Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Sabtu, 22 Januari 2011

Tazkiyah Penyejuk Hati (I)


Bismillaahirrahmanirrakhiim....

"Dan jiwa serta apa yang disempurnakannya, maka diilhamkan kepadanya keburukan dan ketakwaannya (potensi buruk & potensi baik), Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan merugi orang yang mengotorinya." (Al-Syams: 7-10)
Setiap orang bertanggung jawab untuk mencari rizki (baca: dunia) dalam memenuhi kebutuhannya. Tapi tak jarang yang tidak tahu batas sehingga kelewatan (kebablasan) tidak tahu waktu dan tidak mengenal batasan halal dan haram. Dia mengira bahwa kebahagiaan itu terletak pada berapa banyak materi atau harta yang dia punyai. Seperti anggapan umumnya orang bahwa apabila seseorang mempunyai rumah yang mewah, mobil yang wah, perusahaan yang mentereng dan simpanan uang di bank yang menumpuk, istri yang cantik, serta kekayaan lainnya, maka orang tersebut bisa disebut bahagia.
Kenyataannya banyak orang kaya seperti gambaran tersebut di atas bahkan lebih, terkadang disebut milyarder, bisa jadi status sosial orang tersebut pengusaha, pejabat atau lainnya, ternyata kehidupannya menderita, sehingga tidak jarang ia terkena penyakit stress oleh berbagai terpaan masalah. Masalah bisa timbul dari persoalan perusahaannya, kadangkala dari persoalan keluarganya dikarenakan istri serong dan anak yang membandel, atau karena sebab-sebab lain. Dalam kondisi seperti itu ternyata harta tidak bisa selalu memecahkan masalah. Memang harta tidak menjamin seseorang akan bahagia. Hanya harta di tangan orang yang sholeh saja yang bisa membahagiakan, demikian pesan Rasulullah saw kepada Amru bin Ash.
Adakalanya orang menyangka bahwa jabatan atau kedudukan sosial itu bisa menghantarkan seseorang kepada kehormatan yang dapat membahagiakan. Untuk tujuan tersebut banyak orang siap menyuap dan berbuat apa saja agar menduduki jabatan tertentu, dengan asumsi bahwa tempat tersebut terhomat dan 'basah'. Biasanya cara perolehan jabatan seperti ini banyak menimbulkan masalah dibelakang hari, terutama menjadi lahan subur bagi para penjilat dan kelompok 'oportunis'. Bisa diduga bahwa karir tersebut akan berakhir dengan kekecewaan-kekecewaan, sebab dibangun dengan landasan yang rapuh dan berkhianat terhadap amanat jabatan tersebut.


Memang jabatan tak selamanya membawa kebahagiaan, bahkan tanggung jawabnya berat dikemudian hari. Apabila kamu lemah, jangan kamu memangku jabatan, karena itu adalah amanat dan itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat kelak. Demikian petuah Rasulullah saw kepada Abu-Dzar Al-Ghifari suatu saat.
Lain lagi dengan anggapan sebagian manusia berhidung belang, bahwa kebahagiaan itu terdapat pada pelampiasan nafsu kepada wanita sebanyak mungkin dan secantik mungkin. Banyak wanita lemah iman jatuh kepangkuannya. Dia bagaikan orang minum air laut, semakin diminum semakin haus. Tiada hentinya dia mengarungi lautan perzinaan dan banyak dari mereka yang berakhir dengan mengidap penyakit berbahaya. Demikian akibat menyalahi aturan Allah.
Model pemuda seperti ini pernah datang kepada Rasulullah saw dan menyatakan bersedia memasuki pelataran Islam, dengan satu syarat agar dia diperbolehkan berzina, karena dia merasa paling suka sama perempuan. Kemudian Rasulullah saw membisiki telinga pemuda tadi seraya bertanya,
"Relakah engkau ibumu dizinahi orang?"
Dia jawab, "Tidak",
"Relakah engkau saudaramu dizinahi orang?"
Dia jawab, "Tidak".
"Kenapa kamu rela menzinahi, sementara mungkin itu ibunya orang, atau saudara orang, atau tantenya orang lain."
Karuan saja pemuda itu bergumam, "Sungguh saya kelewatan."
Sejak itu dia berkata bahwa tidak ada perbuatan yang saya benci kecuali berzina. Memang pelampiasan nafsu birahi pada bukan tempatnya (kecuali kawin sah) adalah kenistaan dan tak jarang menghancurkan kehidupan.
Dan ada berbagai macam cara orang mencari kebahagiaan ternyata tidak didapatkan. Siapa hidup di dunia ini tidak ingin hidup bahagia. Ibnu Hazm, seorang ulama yang hebat dari Andalusia, Spanyol, pernah mengatakan bahwa seluruh manusia berjalan ke satu arah yaitu mengusir ketakutan untuk mencapai kebahagiaan; takut miskin bekerja keras mencari harta agar kaya, takut bodoh mencari ilmu agar pintar, takut hina mencari kedudukan agar terhormat, dll. Tetapi semua jalan itu sepanjang perjalanan manusia tidak bisa membahagiakan kecuali Addin (Agama Islam). Bukan saja kebahagiaan dunia tapi juga menembus sampai akhirat.
Kebahagiaan yang tidak dibangun di atas landasan Addin adalah kebahagiaan nisbi/semu. Sementara kebahagiaan yang dibangun di atas landasan Addin adalah kebahagiaan hakiki.

Bagaimana cara membangun kehidupan bahagia yang hakiki..?......
Pusat Kebahagiaan:
Pusat kebahagiaan itu terletak di hati. Apabila hati seseorang itu dipenuhi dengan cahaya keimanan sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNya, jaminan dia akan bahagia di dunia dan akherat, Allah SWT berfirman dalam QS: An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Sebaliknya bagi mereka yang berpaling dari jalan Allah SWT dan mengikuti jalan lain dengan konsepsi syaitan dan konco-konconya, maka pasti cepat atau lambat akan mendapat kesengsaraan dunia apalagi di akherat, Allah SWT berfirman dalam QS: Thaahaa 124-126 yang artinya : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia : Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman : Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."
Allah SWT hanya menerima hati yang bersih tulus ikhlas kehidupannya dengan berbagai variasinya dipersembahkan hanya untukNya seperti dalam QS: Asy-Syu'araa 89 yang artinya : "Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Karena hati ini sebagai penggerak dan penentu kebahagiaan seseorang, maka harus diperhatikan seperti yang disinyalir Rasulullah SAW: "Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia terdapat segumpal darah, kalau dia baik, seluruh jasadnya baik, namun apabila dia rusak, maka seluruh jasadnya rusak, itulah hati." (HR: Bukhari).
Sebagian ulama salaf menggambarkan bahwa hati ini seperti rumah yang mempunyai pintu dan jendela. Apabila penjagaan pintu dan jendela tidak ketat, bisa dipastikan seisi rumah akan dikuras oleh maling. Pintu dan jendela tersebut adalah mata, telinga, mulut, dan seluruh anggota tubuh. Sedangkan malingnya adalah syaitan dan kroninya. Kita berkewajiban untuk menjaga hati kita dan mengisinya dengan tazkiyah sesuai petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Perlu diketahui hati itu bekerja sesuai dengan fungsinya sebagaimana anggota tubuh kita bekerja sesuai dengan fungsinya. Hati itu hidup, awalnya, tapi proses berikutnya kalau tidak dijaga dan diisi dengan tazkiyah, maka dia bisa sakit bahkan mati.
Rasulullah SAW menggambarkan hati dalam sabdanya :"Permisalan petunjuk dan ilmu yang ditugaskan Allah kepadaku bagaikan air hujan yang turun ke bumi. Diantaranya mengenai tanah yang subur dapat menahan air buat menusia dan menumbuhkan pepohonan.


 Ada yang mengenai tanah tandus, dapat menahan air tetapi tak dapat menghidupkan pepohonan. Tanah pertama seperti hatinya mukmin yang menyerap ilmu Islam serta mengaplikasikan sikonnya. Tanah kedua hatinya orang munafik yang bisa menyerap ilmu Islam tetapi tak menjalankannya. Tanah ketiga seperti hatinya orang kafir yang tidak mengindahkan ajaran Islam apalagi mengamalkannya." (HR: Bukhari).


http://www.facebook.com/notes/melati/tazkiyah-penyejuk-hati-i/174775152560868

Perbedaan Cara Berpikir Laki-Laki dan Perempuan ....


oleh Vicky Robiyanto Dua
Bismillahir-Rahmanir-Rahim....
Tantangan besar yang dihadapi laki-laki adalah memahami perempuan secara benar, ketika ia mengungkapkan perasaannya. Bagi perempuan tantangan terbesarnya adalah memahami laki-laki secara benar ketika dia diam. Yaitu diam yang membingungkan yang tidak diketahui sebab-sebabnya oleh perempuan.


Biasanya dalam kondisi ini perempuan akan memahaminya secara tidak benar. Menurut perempuan diamnya laki-laki adalah seperti teka-teki ( misteri) yang membingungkan.
Biasanya yang terjadi laki-laki diam secara tiba-tiba tanpa ada sebab. Ditengah – tengah laki-laki sedang bicara kemudian secara cepat ia berubah menjadi diam hal ini biasa bagi laki-laki. Bagi perempuan diam tersebut dipandang aneh karena perempuan memiliki tabiat selalu bicara.
Ketika laki-laki berhenti bicara dan tidak tanggap pada siapapun, awalnya perempuan akan menganggap laki-laki tersebut tuli. Karena tidak bisa mendengar orang disekitarnya. Inilah penyebab ia tidak bisa diajak bicara menurut anggapan perempuan.
Padahal sebenarnya ada sebab lain yang tidak terlintas dalam otak perempuan. Yaitu cara dan proses berfikir laki-laki secara umum berbeda dengan perempuan . Perempuan akan berfikir dengan mengeluarkan suara yang keras dan bisa di dengar kemudian orang lain akan ikut serta dalam proses tersebut. Artinya proses berfikirnya perempuan dengan bicara. Anehnya perempuan bisa menyingkap masalah sampai pada maksud yang dikehendakinya melalui cara berfikir dengan suara yang terdengar tersebut.
Cara berfikir perempuan adalah dengan memberikan tempat bagi pikirannya untuk bisa berjalan. Kemudian menjalankannya dengan mulut atau mengatakannya dengan suara yang bisa di dengar. Hal ini secara spontanitas akan membantu dirinya menghilangkan hambatan dan intuisi dirinya.
Proses berfikir seperti ini menjadi kebiasaan perempuan. Dan terkadang menjadi hal yang harus dilakukan
Sementara cara berfikir laki-laki berbeda sama sekali. Laki-laki sebelum mulai bicara, akan melakukan proses berfikir terhadap apa yang di dengar dan disaksikan. Laki-laki menggunakan cara berfikir terlebih dulu baru kemudian menemukan jawaban atau pemecahan yang tepat. Semua proses itu berjalan dalam otaknya tanpa dimunculkan melalui lidah. Ia berfikir dengan cara diam dan tidak mengatakan satu katapun. Setelah menemukan jawaban yang dicari atau pemecahan yang tepat, baru ia mulai berbicara.
Proses ini terkadang hanya memakan waktu singkat, tidak lebih dari satu menit atau lebih sedikit, namun terkadang juga menghabiskan waktu lebih lama, bahkan membutuhkan waktu berjam-jam. Tergantung pada masalah yang difikirkan.
Karena itulah , ketika laki-laki dan perempuan berbincang-bincang , kemudian diselingi pertanyaan dari perempuan maka perempuan akan menanti dulu jawaban dari laki-laki. Ketika laki-laki merasa kesulitan memberikan jawaban atau merasa tidak memiliki pengetahuan yang memadai atau akan memberikan jawaban yang tidak bisa diterima, maka ia akan mulai berfikir secara diam dan berusaha mendapatkan jawaban yang bisa disampaikan kepada perempuan.


Pada saat tersebut, saat diam yang kadang lama sekali, perempuan akan merasa bingung dan kadang menyebabkan ia marah.
Karena ia mengira laki-laki berpura-pura tidak tahu dan tidak tahu kalau ia mengajaknya berbicara.
Perempuan harus tahu bahwa dugaannya tersebut salah. Dan ia harus memahami laki-laki ketika dia diam.
Sebenarnya dengan cara diam tersebut seakan-akan dia mengatakan, “Sayangku, pertanyaanmu sulit sekali”.
Kamu berhak menanyakan hal tersebut dan aku berkewajiban menjawabnya. Tetapi sampai sekarang aku belum tahu apa jawaban yang akan kukatakan. Aku belum mendapat jawaban yang tepat. Namun kini aku sedang berfikir dan berusaha mendapatkan jawaban tersebut. Aku harap kamu memberikan waktu yang cukup kepadaku.”
Ia sama sekali tidak ingin mengatakan, “Aku tak ingin menjawab pertanyaanmu, sebab amat sulit, juga karena aku tidak perhatian padamu dan aku pura-pura tidak mendengarmu. Yang kamu katakan tersebut remeh sekali dan tidak berarti. Aku akan berpura-pura tidak tahu dan tidak akan kujawab.”
Biasanya perempuan sangat buruk dalam memahami diamnya laki-laki. Ukuran keburukan tersebut sangat bergantung pada keadaan jiwa perempuan saat itu. Juga segala yang ia alami pada hari itu....
Bila jiwa perempuan pada waktu itu sedang jatuh dan hari-harinya penuh dengan berbagai permasalahan, terkadang ia mulai membayangkan hal-hal yang paling buruk.......*
(Sumber : DR Thariq Kamal An-Nu’aimi “Psikologi Suami Istri”)

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....

Marilah Setiap detak-detik jantung..,
selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...


http://www.facebook.com/notes/melati/perbedaan-cara-berpikir-laki-laki-dan-perempuan-/175489145822802

Saya Bisa Jadi Apa?


Pertanyaan Pertama A:
Pernahkah Anda melihat seorang tukang sapu di pinggir jalan?
Apa yang Anda lihat?
Bisakah Anda melihat masa depannya?



Jika ia bertanya pada Anda apa pekerjaan yang pantas bagi dia di masa depan apa jawaban Anda?

Pertanyaan Pertama B:
Pernahkan Anda melihat tukang sampah?
Apa yang Anda lihat?
Bisakah Anda melihat masa depannya?
Jika ia bertanya pada Anda apa pekerjaan yang pantas bagi dia di masa depan apa jawaban Anda?

Pertanyaan Kedua:
Sekarang saya balik.
Pernahkan Anda melihat seorang Presiden?Apa yang Anda lihat?
Jika ia bertanya pada Anda apa pekerjaan yang ia lakukan dahulu, apa jawabannya?
Tahukah Anda kedua pertanyaan di atas bisa diajukan pada 1 orang yang sama?
Maksudnya?
Jika Anda tanya pada Lee Myung Bak maka jawaban pertanyaan pertama adalah pertanyaan kedua dan sebaliknya
Lee Myung Bak dulu bekerja sebagai tukang sapu di pinggir jalan, kini menjabat Presiden di Korea Selatan
Lyndon B. Johnson juga demikian.Dulu ia tukang sampah dan kemudian terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.
Profesimu hari ini tidak menunjukkan profesimu di masa depan.
Apa yang ada dipikiran dan hatimu saat ini lah yang akan menentukan masa depanmu.


Apa profesimu hari ini?Apakah Anda pekerja rendahan?Apakah Anda cuma buruh biasa?Apakah Anda cuma pesuruh?
Jangan khawatir dengan masa depanmu, karena profesimu hari ini, serendah apapun itu tidak menunjukkan masa depanmu.Pikiran mu lah yang menentukan.Dream mu yang menentukan masa depanmu.
Jika Anda Ingin sukses, pekerjaan apapun yang sedang kita jalani, serendah apapun posisinya,
profesimu hanya batu loncatan untuk maju.
Lee Myung Bak ketika jadi tukang sapu, tahu itu hanya sementara.
Lyndon B Johnson ketika jadi tukang sampah tahu itu hanya sementara.

Semua contoh yang ada cukup untuk mengatakan,
Anda bisa dia APA SAJA di masa depan,
tidak peduli APA PROFESIMU saat ini.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/saya-bisa-jadi-apa/182444581777923

Fakta Buruk Tentang Indonesia


Negeri ini hampir mempunyai segalanya.
            Luas lautannya terbesar di dunia, seluas 93.000 km2 dan panjang pantainya sekitar 81.000 km2 atau hamper 25% panjang pantai di dunia.
            Pulaunya terbanyak di dunia, ada 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Tiga dari enam pulau terbesar di dunia, ada di sini.
            Kekayaan flora faunanya juga menakjubkan. Ada 300.000 jenis satwa liar (17% satwa di dunia). Ada 515 jenis mamalia hidup di sini (terbanyak di dunia), dan negeri ini menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Sebanyak 45% jenis ikan di dunia, hidup di lautan negeri ini.
            Terumbu karangnya (Coral Reef) adalah terkaya (18% dari total dunia). Biodiversity anggreknya terbesar di dunia, ada 6.000 jenis anggrek. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Negeri ini juga memiliki spesies ikan hiu terbanyak di dunia yaitu 150 spesies. Primata terkecil di dunia, ular terpanjang di dunia, ikan terkecil di dunia, bunga terbesar di dunia, semua di temukan di sini. Bahkan satu-satunya binatang purba darat terbesar di dunia yang masih hidup ada di negeri ini.
            Kekayaan perkebunan dan kehutanannya juga mencengangkan. Negeri ini adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.


Produk cengkeh (cloves), pala (nutmeg), minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) menempati No.1 di dunia. Hasil karet alamnya No.2 di dunia, hasil cokelatnya No.3 di dunia.
            Sumber daya alamnya juga luar biasa. Negeri ini adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia), penghasil batu bara terbesar, juga produsen timah terbesar kedua.

            Dengan segala kekayaan ini, apakah penduduk negeri ini hidup sejahtera?
            Dengan segala kekayaannya, negeri ini merupakan salah satu negara yang sering masuk dalam peringkat rendah untuk kebaikannya dan peringkat tinggi untuk keburukannya.
            Negeri kaya tapi sebagian besar penduduknya tak makmur ini adalah Indonesia tercinta.
            Dengan berat hati saya harus mengungkap beberapa data menyakitkan, agar kita punya semangat untuk bangkit sebagai anak bangsa. Bangsa Indonesia.

Bagaimana perekonomian dan kesejahteraan kita?
            Pada pertengahan tahun 1960-an GNP perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea Selatan dan China nyaris sama, yaitu kurang dari US$100 per kapita. Kini GNP perkapita Negara-negara yang dulu sama tersebut menjadi dua kali lipat, tiga kali lipat bahkan tujuh kali lipat lebih besar dari Indonesia.
            Bank dunia pernah mengungkap angka kemiskinan di Indonesia sebesar 49% atau lebih dari 100 juta jiwa (jika ambang batas kemiskinan-proverty threshold) diukur dari kegagalan pemenuhan hak-hak dasar (basic right) atau dengan skala pendapatan di bawah 1-2 dolar AS perhari. Sekalipun demikian, dengan standar berbeda, BPS menyatakan hanya 16,5% saja penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan atau sekitar 36,8 juta jiwa (2008).
            Data UNDP menyebutkan, Indeks Pembanguna Indonesia (Human Development Index=HDI), Indonesia berada di posisi 110, jauh tertinggal dibandingkan Singapura (25), Malaysia (63), Thailand (78) dan Vietnam (107). HDI rendah artinya: angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan kemampuan daya beli rendah.
            Indonesia kini menjadi salah satu Negara dengan buruh migrant terbesar di dunia untuk pekerja rendahan. Sekitar 6juta TKI (70% wanita) bekerja di luar negeri. Sekalipun para TKI menghasilkan devisa tertinggi selain migas, Rp 82 triliun (pada tahun 2008),


sayang penghargaan dan pembelaan terhadap mereka masih sangat rendah, baik perlakuan bangsa asing terhadap mereka atau perlakuan birokrasi yang nota bene bangsa sendiri terhadap mereka.
            Mata uang Indonesia juga termasuk salah satu mata uang terendah nilainya di dunia. Rupiah sedikit diatas mata uang Dong Vietnam, Sao Tome (Afrika) dan Zimbabwe yang baru devaluasi habis-habisan.
            Warta ekonomi 12 Juli 2009 juga mengungkap, negeri yang kaya hasil tambang ini menjadi Negara penghutang terbesar berdasarkan PBD. Setidaknya setiap tahun, 30% APBD kita diambil untuk membayar bunga hutang. Jumlah yang lebih besar dari anggaran pendidikan dan kesehatan.
            Lebih buruk lagi, dari satu sumber dikatakan bahwa, salah satu hutang nasional kita berasal dari hutang jaman Hindia Belanda. Pada masa 1949, Soekarno Hatta menyetujui pembayaran hutang Hindia Belanda sebagai strategi agar kemerdekaan diakui. Tetapi pemerintahan dua serangkai tersebut tidak pernah membayarnya karena melanggar prinsip keadilan. Setelah Soekarno jatuh, pemerintah orde baru sepakat mencicil hutang Hindia Belanda selama 30 tahun sejak 1966. Artinya kita berhutang untuk membayar biaya perang pemerintah Hindia Belanda ketika melawan pahlawan dan pejuang nasional.

Bagaimana dengan pelaksanaan hukum?
            Pada tahun 2009 Indonesia disebut sebagai Negara dengan perekonomian paling korup di Asia. Indikasi tersebut berasal dari survey yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi Risiko Politik dan Ekonomi (PERC) yang dilansir oleh agen berita Perancis AFP.
            Dari skala 0 sampai 10, dimana indikasi bebas korupsi, Indonesia mendapatkan skor 8,32 (mendekati sempurna korupsi).
            Skor antara 4 dan 7 diindikasikan sebagai Negara dengan tingkat korupsi menengah. Negara-negara itu adalah Malaysia (6,7), Taiwan (6,47), China (6,16), Macau (5,84), Korea Selatan (4,64), dan Jepang (3,99). Singapura menjadi Negara Asia paling tidak korup dengan skor  1,07.

Bagaimana dengan lingkungan hidup?



            Indonesia ditempatkan di peringkat 102 dari 149 negara yang masuk dalam daftar peringkat Negara hijau dunia yang dilakukan Universitas Yale dan Universitas Columbia, Amerika Serikat (AS). Laporan berdasarkan indeks kinerja lingkungan (Environmental Perfomance Index/EPI). Artinya 101 negara lebih baik dari Indonesia.
            Hasil penelitian itu juga menempatkan Negara-negara Uni Eropa seperti Swiss, Swedia, dan Norwegia, berada di tiga besar teratas. Posisi Indonesia yang sangat rendah ini cukup mengagetkan, karena berada di bawah Sri Lanka yang ditempatkan pada urutan 50, dan juga Negara tetangga Malaysia yang justru ditempatkan pada peringkat 26 negara hijau dunia.
            Meskipun kaya akan flora dan fauna, namun Indonesia dikenal juga sebagai Negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Saat ini jumlah satwa liar Indonesia yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 92 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN,2003). Satwa-satwa tersebut benar-benar punah dari alam jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya.
            Perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar Indonesia. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran. Lebih dari 20% satwa yang dijual di pasar mati akibat pengangkutan yang tidak layak. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Semakin langka satwa tersebut semakin mahal pula harganya.

Bagaimana dengan pengelolaan laut?
            Sekalipun Indonesia mempunyai wilayah laut terbesar di dunia, akan tetapi nelayan sering kekurangan bahan bakar untuk melaut. Karena penghasilan yang serba pas-pasan nelayan tak jarang menggunakan formalin untuk mengawetkan hasil tangkapannya, sekalipun itu sama saja meracuni bangsa sendiri. Biaya formalin jauh lebih murah dari pada es batu atau alat pendingin. Kita seperti kehabisan dana untuk mengoptimalkan kekayaan laut, padahal setiap tahun kekayaan laut dicuri pihak asing sampai senilai US$5 miliar (Rp 5 triliun).

Bagaimana dengan perkebunan?
            Kita adalah penghasil sawit terbesar akan tetapi harga sawit ditentukan oleh bursa komoditi di Belanda yang tidak punya kebun sawit. Setiap tahun perkebunan sawit Indonesia membusukkan jutaan pohon yang sudah tidak produktif, padahal jika kayunya dimanfaatkan bisa menjadi bisnis furniture senilai US$2-5 miliar (Rp 20-50 triliun) per tahun.


            Hasil coklat kita No. 3 di dunia tapi tidak ada yang kenal cokelat Indonesia. Swiss yang tidak banyak mempunyai kebun cokelat, justru dikenal sebagai produsen cokelat terlezat di dunia.
            Banyak kopi dihasilkan dari Indonesia, akan tetapi karena dianggap tidak meyakinkan, kopi kita harus dijual dengan label Made in Italy agar lebih mudah masuk pasaran Internasional.

Bagaimana dengan pertambangan?
            Indonesia boleh bangga menjadi pengekspor batu bara terbesar di dunia. Tetapi sebenarnya cadangan batu bara kita hanya dari 3,1% cadangan batu bara dunia. Begitu juga dengan gas alam, kita jadi pemasok utama, padahal cadangan gas alam kita hanya 1,6% gas alam dunia. Artinya Negara lain banyak yang punya batu bara dan gas, akan tetapi mereka tidak mau memproduksi dulu, mereka memilih membeli sehingga cadangan batu bara atau gas alam mereka aman.
            Di masa depan jika ada krisis energi mereka masih punya sumber energi dan kita mungkin sudah kehabisan. Sekarang saja cadangan minyak kita sudah mulai kehabisan dan kita mulai mengimpor bahan bakar dari luar. Kita harus lebih berhati-hati!

Bagaimana dengan kebudayaan?
            Negara yang mempunyai beragam budaya dan alam yang indah ini Cuma mampu menempati posisi 81 dari 133 negara di dunia soal daya saing pariwisata, demikian hasil survey World Economic Forum pada 2009. indeks daya saing kepariwisataan itu dinilai dari tiga hal yakni kerangka regulasi, infrastruktur dan bisnis, serta sumber daya manusia, budaya dan alam. Indonesia hanya unggul dari sisi kompetitivitas harga dalam industri pariwisata. Indonesia hanya menempati ranking diatas 50 untuk soal infrastruktur transportasi udara, infrastruktur transportasi darat, dan infrastruktur transportasi pariwisata.

Bagaimana dengan prestasi di bidang kesehatan?
            Sekalipun berbagai tumbuhan herbal alami subur di sini, Indonesia menempati peringkat sepuluh besar untuk berbagai penyakit.
            Indonesia menempati No.1 untuk kasus flu burung,


peringkat ke-1 tingkat kebutaan di Asia dan masih menjadi nomor satu dalam peringkat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama sepuluh tahun berturut-turut. Indonesia menempati peringkat ketiga untuk penyakit TBC, hepatitis, lepra, dsb. Peringkat ke-4 untuk penyakit kusta, diabetes, dsb.
            Pada 2008 Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menetapkan Indonesia sebagai Negara pengguna rokok ketiga terbesar dunia. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakberdayaan akibat adiksi nikotin rokok. FA Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengatakan kematian akibat konsumsi rokok tercatat dari 400 ribu orang pertahun.
            “Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan Negara dari akibat cukai rokok,” katanya.
            The ASEAN Tobacco Control Report tahun 2007 meyatakan, jumlah perokok di ASEAN mencapai 124.691 juta orang. Dan Indonesia menyumbang perokok terbesar, yaitu 57.563 juta orang atau sekitar 46,16%.
            Saat ini, lebih dari 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok, dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar tersebut bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronchitis, dan infeksi saluran pernapasan, dan telinga, serta asma.

Bagaimana dengan teknologi?
            Indonesia boleh bangga dibilang sebagai bangsa yang mulai melek internet. Pemakai situs facebook di Indonesia termasuk terbesar di dunia dan pengguna Blackberry pun meningkat pesat.
            Tapi sayangnya Indonesia terus mengalami peningkatan sebagai pengakses situs porno internet. Surveyor internet, Pery Umar Farouk mengatakan, berdasarkan internet pornography statistic, Indonesia sempat menempati peringkat ketujuh dunia. Kondisi ini terus meningkat menjadi peringkat kelima pada 2007 dan menjadi yang ketiga pada 2009. Menteri infokom Tiffatul Sembiring bahkan sempat menyatakan bahwa Indonesia sudah masuk ke ranking 1 sebagai pengakses situs porno terbesar di dunia pada tahun 2010.

Bagaimana dengan pendidikan?
            Angka buta huruf  di Indonesia mencapai 13,2 juta jiwa, termasuk terbesar. Sekalipun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan jumlah buta huruf saat awal kemerdekaan yang mencapai lebih dari 90% dari jumlah penduduk Indonesia saat itu.

Bagaimana dengan keamanan dan kenyamanan?
            Menurut Business Week sebuah majalah bisnis internasional yang kerap menjadi acuan para pebisnis, Indonesia berada di urutan ke-2 sebagai tempat paling buruk untuk ekspatriat bekerja di seluruh dunia dan ibukota Nigeria, Lagos, sebagai kota terburuk peringkat pertama di dunia. Dalam keterangannya, Jakarta mendapat keterangan peringkat “Very High Risk Location” dengan permasalahan-permasalahan besar: polusi, penyakit & sanitasi, fasilitas-fasilitas medis, kekerasan & pengekangan politis, lingkungan politis & social, kriminalitas.

Hikmah:
            Sangat jelas kekayaan dan modal sama sekali bukan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, karena dalam keadaan sekarang pun Indonesia masih mempunyai segala yang dibutuhkan.
            Yang kini kita butuhkan adalah sebuah visi yang jelas, hokum yang adil dan tegas, peran serta dan keinginan perubahan yang merata di seluruh masyarakat.
            Kalau sulit berharap dari orang lain, maka kita bisa mulai dari diri sendiri.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/fakta-buruk-tentang-indonesia/182738405081874

Al-Quran dan Revitalisasi Perdagangan


Kehadiran Alquran membawa sebuah gerakan revolusi spektakuler yang mencengangkan dunia. Dikatakan revolusi, karena dalam waktu yang relatif singkat, Al-Qur’antelah berhasil mengubah dunia, menuju masyarakat tercerahkan, maju dan berperadaban. Dengan kehadiran Al-Quran, ummat Islam telah berhasil memimpin peradaban dunia selama lebih tujuh abad. Kemajuan dan keunggulan ummat Islam disebabkan karena mereka mengamalkan ajaran Al-quran secara komprehensif (tidak saja ibadah tetapi juga muamalah) dan berpegang teguh padanya secara istiqamah.Inilah yang pernah disabdakan Nabi Muhammad Saw, "Sesunggunya Allah akan mengangkat derjat suatu bangsa karena berpegang teguh pada Al-quran, dan merendahkan mereka karena mengabaikan Al-quran".
Untuk itulah, saat ini, sepertinya perlu diangkat sebuah tema yang selama ini terabaikan oleh umat Islam. Tema tersebut adalah Al-Qur’an dan Perdagangan. Tema ini sangat penting untuk diaktualisasikan kaum muslimin menuju kejayaan Islam di masa depan. Tema ini perlu diangkat ke permukaan mengingat kondisi obyektif kaum muslimin di berbagai belahan dunia sangat tertinggal di bidang perdagangan. Bidang ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membangun peradaban Islam sebagaimana yang banyak dibahas Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya.


Islam memberikan penghargaan yang terhormat kepada para pedagang. Dalam konteks ini Nabi Muhammad Saw  bersabda, dari Mu'az bin Jabal, "Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usahaperdagangan.”(H.R.Baihaqi dan dikeluarkan oleh As-Ashbahani). Hadits ini dengan tegas menyebutkan bahwa profesi terbaik menurut Nabi Muhammad adalah perdagangan.
Namun sangat disayangkan, kaum muslimin tidak merealisasikan hadits ini dalam realitas kehidupan dan membiarkan perdagangan dikuasai orang lain, akibatnya ekonomi ummat Islam terpinggirkan selama berabad-abad dan ekonomi bangsa-bangsa lain maju pesat menguasai dunia. Gejala ke arah ini sebenarnya pernah terjadi di masa Umar bin Khattab, yaitu ketika para sahabat mendapat harta ghanimah yang melimpahmelalui ekspansi wilayah Islam ke Persia, Palestina, Mesir dan negara-negaratetangga, karena itu para pejabat dan panglima tentera Islam mulai meninggalkan perdagangan. Umar mengingatkanmereka, "Saya lihat orang asing mulai banyak menguasai perdagangan, sementarakalian mulai meninggalkannya (karena telah menjadi pejabat di daerah dan mendapat harta ghanimah), Jangan kalian tinggalkan perdagangan, nanti laki-laki kamu tergantung dengan laki-laki mereka dan wanita kamu tergantung dengan wanita mereka".
Yang patut digaris bawahi daripernyataan Umar tersebut adalah, jika ekonomi perdagangan dikuasai umat lain (bangsa lain), maka sangat dikhawatirkan ummat Islam tergantung kepada bangsa tersebut. Apa yang dikhawatirkan Umar tersebut, kini telah terjadi dinegara-negara Muslim, termasuk dan terutama di Indonesia, dimana umat Islam tergantung dengan bangsa-bangsa lain, bahkan ketergantungan itu merasuk kepada kebijakan politik negara muslim, merasuk ke aspek budaya, ilmu pengetahuan,bahkan mengganggu aqidah dan akhlak ummat Islam. Betapa urgennya ummat Islam menguasai perdagangan, sehingga Nabi Muhammad Saw mewajibkan ummat Islam untuk menguasai perdagangan. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw  mengatakan, "Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnyaterdapat 90 % pintu rezeki.”(H.R.Ahmad).
Hadits ini diawali dengan kata 'Alaikum", yang dalam ilmu gramitikal bahasa Arab bermakna  fiil amar, artinya perintah yang wajib dilaksanakan. Kewajiban di sini tentunya difahami sebagai kewajiban kifayah. Artinya, jika sebagian ummat Islam telah menguasai perdagangan, maka sebagian ummat Islam lainnya terlepas dari dosa kolektif. Tetapi, jika ummat Islam tidak menguasai perdagangan, maka seluruh ummat Islam berdosa.
Nabi Muhammad tidak saja memerintahkan dengan kata-kata, tetapi secara langsung mempraktekkannya dalam kehidupan nyata, bahkan sejak usia beliau yang relative muda, 12 tahun. Ketika Usia 17 tahun ia telah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan ke luar negeri. Profesi inilah yang ditekuninya sampai beliau diangkat menjadi Rasul di usia yang ke 40. Afzalur Rahman dalam buku Muhammad A Trader menyebutkan bahwa reputasinya dalam dunia bisnis demikian bagus, sehingga beliau dikenal luas di Yaman, Syiria, Yordania, Iraq,Basrah dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab. Dalam konteks profesinya sebagai pedagang inilah ia dijuluki gelaran mulia, Al-Amin.


Afzalur Rahman juga mencatat dalam ekspedisi perdagangannya, bahwa Muhammad Saw telah mengharungi 17 negara ketika itu, sebuah aktivitas perdagangan yang luar biasa.
Semangat inilah seharusnya yang dibangun dan dikembangkan oleh kaum muslimin saat ini agar peradaban kaum muslimin bisa bangkit kembali di jagad ini melalui kejayaan ekonomi dan perdagangan. Namun,pada masa kini sektor perdagangan jauh dari dominasi ummat Islam. Menurut buku Menuju Tata Baru Ekonomi Islam (2001,terbitan Malaysia), 93 % perdagangan dunia dikuasai oleh negara-negara bukan muslim. Dengan demikian negeri-negeri muslim hanya menguasai 7 % perdagangandunia. Padahal ummat Islam hampir 20 % dari penduduk dunia atau sekitar 1,2milyar orang. Idealnya paling tidak Negara-negara Islam bisa menguasai 20 % perdagangan dunia, bahkan lebih dari itu, karena hampir 70 % sumber-sumber alam terdapat di negara-negara Islam. Dunia Islam memiliki 70% cadangan minyak dunia dan menguasai 30% sumber gas asli dunia. Negara-negara Islam memasok dan mensuplay 42% permintaan petrolium (minyak) dunia. Data-data tersebut menunjukkan bahwa negeri-negeri muslim memiliki potrensi ekonomi yang cukup besar dan strategis.
Demikian pula peranan dan kiprah ummat Islam dalam perdagangan di Indonesia, masih sangat kecil. Menurutpara pengamat ekonomi, ummat Islam yang berjumlah 85 %, paling hanya menguasai sektor perdagangan sekitar 20- 30 %.
Karena kondisi tersebut, pada kesempatan kali ini perlu mengangkat tema konsep Al-quran tentang perdagangan, agar ummat Islam kembali kepada masa-masa kejayaan Islam yang menguasai sektor perdagangan.
Perdagangan dalam Al-quran Pengungkapan  perdagangan dalam Al-quran ditemui dalam tiga bentuk, yaitu tijarah (perdagangan), bay' (menjual) dan Syira'(membeli). Selain istilah tersebut masih banyak lagi term-term lain yang berkaitan dengan perdagangan, seperti dayn, amwal, rizq, syirkah, dharb, dan sejumlah perintah melakukan perdagangan global (Qs.Al-Jumu’ah : 9)
Kata tijarah adalah mashdar dari kata kerja yang berarti menjual dan membeli. Kata tijarah inidisebut sebanyak 8 kali dalam Alquran yang tersebar dalam tujuh surat, yaitusurah Albaqarah :16 dan 282 , An-Nisak : 29, at-Taubah : 24, An-Nur:37, Fathir: 29 , Shaf : 10 dan Al-Jum'ah :11. Padasurah Al-Baqarah disebut dua kali, sedangkan pada surah lainnya hanya disebutmasing-masing satu kali.
Sedangkan kata ba'a (menjual) disebut sebanyak 4 kali dalam Al-quran, yaitu 1). Surah Al-Baqarah :254, 2). Al-Baqarah :275, 3). Surah Ibrahim 31 dan 4. Surah Al-Jum'ah :9
Selanjutnya term perdagangan lainnya yang juga dipergunakan Al-qurana dalah As-Syira. Kata ini terdapat dalam 25 ayat.


Dua ayat di antaranyaberkonotasi perdagangan dalam konteks bisnis yang sebenarnya, yaitu yang kisahal-quran yang menjelaskan tentang Nabi Yusuf yang dijual oleh orang menemukannyayang terdapat dalam surah Yusuf ayat 21 dan 22.
Demikian banyaknya ayat-ayat Al-quran tentang perdagangan, sehingga tidak mungkin dijabarkan dalam halaman yang amat terbatas ini. Karena itu tulisan ini hanya akan memaparkan salah satu konsep penting tentang perdagangan yang terdapat dalam Al-quran yaitu keharusan ummat Islam untuk go internasional.dalam perdagangan. Dalam surat al-Jumu’ah ayat 10 Allahb erfirman, "Apabila shalat sudahditunaikan maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah sertabanyak-banyaklah mengingat Allah agar kalian menjadi orang yang beruntung
.”
Apabila ayat ini kita perhatikan secara seksama, ada dua hal penting yang harus kita cermati, yaitu (i) fantasyiruu fial-ard (bertebaranlah di muka bumi) dan (ii) wabtaghu min fadl Allah (carilah anugrah/rezeki Allah).
Redaksi fantasyiruu adalah perintahAllah agar ummat Islam segera bertebaran di muka bumi untuk melakukan aktivitas bisnis setelah shalat fardlu selesai ditunaikan. Ke mana tujuan bertebaran itu? Ternyata Allah SWT tidak membatasinya hanya sekadar di kampung, kecamatan, kabupaten, provinsi, atauIndonesia saja. Allah memerintahkan kita untuk go global atau fi al-ard.Ini artinya kita harus menembus Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, Jepang dan negar-negara Asia lainnya. Untukapa kita bertebaran ke tempat-tempat tersebut? Allah menjawab bukan untuk tourism belaka, tetapi untuk berdagang dan mencari rezeki "wabtaghu min fadl Allah" (M.Syafi'i Antonio,2003).
Ketika perintah bertebaran ke pasar global Eropa, Australia, Amerika, Asia, Afrika, bersatu dengan perintah berdagang, maka menjadi keharusan bagi kita membawa goods and services dan komoditas ekspor lainnya serta bersaing dengan pemain-pemain global lainnya (Cina,Taiwan, Korea, India, Thailand, dan lain-lain). Menurut kaidah marketing yang sangat sederhana tidak mungkin kita bisa bersaing sebelum memiliki daya saing di 4 P: Products, Price, Promotion, dan Placement atau delivery. Hanya dengan produk yang inovatif dan kualitas yang memadai kita bisamerebut pasar. Produk yang inovatif baru akan laku bila dijual dengan harga(price) yang bersaing dan promosi yang efektif. Demikian juga nasabah baru akan setia dan terpuaskan bila kita menyerahkannya (placement) sesuai jadwal dan after sales service (layanan purnajual) yang prima.
Dalam Surat al-Quraish Allah melukiskan satu contoh dari kaum Quraish (leluhur Rasulullah dan petinggi bangsa Arab) yang telah mampu menjadi pemain global dengan segala keterbatasan sumber daya alam di negeri mereka. Allah berfirman, "Karena kebiasaan orang-orang Quraish. (Yaitu) kebiasaan melakukan perjalan dagang pada musim dingin dan musim panas."


Para ahli tafsir baik klasik, seperti al-Thabari, Ibn Katsir, Zamakhsyari, maupun kontemporer seperti, al-Maraghi,az-Zuhaily, dan Sayyid Qutb,  sepakat bahwaperjalanan dagang musim dingin dilakukan ke utara seperti Syria, Turki,Bulgaria, Yunani, dan sebagian Eropa Timur, sementara perjalanan musim panas dilakukan ke selatan seputar Yaman, Oman, atau bekerja sama dengan para pedagang Cina dan India yang singgah di pelabuhan internasional Aden.
Perintah Al-quran untuk melakukan perdagangan dengan go internasional ke mancanegara telah dibuktikan oleh generasi Islam di masa kejayaan Islam.
PeterL. Bernstein dalam buku The Power of Gold, (2000, p.66-67),  menggambarkan kejayaan ummat Islam generasi awal dalam melakukan perdagangan internasional..
Saat inicontoh yang paling dekat dengan kemampuan dagang yang dilukiskan Al-Qur’an mungkin Singapura atau Hong Kong, negeri yang miskin sumberdaya alam tetapi mampu menggerakkan dan mengontrol alur ekspor di regional Asia Tenggara dan Pasifik. Sementara  Indonesia, yang luas salah satu provinsinya (Riau) 50 kali Singapura, dengan potensi ekspor dan sumberdaya alamyang ribuan kali lipat, ternyata jauh tertinggal. Mungkin kita harus bercermin pada Alquran dan hadits yang selama ini kita tinggalkan untuk urusan bisnis dan ekonomi.
Lemahnya kerjasama Bisnis Meskipun Alquran cukup banyak membicarakan perdagangan bahkan dengan tegas memerintahkannya, dan meskipun negeri-negeri muslim memiliki kekayaan alam yang besar, namun ekonomi ummat Islam jauh tertinggal dibanding negara-negara non Muslim. Banyak faktor yang membuat ummat Islam tertinggal dari bangsa lain, antara lain, lemahnya kerjasama perdagangan sesame negeri muslim. Menurut catatan OKI sebagaimana yang terdapat dalam buku Menuju tata baru Ekonomi Islam, kegiatan perdagangan sesama negeri muslim hanya 12 %dari jumlah perdagangan negara-negara Islam.
Fenomena lemahnya kerja sama perdagangan itu terlihat pada data-data berikut :
Lebanon dan Turki mengekspor mentega ke Belgia, United Kingdom dan negara-negaraEropa Barat lainnya. Semenentara Iran, Malayisa, Pakistan dan Syiria mengimport mentegadari Eropa Barat. Aljazair mengekspor gas asli ke Perancis, sedangkan Perancis mengekspornya ke Magribi. Mesira dalah pengekspor kain tela yang ke 10 terbesar di dunia, tetapi Aljazair,I ndonesia, dan Iran mendapatkan kain itu (import) dari Eropa Barat. Aljazair, Mesir dan Malaysia mengimpor tembakau dari Columbia, Greece, India, Philipine dan Amerika Serikat. Sementara Turki dan Indonesia adalah mengekspor utama tembakau ke Amerika dan Eropa. Selain ekspor yang relatif sedikit kenegara-negara Timur Tengah, fakta juga menunjukkan bahwa produk Indonesia yang dibutuhkan negara muslim di Timur Tengah, harus melalui Singapura. Konsekuensinya,yang mendapat keuntungan besar adalah Singapura, karena ia membeli dengan harga murah dan menjual ke Timteng dengan harga yang mahal.





Dan negara kita seringkali cukup puas dengan kemampuan ekspor sekalipun mendapatkan keuntungan margin yang sedikit. Sungguh kebodohan kita dalam perdagangann internasional. Hal ini tentu bisa mengecewakan Nabi Muhammad yang telah meneladankan sikap fathanah(cerdas) dan komunikatif (tabligh) dalam perdagangan Mudah-mudahan semangat nuzul quran tahun ini dapat mengingatkan kita untuk mementingkan kembali aspek perdagangan yangselama ini kita abaikan dan mampu memasarkan goods dan services yangbersaing di pentas global.  


Jumat, 21 Januari 2011

Itu Bukan Masalahku


 Seekor tikus panik melihat petani menyiapkan beberapa jebakan tikus di sawah. Ia begitu ketakutan dan segera bergegas mencari bantuan. Saat bertemu ayam ia bercerita.


"Pak Tani memasang jebakan tikus, saya harus bagaimana?" tanyanya pada Ayam. "Wah itu bukan urusanku, mana aku tahu. Uruslah urusan masing-masing" jawab Ayam acuh. Tikus masih ketakutan ia datang menemui kambing. "Pak Tani memasang jebakan tikus, saya harus bagaimana?" tanyanya pada kambing. "Bukankah benda itu dinamakan 'jebakan tikus.' Jadi apa urusannya denganku. Kalau itu jebakan kambing baru aku boleh khawatir," jawab kambing seenaknya. Tikus tetap ketakutan, tapi masih ada harapan, ia pergi menemui sapi. "Pak Tani memasang jebakan tikus, saya harus bagaimana?" tanyanya pada sapi. "Hah jebakan tikus. Itu benda yang kecil sekali, Tidak ada pengaruhnya buat aku. Kenapa aku harus pikirkan." jawab Sapi sinis. Tikus benar-benar sedih, nampaknya benar-benar tidak ada yang mempedulikannya. Apalagi memang ayam, kambing dan sapi adalah peliharaan pak tani, sedangkan dia adalah buruannya pak tani. Malam itu tikus tidur semalaman, ia tidak berani mencari makan karena takut terkena jebakan tikus.
Subuh dini hari ketika hari masih gelap, Pak tani dan istrinya sepeti biasa pergi ke sawah. Mereka juga melihat apa jebakan tikus yang dipasang sudah berhasil menangkap tikus. Karena subuh masih sangat gelap, tanpa sengaja istri Pak tani memegang jebakan tikus yang ternyata menjepit ular berbisa. Ular tersebut sempat mematok istri Pak tani hingga terkena racun berbisa. Istri Pak tani langsung di bawa ke dokter. Karena tak sanggup membayar dokter, pak tani menyembelih ayamnya dan menjual dagingnya untuk membayar biaya dokter. Ternyata perawatan dokter saja tidak cukup untuk mengatasi bisa yang berbahaya ini. Maka terpaksa pak tani membawa istrinya masuk ke rumah sakit. Uang muka masuk rumah sakit cukup mahal. Pak tani terpaksa menyembelih kambingnya dan menjual dagingya ke pasar untuk menutupi uang muka ke rumah sakit. Ternyata biaya perawatannya sangat mahal. Perlu perawatan khusus untuk mengatasinya. Pak tani akhirnya terpaksa menyembeli sapinya dan menjual dagingnya untuk membayar biaya perawatan. Begitulah akhir kisah jebakan tikus. Sapi, kambing dan ayam tidak pernah menduga jebakan tikus yang diacuhkannya justru membuat mereka disembelih lebih cepat.
Apa hikmahnya? Seringkali kita menganggap masalah orang lain bukan masalah kita. Masalah lingkungan bukan masalah kita. Padahal jika kita telusuri bisa jadi masalah tersebut akan mempengaruhi hidup kita juga, atau mungkin keluarga kita. Ada teman atau kerabat kita terlibat narkoba kita biarkan karena itu urusan dia sendiri. Tapi ternyata kita jadi korban karena barang-barang kita dicuri untuk membeli narkoba. Lebih buruk lagi anak kita ikut menjadi candu narkoba akibat perbuatannya. Kita membuang sampah sembarangan, akibatnya terjadi banjir yang salah satunya akibat sampah yang kita buang. Kalaupun kita tidak jadi korban banjirnya, kita jadi korban macetnya. Karena itu jangan terlalu mudah mengabaikan masalah, karena mungkin kita jadi korbannya.
Tetangga kita masuk masa pensiun, ada juga yang di PHK yang di karenakan perusahaannya bangkrut atupun merger atau krisis yang melanda Negeri tsb. Hal ini sudah bukan hal aneh lagi pasti berlaku pada setiap yang bekerja. Akan ada masanya berhenti entah karena pensiun, sakit, PHK, perusahaan bangkrut ataupun kematian.


Seringkali kita abaikan kejadian tersebut. Seolah2 itu bukan urusan kita. Padahal cepat atau lambat hal tersebut akan menghampiri kita juga, sementara kebutuhan hidup tak jua berkurang ataupun semakin murah. Namun kenyataannya kita menutup mata hati dan telinga kita. Larut dalam zona nyaman. Sehingga mengabaikan kejadian tersebut yang akan menjadikan masa tua justru masih sibuk untuk bekerja. “Itu bukan urusan saya. Kalaupun iya, fikirkan nanti saja.”
Karena seringnya mengabaikan kejadian yang sering ada dan menganggap bukan urusan kita atau bagian dari kita, seringkali seseorang justru merasakan akibat buruknya lebih cepat.
Mari kita sama2 membuka mata hati dan telinga kita. Memahami yang mungkin bagi kita sekarang bukan hal yang mendesak namun pada intinya cepat atau lambat hal tersebut TERNYATA adalah hal yang akan kita alami. Lebih menyakitkan jika kita terlambat dalam menyikapinya.


http://www.facebook.com/notes/spiritz-motivasi/itu-bukan-masalahku/182945115061203

Berbagai 3 Hal Penting dalam Hidup Manusia


Berikut Berbagai 3 Hal Penting dalam Hidup Manusia menurut Andrie Wongso (Motivator) :

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
  1. Waktu
  2. Kata-kata
  3. Kesempatan
Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
  1. Kemarahan
  2. Keangkuhan
  3. Dendam
Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang dalam hidup:
  1. Harapan
  2. Keikhlasan

  1. Kejujuran
Ada 3 Hal yang paling berharga dalam hidup:
  1. Kasih sayang
  2. Keluarga dan teman
  3. Berbuat kebajikan
Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
  1. Kekayaan
  2. Kesuksesan
  3. Mimpi
Ada 3 Hal yang akan membentuk karakter seseorang:
  1. Komitmen
  2. Ketulusan
  3. Kerja keras
Ada 3 Hal yang bisa membuat kita sukses:
  1. Imajinasi
  2. Kemauan
  3. Ketekunan
Dengan memperhatikan, mencermati, dan menjalankan berbagai macam “3 hal” di atas, maka bukan mustahil Anda akan bisa meraih segala sesuatu yang dingiinkan/diimpikan selama ini.


Do’a Cinta Sang Pengantin


“Tak adil rasanya Allah berikan semua ini untukku”. Mungkin itulah sepenggal kalimat yang pernah terlintas dalam benaknya, sebuah rangkaian kata dari hati seorang wanita yang mengharapkan kasih sayang seorang suami dalam hidupnya yang telah lama dinantikannya.
Tata, nama wanita itu. Anak pertama dari tiga bersaudara, dua perempuan dan satu laki-laki. Ia hidup dalam kesederhanaan tanpa hadirnya seorang ibu, karena telah terlebih dahulu menghadap Allahu Robbul ‘Izzati saat usianya masih muda, seorang ibu yang seharusnya sanggup memeluknya kala duka dan membelainya kala tangis berderai. Hanya belai kasih sayang dari tangan kasar seorang ayahlah yang ia dapatkan. Seorang ayah yang  tunduk juga akan pangkuan hati wanita lain, yang akhirnya menjadi ibu tirinya.
Tetes air mata dalam kerasnya ujian hidup menjadikannya kuat dibalik lemahnya takdir sebagai seorang wanita. Di usianya yang telah dewasa, adik lelakinya mengalami sakit parah sekian lamanya hingga harus terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur. Sedangkan adik perempuannya telah menjadi kafir lantaran menikah dengan seorang laki-laki yang kafir pula. Dan ibu tiri yang dinikahi ayahnya juga tak seperti yang diharapkan, egois dan hampir tak pernah memikirkan nasib diri dan adik-adiknya. Hancurlah hatinya. Hanya tangis sayat hati seorang wanitalah yang bisa ia rasakan, meskipun harus dipendamnya tangis itu dalam-dalam.
Besar keinginan Tata untuk segera menikah, berharap ada pundak tempatnya tuk bersandar sekedar berbagi suka dan duka. Tapi apa daya, Allah belum menghendakinya. Kegagalan demi kegagalan dalam menjalin hubungan, membuatnya harus kalah di tangan takdir, bahwa jodoh akan berpihak di waktu yang tidak akan pernah diketahuinya.
Empat puluh tahun sudah usianya, tapi belum ada satupun lelaki yang berkenan meminangnya. Beragam usaha telah ia lakukan demi tercapainya harapan tuk menjadi wanita sejati, menjadi istri yang sholihah dan menjadi ibu yang bijak bagi anak-anaknya kelak. Tapi manusia hanya wajib berusaha, Allahlah yang menentukan.
Berbagai keresahan menjadi sahabat dalam hidupnya kini. Rasa sakit di kepala sebagai akibat dari akumulasi keresahannya yang memuncak menjadi momok yang sangat menyiksanya, belum lagi rasa mual dan muntah setiap kali tamu bulanan menghampirinya. Namun ia bukanlah wanita bodoh yang hanya berdiam diri saat sakit menyiksa.
Seperti halnya mencari jodoh, beragam usaha pun ia lakukan demi kesembuhan sakit yang menyiksanya selama ini. Tapi sayang, beragam usaha yang ia lakukan, beragam kata menyerah pula yang ia dapatkan. Berbagai dokter telah ia datangi, berbagai tes juga ia ikuti, tapi tak satupun jenis penyakit yang dapat didiagnosis untuknya. Dokter menyerah dan hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa penyakitnya ini mungkin akibat stress yang berkepanjangan, sehingga solusinya adalah menikah sebagai peredam sakitnya. Semakin bertambah sedihlah ia akan apa yang dialaminya, harus dicari kemana jodoh kalau memang itu adalah peredam sakit yang menyiksanya selama ini,


mengingat ia hampir putus asa dalam mencari jodoh, pasangan jiwanya, padahal ia juga harus mengurus adik lelakinya yang belum kunjung sembuh juga untuk sekian lamanya.
Dalam peliknya hidup yang ia jalani, ia berkeluh kesah pada sahabatnya lalu berkatalah sahabatnya,
“Ta, tulang rusuk darinya kamu berasal sesungguhnya ada di dekatmu, ia tak jauh-jauh dari hidupmu. Menangislah kamu di sepertiga malam terakhir, mohon Allah berkenan bukakan pintu rahmatNya untukmu.
Sesungguhnya Allah adalah Zat Yang Maha Tinggi, tapi ia tak bisa didekati dengan tinggi hati. Merendahlah, sebagaimana rendahnya kita di hadapanNya. BagiNya adalah sangat mudah apa yang dianggap sulit oleh manusia, dan Dia bisa membuat sulit apa yang dianggap mudah oleh manusia. Dia bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Bisa menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Dan bisa merubah malam menjadi siang serta merubah siang menjadi malam. Dia menciptakanmu dari tiada menjadi ada dan menjadikanmu tiada setelah kamu ada.
Teramat mudahlah bagiNya mendatangkan jodoh yang jauh menjadi dekat dan membuat jodoh yang dekat menjadi jauh. Hidupmu ada dalam genggamanNya, dan hidup jodohmu pun ada dalam kekuasaanNya. Dialah pemegang hati manusia, pemegang hatimu dan hatinya. Mintalah agar hatimu dipertemukan dengan hatinya dalam naungan kasih sayang Allah agar hati kalian bersatu dalam cintaNya.
Sesungguhnya Allah sangat dekat, bahkan jauh lebih dekat dari urat nadimu sendiri. Dia Pengabul segala doa dan Penjawab segala harap. Dekati Allah, maka Dia akan mendekatimu. Satu langkah kamu mendekat, maka 1000 langkah Dia akan berlari mendekatimu. Karena Dialah Allah Zat Yang Maha Dekat untuk hamba-hambaNya yang berkenan mendekat padaNya.
Kalau kamu merasa Allah tak adil padamu, berpikirlah sejenak akankah Allah yang tak adil ataukah kamu yang tak adil padaNya? Allah dengan sifatNya yang Maha Adil telah berikan keadilanNya kepadamu berupa nikmat tak terkira dalam hidupmu, tapi sudahkah kamu bersyukur padaNya akan segala nikmat-nikmatNya? Kini kembalilah pada Allah, menangis dan tunduk sujudlah padaNya, memohon agar belas kasihNya Dia hadirkan untukmu. Untuk hadirnya jodohmu dan untuk kesembuhanmu maupun adikmu.”

Do’a Cinta Sang Pengantin
Ya Allah,


Andai Kau berkenan, limpahkan kepada kami cinta
yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khodijah Al-Kubro,
yang Kau jadikan mata air kasih sayang Imam Ali & Fatimah Az-Zahro
yang Kau jadikan penghias keluarga NabiMu yang suci

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah bagi kami dengan RidhoMu
Jadikanlah kami sebagai suami istri yang saling mencintai di kala dekat,
saling menjaga kehormatan di kala jauh.
Saling menghibur di kala duka,
Dan saling mengingatkan di kala bahagia,

saling mendoakan dalam kebahagiaan dan ketaqwaan,
dan saling menyempurnakan dalam beribadah kepadaMu.
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepadaMu
dan bukti ikutnya cinta kami kepada sunnah keluarga RasulMu. Amiiin…

Tata – Adi
Beberapa bait puisi di atas dalam selembar undangan pernikahan menjadi bukti jawaban Allah atas pinta tangis hambaNya, Tata.

Tata di usianya yang ke-40, didekatkan jodohnya oleh Allah, yaitu Adi, seorang lelaki bujang yang berusia di atasnya beberapa tahun. Seorang jodoh yang tak pernah disangkanya akan hadir menemani sisa hidupnya, ternyata Allah hadirkan dan Allah jawab doa-doanya. Sedangkan adiknya, karena kekuasaan Allah pulalah ia bisa sembuh setelah sakit yang menderanya sekian lama. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Selamat mbak, semoga Allah meridloi…
Baarokalloohu laka wabaroka 'alaika wajama'a bainakumaa fii khoiir...

http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/doa-cinta-sang-pengantin/178969508803462

Dendam Positif : Kamu Tidak Boleh Minum Air Ini!


Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahuin 40-an.
Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air
untuk menyiram tenggorokannya kering.
Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.
Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan:
"Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur"
Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.
Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.
Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar.


Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran,
tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat ini masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.
Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya.
Ia lalu bertanya-tanya:
Kenapa ini terjadi padaku?
Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku?
Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur?
Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum?
Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?
Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya.
Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF"
Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.
Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari.
Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.
Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya.
Buah kerja kerasnya menggapai hasil.
Ia akhirnya bisa lulus SMA.
Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu.
Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi.
Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan.


Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur.
Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya.
Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus.
Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.
Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.
Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur.
Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.
Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata;
"Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"
Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini:
"Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu.
Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."
Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan.
Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak.
Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut.
Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.
Tahukan Anda  apa perusahaan yang dipimpinnya?


Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia.
Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan.
Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.
Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.
Tahukah kisah siap ini?
Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.
Itulah kekuatan "DENDAM POSITIF"
Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.
Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.
Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.
Apakah ingin hancur karenanya?
Atau bangkit dengan semanagat "Dendam Positif."


http://www.facebook.com/notes/hembusan-nafas-kehidupan/dendam-positif-kamu-tidak-boleh-minum-air-ini/179253102108436

Inspirasi Si Kecil Bernama Semut


Kita seringkali terdengar perumpamaan rajin seperti semut tetapi tahukah kita kenapa wujud perumpamaan sedemikian ? mungkinkah ada perumpamaan lain yang juga sesuai untuk semut?
Semut, makhluk Allah yang kecil, tetapi kecilnya seperti cili padi, pedas dan [I]confirm[/I] berasap? kenapa ya?



Kalau kita perhatikan semut, semut  akan selalu berusaha secara berulang-ulang dan terus menerus sehingga ia berjaya mencapai matlamat yang digenggam.
Analogi yang diberikan cukup mudah. Bayangkan kalau ada cebisan makanan di lantai, dan cebisan itu saiznya jauh lebih besar daripada si semut, tetapi pernahkah nampak semut tidak mengerumuni cebisan makanan itu? Tidak bukan? Semut akan berusaha mengangkut cebisan makanan itu ke sarangnya sedikit demi sedikit sehinggalah habis.
Andai dalam perjalanan mengangkut cebisan makanan itu terhalang, semut akan berusaha sedaya upaya dan memilih jalan yang lain mungkin ke kiri dan mungkin juga ke kanan sehinggalah matlamatnya untuk mengangkut cebisan makanan tersebut ke sarangnya tercapai.
kadang-kadang jalan yang dilalui si semut itu terhalang dek air, maka ia bersama kawan-kawannya saling berkerja sama membuat jambatan. Jika semut-semut yang lain sudah menyeberang, maka semut-semut yang membentuk jambatan akan merapat ke tepi.
SubhanAllah, Indahnya ciptaan illahi :)
Hakikatnya, semut mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam mewujudkan tekadnya untuk meraih apa yang diinginkan malahan ia tidak pernah kenal erti penat mahu pun lelah.
Sebagai perkongsian cerita, pada suatu masa dahulu ada seorang arab badwi pergi merantau kerana sesuatu keperluan. Dia merasa sangat letih dan penat serta berputus asa. Maka ia terduduk dan berfikir untuk kembali lagi. Kemudian dia melihat seekor semut yang merangkak naik ke atas batu besar, namun semut tersebut jatuh dan semut itu terus merangkak  naik lagi ke atas batu besar itu berulang-ulang kali.
Setelah mencuba, akhirnya semut itu berjaya menaiki batu besar itu . Melihatkan situasi tersebut, si arab badwi itu berkata " Saya sepatutnya bersabar dan berusaha keras lebih daripada semut tersebut."
Akhirnya si arab badwi itu meneruskan perjalanannya dan berjaya sampai ke tempat yang ditujunya dan dia berkata "Cari dan raih , jangan pernah berkeluh kesah dan bosan dari usaha meraih apa yang kamu inginkan. Kerana penyakit orang yang ingin mencari dan meraih sesuatu adalah bosan."

Hebatkan si kecil bernama semut?
Terdapat kajian yang dijalankan menunjukkan semut mengumpulkan makanannya dari musim panas sehinggalah ke musim sejuk. Oleh sebab semut tidak banyak keluar pada musim sejuk, maka makanan yang telah dikumpul hanya di makan apabila tiba musim sejuk ini.

Cara semut untuk memastikan makanan yang disimpan itu kekal elok, maka dengan kuasa illahi semut tersebut akan membelah ditengah biji bijian itu di tengah bagi memastikan makanan itu tahan lama.
Semut mempunyai sifat cekal dan kesabaran yang tinggi malahan kita wajar mengambil iktibar darinya. Malah seandainya anda meletakkan sebuah batu ditengah-tengah jalan yang digunakan oleh kawanan semut, mereka tidak berundur sebaliknya mencari jalan lain dan berusaha sehingga matlamat itu tercapai.
Kalau dulu, saya hanya percaya perlu rajin seperti semut, tetapi kini saya percaya perlu gigih dan cekal seperti semut.


http://www.iluvislam.com/inspirasi/motivasi/1468-inspirasi-si-kecil-bernama-semut.html

Bagaimana Menghadapi Kritikan


Kritikan biasanya negatif semata-mata untuk menegur kesalahan anda. Ada juga kritikan dibuat untuk menjatuhkan anda



Dalam situasi lain, seseorang mengkritik anda dengan kata-kata kesat semata-mata untuk memalukan anda di khalayak ramai.
Jika anda dikritik, apa yang sepatutnya dibuat supaya anda kekal bermotivasi?
Berikut adalah 3 langkah bagaimana untuk memberi respon positif terhadap kritikan - kritikan negatif.

01.Maafkan Si Pengkritik Dan Maafkan Kata-katanya.
Kemaafaan adalah cara paling penting untuk membuat anda bersemangat pada tahap tinggi walaupun di kritik hebat.
Lupakan kata-kata yang mengkritik anda, ambil ia sebagai satu pengajaran sahaja. Jadikan kritikan sebagai cara anda mempelajari sesuatu.
Katakan itu bukan kritikan, tapi cara untuk mengajar anda membuat perkara yang betul. Maafkan si pengkritik. Menyimpan rasa marah terhadapnya hanya akan membuat anda tidak bermotivasi.

02.Diam Dan Tenang Ketika Di Kritik.
Jangan berpeluk tubuh ketika di kritik. Pamerkan air muka tenang, walaupun ketika itu hati anda membara, panas sebab dikritik dan telinga anda pedas mendengar suara si pengkritik.
Turunkan ego anda. Pakai mindset belajar dari kehidupan sepanjang masa untuk menjadi insan lebih baik.
Untuk anda kekal bermotivasi, anda juga perlu berfikiran positif dan bersangka baik sepanjang masa. Anggap kritikan adalah salah satu cara untuk memberitahu anda bahawa tindakan anda salah, sehingga tidak memenuhi sesetengah 'standard'.
Bertekadlah untuk membuat yang lebih baik di lain kali sekiranya anda mempunyai peluang.

03.Sembunyikan kehebatan, Pamerkan Kesanggupan Untuk Berubah dan Perbaiki Diri.



Sehebat manapun anda, elak untuk merasa riak atau merasa diri anda lebih bagus dari orang lain.
Sembunyikan kehebatan. Pamerkan kesanggupan memajukan diri melalui perubahan berterusan.
Bentuk diri anda agar menjadi semakin baik dari sehari ke sehari!
Pelajari cara yang betul, kemudian lakukanlah. Jangan memajukan diri semata-mata mahu mengalahkan si pengkritik sebaliknya majukanlah diri supaya anda berpuas hati dengan apa yang anda berjaya capai.
Dengan itu, anda akan bersemangat mencapai satu tahap pencapaian yang lebih tinggi. Jika anda mahu berjaya semata-mata kerana mahu kalahkan si pengkritik, anda hanya akan kecewa apabila dia semakin maju.
Lantas anda tidak akan bersemangat disebabkan oleh rasa iri hati, dengki dan tidak berpuas hati dengan kemajuannya.
Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah menyembunyikan kehebatan dan pamerkan kesanggupan untuk terus berubah dan memperbaiki diri.  Setkan matlamat untuk diri sendiri kemudian capai matlamat itu!
Ingatlah bahawa Mindset persaingan membunuh semangat, manakala mindset yang berusaha mencapai matlamat akan menyuburkan lagi semangat. Dengan ini, anda akan sentiasa bermotivasi!


http://www.iluvislam.com/inspirasi/motivasi/1466-bagaimana-menghadapi-kritikan.html

Didik Anak Dalam Kandungan


Kenapa remaja hari ini lebih sukakan dendangan muzik dan lagu-lagu dari alunan al-Quran?
Mereka boleh bertahan berjam-jam mendengar muzik dengan [I]earphone[/I] tersumbat ditelinga.
Terhenjut-henjut tangan, juga kaki.
Berapa lama mereka boleh tahan jika mendengar alunan al-Quran?



"Ustaz, bukan remaja belia saja minat lagu, 'remaja tua' pun sama. Mana nak dengar sangat al-Quran dalam kereta. Yang mereka pasang radio atau CD lagu-lagu," kata kawan saya, bila borak pasal muzik.
"Memang la Sham, kalau kita tak biasakan dengar Quran, macam mana nak timbul rasa seronok. Memang la susah. Tambah pula kalau dari kecik lagi seronok dengan lagu. Kena pulak ibu bapa tak minat Quran," saya menambah
"Aha, tengok la ni, ada pulak program realiti (hakikatnya: 'fantasi') TV untuk budak sekolah. Tergedik-gedik menyanyi. Mak bapak sokong pulak tu..." ulasnya lagi.
"Betul tu. Berhibur memang tak salah, tapi bila melampau sangat, hilang haluan. Sebenarnya dari dalam perut lagi kita kena tarbiyah anak jadi soleh," balas saya.
Allah jadikan telinga punya tujuan. Lantas, ibu bapa perlulah didik anak agar menggunakan telinga untuk tujuan yang betul.
Sejak dari awal lagi ibu bapa berlu membuat persediaan untuk mendidik anak menggunakan teliga dan segala pancaindera dengan betul.
Suatu yang pasti, pasangan ibu bapa perlu membuat persediaan awal sebelum menyambut kelahiran anak.
Persediaan yang penting bukan sahaja dari sudut kewangan dan kesihatan, bahkan juga dari sudut kerohanian dan pendidikan.
Keinsafan ibu dan bapa tentang besarnya tanggungjawab sebagai pendidik dan ketua perlu ditanam agar anak yang lahir nanti menerima layanan dan asuhan yang sepatutnya.
Antara persediaan awal termasuklah mendedahkan kepada janin dengan alunan yang murni di samping bersedia memilih nama yang sesuai untuk anak itu.
Seseorang anak sudah perlu dididik ketika dia masih dalam kandungan ibunya.
Walau pun anak itu belum mampu berkata-kata atau melihat, namun dia dipercayai sudah boleh mendengar, merasai dan menerima gelombang perasaan dari ibunya atau orang-orang yang berhampiran.
Oleh yang demikian, ibu dan bapa digalakkan banyak menenangkan perasaan dengan membaca al-Quran, berzikir dan bertafakur.
Ayat-ayat suci yang dibacakan itu dapat mendamaikan hati ibu seterusnya membantu perkembangan jiwa murni anak.

Suara bacaan al-Quran juga mampu mendatangkan barakah dan rahmah dalam pembentukan anak.
Bahkan ada juga yang berpendapat pengaruh pengajaran yang terdapat dalam ayat-ayat al-Quran yang dialunkan itu mampu menyelinap masuk ke dalam sanubari janin, lantas membentuh potensi peribadi soleh sebagaimana terkandung dalam pengajaran ayat itu.
Sebab itulah, terdapat gesaan agar anak dalam kandungan tadi diperdengarkan bacaan Surah Luqman yang mengandungi pengajaran-pengajaran ke arah menjadi anak soleh, di samping surah-surah lain seperti Surah Al-Fatihah, Surah Al-Insyirah, Surah Al-Alaq, Surah Maryam dan Surah Yusuf.
Si ibu juga dianjurkan agar bertaubat dan membersihkan jiwa serta mengelakkan dari terjebak dalam maksiat dan lagha sepanjang mengandung.
Perasaan ibu perlulah damai. Jika tertekan, bayi boleh menjadi lemah.
Wujudkan suasana girang, gembira dan syukur. Elakkan kemuraman, pertengkaran dan kalimah-kalimah yang kotor.
Oleh itu peranan bapa selaku lelaki yang paling hampir dengan ibu amatlah penting.
Bahkan bapa disarankan juga perlu bergilir-gilir membaca al-Quran dan berzikir bagi menceriakan halwa telinga anak yang di dalam kandungan.
Harap kita semua boleh laksanakan, agar nanti kita dapat anak-anak yang soleh dan solehah - bukan anak-anak yang derhaka pada kita.


http://www.iluvislam.com/keluarga/ibu-bapa/996-didik-anak-dalam-kandungan.html

Panduan Memilih Jodoh


Mencari pasangan hidup bukan mudah. Pasangan hidup  maknanya pasangan untuk hidup bersama, bukan sekejap.
Jika umur panjang  mungkin bersama sehingga 50 tahun.
Bangun bersama, makan bersama,  berbual bersama, tidur bersama.
Berkongsi anak, berkongsi rumah,  berkongsi rasa, berkongsi kasih.
Maka, mencari pasangan hidup ini memang perkara serius. Serius.  Memang serius.
Jangan akibat si dia mengurat anda, maka anda terus  terpesona dan bersetuju. Jangan semata si dia comel atau glamour, maka  anda terus mengambilnya.
Fikir betul-betul. Solat istikharah dan banyakkan berdoa. Selagi  belum tenang jiwa, tunggu dulu. Usah tergopoh gapah. Mencari jodoh,  perlukan panduan. Perlu ada sandaran ilmu dan petunjuk.


Dalam banyak-banyak penulisan saya suka memetik sebahagian dari artikel Ust Hasrizal (Abu Saif) dalam lamannya SaifulIslam.com.
Antara yang menarik tulisan berikut:
Hadis Nabi SAW yang diulang-ulang sebagai slogan memanifestasikan keinginan berumahtangga.
Bukan tidak banyak penjelasan tentang hadis ini di pelbagai sumber  maklumat yang ada. Tetapi sering anak muda kecundang dalam mengimbangkan  kefahamannya dalam konteks TEPAT dan JELAS.
Selagi mana tidak tepat,  selagi itulah jalannya tersasar ke sana sini. Kehidupan yang tidak  ditentukan arahnya, adalah kehidupan yang tidak tentu arah.

Apa Tujuan Berumahtangga?
"Begin with the end in mind", adalah slogan kita untuk menepatkan matlamat kehidupan dan segenap peringkat perjalanannya.
Soal menentukan matlamat yang tepat, tidaklah begitu susah.
Berkahwin kerana harta? Harta bukan sumber bahagia.
Donald Trumph  yang kaya raya itu pun pernah mengeluh dalam temubualnya bersama John C.  Maxwell, "aku melihat ramai orang yang lebih gembira hidupnya dari  hidupku.
Padaku mereka itulah orang yang berjaya. Tetapi semua orang  mahu menjadi aku"
Harta bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
Berkahwin kerana keturunan? Keturunan bukan jaminan sumber bahagia.
Syarifah hanya boleh berkahwin dengan Syed? Puteri hanya layak untuk  Megat?
Atau pantang keturunan berkahwin dengan ahli muzik bak kata Mak  Dara?
Soal keturunan bukan penentu mutlak kerana setiap manusia lahir  dengan fitrah yang satu dan murni, lantas setiap mukallaf dan mukallafah  mampu kembali kepada kemurnian itu, biar pun lahir ke dunia tanpa bapa  yang sah sekali pun.


Keturunan bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
Berkahwin kerana kecantikan? Ahh, yang ini rumit barangkali.
Cinta itu dari mata turun ke hati. Maka mata pemutus pertama.
Jika  berkenan di mata, mudahlah mata memujuk hati.
Tetapi selama mana kecantikan menyenangkan kehidupan?
Kecantikan,  biar secantik mana pun, akan pudar dengan perjalanan masa. Kecantikan,  biar secantik mana sekali pun, boleh dicabar oleh naluri manusia yang  mudah kalah dengan alasan JEMU.
Mahu berkahwin sementara cantik, dan buang selepas cantik dan kacak bergaya itu dimamah usia?
Cantik bukan sumber bahagia, ia bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
"Maka pilihlah yang memiliki agama... nescaya sejahtera hidupmu", pesan Nabi SAW.
Benar sekali, pilihlah yang beragama.
"Maka saya kena kahwin dengan ustazah, saya kena kahwin dengan ustaz!", kata seorang pelajar 'bidang bukan agama'.

Penyakit "Tidak Jelas"
Setelah begitu tepat sekali kita menolak harta, keturunan dan rupa  paras sebagai sebab untuk memilih pasangan, tibalah kita kepada masalah  paling besar menguruskan fikiran tentang perkahwinan, iaitu penyakit  "tidak jelas", apabila tiba kepada soal beragama.
Apakah yang memiliki agama itu mesti seorang yang ustazah atau ustaz?
Maka berkahwin dengan golongan ini, jaminan bahagia. Benarkah begitu?
Di sinilah penting untuk kita bezakan golongan yang TAHU agama, MAHU beragama dan MAMPU dalam beragama.


Soal mendapatkan ilmu sebagai jalan beragama, adalah prinsip besar di  dalam Islam. Lihat sahaja langkah pertama proses wahyu, ia bermula  dengan perintah BACA sebagai wasilah menggarap pengetahuan.
Tetapi apakah TAHU itu merupakah maksud kita beragama dengan agama Islam ini?
Sejauh mana gred 'A' yang digarap dalam subjek "PengeTAHUan Agama  Islam" menjadi bekal dan perisai generasi Muslim dalam beragama?
"Yang memiliki agama" itu lebih luas dari sekadar sempadan tahu agama. Ia adalah soal MAHU yang menjadikan pengetahuan agama itu dihayati, dan MAMPU dalam erti dia sentiasa bermujahadah untuk memperbaiki diri.
Maka janganlah disempitkan maksud mencari yang beragama itu hanya  pada mereka yang berlabelkan "jenama TAHU agama" tetapi apa yang lebih  penting adalah mereka yang MAHU dan terbukti pada perbuatan hariannya  dia sentiasa berusaha menuju MAMPU.
Dia mungkin seorang ustazah.
Dia juga mungkin seorang jurutera dan doktor.
Dia mungkin bertudung labuh.
Dia juga mungkin belum bertudung tetapi sentiasa mencari jalan untuk  menuju kesempurnaan kebaikan. Dia seorang yang membuka dirinya untuk  dibimbing dan diajar. Seorang yang 'teachable".

Hanya 'Beragama'?
Ada pula yang menyangka bahawa kebahagiaan rumahtangga itu terletak  pada beragamanya pasangan kita. Soal harta, keturunan dan rupa paras  tidak punya sebarang makna.
Maka jadilah seorang perempuan itu fasih lidahnya tentang agama dan  rapi pakaiannya sebagai isyarat dia beragama, tetapi dia tidak  mengetahui nilai harta.
Dia boros dan tidak bijak menguruskan harta  rumahtangganya.
Dia nampak elok beragama, malah mungkin seorang pejuang agama, tetapi  dia tidak peduli nilai keturunan dan kekeluargaan.


Dia tidak menghargai  keluarganya sendiri, tidak menghargai keluarga suami atau juga keluarga  isteri.
Padanya, soal keluarga dan keturunan bukan urusan agama.
Dia bijak dalam memperkatakan tentang agama, tetapi dia menjadikan  alasan agama untuk tidak peduli kepada penampilan diri. Pakaiannya  selekeh atas nama agama, kulitnya tidak dijaga bersih, beralasankan  agama.
Jika perempuan, dia tidak peduli untuk mewangikan diri atau  bersolek mengemas diri, kerana padanya itu semua bukan kehendak agama,  dan si suami menikahinya bukan kerana itu.
Saban hari mukanya bertepek  dengan bedak sejuk dan tubuhnya bersarung baju kelawar. Hambar..
Jika lelaki, dia biarkan diri selekeh dan sentiasa berkemban di dalam  kain pelekat dan baju pagoda, membiarkan bau peluh jantannya tidak  berbasuh, kerana semua itu tiada kena mengena dengan agama.
Jadilah agama, sebagai alasan untuk sebuah rumahtangga itu menjadi  rumahtangga terhodoh, terburuk dan terselekeh... atas nama berkahwin  kerana beragama.


http://www.iluvislam.com/keluarga/perkahwinan/1033-panduan-memilih-jodoh.html

Iklim Dan Sikap Manusia


Tahukah anda salah satu keadaan yang mempengaruhi perangai manusia adalah iklim? Ia bukan sahaja mempengaruhi perangai dan sikap manusia tetapi juga mempengaruhi cara manusia berfikir dan bertindak. Bagaimana ini boleh berlaku?
Di dunia, kita mempunyai pelbagai jenis iklim atau dengan kata lain cuaca dan musim. Di luar sana kedapatan kepelbagaian iklim seperti 4 musim, tundra, tropika dan panas. Bagaimanakah keadaan ini sangat mempengaruhi manusia?
Ia tidak memerlukan satu penerangan saintifik untuk memahaminya. Adakah mudah untuk memperoleh bekalan air ditengah-tengah padang pasir? Bayangkan seorang perantau yang merentasi padang pasir yang hanya berbekalkan sebotol air mineral, adakah perjalanan ia akan menjadi mudah? Bukankah kalau kehabisan air boleh menyebabkan perantau padang pasir menghadapi risiko maut?



Bagaimana pula di Malaysia, adakah kita risau jikalau hanya membawa sebotol air mineral ketika bermusafir? Andai tiada sebotol air pun di dalam kenderaan, kita langsung tidak pernah risau dan tertekan.Tidak pernah kita mendengar orang mati kehausan di Malaysia ketika bermusafir.

Tekanan Menjadikan Tiada Pilihan
Apakah pilihan yang ada bagi manusia yang tinggal di kawasan yang mempunyai iklim seperti tundra, panas dan 4 musim? Mereka tiada pilihan melainkan menyesuaikan diri dengan keadaan untuk meneruskan kehidupan.
Contohnya perubahan cuaca di iklim 4 musim yang berubah daripada musim panas ke musim sejuk. Musim sejuk kebiasaannya akan membawa masalah bekalan makanan. Jadi sudah menjadi kebiasaan setiap tahun bagi mereka yang duduk di iklim ini sentiasa bersedia untuk menyimpan makanan bagi persediaan musim sejuk. Andai mereka lalai, akibatnya mereka akan kelaparan dimusim sejuk.
Di padang pasir pula, apabila sudah menjadi persepsi asas bahawa air sukar diperolehi, maka orang sedia tahu bahawa mereka perlu sentiasa bersedia dengan bekalan air. Andai putus bekalan air dalam bermusafir, ia mungkin boleh menyebabkan maut. Orang yang tinggal di tundra sentiasa mempastikan mereka mempunyai pakaian yang sesuai dengan kesejukan. Hilang pakaian tebal, maka mereka akan menghadapi risiko kesejukan yang boleh menyebabkan kematian.
Tidak kurang juga mereka yang tinggal dinegara beriklim ini sering menghadapi bencana alam. Tidakkah anda melihat mereka tiada pilihan melainkan mencari jalan bagaimana membuat petempatan yang bersesuaian untuk menghadapi bencana-bencana seperti ini?
Tiada pilihan membawa manfaat
Apabila kita terlalu banyak pilihan, manusia biasanya banyak menghabiskan masa berfikir untuk memilih. Berbeza dengan mereka yang tiada pilihan, mereka akan menghabiskan masa dengan bertindak.
Inilah yang secara tidak langsung menjadi latihan semulajadi yang membentuk sikap seseorang mengikut keadaan iklim masing-masing. Orang dinegara 4 musim amat terbuka pemikiran mereka terhadap idea kehidupan. Ini adalah kerana idea yang bernas akan memudahkan kehidupan. Kerana itu orang putih kebanyakannya sangat terbuka pemikiran mereka. Ini kerana pada setiap perubahan musim, mereka perlu berbuat sesuatu sebagai persediaan.


Berbeza di iklim tropika seperti di Malaysia. Begitu ramai anak muda yang malas dan membuang masa. Mengapa? Kerana mereka tidak perlu risau kerana tiada perubahan musim seperti diluar negara. Cuaca di Malaysia tidak akan membuat mereka maut jikalau putus bekalan air. Andai kata tiada kerja sekalipun, mereka hanya perlu pergi ke rumah ibu ayah dan membuka tudung saji.
Bagi negara yang kerap ada bencana alam, rakyatnya sentiasa mempunyai inovasi untuk mencipta sesuatu bagi survival kehidupan. Rekabentuk dan kejuruteraan rumah contohnya bagi negara yang sering mempunyai gempa adalah berteknologi tinggi. Andai gempa berlaku setiap bulan, rumah mereka masih berdiri teguh dan tahan. Di Malaysia, tiada gempa sekalipun, bangunan sudah retak dan bocor. Malah ada yang roboh.

Jangan Takut Dengan Tekanan
Tekanan adalah perkara yang membebankan. Tiada siapa yang menyukai tekanan. Namun bagi mereka yang memahami, pasti akan menghargai tekanan setelah mengetahui tekanan itu membuat mereka tiada pilihan melainkan menyelesaikan masalah daripada tekanan tersebut.
Masalah adalah peluang. Ia adalah peluang untuk mempelajari bagaimana membuat penyelesaian. Apabila manusia sering lari dari masalah, maka bilakah masanya mereka akan belajar menyelesaikan masalah? Bilakah masanya mereka akan mematangkan diri jikalau sentiasa lari dari situasi ini?
Masalah akan tetap berlaku dalam hidup. Orang yang bersedia dan terus bertindak mempelajari menyelesaikan masalahnya akan mudah di kemudian hari. Ini adalah kerana masalah-masalah baru lebih mudah diselesaikan dengan pengalaman yang lalu. Berbeza daripada mereka yang suka lari dari masalah. Sekecil-kecil masalah boleh menjadi besar kepada mereka.

Hayati Kejadian Allah
Sesungguhnya Allah itu Maha Bijaksana. Dalam benak kita berfikir sukarnya mereka yang tinggal di iklim yang sulit. Tetapi pada mereka ia sudah menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu secara tidak langsung mematangkan mereka dengan lebih pantas. Berbeza bagi penduduk tropika yang tiada tekanan dan tidak menghayati perkara ini. Allah memberi mereka kesulitan pada mata kasar tetapi Allah beri kelebihan peluang mematangkan diri dari masalah yang diberi. Mereka lebih berpeluang mencipta ilmu berbanding kita di Malaysia.
Kerana itulah pepatah orang lama berbunyi,'banyak berjalan luas pemandangan'. Kita pasti akan teruja melihat cara orang luar menyesuaikan diri dengan iklim dan mukabumi mereka.

Orang Malaysia dan orang beriklim tropika harus bersyukur di atas pemberian tuhan ini kerana iklim dan cuaca di sini adalah satu anugerah yang diidamkan mereka yang tinggal di iklim yang memberi ancaman.
Mengapa Rasulullah bersabda 'tuntutlah ilmu walau ke negeri china'?. Mengapa tidak menuntut ilmu dengan orang cina? Hakikatnya, selain daripada bangsa cina itu sendiri yang mempunyai keunikan, hadith ini menggesa manusia bergerak keluar dari tempat sendiri meneroka budaya, cara hidup, kehidupan dan keadaan ditempat orang. Seandainya kita tidak berpeluang memperoleh rezeki untuk mengembara, tanyalah daripada mereka yang pernah merantau. Dapatkan perkongsian tentang apa yang ada di dunia luar sana.
Sesekali belajarlah bersusah-susah dan berani menghadapi susah. Hakikatnya kita mengajar diri untuk menghayati betapa sukarnya kehidupan orang lain dan memahami mengapa orang lain mampu berfikir dan bertindak lebih mantap dari kita. Wallahualam.


http://www.iluvislam.com/inspirasi/motivasi/1463-iklim-dan-sikap-manusia.html