Mengenai Saya

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia
Uhibbuka Fillah...

Laman

Senin, 15 November 2010

Buah dari Kejujuran dan Ketakwaan


Kisah indah percintaan seorang Tabi’in mulia, namanya Mubarak.

Dulu Mubarak adalah seorang budak. Tuannya memerdekakannya karena keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka Mubarak bekerja sebagai penjaga kebun pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas.

Suatu hari pemilik kebun itu memerintahkan Mubarak untuk memetikan buah delima yang manis dan masak.

Mubarak bergegas ke kebun untuk memetikan beberapa buah dan segera membawanya pada Tuannya. Majikannya mencoba delima itu satu per satu, namun tak satupun dari buah delima yang di petik oleh Mubarak terasa manis dan masak.

Pemilik kebun itu menjadi gusar dan berkata, “apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan belum masak, yang manis dan yang kecut?”

Mubarak berkata, “maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya bisa merasakan yang manis dan yang kecut?”

Pemilik kebun marah karena merasa dipermainkan dan berkata, “sekian tahun kerja disini dan menjaga kebun delima yang luas dan telah berpuluh kali panen ini dan kau bilang belum pernah merasakan delima!”

Mubarak berkata, “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah mencicipi satu butir buah delima pun. Bukankah Anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk mencicipinya?”




Pemilik kebun tersentak mendengar ucapan Mubarak, ia lalu pergi bertanya pada teman-teman dan tetangga di sekitaranya, tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-teman dan tetangga nya mengakui kejujuran Mubarak.

Kejadian itu membuat hati sang pemilik kebun kagum dengan kejujuran Mubarak. Untuk meyakinkan dirinya, sekali lagi ia memanggil Mubarak dan meminta Mubarak memberikan alasan yang bisa ia terima.

Saat pertama kali aku datang untuk bekerja Tuan mengatakan tugas ku hanya menjaga, itu akadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima. Selama ini aku hanya menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Meskipun delima itu jatuh ke tanah. Sebab itu bukan milik ku, tidak halal bagiku. Kecuali pemiliknya mengizinkan aku untuk memakannya.

Pemilik kebun sangat terharu mendengar jawaban Mubarak dan kemudian berkata, “Mubarak aku memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku harus mengawinkan dengan siapa?”

Mubarak menjawab: ‘Orang-orang Yahudi mengawinkan anaknya dengan seseorang karena harta, Orang Nasrani karena keindahannya, Orang Arab karena nasab dan keturunannya. Sedangkan orang muslim mengawinkan anaknya pada seseorang karena Iman dan Takwanya. Anda tinggal memilih golongan yang mana? Dan kawinkanlah putrimu dengan orang yang kau anggap satu golongan dengan mu.’

Pemilik kebun berkata,’tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.’

Akhirnya pemilik kebun itu mengawinkan putrinya yang cantik, cerdas, salehah dengan Mubarak
Dengan kejujuran dan ketakwaan Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah S.W.T. Ia hidup dalam Surga Cinta.

Subhanallah..? Sungguh-sungguh Maha Suci Engkau Ya Allah.
http://www.facebook.com/notes/renungan-dakwah-islam/buah-dari-kejujuran-dan-ketakwaan/113866998664206

*** Sakaratul Maut ***


Kita semua tahu bahwa setelah kehidupan pasti ada kematian.
Kehidupan ditandai dengan kelahiran, yang biasanya diiringi dengan kesenangan, bahkan diperingati setiap tahun.
Sebaliknya, kematian akan menimbulkan duka. Sebisa mungkin kita akan berusaha untuk menunda kematian.
Kematian selalu ditakuti oleh setiap orang, termasuk kematian yang menimpa sanak keluarga, dan teman-teman yang dicintai.
Kematian akan membuat kita takut, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi sesudahnya.

Kitapun bertanya :
“Akankan kematian disusul dengan neraka, setelah jasad mengurai dan mengembalikan unsur-unsur pembentuk tubuh kita menjadi tanah … ?”
“Dan apakah kematian akan menjadi akhir dari seluruh riwayat manusia … ?”
Kematian dianggap menakutkan, sebab ia berarti perpisahan yang memisahkan kita dari orang-orang dan hal-hal yang kita cintai.
Pernahkah Anda menyaksikan sakratulmaut orang-orang yang Anda cintai, dan orang-orang terdekat Anda … ?
Perhatikan wajahnya, keningnya, gerakan-gerakan tubuhnya,dan mimiknya saat dia meregang nyawa. Perhatikan dengan jelas peristiwa itu, lalu bayangkan bagaimana jika Anda yang tergeletak, menanti saat-saat malaikat Maut mencabut dengan paksa ruh suci yang bersemayam di dalam tubuh Anda.
Bayangkan jika Anda termasuk golongan yang merintih kesakitan, atau tubuh Anda bergoyang-goyang tak karuan pada saat sakratulmaut. Tentu setiap orang yang menyaksikan peristiwa itu di dalam hatinya bertanya kemana dan dimana tempat Anda di alam barzah (kubur).


Bersyukurlah, karena Anda belum ditakdirkan untuk dijemput oleh Malaikat Maut.

Pernahkan Anda menatap wajah Anda di cermin dengan seksama … ?
Jika Anda termasuk orang yang bersyukur pada Allah SWT, pasti Anda dapat mengikuti perubahan yang terjadi pada wajah Anda. Baik gumpalan yang mulai menebal dibawah mata Anda, pipi Anda yang mulai turun, rambut yang mulai menipis, uban yang bersemi di rambut Anda. Dan semua itu baru disadari pada saat menatap wajah Anda di cermin.

Kita sering tidak menyadari bahwa usia semakin lanjut, anak-anak beranjak dewasa, istri atau suami telah menjadi seorang nenek dan kakek, para sahabat satu persatu telah berpulang dipanggil Sang Khalik. Dan Anda akan merasakan betapa sepinya hidup Anda, betapa sendirinya Anda di dunia yang sesak ini.
Itulah sebagian peringatan yang diberikan Allah kepada kita.
Sungguh kita telah terlena sehingga mengabaikan peringatan dari Allah berupa rambut yang mulai beruban, tubuh yang mulai sakit-sakitan, dan munculnya sifat pelupa.
Orang yang bijaksana menyadari bahwa itulah tanda-tanda kita akan dijemput oleh Malaikat Maut. Kemudian dia mempersiapkan bekal yang cukup agar memperoleh rahmat serta ridha-Nya.

Kehidupan ini adalah kesempatan, dan jadikanlah persiapan .

*** Taubatnya Malik Bin Dinar ***


Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan :
Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.
Aku sangat mencintainya. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.
Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta’ala -lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.
Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku.


Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal.

Kembalilah aku menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.”
Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi ...

Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat. Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil :
“Fulan ibn Fulan, kemari … Mari menghadap al-Jabbar …”.
Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan. Sampai aku mendengar seorang penyeru memanggil namaku: “Mari menghadap al-Jabbar …!”

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah.

Akupun berkata : “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!”

Dia menjawab : “Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat …!”

Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api berada dihadapanku.

Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api …?”

Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku”

Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat …!”

Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak:
“Wahai Fathimah tolonglah ayahmu ... tolonglah ayahmu …!”



Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya, sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.

Dia berkata kepadaku: “Wahai ayah, “belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid:16)

Maka kukatakan: “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu.”

Dia berkata: “Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat …? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”

Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak:
“Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku ..."
“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah”
Kemudian aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid: 16)

Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi’in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Illahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya …? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka”

Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid sambil berseru:
“Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu …!
Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu …!
Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu …! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari ...
Dia berfirman kepadamu: “Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa.


Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”

Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas

Amin ya Rabbal Alamin.

Gambarab - gambaran Hidup Manusia Setelah Meninggal Dunia


Sahabat Ma'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah SAW, " Ya Rasulullah...terangkan kepadaku tentang makna firman Allah "ketika ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok". Lalu menangislah Rasulullah SAW. Cucuran air matanya membasahi pakaiannya. Engkau telah menanyakan sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam 12 kelompok-kelompok Tabiat.

1. Kelompok pertama : Dibangkitkan tanpa kaki dan tangan, seraya terdengar suara dari sisiNya,
"Mereka adalah orang-orang yang Mengganggu Tetangganya. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya".

2. Kelompok kedua : Dibangkitkan dalam bentuk babi, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah balasan bagi orang-orang yang bermalas-malasan melakukan Sholat dan nerakalah tempatnya".

3. Kelompok ketiga : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan perutnya besar menggunung yang dipenuhi ular dan kalajengking, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran orang-orang yang menahan Zakat dan nerakalah tempatnya".

4. Kelompok keempat : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan darah mengalir dari mulut, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang Berdusta dalam Perkara Jual Beli dan nerakalah tempatnya".

5. Kelompok kelima : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan bau busuk, lebih busuk dari bau bangkai. seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang melakukan Maksiat (perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat islam) secara sembunyi karena takut terlihat orang tapi tidak takut dari pengawasan Allah dan nerakalah tempatnya".

6. Kelompok keenam : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan Terputus Lehernya, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memberikan kesaksian Palsu dan nerakalah tempatnya".

7. kelompok ketujuh : Dibangkitkan dari kuburnya tanpa memiliki lidah dan dari mulutnya keluar darah dan nanah. Seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang tidak mau memberikan Kesaksian dan nerakalah tempatnya".

8. Kelompok kedelapan : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tertunduk dan kedua kakinya berada diatas kepala, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang suka melakukan Zina dan terlanjur mati sebelum bertobat dan nerakalah tempatnya".

9. Kelompok kesembilan : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah Hitam dan Matanya Biru serta Perutnya penuh Api, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memakan harta dan merampas hak anak-anak Yatim secara Zalim dan nerakalah tempatnya".




10 Kelompok kesepuluh : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan Sakit Kusta dan Sopak, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang mendurhakai Orang Tuanya nerakalah tempatnya".

11. Kelompok kesebelas : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan Buta Hati, buta mata. Giginya seperti tanduk kerbau. Bibir dan lidahnya bergelantungan mencapai dada, perut dan paha. Dan dari perutnya keluar kotoran. Seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang meminum khamr (yang memabukan/alkohol) dan nerakalah tempatnya".

12. Kelompok kedua belas : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan wajah bercahaya, seperti bulan Purnama. Melewati Shirath Al-Mustaqim secepat kilat menyambar angin. Seraya terdengar suara dari sisiNya "Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal sholeh kebajikan. Menjauhi segala kemaksiatan. Rajin memenuhi panggilan sholat dan mati setelah bertobat. Maka ganjaran mereka adalah Pengampunan, Rahmat, dan Ridho serta Surga dari ALLAH SWT".

"Ya Alllah,,, masukanlah hamba-MU ini ke dalam golongan orang-orang yang selalu beriman kepadaMu ya Allah,,, jauhkan panas api neraka dari kami ya Allah....''

AMIN-AMIN YA RABBAL ALAMIN

Mengenal dan Mengendalikan Nafsu


Nafsu ,dikurniakan Allah kepada makhluk yang bernama manusia dan Allah telahpun menyediakan jalan diantaranya menuju kebaikan ataukah kejahatan. Nafsu tidak bisa kita hilangkan ataupun kita bunuh,namun mestilah kita mampu kendalikan dengan cara yang benar.Dan islam telah mendidik kita  bagaimana mengendalikan nafsu dengan benar.Melalui Islam lah Allah telah menyebar ilmu NYA,bagaimana kita mengenal,mendidik,mengawal dan membimbing nafsu,dan Allah akan memberikan kesejahteraan,di dunia,membuka pintu-pintu syurgaNya,di akhirat,bagi mereka yang mampu mendidik,dan mengendalikan nafsunya.
Nafsu dijadikan bertujuan untuk mengawal diri manusia,dari ujian,serangan,tapi bukan untuk menyerang. Dengan nafsu juga manusia akan berlomba dan bersaing dalam mencapai kejayaan dirinya,namun yang menjadi isu ialah apabila nafsu itu sudah melampaui batas dan sukar dikendalikan, perkara inilah yang mengakibatkan seorang manusia selalu terjebak dalam perangkap syaitan,karena memperturuti hawanafsunya sehingga tidak pernah puas,dan akhirnya membawa binasa,karena Allah  mencela orang orang yang melampaui batas. Maka sudah seharusnyalah kita “melihat”kedalam diri kita,intropeksi diri,apakah kita sudah mengenal kedudukan nafsu dalam diri,apakah sudah mampu mengendalikannya.Inilah yang sepatutnya untuk kita perbenah sebelum kita melayakkan diri untuk beramal ibadah ,serta memetik “buahnya” yaitu Hidayah dari Allah SWT.
Menurut para ulama,secara garis besarnya,nafsu yang terdapat pada diri manusia yang akhil balikh itu terbagi 3 tingkatan;diantaranya:
[1] NAFSU AMMARAH;
        Kedudukan Nafsu ini adalah yang paling rendah dan tercela disisi Allah SWT ,bagi mereka yang memperturutinya.Dari Nafsu amarah inilah tumbuh bibit bibit penyakit hati ,diantaranya dengki iri hati,dendam,tamak,sombong. Mereka suka mencela orang lain, memperbodohkan kelemahan orang lain dan melihat dirinya sendiri serba sempurna,akhirnya menjadi takkabur. Mereka tidak dapat tahan lagi untuk menjaga kehormatan dirinya, walaupun dia orang terkenal, akan jatuh jadi hinalah orang yang menurutkan nafsu ammarah.
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya"…” (Al-Baqarah : 10) "Sesungguhnya nafsu amarah itu sentiasa menyuruh manusia berbuat keji(mungkar) , kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Allah (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”(Qs Yusuf 53)
[2] NAFSU LAWAMMAH
    

Ialah nafsu yang selalu ragu-ragu,mengkritik diri sendiri bila berlaku suatu kejahatan dosa atas dirinya. Nafsu lawamah  lebih baik sedikit dari nafsu amarah. Orang yang sudah ada bunga kesadaran, keinsafan, dia sadar kejahatan itu berdosa dan kebaikan itu pahala, dia ingin berbuat baik, tetapi tidak tahan lama, waktu jatuh dalam kejahatan dia resah tak tentu arah, walaupun dia puas dengan kejahatan tapi hati menderita dengan kejahatan. Rasa berat untuk keluar dari kejahatan. Timbul perebutan antara nafsu dan akal, nafsu mengajak kepada kejahatan, akal mengajak kepada kebaikan.Namun terkadang melakukan suatu perbuatan tanpa pertimbangan dan niat tulus ,dan apabila terlanjur tidak berhenti menyesal,akhirnya menderita berkepanjangan. Atau tidak dapat istiqomah dalam berbuat kebaikan. Namun Nafsu Lawamah  ibarat taufik dan hidayah Allah untuk memimpinnya kembali dari kesesatan dan kesalahan kepada kebenaran dan jalan yang lurus.
[3] NAFSU MUTHMAINNAH
       Ialah nafsu yang Redha,tenang dan tenteram ,dan terbaik diantara nafsu yang disebutkan tadi, sifat orang-orang yang memiliki nafsu Muthmainnah adalah, bila dia buat amal kebajikan rasa sejuk hatinya, tenang dan puas. Selalu rasa rindu hendak buat kebajikan, mereka senantiasa menunggu waktu untuk beribadah kepada Allah. Mereka ini dikatakan penggembala matahari (senantiasa menunggu waktu beribadah)
Hati senantiasa rindu dengan Allah, bila dia baca ayat Allah yang ada kaitannya dengan Neraka, dia rasa takut, cemas. Dia takut dengan dosa, seolah-olah gunung akan menimpa kepalanya. Dia akan bersabar dengan ujian dari Allah kepada dirinya. Doanya mustajab, Allah cepat kabulkan, rezekinya terjamin, dijamin oleh Allah. Bila selalu diuji dia sabar, akhirnya ia sudah bisa redha dengan ujian dan sabar itu akhirnya berbuah, kebahagian dunia dan Akhirat.
Firman Allah; “Hai jiwa yang tenang (bernafsu muthmainah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku” [Al Fajr : 27-30]
Demikianlah diantara tingkatan nafsu yang telah disepakati para Ulama’,dan Islam menuntut agar  diri kita mampu mengendalikan hawa nafsu kita,dan bukan diri yang dikendalikan Nafsu.Dan yang paling utama untuk kita jaga,dan yang menjadi ISU BESAR pada diri kita saat  ini ialah,bermula dari menjaga nafsu amarah,karena inilah yang  akan membawa penderitaan pada diri,dan masyarakat dan sangat dibenci Allah SWT.Nafsu amarah manusia ialah apa yang dikenali sebagai kemahuannya (keinginan dirinya) yang berada pada jiwanya sendiri. Ia boleh diumpamakan seperti musuhnya yang senantiasa menunggu peluang untuk membinasakan dan menyerangnya. Sebab itu dalam satu hadis Rasulullah SAW memperingatkan bahawa peperangan kita melawan kaum kuffar itu masih dikira kecil dan mudah jika dibandingkan dengan perjuangan seseorang menentang nafsunya sendiri yang sentiasa berada bersamanya.Untuk mendidik nafsu ammarah tersebut amatlah sukar melainkan mereka yang sanggup melalui perjuangan atau mujahadah bersungguh2,


dengan bantuan rahmat dari Allah SWT. Sehubungan ini Allah berfiman bermaksud: Mereka yang berusaha dan berjuang pada jalan Kami, akan Kami tunjuki jalan-jalan Kami (Surah al-Ankabut ayat 69).Rahmat Allah senantiasa terbuka dimanapun kita berada,namun akibat penyakit dalam hatipada nafsu amarah ini,yang menjadikan  Rahmat tersebut sukar untuk menerangi hati dan fikirannya,dan ketika mendapati Rahmat janganlah berhenti dan jangan berputus asa,bahwa masih banyak lagi pintu Rahmat dibukaNYA,bagi orang yang memiliki kesungguhan untuk memperbaki diri. .
      Terkadang pula seorang  yang berada pada peringkat nafsu amarah ini  bergembira bila menerima nikmat tetapi berdukacita dan mengeluh bila tertimpa kesusahan. Firman Allah: "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah akibat kesalahan tangan mereka sendiri, lantas mereka berputus asa."(Surah Ar Rum 36).
       Marah adalah sumber kegelisahan,kebosanan,dan tergesa-gesa.Marah adalah bara api,dan api hanya boleh dipadamkan dengan air. Amal ibadat boleh jadi ‘penawar’ untuk hati daripada dikuasai perasaan benci, dendam
Baginda Rasul bersabda artinya:"Kebersihan adalah sebahagian dari iman."juga sabdanya "Wudhuk itu senjata orang mukmin" ,Sabda Rasulullah "Tiap sesuatu ada alat penyucinya dan yang menyuci hati ialah zikir kepada Allah "
      Ini menunjukkan kebersihan seorang muslim itu bukan hanya terletak pada zahirnya tetapi bathinnya pun hendaklah bersih,seperti yang diketahui wudhuk sebelum ibadah sholat adalah pembersih dan penerang diri dan wajah seorang ,dan pembersih bagi hatinya ialah mengingat akan Allah dengan Zikrillah,dan apabila amarah itu datang tiba tiba, segeralah istighfar,dan mohon padanya agar dikuatkan hati dengan Sabar.  Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya syaitan itu telah menaruh belalainya pada hati manusia, maka apabila manusia itu berzikir kepada Allah , maka mundurlah syaitan dan apabila ia lupa, maka syaitan itu menelan hatinya"
Rasulullah SAW pernah berhadapan dengan kemarahan tatkala Baginda menyaksikan bagaimana bapa saudaranya, Saidina Hamzah Abu Talib dibunuh dengan kejam dan di luar batas kemanusiaan dalam perang Uhud. Kemarahan dan perasaan dendam Baginda akhirnya dilembutkan Allah apabila turunnya ayat Al-Quran yang meminta Nabi tabah serta bersabar dengan ujian besar yang diterimanya.Allah berfirman yang bermaksud: “Kalaulah engkau bersikap kasar dan keras hati terhadap mereka tentulah mereka akan lari dari kelilingmu. Oleh itu, maafkanlah kesalahan mereka.” (Surah Ali-Imran, ayat 159)
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. mengatakan, "Jauhilah amarah, karena ia mulai dengan kegusaran dan berakhir dengan penyesalan mendalam”


      
Namun demikian, harus pula dicamkan bahwa rasa amarah bukan tak ada gunanya dan selalu berbahaya dalam semua keadaan. Pada saat-saat tertentu, terlepas juga. Namun harus digunakan secara BIJAKSANA ketika situasinya memang menuntut. Naluri ini datang pada waktu seseorang itu hendak melindungi kehidupan dan hartanya dari para perusak dan unsur-unsur kejahatan. Ketika seseorang harus melindungi keimanannya, negaranya, atau membela kemanusian secara umum, naluri kemarahan akan menjadi bagian dari semangat kepahlawanannya. Tanpa kemunculan naluri semacam ini, seseorang akan berada dalam kedudukan pengecut yang menundukkan kepalanya di hadapan berbagai penghinaan atau perlakuan buruk dari selainnya. Bila naluri kemarahan tetap berada dalam kendali naluri kebijaksanaan, niscaya ia dapat menjadi modal yang berharga bagi seseorang. Rasa amarah menjadikan seseorang mampu ikut ambil bagian dalam tugas-tugas yang sulit, seperti berjuang mempertahankan negara, menghidupkan keimanan (amar makruf nahi mungkar), serta melindungi keluarga.
 Namun sebaliknya apabila tidak dapat dikendalikan,kemarahan terus-menerus dapat mempengaruhi jiwa dan urat syaraf seseorang serta membuatnya lemah dan tak bertenaga. Karena itu, orang yang berupaya menjaga nama baik, kesehatan, dan kesalehannya harus sekuat tenaga menundukkan rasa amarahnya yang buruk, kalau tidak, ia (rasa amarah) akan merusak urat syaraf, nama baik, dan keimanan ,dan akhirnya Allah menutup hatinya .
Namun bagaimanapun tetaplah kita berikhtiar mendidik diri supaya senantiasa berlembut hati,dalam bermasyarakat jauhi sifat amarah,jadilah seorang pemurah,karena Allah akan memurahkan Rahmat bagi jiwa kita, serta mudah memaafkan orang lain.Begitulah sifat Rasulullah SAW yang berjaya menarik ramai golongan Musyrikin yang keras, sombong dan Jahil hingga akhirnya mampu dijinakkan dengan kebenaran Islam. Semoga kita bisa menjaga dan mengendalikan sifat marah dan hawa nafsu kita. Karena marah itu hanya akan membawa bencana dan murka ALLAH SWT ,dan dapat meneladani akhlaq Rasulullah SAW yaitu Akhlaqul Kharimmah,yang mendapat gelar Al Insan Kamil (Insan Utama)… amin … Semoga ALLAH menjaga kita dan keluarga kita dari fitnah kehidupan dunia, fitnah kubur dan adzab di hari kiamat kelak. Karena Allah telah membuka lebar pintu-pintu syurgaNya, bagi mereka yang mampu mengendalikannya.
taqabalAllah minaa wa minkum,subhannallah.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/mengenal-dan-mengendalikan-nafsu/497469066041

Hikmah yang Tersirat


 Anda pasti tau Kholifah Harun Ar-Rasyid. beliau adalah salah satu Kholifah dari Bani Abbasiyah yang masyhur karena kesuksesannya dalam kepemimpinan dan perluasan daerah kekuasaan Islam.
di suatu hari beliau mengalami kegundahan hati, sehingga beliau merasa tidak tenang dan bahagia. kemudian dia memanggil penasehat spiritualnya yang bernama ibnu asyiqi.
ketika penasehat tersebut datang, penasehat bertanya tentang ada perihal apa sehingga Raja Harun Ar-Rasyid memanggilnya, kemudian Raja Harun Ar-Rasyid menceritakan tentang kegundahannya.
Raja mengungkapkan bahwa beliau merasa tidak bahagia dan tenang, penasehatnya pun kaget, di dalam benaknya bagaimana mungkin seorang raja yang memiliki kekuasaan dan memiliki kekayaan yang melimpah tidak hidup bahagia dan tenang?. kemudian penasehat tersebut berkata :
Penasehat : wahai raja, saya akan memberikan nasehat kepada anda akan tetapi sebelumnya saya akan mengajukan beberapa pertanyaan, apakah anda bersedia?
Raja Harun Ar-Rasyid : aku bersedia!


Penasehat : wahai raja, andaikan anda melakukan perjalanan di tengah-tengah gurun pasir, di tengah-tengah perjalanan tersebut anda merasa lelah sekali dan merasa haus, kemudian anda mengambil perbekalan air yang anda bawa, akan tetapi perbekalan air tersebut telah habis anda minum di saat perjalanan tadi, sehingga anda sangat merasa bertambah haus. kemudian anda bertemu dengan seseorang yang membawa air, apa yang akan anda lakukan?
Raja Harun Ar-Rasyid : aku akan merebutnya!
Penasehat : bukankah perbuatan tersebut adalah larangan agama? mengambil yang bukan hak kita?
Raja Harun Ar-Rasyid : ya, engkau benar. kalau begitu aku akan membelinya!
Penasehat : jadi anda benar-benar akan membelinya?
Raja Harun Ar-Rasyid : ya!
Penasehat : jika orang tersebut meminta harga yang lebih mahal, seperti dia akan memberikan air satu gelas dengan seharga satu kerajaan yang anda miliki?
Raja Harun Ar-Rasyid : ya, aku akan bayar dengan kerajaanku. karena apalah artinya sebuah kerajaan jika aku kehausan dan menjadi tidak berdaya. aku akan membayarnya dan aku akan meminumnya sehingga aku bisa meneruskan hidupku!
Penasehat : baiklah. saya akan mengajukan pertanyaan lagi, apakah anda bersedia?
Raja Harun Ar-Rasyid : ya, aku bersedia!
Penasehat : jikalau anda sakit tidak bisa kencing, sedangkan para tabib yang anda panggil tidak ada yang bisa memberikan obat yang dapat menyembuhkan anda. tapi ada seorang tabib yang memiliki obat yang dapat menyembuhkan penyakit anda tersebut, dan obat yang dijualnya tersebut sangatlah mahal, yakni seharga kerajaan anda, apakah anda akan membayarnya?
Raja Harun Ar-Rasyid : ya, aku akan membayarnya dengan kerajaanku. apalah artinya sebuah kerajaan jika aku terus kesakitan dengan penyakitku. aku akan membayarnya dan setelah sehat aku akan meneruskan hidupku dengan kesehatanku.
Penasehat : baiklah. saya akan mengajukan pertanyaan lagi, apakah anda bersedia?
Raja Harun Ar-Rasyid : ya, aku bersedia!



Penasehat : bagaimana anda akan membayar keduanya sekaligus, padahal kerajaan anda hanya satu, anda tidak memiliki dua kerajaan, bagaimana dengan begitu?
Raja Harun Ar-Rasyid : (diam, tidak bisa menjawab)
Penasehat : wahai tuanku, dari pertanyaan-perntanyaan yang saya ajukan tadi, tidaklah ada niatan ingin mengecilkan hati tuan. saya hanya ingin mengatakan bahwa apalah artinya sebuah kerajaan dan kekuasaan dengan sebuah kesehatan dan nikmat yang diberikan oleh Allah! wahai tuanku, ada dua hal yang harus anda pahami agar anda bisa bahagia, yang pertama adalah menysukuri apa yang di anugerahkan oleh Allah kepada tuan dan yang kedua adalah dunia yang telah diciptakan oleh Allah itu semua adalah nikmat.
dari cerita di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa, apa yang ada pada diri kita itulah nikmat yang harus kita syukuri, kesehatan, akal, bernafas, melihat, mendengarkan, pakaian dan sebagainya itu merupakan nikmat Allah. akan tetapi kecenderungan manusia adalah lupa bersyukur atas apa yang telah ada pada dirinya, dia akan bersyukur ketika dia baru memperoleh apa yang ia inginkan.
pada saat puasa, apa yang berharga menurut anda ketika berpuasa?ketika anda berbuka? tentu anda akan mengatakan bahwa meminum segelas air dan memakan sepiring nasi adalah sesuatu yang sangat berharga. tidak kah anda merasa bahwa Allah mengajarkan kita bahwa apa yang ada pada diri kita selama ini adalah nikmat yang sangat-sangat berharga.
dalam surah ibrahim :
لئن شكرتم لأزيدنّكم , ولئن كفرتم إ نّ عذابي لشديد

jika engkau bersyukur maka akan Ku tambah nikmatku, dan jika kamu megkufurinya sesungguhnya siksaKu sangatlah dahsyat.
bertambahnya nikmat tidak hanya dapat kita ukur dengan bertambahnya materi akan tetapi bertambahnya nikmat bisa berarti ketenangan dalam hidup walaupun tak mempunyai materi, begitu juga dengan sebaliknya.
demikianlah pelajaran yang dapat kita ambil, kurang lebihnya penulis mohon maaf. karena kami juga tidak luput dari salah. Wallohu A'lamu Bis Showab.. Alhamdulillahi Robbil 'Alamin
 BY : THORFATA 'AINI
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/hikmah-yang-tersirat/497431041041

Buat Sahabatku.......


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum…………… Apa khabarmu disana ……………….. Salam kerinduan fillah sebagai pembuka tirai………… Semoga dirimu sahabat , sentiasa di bawah lembayung rahmat serta taufik Ilahi…..
Buat renungan diri ini serta sahabatku fillah, Semalam nan berlalu sukar digamit lagi, Hari ini suatu realitas, Andai hadirnya esok, Pastinya bersulamkan rantaian suci………….
 MAAL HIJRAH…….. telah jauh kita tinggalkan, setiap hari yang berlalu menagih suatu perubahan bagi diri ini lalu ia mengundang suatu gelanggang mujahadah yang maha hebat agar tersahut  menuju Allah. Sejenak…… sayup-sayup suatu perasaan menerjang sanubari betapa ibanya diri ini andainya hadirnya maal hijrah ini adalah kali terakhir buat diri kita ini………. Pastinya detik-detik kematian kan menjelma menghampiri diri ini seiring dengan gagahnya malaikat Izrail dengan izin tuhan mencabut nyawa, Malaikat Raqib & 'Atid sibuk dengan komputernya menghitung amalan kita, Malaikat Mungkar dan Nakir sibuk dengan set perakam videonya memperlihatkan segala rutin diari kita……..
Buat renungan diri ini dan sahabat fillah…………. Ingatlah……. Dunia ini hanya tempat persinggahan permainan suatu persembahan pentas kehidupan  segala penipuan serta kepura-puraan………..
Sahabat……… rinduilah akhirat nan kekal abadi pasti tersIRAT sinar kebahagiaan serta keriangan sejati……….
Dilautan dunia ini, badai-badai cobaan senantiasa menjenguk diri tanpa jemu, menggamit hati serta sanubari, lantaran nafsu dan syaitan lah’natullah semakin bermaharajalela menghantui diri, agar tersisih dari ridhaNYA, lantas tercampaklah dalam kemurkaan ilahi……..na'udzubillah.
Buat renungan diri ini dan sahabat yang di kasihi fillah……. Sesekali Allah takkan memungkiri janji janjiNya…… Setiap kekurangan suatu cabaran………


Setiap kelemahan suatu ujian………. Pastinya sahabat, dirimu tegak menantang badai-badai dugaan ditengah-tengah lautan berapi, biarpun bahtera yang di layari patah sauhnya, biarkan dirimu semakin lemas terjepit antara bisikan syaitan……antara gamitan ilahi.
Sahabat, pastinya dirimu tetap utuh dan tetap kukuh seiring dengan rahmat dan kasih Ilahi Maha luas nan sejati…………. Marilah sahabat, andai di renungi setiap kegetiran cabaran nan menimpa para kekasih Allah, para auliya' Allah, begitu besar sekali mehnah perjuangan diri, betapa kerdil diri kita ini sebagai insan biasa kadangkala sekelumit cuma dugaan melanda, hati memberontak, dan jiwa meronta lantas pasrah bersangka buruk terhadap Ilahi. Zalimnya diri kita temanku, bertahun-tahun Allah naungi kita dengan kurnia rahmatNya dan limpah kasihNya. Cuma seketika Allah uji hati kita dan jiwa kita, lalu perasaan kita merintih menangisi betapa malang nasib diri ini…………
Mengapa???? Menjadi tanda tanya. Setelah nikmat kita kecapi, masih kita agih-agihkan yang mana boleh dan yang mana tidak boleh kita lakukan suruhan Ilahi. Sampai hati kita sahabat, membiarkan diri kita, hati kita, perasaan kita……..gersang ketandusan santapan rohani dan santapan nur kasih Ilahi. Menzalimi diri sendiri, membiarkan ia tercamapk dalam jurang Neraka jahannam nan sentiasa membara menanti mangsanya.
Buat renungan diri ini serta sahabat yang kukasihi dan di rahmati Ilahi..... ……andai diperlihatkan ahli-ahli neraka pada isi alam maya ini pasti akan mati kita…..karena terlalu ngeri keadaanya …. Marilah sahabat sama-sama kita menoreh langkah merindui……. Betapa syahdu lambaian syurga Ilahi, Betapa agung 'arash Ilahi, Betapa mulia gamitan ridha Ilahi, Betapa luas lautan keampunan Ilahi, Realitinya………………………… Betapa jelas kalimah Ilahi, kalam Nya  tinggi, QahharNya tidak bertepi, hikmahnya Maha Jabbari……….. Marilah sahabat kita bersama-sama, bangun, beristiqamah diri, tetapkan pendirian, teguhkan hati dan iman, perjuangan diri serta nafsu agar tercapai nur maghfirah serta mardhiah Ilahi………. Memang terlalu derita jiwa terlalu lemah diri dalam pentarbiyahan, karena………… Syurga itu manis, maghfirah Allah itu luas dan derajat mukmin itu tinggi……………
BERMUJAHADAHLAH……….. Walaupun pada awalnya terlau pahit amat sukar tetapi itulah permulaan titik nur keinsafan, kudus bersulamkan jutaan mutiara nasihat, bicara hikmah, senandung pengajaran, puitis peringatan agar penyesalan tidak membelit , agar derajat insani tidak menyamai derajat hewan……… Maukah kita bertopengkan manusia tetapi berhatikan hewan, Mempunyai hati, tidak merenungi kebesaran Ilahi…………… Mempunyai mata tidak memerhatikan keindahan ciptaan Ilahi…… Mempunyai telinga, tidak mendengar peringatan Ilahi……….
Buat renungan diri ini dan sahabat di kasihi perjuangan fisabilillah……… Terlalu dhaif diri ini, terlalu hina jiwa ini, walau saban  waktu mengalunkan kalimah Ilahi, mendengar serta meyakini Kitabul-izzati tapi masih lagi kita biarkan diri kita hanyut dibawa arus kebobrokan duniawi………….


Andainya kita terus berusaha berusaha mencari ridha Ilahi….. Disitulah terdapat pengampunan Ilahi nan Maha tinggi……… Andainya kita berputus asa menggapainya ………… Disitulah terdapat kemurkaan Ilahi nan Maha ngeri………….. Syaidina Ali .a berkata: "Andainya diri ingin kemesraan Ilahi, kamu hendaklah garang dengan nafsu kamu sendiri. Andainya kamu telah merasai manisnya bertemu Ilahi, pasti kamu akan merasai terlalu pahit berpisah denganNya."
Akhir kata……………. Marilah sahabat bersama-sama kita mengoreksi diri di bawah lembayung rahmat, rIdha serta nikmat Ilahi agar nur keimanan berlimpah sejuta karOmah serta barOkah.

Salam Persahabatan.
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/buat-sahabatku/497413171041

== Mencintaimu Karenamu Ya Allah==


Wahai Penilai Hati lihat batinku, Entah Ungkapan apa yang dapat kulukiskan betapa bersyukurnya Hamba atas anugerah Cinta yang Engkau berikan ini pada Hamba..
Hanya padamu kubertanya lewat setiap sujudku ini Hingga akhirnya kau tunjukkan padaku Cinta terhadap makhluk karenamu Ya Alloh.. Sesungguhnya rahasia itu hanya kau yang tahu
Hingga akhirnya engkau ajarkan kepada hamba atas apa-apa yang tidak kuketahui Kau tunjukkan ilmu-Mu dihadapanku yang sungguh aku tak mampu menafsirkan betapa sesungguhnya engkau maha mengetahui apa-apa yang tidak kuketahui
Kau berikan jawaban kepada Hamba atas setiap doa yang kupanjatkan dalam setiap kesempatan kala bermunajat kepada-Mu dan juga didalam sunyi keheningan malam
Engkau tunjukkan pula pada lubuk hatiku akan hubungan yang sesuai dengan syar’i dan yang sepantasnya diridhoi olehmu Ya Alloh.
Kau berikan aku kekuatan dan tindakan nyata kepadaku dalam setiap keraguanku hingga ku dapat melangkah dan memutuskan segala sesuatu-Nya menyesuaikan dengan tuntunanmu
Ya Alloh..sungguh luar biasa rencana darimu Ya Alloh
Kau pertemukan hamba dengan seseorang ukhti yang terbaik menurut pandangan serta harapanku dan tentunya terbaik pula menurut-Mu Ya Alloh.
Tiada kata yang bisa kuucapkan selain rasa syukur kepadamu Ya Alloh
Aku sebagai hambamu yang lemah dan tak sempurna hanya bisa memohon dan berdoa kepadamu Ya Alloh
Janganlah Engkau cabut rasa yang telah hadir dan kian tumbuh itu dariku Ya Alloh
Janganlah pula Engkau bolak-balikkan Hati Hamba-MU ini Ya Alloh dari Qolbu ini
Sesungguhnya,
Aku mencintaimu ….. …. ….. karena-Mu Ya Alloh.
Dengarlah suara hatiku ini bahwa sesungguhnya aku mencintaimu karena-Mu Ya Alloh...
Dan, di akhir ungkapan hatiku ini..
Kutitipkan saja Rindu dan Cintaku ini pada-Nya...


Amiin Ya Robbal’alamin
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/-mencintaimu-karenamu-ya-allah/497164356041

*** Hati Seorang Ayah ***


Bismillaahirrahmanirrakhiim...
Assalam mualaikum saudara/i ku fillah...

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.
Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.”Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.
Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya,
kemudian Ayahnya mengatakan :
“Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.
” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.


Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya
:”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk?
Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”
Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. ”
“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. ”
“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. ”
“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”
“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. ”
“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”


“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”
“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. ”
“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.
” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…
With Love to All Father...
Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya….
          Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik Buat keluarga kita…
http://www.facebook.com/notes/melati/-hati-seorang-ayah-/161666517205065

Minggu, 14 November 2010

♥♥ Muslimah Cantik………………sungguh cantik...♥♥


 Oleh : Srikandi Wahyuni


Tahukah wahai saudariku,…bahwa muslimah itu cantik…..dan bukankah kita mencintai dan menginginkan kecantikan …?
Muslimah itu sungguh cantik……..Bibirnya slalu dihiasi dan dibasahi dengan kecantikan tasbih (Ali Imron : 41) dan tahmid kepada Robnya.



Lantunan ayat-ayat Quran yang menyejukkan hati... dan menenangkan pikiran... senantiasa berteman dengan bibir dan lidahnya, nasehat dan tutur kata yang santun menghancurkan semua karang dan benteng rasa dendam. Lidahnya tak pernah lepas dari ucapan syukur atas nikmat nikmat dari tuhannya (Al Baqoroh : 152).
Ya….Muslimah memang sungguh cantik…secantik bening matanya.Kedua matanya yang bening selalu terjaga dari hal-hal yang haram untuk dilihatnya (An Nuur: 31). Kebeningan dan kejernihan matanya sejernih air mata yang setiap malang keluar dari telaga airmatanya (AL Muzammil : 2), mencuci dosa-dosa yang sempat hinggap, yang mengalir deras karena rasa takut dan penyesalan yang mendalam, bersimpuh dihadapan Rob nya, merayu dan merajuk agar mendapatkan maghfirohnya.
Sungguh ….Muslimah itu cantik…..Secantik hatinya yang slalu tunduk pada Rob nya. Hati yang penuh dengan rasa kecintaan kepada Rob nya (Ali Imron:31).
Jauh hatinya dari rasa dengki, sombong dan hasud. Keikhlasan senantiasa menghiasi qolbu yang yang pernah lupa akan kebesaran Rob nya (An Nisaa: 125).Hati yang senantiasa siap menerima kebenaran dan keimanan. Hatinya bak cermin nan indah dan bersih, yang selalu siap menerima nur hidayah dari Robnya dan memantulkannnya, menyebarkannya keseluruh penjuru jagad raya. Qolbu yang senantiasa bersih dari prasangka dan fitnah kepada saudaranya.
Maha Besar dan Maha Suci Allah yang telah menciptakan muslimah dengan kecantikannya. Secantik pakaian taqwa yang senantiasa dikenakannya. Sebaik-baik pakaian yang mendapatkan pujian dari Rob nya (Al A’raaf : 26). Seindah indah pakaian yang tiada ganti yang lebih indah darinya. Pakaian yang senantiasa melindunginya, dimanapundan kapanpun dia berada. Pakaian yang membedakan dirinya dari wanita wanita lain yang tanpa pakaian, pakaian yang akan membawanya menuju pribadi nan mulia, pakaian yang akan membawanya berjumpa dengan Rob nya tercinta.
Sungguh…..cantik muslimah…Secantik akhlaq dan budi pekertinya yang diselubungi pakaian taqwanya (As Shaad : 46)(Al Qalam: 4). Yang dengan akhlak dan budi pekertinya yang mulia itu menentramkan orang orang disekitarnya, hilang kecemasan dan kerisauan disekelilingnya, berganti rasa cemburu dan curiga menjadi rasa kasih sayang dan kepercayaan yang mulia.
Sungguh……..muslimah itu cantikSecantik ketulusan cintanya kepada saudaranya. Ukhuwah yang demikian mendalam menghancurkan bongkahan-bongkahan kebekuan yang bersemayam di dalam hati, melunakkannya dari kekakuan dan kekerasan, menyegarkannya kembali dengan kasih sayang dan kepercaaan.(Al Maaidah:54)
Sungguh,……Muslimah itu benar-benar cantik…Kecantikan yang sesungguhnya…Kecantikan yang tiada bandingannya..Tasbih sebagai lipstik bibirnyaAir mata taubat sebagai pelentik bulu matanyaMalu dan Akhlak mulia sebagai perhiasannyaTaqwa sebagai pakaian terindahnya…..


Sungguh…muslimah itu cantikMaka bersyukur para muslimahYang bangga akan kemuslimahannyaTapi…….Kebanggaan karena ketaqwaan dan keikhlasannya
Wahai para wanita………Sudahkan engkau menggapai kecantikan itu………
http://www.facebook.com/notes/melati/-muslimah-cantiksungguh-cantik/161668533871530

Panggilan


By: Bang Jack

Kemanapun arah mata memandang saat ini, jutaan hamba Allah dari berbagai belahan dunia sedang berkemas-kemas untuk menyambut panggilan Allah ke Tanah Suci Makkah.  Bekal untuk itu sudah disisihkan bertahun-tahun.  Yang kurang berada juga menyapihnya seperak dua perak dengan harapan suatu ketika bisa mewujudkan niat mulia.  Sebentar lagi air mata mereka akan berlinang di sana, seraya menengadahkan tangan dan mengharapkan ampunan dari Allah.  Lantas, di saat saudara-saudara kita berkesempatan memenuhi panggilan itu,nah.. kita sendiri sedang memenuhi panggilan siapa?(siapa?  maaf saya ga mendengar suara anda..).

     
 (“Atau) siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya” (QS. an-Naml: 62).
 Mengamati apa yang sedang berkembang dalam hari-hari belakangan ini di negeri kita, suka atau tidak suka harus mengakui bahwa sebahagian kita sedang memenuhi panggilan nafsu.yang di sopiri oleh setan..kok?.  Sebab, sebahagian kita sedang saling menzalimi saling memmutus  silahturahim diamanpun.  Banyak hamba tak bersalah menjadi teraniaya, lahir dan batin, akibat perbuatan sebahagian kita. Keadilan pun menjadi mati.. justice is death, dilindas oleh dahsyatnya arus kejahatan .  Bau busuk perbuatan dosa menyelimuti negeri ini. Sungguh tega si empunya hati yang berbuat demikian, bahkan terhadap saudara-saudaranya sendiri.  Bahkan di saat sebahagian saudara kita sedang memohon ampunan di Tanah Mulia.
 Andaikan si pelaku dosa melihat dirinya dari luar tubuhnya, sungguh tak akan mau menerimanya dirinya.  Apalagi di saat yang sama, ancaman terhadap azab Allah sangat besar, terutama terhadap para pelaku aniaya.  Sungguh, Allah akan mengabulkan doa, apalagi doa orang-orang teraniaya.maka hati hati lah pada doa ornag yang teraniaya..  
 http://www.facebook.com/notes/melati/panggilan/161667127205004

Harapan Di Tengah Keputusasaan


By: M. Agus Syafii

Ada seorang pemuda yang menderita penyakit merasa nyeri pada bagian kaki. Kakinya sering bengkak. Awalnya ketika dibawa ke dokter namun dokter menyebutnya sebagai bengkak biasa tetapi makin lama bukannya sembuh malah bertambah nyeri dan semakin sering. Akhir mendatangi dokter ahli, setelah pemeriksaan sakit yang dideritanya adalah 'nacreous'.


Mendengar nama penyakit itu membuat dirinya terkaget dan takut, Menurut dokter penyakit ini membahayakan ginjalnya bila dibiarkan terus, kalau sudah merusak ginjal maka keadaan akan semakin parah dan harapan sembuh akan tipis.
Tentu saja hal itu membuatnya terpukul dengan kenyataan itu. Dia teringat akan kedua orang tuanya, keinginan untuk membahagiakan menjadi terpupus selama-lamanya. Hati dalam kegelisahan, diselimuti oleh keputusasaan. Kebahagiaan dan tawa menjadi sirna dalam kabut yang menyelimuti hatinya. Beberapa beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Air matanya mengalir dipipi, tak kuas menahan isak tangis. Hanya berharap dan memohon pertolonganNya. 'Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hambaMu ini..' ucapnya lirih.
Dia kemudian tanpa menyia-nyiakan waktu untuk bersedekah dan berdoa bersama anak-anak Amalia. Kehadirannya nampak secercah harapan ditengah keputusasaannya. berdoa bersama memohon kepada Allah membawa ketenangan dalam hatinya. Dan alhamdulillah penyakit dikakinya sedikit demi sedikit menghilang dan beberapa hari kemudian dokter memberitahukan bahwa memiliki harapan untuk sembuh. Sampai akhirnya sembuh dan dalam keadaan sehat wal afiat. Allah memberikan kesembuhan baginya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Wassalam,
http://www.facebook.com/notes/melati/harapan-di-tengah-keputusasaan/161665600538490

Kisah Terbunuhnya Husain Bin Ali Bin Abi Thalib


------------------------------------artikel 1------------------------------------

(dinukil dari "Sejarah: Pertumbuhan dan Perkembangan Syi'ah",Dr. Ihsan Ilahi Zhahier, Al-Ma'arif Bandung, secara ringkas)
 Ketika Mu'awiyah wafat, para warga Kufa *) menulis kepada Husain,
 "Kami telah mengurung diri kami, demi membai'at anda. Kami hidupdan mati dalam mempertahankan bai'at kami. Maka selam ini kamitidak menghadiri shalat Jum'at, maupun shalat jama'ah."( "Murujudz-dzahab", jilid III/54, Al-Mas'usi, sejarawan Syi'ah)
 *)Kufa adalah sebaik-baik negeri, yang pernah menjadi pusat dantanah yang subur bagi kegiatan kaum Syi'ah, sehingga merkamengatakan, "Adapun Kufa dan sleuruh daerahnya, di sanalah tempatSyi'ah Ali bin Abi Thalib...." (Uyunul-akhbar, Arridha, dinukildari kitab "Syi'ah dalam sejarah").Diriwayatkan dari Ja'far bahwasanya ia berkata, "Allah, telahmenawarkan kesetiaan terhadap kita kepada rakyat-rakyat daribeberapa negeri. Tiada satu negeri pun yang rakyatnya menerimabaik tawaran Allah itu, kecuali warga Kufa." (dikutip dari kitab"Bahsairud-darajat", bagian kesepuluh)
 Telah sampai pula kepada Husain surat-surat lain, yang isinyaantara lain, "Kebun-kebun telah menghijau dan buah-buahan telahmasak. Bila anda suka, datanglah dengan membawa pasukan yangkuat." (Dari kitab "A'lamul-wara", oleh Ath-Thabrasi, hal. 223 dankitab Al-Irsyad, hal. 220, karangan Al-Mufid).


Ketika surat-surat dari Kufa itu berturut-turut, serta banyaksekali datang kepadanya, dan dalam pada itu warga Kufa dengankeras sekali meminta kedatangannya, maka ia mengutus Muslim binAqil bin Abi Thalib ke Kufa, dengan membawa suratnya, yang didalamnya ia memberitahu mereka bahwa ia segera berangkat (menujuKufa), sesampai suratnya itu kepada mereka. Ketika Muslim tipa diKufa, warga Kufa berkumpul menemui Muslim, dan menytakan sumpahsetia mereka kepada Husain, serta memberikan kepadanya janji yang sungguh-sungguh untuk membela dan mendukungnya, serta tetap setiakepadanya. (Tarikh Al-Ya'qubi, II/242)
 Al-Mufid menambahkan, "Warga Kufa memba'iatnya dengan menangis.Jumlah mereka lebih dari delapan belas ribu orang." (Al-Irsyad,220)
 Husain bersiap-siap untuk berangkat ke Kufa. Ibnu Abbas, panglimapasukan Ali dan sekaligus penasehat pribadinya, lagi pula seorangyang penuh pengalaman dan mengetahui dengan benar-benar watakkaum Syi'ah pada zamannya, datang kepada Husain dan memberinasehat agar mengurungkan niatnya pergi ke Kufa, karena warganyayang suka berkhianat. Lihat pesan Ibnu Abbas dalam Murujudz-dzahab, III/55. Demikian pula nasehat Ibnu Abbas didukung olehAbu Bakar bin Hisyam yang dikutip oelh Al-mas'udi dalam Murujudz-dzahab, III/56)
 Berita kedatangan Muslim bin Aqil di Kufa sampai kepada Yazid binMu'awiyah. Dan ia menulis kepada Ubaidillah bin Zayyad danmenyampaikan keputusan pengangkatannya sebagai Wali Kufa.
 Tidak akan diceritakan di sini apa yang terjadi secaralengkapnya, tentang terbunuhnya Muslim bin Aqil, Hani bin Urwahdan Abdullah bin Yaqthur.
 Berita kematian tiga orang ini sampai kepada Husain bin Aliketika berjumpa dengan Al-hurr bin Yazid Attamimi ketika sampaidi kota Qadisiah, dalam perjalanannya ke Kufa.
 Kemudian Husain berkhutbah di hadapan pengikut-pengikutnya,
 "Amma ba'du, telah sampai kepada kami berita yang amat dahsyat,yaitu terbunuhnya Muslim bin Aqil, Hani bin Urwah dan Abullah binYaqthur. Syi'ah kami (di Kufa) telah mengkhianati kami. Oleh sebabitu, barangsiapa di atnara kalian ingin meninggalkan kami,silahkan pergi, tanpa keberatan (dari pihak kami) dan tanpakehilangan kehormatan (dari pihak kalian)"
 Maka berpencaranlah pengikut-pengikut Husain, meninggalkannya.Mereka pergi ke jurusan kanan dan kiri; maka yang tingal bersamaHusain hanya orang-orang yang berangkat bersama dia dari Madinah,dan sekelompok kecil orang yang bergabung kepadanya....
 Husain kemudian berangkat menuju Kufa. Di tengah jalan iaberjumpa dengan salah seorang warga Kufa. Ia memberitahu Husainmengenai pengkhianatan, keengganan dan kelicikan orang-orangKufa. Orang itu berkata,


"Di Kufa anda tidak mempunyai pembela danpendukung; bahkan kami khawatir bahwa mereka akan bangkitmemerangi anda."
 Ketika Husain melihat bahwa lasykar Kufa dan pengikut-pengikutinya berpaling darinya dan sikap mereka (terhadapnya)malahan kebaikan dari apa yang mereka tulis (kepadanya) dan dariapa yang dikatakan oleh utusan-utusan mereka, bahakan merkamenyangkal apa yang mereka tulis kepadanya, ia berkta kepadasalah seorang pengikutnya,
 "Keluarkan dua kantong yang berisi surat-surat mereka, yang merekakirimkan kepadaku."
 Orang itu mengeluarkan dua kantong yang penuh berisi surat-surat;lalu Husain membeberkan surat-surat itu. Mereka menyangkal surat- surat tersebut. Kemudian Husain meneruskan perjalanannya, hingga mencapai Karbala. Melihat banyaknya pasukan yang menghadapinya,Husain sadar bahwasanya tiada tempat pelarian baginya. Ia laluberdo'a:
 "Allahumma, ya Allah. Berilah keputusan antara kami dan suatu kaumyang mengundang kami, dengan janji membela kami, lalu mereka itumalahan akan membunuh kami."
 Ia kemudian berjuang terus hingga jatuh terbunuh. Semoga rahmatdan keridhaan Allah dilimpahkan kepadanya. Nyatalah bahwa semuayang datang di medang perang Karbala, dengan tujuan memeranginyadan melaksanakan pembunuhan terhadapnya, adalah laskar Kufa,tiada seorang pun warga Syam yang ikut. (Murujudz-dzahab, III/61)
 Al-Ya'qubi, ahli sejarah, yang fanatik kepada aliran Syi'ahmenerangkan,
 "Sesudah gerombolan warga Kuga itu membunuh Husain, merekamerampok kemahnya, menawan kaum wanita, sanak kerabat Husainyang ikut bersamanya, dan mengangkat mereka ke Kufa. Ketikawanita-wanita itu memasuki Kufa, kaum wanita Kufa keluar, sambilmeratap dan menangis. Ali bin Husain (yang ikut dalam rombongantawanan itu) berkata, "Mereka ini menangisi kami; lalu siapakahyang membunuh kami?" (Tarikh Al-ya'qubi, I/235)
 Inilah yang terjadi pada Husain, demikian pula yang terjadi, baik pada masa Ali, maupun pada masa Ali dan Hasan serta pada masaaimam-imam dan pemimpin-pemimpin syi'ah lainnya.
 Apa komentar Welhausen, seorang orientalis Jerman, yangmenaruh simpati kepada kaum Syi'ah terhadap peristiwaterbunuhnya Husain dan sikap orang Syi'ah terhadap Husain.
 (dinukil dari "Sejarah: Pertumbuhan dan Perkembangan GerakanSyi'ah", Dr. Ihsan Ilahi Zahier, Al-Ma'arif Bandung,hal. 225-224)
 "Sebagian besar warga Kufa tidak mempunyai keinginan membelaPemerintah (kekuasaan Yazid bin Mu'awiyah),


tetapi sekalipundemikian, mereka tidak bergabung ke pihak-pihak musuh-musuhPemerintah; SAMPAI-SAMPAI MEREKA, YANG DAHULUNYA MENGIRIMSURAT KEPADA HUSAIN; YANG DIDALAMNYA MEREKA MENYATAKAN SUMPAHSETIA MEREKA TERHADAPNYA, TIDAK BERGABUNG KEPADA TENTARAHUSAIN MALAH MENINGGALKANNYA DI SAAT-SAAT IA DALAM KEMALANGAN,mereka tidak mengulurkan tangan untuk memberikan pertolongankepadanya. Paling banyak yang mereka lakukan ialah mengamatipertempuran dari jauh dan menyaksikan (dari jauh pula)pergolakan terakhir Husain, kemudian (atas kematiannya) merekamenangisinya. Sedikit sekali dari mereka yang bertekadmengikuti Husain, seta menemaninya dalam musibahnya. Darimereka ini dapt disebutkan antara lain Abu Tsumamah Ash-Sha'idi, pengawas Baitul-mal, dan Ibnu Usjah. Selain darimereka itu, orang-orang yang mengikuti Husain dalampergolakannya terdiri atas mereka yang menjumpainya dalamperjalanannya ke Kufa, kemudian mengikutinya, dan orang-orangyang yang terdorong oleh rasa kemanusiaan, untuk bergabungdengannya, pada-pada saat terkahir, sekalipun mereka ini,sebelumnya, tidak pernah mempunyai hubungan sesuatu pundengannya dan tidak termasuk dalam golongan Syi'ahnya. Padahalahli sejarah mengungkapkan kontradiksi ini, yakni antaraorang-orang wajib membela (yang memikul kewajiban membelaHusain), tetapi tidak melakukan sesuatu, dan orang-orangsukarelawan, yang dengan perbutan mereka (membela Husain)telah membuat malu golongan yang pertama. Para ahli sejarahterkadang memaparkan peristiwa tersebut secara dramatis. Yangmenarik perhatian ialah, bahwa kaum Anshar juga, jadi bukansaja kaum Quraisy, telah meninggalkan Husain, tiada seorangpun dari mereka yang keluar bersama Husain dari Madinah,sedang dalam kalangan syi'ah kufa terdapat sedikit sekali dariorang-orang asal anshar. Adapun pemberontakan yang meletus diMadinah, pada tahun 63 H., bukanlah pemberontakan untukmembala anak-cucu Ali, hal mana terbukti bahwa Ali bin Husainberlepas tangan dari pemberontakan itu.
 Di samping golongan pengecut dan yang tidak setia itu,terdapat pula golongan yang merupakan musuh-musuh Syi'ahdengan terang-terangan; mereka ini adalah pengikut-pengikutdan pegawai-pegawai Pemerintah Bani Umayah. Perbantahan yangdilakukan tidak berkisar sekeliling masalah-masalah agama dankeimanan." (Demikian Welhausen dalam bukunya yang berjudul,"Kaum Khawarij dan Syi'ah, hal. 134)

------------------------------------artikel 2------------------------------------
 Al-Hasan dan Al-Husein adalah putera dari Ali bin Abi Thalibradhiyallahu 'anhum, cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallamdari anak perempuannya Fathimah radhiyallahu 'anha. Mereka termasukkalangan ahlul bait Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yangmemiliki keutamaan-keutamaan yang besar dan mendapat pujian-pujianRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, di antaranya beliaubersabda:



Sesungguhnya Al-Hasan dan Al-Husein adalah kesayanganku dari dunia.(HR. Bukhari dengan Fathul Bari, juz VII, hal. 464, hadits 3753 danTirmidzi, Ahmad dari Ibnu Umar)
 Juga bersabda:
 Al-Hasan dan Al-Husein adalah sayyid (penghulu) para pemuda ahluljannah. (HR. Tirmidzi, Hakim, Thabrani, Ahmad dan lain-lain dari AbiSa'id al-Khudri; dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani dalam SilsilahHadits Shahih, hal 423, hadits no. 796 dan beliau berkata hadits inidiriwayatkan pula dari 10 shahabat)
Riwayat Hidup Al-Husein dan Peristiwa Pembunuhannya
Beliau dilahirkan pada bulan Sya'ban tahun ke-empat Hijriyah.Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam men-tahnik (yakni mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke mulut bayidengan digosokkan ke langit-langitnya -pent.), mendoakan danmenamakannya Al-Husein. Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Katsirdalam Al-Bidayah wan Nihayah, juz VIII, hal. 152.
Berkata Ibnul Arabi dalam kitabnya Al-Awashim minalQawashim: "Disebutkan oleh ahli tarikh bahwa surat-surat berdatangandari ahli kufah kepada Al-Husein (setelah meninggalnya Mu'awiyahradhiyallahu 'anhu). Kemudian Al-Husein mengirim Muslim Ibnu Aqil,anak pamannya kepada mereka untuk membai'at mereka dan melihatbagaimana keikutsertaan mereka. Maka Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhumemberitahu beliau (Al-Husein) bahwa mereka dahulu pernahmengkhianati bapak dan saudaranya. Sedangkan Ibnu Zubairmengisyaratkan kepadanya agar dia berangkat, maka berangkatlah Al-Husein. Sebelum sampai beliau di Kufah ternyata Muslim Ibnu Aqiltelah terbunuh dan diserahkan kepadanya oleh orang-orang yangmemanggilnya. "Cukup bagimu ini sebagai peringatan bagi yang maumengambil peringatan" (kelihatannya yang dimaksud adalah ucapan IbnuAbbas kepada Al-Husein -pent.).
Tetapi beliau radhiyallahu 'anhu tetap melanjutkan perjalanannyadengan marah karena dien dalam rangka menegakkan al-haq. Bahkanbeliau tidak mendengarkan nasehat orang yang paling alim padajamannya yaitu ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu dan menyalahi pendapatsyaikh para shahabat yaitu Ibnu Umar. Beliau mengharapkan permulaanpada akhir (hidup -pent.), mengharapkan kelurusan dalam kebengkokandan mengharapkan keelokan pemuda dalam rapuh ketuaan.
Tidak ada yang sepertinya di sekitarnya, tidak pula memiliki pembela-pembela yang memelihara haknya atau yang bersedia mengorbankandirinya untuk membelanya. Akhirnya kita ingin mensucikan bumi darikhamr Yazid, tetapi kita tumpahkan darah Al-Husein, maka datangkepada kita musibah yang menghilangkan kebahagiaan jaman. (lihat Al-Awashim minal Qawashim oleh Abu Bakar Ibnul 'Arabi dengan tahqiq danta'liq Syaikh Muhibbuddin Al-Khatib, hal. 229-232)


Yang dimaksud oleh beliau dengan ucapannya 'Kita ingin mensucikanbumi dari khamr Yazid, tetapi kita tumpahkan darah Al-Husein' adalahbahwa niat Al-Husein dengan sebagian kaum muslimin untuk mensucikanbumi dari khamr Yazid yang hal ini masih merupakan tuduhan-tuduhandan tanpa bukti, tetapi hasilnya justru kita menodai bumi dengandarah Al-Husein yang suci. Sebagaimana dikatakan oleh SyaikhMuhibbudin Al-Khatib dalam ta'liq-nya terhadap buku Al-AwashimMinal Qawashim.
Ketika Al-Husein ditahan oleh tentara Yazid, Samardi Al-Jausyanmendorong Abdullah bin Ziyad untuk membunuhnya. Sedangkan Al-Huseinmeminta untuk dihadapkan kepada Yazid atau dibawa ke front untukberjihad melawan orang-orang kafir atau kembali ke Mekah. Namunmereka tetap membunuh Al-Husein dengan dhalim sehingga beliaumeninggal dengan syahid radhiyallahu 'anhu. Inna Lillahi wa InnaIlaihi Raji'un.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Al-Husein terbunuh di Karbaladi dekat Eufrat dan jasadnya dikubur di tempat terbunuhnya,sedangkan kepalanya dikirim ke hadapan Ubaidillah bin Ziyad di Kufah.Demikianlah yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya dan daripara imam yang lain.
Adapun tentang dibawanya kepala beliau kepada Yazid telahdiriwayatkan dalam beberapa jalan yang munqathi' (terputus) dantidak benar sedikitpun tentangnya. Bahkan dalam riwayat-riwayattampak sesuatu yang menunjukkan kedustaan dan pengada-adaan riwayattersebut. Disebutkan padanya bahwa Yazid menusuk gigi taringnyadengan besi dan bahwasanya sebagian para shahabat yang hadir sepertiAnas bin Malik, Abi Barzah dan lain-lain mengingkarinya. Hal iniadalah pengkaburan, karena sesungguhnya yang menusuk dengan besiadalah 'Ubaidilah bin Ziyad. Demikian pula dalam kitab-kitab shahihdan musnad, bahwasanya mereka menempatkan Yazid di tempat 'Ubaidilahbin Ziyad. Adapun 'Ubaidillah, tidak diragukan lagi bahwa dialahyang memerintahkan untuk membunuhnya (Husein) dan memerintahkanuntuk membawa kepalanya ke hadapan dirinya. Dan akhirnya Ibnu Ziyadpun dibunuh karena itu.
Dan lebih jelas lagi bahwasanya para shahabat yang tersebut tadiseperti Anas dan Abi Barzah tidak berada di Syam, melainkan beradadi Iraq ketika itu. Sesungguhnya para pendusta adalah orang-orangjahil (bodoh), tidak mengerti apa-apa yang menunjukkan kedustaanmereka." (Majmu' Fatawa, juz IV, hal. 507-508)
Adapun yang dirajihkan oleh para ulama tentang kepala Al-Husein binAli radhiyallahu 'anhuma adalah sebagaimana yang disebutkan oleh az-Zubair bin Bukar dalam kitabnya Ansab Quraisy dan beliau adalahseorang yang paling 'alim dan paling tsiqah dalam masalah ini(tentang keturunan Quraisy). Dia menyebutkan bahwa kepala Al-Huseindibawa ke Madinah An-Nabawiyah dan dikuburkan di sana. Hal ini yangpaling cocok, karena di sana ada kuburan saudaranya Al-Hasan, pamanayahnya Al-Abbas dan anak Ali dan yang seperti mereka. (Dalamsumber yang sama, juz IV, hal. 509)


Demikianlah Al-Husain bin Ali radhiyallahu 'anhuma terbunuh pada hari Jum'at, pada hari 'Asyura, yaitu pada bulan Muharram tahun 61 Hdalam usia 54 tahun 6 bulan. Semoga Allah merahmati Al-Husein danmengampuni seluruh dosadosanya serta menerimanya sebagai syahid.Dan semoga Allah membalas para pembunuhnya dan mengadzab merekadengan adzab yang pedih. Amin.
Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Yazid bin Mu'awiyyah
Untuk membahas masalah ini kita nukilkan saja di sini ucapanSyaikhul Islam Ibnu Taimiyyah secara lengkap dari Fatawa-nya sebagaiberikut:
Belum terjadi sebelumnya manusia membicarakan masalah Yazid binMuawiyyah dan tidak pula membicarakannya termasuk masalah Dien.Hingga terjadilah setelah itu beberapa perkara, sehingga manusiamelaknat terhadap Yazid bin Muawiyyah, bahkan bisa jadi merekamenginginkan dengan itu laknat kepada yang lainnya. Sedangkankebanyakan Ahlus Sunnah tidak suka melaknat orang tertentu. Kemudiansuatu kaum dari golongan yang ikut mendengar yang demikian meyakinibahwa Yazid termasuk orang-orang shalih yang besar dan Imam-imamyang mendapat petunjuk.
Maka golongan yang melampaui batas terhadap Yazid menjadi dua sisiyang berlawanan:
Sisi pertama, mereka yang mengucapkan bahwa dia kafir zindiq danbahwasanya dia telah membunuh salah seorang anak perempuanRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, membunuh shahabat-shahabatAnshar, dan anak-anak mereka pada kejadian Al-Hurrah (pembebasanMadinah) untuk menebus dendam keluarganya yang dibunuh dalam keadaankafir seperti kakek ibunya 'Utbah bin Rab'iah, pamannya Al-Walid danselain keduanya. Dan mereka menyebutkan pula bahwa dia terkenaldengan peminum khamr dan menampakkan maksiat-maksiatnya.
Pada sisi lain, ada yang meyakini bahwa dia (Yazid) adalah imam yangadil, mendapatkan petunjuk dan memberi petunjuk. Dan dia darikalangan shahabat atau pembesar shahabat serta salah seorang dariwali-wali Allah. Bahkan sebagian dari mereka meyakini bahwa diadari kalangan para nabi. Mereka mengucapkan bahwa barangsiapa tidakberpendapat terhadap Yazid maka Allah akan menghentikan dia dalamneraka Jahannam. Mereka meriwayatkan dari Syaikh Hasan bin 'Adi bahwadia adalah wali yang seperti ini dan seperti itu. Barangsiapa yangberhenti (tidak mau mengatakan demikian), maka dia berhenti dalamneraka karena ucapan mereka yang demikian terhadap Yazid. Setelahzaman Syaikh Hasan bertambahlah perkara-perkara batil dalam bentuksyair atau prosa. Mereka ghuluw kepada Syaikh Hasan dan Yazid denganperkara-perkara yang menyelisihi apa yang ada di atasnya Syaikh 'Adiyang agung -semoga Allah mensucikan ruhnya-. Karena jalan beliausebelumnya adalah baik, belum terdapat bid'ah-bid'ah yang sepertiitu, kemudian mereka mendapatkan bencana dari pihak Rafidlah yangmemusuhi mereka dan kemudian membunuh Syaikh Hasan bin 'Adi sehinggaterjadilah fitnah yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya.

Dua sisi ekstrim terhadap Yazid tersebut menyelishi apa yangdisepakati oleh para ulama dan Ahlul Iman. Karena sesungguhnya Yazidbin Muawiyyah dilahirkan pada masa khalifah Utsman bin 'Affanradliallahu 'anhu dan tidak pernah bertemu Nabi shallallahu 'alaihiwa sallam serta tidak pula termasuk shahabat dengan kesepakatan paraulama. Dia tidak pula terkenal dalam masalah Dien dan keshalihan.Dia termasuk kalangan pemuda-pemuda muslim bukan kafir dan bukan pulazindiq. Dia memegang kekuasaan setelah ayahnya dengan tidak disukaioleh sebagian kaum muslimin dan diridlai oleh sebagian yang lain.Dia memiliki keberanian dan kedermawanan dan tidak pernah menampakkankemaksiatan-kemaksiatan sebagaimana dikisahkan oleh musuh-musuhnya.
Namun pada masa pemerintahannya telah terjadi perkara-perkara besaryaitu:
1. Terbunuhnya Al-Husein radhiyallahu 'anhu sedangkan Yazid tidakmemerintahkan untuk membunuhnya dan tidak pula menampakkankegembiraan dengan pembunuhan Husein serta tidak memukul gigitaringnya dengan besi. Dia juga tidak membawa kepala Husein ke Syam.Dia memerintahkan untuk melarang Husein dengan melepaskannya dariurusan walaupun dengan memeranginya. Tetapi para utusannya melebihidari apa yang diperintahkannya tatkala Samardi Al-Jausyanmendorong 'Ubaidillah bin Ziyad untuk membunuhnya.Ibnu Ziyad punmenyakitinya dan ketika Al-Husein radhiyallahu 'anhu meminta agardia dibawa menghadap Yazid, atau diajak ke front untuk berjihad(memerangi orang-orang kafir bersama tentara Yazid -pent), ataukembali ke Mekkah, mereka menolaknya dan tetap menawannya. Atasperintah Umar bin Sa'd, maka mereka membunuh beliau dan sekelompokAhlul Bait radhiyallahu 'anhum dengan dhalim. Terbunuhnya beliauradhiyallahu 'anhu termasuk musibah besar, karena sesungguhnyaterbunuhnya Al-Husein -dan 'Utsman bin 'Affan sebelumnya- adalahpenyebab fitnah terbesar pada umat ini. Demikian juga pembunuhkeduanya adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah. Ketikakeluarga beliau radhiyallahu 'anhu mendatangi Yazid bin Mua'wiyah,Yazid memuliakan mereka dan mengantarkan mereka ke Madinah.
Diriwayatkan bahwa Yazid melaknat Ibnu Ziyad atas pembunuhan Huseindan berkata: "Aku sebenarnya meridlai ketaatan penduduk Irak tanpapembunuhan Husein." Tetapi dia tidak menampakkan pengingkaranterhadap pembunuhnya, tidak membela serta tidak pula membalasnya,padahal itu adalah wajib bagi dia. Maka akhirnya Ahlul Haqmencelanya karena meninggalkan kewajibannya, ditambah lagi denganperkara-perkara yang lain. Sedangkan musuh-musuh mereka menambahkankedustaan-kedustaan atasnya.
2. Ahlil Madinah membatalkan bai'atnya kepada Yazid dan merekamengeluarkan utusan-utusan dan penduduknya. Yazid pun mengirimkantentara kepada mereka, memerintahkan mereka untuk taat dan jikamereka tidak mentaatinya setelah tiga hari mereka akan memasukiMadinah dengan pedang dan menghalalkan darah mereka. Setelah tigahari, tentara Yazid memasuki Madinah an-Nabawiyah, membunuh mereka,merampas harta mereka, bahkan menodai kehormatan-kehormatan wanitayang suci, kemudian mengirimkan tentaranya ke Mekkah yang muliadan mengepungnya.


Yazid meninggal dunia pada saat pasukannya dalamkeadaan mengepung Mekkah dan hal ini merupakan permusuhan dankedzaliman yang dikerjakan atas perintahnya.
Oleh karena itu, keyakinan Ahlus Sunnah dan para imam-imam umat iniadalah mereka tidak melaknat dan tidak mencintainya. Shalih binAhmad bin Hanbal berkata: Aku katakan kepada ayahku: "Sesungguhnyasuatu kaum mengatakan bahwa mereka cinta kepada Yazid." Maka beliaurahimahullah menjawab: "Wahai anakku, apakah akan mencintai Yazidseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir?" Aku bertanya:"Wahai ayahku, mengapa engkau tidak melaknatnya?" Beliaumenjawab: "Wahai anakku, kapan engkau melihat ayahmu melaknatseseorang?" Diriwayatkan pula bahwa ditanyakan kepadanya: "Apakahengkau menulis hadits dari Yazid bin Mu'awiyyah?" Diaberkata: "Tidak, dan tidak ada kemulyaan, bukankah dia yang telahmelakukan terhadap ahlul Madinah apa yang dia lakukan?"
Yazid menurut ulama dan Imam-imam kaum muslimin adalah raja dariraja-raja (Islam -pent). Mereka tidak mencintainya seperti mencintaiorang-orang shalih dan wali-wali Allah dan tidak pula melaknatnya.Karena sesungguhnya mereka tidak suka melaknat seorang muslimsecara khusus (ta yin), berdasarkan apa yang diriwayatkan olehBukhari dalam Shahih-nya dari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu:Bahwa seseorang yang dipanggil dengan Hammar sering minum khamr.Acap kali dia didatangkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihiwa sallam dan dicambuknya. Maka berkatalah seseorang: "Semoga Allahmelaknatnya. Betapa sering dia didatangkan kepada Nabishallallahu 'alaihi wa sallam." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan engkau melaknatnya, sesungguhnya diamencintai Allah dan Rasul-Nya. " (HR. Bukhari)
Walaupun demikian di kalangan Ahlus Sunnah juga ada yang membolehkanlaknat terhadapnya karena mereka meyakini bahwa Yazid telahmelakukan kedhaliman yang menyebabkan laknat bagi pelakunya.
Kelompok yang lain berpendapat untuk mencintainya karena dia seorangmuslim yang memegang pemerintahan di zaman para shahabat dandibai'at oleh mereka. Serta mereka berkata: "Tidak benar apa yangdinukil tentangnya padahal dia memiliki kebaikan-kebaikan,atau dia melakukannya dengan ijtihad."
Pendapat yang benar adalah apa yang dikatakan oleh para imam (AhlusSunnah), bahwa mereka tidak mengkhususkan kecintaan kepadanya dantidak pula melaknatnya. Di samping itu kalaupun dia sebagai orangyang fasiq atau dhalim, Allah masih mungkin mengampuni orang fasiqdan dhalim. Lebih-lebih lagi kalau dia memiliki kebaikan-kebaikanyang besar.
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya dari Ummu Harran bintiMalhan radhiyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallambersabda:



...��������� ������ ���� �������� �������������������� ������������������ ������. (���� �������)
Tentara pertama yang memerangi Konstantiniyyah akan diampuni. (HR.Bukhari)
Padahal tentara pertama yang memeranginya adalah di bawah pimpinanYazid bin Mu'awiyyah dan pada waktu itu Abu Ayyub al-Anshariradhiyallahu 'anhu bersamanya.
Catatan:Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah melanjutkan setelah itu denganucapannya: "Kadang-kadang sering tertukar antara Yazid bin Mu'awiyah dengan pamannya Yazid bin Abu Sufyan. Padahal sesungguhnyaYazid bin Abu Sufyan adalah dari kalangan Shahabat, bahkan orang-orang pilihan di antara mereka dan dialah keluarga Harb (ayah AbuSufyan bin Harb -pent) yang terbaik. Dan beliau adalah salah seorangpemimpin Syam yang diutus oleh Abu Bakar ash-Shiddiqradhiyallahu 'anhu ketika pembebasan negeri Syam. Abu Bakar ash-Shiddiq pernah berjalan bersamanya ketika mengantarkannya, sedangkandia berada di atas kendaraan. Maka berkatalah Yazid bin AbuSufyan: "Wahai khalifah Rasulullah, naiklah! (ke atas kendaraan)atau aku yang akan turun." Maka berkatalah Abu Bakar: "Aku tidakakan naik dan engkau jangan turun, sesungguhnya aku mengharapkanhisab dengan langkah-langkahku ini di jalan Allah. Ketika beliauwafat setelah pembukaan negeri Syam di zaman pemerintahan Umarradhiyallahu 'anhu, beliau mengangkat saudaranya yaitu Mu'awiyahuntuk menggantikan kedudukannya.
Kemudian Mu'awiyah mempunyai anak yang bernama Yazid di zamanpemerintahan 'Utsman ibnu 'Affan dan dia tetap di Syam sampaiterjadi peristiwa yang terjadi. Yang wajib adalah untuk meringkasyang demikian dan berpaling dari membi-carakan Yazid bin Mu'awiyahserta bencana yang menimpa kaum muslimin karenanya dan sesungguhnyayang demikian merupakan bid'ah yang menyelisihi ahlus sunnah waljama'ah. Karena dengan sebab itu sebagian orang bodoh meyakini bahwaYazid bin Mu`awiyah termasuk kalangan shahabat dan bahwasanya diatermasuk kalangan tokoh-tokoh orang shalih yang besar atau imam-imamyang adil. Hal ini adalah kesalahan yang nyata." (Diambil dari Majmu'Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jilid 3, hal. 409-414)
Bid'ah-bid'ah yang Berhubungan dengan Terbunuhnya Al-Husein

Kemudian muncullah bid'ah-bid'ah yang banyak yang diadakan olehkebanyakan orang-orang terakhir berkenaan dengan perisiwaterbunuhnya Al-Husein, tempatnya, waktunya dan lain-lain. Mulailahmereka mengada-adakan An-Niyaahah (ratapan) pada hari terbunuhnya Al-Husein yaitu pada hari 'Asyura (10 Muharram), penyiksaan diri,mendhalimi binatang-binatang ternak, mencaci maki para wali Allah(para shahabat)


dan mengada-adakan kedustaan-kedustaan yangdiatasnamakan ahlul bait serta kemungkaran-kemungkaran yang jelasdilarang dalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihiwa sallam serta berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.
Al-Husein radhiyallahu 'anhu telah dimuliakan oleh Allah subhanahuwa ta'ala dengan mati syahid pada hari 'Asyura dan Allah telahmenghinakan pembunuhnya serta orang yang mendukungnya atau ridladengan pembunuhannya. Dan dia mempunyai teladan pada orangsebelumnya dari para syuhada, karena sesungguhnya dia dan saudaranyaadalah penghulu para pemuda ahlul jannah. Keduanya telah dibesarkanpada masa kejayaan Islam dan tidak mendapatkan hijrah, jihad, dankesabaran atas gangguan-gangguan di jalan Allah sebagaimana apa yangtelah didapati oleh ahlul bait sebelumnya. Maka Allah mulyakankeduanya dengan syahid untuk menyempurnakan kemulyaan dan mengangkatderajat keduanya.
Pembunuhan beliau merupakan musibah besar dan Allah subhanahu wata'ala telah mensyari'atkan untuk mengucapkan istirja' (Inna lillahiwa inna ilaihi raji'un) ketika musibah dalam ucapannya:
.... Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orangyang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, merekamengucapkan: "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Merekaitulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dariRabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah: 155-157)
Sedangkan mereka yang mengerjakan apa-apa yang dilarang oleh Nabishallallahu 'alaihi wa sallam dalam rangka meratapinya sepertimemukul pipi, merobek baju, dan menyeru dengan seruan-seruanjahiliyah, maka balasannya sangat keras sebagaimana diriwayatkandalam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu, berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam:
Bukan dari golongan kami, siapa yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju, dan menyeru dengan seruan-seruan jahiliyah. (HR. Bukharidan Muslim)
Dalam hadits lain, juga dalam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahwa dia berkata: "Aku berlepas diridari orang-orang yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallamberlepas diri darinya, yaitu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berlepas diri dari al-haliqah, ash-shaliqah danasy-syaaqqah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan dalam Shahih Muslim dari Abi Malik Al-Asy'ari bahwa Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Empat perkara yang terdapat pada umatku dari perkara perkarajahiliyah yang mereka tidak meninggalkannya: bangga dengankedudukan, mencela nasab (keturunan), mengharapkan hujan denganbintang-bintang dan meratapi mayit. (HR. Muslim)


Dan juga beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya perempuan tukang ratap jika tidak bertaubat sebelummatinya dia akan dibangkitkan di hari kiamat sedangkan atasnyapakaian dari timah dan pakaian dada dari nyala api neraka. (HR.Ahmad, Thabrani dan Hakim)
Hadits-hadits tentang masalah ini bermacam-macam. Demikianlahkeadaan orang yang meratapi mayit dengan memukul-mukul badannya,merobek-robek bajunya dan lain-lain. Maka bagaimana jika ditambahlagi bersama dengan itu kezaliman terhadap orang-orang mukmin (parashahabat), melaknat mereka, mencela mereka, serta sebaliknyamembantu ahlu syiqaq orang-orang munafiq dan ahlul bid'ah dalamkerusakan dien yang mereka tuju serta kemungkaran lain yang Allahlebih mengetahuinya.
-----------Maraji':
-Minhajus-Sunnah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.-Majmu' Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.-Al-'Awashim Minal Qawashim, oleh Qadhi Abu Bakar-Ibnul Arabi dengan tahqiq dan ta'liq Syaikh Muhibbudin Al-Khatib.-Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir.-Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani.-Shahih Muslim dengan Syarh Nawawi.-Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Ukhuwah fillh
http://www.facebook.com/notes/melati/kisah-terbunuh-nya-husain-bin-ali-bin-abi-thalib/161658737205843

Buah Keikhlasan


Fajar menjelang subuh, seorang ibu terlihat mengikhlaskan uang yang dimilikinya sebesar Rp 5000,- untuk disedekahkan kepada seorang tukang becak di pinggir jalan. Ibu itu bukan tergolong orang yang mampu. Baginya uang senilai Rp 5000,- tidaklah kecil, karena kehidupannya yang sangat miskin, uang Rp 5000,- tentu sangatlah berarti baginya. Penuh harapannya bahwa Allah akan memberikan rezeki untuknya pada hari itu sekedar untuk menyambung hidup diri dan anak-anaknya.
Ternyata harapannya tidaklah sia-sia, Allah sungguh Tuhan Yang Maha Mendengar. Tanpa diduga, siang harinya, Allah membalas kebaikan ibu tersebut dengan memberikannya rezeki sebesar Rp. 150.000,-  melalui tangan seorang wanita yang menghampirinya, sebutlah namanya Bu Rahma, seorang wanita pengusaha.
Seperti halnya ibu yang bersedekah sebesar Rp. 5000,- tadi, Bu Rahma pun berniat untuk memohon pertolongan pada Allah atas masalah keuangan yang dihadapinya melalui sedekah yang dilakukannya tadi. Di sini keajaiban terjadi, lagi-lagi Allah sungguh Maha Mendengar dan Maha Melihat.
Tepat di hari yang sama, seorang rekan bisnis Bu Rahma menghubungi dirinya dan mengatakan bahwa hutang-hutang Bu Rahma sebesar Rp.150 juta dihapuskan atau dianggap lunas karena rekan bisnisnya itu baru saja mendapatkan proyek dengan nilai yang sangat besar, dan sebagai ungkapan kegembiraannya ia menghapuskan piutang yang dimilikinya sebesar Rp 150 juta kepada Bu Rahma.
Betapa bahagianya Bu Rahma, karena Allah telah mendengar doa-doanya. Dan betapa gembiranya Ibu pemberi sedekah ke tukang becak tadi, karena Allah telah menyambung rezeki untuk hidup diri dan anak-anaknya pada hari itu.


Sungguh Allah Tuhan Yang Maha Kaya, Sang Pemberi Rezeki seluruh makhluk, Sang Penebar Kekayaan Seluruh Alam, Sang Penyelesai Masalah Seluruh Hamba, dan yang selalu menepati janji kepada hamba-hambaNya yang bertakwa dan memohon kepadaNya.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas KaruniaNya lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh 261).
http://www.facebook.com/notes/setetes-peluh-perjuangan/buah-keikhlasan/174634922552911

Surat Kepada Tuhan...


Tuhan...
Malam ini kembali aku mengetuk pintu Mu
Lewat derasanya doa dan pujian yang terlantun
Dalam isak tangis yang mengiba
Ku bersimpuh di haribaan Mu
Pada setiap waktu ku yang tersisa
Berusaha untuk tetap tegak dan tegar
Menghadang setiap badai dalam hidup
Menepis gemuruh ragu dalam kalbu
Illahi Rabb....
Engkau lah kekuatan dalam setiap jengkal nadi ku
Mencengkram erat di setiap hembusan nafas ku
Membuncah rasa rindu ku pada Mu
Menggema di dalam relung kalbu
Aku takut yaa Rabb...
Tak bisa penuhi setiap janji yang terucap
Tak bisa menahan kenikmatan dunia yang mempesona
Bahkan tak bisa kendalikan nafsu angkara yang membelenggu
Yah nafsu ini begitu kuat menggoda


Berusaha luruhkan rasa Cinta ku pada Mu
Mengesampingkan nikmat yang telah Engkau beri
Menafikkan Engkau seakan Kau tiada
Bantu aku ya Rabbi...
Tepiskan segala resah yang menyelimuti hati
Hilangkan semua gelisah yang memeluk raga
Buang setiap keraguan yang mendekap kalbu
Ulurkan tangan Mu di sepanjang jalan ku
Berikan Cahaya Mu menerangi langkah ku
Jangan biarkan aku terjerebab lagi dalam lumpur dosa
Pegang aku ya Allah...
Pegang erat jiwa ku yang selalu ingin mengembara
Berkelana mencari cinta hakiki Mu
Mengeja ayat demi ayat di dalam Kitab Suci Mu
Agar kau tak berpaling dari ku
Tuhan...
Tutup semua pintu dosa ku
Jangan biarkan lautan dosa menenggelamkan ku
Dalam buih-buih kenistaan yang menggunung
Ijinkan aku menapaki kaki-kaki langit
Mencari dan menemukan cinta sejatiku


Karena ku tahu ya Rabbi...
Hanya cinta Mu yang paling hakiki

>>>*<<<
http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/surat-kepada-tuhan/496276446041