Sunnah’ menurut Imam Syafi'i adalah penerapan Nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa sallam terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Rasulullah sedang mengejawantahkan surat An-Nisa ayat 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan
anak-anak yatim. Sehingga dari sekian perkawinannya Rasulullah menikah denga janda mati, kecuali dengan Aisyah binti Abu Bakar Radliyallahu ’anha.)
Jadi Hukum asal poligami adalah sama dengan menikah yaitu mubah.
Dan bisa berubah menjadi sunnah, wajib, makruh, bahkan haram.
Jadi bukan seperti sholat sunnah atau puasa sunnah….  
Sehingga orang termotivasi untuk melakukan poligami...
Seperti termotivasi untuk melakukan amalan sunnah (nawafil).
Orang yang melakukan banyak amalan sunnah (nawafil)…
akan membuat baik agamanya,
dan Allah akan semakin mencintainya.
Akan tetapi orang yang telah melakukan poligami
belum tentu menjadikan baik agamanya.
Kalau dia bisa adil dan bertaqwa baru akan membuatnya mulia.
Tetapi bila dia tidak adil maka akan membuat dia celaka.
Ketaqwaannya bukan diukur dengan pelaksanaan poligami tersebut,
tetapi dari keadilannya (baca taqwanya).
”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat : 13)
Lalu bagaimana Rasulullah melakukan poligami?
Rasulullah hidup pada masa jahiliyah,
dimana orang biasa berpoligami lebih dari 4 isteri.
Tetapi Rasulullah  memulai hidupnya dalam berkeluarga dengan monogami,
yaitu dengan beristerikan Khadijah binti Khuwalid.
Pernikahan ini  berlangsung selama 28 tahun.
Dua tahun sepeninggal Khadijah baru  Rasulullah berpoligami.
Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau.
Sahabat Hikmah…
Bila suami-iateri telah sepakat untuk berpoligami…
Musyawarahkan lagi dan perhatikan hal-hal yang berat untuk berlaku ADIL  di bawah ini:
  1. Tidak sanggup menafkahi.
  2. Tidak sanggup membahagiakan.
  3. Tidak sanggup mengelolah kecemburuan.
  4. Tidak sanggup mengatur waktu.
  5. Memberikan citra negatif pada dakwah.
  6. Membuat keretakan hubungan keluarga besar suami-isteri.
  7. Mengurangi produktifitas dakwah.
  8. Mengurangi perhatian terhadap anak-anak.
  9. Menguras tenaga, pikiran dan perasaan.
  10. Menambah masalah hidup yang sudah berat.
  11. Menambah amanah yang akan dipertanggungjawabkan.
Bila Engkau dan isteri merasa berat untuk hal-hal tersebut…
Maka  bersenang-senanglah dengan istri satu-satunya…..!!
Bersyukurlah dengan apa yang ada...
Nikmati dan buatlah harmonisasi dan variasi...
Dan buatlah lebih terbuka dalam komunikasi..
Bila Engkau menginginkan sesuatu dengan wanita lain...
Lakukanlah dengan isterimu yang sudah ada dan halal untukmu...
Nikmatilah dan syukurilah...
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat wanita, lalu Baginda masuk ke tempat kediaman Zainab, untuk melepaskan keinginan Baginda kepadanya, lalu keluar & bersabda, "Wanita kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa syaithan.......apabila seseorang di antara kamu melihat wanita yang menarik, hendaklah ia mendatangi isterinya karena pada diri isterinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu." (Hadis Riwayat Tirmizi)
 Bila Engkau tidak dapat memiliki apa yang Engkau sukai...
Maka sukailah apa yang Engkau miliki.

Wallahu a’lam bishshowab.
Semoga dapat mengambil HIKMAH.


"Mana Ciuman Untuku"


Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam
seminggu, dan sering kali sudah lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama
kerasnya mengurus keluarga mereka memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas
rumah tangga lainnya. Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman. Hanya ada
satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.
Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie, untuk
pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu Debbie mengantar dua anak itu ketempat
tidur dam memberikan ciuman selamat malam pada mereka berdua.
“Ibu sayang padamu,” kata ibu Debbie.
“Aku juga sayang Ibu,” gumam Debbie.
Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang memberikan ciuman
apappun padanya..
Juga tak ada yang pernah mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring
sambil berpikir, Mestinya memang seperti itu ..
Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya.
“Kau senang di rumah Debbie?” tanya ibunya.
“Rumah ini sepi sekali tanpa kau,” kata ayahnya.
Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya. Ia benci pada orangtunya.
Kenapa mereka tak pernah menciumnya?
Kenapa mereka tak pernah memeluknya atau mengatakan menyayanginya ?
Apa mereka tidak menyayanginya?
Ingin rasanya ia lari dari rumah, dan tinggal bersama ibu Debbie.
Mungkin ada kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua kandungnya.
Mungkin ibunya yang asli adalah ibu Debbie.
Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtunya.
“Selamat malam,”katanya.
Ayahnya,yang sedang membaca koran, menoleh.
“Selamat malam,” sahut ayahnya.
Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan tersenyum.
“Selamat malam, Cindy.”
Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.
“Kenapa aku tidak pernah diberi ciuman?” tanyanya.
Ibunya tampak bingung.
“Yah,” katanya terbata-bata,
“sebab… Ibu rasanya karena tidak ada yang pernah mencium Ibu waktu waktu Ibu masih
kecil. Itu saja.”
Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah. Akhirnya ia
memutuskan untuk kabur. ia akan pergi kerumah Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia
tidak akan pernah kembali kepada orangtuanya yang tidak pernah menyayanginya. Ia
mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah Debbie, ia tidak
berani masuk. Ia merasa takkan ada yang mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal
bersama orangtua Debbie.
Maka ia membatalkan rencananya dan pergi. Segalanya terasa kosong dan tidak
menyenangkan.
Ia takkan pernah mempunyai keluarga seperti keluarga Debbie. Ia terjebak selamanya
bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa sayang didunia ini. Cindy
tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku.
Ia duduk lama, sambil berpikir,hingga hari gelap. Sekonyong-konyong ia mendapat
gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia kan membuatnya berhasil. Ketika ia masuk
kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. Sang ayah langsung menutup telepon. ibunya
sedang duduk dengan ekspresi cemas.
Begitu Cindy masuk, ibunya berseru,” Dari mana saja kau? Kami cemas sekali!”.
Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan ciuman di pipi,
sambil berkata,”Aku sayang padamu,Bu.”
Ibunya sangat terperanjat, hingga tak bisa bicara.
Lalu Cindy menghampiri ayahnya dan memeluknya sambil berkata, “Selamat malam,
Yah. Aku sayang padamu,”
Lalu ia pergi tidur, meninggalkan kedua orangtunya yang terperangah di dapur.
Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman lagi pada ayah dan
ibunya. Di halte bus, ia berjingkat dan mengecup ibunya.
“Hai, Bu,”katanya.
“Aku sayang padamu.”
Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan setiap bulan. Kadang-
kadang orangtuanya menarik diri darinya dengan kaku dan canggung. Kadang-kadang
mereka hanya tertawa. Tapi mereka tak pernah membalas ciumannya. Namun Cindy
tidak putus asa.
 Ia telah membuat rencana, dan ia menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu malam ia
lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka dan
ibunya masuk.
“Mana ciuman untukku ?” tanya ibunya, pura-pura marah.
Cindy duduk tegak.
“Oh, aku lupa,” sahutnya. Lalu ia mencium ibunya.
“Aku sayang padalmu, Bu.” Kemudian ia berbaring lagi.
“Selamat malam,”katanya, lalu memejamkan mata.
Tapi ibunya tidak segera keluar.
Akhirnya ibunya berkata. “Aku juga sayang padamu.”
Setelah itu ibunya membungkuk dan mengecup pipi Cindy.
“Dan jangan pernah lupa menciumku lagi,” katanya dengan nada dibuat tegas. Cindy
tertawa.
“Baiklah,”katanya.
Dan ia memang tak pernah lupa lagi. Bertahun-tahun kemudian, Cindy mempunyai anak
sendiri, dan ia selalu memberikan ciuman pada bayi itu, sampai katanya pipi mungil
bayinya menjadi merah.
Dan setiap kali ia pulang kerumah, yang pertama dikatakan ibunya adalah, “Mana ciuman
untukku?”
Dan kalau sudah waktunya Cindy pulang, ibunya akan berkata, “Aku sayang padamu.
Kau tahu itu, bukan?”
“Ya,Bu,” kata Cindy.
“Sejak dulu aku sudah tahu.”


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/mana-ciuman-untuku/186472941372362

Jadikan Dirimu Lebih Baik…!


Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan
membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati
bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang
didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar. Pemuda
itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan
mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat
cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan
moral yang akan mengilhami yang lain!
Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. Kekasihku sedang menunggu. Aku
hanya ingin ayam gorengku. Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si
pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu
kepada wartawan.
Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya. Aku tidak
mengerti kata pemilik restoran. Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia
yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada
dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon,
beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?
Itulah masalahnya, kata si pemuda: Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku, istriku
ada dirumah. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini.
Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ketempat ibadah,
berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak
demikian.
Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak
hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah
hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya
seseorang kagum padamu lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu
seseorang yang lebih baik.


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/jadikan-dirimu-lebih-baik/186250854727904

Beruang dan Ikan Kecil…


Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dgn sabar ditepi
sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan.
Sejak pagi ia berdiri disana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air.
Namun,tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali
mencoba, akhirnya..hup .. ia dpt menangkap seekor ikan kecil.
Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap
pada sang beruang, “Wahai beruang, tolong lepaskan aku.” “Mengapa ? ” tanya
beruang.
“Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat
celah-celah gigimu,” rintih sang ikan. ”
Lalu kenapa?” tanya beruang lagi. “Begini saja,tolong kembalikan aku ke
sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di
saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu.”
kata ikan. “Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?” tanya
beruang “Mengapa,” ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan
kepalanya.
“Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang
telah tergenggam di tangan !” jawab beruang sambil tersenyum mantap. “Ops !”
teriak sang ikan.
Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kitatidak
mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang
Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya
akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita
harus berucap :”Ohhhh… andaikan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu
dulu ..!!!?. Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan
dalam hidup kita.
Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;….
Disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; ….
Di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; ….
Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali
yang terbaik untuk hidup kita….
Bila kita setia pada masalah yang kecil maka kita akan mendapatmasalah yang
besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi
kesempatan yang besar…


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/beruang-dan-ikan-kecil/186230808063242

"Andai Saja Kau Percaya Padaku"


Sulit benar membangun kepercayaan, walau untuk hal-hal yang sederhana sekalipun. Ini
kisahku dalam perjalanan tempo hari. Soal lampu rem misalnya. Jika ia menyala, pasti
ada ada hambatan di depan. Maka sudah sepantasnya, si belakang mengikuti si depan
karena depanlah yang tengah menjadi imam, melihat dengan mata kepala sendiri apa
yang terjadi di depannya.
Tapi karena tidak dipercayai, maka otoritas ini sering dianggap sepi. Saat itu, akulah yang
mestinya paling berhak untuk mengerti bahwa di depan ada becak yang sarat muatan
hendak menyeberang. Biarlah ia lewat. Kalau ia harus berhenti dan menggejot dari awal
lagi, tentu merepotkan.
Tapi keputusanku ini ternyata membuat mobil di belakang itu tidak senang. Baru saja aku
menginjak rem, klaksonnya sudah menyalak galak bertubi-tubi. Tapi keputusan telah
ditetapkan, dan abang becak telah mengambil jalan. Si mobil belakang ini juga telah
membulatkan hati, dia memilih menyalipku daripada ikut berhenti. Maka yang terjadi
terjadilah.
Ia begitu terkejut, hampir mati ketika becak itu muncul begitu saja di moncong mobilnya.
Ia menginjak rem hingga berdecit. Tabrakan keras memang tidak terjadi tapi sekedar
ciuman bumper pun telah membuat sang becak terguling. Muatan sayuran yang
menggunung berhamburan memenuhi jalan. Kecelakaan itu tidak mengerikan,tetapi
sayuran yang bertebaran benar-benar telah menjadi provokasi tersendiri.
Jalanan macet seketika. Si penyalip mobilku pucat pasi. Ia seorang pria, tampak
terpelajar; tapi saat itu ia berubah menjadi orang yang kelihatan bodoh. Posisi mobilnya
secara mencolok memperlihatkan bahwa dialah biang keladi kemacetan ini. Semua pihak
kini menudingnya. Dan abang becak yang terkapar itu, entah belajar teori drama dari
mana, mulai membangun sensasi. Ia membiarkan saja becaknya terjungkal. Ia sendiri
dengan ketenangan seorang jagoan, memilih bangkit dan berjalan menghampiri si pria
pengemudi dan langsung meninjunya.
Cerita selanjutnya bukan urusanku lagi. Tapi tak sulit merekonstruksi akhir insiden ini.
Betapa tidak enak membayangkan perasaan pengemudi mobil tadi. Seorang yang tampak
terpelajar, bertampang bersih, tapi cuma jadi bahan olok-olok lingkungan dan dipukuli
seperti kriminal. Padahal, jika saja ia mau sedikit bersabar, dan terpenting, mau
mempercayaiku untuk ikut berhenti, musibah ini mungkin tidak akan terjadi.
Seperti itulah keadaan di negara ini, orang lain tak pernah dibiarkan menjadi imam, walau
ia memang tengah memegang otoritas yang sesungguhnya. Selalu saja ada intervensi.

Inilah mengapa kita selalu cenderung membunyikan klakson di saat kita dalam
kemacetan. Mengapa dalam hal antri, leher kita cenderung terjulur demikian panjang
untuk selalu gatal melihat keadaan di depan.
Kita selalu ingin tergesa-gesa, tidak punya kesabaran sedikitpun. Padahal di depan itu
sering tidak terjadi apa-apa. Kemacetan itu masih baik-baik saja. Sekeras apapun klakson
yang kita bunyikan, tidak akan mengubah situasi jika saatnya belum tiba. Pada gilirannya,
antrian pun pasti akan bergerak maju dengan caranya sendiri. Jika semuanya masih
terhenti, pasti karena masih ada persoalan. Biarlah itu persoalan yang di depan. Kita di
belakang, tinggal mempercayainya.
Berat memang, tapi inilah ongkos hidup bersama. Harus ada semacam tebusan sebagai
ongkos kepercayaan. Ketidaksabaran membayar ongkos inilah yang membuat hidup
bermasyarakat sering dilanda kekacauan. Para imam, pemimpin, dan pihak yang di depan
itu, memang bisa saja menyelewengkan kepercayaan. Kita boleh kecewa tapi tak perlu
mendendam. Karena untuk hidup bersama, manusia memang perlu saling mempercayai.
Soal bahwa sesekali kita tertipu, tidak usah diherankan pula. Siapa yang sama sekali bisa
membebaskan diri dari nasib sial Rasanya tak ada.
Maka andai saja saat itu engkau percaya padaku, engkau pasti tidak dipermalukan
sedemikian rupa.


http://www.facebook.com/notes/blog-nya-mas-rully/andai-saja-kau-percaya-padaku/186043031415353