Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Kamis, 16 Desember 2010

==Teori Kepemimpinan Aa' Gym==


Bismillahirrohmanirrohim,
Duhai Allah yang Maha Menatap, karuniakanlah kepada kami ilmu yang membuat kami dapat mengenal RasulMu, yang membuat kami tetap lurus berjalan di jalanMu. Wahai yangMaha Mendengar, lindungi pertemuan ini dari ilmu dan amal yang menyesatkan. Amin Ya Robbal'alamin.
Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu.
Menurut analisa di Indonesia ada jenis pemimpin ulama pesantrenan: dibesarkan di pesantren, ilmu agamanya luas, tapi kelemahannya kata para ahli adalah dalam bidang manajemen, sehingga sulit untuk mengurus sesuatu yang besar. Ada juga yang birokrat: aktif di islam, kemampuan organisasinya bagus tetapi pendalaman agamanya belum mantap.



 Ada tipe mubaligh yang seperti selebritis: dia ceramahnya bagus, diliput media massa, akhirnya jadi terkenal dimana-mana, dijadikan idola, tetapi kadang-kadang kurang mengakar dalam menggerakkan masyarakat.
Yang kita impikan adalah yang seperti Rasul, dia mumpuni dalam keilmuannya, berkemampuan dalam manajemen, beliau juga punya kemampuan membangun opini di masyarakat
Dengan dasar "Setiap diantaramu adalah pemimpin", Setiap kepemimpinan akan ditanya oleh Allah. Semua pemimpin termasuk pemimpin rumah tangga tidak terkecuali. Berikut rumus sederhana untuk menjadi pemimpin yang dicintai.
Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain.
Apakah rahasia utama kepemimpinan? Jawabannya adalah :kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan dari kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik, jangan pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri.
Bangunan ini bagus, kokoh, megah karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong kalau tidak diawali dengan diri sendiri. Ibu yang ingin anaknya ramah, lembut, pertanyaannya adalah sudah ramah dan lembutkah saya? Jangan menyuruh orang lain kalau belum menyuruh diri sendiri, jangan melarang orang lain sebelum melarang diri. Orang yang tidak cocok antara perbuatan dan perkataan akan runtuh wibawanya.
Guru, ibu, bapak atau pemimpin akan runtuh wibawanya kalau tidak cocok. Siapapun kalau tidak serius menjadi contoh akan jatuh wibawanya.
Ada seorang yang mengajarkan ilmu di Daarut Tauhiid mengatakan bahwa visual itu mengambil bagian 50-60 persen, sedang vokal hanya beberapa persen sisanya adalah verbal. Kata-kata seperti ini kecil pengaruhnya, yang berpengaruh itu adalah visual kita. Contohnya nada bicara dalam berkata-kata. Tetapi jika tidak berkata-katapun akan jadi masalah. Jadi kalau kita berangan-angan ingin jadi pemimpin jangan memikirkan bawahan, pikirkan saja diri kita dulu. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi Mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri adalah omong kosong. Misalnya ketika sedang rapat kita sombong, berapa banyak potensi yang tidak bisa keluar hanya karena pemimpinannya sombong. Rapat yang dipimpin dengan emosional akan banyak potensi solusi yang tidak dapat keluar karena pemimpinnya emosional.


 Makanya seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menjadi contoh atau suri tauladan, modalnya harus yakin dengan kebenaran contoh tersebut; karena kalau kita tidak yakin atau ragu-ragu kita tidak dapat menjadi contoh. Hanya orang yang berpengetahuan luas yakin akan ilmunya yang berhasil menjadi contoh.
Ingatlah rumus 5 S (senyum, salam sapa, santun, sopan).Khusus untuk pelajaran senyum, ternyata jika kita makin tahu ilmu senyum makin nikmat senyum itu. Senyum itu bisa dilihat dari mata. Senyum yang asli, mata itu sedikit redup, karena kalau melotot tidak jadi senyumnya. Ternyata untuk senyum itu memerlukan 14 otot yang aktif sedangkan untuk cemberut bisa sampai 32 otot. Akibatnya energi cemberut itu lebih banyak daripada energi senyum. Senyum itu bisa kalau dalam hatinya rindu membahagiakan orang lain. Kalau orang kita ajak senyum maka akan terbawa senyum. Orang yang marah dihadapi dengan senyum insya Allah akan reda. Semakin lengkap ilmu tentang senyum akan makin nikmat senyum kita. Maka orang-orang yang akan menjadi contoh yang baik adalah orang yang yakin akan kebenaran yang dicontohkannya itu. Orang yang kurang ilmu akan sulit menjadi Contoh.
Hal yang kedua adalah; orang itu dapat menjadi contoh kalau ia sudah mengamalkannya, kalau tidak mengamalkannya tidak akan ada ruhnya. Orang yang sibuk memberi contoh tetapi orang itu belum menikmatinya akan menjadi susah.
Nabi Muhammad SAW menyuruh sedekah, ditandai dengan setiap orang yang meminta tidak akan ditolaknya. Sedangkan kita menyuruh bersedekah, dalam bersedekah harus berfikir- fikir terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW menyuruh untuk hidup bersahaja dengan rumahnya yang sederhana. Apa yang diucapkan sama dengan yang diperbuat
Dalilnya adalah; "Amat besar kemurkaan Allah apabila ada yang berkata- kata apa yang tidak diperbuatnya".
Hal ketiga adalah; kalau ingin menyuruh/menjadi contoh itu harus sabar, karena sabar itu indah. Karena menyuruh orang lain itu tidak seperti membalikkan tangan. Pemimpin yang tidak punya kesabaran tidak akan dapat memimpin dengan baik. Makanya kalau punya anak harus sabar. Membalikkan hati anak, bukan tugas kita tetapi Allahlah yang melakukannya. Tugas kita adalah meberikan contoh.
Kalau belum menurut sekarang, mungkin besok. Kalau pemimpin tidak punya kesabaran tidak akan efektif.
Hal yang keempat adalah; harus ikhlas, ciri orang yang ikhlas itu adalah jarang kecewa. Orang yang ikhlas itu dipuji/dicaci sama saja. Kalau kita bertambah semangat ketika dipuji, dan patah semangat karena dicaci,


tidak melakukan karena tidak ada yang memuji itu namanya kurang ikhlas. Kita hanya melakukan saja, mau dipuji atau tidak silakan saja, Allah Maha Melihat. Makanya terus memberi contoh sambil terus berharap diterima Allah amalan kita. Dengan kombinasi keyakinan, yang kita contohkan menjadi bagian dari diri kita, kesabaran yang prima, dan keikhlasan Hati itu tidak bisa disentuh kecuali oleh hati juga.
Kalau sudah diberi contoh dan tidak ada yang mengikuti, tidak apa-apa karena tidak akan habis pahalanya jika tidak ada yang mengikuti.
Dalilnya: "Sekecil apapun perbuatan kembali kepada kita". Lakukan saja. Dan tidak boleh ujub, misalnya; ketika kita sukses dalam memberi contoh, jangan ujub, karena orang lain berubah belum tentu karena contoh kita. Ketika kita memberi contoh di rumah, tetangga mengikuti, orang lain mengikuti, kita tidak boleh ujub karena akan hilang pahalanya.
Jangan pernah merasa berjasa. Jangan merasa sudah merubah orang lain, karena yang membolakbalikkan hati adalah hanya Allah. Kalau kita sudah beramal sebaiknya dilupakan saja. Piala sebesar apapun akan kecil artinya, yang paling berharga adalah keikhlasan. Apalah artinya jika kita medapat piala yang akan membuat kita jadi riya. Tingkatkan diri kita menjadi contoh mulai dari wajah yang senyum, jadikan contoh, sapa kepada siapapun, ucapan salam. Lakukan apa yang kita inginkan orang lain lakukan, baca Qur'an. Kalau ingin anak-anak kurang menonton TV kita harus mencontohkan terlebih dahulu.
Rahasia kekuatan pemimpin adalah suri tauladan. Sebagai contoh, mengapa P4 gagal diterapkan di Indonesia?
Sederhanya sekali jawabannya, yaitu tidak ada contohnya. Kita jadi bingung karena tidak ada yang paling paham tentang P4. Rasulullah SAW adalah suri tauladan. Ketika Rasul mengajak jihad, beliau langsung ada di barisan paling depan. Bahkan Imam Ali mengatakan kalau pertempuran sudah berkecamuk begitu dashyat maka kami berlindung di balik Rasul. Beliau itu bertempur paling depan, bersedekah seperti angin dan hidup bersahaja. Ketika Rasul menyuruh bertahajud, kakinya sampai bengkak. Ketika Rasul menyuruh shaum perutnya sampai diganjal dengan batu. Ketika Rasul menyuruh orang berakhlak mulia, beliaulah yang akhlaknya paling mulia. Apapun yang beliau katakan kepada umatnya, pasti beliau lakukan. Itulah sebabnya ribuan tahun sampai kini, ribuan kilometer jaraknya, masih tetap kuat pengaruhnya. Kepemimpinan itu adalah pengaruh. Siapa yang pengaruhnya paling kuat dialah yang kepemimpinannya paling kuat. Jika kita ingin menyelamatkan orang lain harus terlebih dahulu menyelamatkan diri. Bagaimana mungkin menyelamatkan orang lain, kalu diri tidak selamat. Selamatkan diri kita agar punya kemampuan menyelamatkan orang lain. Kita tidak akan dapat menolong orang lain kalau kitanya rusak.


Rahasia lainnya, pemimpin dalam Islam itu adalah pelayan umat. Jadi kalau diilustrasikan lewat piramida, piramidanya seperti piramida terbalik, dan pemimpin adalah yang di bawah. Maka siapapun yang menjadi pemimpin, dia harus mengeluarkan pengorbanan yang paling besar dibanding dengan orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus berpikir keras, sekuat-kuatnya untuk memajukan orang yang dipimpinnya. Ini baru pemimpin sukses.
Seorang guru yang baik adalah yang membuat murid-muridnya pintar, kalau tidak guru tersebut dianggap tidak bisa mengajar. Orang tua yang sukses adalah orang tua yang mengeksploitir dirinya supaya anaknya lebih baik dari dirinya. Ibu dan Bapak masing-masing memiliki pengalaman dan masa lalu kemudian menikah, ini akan lebih bagus tentunya. Bayangkan: dua potensi, kapasitas, ilmu dan masa lalu bersatu menjadi anak, seharusnya anak ini menjadi brilian tetapi kadang-kandang kita terlalu sibuk masalah kantor, masalah uang akibatnya anak jadi gagal.
Pemimpin yang sukses adalah yang selalu berpikir menjadi manfaat yang paling besar bagi orang lain.
Hal yang pertama adalah bagaimana orang yang kita pimpin jadi ahli ibadah. Sebab kalau yang kita pimpin jauh dari Allah, siapa lagi yang akan menolong. Misal kita punya toko, kita harus berjuang agar karyawan yang ada jadi dekat dengan Allah, sebab kalau mereka dekat dengan Allah, Allah pasti akan menolong. Seorang suami harus berpikir sekuat- kuatnya agar istri dan anak dekat dengan Allah, sebab bisa saja kita tiba-tiba mati. Tetapi kalau dia dekat dengan Allah, Allahlah yang melindungi Perlindungan ini jauh dari jangkauan manusia. Seorang suami itu bukan pemberi rezeki, suami itu sama-sama adalah pemakan rezeki. Jadi ini penting sekali untuk meningkatkan ibadah, sebab pemimpin bukan pemberi uang, pemimpin bukan penolong. Allahlah yang menolong. Kalau yang memimpin durhaka kita yang mengikuti akan ketiban pulungnya. Maka pemimpin yang baik harus berpikir keras bagaimana pengikutnya mendapat ilmu agama, atau dimotivasi untuk ibadah dan sinergi dengan doa.
Kalau kita memimpin toko dengan sepuluh orang karyawan. Semuanya ahli tahajud, shaum, baca Qur'an bayangkan apa yang akan diberikan Allah kepada mereka. Jika kita punya pabrik 1000 orang, bikinlah sistem yang membuat orang bisa shalat berjamaah, bisa shalat tahajud dengan tahajud call. Buat supaya dapat baca Qur'an satu hari satu juz, bisa diharapkan sebulan khatam Al-Qur'an. Selesai kerja keras sinergikan dengan doa di malam hari. Doa ini adalah fasilitas senjata yang jarang kita gunakan belakang ini. Pemimpin harus selalu memperhatikan kualitas ibadah yang dipimpinnya. Tanpa ibadah yang bagus akhlak tidak akan bagus pula
Hal yang kedua adalah pemimpin baik yang akan sukses adalah yang berpikir keras bagaimana orang-orang yang dipimpinnya bisa menjadi khalifah di dunia ini, pandai, professional dan kerjanya bagus. Dia korbankan dirinya supaya orang-orang disekelilingnya bertambah pintar. Kebahagiaan kita itu adalah ketika melihat orang lain sukses. Orang yang mengikuti kita jadi pintar karena Allah yang membuatnya pintar, bukan karena kita.


 Kita beruntung karena terpilih jadi jalannya yaitu belajar kepada kita, bisa saja Allah menggerakkannya belajar kepada orang lain, dan orang lain yang mendapatkan pahalanya.
Kita harus sekuat tenaga membuat orang-orang di sekitar kita pintar, kalau bawahan selalu meminta nasihat dan saran kepada kita. Berarti kita tidak akan maju. Dan kita akan membuat mereka tergantung. Kita sebagai pemimpin harus punya banyak waktu untuk belajar, harus banyak waktu untuk mengup-grade, memperbaiki diri kita, maka berikan ilmu agar mereka maju.
Pimpinan harus berhasil mencari masalah, dia berhasil merumuskan penyelesaian masalah, dan dia berhasil melakukan apa yang dia rumuskan.
Pemimpin selalu membuat orang-orang disekitarnya pintar selalu menemukan masalah, bisa mencari solusinya. Kita jangan sok pintar mencari solusi sendiri. Jadi bukan pemimpin yang baik jika segalanya dikerjakan sendirian. Akan capai nantinya,pemimpin adalah yang dapat membuat orang bangkit rasa percaya dirinya.
Hal yang ketiga adalah; setiap orang yang kita pimpin dia harus punya kemampuan dakwah, pemimpin yang baik adalah dia harus berfikir bagaimana murid-murid bisa dakwah, anak, istri bisa dakwah. Suplailah ilmu, wawasan Dimanapun kamu berada harus menjadi figur contoh, dakwahkan islam dengan baik. Misalkan kita punya pabrik dengan 1000 karyawan jadinya akan ada 1000 mubaligh. Akibatnya karena kita jadi pemimpin, orang-orang jadi dekat dengan Allah, jadi profesional, orang-orang semuanya jadi agent of change yang menyebarkan perubahan kepada masyarakatnya, itulah pemimpin sejati, dan itulah yang dilakukan Rasul. Para sahabatnya semua jadi ahli ibadah yang tangguh, jadi pemimpin yang jagoan, profesional dan menyebar menjadi sarana kemuliaan dan martabat bagi umat, inilah pemimpin yang dibutuhkan.
Andaikata presiden di suatu negara seperti ini menjadi suri tauladan, setiap patah katanya, perbuatannya, ibadahnya, profesionalismenya dan ia adalah orang yang benar-benar mengeksploitir dirinya agar rakyatnya menjadi ahli ibadah semuanya. Andaikata sebelum rapat kabinet harus dibacakan ayat-ayat Al-Quran, dan prasyarat jadi calon menteri adalah harus hafal minimal lima juz. Menteri-menteri yang dipilih adalah yang paling kuat ibadahnya, paling profesional dan figur dirinya menjadi suri tauladan. Kehidupannya harus zuhud. Impian ini dapat menjadi kenyataan dengan gampang saja jika Allah menghendaki. Mulainya adalah dari diri masing-masing. Targetnya cuma diri dan rumah terlebih dahulu. Apa artinya kantor sukses kalau rumah hancur.
Biasanya jatuhnya pemimpin berawal dari rumahnya. Janganlah memikirkan negara yang besar, coba pikirkan negara mini kita dahulu yaitu tubuh kita ini. Kemudian baru mulai membenahi kerajaan rumah kita.
Bonusnya adalah "Barangsiapa yang banyak bertobat, maka Allah akan menghilangkan segala kesedihan hati,


melapangkan segala urusan dan Allah akan memberikan rezeki dari tempat yang tidak diduga- duga." Ini akan menjadi penambah semangat bagi kita semua.

Walhamdulillahirrobil'alamin


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/teori-kepemimpinan-aa-gym/10150100236141042

Bahagia di Tengah Ketidakbahagiaan


Ada Syair untuk Sahabat-Sahabat RKI:
♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bahagialah Hidup tanpa membenci,
Bahagialah Hidup dengan Cinta kasih.
Bahagialah Hidup yang penuh harmonis.
Bahagia jugalah saat kita tidak berbahagia…


Karena begitu ketidakbahagiaan muncul,
sesungguhnya bahagia tidak pernah meninggalkan kita.
Tinggal mengubah pola pikir dan cara pandang kita,
bahagia kembali menjadi milik kita.
Dan Bertambahlah kebijaksanaan dari pengalaman yang ada.
karena ada ketidakbahagiaan, maka kita baru bisa menghargai kebahagiaan.

Bagaimana kita bisa mengubah pola pikir dan cara pandang kita? ini yang perlu mendapat perhatian dari kita semua.
Pada saat hal yang tidak menyenangkan, kekesalan dan emosi datang pada kita, sesungguhnya gejolak dan permainan perasaan begitu hebatnya. Menggoncang kesadaran kita, menggoncang harga diri dan ego kita. dalam hitungan seketika saja, kita menjadi tidak mood, menjadi bete, dan terasa sekali perubahan raut wajah, hilang nya senyum dari wajah yang tadinya manis, denyut nadi yang terus beretak tak teratur, membuat satu hari terasa sangat panjang dan kacau balau.
Membuat kita mau tidak mau, sadar tidak sadar untuk merenungi, bahwa ‘hal’ ini TIDAK BAIK, TIDAK BERMANFAAT, MERUGIKAN diri sendiri dan orang lain. memang SUSAH untuk mengendalikannya, tetapi yakinlah ada satu sisi PUTIH manusia yang bila “SUARA”nya di dengar akan dapat menaklukan suasana PERANG dalam hati.
Suara si PUTIH akan berkata: “Sudahlah… Capeee… apa nggak capeee marah-marah sendiri, orang yang dimarahinya juga tidak tahu apa-apa kok” “sudahlah….capeeee, yang cape hati dan pikiranmu!” sudah cukup bermain-main dengan sesuatu yang hanya membuat kita cepat tua, mendekati bahaya, serangan jantung, stroke semakin mendekat” “sudahlah… lupakan semua, jangan lagi berperang dengan ketidakpastian dan ketidakjelasan sifat dan karakter orang lain! Perhatikan sifat dan karakter sendiri, juga sama saja tidak jauh-jauh beda dengan orang lain, seharusnya kita memperbaiki diri sendiri dan menunjukan perubahan ini kepada orang lain sebelum kita menginginkan orang lain berubah untuk kita”
Mengapa suara itu nyaris tidak terdengar oleh kita? Karena kita terlalu banyak mendengar suara si HITAM yang memang senang atau tidak senang suaranya jauh lebih besar dan jauh lebih berperan dari pada si PUTIH, Sebaliknya suara si PUTIH butuh kesadaran kita untuk mendengarkannya, karena suara itu begitu halus, lembut dan nyaris tak terdengar.


Hanya hati yang sedang tenang baru bisa mendengarkannya. maka pada saat emosi muncul, cara tercepat adalah keluarkan emosi itu segera, Bicaralah dengan Dinding yang akan setia mendengarkanmu (tapi hati-hati dengan tembok yang bertelinga…) Guyurlah kepala yang sedang panas dengan air dingin, duduklah dan merenunglah, mulai untuk menjadi pendengar yang baik, maka akan ada pertarungan HITAM dan PUTIH, pertajam pendengaran kita dan amati suara si PUTIH. Maka keindahan itu ada disana. Jawaban dari persoalan hidup ada disana. Kebijaksaanan juga ada disana.

Bahagialah saat ketidakbahagiaan itu datang, karena kita akan semakin dewasa, kita dapat semakin bijaksana, belajar mengatasi masalah yang datang dalam diri sendiri, belajar mengatasi semuanya sendiri, dan mengembangkan potensi “pencerahan” di hati.


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/bahagia-di-tengah-ketidakbahagiaan/10150099802981042

Egoisme di Sekitar Kita


*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥ 
Saat ini cenderung kita lebih mengedepankan ego pribadi. Melihat orang dalam berkendara yang ingin menang sendiri, melihat pemimpin mementingkan kepentingan pribadi, budaya antri sudah semakin berkurang. Saat gotong royong dan toleransi sudah memudar. Dalam perenungan pun kita masih kerap mencoba memikirkan tentang egoisme. mengapa orang cenderung mendahulukan egonya?
Egoisme manusia yang mementingkan kenyamanan diri kadang melupakan kondisi lingkungan. Egoisme adalah suatu tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri.


Karena itu, satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Manusia pada dasarnya egois, mementingkan diri sendiri. Egoisme merupakan suatu kejahatan dan dipandang sebagai pelanggaran moral karena ia selalu mengabaikan kepentingan orang lain. Egoisme membuat manusia jauh dari kebenaran dan menyimpang dari petunjuk Tuhan. Egoisme, dengan demikian, dapat dipandang sebagai penjara (belenggu) bagi manusia.
Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis. Yaitu, kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang vulgar. Lalu yang baik secara moral disamakan begitu saja dengan kesenangan atau kenikamatan.
Karena itu, tindakan yang baik secara moral diartikan sebagai tindakan yang bertujuan mendatangkan kenikmatan dan menghindari penderitaan. Akibatnya dengan segala macam cara orang yang menganut etika ini berusaha untuk memperoleh kenikmatan bagi dirinya dan menghindari hal-hal yang tidak mengenakkan.
Pernahkah Anda merasakan kegelisahan hati dan jiwa? Seperti, Anda tidak tahu apa yang harus Anda kerjakan, sedangkan pekerjaan sebenarnya menumpuk dihadapan Anda?
Pernahkah Anda merasakan beban hidup yang terasa berat dan menumpuk dipundak Anda, sedangkan Anda merasakan tidak tahu harus dari mana menguranginya?
Pernahkah Anda merasakan tekanan dan himpitan ekonomi yang menghadang setiap langkah kehidupan Anda, tubuh Anda terasa lunglai, tidak tahu harus melangkah kemana?
Pernahkan Anda merasakan kegelisahan hati yang mendalam, tubuh bergetar dan semuanya menjadi serba tak berarturan dan serba salah? Kalau hal itu menimpa Anda, berarti Anda dalam kegelapan cahaya hati karena diliputi egoisme diri yang sangat tinggi.
Lalu bagaimana cara mengendalikan ego kita. Tanggalkan pakaian kesombongan hati dengan sikap rendah hati. Tidak ada yang pantas disombongkan manusia dalam hidup ini. Tanggalkan pakaian dengki dan gantikan dengan cinta dan kasih sayang. Tanggalkan pakaian takabur dan gantikan dengan kesadaran diri sebagai hamba dan abdi Tuhan semata.
Buanglah pakain prasangka negatif dengan mengembangkan sikap positif dalam setiap langkah kaki kedepan. Hindarilah prinsip hidup yang salah dengan kembali dalam kejernihan jati diri yang bersumber dari hati.
Kalau anda menginginkan yang baik, buatlah diri anda jadi lebih baik. Jika anda ingin meraih cita-cita, buatlah diri anda menjadi ideal.


Anda ingin punya teman yang lebih baik, buatlah diri anda menjadi teman yang lebih baik.
Jika anda ingin bekerjasama dengan orang yang mempunyai nilai, jadikan diri anda sendiri lebih bernilai. Kalau anda ingin berurusan dengan orang yang kompromis, buatlah diri anda menjadi lebih kompromis. Kalau anda ingin memasuki berbagai kondisi dan keadaan yang lebih menyenangkan, buatlah diri anda sendiri menjadi lebih menyenangkan.
Jika anda ingin dicintai pasangan hidup anda, buatlah diri anda menjadi orang yang mencintainya lebih. Mungkin anda akan bertemu dengan orang-orang yang sulit dimengerti, namun tetap berikanlah diri anda yang terbaik, meski itupun tidak akan pernah memuaskan semua orang.
Kesuksesan dan keagungan dalam hidup tidak akan dapat diraih hanya dari potensi fisik dan kecerdasan akal pikiran. Lebih dari itu diperlukan kecerdasan hati dan kemampuan menemukan cahaya hati yang bersumber dari pengendalian Ego Pribadi. Dan dengan meninggalkan egoisme diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Jadi maukah kita melepas Topeng Egoisme pribadi kita?


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/egoisme-di-sekitar-kita/10150098267806042

Siapkan kacamu :)


Sudahkah hari ini engkau menyiapkan kaca? Mengelapnya dengan sedemikian rupa hingga mengkilap agar tidak berdebu dan tak terlihat kusam dan buram? Mematut dirimu di depannya?[ ] Lho, emangnya mau pergi ke mana? Bukan, bukan itu maksudku, tetapi kaca masa. Ya kaca waktu, melihat dirim, kepribadian kita di situ, pada penutup tahun kali ini.[ ] Tak terasa waktu telah bergitu cepat. Sebentar lagi pergantian tahun. Dari 2010 ke 2011. [ ] Lantas, apa yang telah kita rencanakan? Apa kita tetap menjalani hari-hari seperti biasa saja? Tak ada rencana peningkatan kualitas baik secara spiritual atau non spiritual? [ ] Seyogyanya sejenak kita merenung. Bertafakkur atas segala apa yang kita lakukan dalam tempo setahun ini. Menimbang, menghitung, mengkalkulasi banyak mana antara negatif dan positif. Baik dalam kehidupan duniawi kita dan kehidupan ukhrowi kita nanti.[ ] Tentu saja hal itu untuk perbaikan, untuk menjadi lebih baik di tahun yang baru ini. Tidak sekedar melewatinya dengan hal yang relatif sama. Sebab muslim yang baik adalah muslim yang selalu terobsesi dan termotivasi untuk menjadikan hari ini, dan hari depannya lebih baik dari hari kemarin.[ ] Muslim yang baik adalah muslim yang selalu berusaha melakukan pembenahan diri. Itulah muslim yang beruntung, muslim yang bisa menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin.[ ] Adapun muslim yang harinya relatif sama dengan hari-harinya yang kemarin, adalah muslim yang tertipu. Yang terpedaya dan dimainkan waktu.[ ] Sedang muslim yang harinya lebih buruk dari pada hari-harinya lalu, semakin hari semakin negatif, adalah muslim yang sangat merugi.


Sebagaimana deskripsi dalam hadits.[ ] Wal ashr. Demi Masa... Muslim yang baik adalah muslim yang bisa memanfaatkan waktunya untuk segala hal yang memiliki nilai akhirat. Menata niat, memanage hati dengan baik, dan mempunyai etos kerja yang selalu bernilai ibadah. Melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai khalifah di muka bumi.[ ] Ada baiknya jika sejenak hari ini kita merenungi semuanya, apa yang telah kita lakukan setahun ini, membuka kembali lembaran dan catatan dari Diary kita masing-masing.[ ] Sebab orang yang cerdas, adalah yang mampu mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, dan mengambil nasehat dari apa yang didengarnya.
[ ] Lagi pula, seorang mu'min, tak tersengat dua kali dari lubang yang sama.@ @ @[ ] Menyambut tahun baru dengan optimis. Itu yang harus kita lakukan. Memang semestinya hal ini adalah setiap waktu, namun pembukaan tahun adalah momentum yang pas. Daripada kita merayakannya dengan hal yang tak perlu dan menghambur waktu.[ ] Maka, pembukaan tahun hijriyyah, relatif jauh lebih tenang dan sakral daripada masehi (di samping faktor utama orang islam masa kini tak tahu masuknya tahun baru ini, menyedihkan).[ ] Lalu, sudahkah kita menyiapkan coretan-coretan rancangan buat hari-hari ke depan di tahun yang baru? Setidak-tidaknya harus ada getaran di hati kita, untuk menjadikan tahun yang baru lebih baik dari tahun ini. Minimal.[ ] Akhir catatan, luangkan waktu sejenak untuk muhasabah. Sungguh :-)[ ] [ ] [ ] catatan sahabat : Awy' Ameer Qolawun-Full


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/siapkan-kacamu-/10150099730171042