Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Jumat, 28 Januari 2011

Bu, Suaramu Adalah Cinta


Hanya ingin..kunyanyikan
senandung dari hatiku untuk Mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku, untuk Mama

Lagu anak-anak, kenny

Kemarin, bertemu ibu lagi. Duh senangnya bisa memandang wajah syahdu itu. Alangkah bahagia tak terkira menuntaskan kerinduan menikmati binar matanya. Ia merengkuh saya, hangat dan erat. Salam yang saya sampaikan ketika membuka pintu, tak berjawab. Ibu hanya mengangguk dengan senyuman mengembang karena senang.



“Ibu, apa kabar???” kalimat pertama yang selalu saya singgahkan kepadanya setiap kali pulang. Ibu tak juga bersuara, ia malah sibuk meneliti tas saya, adakah bacaan yang saya bawa untuknya. Majalah tarbawi baru, segera saja beralih ke tangannya. Sejenak ia ke mushola, mengambil kacamata dari atas Al-qur’an yang tengah terbuka. Ia kembali ke samping saya dan kemudian tenggelam dalam samudera aksara. Setengah termenung, saya memandangnya. Dih Ibu, emang enak dicuekin.
Saya faham, mengapa Ibu menjadi pendiam dan tak banyak bersuara. Rupanya batuk yang diderita selama beberapa hari ini, merampas suaranya untuk bertutur. Saya sampai tak tega mendengar parau tak terdengarnya ketika ia meminta saya menjadi imam shalat maghrib dan isya. Seraknya yang parah terdengar seperti desis aneh, mungkin Ibu juga tak suka mendengarnya. Makanya ia memilih memberi kode menangkupkan kedua tangan dan menempelkannya di pipi kiri sebagai isyarat hendak menjumpai peraduan.
Akhirnya dua hari bersamanya, saya tak dapat mengobrol dengannya, kecuali satu arah. Ibu sungguh-sungguh diam.
Selalu ada yang berubah ketika pulang dan menjumpainya. Ibu tak sebugar dulu, tentu saja karena ia dilahap renta usia. Tangannya sekarang gemetar untuk saat-saat tertentu. Tubuhnya kian kerontang karena nafsu makan yang seringkali menurun. Lingkaran-lingkaran putih itu terlihat jelas di manik kedua matanya yang katanya sulit terpejam ketika malam menjelang. Belum lagi kerut merut yang mengukir wajah ayunya. Jika berjalan, langkahnya tak seperkasa dulu, hingga saya harus berlari-lari mensejajarinya. Dan sekarang, saya mendapatinya tanpa suara. Rabbi.. Engkau sebaik-baik pemberi kesehatan.
Suara Ibu bagus. Ia bercerita, ketika saya sudah mampu berbicara, ia paling suka mengajari saya menyanyi. Ia mengajak saya bergembira dengan menyanyi. Ia menyemangati saya juga lewat alunan suara merdunya. Waktu duduk di bangku SD kelas satu, saya terkena liver hingga sebulan tidak masuk kelas, rapor saya jeblok. Di teras depan rumah, ketika melihat saya bersedih, suaranya begitu dekat di telinga. Ia merengkuh saya dan bernyanyi:

Jangan putus asa
Itulah semboyan kita
Maju terus maju
Jangan goncang atau bimbang
Kukuhkan hatimu, capailah niatmu


Kerahkan semua tenaga
Jangan goncang atau bimbang

Saya tidak akan pernah lupa senandung-senandung itu, berharap bisa meneruskannya untuk anak-anak saya kelak. Ada lagu yang paling saya suka :
Jika aku sudah besar nanti
Ku pergi dengan ibu
Ibu boleh pilih sendiri, kemana yang dituju
Jika Ibu pilih Jogya, Bandung dan Semarang
Aku yang beli karcisnya
Karcis kapal terbang
Tak sengaja pada waktu berkumpul setelah lebaran idul fitri kemarin, saya mengajak teteh-teteh dan Ibu ‘konser’ bersama. Hampir bersepuluh kami menyanyi, mendendangkan sebuah lagu yang menjadi favorit kami sewaktu masih kecil dulu. Denting dawai gitar yang saya petik menambah kesan ‘indah’ itu :
Di matamu mama ada bintang
Gemerlapan bila ku pandang
Di matamu mama ada kasih sayang
Yang selalu bersinar tak pernah pudar
Di matamu mama ada kasih sayang
Yang selalu bersinar terang
Entah mengapa, Ibu tak ikut menyanyi. Ia malah sibuk memperhatikan kami satu persatu dan berkata hampir tak terdengar “Ehm, jangan bikin Ibu sedih atuh”.


Ah Ibu, rindu kudengar senandung cinta itu lagi. Suaramu adalah cinta, karena setiap tuturmu selalu saja bermakna. Seingat saya, ia tidak pernah marah dengan kata-kata yang kasar terhadap anak-anaknya, sejengkel apapun perasaanya. Suaranya paling terdengar tajam. Suatu saat Ibu memperingatkan kakak saya yang telah memarahi anaknya tanpa ampun. “Geulis, kata-kata seorang ibu adalah bertuah, berhati-hatilah. Ucapan seorang ibu adalah doa, jadi ucapkanlah yang baik-baik”.
Ah, Ibu, sungguh tidak nyaman ketika suaramu tak terdengar memenuhi udara, meski sosokmu begitu dekat. Bu, saya tak bisa menikmati dengan sempurna keindahan kebersamaan kemarin, meski tak berkurang eratnya rengkuhanmu, meski engkau masih melabuhkan tanganmu untuk membangunkan diri yang ditelan lelap. Sungguh, saya merasa sendiri kemarin meski kehadiranmu nyata, karena mungkin sapamu terbatas, kata-kata bijak itu tak lagi ada dan kau tak lagi bercerita tentang apapun.
Ah, bu, setelah sembuh, saya pasti mendengar lagi suara itu, sapamu, tuturmu, kata-kata bijakmu bahkan mungkin senandung cinta ketika kita ‘konser’ bersama.
Ah, bu segalanya tentangmu adalah cinta, meski itu hanya suara.
Dan saya tak bisa membayangkan, jika suara mu menghilang untuk seterusnya, karena sebuah takdir yang pasti kedatangannya.
Allahu Rabbii, anugerahkan untuk ummi kesehatan yang barakah.


Dengan Cinta-Nya , Ku Menjagamu ....


oleh : Caksyam

Ketika engkau bertanya tentang cintaku ...
Sungguh, cintaku hanyalah cinta yang biasa
Cinta seorang anak manusia
Berharap ridlo Tuhannya

Cintaku seluas lautan
Cintaku sebesar Gunung menjulang di daratan
Cintaku sebanyak bintang bertebaran
Cintaku sepanjang mata memandang

Cintaku pancarkan sinar bak matahari dan bulan

Cintaku mampu memadukan kutub utara dan selatan
Cintaku mampu redakan panas yang gersang
Cintaku mampu hangatkan dingin yang menusuk tulang

Namun ...
Cintaku terkadang menihilkan logikaku
Cintaku terkadang membutakan mataku, menutup telingaku
Cintaku terkadang menghalangi cahaya, hidayah menuju kalbuku
Cintaku terkadang beriring api, menguapkan unsur air dalam diri yang suci

Sungguh ...
Cintaku belumlah cukup,
Membimbingmu dalam kedewasaan
Menuntunmu dalam kegelapan dan kealpaan
Mengarahkanmu dalam hakikat keberkahan dan kemuliaan
Menjagamu dalam suci lahir bathin, anugerah tiap kehidupan

Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Cinta Sang Pencipta dalam firman-Nya
Cinta Sang Murobbi dalam Ajaran Rasul-Nya
Cinta Sang Maha Pencinta, dalam hikmah dan takdir terbaiknya


Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Cinta yang tak sekedar indah, namun penuh keberkahan
Cinta yang termaktub dalam perintah, tak pernah kering akan pelajaran
Cinta yang tersirat dalam larangan, syarat akan kebaikan

Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Menghindarkan yang tak halal
Bersabar dalam dzikir dan istighfar
Menjalankan yang ma'ruf
Menjauhkan diri dari yang mungkar

Hanya dengan cinta-Nya, ku bisa menjagamu
Mengaitkan ikhtiar dan do'a, menjemput masa depan lebih cerah
Mengamalkan Firman-Nya, mengikuti sunnah Rasul-Nya
Menggapai ridlo-Nya ...
Naungan dari panas membara padang mahsyar, pahala atas cinta yang terjaga

laa tahzan, innalloha ma'ana ...
Jangan bersedih, Sungguh ... Alloh bersama kita
yakinlah ...,
bahwa kita bisa ...


kan jauh lebih indah pada waktunya
kan semakin berkah dengan ridlo-Nya
kan lebih abadi dengan cinta-Nya

=========================================
Untuk kita semua yang mencintai dengan berharap ridlo-Nya
=========================================


http://www.facebook.com/notes/melati/dengan-cinta-nya-ku-menjagamu-/176426705729046

Beriman Kepada Yang Ghoib (2)


Hadist-hadist Nabawi
70- عن ابن عباس رصى اله عنهما ان جبريل قال للنبىصلىالله عليه وسلم . حدثبى ما الا يمان ؟ قال: الا يمان ان تؤ من بالله واليوم الآخر والملائكة والكيب والنبيين وتؤمن باالموت وبالحياة بعد الموت وتؤمن بالجنة والنار والحساب والميزان وتؤمن بالقدر كله خيله وشره. قال فاذا فعلت ذلك فقد آمنت ؟ قال: اذا فعلت ذلك فقد آمنت .( وهو قطعة من حد...يث طويل ) رواة احمد 1/319
70- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Zibrail a.s. bertanya kepada Nabi SAW : Katakan kepadaku apa itu Iman ? Nabi SAW menjawab : Iman adalah beriman kepada Allah, hari akhirat, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi, dan beriman kepada ke matian dan kehidupan setelah mati, dan beriman kepada sorga dan neraka, dan kepada hari hisab dan kepada timbangan ( amalan –amalan ) dan beriman kepada segala ( aspek ) mengenai takdir baik dan buruk. Zibrail a.s. berkata jikalau aku berbuat demikian apakah saya menjadi seorang beriman ? Rasulullah SAW menjawab : Jikalau engkau berbuat demikian engkau sudah menjadi seorang beriman. ( Musnad Ahmad )
71- عن ابن هرير ة رضىالله عنه - عن ابن هرير ة رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم قال: الإيمان أن تؤمن بالله وملايكته وبلقائه ، ورسوله ، وتؤمن بالبعش . رواه البخار، باب سؤ ال جبر يل النبى . ، رقم: 50
71. Abu Hurairah r.a meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat- malaikat, pertemuan Nya ( pada hari akhirat ), Rasul-rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan ( HR.Bukhari )
72- عن عمربن الخطا رضىالله عنه أنه سمع النبى صلىالله عليه وسلم يقول : من مات يؤ من بالله وملائكته وبلقا ئه ، ورسل ، وتؤمن بالبعث . رواه أحمد وفى إسناده شهر بن حوشب وقد وثق ، مجمع الزوائد 1/186
72- Umar Ibnu Khattab r.a. meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang mati dalam iman kepada Allah dan hari akhirat akan dikatakan kepadanya : masuklah kamu dari salah satu belakang pintu sorga yang kamu kehendaki. ( Musnad Ahmad )



73- عن عبدالله بن مسعود رضىالله عنه قال : قال رسو ل الله صلىالله عليه وسلم : إن للشيطان لمة بابن ادم وللملك لمة ، فأما لمة الشيطان فإ يعاد باشر وتكذيب بالحق ، وأما لمة الملك فإيعاد بالخير وتصديق بالحق ، فمن وجد ذلك فليعلم أنه منالله فليحمد الله ، ومن وجد الآ خرى فليتو ذ بالله منالسيطان الرجيم ثم قرأ :﴿ السيطن يعدكم الفقر ويأ مر كم بالفحشء ) الآ. رواه الترم1 وقال : هذا احديث حسن صحيح غريب ، باب ومن سو رة البقرة ،رقم : 2988
73- Abdullah Ibnu mas’ud r.a. meriwayatkan : Bahwa rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya dalam hati manusia ada bisikan yang dikobarkan oleh syaitan dan juga ada bisikkan yang datangnya dari malaikat kalau bisikan yang dikobarkan oleh syaitan ia senantiasa menghasut kepada perbuatan jahat dan memalsukan kebenaran. Dan kalau bisikan yang datang dari pada Malaikat ia senantiasa mendorong kepada kebaikan dan menguatkan kebenaran. Oleh sebab itu barng siapa yang mendapati dalam hatinya bisikan yang mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang benar ketauhilah bahwa bisikan ( petunjuk ) itu berasal dari Allah maka hendaklah ia bersyukur kepada Allah, dan barang siapa mendapati dalam hatinya bisikan lain ( dari syaitan ) hedaklah ia bertaawudz ( berlindung ) kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ; dan membaca ( membaca dari Al Qur’an surat Al Baqarah 2: 268 ): Syaitan menakut-nakuti engkau dengan kemiskinan dan mengjajak engkau melakukan perbuatan mesum. ( HR.Tirmidzi )
74- عن أبى ذر داء رضىالله عنه قال : قل رسول الله صلىالله عليه وسلم : أجلوا الله يغفرلكم. رواه أحمد 5/199
74- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW bersabda : Agungkan Allah ( dalam hatimu ), dan Dia akan mengampunimu. ( Musnad Ahmad )
75- عن ابن ذر رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم فيما روى عنالله تبارك وتعالى أنه قال :ياعباى ! إنى حرمت الظلم على نفس ، وجعلته بينكم محرما ، فلا تظا لموا ، ياعبادى ! كلكم ضال إلا من هديته ، فاستهدونى أنى أهدكم ، ياعبادى ! كلكم جائع إلا من أطعمته ، فاستطعمونى أطعمكم، ياعبادى ! كلكم عار إلامن كسوته ، فاسكسونى أكسكم ، ياعبادى ! إنكم تخطئون بالليل والنهار ، وأنا أغفر الذنوب جميعا ، فاستغفرونى أغفر لكم ، ياعبادى ! إنكم لن تبلغوا ضرى فتضرونى ، ولن تبلغوا نفعى فتنفعونى ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على أفحر قلب رجل واحد منكم مانقص ذلك من ملكى شيئا ، لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، قامو افى صعيد واحد فسألونى ، فأعيت كل إنسان مسأ لته ، ماتقص ذللك مما عندى إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر، لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! إنماهى أعمالكم أحصيها لكم ، ثم أوقيكم إياها ، فمن وجد خيرا فليحمد الله ، ومن وجد غير ذلك فلا يلو من إلا نفسه . رواه مسلم ، باب تحريم الظم ، رقم : 2572
75- Abu Dzar r.a. Meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman : Wahai hamba-hamba Ku ! Aku telah mengharamkan aniaya keatas diri Ku dan Aku telah mengharamkannya dari antara kamu maka janganlah kamu menganiaya satu sama lain.


Wahai hamba-hamba Ku ! semua kamu adalah sesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk maka carilah petunjuk daripada Ku, Aku kan menunjuki kamu. Wahai hamba-hamba Ku ! kamu semua lapar kecuali orang yang Aku beri makan oleh karena itu mintalah makanan dari pada Ku, Aku akan memberimu makanan. Wahai hamba- hamba Ku ! kamu semua telanjang kecuali oarng yang Aku beri dia pakaian, oleh sebab itu mintalah pakaian dari pada Ku, maka Aku akan memberimu pakaian. Wahai hamba-hamba Ku ! sesunguhnya kamu melakukan kesalahan malam dan siang dan Aku mengampuni semua dosa, leh sebab itu mintalah ampunan dari pada Ku, maka Aku akan mengampuni kamu. Wahai hamba-hamba Ku ! Jika kamu hendak memudaratkan Aku kamu tidak akan pernah dapat berbuat demikian. Dan jikalau kamu hendak memberi manfaat kepada K, maka kamu tidak akan pernah akan dapat berbuat demikian. Wahai hamba-hamba Ku ! jikalau orang yang pertama dari pada kamu dan orang yang terakhir dari pada kamu dan semua manusia dan jin adalah soleh sebagaimana orang – orang yang paling soleh diantara kamu, maka tidak akan menambah singgasana Ku yang paling kecil. Wahai hamba-hamba Ku ! Jikalau orang yang pertama dan yang terakhir diantara kamu, semua manusia dan jin menjadi durhaka sebagaimana orang yang paling durhaka diantara kamu, maka mereka tidak akan dapat mengurangi kerajaan Ku walaupun yang paling kecil. Wahai hamba-hamba Ku Jikalau orang yang pertama dan terakhir dari pada kamu dan semua manusia dan jin berdiri di tanah lapang dan memohon kepada Ku dan Aku memberikan kepada setiap orang apa yang dimintanya, maka tidak menyebabkan berkurangnya khazanah Ku, walaupun sebesar jarum berkurangnya ( air ) dalam lautan jikalau dicelupkan disana. Wahai hamba-hamba Ku itulah amalan – amalan kamu yang Aku catatkan dan Aku perhitungkan bagi kamu, kemudian aku mengimbangi secara penuh kepada kamu, oleh sebab itu barang siapa mendapati ( disana ) hendaklah ia bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapati lain dari yang semestinya janganlah ia menyalahkan orang lain dari dirinya sendiri. ( HR. Muslim ).
76 – عن ابى موسى الا شعرى رضى الله عنه قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . بخمس كلمات فقال : ان الله عز وجل لا ينام ولا ينبغى له ان ينام ، يخفض السط ويرفعه ، يرفع اليه عمل الليل فبل عمل النهار ، وعمل النهار فبل الليل ،حجابه النور النور لو كشفه لا حرقت وجهه ما انتهى اليه بصره من خلقه . رواه مسام ، باب فى قوله عليه السلام : ان الله لا ينام.... رقم :445
76- Abu Musa Al ashari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdiri ditengah – tengah kami dan ( memberitahukan kepada kami ) lima rangkaian kalimat :
1. Sesungguhnya Allah SWT tidak tidur dan tidak pantas bagi Nya untuk tidur.
2. Amalan-amalan pada malam hari diangkat kepada Nya sebelum amalan-amalan siang hari.
3. Dan amalan-amalan siang hari sebelum amalan-amalan malam hari.
4. Hijab bagi Nya adalah nur. Jikalau Dia hendak mengangkatnya maka wajahnya yang agung akan menyebabkan terbakarnya ciptaan Nya, sejauh pandangan mereka memandang. ( H.Muslim )


77- عن ابى عباس رضى الله عنهما قال : قال رسول الله خلق إسرفيل منذ يوم خلقه صآفا قدميه لا يرفع بصره ،ينبه وبين الرب تبارك ويعالى سبعون نورا ، ما منها من نور يدنو منه الا احترق . مصا بيح السنة للبغوى من الحسان 4/31
77- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullullah SAW bersabda : Sesungguhnya semenjak Allah menciptakan Israfil a.s ; Ia berdiri tegak lurus diantara kedua kakinya tanpa mengangkat matanya. Antara dia dan Pemberi rezeki, Yang Maha Mulia ada tujuh puluh ( hijab ) Nur. Jikalau ia datang mendekat kepada ( hijab – hijab Nur ) ini maka ia akan terbakar. ( Masabih-hus-sunah ).
78- عن زرارة بن اوفى رضى الله عنه ان رسول الله صلىالله عليه وسلم , قال لجبريل: هل رأيت ربك ؟ فانتقض جبريل وقال : يا محمد ! ان بينى وبينه سبعين حجابا من نورلو دنوت من بعضها لا حترقت . مصابيح السنة للبغوى ىعده من الحسان 4/30
78- Zurarah Ibnu Awfah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullullah SAW beertanya kepada Zibrail a.s. : Apakah kamu pernah melihat Pembneri rezekimu? Mendengar Ini jibrail a.s. gemetar dan berkata : Wahai Muhammad antar aku dan Dia terdapat tujuh puluh hijab dari Nur, jikalau aku datang mendekat kepada salah satu dari mereka, aku akan terbakar. ( Masabih – huj-sunah ).
79- عن ابى هريرة رضى الله عنه ان رسول اللهصلىالله عليه وسلم .قال : قال الله عز وجل : انفق انفق عليك ، يدالله ملأى لا يغيضها نفقة ، سحا ءالليل والنهار وقال : أرأيتم ما أنفق منذ خلق السماء والارض فانه لم يغض ما فى ديه وكان عرشه على الماء ، وبيده اْْلميزان يخفض ويرفع . رواه البخارى ، باب قوله وكان عرشه على الماء ، رقم :4684
79- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa rasullullah Saw bersabda : Allah SWT berfirman : berbelanjalah maka Aku akan berbelanja keatas kamu. Dan Dia berfirman : Tangan ( khazanah ) Allah adalah pemurah, Dia membelanjakan malam dan siang terus menerus tanpa pernah menguranginya. Dan Dia berfirman : Tidakkah engkau perhatikan, apa yang Dia belanjakan semenjak Dia menciptakan langit dan bumi dan tidak menyebabkan berkurangnya apa yang ada dalam genggaman Nya ? dan arsy Nya berada di atas air dan dalam tangan Nya timbangan ( takdir ) yang Ia turunkan dan Ia angkat. ( HR.Bukhari )
80- عن ابى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم . يقبض الله الارض يوم القيامة ، ويطوى السماء بيمينه ثم يقول :انا الملك ، اين الملك الارض ؟ رواه البخارى ، باب قول تعالى ملك الناس ، رقم : 7382
80- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : Allah SWT akan menggenggam bumi ada hari kiamat dan akan menggulung langit dalam tangan kanan Nya, kemudian ia kan berfirman : Akulah raja maka dimanakah raja-raja bumi ? (HR.Bukhari ).
catatan : Sifat menggenggam bumi dan menggulung langit, tangan Allah, dan yang serupa dengannya adalah kebenaran, hakekatnya diluar genggaman kita sebagaimana tidak ada kesamaan dengan sifat makhluk. Allah SWT tidak serupa dengan salah satu dari ciptaan Nya baik dalam keberadaan Nya maupun dalan sifat-sifat Nya kecuali dalam kata-kata saja.


Allah dan sifat-sifat Nya jauh diatas pemahaman yang sempurna dari salah satu ciptaan Nya.

Usaha Atas Iman


http://www.facebook.com/notes/melati/beriman-kepada-yang-ghoib-2/176425559062494

Beriman Kepada Yang Ghoib (1)


Bismillaahirrahmanirrakhiim....

Beriman kepada Alah ta’ala dan beriman kepada kebenaran ghaib, dan beriman kepada semua yang disampaikan oleh Rasulullah SAW sebagai suatu kepastian, dan menolak pengalaman material, pendapat-pendapat manusiawi dan kesenangan-kesenangan yang sementara, jikalau bertentangan dengan apa yang diwahyukan kepada rasulullah SAW.
Beriman kepada All...ah Ta’ala dan sifat-sifat Nya, Kerasulan Nya, dan beriman kepada takdir
Ayat-ayat Al Qur’an
قال الله : ليس البرأن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من ءامن بالله واليوم الآخر والمئلكة والكتب والنبين وءاتى المال على حبه ، ذوى القربى واليتمى والمسكين وابن السبيل والسائلين وفىالرقاب وأقام الصلوة وءاتى الزكوة والموفون بعهدهم إذا عهدوا والصبرين فى البا ساء والضراء وحين الباس ’ أوليك ألذين صدقوا‘ وأوليك هم المتقون *ٌ[البقرة : 177 ]
Allah SWT berfirman : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian ( kiblat dalam shalat ) ; akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, dan orang-orang yang meminta-minta ; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat dan orang-orang yang menetapi janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan.

Mereka itulah orang-orang yang ikhlas dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah 2:177 )
وقال تعالى يايها الناس اذكروا نعمت الله عليكم ، هل من خلق غير الله يرزقكم من السماء والرض ، لآ اله الا هو ،فانى تؤفكون * {فاطر:3}
Allah SWT berfirman : Hai manusia ! ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ! adakah suatu pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepadamu dari langit dan bumi ! Tiada Tuhan selain Dia ; maka mengapakah kamu berpaling ( dari pada Nya ) ( Fathir 35:3 )
وقال تعالى : بدع السموة والارض ، انى يكون له ولدولم تكن له صحبة وخلق كل شىء وهو بكل شىء عليم *{ الانعام :101}
Allah SWT berfirman : Dia pencipta langit dan bumi ! Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu : Dan Dia mengetauhi segala sesuatu. ( Al An am 6:101 ).
وقال تعالى : افرء يتم ما تمنون(57) ء ا نتم تخلونه ام نحن الخلقون(59) {الوقعه : 57-59}
Allah SWT berfirman dan terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan ? kamukah yang menciptakannya, atau Kami yang menciptakannya ? ( Al Waqiah 56: 58-59 ).
وقال تعالى : افرءيتم ما تحرثون (63) ء ا نتم تزرعونه ام نحن الزرعون (64) {الوقعه 63- 64}
Allah SWT berfirman : Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam ? kamu kah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya ? ( Al Waqiah 56:63-64 )
وقال تعالى : افرءيتم الماء الذى تشربون (68) ءانتم انزلتوه من المزن ام نحن المنزلون (69) لو نشاء جعلنه اجاجا فلولا نشكرون (70) افرءيتم النار اليى تورون (71) ءانتم انشاتم شجرتها ام نحن المنشرون (72) {والعقهْ}
Allah SWT berfirman : Maka terangkanlah kepada KU tentang air yang kamu minum kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya ? kalau Kami kehendaki niscaya kami jadikan dia asing, maka mengapakah kamu tidak bersyukur ? maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya ? ( Al Waqiah 56:68-72)
وقال تعالى : ان الله فالق الحب والنوى يخلج الحى من الميت ومخلج الميت والحى ذلكم الله فانى تؤفكون (95) فالق الاصباح وجعل اليل سكن والشمس والقمر حسبانا ذاك تقدر العزيز العليم (96) وهوالذى جعل لكم النجوم لتهتدوا بها فى ظلماتالبر والبحر قد فصلنا الايت لفوم يعلون (97) وهوالذى انسا كم من نفس وحدة فمستقر ومستودع قد فصلنا الايت لقوم يفقهون (98) وهوال ى انزل من السماءما ء فاخرجنبه نبات كل شىء فاخرجنا منه خضرا نخرج منه حبا متراكبا ومن النخل من طلعها قنوان دانية وجنت من اعناب والزيتون والرمان مشتبها وغير متشبه أنظروا إلى ئمر وينعه إن فى ذلكم لآيت لقوم يؤمنون ٌ{99}[ اللآنعام : 95-99]

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha mengetauhi dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebenaran pada orang-orang yang mengetauhi. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri maka bagimu ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran kami kepada orang-orang yang mengetauhi. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari timbih-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak ; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan Zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikannlah baunya diwaktu pohonnya berbuah dan perhatikanlah pula kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman. ( Al an Am 6:95-99 )
وقال تعالى : فلله الحمد رب الشموت ورب الآرضى رب العلمين {36} ألكبريأء فى ألسموت والأ رضى وهوالعزيزالحكم {37ْ}[الجائية : 36-37 ]
Allah SWT berfirman : Maka bagi Allah lah segala puji Tuhan langit dan Tuhan Bumi, Tuhan semesta alam dan bagi Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana. ( Al Jasiah 45: 36-37 )
وقال تعالى : قل أللهم ملك ألملك تؤ تى ألملك من تشاءوتنزع ألماك ممن تشاء وتعزمن تشاء وتذل منتشاء بيدك الخير أنك على كل شىءقدير {26} تولج أليل فى النهار وتولج النهار فى اليلة وتخرج الحى من الميت وتخرج الميت من الحى وترق من تشاء بغير حساب {27 } [ أل عمران : 26-27 ٍ]
Allah SWT berfirman : Katakanlah ! Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan Engkau berikan kerajan kepada orang yang engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari oprang-orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulahg segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukkan malam ke dalam siang. Engkau keluarkan hidup dari yang mati, Dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang engkau kehendaki tanpa hisab. ( Al Imran 3: 26-27 )
وقال تعالى : وعنده ، مفاتح ألغيب لا يعلمها إلا هو ويعلم مافى البر والبحر وماتسقط من ورقة إلا بعلمها ولا حبة فى ظلمت ألآرض ولا رطب ولا يابس إلا فى كتب مبين {59} وهو الذى يتوفكم باليل ويعلم ما جر حتم بألنار ثم يبعثكم فيه ليقضى اجل مسمى ثم إليه مرجعكم ثم بنبئكم بما كنتم تعملون ل{60ْ} [ الآنعام : 59-
60]

Allah SWT berfirman : Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib tak ada yang mengetauhinya kecuali Dia sendiri, Dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan di lautan, Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetauhi Nya, Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak suatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata ( Lauhul Mahfudz ). Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetauhi apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk di sempurnakan umurmu yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah lah kamu kembali, lau Dia memberitahukan kepadamu apa ang dahulu kamu kerjakan. ( Al An am 6: 59-60 )
وقال تعالى : قل أغير الله أتخذ وليا فا طر ألسموات والإرض وهو يطعم ولا يطعم * [ الآنعام ْْ]
Allah SWT berfirman : Katakanlah ( Wahai Muhammad ) ! Apakah Aku akan jadikan pelindung selain dari pada Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan ? ( Al An am 6: 14)
وقال تعالى : وإن من شى ء إلا عندنا خزأئنه، وما ننزله ، إلا بقدر معلوم * [ احبر : 21]
Allah SWT berfirman dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi kamilah khazanahnya ; dan Kami tidak menurunkannya melainkandengan ukuran tertentu. ( Al Hijr 15: 21 )
وقال تعالى : أيبتغون عندهم ألعزة فإن العزة لله جميعا * [ النساء 139]
Allah SWT berfirman : Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu ? maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah ( Annisa 4: 139 )
وقال تعالى : وكأين من دابة لاتحمل رقها الله ير قها وإياكم ًٍَُِ وهو ألسميع ألعليم * [ العنكبوت60 ٍ]
Allah SWT berfirman : Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia maha mendengar lagi Maha Mengetauhi. ( Al Ankabut 29:60 )
وقال تعالى : قل أريتم إن أخذالله سمعكم وأصركم وختم على قلوبكم من إله غيرالله يأتيكم به أنظر كيف نصر ف ألآ يت ثم يصدفون * [ألآنعام : 46 ٍ]
Allah SWT berfirman : Terangkanlah kepada Ku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu siapakah Tuhan selain Allah Yang Kuasa mengembalikannya kepadamu ? Perhatikanlah, bagaimana kamu berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran kepada mereka, kemudian mereka tetap berpaling. ( Al Anam 6: 46 )



وقال تعالى : قل أريتم إن جعل الله عليكم أليل سرمدا إلى يوم ألقيمة من إله غيرالله يأتيكم بضياء أفلا تسمعون [ 71] : قل أريتم إن جعل الله عليكم النهار سرمدا الى يوم القيامة من إله غيرالله يأتيكم بليل تسكنو فيه أفلا تبصرون {72} [ ألقصص : 71-72 ٍُ]
Allah SWT berfirman : Terangkanlah kepada Ku jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang mendatangkan sinar kepadamu ? Maka apakah kamu tidak mendengar ? katakanlah : Terangkanlah kepadaku jika Alah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang beristirahat pada Nya ? maka apakah kamu tidak memperhatikan ? ( Al Qoshash 28 : 71-72 )
وقال تعلى : ومن ءايته الجوار فى البحر كالأ علم {32} ان يشأ يسكن ألريح فيظللن رواكد على ظهرى إن فى ذلك لآ يت لكل صبار شكور {33} أو يوبقهن بما كسبوا ويعف عن كثر {34} [ الشورى : 33-34 ]
Allah SWT berfirman : dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah kapal-kapal di laut seperti gunung-gunung jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti dipermukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur. Atau kapal-kapal itu dibinasakan Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar dari mereka ( Asysyuro 42:32-34 )
وقال تعلى :ولقد اتينا داود منا فضلا يجبال اوبى معه والطير والنا له الحديد (10) { سبا:10}
Allah SW berfirman : dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami ( Firman Nya ) “ Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-berulang bersama Daud “, dan Kami telah melunakkan besi untuknya. ( Saba 34 : 10 )
وقال تعالى : فخسفنا به وبداره الارض فما كان له من فئة ينصرونه ومن دون الله وما كان من المنتصرين (81){القصص : 81}
Allah SWT berfirman : maka Kami tenggelamkan qarun berserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya tyerhadap azab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat menyelamatkan dirinya. ( Al Qosas 28 : 81 )
وقالى تعالى : فاوحينا الى موسى انضرب بعصاك الحخر فافلق فكلن كل فرق كالطود العظيم (63) {الشعر :63}
Allah SWT berfirman :lalu kami wahyukan kepada Musa ( kami berfirman : “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu “. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. ( Asy Syu’araa 26 : 63 )


وقال تعالى : وما امرنا الا وحدة كلمح بلبصر (50) {القمر :50}
Allah SWT berfirman : Dan perintah Kami hanya satu perkataan seperti kejapan mata. ( Al Qomar 54:50 )
وقال تعالى الا له الخلق والامر {الا عراف :54}
Allah SWT berfirman : Sesungguhnya menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah ( Al A’raf 7 : 54 ).
وقال تعالى : ما لكم من اله غيره{ الاعراف 59 ْ}
Allah SWT berfirman : ( Setiap Rasul menyampaikan satu misi kepada kaumnya ; Sembahlah Allah ) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Nya. ( Al Araf 7 : 59 )
وقال تعالى ولو انما فى الر ض من اقلم ولبحر يمده من بعده سبعة ابحر ما نفدت كلمت الله ان الله عزيز حكيم (27) { لقمان}
Allah SWT berfirman : dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan kepadanya 7 laut lagi niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimah Allah. Sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Lukman 31 : 27 )
وقال تعالى : قل لن يصيبنا الا ما كتب الله لنا هومولنا وعلى الله فليتوكل المؤمنون (51) { التوبة: 51}
Allah SWT berfirman : Katakanlah ! “ Sekali-kali tidak akan menimpa kamu melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-oang beriman harus bertawakkal. ( At Taubah 9: 51 ).
وقال تعالى : وان يمسسك للله بضر فلا كا شف له الا هو وان يردك بخير فلا رآد لفضله يصيب به من يشآء من عباده وهو الغفو الرحيم (107) { يونس : 107}
Allah SWT berfirman : Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tdak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki Nya diantara hamba-hamba Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi maha penyayang. ( Yunus 10 : 107 ).

Usaha Atas Iman


http://www.facebook.com/notes/melati/beriman-kepada-yang-ghoib-1/176087829096267

" Kita Semua Dalam Perjalanan Menuju ALLAH "


Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia.


 Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya.
Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”.


 Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda.
Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.
Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan.

 Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
 Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya.


Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.


http://www.facebook.com/notes/melati/-kita-semua-dalam-perjalanan-menuju-allah-/176426862395697

Aku Biasa-Biasa Saja


Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).
Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal?


Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian kuantitatif.
Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman-temannya.
"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Menggambar....pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hafalannya banyaaak... sekali!"
Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"
Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".
Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.
Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?" Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling memaafkan".
Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya!
"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku dirumah masih bagus bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..."
Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.
Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.

Kadang kita merasa rendah diri manakal anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.
Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu ibunya menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati.
Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Atau bagaimana dengan potensi kecerdasan emosional kita?  Jika  belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.
"Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup
sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil.
Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan
menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar”.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/aku-biasa-biasa-saja/183736221648759

Kamis, 27 Januari 2011

Kura-kura Terbang


Seekor anak kura-kura memanjat tebing dengan tergopoh-gopoh. Begitu sampai di atas ia loncat sambil mengepak-kepakkan kedua kaki depannya.
Ia jatuh terjungkir dan menggelinding ke bawah.
Tak lama kemudian ia kembali naik ke atas dan loncat dan jatuh lagi sampai berkali-kali.
Sepasang burung melihat perilaku kura-kura kecil dengan hati yang pilu.
Lalu si burung betina berkata pada burung jantan, suaminya;
"Sayang, rasanya kini saat yang tepat untuk mengatakan pada kura-kura mungil kita bahwa ia adalah anak adopsi."
Humor dan hikmah:
Meniru atau imitasi adalah proses paling penting dalam pertumbuhan anak bahkan pertumbuhan manusia.
Setiap anak selalu tanpa sadar mengimitasi apapun yang dilakukan orang tua.
Itu adalah salah satu naluri mahluk hidup.
Kura-kura anak adopsi tadi hanya melihat apa yang dilakukan ayah ibu angkatnya dari kelompok burung, ia kira ia bisa terbang hanya dengan menggerakkan kaki depannya sebagaimana ayah ibu angkatnya seekor burung.

Ada orang tua yang matanya hanya melihat layar handphobe, Blackberry atau komputer ketika bicara dengan anak-anak mereka. Hasilnya anak merasa tidak penting dan merasa tidak perlu menghormati orang lain karena ia sendiri tidak merasa dihormati.
Anak-anak mungkin merasa tidak perlu sholat karena ayah ibunya juga tidak sholat.
Anak-anak merasa merokok sah-sah saja karena ayah atau ibunya merokok.
Sebenarnya proses imitasi ini tetap berjalan sekalipun kita dewasa.
Para karyawan kerja malas-malasan kalau bos kerja seenaknya.
Mereka ikut sering telat kalau atasan juga sering telat.
Ada pegawai yang korupsi karena meniru perilaku teman kerjanya.
Karena itu jaga sikap, karena bisa jadi kita diikuti orang.
Kalau mereka ikut yang baik gak masalah, tapi kalau mereka ikut perilaku buruk, itu bisa jadi masalah.
Antusiasme itu menular!
Begitu juga pesimisme.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/kura-kura-terbang/183724041649977

Menanti Roda Berputar


Pasti kejadian seperti ini pernah kamu dengar:
Ada orang jahat menyakiti orang baik, lalu orang baik tidak melawan sekalipun jadi korban.
Dalam hati ia berkata"Biarkan roda berputar, suatu saat dia akan di bawah kita di atas!"
Ada orang miskin bekerja tapi tetap miskin, dan tidak kaya-kaya.

Lalu ia melihat orang kaya dan bermimpi ingin kaya.
Dalam hati ia berkata,"Biarkan roda berputar, suatu saat kita akan di atas"
Anda percaya itu?
Buat Anda yang percaya bahwa roda akan berputar saya terpaksa mengingatkan bahwa itu salah satu OMONG KOSONG yang paling berbahaya.
Faktanya: Roda TIDAK selalu berputar. Ada kalanya roda DIAM.
Banyak sekali orang miskin yang mati miskin.
Orang bodoh tetap bodoh sampai mati.
Orang jadi korban dan jadi korban seumur hidupnya.
Umat direndahkan dan tetap direndahkan.
Sebaliknya ada orang yang lahir kaya dan sampai mati tetap kaya.
Kenapa?
Karena roda TIDAK BERPUTAR.
Kenapa tidak berputar?
Karena tidak digerakkan.
Roda yang di-rem tidak bisa bergerak.
jadi KITA yang harus menggerakan RODA nasib.
Jangan menunggu nasib berputar sendiri mengangkat kita ke atas, padahal kita tidak melakukan apa-apa.
Ingat kan Indonesia dijajah ratusan tahu?
Berarti ada generasi yang dari lahir sampai mati tidak tahu rasanya merdeka.
Rodanya di bawah terus.


Ayo luruskan?
Yang benar bukan roda berputar tapi roda bisa berputar dan bisa diam, dan kita yang memutuskannya akan menggerakkannya atau tetap diam di bawah.
Nah, pasti percaya roda berputar? (Tanpa digerakkan)


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/menanti-roda-berputar/183233205032394

Cari Ranting Terbaik


Dalam sebuah kegiatan petualangan hutan, seorang instruktur Pencinta Alam memerintahkan kepada anggotanya untuk masuk ke hutan dan mencari ranting terbaik. Syaratnya ranting tidak boleh dipatahkan dari pohon tetapi harus yang sudah jatuh ke tanah. Syarat kedua, jika mereka sudah memegang satu ranting maka itu adalah pilihannya tidak boleh diganti. Syarat ketiga, setelah pluit tanda lomba berakhir ditiup maka semua harus diam dan tidak melakukan aktivitas. Pluit bisa ditiup kapan saja tergantung instruktur.
Sebagai hadiah, yang mendapatkan ranting terbaik akan mendapat perjalanan petualangan ke Alpen secara gratis bersama pendaki profesional dari seluruh dunia.


Tentu saja semua ingin mendapat hadiah yang menarik tersebut.
Setelah waktu di mulai masuklah seluruh anggota pencinta alam ke dalam hutan.
Awalnya semua bersemangat untuk menemukan ranting yang terbaik. Akan tetapi, setiap kali mereka menemukan ranting yang terbaik, mereka tidak berani memegang karena takut ada lagi ranting lain yang lebih baik. Apalagi persaingan sangat ketat dan semua ingin menemukan ranting terbaik dibanding pesaingnya. Setiap kali mereka menemukan ranting yang lebih baik, mereka selalu melihat ranting lain yang lebih baik. Maka mereka bergerak dan bergerak mencari lagi ranting lain yang mungkin lebih baik.
Di hutan itu banyak sekali ranting yang sudah berjatuhan di tanah, sehingga agak sulit menemukan ranting yang terbaik.
Setelah sekian lama, setiap anggota sudah punya banyak pilihan alternatif ranting terbaik, tapi belum berani memegang karena takut ada yang lebih baik lagi. Mereka sibuk mengingat di mana saja alternatif ranting yang akan mereka pilih.
Tiba-tiba...prrriiiittttt.
Tanda lomba sudah berakhir.
Sebagaimana perjanjian, semua harus diam.
Lalu instruktur melihat satu persatu anggota yang mengikuti lomba.
Diperhatikannya satu persatu untuk membandingkan ranting siapa yang lebih baik dari yang lainnya.
Ternyata, tidak ada satupun dari anggota yang memegang ranting. Semua terlalu sibuk mencari yang lebih baik, dan lebih baik lagi sampai akhirnya ketika waktu berakhir mereka belum memutuskan ranting yang mana.
Tahukah siapa mereka?
Mereka mewakili sebagian besar kita.
Kadang kala karena terlalu berharap akan peluang besar kita mengabaikan banyak peluang yang ada di depan kita.
Ada sarjana yang melamar kerja di mana-mana, menanti pekerjaaan yang terbaik yang sesuai dengan bidang studinya.


Tapi tanpa sadar ia sudah menganggur selama puluhan tahun.
Padahal banyak peluang di depan mata yang dilewatkannya.
Lagipula sambil menunggu peluang terbaik, kita bisa saja mencoba peluang-peluang lain.
Ada juga jomblo yang menunggu calon terbaik, tanpa sadar menjomblo sampai bertahun-tahun. Kadang ada yang menjomblo karena terlalu banyak calon sampai tidak tahu lagi mana yang terbaik, kadang karena yang muncul tidak sesuai dengan kriteria. Saya berdoa semoga segera mendapatkan yang terbaik untuk mereka.
Ada juga yang menunggu peluang bisnis. Begitu lama menunggu sampai mengabaikan banyak peluang yang lewat di depan mata.
Masalahnya kita tidak tahu kapan pluit masa akhir hidup kita akan ditiup.
Ajal bisa menjemput kapan saja, apakah kita memilih untuk segera beraksi dan berbuat dengan apa yang ada, sambil menunggu kesempatan yang ideal, atau hanya menunggu dan menunggu peluang yang dianggap terbaik, sambil bertaruh dan berpacu waktu dengan berama lama kita masih punya jatah hidup di dunia ini.
Itu semua pilihan Anda!
No Excuse, karena peluang selalu ada!


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/cari-ranting-terbaik/183225738366474

Aku Bangga Anak Ku


“Hendak pergi kemana Bu?” tanya Irwan kepada seorang ibu yang duduk di sebelahnya saat perjalanan di dalam sebuah kereta api.
“Saya hendak ke Jakarta mas nengok anak saya yang nomor lima”, jawab ibu di sebelah Irwan tersebut.
“Anaknya kerja di Jakarta ya Bu? Kalau boleh tahu emang anak Ibu berapa?” tanya Irwan lagi.
“Anak saya lima. Yang di Jakarta ini yang paling kecil, baru dilantik jadi dokter dua bulan lalu”, jawabnya dengan rona senyum manisnya.
“Wah pintar dong Bu ya anaknya jadi dokter. Emang kakak-kakaknya dokter juga ya?”, irwan kembali bertanya.
“Ooo..bukan mas, yang dokter cuma dia, kakaknya yang nomor empat dosen universitas di Yogyakarta, yang nomor tiga jadi konsultan keuangan di Singapura,” Jawab ibu itu santai masih dengan senyum manis yang menghiasi raut wajah keriputnya.
“Wah anak Ibu sukes-sukses ya. Lalu bagaimana dengan anak ibu yang nomor dua dan nomor satu Bu?”
“Anak saya yang nomor dua sebagai psikolog di Semarang mas,” kata Ibu itu menjawab, lalu sesaat ia terdiam sejenak.
“Terus yang pertama?” tanya irwan penasaran memecah keheningan.


“Anak saya yang pertama tukang becak, ia tinggal di desa di pesisir pantai utara Jawa Timur, Lamongan."
tukasnya.
“Hah, tukang becak? kok beda Bu dengan adik-adiknya?” masih belum hilang penasaran Irwan terhadap jawaban ibu tersebut.
Sambil diiringi dengan senyum hangatnya, ibu itu menjawab dengan bangga dan penuh rendah hati,
“Ya, meskipun dia tukang becak, tapi saya bangga padanya. Sejak suami saya meninggal belasan tahun lalu, dia yang bekerja keras membanting tulang menyekolahkan adik-adiknya hingga sukses dengan becak peninggalan ayahnya. Besar tekadnya agar adik-adiknya bisa berhasil walaupun ayah yang dicintainya telah tiada.”
Mendengar jawaban wanita disebelahnya, tanpa ia sadari tertegun Irwan dalam hening perjalanan malam itu,
“Saya terharu Bu…”


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/aku-bangga-anakku/180154215351658

Menjadi Singa Dan Embun


Saat sedang mendarat, Andi yang telah lama menjadi seorang pelaut, di datangi oleh dua teman kecilnya dulu. Yang satu datang menemuinya karena kehilangan semangat dalam berwirausaha, selalu melihat perusahaan pesaingnya yang jauh lebih mapan dan berhasil, dan yang satu lagi datang karena kehilangan semangat dalam menjalani pekerjaannya sehari-hari, merasa karirnya sudah buntu dan tak berkembang. Bingung dengan kondisi tersebut, mereka bertanya tentang apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan solusi atas masalah mereka. Andi pun menanggapi kebingungan mereka dengan sederhana.
Kepada temannya yang pengusaha, Andi menjawab,
“Lebih baik kamu jadi singa si raja rimba yang hidup dan mengaung bebas di belantara luas dalam kekuasaanmu sendiri daripada jadi burung cendrawasih berbulu menawan yang terkungkung rapat dalam sangkar emas berlapis berlian di setiap sisinya. Lebih baik kamu jadi pengusaha yang bijak dan pemimpin yang adil untuk semua karyawanmu daripada kamu jadi buruh dan bawahan di perusahaan orang. Ya kan? Dengan kesungguhan, kerja keras dan kesabaran, insya Allah kelak usahamu pun akan tumbuh dan berkembang hingga menjadi seperti perusahaan-perusahaan besar yang menjadi pesaingmu itu.”
“Sedangkan kamu, jadilah tetesan-tetesan embun yang menyejukkan keheningan malam, kalau memang belum bisa menjadi mata air nan jernih yang meneduhkan indahnya pesona alam, karena kelak tetesan embun itu akan sanggup menjadi telaga bening bila dikumpulkan setetes demi setetes secara terus menerus.  Meskipun kamu pegawai rendahan, jadilah pegawai yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang dan lingkungan di sekitarmu jika memang belum bisa menjadi direktur di perusahaan tempatmu bekerja. Dengan keuletan dan kejujuranmu dalam berkarya dan bekerja, suatu saat nanti insya Allah pasti akan ada jalan yang membawamu ke puncak karir, hingga melebihi posisi yang kamu idamkan sekarang, percayalah,” jawab Andi kepada temannya yang kedua.
“Jangan dipikir aku tidak pernah merasakan kejenuhan dan kehilangan semangat seperti yang kalian rasakan, aku juga pernah merasakan hal itu. Sebagai pelaut aku tak ingin hanya sekedar menjadi awak kapal yang bisa tidur pulas di atas lambung kapal sambil menikmati hembusan angin laut, tapi aku ingin menjadi batu karang di lautan luas yang selalu dihempas ombak ganas agar aku tahu bahwa semakin keras ombak menghempasku maka semakin keraslah struktur tubuh karangku. Itulah prinsip hidupku. Bahwa semakin aku sering menerima tantangan dan kesulitan maka semakin tangguhlah aku dalam mengarungi hidup ini. Dan aku harap kalian juga seperti itu.”


Kedua temannya mengangguk paham tanda mengerti sambil mencoba untuk menjadi diri sendiri yang selalu bersyukur atas apa yang telah mereka capai hingga saat ini. Menjadi singa si raja rimba yang mengaung bebas dengan gagahnya dan menjadi embun yang selalu menyejukkan malam setelah diterpa terik sang mentari siang.


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/menjadi-singa-dan-embun/180023448698068

BUAH KEIKHLASAN


Fajar menjelang subuh, seorang ibu terlihat mengikhlaskan uang yang dimilikinya sebesar Rp 5000,- untuk disedekahkan kepada seorang tukang becak di pinggir jalan. Ibu itu bukan tergolong orang yang mampu. Baginya uang senilai Rp 5000,- tidaklah kecil, karena kehidupannya yang sangat miskin, uang Rp 5000,- tentu sangatlah berarti baginya. Penuh harapannya bahwa Allah akan memberikan rezeki untuknya pada hari itu sekedar untuk menyambung hidup diri dan anak-anaknya.
Ternyata harapannya tidaklah sia-sia, Allah sungguh Tuhan Yang Maha Mendengar. Tanpa diduga, siang harinya, Allah membalas kebaikan ibu tersebut dengan memberikannya rezeki sebesar Rp. 150.000,-  melalui tangan seorang wanita yang menghampirinya, sebutlah namanya Bu Rahma, seorang pengusaha.
Seperti halnya ibu yang bersedekah sebesar Rp. 5000,- tadi, Bu Rahma pun berniat untuk memohon pertolongan pada Allah atas masalah keuangan yang dihadapinya melalui sedekah yang dilakukannya tadi. Di sini keajaiban terjadi, lagi-lagi Allah sungguh Maha Mendengar dan Maha Melihat.
Tepat di hari yang sama, seorang rekan bisnis Bu Rahma menghubungi dirinya dan mengatakan bahwa hutang-hutang Bu Rahma sebesar Rp.150 juta dihapuskan atau dianggap lunas karena rekan bisnisnya itu baru saja mendapatkan proyek dengan nilai yang sangat besar, dan sebagai ungkapan kegembiraannya ia menghapuskan piutang yang dimilikinya sebesar Rp 150 juta kepada Bu Rahma.
Betapa bahagianya Bu Rahma, karena Allah telah mendengar doa-doanya. Dan betapa gembiranya Ibu pemberi sedekah ke tukang becak tadi, karena Allah telah menyambung rezeki untuk hidup diri dan anak-anaknya pada hari itu.
Sungguh Allah Tuhan Yang Maha Kaya, Sang Pemberi Rezeki seluruh makhluk, Sang Penebar Kekayaan Seluruh Alam, Sang Penyelesai Masalah Seluruh Hamba, dan yang selalu menepati janji kepada hamba-hambaNya yang bertakwa dan memohon kepadaNya.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas KaruniaNya lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh 261).


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/buah-keikhlasan/179503592083387

Walau DIMADU Tapi TETAP BAHAGIA


Kali ini saya ingin berbagi dan belajar hidup bahagia
Dengan seorang sahabat KKH...
Dia tetap fun saja, walaupun dia sudah dipolygami.
Setelah saya posting tulisan tentang IKHLAS,
Dia mengirim pesan ke inbox fb saya:

assalaamu 'alaikum pak ogy......
barusan tadi saya baca ttg ikhlas yg bpk tulis....
alhamdulillah......menyejukkan hati.
tggl 7 des (1 muharram) suamiku berterus terang
kalo dia udah menikahi janda tanpa anak pd tggl 4 maret 2010
bertepatan anakku yg bungsu dirawat di rmh sakit.

alhamdulillah........gak ada amarahku saat itu.
aku justru lega...
berarti aku gak perlu suhuzhon
dan suamiku gak hrs membohongiku trs.


anak2 sudah kukasih tahu........
kuajak mereka ’tuk tetap santun ke ayah dan istrinya.
aku gak melihat ini sbg keburukan,
justru aku melihat Allah ingin memberikan
nilai kemuliaan kepadaku dan anak2.
saya dan anak2 sdh sering ketemu istri ayahnya.......
sejauh ini fun2 aja.
mohon doanya agar aku dan anak2 dpt sabar dan ikhlas
dlm menjalani ini semua.......thx

Dia juga mengatakan:
kata orang bijak.......
"kalo kamu mencari kebahagiaan,
itu gak akan kamu temukan,
tapi.......kalo kamu bersyukur dgn apa yg kamu terima......
itulah kebahagiaan yg sesungguhnya".

alhamdulillah.....
Allah ngingetin aku agar ga bergantung pd makhluk,
krn ada Allah yg memelihara aku.
kalo Allah sdh kita jadikan sandaran hidup kita,


insyaallah hidup ini akan sangat nyaman tuk dijalani.
aku berterima kasih bnyk.......
dgn seringnya aku membaca "kata2 hikmah".........
bnyk ilmu yg aku bisa serap.....
jazakumullah

Sahabat Hikmah yang tercinta...
Yang menjadi titik perhatian bukan masalah polygaminya.
Tetapi bagaimana agar kita mendapatkan ’kebahagiaan’ dalam kondisi apapun.
Sungguh dengan ini saya belajar dengan pesan tersebut.
Dalam ’realita’ bukan hanya dalam ilmu.
Dari dia kita belajar untuk hidup ’bahagia’, bahwa:
”Kebahagiaan bukan untuk dicari,
Tetapi....apabila kita bersyukur dengan apa yang di terima......
itulah kebahagiaan yg sesungguhnya".
Ayat Al-Quran dan hadits yang terkait adalah:

"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia." (QS Fushilat ,41: 34)
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (Riwayat Bukhori dan Muslim)


Saya sangat salut dengan dia...
Memang KEBAHAGIAAN akan didapat...
Pada saat kita bisa BERBAGI dengan saudaranya yang lain...
BERSYUKUR dengan apa yang ada...
BERDAMAI dan MEMAAFKAN orang lain

KEBAHAGIAAN bukan DICARI…
Kebahagiaan diTEMUkan di dalam DIRI..
Dalam sikap MENERIMA apapun yang terjadi
Yaitu dengan berSYUKUR dan berSABAR dengan apa yang ada.
Dan dengan dorongan IKHLAS hanya mengharap Ridlo Allah semata.
Serta menjadikan Allah satu-satunya tempat ’berTAWAKKAL’.

Semoga kita bisa mengambil HIKMAH

Wassalam…


http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/walau-dimadu-tapi-tetap-bahagia/500565210848

Menahan AMARAH untuk SURGA


Ternyata surga dirempati oleh orang yang bisa menahan amarah.
Surga ditempati orang yang senang memaafkan.
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,


 (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)
Apakah Anda mau masuk surga?
Mulai sekarang TAHAN AMARAH dan MAAFKANLAH !
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhari).
Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia”.
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR. Ahmad, Shohih).
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan”   (HR. Thobrani, Shohih)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”.

Tips menanggulangi kemarahan


Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah :
(1) Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
(2) Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya
(3) Mengambil sikap diam, tidak berbicara
(4) Duduk atau berbaring
(5) Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah
(6) Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh
(7) Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.
Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan:
Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan.
 Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).
Menurut Al-Ghazali, kita memang tidak mungkin menghindari kemarahan. Kemarahan tidak secara normatif dianggap sebagai penyakit, demikian tulis Said Hawwa. Kemarahan yang penyakit – lanjutnya - adalah kemarahan yang zhalim dan cepat marah serta lambat reda. Kemarahan yang baik dipicu oleh hal-hal yang baik. Sedangkan kemarahan yang zhalim dipicu arogansi, ‘ujub, senda gurau, kesia-siaan, pelecehan, pencibiran, perdebatan, pertengkaran, penghianatan dan ambisi dunia.

Semoga kita MENAHAN AMARAH, BERDAMAI dan MEMAAFKAN...

Wassalam…


http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/menahan-amarah-untuk-surga/499678160848

Sepotong Doa Untuk Ikhwan


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============================

Kali ini Icha bicara mewakili isi hati seorang ikhwan *hehe..gaya ye..*. Seorang sahabat yang bercerita kepadaku tentang resahnya dia menunggu pujaan hatinya yg dijanjikan Allah tak kunjung datang, sedangkan semangatnya untuk menggenapkan separuh dien sudah demikian membara.
Semoga tulisan ini menjadi doa dan munajat baginya, menjadi penentram hati saat gelisah, dan sedikit menjadi obat saat keinginan itu kembali muncul.


Inilah goresan pena dariku untuk mewakili dirinya dan semua ikhwan pada umumnya, yang sedang mendambakan datangnya akhwat sholehah sang pujaan hati belahan jantung, yang bisa diajak bersama untuk mencintai Allah dan RasulNya..
------------------------------------------

Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau dan Muhammad rasulMu..
Seseorang yang hidupnya bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain..
Yaa Allah, aku meminta berikan aku hati yg sungguh2 mencintaiMU..
Berikan aku tangan yg dengannya aku mampu berdoa untuknya, dan bila akhirnya kita bersatu..
Kuharap kami berdua dapat mengatakan betapa “Maha Besarnya ENGKAU” karena tlah memberikan padaku mutiara dunia yg akan menyempurnakan separuh agamaku dan memenuhi sunah RasulMU.
Aku tidak peduli seandainya seluruh manusia dibumi ini membenciku, asal ENGKAU mencintaiku.
Aku tidak peduli seandainya seluruh manusia dibumi ini memusuhiku, asal ENGKAU menjdi penolongku.
Jika ENGKAU memusuhiku, siapa lagi yg mampu memberiku pertolongan?
Dan jika ENGKAU adalah penolongku, siapa lagi yg harus aku takutkan ?
Ya Allah..,ENGKAU-lah sebaik-baik pelindung, dan ENGKAU-lah sebaik-baik pemberi pertolongan !!!
Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting


Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya akan tidak sia-sia..

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau

Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shaleh ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang

Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna, karena aku sendiri tidak sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya


Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih berwarna

Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha
Tidak setaqwa Aisyah, pun tidak secantik Zainab, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Karena aku sadar aku bukanlah orang yang semulia abu bakar Radhiyallahu,
Atau setaqwa Umar, setabah Ustman bin Affan,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf, pun setegar Zaid Radhiyallahu,
Juga segagah Ali, apalagi setampan Usamah Radhiyallahu.

Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman
Maka aku hanya mengharap seorang pendamping akhir zaman pula,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun rumah tangga dengan keturunan yang sholeh dan sholehah,
Membangun peradaban, pemberi rasa aman dan penyejuk bagi umat

Ya…..Rabbii …
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi laki-laki yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku


Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap

Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Ya Rabbul Izzati..
Limpahkan kepada kami kelak, Cinta Rasulullah dan Khadijah


Yang ENGKAU jadikan sebagai penghias bumi

Pertemukan kami sebagai hambaMU yg saling mencintai dikala dekat
Saling menghormati dikala jauh
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan pada jalanMu
Serta saling menyempurnakan dalam kekurangan dan beribadah

Ya rabbi..
Sempurnakan kebahagiaan kami kelak
Dengan menjadikan pernikahan kami nanti sebagai bukti pengikat dibawah ridhoMu
Dan menjadi pahala disisiMu.. 

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan…
Hamba sabar menunggu hingga waktu itu tiba..
Hanya kepadaMu hamba memohon, dan hanya kepadaMu hamba tawakkal dan berserah diri.
Amiinn..

------------------------------------------------------------
Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Bukan dari kepalanya utk menjadi atasannya


 Bukan pula dari kakinya utk menjadi alasnya
Melainkan dari sisinya untuk menjadi teman hidupnya
Dekat pada lengannya utk dilindungi
Dan dekat pada hatinya utk dicintai

Wallahu’alam bisshowab

Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan istri yang sholehah. Semoga akhwat itu engkau yaa ukhti..^.^

Barakallahufikum..jabat erat dan salam hangat
Wassalamualaikum…


http://www.facebook.com/notes/renungan-dan-motivasi-ifta-istiany-notes/motivasi-sepotong-doa-untuk-ikhwan/186977941330861